TELAAH JURNAL                   KESEHATAN LINGKUNGAN    DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN:    SEBUAH SURVEI TERBAR...
HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey Terbaru                          Penelitian KuantitatifNo.       ...
4   Desain dan Metodologi   Perhatian khusus akan diambil dari aspek metodologis                            pada setiap st...
6   Kriteria dan Definisi        Perubahan iklim hanya salah satu faktor penting yang    Kasus                        memp...
pengelolaan kesehatan sebagai dampak dari perubahan                               iklim, serta mengembangkan sistem pering...
manusia, mata pencaharian, keamanan, dan                                masyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akan ...
ekologi VZBD yang terjalin dengan dataset    transmisi VZBD, mengidentifikasi pola terkait    perubahan iklim dan menginte...
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan:                      Sebuah Survei Kuantitatif Terbaru         Margherita Grass...
•   Non-statistik pendekatan, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable       General Equilibrium (CGE) model, Pe...
karbon secara biologis (biosequestration), dan dengan demikian memperlambatpemanasan global dan akhirnya menstabilkan suhu...
secara global, peningkatan advokasi untuk mengurangi perubahan iklim melaluikesadaran kesehatan masyarakat.KesimpulanHasil...
DAFTAR PUSTAKAAlistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein (1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan diKawasan Asia pasif...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Journal Review: The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”

6,272 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,272
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
70
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Journal Review: The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”

  1. 1. TELAAH JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP KESEHATAN: SEBUAH SURVEI TERBARU PENELITIAN KUANTITATIF“The Health Effects of Climate Change: A Survey of Recent Quantitative Research”Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil Markandya Dosen: Prof. dr. Haryoto Kusnoputranto, S.KM., Dr. PH Dadang Setiawan 1106143491 PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA
  2. 2. HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
  3. 3. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey Terbaru Penelitian KuantitatifNo. Bagian Telaah1 Judul Penelitian Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survey Terbaru Penelitian Kuantitatif2 Tujuan Untuk meninjau kontribusi paling relevan yang langsung terkait variasi iklim jangka pendek atau jangka panjang yang mempengaruhi terjadinya penyebaran penyakit non infeksi dan menular, dengan malaria sebagai studi kasus; membangun model statistik yang lebih akurat untuk memprediksi dampak kondisi iklim masa depan3 Hipotesis 1. Dapatkah data historis digunakan dalam mengungkap bagaimana variasi iklim jangka pendek dan jangka panjang dalam mempengaruhi terjadinya penyakit menular? 2. Apakah mungkin untuk membangun model statistik yang lebih akurat yang mampu untuk memprediksi dampak masa depan kondisi iklim yang berbeda pada transmisibilitas penyakit menular kategori sangat berbahaya?
  4. 4. 4 Desain dan Metodologi Perhatian khusus akan diambil dari aspek metodologis pada setiap studi sebelumnya yang diklasifikasikan sesuai dengan pertimbangan a.l. jenis model kuantitatif, model time-series, model panel data dan spasial, serta pendekatan non-statistik: • Model time series antara lain model ARMAX (Auto Regresi Moving Average dengan variabel eksogen), ECM (Error Correction Model), dan model peramalan non-parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, metode Holt Winters (aditif, tidak musiman, perkalian); • Model panel data dan spasial a.l. model efek tetap dan acak, model panel data dinamis, model spasial lag dan error spasial; • Pendekatan non-statistik, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, model Proyek Analisis Perdagangan Global Proyek (GTAP), dan Penilaian Perbandingan Risiko (CRA).5 Waktu dan Tempat Penelitian dibuat pada 2012, dengan mengkaji data time Penelitian series dengan memformulasikan penyebaran malaria dan penduduk yang berisiko tersebut dari beberapa negara di sub-sahara Afrika, variabel ekonomi, dan variabilitas perubahan iklim.
  5. 5. 6 Kriteria dan Definisi Perubahan iklim hanya salah satu faktor penting yang Kasus mempengaruhi kejadian penyakit menular dan bahwa efek yang sangat tidak mungkin untuk menjadi independen dari faktor sosio-demografi (misalnya, migrasi manusia, transportasi, gizi), atau dari pengaruh lingkungan (misalnya, penggundulan hutan, pembangunan pertanian, proyek air, urbanisasi). Secara khusus telah diperkirakan bahwa sekitar 42% dari beban malaria global, atau setengah juta kematian setiap tahunnya, bisa dicegah dengan pengelolaan lingkungan, meskipun proporsi ini bervariasi secara signifikan di seluruh daerah yang berbeda: antara lain 36% di wilayah Mediterania Timur; 40% di kawasan Pasifik Barat; 42% di sub-Sahara Afrika, 42% di Wilayah Asia Tenggara, 50% di Wilayah Eropa; 64% di Wilayah Amerika7 Fokus yang diteliti, hasil Model Penilaian Terpadu (Integrated Assessment dan cara pengukuran Models -- IAM) merupakan landasan metodologis yang valid. Dalam kerangka metodologis IAM, memperkirakan biaya iklim dengan upaya biasa (business as usual -- BAU): akan setara dengan 5% pengurangan per kapita pendapatan minimal. Proporsi ini bisa meningkat menjadi 11% dengan mempertimbangkan efek langsung pada lingkungan dan kesehatan (dampak "non-pasar”).8 Keunggulan Penelitian ini menggunakan komputasi model dengan menghitung menggabungkan beberapa faktor dan variabel. Model time series, dan model peramalan non- parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, metode Holt Winters (aditif, tidak musiman, perkalian); model panel data dan spasial a.l. model efek tetap dan acak, model panel data dinamis, model spasial lag dan error spasial; dan pendekatan non-statistik, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, model Proyek Analisis Perdagangan Global Proyek (GTAP), dan Penilaian Perbandingan Risiko (CRA). Beberapa hasil kajian kuantifikasi tersebut diintegrasikan dalam kasus malaria, dan terkait dengan
  6. 6. pengelolaan kesehatan sebagai dampak dari perubahan iklim, serta mengembangkan sistem peringatan dini.9 Keterbatasan 1. Studi ini menyajikan beberapa keterbatasan yang harus dikaji dalam penelitian masa datang untuk memperkirakan beban penyakit. Masalah peningkatan akses ke sistem air dan sanitasi belum diperhitungkan, juga tingkat perkembangan ekonomi, padahal ini merupakan faktor penting yang mempengaruhi kerentanan penduduk. 2. Korelasi antara hasil kesehatan yang berbeda tidak dievaluasi. Hal ini sangat penting terutama untuk gizi buruk yang erat berhbungan dengan kejadian penyakit lain. Akhirnya, model untuk malaria yang terkait dengan variabel iklim terhadap risiko (penduduk) secara wilayah geografis dan perkiraan dampak yang terkait dengan perubahan suhu rata- rata sementara ini tidak memperhitungkan variabilitas iklim.10 Hubungan antar variabel Pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan diperkirakan akan menyebabkan penyakit vector-borne yang memperluas jangkauan mereka dan korban tewas, terutama di kalangan orang tua. Selain itu, efek tidak langsung perubahan iklim terhadap air, ketahanan pangan, dan kejadian iklim ekstrim kemungkinan berdampak lebih besar pada kesehatan global.11 Hasil studi Makalah ini berisi ringkasan kritis terhadap literatur terbaru yang berkaitan dengan aspek umum dari dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia a.l.: ekonomi perubahan iklim; bagaimana mengelola dampak kesehatan dari perubahan iklim; Sistem Peringatan Dini dan penyakit menular; mengevaluasi risiko terhadap kesehatan manusia yang terkait dengan perubahan iklim; implikasi faktor risiko yang dapat dimodifikasi lingkungan. Hasil kajian secara kuantitatif melihat kaitan perubahan iklim dan kesehatan dengan menggunakan beberapa model menunjukkan sebagai berikut: • Perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan
  7. 7. manusia, mata pencaharian, keamanan, dan masyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akan membesar. • Dampak iklim masih sulit untuk dinilai dengan akurat karena hasil interaksi dari berbagai faktor saling pengaruh secara kompleks. Adalah menantang untuk mengisolasi dampak perubahan iklim ke manusia secara definitif dari faktor lain seperti variabilitas alam, pertumbuhan penduduk, penggunaan lahan dan tata pemerintahan. • Pada beberapa kawasan, bukti dasar ilmiah masih belum cukup untuk membuat estimasi definitif dengan akurasi tepat atas dampak perubahan iklim terhadap manusia. Namun, data dan model memang ada yang membentuk titik awal yang kuat untuk membuat estimasi dan proyeksi yang dapat menginformasikan debat publik, pembuatan kebijakan dan penelitian di masa medatang.12 Penelitian dengan tema Haines, R.S. Kovats, D. Campbell-Lendrum, C. serupa Corvalan (2006). “Perubahan Iklim dan Kesehatan: Dampak, Kerentanan dan Kesehatan Masyarakat,” Elsevier. Alistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein (1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan di Kawasan Asia pasifik: Siapa Paling Rentan?” Climate Research.13 Penelitian serupa • Pemahaman siklus penyakit vector borne dan mendatang zoonotic (VBZD) dan dampaknya terhadap manajemen ekologi serta ledakan transmisi VBDZ, termasuk dampak baru dan tekanan selektif intensif karena perubahan iklim • Mengembangkan metode untuk mendekteksi jumlah, ciri-ciri, dan monitor potensi tranmisi VZBD tekait dengan perubahan lingkungan di darat, laut, pesisir, dan danau • Mengembangkan pemahaman kejadian cuaca ekstrim terkait dengan fenomena peristiwa alam seperti El Nino, La Nina dan muson dan dampaknya terhadap manusia • Memvalidasi dan mengembangkan model
  8. 8. ekologi VZBD yang terjalin dengan dataset transmisi VZBD, mengidentifikasi pola terkait perubahan iklim dan mengintegrasikan kemungkinan perluasan dampak proyeksi perubahan iklim• Mengkaji kemampuan sistem perawatan kesehatan untuk merespon kejadian cuaca ekstrim dan menyediakan akses tanpa henti dan layanan perawatan kesehatan dengan berbagai skenario• Memahami dampak sekunder perubahan iklim a.l. kurang gizi, konflik, dan pengungsian penduduk karena VZBD, serta evaluasi efektivitas strategi pencegahannya• Peningkatan riset tentang efektivitas metode pencegahan pribadi termasuk vaksin, repellents, kelambu, chemoproprophylaxis, dan lainnya• Mengembangkan sistem peringatan dini yang terintegrasi dengan surveilans masyarakat dan binatang, kajian strategi risiko, mitigasi dan adaptasi terkait transmisi VBZD.• Mengembangkan strategi untuk menhubungkan database kesehatan dengan monitoring secara real time dan penilaian ke depan atas cuaca, iklim, geospasial, dan data yang terkena paparan (eksposur)• Meningkatkan prediktabilitas, model, dan penilaian terkini dari variabilitas iklim dan perubahan (musiman atau 10 tahunan) cuaca ekstrim dan korelasi dengan hasil kesehatan jangka pendek dan panjang• Meningkatkan riset tentang efektivitas strategi komunikasi dan pencegahan terkait respon ledakan VBDZ• Memperluas riset tentang pencegahan dan kesiapan kejadian cuaca ekstrim termasuk pengembatan alat- alat perencanaan bencana a.l. sistem data dan komunikasi untuk perawatan kesehatan dan emergensi, termasuk peningkatan akses ke catatan medis dan kemampuan rumah sakit secara regional
  9. 9. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survei Kuantitatif Terbaru Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil MarkandyaDalam beberapa tahun terakhir telah terjadi perdebatan ilmiah dan publik yang besartentang perubahan iklim dan dampaknya langsung maupun tidak langsung terhadapkesehatan manusia. Secara khusus, sejumlah besar penelitian tentang pengaruh perubahaniklim terhadap kesehatan manusia telah menjawab dua pertanyaan mendasar. Pertama,dapatkah data historis membantu dalam mengungkap bagaimana variasi iklim jangkapendek atau jangka panjang mempengaruhi terjadinya penyakit menular? Kedua, apakahmungkin untuk membangun model kuantitatif lebih akurat yang mampu memprediksidampak masa depan kondisi iklim yang berbeda pada transmisibilitas terutama penyakitmenular sangat berbahaya? Tujuan utama dari makalah ini adalah untuk meninjaukontribusi paling relevan yang langsung menangani pertanyaan-pertanyaan tersebut, baikberkaitan dengan dampak perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit non infeksi danmenular, dengan malaria sebagai studi kasus. Perhatian khusus akan ditarik pada aspekmetodologis studi masing-masing, yang akan diklasifikasikan sesuai dengan jenis modelkuantitatif dipertimbangkan, model seri yaitu waktu, panel data dan model spasial, danpendekatan non-statistik.TujuanTujuan utama dari pekerjaan ini adalah untuk meninjau kontribusi paling relevan yanglangsung ditangani pertanyaan-pertanyaan, sehubungan dengan pengaruh perubahaniklim terhadap penyebaran penyakit non infeksi dan menular. Perhatian khusus akandiambil dari aspek metodologis pada setiap studi sebelumnya yang diklasifikasikan,sesuai dengan jenis pertimbangan model kuantitatif dalam kategori sebagai berikut: • model time series, di antaranya ARMAX (Auto Regresi Moving Average dengan variabel eksogen) model, ECM (Error Correction Model), dan model peramalan non-parametrik seperti pemulusan eksponensial tunggal dan ganda, Holt Winters- metode (aditif, tidak musiman, perkalian); • Panel data dan model spasial, seperti model efek tetap dan acak, panel data dinamis model, spasial lag dan model error spasial;
  10. 10. • Non-statistik pendekatan, seperti Model Penilaian Terpadu (IAMS), Computable General Equilibrium (CGE) model, Perdagangan Global Model Proyek Analisis (GTAP), dan Penilaian Risiko Perbandingan (CRA).Pengelolaan Dampak Kesehatan dari Perubahan IklimPemanasan global diperkirakan akan semakin mempengaruhi ketahanan pangan,ketersediaan air dan kualitas, dan tepat tol pada kesehatan masyarakat, memacu penyakitkronis, prevalensi malaria, dan penyakit kardiovaskular dan pernapasan.Kondisi cuaca saat ini sangat mempengaruhi kesehatan penduduk miskin di negaraberkembang, dan perubahan iklim memiliki efek perkalian. Sebuah perubahan iklimlebih lanjut mempengaruhi unsur penting menjaga kesehatan yang baik: udara bersih danair, makanan yang cukup dan tempat tinggal yang memadai. Sebuah iklim lebih hangatdan lebih bervariasi mengarah ke tingkat lebih tinggi dari peningkatan sejumlah polutanudara dan transmisi penyakit melalui air yang tidak bersih dan makanan yangterkontaminasi.Pemanasan global bersama dengan perubahan persediaan makanan dan air akanmenyebabkan, secara tidak langsung memacu peningkatan penyakit seperti kekurangangizi, diare, penyakit jantung dan pernapasan, dan air yang terbawa serangga dan penyakityang ditularkan. Juga, ada hubungan -antara hal ini dengan hasil kesehatan, misalnyagizi buruk terkait dengan malaria dan diare yang dapat menyebabkan penurunan beratbadan yang signifikan pada anak yang terkena dampak jika disertai dengan kelangkaanmakanan. Malaria dan diare dapat menjadi sebab dan akibat dari kekurangan gizi.Pengaruh kesehatan dari perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan penyakit yangditularkan oleh nyamuk (vector-borne) untuk memperluas jangkauan mereka danmenambah korban tewas, terutama di kalangan orang tua. Selain itu, efek tidak langsungperubahan iklim terhadap air, ketahanan pangan, dan kejadian iklim ekstrim cenderungmemiliki efek lebih besar pada kesehatan global.Pendekatan terpadu dan multidisiplin untuk mengurangi efek kesehatan yang merugikandari perubahan iklim memerlukan setidaknya tiga tingkat tindakan. Pertama, kebijakanharus diambil untuk mengurangi emisi karbon dan untuk meningkatkan penyerapan
  11. 11. karbon secara biologis (biosequestration), dan dengan demikian memperlambatpemanasan global dan akhirnya menstabilkan suhu. Kedua, penelitian lebih lanjutdiperlukan untuk memahami dengan jelas hubungan antara perubahan iklim danterjadinya penyakit. Ketiga, sesuai sistem kesehatan masyarakat harus dimasukkan kedalam tempat untuk berurusan dengan hasil yang merugikan dalam hal langkah-langkahadaptasi efisien dan hemat biaya pada tingkat lokal, dan nasional.Kemampuan peradaban saat ini untuk menanggapi dampak kesehatan negatif perubahaniklim bergantung pada informasi yang dapat dipercaya, relevan, dan up-to-date.Memperkuat kapasitas informasi, teknologi, dan ilmiah di negara-negara berkembangsangat penting untuk keberhasilan gerakan kesehatan masyarakat baru. Pengembangankapasitas ini akan membantu untuk menjaga kerentanan untuk minimum danmembangun ketahanan dalam infrastruktur lokal, regional, dan nasional.Kebijakan tanggapan terhadap implikasi kesehatan masyarakat dari perubahan iklimharus dirumuskan dalam kondisi ketidakpastian, yang akan ada tentang skala dan waktuefek, serta sifat, lokasi, dan intensitas.Tantangan utama adalah untuk meningkatkan pengawasan dan sistem informasikesehatan primer di negara-negara termiskin, dan berbagi pengetahuan dan strategiadaptasi masyarakat lokal dalam skala luas. Data penting perlu menyertakan proyeksiperubahan di kawasan yang berhubungan dengan paparan (exposure) kesehatan, proyeksihasil kesehatan di bawah emisi masa depan yang berbeda dan skenario adaptasi, hasilpanen, harga pangan, ukuran keamanan pangan keluarga, data hidrologi dan iklim lokal,perkiraan kerentanan pemukiman manusia (misalnya, di daerah kumuh perkotaan ataumasyarakat yang dekat dengan daerah pesisir), faktor risiko, dan respon pilihan untukkejadian cuaca ekstrim, kerentanan terhadap migrasi sebagai akibat dari perubahanpermukaan laut atau badai, dan faktor kunci kesehatan antara lain gizi, dan indikatordemografi menurut negara dan lokalitas.Penulis makalah ini berpendapat, faktor kunci pengelolaan efek kesehatan terkaitperubahan iklim menjadi a.l.: kemiskinan dan ketidakadilan di bidang kesehatanberkurang; insentif untuk pengembangan teknologi baru dan penerapan teknologi yangsudah ada di negara berkembang; perubahan gaya hidup; peningkatan koordinasi danakuntabilitas pemerintahan global, perbaikan koordinasi dan akuntabilitas tata kelola
  12. 12. secara global, peningkatan advokasi untuk mengurangi perubahan iklim melaluikesadaran kesehatan masyarakat.KesimpulanHasil kajian secara kuantitatif melihat kaitan perubahan iklim dan kesehatan denganmenggunakan beberapa model menunjukkan sebagai berikut:• Perubahan iklim telah mempengaruhi kesehatan manusia, mata pencaharian, keamanan, dan masyarakat serta ekspektasi bahwa dampak ini akan membesar.• Dampak iklim masih sulit untuk dinilai dengan akurat karena hasil interaksi dari berbagai faktor saling pengaruh secara kompleks. Adalah menantang untuk mengisolasi dampak perubahan iklim ke manusia secara definitif dari faktor lain seperti variabilitas alam, pertumbuhan penduduk, penggunaan lahan dan tata pemerintahan.• Pada beberapa kawasan, bukti dasar ilmiah masih belum cukup untuk membuat estimasi definitif dengan akurasi tepat atas dampak perubahan iklim terhadap manusia. Namun, data dan model memang ada yang membentuk titik awal yang kuat untuk membuat estimasi dan proyeksi yang dapat menginformasikan debat publik, pembuatan kebijakan dan penelitian di masa medatang.
  13. 13. DAFTAR PUSTAKAAlistair Woodward, Simon Hales, Philip Weinstein (1998). “Perubahan Iklim dan Kesehatan diKawasan Asia pasifik: Siapa Paling Rentan?” Climate Research.The Interagency Working Group on Climate Change and Health (2010). A Human HealthPerspective on Climate Change: A Report Outlining the Research Needs of the Human HealthEffects of Climate Change. Environmental Health Perspectives and the National Institute ofEnvironmental Health ScienceHaines, R.S. Kovats, D. Campbell-Lendrum, C. Corvalan (2006). “Perubahan Iklim danKesehatan: Dampak, Kerentanan dan Kesehatan Masyarakat,” Elsevier.Margherita Grasso, Matteo Manera, Aline Chiabai dan Anil Markandya (2012). “DampakPerubahan Iklim Terhadap Kesehatan: Sebuah Survei Terbaru Penelitian Kuantitatif,”International Journal of Environmental Research and Public Health.

×