Potensi pemanfaatan pantai_karst_kab.gunungkidul

4,222 views

Published on

Published in: Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,222
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
115
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Potensi pemanfaatan pantai_karst_kab.gunungkidul

  1. 1. 1 PEMANFAATAN PANTAI KARST KABUPATEN GUNUNGKIDUL1 Dra. Astrid Damayanti, M.Si 2, Ranum Ayuningtyas, S.Si, Anindita Dyah K, S.Si e-mail : astridd_maya@yahoo.com, ranum.tiga@gmail.com, misao_sikepang@yahoo.com Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia ABSTRAK Kepadatan penduduk Pulau Jawa yang tinggi menyebabkan tingginya kepekaanpantai terhadap pencemaran dan gangguan lingkungan. Kerusakan pantai tidak hanyadiakibatkan pembangunan perkotaan, permukiman, perikanan dan pelabuhan namun jugadapat ditimbulkan oleh pemanasan global. Sebagai wilayah kajian, pantai Karst KabupatenGunungkidul (Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandong, dan Sundak)merupakan daerah menyimpan banyak potensi untuk berbagai kegiatan pembangunan ekonomi.Pantai-pantai tersebut memiliki persamaan dalam hal kondisi geologi, genesa, dan prosespembentukan morfologi pantai, namun untuk setiap pantainya memiliki karakteristiklingkungan yang berbeda-beda. Dengan mengetahui dan memahami keadaan atau kondisimorfologi lingkungan dan proses yang terjadi pada pantai karst tersebut, selanjutnya akandapat diketahui bagaimana pemanfaatannya secara berkelanjutan sehingga tidak melebihidaya dukungnya.I. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan memiliki panjang pantai95.181 km (Anonim, 2006) menempati posisi ke-4 setelah Kanada, Amerika Serikat, danRusia. Pantai di Indonesia menawarkan beragam keindahan alamnya yang bernilai jual tinggiuntuk kegiatan pariwisata, olahraga kebaharian, dan sangat potensial bagi pengembanganekonomi nasional baik karena potensi ruang dan kekayaan alamnya maupun nilai estetikanya.Walaupun memiliki potensi yang besar, kegiatan ekonomi penduduk Indonesia di wilayahpantai masih berorientasi ke daratan (Damayanti, 2001). Pulau Jawa yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi menyebabkan tingginyakepekaan pantai terhadap pencemaran dan gangguan lingkungan lainnya akibat pembangunanperkotaan, permukiman, perikanan dan pelabuhan serta pengrusakan lain yang mungkinditimbulkan oleh pemanasan global. Kondisi tersebut juga berpotensi terjadi pada ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di selatan Pulau Jawa yang pantainya menghadapke Samudera Hindia. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kondisi pantai yangberbeda jika dibandingkan kondisi pantai di utara Jawa, baik dalam hal kondisi lokasi1 Makalah disampaikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia dengan Tema “PeningkatanPeran Geografi dalam Minimisasi Pemanasan Global” di Padang (Gedung Pertemuan Bagindo Aziz Chan)tanggal 22 November 20082 Staff Pengajar di Departemen Geografi, FMIPA Universitas Indonesia Universitas Indonesia
  2. 2. 2(menghadap ke Samudera Hindia), geologi dan bathimetri pantai. Informasi akankarakteristik lingkungan pantai sangat diperlukan agar pemanfaatan kekayaan alammenerapkan konsep pembangunan berkelanjutan sehingga perubahan tataguna ruang tidakmelebihi daya dukungnya. Pantai di Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah yang memiliki karakteristikyang sangat khas dan berbeda dengan daerah lainnya. Wilayah karst yang terkenal tandusmemiliki pantai yang juga memiliki sifat karst menyimpan banyak potensi untuk berbagaikegiatan ekonomi. Pantai karst di Kabupaten Gunungkidul tepatnya Pantai Objek WisataBaron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandong, dan Sundak memiliki persamaan dalamhal kondisi geologi, genesa, dan proses pembentukan morfologi pantai, namun demikianuntuk setiap pantainya memiliki karakteristik lingkungan pantai yang berbeda-beda.Perbedaan karakteristik lingkungan terutama pada perbedaan bentuk pantai dan diameterbutir sedimen, perbedaan ini juga harus diketahui kaitannya dengan kondisi gelombang, aruslaut, suhu, salinitas, dan pH laut pada masing-masing pantainya. Dengan mengetahui kaitan antara kondisi fisik dan kimia pantai, maka kelak jugadiketahui potensi masing-masing pantai. Dengan demikian diharapkan pemerintah danpenduduk daerah tersebut dapat membangun dan mengembangkan kemampuan ekonomidisesuaikan dengan kondisi lingkungannya, berkelanjutan dengan memperhatikan kondisidan menjaga keseimbangan lingkungan hidup.1.2 Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian Beberapa pertanyaan penelitian yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu :1. Bagaimanakah karakteristik lingkungan pantai karst di daerah penelitian ?2. Bagaimana pemanfaatan pantai karst di daerah penelitian saat ini dan dimasa yang akan datang ? Adapun tujuan dan sasaran dari pembahasan masalah tersebut adalah agar dapatdiketahui dan dipahami keadaan atau kondisi morfologi lingkungan dan proses yang terjadipada pantai karst yang menjadi daerah penelitian. Selanjutnya dapat diketahui bagaimanapemanfaatannya.1.3 Metode Penelitian Daerah penelitian meliputi pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Ngandongdan Sundak di Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Peta 1). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif denganmenekankan pada pendekatan kualitatif sebagai penunjang dari hasil analisis spasial.Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Universitas Indonesia
  3. 3. 31. lereng pantai, dengan parameter besar sudut lereng gisik/pantai dalam satuan derajat (°) kemudian dikonversi ke dalam satuan persen (%);2. energi gelombang, dengan parameter : a. besar energi gelombang dalam satuan joule; b. tipe gelombangnya;3. butir sedimen, dengan parameter : a. diameter butir sedimennya dalam satuan millimeter (mm); b. warna butir sedimen untuk mengetahui asal sedimennya.4. Salinitas air laut, dengan parameter banyaknya garam yang terlarut dalam 1 iter air laut5. Suhu air laut, dengan parameter jumlah energi (panas) yang terdapat pada luasan area tertentu dalam satuan derajat celcius (°C)6. Derajat keasaman air laut, dengan parameter kandungan elektrolit H+ yang terdapat pada air laut pada luasan area tertentu.Setelah mendapatkan data sebagai parameter dari variabel-variabel, data yang didapatkankemudian dikelaskan dan dapat dibuat matriksnya. Pengkelasan datanya dapat dilihat padatabel 1-5. Tabel 1. Kelas Lereng Gisik/pantai Tabel 2. Kelas Energi Gelombang Lereng Gisik Energi Gelombang Presentase Lereng (%) Joule Kategori Kategori 0-2 ≥ 1871 Datar Kuat 2 - 15 < 1871 Datar Bergelombang Lemah 15 - 25 Bergelombang 25 - 40 Sumber : Pethick, 1984 Terjal > 40 Tabel 4. Kelas Salinitas Air Laut CuramSumber : Pethick, 1984 Universitas Indonesia
  4. 4. 4 Tabel 3. Kelas Diameter Butir Sedimen Salinitas Diameter Butir Sedimen ‰ Kategori Phi Kategori < 28 ‰ Rendah -1 – 0 Sangat Kasar 28 - 34 ‰ Sedang 0 - +1 Kasar > 34 ‰ Tinggi +1 - + 2 Medium +2 - +3 Halus Sumb +3 - +4 er: Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Sangat Halus Dinas Perikanan dan Kelautan Tabel 5. Kelas Suhu Air Laut Suhu °C Kategori Sumber : > 35 °C Wenthworth dalam Pethick, 1984 Tinggi 26 - 35 °C Sedang < 26 °C Rendah Sumb er: Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Kelautan Penelitian mengkaji data-data yang sudah diolah secara spasial yang kemudian dianalisdengan cara analisis deskriptif secara spasial untuk mengetahui karakteristik lingkunganmasing-masing pantai dengan mendeskripsikan bagaimana kondisi lereng gisik/pantai, butirsedimen, energi gelombang, salinitas air laut, suhu air laut dan pH air laut pada masingmasing pantai dan kaitan dengan pemafaatannya.II. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN PANTAI KARST GUNUNGKIDUL DAN PEMANFAATANNYA Universitas Indonesia
  5. 5. 5 Bird (1984) mendifinisikan pantai sebagai shore, beach dan coast. Tidak semua pantaiterdiri atas pasir. Terdapat pula pantai dengan gelombang dan arus pantainya sangat kuatsehingga pasir yang hanyut lebih cepat daripada pasir yang terbawa ke pinggir pantai, yangmeninggalkan kerikil dan batuan hasil pengikisan oleh laut. Di beberapa tempat, pantaimerupakan campuran kerikil dan pasir ketika gelombang tidak cukup kuat untukmenghanyutkan semua pasir yang ada di pantai (Sullivan, 2001). Karakteristik lingkungan pantai karst Kabupaten Gunung Kidul dari barat ke timurmemiliki karakteristik lingkungan pantai yang berbeda-beda sehingga menyebabkanperbedaan pemanfaatan pantai oleh warga yang tinggal di sekitar pantai. Berikut akan dibahassecara rinci karakteristik lingkungan dan pemanfaatan masing-masing pantai :II.1 Pantai Baron Pantai Baron adalah pantai yang letaknya paling barat pada daerah penelitian. PantaiBaron memiliki kemiringan lereng pantai atau gisik sebesar 4,86° atau 8,5% yang termasukjenis lereng datar bergelombang (lihat Peta 2). Pantai Baron memiliki jenis batuan gampingdengan tingkat pelapukan fisik sedang hingga kuat. Dengan jenis batuan dasar berupagamping, tanah yang terbentuk di pantai ini termasuk jenis Mediteran. Lebar sedimen padapantai Baron adalah 61 m, lebar sedimen Pantai Baron adalah lebar sedimen yang palingbesar pada daerah penelitian. Hal ini didukung dengan kondisi Pantai Baron yang berlerenglandai sehingga membuat jangkauan pasang surut litoral pantai sangat jauh. Berdasarkan hasil observasi dan perhitungan, jangkauan pasang surut litoral padaPantai Baron sekitar 61 meter. Jangkauan pasang surut yang cukup panjang memberikanbanyak energi tambahan gelombang laut pada Pantai Baron untuk mengikis pantainya. Energigelombang pada Pantai Baron adalah 2193 joule (termasuk kedalam kelas energi gelombangkuat, lihat Peta 3). Energi tersebut berasal dari hempasan gelombang laut yang pecah dipantai pada breaker zone yang tidak terlalu jauh jaraknya terhadap garis pantai. Gelombangtersebut tidak lepas dari kontribusi angin yang berhembus pada Pantai Baron yangkecepatannya sebesar 44,2 meter tiap detik. Pantai Baron yang yang bentuk pantainya menjorok ke darat dan memiliki muarasungai membuat pantainya memiliki fluktuasi yang cukup tinggi terhadap perubahan bentukaliran sungainya. Muara sungai memberikan pengaruh yang cukup kuat pada karakteristiksedimen pada pantai dan aliran sungai menuju samudera. Pengaruh ombak dan tidakterdapatnya halangan pada pantai (barrier) membuat Pantai Baron sangat mudah tererosinamun dengan tenaga yang jauh lebih kecil karena lereng gisik pantai yang landai. Universitas Indonesia
  6. 6. 6 Berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks hempasan gelombang (K), maka diketahuibahwa gelombang laut pada Pantai Baron memiliki nilai 0,009 termasuk tipe plunging (lihatPeta 4). Diameter butir sedimen pantai Baron sebesar 0,515 mm, ukuran butir sedimen yangcukup halus untuk pantai karst. Butir sedimen Pantai Baron termasuk ke dalam jenis sedimenpasir medium (lihat Peta 5) dengan Φ = 0.957 (skala Wenthworth) yang merupakan hasilbentukan dari 2 (dua) hal, yaitu sedimentasi materi yang diendapkan sungai bawah tanahyang bermuara ke pantai dan hasil pengikisan laut. Namun jika dibandingkan dengan kondisibutir sedimen pada pantai lain, butir sedimen pada Pantai Baron memiliki ciri khas, yaitulebih halus dan berwarna lebih gelap (hitam). Warna butir sedimen Pantai Baron yang gelapmenunjukkan bahwa butir sedimen tersebut berasal dari sungai yang bermuara di pantainya. Pantai Baron memiliki kisaran salinitas antara 28 – 31 ‰. Bagian selatan memilikinilai salinitas yang rendah (lihat Peta 6). Hal ini disebabkan karena di pantai Baron terdapatmuara sungai bawah tanah. Pada muara sungai ini terjadi pertemuan antara air tawar darisungai dengan air laut sehingga salinitas airnnya pun menjadi lebih kecil dibandingkandengan salinitas air di pantai-pantai lainnya di wilayah penelitian. Suhu air laut di pantai Baron berkisar antara 26 - 30˚ C (lihat Peta 7). Suhu udara dibagian utara dimana terdapat muara sungai bawah tanah lebih rendah dibanding bagianselatan. Derajat keasaman air laut di pantai Baron merupakan yang terendah diantara pantai-pantai di Gunungkidul yaitu sebesar 7,5 (lihat Peta 8). Hal ini disebabkan oleh adanya muarasungai bawah tanah di pantai Baron yang menyebabkan terjadinya percampuran antara airtawar dengan air laut. Keasaman air laut di bagian selatan pantai Baron atau di dekat muarasungai bawah tanah mendekati 7. Sedangkan di bagian utaranya yaitu wilayah yang jauh darimuara sungai besarnya PH berkisar antara 7,5 dan 8. Pantai Baron yang memiliki jangkauan pasang surut yang cukup panjang serta kondisilereng pantai yang landai menjadikan pantai ini mudah untuk dilewati perahu nelayanpenduduk sekitar, oleh karena itu kegiatan perikanan laut tangkap menjadi salah satupemanfaatan pantai oleh warga sekitar yang mendatangkan kesejahteraan penduduksekitarnya. Selain itu pula, terdapatnya fenomena muara sungai di pantai yang memiliki debitair yang deras dapat dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai sumber air bersih danpembangkit tenaga listrik. Pemanfaatan pantai Baron lainnya adalah untuk pariwisata, karenakondisi alam pantai Baron yang indah dengan butir sedimen yang halus. Dengan adanyapemanfaatan pantai sebagai pariwisata, penduduk juga memiliki kesempatan lebih untuk Universitas Indonesia
  7. 7. 7menambah pendapatan dengan menjadi penjual souvenir pariwisata pantai serta fasilitaspenunjang pariwisata lainnya seperti restoran atau rumah makan, penginapan atau resort danlainnya.II.2 Pantai Kukup Pantai Kukup memiliki topografi yang tergolong berombak (undulating) dengankemiringan lereng pantai atau gisik sebesar 6,74° atau 11,8% yang termasuk ke dalam kelaslereng datar bergelombang (lihat Peta 2). Pantai Kukup memiliki jenis batuan gampingdengan tingkat pelapukan fisik sedang hingga kuat. Dengan jenis batuan dasar berupagamping, tanah yang terbentuk di pantai ini termasuk jenis Mediteran. Lebar sedimen padaPantai Kukup adalah 18,5 meter, dan jangkauan pasang surut litoral pada pantainya 18,4meter. Jangkauan pasang surut litoral sangat pendek jika dibandingkan dengan Pantai Baron,hal ini disebabkan oleh lereng Pantai Kukup yang curam. Energi gelombang pada Pantai Kukup adalah 3560 joule termasuk ke dalam kelasenergi gelombang kuat (lihat Peta 3). Energi gelombang tersebut berasal dari hempasangelombang laut yang pecah di pantai pada breaker zone, akibat gelombang, arus laut dankecepatan anginnya sebesar 69 meter perdetik. Berdasarkan hasil perhitungan nilai indekshempasan gelombang (K), maka diketahui bahwa gelombang laut pada Pantai Kukupmemiliki nilai 0,002 termasuk tipe surging, karena nilainya kurang dari 0,003 (lihat Peta 4). Pantai Kukup memiliki diameter butir sedimen sebesar 1,225 mm dengan warnasedimen yang cerah, butir sedimen Pantai Kukup termasuk kedalam jenis sedimen pasirsangat kasar (lihat Peta 5) yaitu Φ = -0.293 (skala Wenthworth). Warna butir sedimen yangcerah diakibatkan karena tidak adanya muara sungai pada pantai Kukup, hal ini menunjukkanbahwa butir sedimen dari Pantai Kukup berasal dari kikisan dasar laut. Terdapat butirsedimen yang berwarna hitam namun jumlahnya sangat sedikit (minoritas). Hal inidisebabkan sampel sedimen tersebut diambil dekat dengan karang pantai. Hal ini jugamenunjukkan bahwa butir sedimen yang dekat dengan cliff berasal dari hasil kikisan tebingpantai tersebut. Berdasarkan pengambilan sampel air laut di sekitar pantai Kukup, maka didapatkansalinitas air laut sekitar 33 ‰ (lihat Peta 6). Suhu air laut di perairan pantai Kukup berkisarantara 32 – 35 ˚ C(lihat Peta 7). Suhu air perairan yang terlindung oleh pulau-pulau karanglebih rendah dibanding dengan suhu air di perairan yang terbuka. Derajat keasaman air laut diperairan pantai Kukup adalah sebesar 9 (lihat Peta 8). Di Pantai Kukup terdapat pulau karang dan memiliki karang yang menempel tepatpada pinggir pantainya. Pemanfaatan pantai sebagai kawasan tujuan pariwisata juga dapat Universitas Indonesia
  8. 8. 8dimanfaatkan penduduk dengan menyediakan fasilitas penunjang pariwisata sepertipenginapan, restoran atau rumah makan, tempat belanja souvenir pantai, serta show roomikan hias. Banyak nelayan di pantai Kukup yang sengaja menangkap biota laut yang terjebakdi karang-karang ketika pantai surut. Biasanya biota ini memiliki kondisi fisik yang cantikdengan warna-warna yang bervariasi seperti ikan, bintang laut, dan bulu babi. Selain pemanfaatan pantai sebagai tujuan pariwisata, dan ikan hias laut, pantai Kukupjuga dapat dimafaatkan sebagai sumber budidaya rumput laut. Pantai Kukup yang memilikikarang yang menempel dengan pantai menjadi habitat yang baik bagi rumput laut didukungpula dengan kondisi kimia air laut pada pantai ini yang cocok untuk budidaya rumput laut.Namun pemanfaatan rumput laut saat ini tidak maksimal, dan pemanenannya masihmenggunakan alat yang dapat merusak substratnya yaitu karang. Oleh karena itu hendaknyapemafaatan pantai sebagai budidaya rumput laut dapat diusahakan agar lebih maksimal lagidengan menerapkan metode pengembagan budidaya rumput laut dengan alat pemanen yangtidak merusak karang sebagi substrat rumput lautnya.II.3 Pantai Sepanjang Sesuai dengan namanya, Pantai Sepanjang adalah pantai yang bentuknya memanjangdari barat ke timur, dan tidak memiliki pulau karang yang menghalangi (tidak memilikibarrier). Pantai Sepanjang memiliki topografi yang tergolong berombak (undulating) dengankemiringan lereng pantai atau gisik sebesar 21,28° atau 11,8% termasuk ke dalam kelaslereng curam (lihat Peta 2). Pantai Sepanjang memiliki jenis batuan gamping dengan tingkatpelapukan fisik sedang hingga kuat. Dengan jenis batuan dasar berupa gamping, tanah yangterbentuk di pantai ini termasuk jenis Mediteran. Lebar sedimen pada Pantai Sepanjangadalah 10,6 m, dengan jangkauan pasang surut litoral padanya hanya 9,82 meter. Jangkauanpasang surut litoral sangat pendek jika dibandingkan dengan pantai yang lainnya, hal inidisebabkan oleh lereng pantai Sepanjang yang curam. Dengan kondisi jangkauan pasang surut yang kecil, pantai Sepanjang tidakmendapatkan kontribusi yang besar dalam menambah energi pada pantainya untuk prosespengikisan. Energi gelombang pada Pantai Sepanjang adalah 4036 joule, termasuk ke dalamkelas energi gelombang kuat (lihat Peta 3). Energi gelombang tersebut berasal dari hempasangelombang laut yang pecah di pantai pada breaker zone yang tidak terlalu jauh jaraknyaterhadap garis pantai yang dipengaruhi juga oleh kecepatan angin yang berhembus dengankecepatan 43.9 meter tiap detik. Pantai Sepanjang memiliki diameter butir sedimen sebesar 1,225 mm, butir sedimenpantai ini termasuk kedalam jenis sedimen pasir sangat kasar (lihat Peta 4) yaitu Φ = -0.293 Universitas Indonesia
  9. 9. 9(skala Wenthworth). Butir sedimennya berwarna cerah merata hampir pada semua bagianpantainya yang merupakan hasil dari pengikisan dasar laut yang diendapkan pada pantai.Berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks hempasan gelombang (K), maka diketahui bahwagelombang laut pada Pantai Sepanjang memiliki nilai 0,0004 termasuk tipe surging, karenanilainya kurang dari 0,003 (lihat Peta 5). Besar salinitas air laut di perairan pantai Sepanjang berkisar antara 33 - 34 ‰ (lihatPeta 6). Semakin menjauhi garis pantai, salinitas air laut semakin tinggi. Suhu air lautperairan pantai Sepanjang berkisar antara 33 - 35 ˚ C (lihat Peta 7). Derajat keasaman air lautperairan pantai Sepanjang berkisar antara 8 – 9 (lihat Peta 8). Kondisi fisik pantai Sepanjang dengan lereng yang curam, jangkauan pasang surutyang pendek, energi gelombang yang kuat membuat pantai ini tidak dapat dimanfaatkanuntuk bidang perikanan tangkap. Namun kondisi kimia air lautnya cocok untuk budidayarumput laut, tetapi pemanfaatan rumput laut juga kurang dapat dimaksimalkan karena parapetani rumput lautnya enggan datang ke pantai ini karena akses jalan menuju pantainya yangsulit. Dimasa yang akan datang hendaknya diadakan pembangunan jalan sebagai akses untukmenuju ke pantai sehingga dapat meningkatkan potensi pemanfaatan pantai sebagai kawasanpariwisata, budidaya rumput dan cagar alam pantai karst.II.4 Pantai Drini Pantai Drini adalah pantai yang memiliki topografi berombak (undulating) dengankemiringan lereng gisik sebesar 10° atau 17,63% termasuk ke dalam kelas lerengbergelombang (lihat Peta 2). Jenis batuannya adalah batuan gamping dengan tingkatpelapukan fisik sedang hingga kuat yang membentuk jenis tanah Mediteran. Energi gelombang pada Pantai Drini adalah 908 joule, termasuk ke dalam kelas energigelombang lemah (lihat Peta 3), hal ini juga didukung dengan kecepatan angin yangberhembus yaitu 55 meter tiap detik. Berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks hempasangelombang (K), maka diketahui bahwa gelombang laut pada Pantai Drini memiliki nilai0,003 termasuk tipe plunging karena nilai indeksnya di antara 0,003 – 0,007 (lihat Peta 4). Pantai Drini memiliki diameter butir sedimen sebesar 0,725 mm. Butir sedimen pantaiini termasuk ke dalam jenis sedimen pasir kasar (lihat Peta 5) yaitu Φ = 0.464 (skalaWenthworth). Butir sedimennya berwarna cerah merata hampir pada semua bagian pantainya,hal ini menunjukan bahwa butir sedimen pada Pantai Drini berasal dari hasil kikisan cliff dandasar laut. Kecuali pada bagian tengah pantai terdapat pasir yang diameternya sangat halusdan berwarna hitam, sama seperti pasir yang terdapat pada Pantai Baron. Pasir tersebutterdapat pada bagian pantai Drini yang diperkirakan sebelumnya adalah sebuah muara sungai Universitas Indonesia
  10. 10. 10bawah tanah, yang saat ini muara sungainya sudah tidak lagi mengendapkan materi yangdikandungnya, karena debit airnya sangat kecil. Sama seperti sebagian besar pantai di Gunungkidul, besar salinitas air laut di pantaiDrini berkisar antara 33 - 34 ‰ (lihat Peta 6). Suhu air laut di pantai ini berkisar antara 33 –36 ˚ C (lihat Peta 7). Suhu air laut di bagian timur perairan pantai Drini lebih besar jikadibandingkan dengan suhu air laut pada bagian baratnya. Pada bagian barat perairan pantaiDrini suhu air berkisar antara 33 – 34 ˚ C sedangkan pada bagian timur perairan suhu air lautberkisar antara 36 – 38 ˚ C. Derajat keasaman air laut di pantai Drini berkisar antara 8,5 – 9(lihat Peta 8). Pantai Drini dimanfaatkan sebagai pantai perikanan tangkap. Walaupun kondisi fisikpantai Drini berlereng curam, namun bagian barat pantainya tidak memiliki karang yangmenempel pada pantai, sehingga memudahkan nelayan untuk menangkap ikan menggunakanperahu. Oleh karena pantai Drini dapat menghasilkan komoditas perikanan, di pantai Driniterdapat pasar lelang ikan juga rumah makan. Bagian timur pantai yang terdapat karang yangmenempel di pinggir pantai, sehingga pada bagian tersebut tidak dijadikan tempatmenambatkan perahu tetapi menjadi kawasan yang terlindung dari ombak yang didukungdengan kondisi kimia air laut yang cukup kondusif sehingga banyak ditumbuhi oleh rumputlaut. Pemanfaatan budidaya rumput laut dapat dikembangkan dengan penanaman yangterawat serta metode pemanenan yang tetap menjaga kelestarian karang. Pemanfaatan pantaiDrini juga dapat dikembangkan lagi ke bidang pertanian untuk budidaya tanaman drini yangmerupakan tanaman khas dari pantai ini yang memiliki khasiat obat terhadap racun ular.II.5 Pantai Krakal Pantai Krakal adalah pantai bentuk teluk yang membentuk sudut yang besar, sehinggamemiliki pemandangan yang indah jika dilihat dari salah satu bagian ujung pantainya. PantaiKrakal memiliki topografi yang tergolong berombak (undulating) dengan kemiringan lerengpantai atau gisik sebesar 10,25° atau 18,08% termasuk ke dalam kondisi lereng pantai yangbergelombang (lihat Peta 2). Pantai Krakal memiliki jenis batuan gamping dengan tingkatpelapukan fisik sedang hingga kuat, dengan jenis batuan dasar berupa gamping, maka tanahyang terbentuk di pantai ini termasuk jenis Mediteran. Lebar sedimen pada pantai Krakaladalah 13.9 m, jangkauan pasang surut litoral pada pantai Krakal sekitar 13,4 meter.Jangkauan pasang surut litoral sangat pendek jika dibandingkan dengan Pantai Baron, hal inidisebabkan oleh lereng pantai Krakal yang curam. Energi gelombang pada pantai Krakal adalah 166 joule, termasuk ke dalam kelasenergi gelombang lemah (lihat Peta 3). Energi gelombang tersebut berasal dari hempasan Universitas Indonesia
  11. 11. 11gelombang laut yang pecah di pantai pada breaker zone yang tidak terlalu jauh jaraknya darigaris pantai. Kecepatan angin di pantai Krakal adalah 73.4 meter per detik. Berdasarkan hasilperhitungan nilai indeks hempasan gelombang (K), maka diketahui bahwa gelombang lautpada Pantai Krakal memiliki nilai 0,0004 termasuk tipe surging, karena nilainya < 0,003(lihat Peta 4). Pantai Krakal memiliki diameter butir sedimen sebesar 1,225 mm, butir sedimenpantai ini termasuk kedalam jenis sedimen pasir sangat kasar (lihat Peta 5) yaitu Φ = -0.293(skala Wenthworth). Butir sedimennya berwarna cerah merata hampir pada semua bagianpantainya. Hal ini menunjukkan bahwa butir sedimen pada pantai Krakal berasal dari hasilkikisan dasar laut yang diendapkan di pantai. Air laut di perairan pantai Krakal memiliki salinitas sebesar 33 ‰ (lihat Peta 6). Suhuair laut di perairan pantai Krakal berkisar antara 33 – 36 ˚ C (lihat Peta 7). Semakin menjauhigaris pantai, suhu air laut semakin kecil. Besar derajat keasaman perairan pantai Krakalberkisar antara 8 – 8,5. nilai derajat keasaman di sepanjang pantai Krakal tidak memilikivariasi yang besar (lihat Peta 8). Pantai Krakal merupakan pantai yang memiliki bentuk menjorok ke darat seperti telukyang besar, dengan karang yang menempel pada pinggir pantainya. Kondisi ini membuatpantai Krakal memiliki energi gelombang yang kecil sehingga energi yang sampai pada garispantainya juga kecil. Hal tersebut membuat pantai krakal mudah untuk dijadikan habitathidup rumput laut. Hal ini juga didukung dengan terdapatnya karang yang menjadi substrathidupnya rumput laut. Pemanfaatan rumput laut pada pantai Krakal dibilang sudah lebih majudibandingkan dengan pantai yang lain, karena sudah dikelola dengan baik oleh UniversitasGadjah Mada untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein. Selanjutnya yang menjadi kendalapemanfaatannya untuk pariwisata adalah pantai Krakal belum memiliki akses listrik.Pemanfaatan lain pantai Krakal adalah bidang pertanian ikan tangkap tanpa kapal dantambang pasir serta cangkang kerang untuk dijual ke pengrajin souvenir.II.6 Pantai Ngandong Pantai Ngandong adalah pantai kecil yang terletak di antara pantai Krakal danSundak. Pantai Ngandong memiliki topografi yang tergolong berombak (undulating) dengankemiringan lereng pantai atau gisik sebesar 13° atau 23,08% termasuk ke dalam kelas lerengpantai bergelombang (lihat Peta 2). Pantai Ngandong memiliki jenis batuan gamping dengantingkat pelapukan fisik sedang hingga kuat. Dengan jenis batuan dasar berupa gamping, tanahyang terbentuk di pantai ini termasuk jenis Mediteran. Universitas Indonesia
  12. 12. 12 Lebar sedimen pada Pantai Ngandong adalah 12,33 meter, dengan jangkauan pasangsurut litoral pada Pantai Ngandong sekitar 12 meter. Hal ini disebabkan oleh lereng PantaiNgandong yang curam. Jangkauan pasang surut yang pendek tidak memberikan kontibusibanyak untuk tambahan energi gelombang pada pantainya. Energi gelombang pada Pantai Ngandong adalah 2193 joule termasuk ke dalam kelasenergi gelombang kuat (lihat Peta 3). Energi gelombang tersebut berasal dari hempasangelombang laut yang pecah di pantai pada breaker zone yang tidak terlalu jauh jaraknyaterhadap garis pantai. Akibat dari kekerasan batuan yang tidak homogen, membuat PantaiNgandong memiliki bentuk pantai yang tidak teratur. Hal ini juga diperkuat dengan tidakterdapatnya penghalang (barrier) di muka pantai yang membuat daratan pada pantai mudahtererosi oleh ombak. Berdasarkan hasil perhitungan nilai indeks hempasan gelombang (K),maka diketahui bahwa gelombang laut pada Pantai Ngandong memiliki nilai 0,004 termasuktipe plunging, karena nilai indeksnya di antara 0,003 – 0,007 (lihat Peta 4). Pantai Ngandong memiliki diameter butir sedimen sebesar 0,725 mm, butir sedimenpantai ini termasuk ke dalam jenis sedimen pasir kasar (lihat Peta 5) yaitu Φ = 0.464 (skalaWenthworth). Butir sedimennya berwarna cerah merata hampir pada semua bagian pantainya.Hal ini menunjukkan bahwa butir sedimen pada Pantai Ngandong berasal dari hasil kikisandasar laut yang kemudian diendapkan di pantai. Pantai Ngandong memiliki salinitas air laut sebesar 33 ‰ (lihat Peta 6). Suhu air lautdi perairan pantai Ngandong rata-rata sebesar 33 ˚ C (lihat Peta 7). Nilai derajat keasamanperairan pantai Ngandong sebagian besar bernilai 8 (lihat Peta 8). Pemanfaatan pantai Ngandong sangat terbatas, yaitu hanya dibidang perikanantangkap saja, karena hampir setengah daerah pantai Ngandong merupakan pantai pribadi(private beach) yang kurang dapat diakses oleh masyarakat umum. Pantai Ngandong tidakmemiliki banyak karang yang menempel pada garis pantainya sehingga memudahkanaktivitas nelayan. Kondisi inilah yang membuat pantai Ngandong cukup produktif dalammemanfaatkan potensi pantai dibidang perikanan sampai memiliki Tempat Pelelangan Ikan(TPI).II.7 Pantai Sundak Pantai Sundak adalah pantai yang terletak paling timur pada daerah penelitian. PantaiSundak memiliki topografi yang tergolong berombak (undulating) dengan kemiringan lerengpantai atau gisik sebesar 19.87° atau 36,02% termasuk ke dalam kelas lereng terjal (lihat Peta2). Pantai Sundak memiliki jenis batuan gamping dengan tingkat pelapukan fisik sedang Universitas Indonesia
  13. 13. 13hingga kuat. Dengan jenis batuan dasar berupa gamping, tanah yang terbentuk di pantai initermasuk jenis Mediteran. Lebar sedimen pada Pantai Sundak adalah 12,7 meter, dan jangkauan pasang surutlitoral pada Pantai Sundak sekitar 12,685 meter. Jangkauan pasang surut litoral sangat pendekjika dibandingkan dengan Pantai Baron padahal lereng Pantai Sundak cukup landai.Jangkauan pasang surut yang pendek khusus untuk Pantai Sundak dikarenakan oleh PantaiSundak memiliki karang yang menempel tepat di pinggir pantainya, sehingga bagian sedimenyang terdapat di pantai lebih sedikit dibandingkan dengan panjang sedimen yang terdapat dikarangnya. Jangkauan pasang surut Pantai Sundak tidak memberikan kontribusi yang besar padapenambahan energi gelombang di Pantai Sundak. Energi gelombang pada Pantai Sundakadalah 293,22 joule termasuk ke dalam kelas energi gelombang lemah (lihat Peta 3). Energitersebut berasal dari hempasan gelombang laut yang pecah di pantai yang menghncurkandaratan (abrasi pantai atau erosi laut) yang diperkuat dengan tidak adanya halangan (barrier)pada pantainya. Pantai Sundak memiliki kekerasan batuan yang cukup homogen. Hal initerbukti dari bentuk Pantai Sundak yang memanjang teratur. Berdasarkan hasil perhitungannilai indeks hempasan gelombang (K), maka diketahui bahwa gelombang laut pada PantaiSundak memiliki nilai 0,005 termasuk tipe plunging, karena nilai indeksnya di antara 0,003 –0,007 (lihat Peta 4). Pantai Sundak memiliki diameter butir sedimen sebesar 1,225 mm. Butir sedimenpantai ini termasuk kedalam jenis sedimen pasir sangat kasar (lihat Peta 5) yaitu Φ = -0.293(skala Wenthworth). Butir sedimennya berwarna cerah merata hampir pada semua bagianpantainya. Butir sedimen Pantai Sundak berasal dari hasil kikisan dasar laut yang kemudiandiendapkan di pantai. Pantai Sundak memiliki salinitas air laut antara 32 – 33 ‰ (lihat Peta 6). Suhuperairan berkisar antara 33 – 36 ˚ C (lihat Peta 7). Di perairan yang terlindungi suhu air lautlebih rendah dibanding dengan di perairan yang tidak terlindungi. Derajat keasaman perairanpantai Sundak berkisar antara 7,5 – 8,5 (lihat Peta 8). Pada bagian barat pantai Sundakdimana terdapat arch, dengan nilai derajat keasaman lebih rendah dibandingkan denganbagian lainnya. Pantai Sundak terdiri atas 2 bagian, yaitu bagian barat yang dimanfatkan pemerintahDaerah Kabupaten Gunungkidul sebagai kawasan pariwisata, dan bagian timur yangmerupakan pantai milik pribadi (private beach) dan sudah dimanfaatkan sebagai resort.Pantai Sundak memiliki karang yang menempel pada pinggir pantainya sehingga Universitas Indonesia
  14. 14. 14pemanfaatan pantai untuk perikanan tidak dapat dilakukan. Pemanfaatan budidaya rumputlaut yang cukup besar dan tambang pasir serta cangkang kerang yang memang banyakterdapat pada pantai Sundak (bagian barat) menjadikan pantai Sundak sebagai salah satupemasok bahan mentah souvenir pariwisata pantai.III. KESIMPULAN Karakteristik lingkungan pantai karst pada daerah penelitian dari barat ke timurmemiliki pola jenis butir sedimen dengan nilai Φ makin makin besar, ini berarti kondisi butirsedimen yang makin kasar. Daerah penelitian juga memiliki pola lereng gisik/pantai yangmakin terjal, dan salinitas air laut yang makin tinggi, sedangkan energi gelombang, tipegelombang, suhu air laut, dan pH air laut yang berbeda-beda Terdapat perbedaan pemanfaatan pantai oleh warga yang tinggal pada daerahpenelitian tergantung karakteristik lingkungan pantainya. Pantai Karst di KabupatenGunungkidul bagian paling barat hanya dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, sedangkanmakin kebarat, pantai dimanfaatakan untuk bidang perikanan tangkap, budidaya rumput laut,dan dijadikan cagar. Universitas Indonesia
  15. 15. 15DAFTAR PUSTAKABird, E. C. F. 1984. “An Introduction to Coastal Geomorphology” . Third edition.Damayanti, Astrid. 2001. “Karakteristik beberapa Pantai Potensial di Daerah Istimewa Yogyakarta”, Jurnal Geografi, 02(7), hal 8-17, Departemen Geografi UI, Depok.Longuet-higgins, M. 1970. “Longshore Currents Generated by Obluquely Incident Sea Waves” . J. Geopys ResPethick, John. 1984. “An Introduction to Coastal Geomorphology”, Edward Arnold, Mariland.Sandy, I. M. 1996. “Pantai dan Wilayah Pesisir. Dalam seminar sehari penerapan teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir ”, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Indonesia, Jakarta.Sullivan, Dr. Donald. 2001. Coastal Geological Materials . National Park Service, Additional image courtesy of, University of Denver. http://www.teachersdomain.org/resources/ess05/sci/ess/earthsys/coastenv/index.html (25 Okt. 2007 Universitas Indonesia
  16. 16. 16Peta – peta : 110 °33 00" 110 °34 00" 110 °35 00" 110 °36 00" 110 °37 00" Daerah Penelitian Kabupaten Gunungkidul 8 °80 0" 8°80 0" 8 °90 0" 8°90 0" Inset 110 °20 110 °30 110 °40 U Prov. D I Yogyakarta U 8 °0 0 8°00 B T i a Kabupaten Gunungkidul S amude ra Hin d S ia nd 8 °10 00 " 8 °1 00 0" Hi 8 °1 0 8°10 S a mu d e ra 300 0 300 110 °20 110 °30 110 °40 Meter 110 °33 00" 110 °34 00" 110 °35 00" 110 °36 00" 110 °37 00" Jalan : Nama Pantai : Keterangan : Lain Ba ron Ngandong Daratan Sumber : Drini Sepanjang Samudera - Peta RBI, Bakosurtanal sheet 1407-631 Lokal Krakal Sundak Skala 1 : 25.000, Tahun 1999 Setapak - Pengolahan Data, 2008 Daerah Penelitian Ku kup Peta 1 2 Peta 110°3300" 110°3400" 110°3500" 110°3600" 110 °3700" Peta 1 Baron Lereng Daerah Penelitian Kabupaten Gunungkidul Kukup 8°800" 8°80 0" Sepanjang Drini Krakal Ngandong Sundak 8°900" 8°900" Inset 110 °20 110 °30 110 °40 U Prov. D I Yogyakarta U 8 °0 0 8° 00 B T ia Kabupaten Gunungkidul S amude ra Hin d S d ia 8 °10 00" 8°1000" Hi n 8 °1 0 8°10 S a mu d e ra 300 0 300 110 °20 110 °30 110 °40 Meter 110°3300" 110°3400" 110°3500" 110°3600" 110 °3700" Jalan : Lereng : Keterangan : Lain 2 - 15 % Datar Bergelombang Daratan Sumber : Samudera - Peta RBI, Bakosurtanal sheet 1407-631 Lok al 15 - 25 % Bergelombang Skala 1 : 25.000, Tahun 1999 Setapak Daerah Penelitian 25 - 40 % Terjal - Pengolahan Data, 2008 Peta 2 4 Peta Universitas Indonesia
  17. 17. 17 450 000 452 000 454 000 456 000 ENERGI GELOMBANG DAERAH PENELITIAN Kabupaten Gunungkidul9 10 000 0 91 000 00 Sam ud e ra H in d ia U9 09 800 0 90 980 00 Inset Prov. DI Yogyakarta B T -8 -8 Kabupaten Gunungkidul S Sa m u e 300 0 300 d ra H in di a Meter 450 000 452 000 454 000 456 000 Jalan : Energi G elombang : Keterangan : Lain Kuat Daratan Sumber : - Peta RBI, Bakosurtanal sheet 1407-631 Lok al Lemah Samudera Skala 1 : 25.000, Tahun 1999 Setapak Batas Pantai Peta 3 - Pengolahan Data, 2008 Daerah Penelitian 110 °33 00" 110 °34 00" 110 °35 00" 110 °36 00" 110 °37 00" Baron Tipe Gelombang Laut Daerah Penelitian Kabupaten Gunungkidul Kukup8 °80 0" 8°80 0" Sepanjang Drini Krakal Ngandong Sundak8 °90 0" 8°900" Inset 110 °20 110 °30 110 °40 U Prov. D I Yogyakar ta U 8 °0 0 8° 00 B T i a Kabupaten Gunungkidul S amude ra Hin d S ia nd8 °10 00 " 8 °100 0" Hi 8 °1 0 8° 10 S a mu d e ra 300 0 300 110 °20 110 °30 110 °40 Meter 110 °33 00" 110 °34 00" 110 °35 00" 110 °36 00" 110 °37 00" Jalan : Tipe Gelombang Laut : Keterangan : Lain Plunging Daratan Sumber : Samudera - Peta RBI, Bakosurtanal sheet 1407-631 Lok al Skala 1 : 25.000, Tahun 1999 Surging Setapak - Pengolahan Data, 2008 Peta 4 5 Peta Daerah Penelitian Universitas Indonesia
  18. 18. 18 110 °33 00" 110 °34 00" 110 °35 00" 110 °36 00" 110 °37 00" Baron Jenis Butir Sedimen Daerah Penelitian Kabupaten Gunungkidul Kukup8 °80 0" 8°80 0" Sepanjang Drini Krakal Ngandong Sundak8 °90 0" 8°90 0" Inset 110 °20 110 °30 110 °40 U Prov. D I Yogyakarta U 8 °0 0 8°00 B T i a Kabupaten Gunungkidul S amude ra Hin d S ia8 °10 00 " nd 8 °1 00 0" Hi 8 °1 0 8°10 S a mu d e ra 300 0 300 110 °20 110 °30 110 °40 Meter 110 °33 00" 110 °34 00" 110 °35 00" 110 °36 00" 110 °37 00" Jalan : Jenis B utir S edimen : Keterangan : Lain Medium Daratan Sumber : Kasar Samudera - Peta RBI, Bakosurtanal sheet 1407-631 Lokal Skala 1 : 25.000, Tahun 1999 Sangat Kasar Setapak Daerah Penelitian - Pengolahan Data, 2008 Peta 5 3 Peta SALINITAS 450 00 0 45100 0 452000 453 000 454 00 0 455000 456000 9 102000 9 102000 910 1000 9 1010 00 Desa Kemadang Baron Desa Banjarejo Kukup Sepanjang Drini 910 00 00 910 00 00 Desa Sidoharho Sa m Desa Ngestirejo ud er a Hin di a Krakal Sundak 90990 00 909 9000 450 00 0 45100 0 452000 453 000 454 00 0 455000 456000 450000 Legenda U 300 0 300 600 Meters Salinitas 28 - 31 K B UP A E NGUN UN G KI UL A T D 9100000 9100000 32 - 34 Batas Desa Sumber: Pengolahan data Peta 6 450000 Universitas Indonesia
  19. 19. 19 SUHU AIR LAUT 450 00 0 451 00 0 452 00 0 453 00 0 454 00 0 455 00 0 456 00 0 457 00 0 9 10 20 00 9 10 20 00 9 10 10 00 9 10 10 00 Desa Kemadang Baron Kukup Desa Banjarejo Sepanjang Drini 9 10 00 00 9 10 00 00 Sa mu Desa Sidoharho de Desa Ngestirejo ra H in di a Krakal Sundak 9 09 90 00 9 09 90 00 450 00 0 451 00 0 452 00 0 453 00 0 454 00 0 455 00 0 456 00 0 457 00 0 450000 Legenda U 300 0 300 600 Meters 26 - 30 C 31 - 35 C K B U P A E N GU N U N G K I U L A T D 9100000 9100000 > 35 C Peta 7 Batas Desa Sumber: Pengolahan data 450000 PH AIR LAUT 45000 0 45100 0 45200 0 45300 0 45400 0 45500 0 45600 0 45700 0 91 020009 10200 0 Desa Kemadang 91 010009 10100 0 Baron Kukup Desa Banjarejo Sepanjang Drini Sa Desa Sidoharho 91 000009 10000 0 mu Desa Ngestirejo de ra Hin di a Desa Tepus Krakal Sundak 90 990009 09900 0 45000 0 45100 0 45200 0 45300 0 45400 0 45500 0 45600 0 45700 0 450000 Legenda U 300 0 300 600 Meters 7,5 - 8,5 K B UP A E NGUN UNG KI UL A T D 8,5 - 9 9100000 9100000 Peta 8 Batas Desa Sumber: Pengolahan data 450000 Universitas Indonesia

×