Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

17. representasi data 5 julv2

578 views

Published on

slide siskom mnemonic

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

17. representasi data 5 julv2

  1. 1. Representasi Data 5 Mnemonic, Assembler sederhana, addressing Mode TK1013 - Sistem Komputer – 3 SKS Minggu X Pertemuan 20 Disusun Oleh : D3 TEKNIK KOMPUTER
  2. 2. Standar Kompetensi Mahasiswa diharapkan dapat menguasai konsep dari organisasi dan arsitektur sistem komputer Menguasai cara kerja dan pengolahan data dari system komputer Mahasiswa mampu : Mampu Memahami bagaimana Implementasi assember dan addressing pada sistem komputer Standar Kompetensi Kemampuan akhir yang diharapkan Mampu Menyelesaikan permasalahan Dengan menggunakan asembler dan addressing mode
  3. 3. Bahasa Mesin • Untuk dapat menginstruksikan mesin komputer • Bahasa yang digunakan adalah bahasa tingkat rendah à bahasa mesin. • Bahasa tingkat tinggi membutuhkan interpreter untuk dapat diubah ke dalam bahasa mesin.
  4. 4. Bahasa Mesin • Penggunaan bahasa mesin berada pada tahapan decode pada siklus instruksi CPU. • Bahasa mesin direpresentasikan dengan kode- kode biner berupa instruksi yang akan dieksekusi oleh CPU
  5. 5. INSTRUKSI BAHASA MESIN
  6. 6. Mnemonic • Bahasa mesin sulit untuk diprogram saat ini à produsen chip processor menyertakan mnemonic. • Mnemonic adalah instruksi pemrograman yang dapat dibaca yang kemudian ditranslasikan kedalam kode-kode bahasa mesin oleh software yang disebut dengan assembler.
  7. 7. Mnemonic • MOV AL,32 – Artinya: Salinlah 32H pada register AL – Terdiri dari Opcode (Operation Code) dan Operand MOV AL,32 Mnemonic à B0 32 Heksadesimal à 1011 0000 0011 0010 Bahasa Mesin Opcode Operand MOV AL 32 B0 32 1011 0000 0011 0010
  8. 8. Mnemonic • Empat elemen utama instruksi mesin, yaitu: – Operator (Op-Code), – Operand masukan (source operand reference), – Operand keluaran (result operand reference), – Operasi data selanjutnya (next instruction reference). • Operand yang digunakan dalam komputasi berasal dari: – Memori utama atau virtual memory, – Register yang dimiliki CPU, – Perangkat I/O. Contoh: Perhatikan statement berikut ini: A ß A + B A ß C * A Jelaskan apa saja yang termasuk elemen instruksi mesin! a. Operation code: + dan * b.Source operand reference: A, B c. Result operand reference: A d.Next instruction reference: *
  9. 9. Mnemonic • Set instruksi yang dijalankan berupa, – Data transfer, – Arithmetic, – Logic, – Jump, – Miscellaneous.
  10. 10. REPRESENTASI INSTRUKSI
  11. 11. Format Instruksi • Format instruksi bergantung pada jumlah register atau alamat yang digunakan. • Format operasi yang digunakan ada 4 macam yaitu: – Format instruksi 3 alamat, – Format instruksi 2 alamat, – Format instruksi 1 alamat, dan – Format instruksi 0 alamat.
  12. 12. Format Instruksi • Satuan yang digunakan adalah MIPS (Million Instruction Per Second). • Alamat instruksi yang lebih sedikit akan membuat instruksi lebih sederhana dan pendek sehingga siklus fetch dan execute pada CPU menjadi lebih cepat.
  13. 13. Format Instruksi A ß A + B LET A=2 ; operand masukan pertama A=2 LET B=3 ; operand masukan kedua B=3 LET A=A+B ; operator adalah ‘+’ dan hasilnya disimpan di ‘A’ ; maka ‘A’ sekarang menjadi operand keluaran PRINT A ; operasi selanjutnya PRINT B ; operasi selanjutnya A ß C * A LET C=1 ; operand masukan pertama C=1 LET A=C*A ; operand masukan dari keluaran sebelumnya A=5 ; operator adalah ‘*’ dan hasilnya disimpan di ‘A’ ; maka ‘A’ sekarang menjadi operand keluaran PRINT A ; operasi selanjutnya PRINT B ; operasi selanjutnya PRINT C ; operasi selanjutnya Contoh format instruksi 2 alamat (BASIC) :
  14. 14. Format Instruksi • Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan format instruksi adalah menentukan notasi: – Infix, – Prefix, dan – Suffix. • Memetakan kondisi persamaan matematika yang terlebih dahulu diinputkan dan diproses oleh CPU.
  15. 15. Format Instruksi Y = A + B * C A B C * + A B C * + prefix prefix prefix prefix prefix Infix Infix Infix Infix Infix Suffix suffix suffix suffix suffix (a) (b) Gambar Error! No text of specified style in document..1 Penentuan Notasi Infix, Prefix, dan Suffix Panah masuk pertama merupakan notasi prefix, panah masuk kedua menentukan infix, dan panah masuk ketiga adalah suffix Penentuan prefix, infix dan suffix. Prefix : +A*BC Infix : A+B*C Suffix : ABC*+ Format instruksi 0 alamat
  16. 16. Format Instruksi
  17. 17. Format Instruksi • Pemetaan y ß A + B * C tidaklah sama dengan pemetaan y ß A * B + C. Perhatikan pada gambar berikut: A B C * + (a) A B C * + (b) Y ß A + B * C Y ß A * B + C
  18. 18. Thanks
  19. 19. Referensi
  20. 20. Referensi

×