Buku Panduan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) ke - 6 Tahun 2013

12,059 views

Published on

Panduan penyelenggaraan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) Tahun 2013 disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang peduli terhadap masalah sanitasi, khususnya perilaku higienis. Panduan ini memuat latar
belakang, tema, tujuan, strategi, rangkaian kegiatan, dan peran pemerintah, pemerintah daerah, maupun mitra dalam peringatan HCTPS tahun 2013.

Published in: Health & Medicine
1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
12,059
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
659
Actions
Shares
0
Downloads
926
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Buku Panduan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) ke - 6 Tahun 2013

  1. 1. HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA (HCTPS) Ke-6, Tahun 2013 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Tanganku Bersih, Hidupku Sehat
  2. 2. Penyelenggara : Didukung Oleh : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
  3. 3. Tanganku Bersih, Hidupku Sehat HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA Ke-6, Tahun 2013 Panduan Penyelenggaraan Kegiatan
  4. 4. KATA PENGANTAR Panduan penyelenggaraan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) Tahun 2013 disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang peduli terhadap masalah sanitasi, khususnya perilaku higienis. Panduan ini memuat latar belakang, tema, tujuan, strategi, rangkaian kegiatan, dan peran pemerintah, pemerintah daerah, maupun mitra dalam peringatan HCTPS tahun 2013. Tujuan pelaksanaan kegiatan dalam peringatan HCTPS adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya CTPS dalam kehidupan seharihari sebagai bagian dari budaya bersih dan sehat masyarakat Indonesia. Tema HCTPS tahun ini adalah “Tanganku Bersih, Hidupku Sehat”. Terdapat perbedaan signifikan dalam peringatan HCTPS tahun 2013 ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena, tahun ini untuk pertama kalinya diadakan pemilihan Duta Lingkungan Sehat melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (LS STBM) di tingkat Sekolah Dasar di seluruh Indonesia. Diharapkan anakanak tersebut dapat menjadi agent of change di bidang sanitasi bagi lingkungannya. Setiap daerah dapat menentukan tema dan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan kebijakan daerah masing-masing. Hal ini dapat dimulai dengan mengidentifikasi program-program terkait sanitasi yang sedang dikembangkan, mengundang pemangku kepentingan dari lintas program, lintas sektor terkait, maupun mitra terkait CTPS dan kesehatan anak. Selanjutnya, secara bersama-sama menyepakati kegiatan HCTPS tahun 2013 yang paling sesuai untuk dilakukan. 2 Alternatif kegiatan yang dapat dilakukan antara lain seperti peringatan hari puncak HCTPS tahun 2013, kampanye dan kompetisi dengan tema CTPS, mengadakan forum diskusi, pameran dan seminar kesehatan, serta talkshow di televisi dan radio setempat. Dengan rangkaian kegiatan ini, upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dan berkeadilan dapat terus terlaksana. Semoga Allah SWT meridhoi upaya kita dalam bakti kita kepada masyarakat. Selamat Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Tahun 2013 ! Jakarta, Oktober 2013 a.n. Direktur Jenderal PP dan PL Sekretaris Ditjen, dr. H. M.Subuh, MPPM NIP 196201191989021001
  5. 5. DAFTAR ISI Kata Pengantar............................................................................................................................................... Daftar Isi........................................................................................................................................................ Latar Belakang............................................................................................................................................... Tujuan HCTPS Tahun 2013............................................................................................................................. Tema HCTPS Tahun 2013................................................................................................................................ Simbolisme dan Tantangan HCTPS Tahun 2013............................................................................................. Kelompok Sasaran dan Para Pelaku............................................................................................................... Pelaksanaan Kegiatan.................................................................................................................................... Ringkasan Kegiatan HCTPS Tahun 2013......................................................................................................... Deskripsi Rangkaian Kegiatan HCTPS 2013.................................................................................................... Partisipasi Pemeintah dan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk HCTPS Tahun 2013....................... Lokasi Pelaksanaan HCTPS Tahun 2013......................................................................................................... Kegiatan yang dapat dilakukan...................................................................................................................... 7 Fakta Tentang Cuci Tangan Pakai Sabun..................................................................................................... Langkah Khusus Merencanakan Advokasi..................................................................................................... Pernyataan Umum Tentang HCTPS Tahun 2013............................................................................................ Logo Kampanye CTPS.................................................................................................................................... Susunan Panitia Peringatan HCTPS ke-6 Tahun 2013.................................................................................... 3 2 3 4 7 8 9 10 11 12 13 16 17 18 21 22 23 27 28 -
  6. 6. LATAR BELAKANG Strategi Nasional Sanitasi Total berbasis Masyarakat (STBM) adalah aksi terpadu untuk menurunkan angka kejadian penyakit menular berbasis lingkungan termasuk diantaranya adalah diare dan kecacingan serta meningkatkan perilaku higienitas dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia. STBM merupakan aksi terpadu yang dapat mendukung tercapainya Millennium Development Goals tahun 2015. Strategi STBM tersebut berdasarkan hasil penelitian menunjukkan besarnya penurunan angka kejadian diare (sampai 94%) dan angka cacingan (sampai 71,6%) dapat dicapai dengan adanya modifikasi lingkungan termasuk pengurangan BAB sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum rumah tangga (PAM RT), pengelolaan sampah rumah tangga dan pengolahan limbah cair. Meskipun angka kejadian diare dan cacingan dapat dikurangi dengan praktek salah satu perilaku di atas, bila diintegrasikan dan dilaksanakan bersamaan pengaruh positifnya lebih besar. Sampai saat ini, dalam prakteknya, penerapan dari perilaku-perilaku tersebut masih berjalan sendiri-sendiri sehingga pengaruhnya kurang signifikan. Pada tahun 2008 disepakati untuk melakukan pendekatan/aksi yang terintegrasi melalui berbagai 4 program bersama-sama dengan para mitra terkait. Pemerintah Indonesia mencanangkan 20.000 desa kegiatan STBM sampai dengan tahun 2014. Kesadaran akan pentingnya perilaku higienis dan sanitasi di Indonesia masih relatif sangat rendah. Bantuan pemerintah berupa dana dan penyediaan sarana sanitasi ternyata tidak cukup menjamin bangkitnya kesadaran dan terjadinya perubahan perilaku yang berkelanjutan di masyarakat. Oleh karena itu sebagai bentuk implementasi dari Strategi Nasional STBM Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan para stakeholder terkait membangun sebuah kemitraan Pemerintah Swasta untuk melakukan program terpadu sehingga STBM dapat menjadi budaya di masyarakat
  7. 7. yang dapat menjadikan masyarakat Indonesia lebih bermartabat. Dengan kesadaran tersebut dapat menciptakan masyarakat yang mandiri dalam memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatannya sehingga angka kematian dan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dapat dikurangi. Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke - 6 tahun 2013 yang akan dirayakanpada tanggal 20 Oktober 2013 mendatang merupakan salah satu even internasional yang dilakukan lebih dari 70 negara di dunia, merupakan salah satu ajang untuk membangun komitmen bersama antara pemerintah maupun stakeholder terkait untuk bersama-sama mewujudkan pencapaian program STBM yaitu perilaku hidup bersih dan sehat (higienis) di seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya adalah perilaku cuci tangan pakai sabun belumlah menjadi perilaku higienis di Indonesia. Konsep umum tentang cuci tangan yang bersih masih pada seputaran mencuci tangan dengan menggunakan air saja tanpa perlu harus menggunakan sabun. Sementara itu kampanye promosi perilaku cuci tangan yang dilakukan beberapa tahun di Indonesia belumlah menghasilkan perilaku yang diharapkan, meskipun beberapa studi menemukan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun dapat memberi kontribusi terhadap penurunan angka kesakitan yang disebabkan oleh kuman, bakteri 5 dan parasit, seperti diare, cacingan atau penyakit lainnya. Berkaitan dengan hal diatas, komitmen Indonesia untuk mencapai MDG’s 4 adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan anak dibawah usia 5 tahun hingga 23 per 1000 kelahiran hidup di tahun 2015, salah satunya adalah dengan menggunakan momen internasional seperti HCTPS sebagai aksi advokasi kepada pemerintah daerah sekaligus upaya promotif terhadap perilaku CTPS agar dapat menjadi budaya bangsa Indonesia sehingga angka kematian dan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dapat dikurangi.
  8. 8. Tanganku Bersih, Hidupku Sehat HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA Ke-6, Tahun 2013 Panduan Penyelenggaraan Kegiatan
  9. 9. Tujuan Jangka Panjang Menciptakan kebiasaan hidup sehat yang berkesinambungan di kalangan masyarakat Indonesia akan pentingnya CTPS dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi suatu perilaku keseharian masyarakat Tujuan HCTPS Tujuan Jangka Pendek Menjadikan seluruh lapisan masyarakat sebagai sasaran utama, dengan menjadikan kaum muda sebagai langkah awal pendekatan dalam mensosialisasikan kampanye. Edukasi Mendidik anak sekolah untuk mengerti pentingnya CTPS dalam kehidupan sehari-hari Kesadaran Menerapkan edukasi CTPS dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari diri sendiri Peduli Menyebarkan informasi agar orang lain ikut tahu tentang dampak, alasan, dan betapa pentingnya CTPS diterapkan dalam pola hidup masyarakat Indonesia Budaya Setelah mampu meningkatkan kepedulian anak-anak akan pentingnya CTPS, diharapkan perilaku ini dapat menyebar pada lingkar inti keluarga dan menjadi perilaku yang membudaya yang terus melekat di masyarakat Indonesia 7
  10. 10. TEMA Tema Nasional Tanganku Bersih, Hidupku Sehat Tema Umum Global “ The power is in your hands “ Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 15 Oktober Karena setiap orang mampu untuk menciptakan komunitas yang sehat melalui upaya kecil berdampak luar biasa yaitu cuci tangan pakai sabun. Catatan : Sub Tema pilihan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi lokal masyarakat setempat 8
  11. 11. SIMBOLISME HCTPS Tahun 2013 TANTANGAN HCTPS Tahun 2013 Bersatunya seluruh komponen masyarakat mulai dari keluarga inti, lingkungan, komunitas, sekolah, dan masyarakat luas. Mengubah CTPS dari sebuah ide yang abstrak menjadi kebiasaan yang dipraktikkan di rumah, sekolah dan masyarakat luas. 9
  12. 12. KELOMPOK SASARAN PARA PELAKU Primer • Anak usia sekolah dasar • Orang tua yang memiliki anak balita • Guru dan Komunitas sekolah Sekunder • Umum/Publik • Kelompok Keagamaan • elompok Perempuan K • ader Masyarakat/PKK K • alangan Dunia Usaha K • kademisi A Para pelaku yang ikut berperan aktif dalam gerakan HCTPS ke-6 2013 yaitu: 1. Lembaga Tinggi Negara 2. Kementerian, Badan/Lembaga Non Kemeterian 3. Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota 4. Gubernur, Bupati/Walikota 5. Badan Usaha Milik Negara 6. Sektor Swasta dan Dunia Usaha 7. Organisasi International 10 8. Organisasi Kemasyarakatan Peduli Kesehatan 9. Tokoh Agama.Tokoh/Kader Masyarakat,Tokoh Seni, Budaya dan Tokoh Olah Raga 10.Lembaga International 11.Lembaga Pendidikan (mulai dari tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi)
  13. 13. PELAKSANAAN PELAKSANAAN KEGIATAN KEGIATAN 20 Oktober 2013 Oktober 2013 Rangkaian Kegiatan Tingkat Nasional Juli – Oktober 2013 • Pemilihan Duta Lingkungan Sehat melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (LS STBM) • Kampanye CTPS di media sosial (website, facebook, twitter) 11 • Talkshow pentingnya CTPS dan sanitasi yang baik di televisi dan radio • Roadshow di SD di Jakarta untuk menyebarkan pesan CTPS kepada anak usia dini • Peringatan hari puncak HCTPS 2013 di Plaza Barat Senayan, Jakarta • Penobatan 5 Duta LS STBM • Flash mob tari tangan anak SD • Festival Kuliner Tangan
  14. 14. RINGKASAN KEGIATAN RINGKASAN HARI CUCI KEGIATAN TANGAN HARI CUCI PAKAI SABUN TANGAN PAKAI SEDUNIA SABUN SEDUNIA TAHUN2012 TAHUN 2013 DI PUSAT DI PUSAT No. Kegiatan Waktu Tempat Penanggung Jawab 1 Pemilihan Duta LS Juli – Sept STBM tingkat provinsi 2013 33 provinsi, 492 kabupaten Dit. PL berkoordinasi dengan Dinkes Prov 2 Pemilihan Duta LS Sept – Okt STBM tingkat nasional 2013 Ditjen PP dan PL Tim juri pusat 3 Kampanye CTPS di Juli –Okt media sosial (website, 2013 facebook, twitter) Nasional Dit. PL bekerjasama dengan PT. Timba Ruang (event organizer) 4 Roadshow di sekolah dasar 17 Okt 2013 SDN Halim SDN Cipinang Dit. PL bekerjasama dengan PT. Timba Ruang (event organizer) dan mitra 5 Talkshow pentingnya CTPS dan sanitasi yang baik 18 Okt 2013 Metro TV 18 Okt 2013 Radio Republik Indonesia Dit. PL bekerjasama dengan PT. Timba Ruang (event organizer) dan mitra 6 Peringatan hari puncak 20 Okt 2013 Plaza Barat Senayan, Jakarta Ketua Panitia Acara Puncak HCTPS 2013 7 Temu media 20 Okt 2013 Plaza Barat Senayan, Jakarta 12 Dit. PL berkoordinasi dengan PusKom Publik Kemenkes Dit. PL
  15. 15. 1 DESKRIPSI RANGKAIAN KEGIATAN HCTPS 2013 Pemilihan Duta LS STBM Kegiatan ini berlangsung di 33 provinsi dan 492 kabupaten/kota mulai Juli 2013 sampai dengan Oktober 2013 dengan sasaran peserta anak sekolah dasar kelas 4 dan 5. Peserta lomba mengirimkan tulisan yang menceritakan aksi mereka dalam mengkampanyekan gerakan CTPS di lingkungan sekitar mereka. Kegiatan pemilihan Duta LS STBM melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi sebagai tim juri provinsi. Dari hasil penilaian para peserta lomba, dipilih 1 (satu) pemenang untuk selanjutnya mewakili provinsi ke tahap seleksi di tingkat pusat. Seleksi di tingkat pusat tidak hanya menilai tulisan pemenang provinsi, tetapi juga membutuhkan klarifikasi kegiatan pemenang provinsi dalam mengkampanyekan gerakan CTPS berupa foto dan video. Berkas - berkas pemenang provinsi dikirimkan ke pusat dengan batas waktu 20 September 2013. Selanjutnya, pemenang perwakilan 13 provinsi akan dipilih 5 (lima) Duta LS STBM yang masing-masing mewakili Wilayah Indonesia Barat, Wilayah Indonesia Tengah, Wilayah Indonesia Timur, Daerah Bermasalah Kesehatan, serta Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan. Dengan adanya pemilihan Duta LS STBM ini, dapat menjadi pemicu pemerintah kabupaten/ kota untuk melaksanakan program STBM dan lebih mempromosikan program tersebut di masyarakat, khususnya pilar ke-2 kepada anak-anak. Anak-anak merupakan agent of change yang dapat menginspirasikan teman-teman sebayanya untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. 2 Kampanye CTPS di Media Sosial (website, facebook, twitter) Kampanye dimulai sejak Juli 2013 melalui website www. tanganbersihsehat.com, facebook Tangan Bersih Sehat, dan
  16. 16. twitter @Tangan Bersih Sehat. Media sosial dipilih karena saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia mempunyai akses terhadap internet dan memiliki akun facebook dan twitter. Tujuan kampanye ini adalah untuk menyebarluaskan pesan CTPS kepada masyarakat. Selain itu, melalui ketiga media tersebut di atas dicantumkan juga informasi terkait dengan pemilihan Duta LS STBM. 3 4 Roadshow di Sekolah Dasar Para pemenang Duta LS STBM akan mengadakan roadshow di 2 (dua) sekolah dasar yaitu SDN Halim dan SDN Cipinang. Kegiatan yang akan dilakukan berupa kampanye kepada teman-teman sebaya mereka untuk melakukan CTPS di 5 (lima) waktu penting, sekaligus memberi contoh praktek cuci tangan yang benar. Roadshow di 2 (dua) SD tersebut dilakukan di hari yang sama yaitu tanggal 17 Oktober 2013. 14 Talkshow Pentingnya CTPS dan Sanitasi yang Baik Talkshow akan diselenggarakan di 2 (dua) tempat yaitu di Metro TV dan Radio Republik Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2013 dan di Radio Republik Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2013. Para Duta LS STBM akan berbincang-bincang
  17. 17. dengan Menteri Kesehatan mengenai pengalaman mereka dalam mempraktekkan dan mengkampanyekan kebiasaan CTPS di lingkungan masingmasing. Talkshow ini menjadi ajang sosialisasi yang baik sekali bagi upaya promosi higiene dan sanitasi karena ditayangkan di siaran televisi dan radio nasional. Bagi pemerintah daerah yang perwakilannya menjadi pemenang Duta LS STBM, diharapkan juga melakukan kegiatan talkshow di televisi lokal dan atau radio lokal di daerah bersama duta masing-masing. 5 Peringatan Hari Puncak Senayan, Jakarta Selatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Rangkaian kegiatan pada hari puncak ini meliputi laporan penyelenggaraan, sambutan dan arahan Menteri Kesehatan, penobatan Duta LS STBM oleh Menteri Kesehatan, penayangan video profile para duta, dialog Menteri Kesehatan dengan para duta, flash mobtari tangan anak SD, lalu dilanjutkan dengan festival kuliner tangan, games, dan acara hiburan. Festival kuliner tangan mempunyai tujuan untuk mengajak para pengunjung untuk selalu membiasakan CTPS sebelum makan karena semua gerai makanan yang ada hanya menyediakan makanan yang langsung dimakan dengan tangan. Peringatan hari puncak dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Oktober 2013 di Plaza Barat 15 6 Temu Media Sebagai bagian dari penyebarluasan informasi diselenggarakannya peringatan hari puncak HCTPS ke-6 tahun 2013, akan diadakan temu media pada tanggal 20 Oktober 2013 di di Plaza Barat Senayan, Jakarta Selatan. Kegiatan ini mengundang baik media cetak maupun media elektronik dan bertindak sebagai narasumber yaitu Menteri Kesehatan RI.
  18. 18. PARTISIPASI PEMERINTAH DAN PEMERINTAH PROVINSI, KABUPATEN/KOTA UNTUK HCTPS 2013 Setiap daerah dapat memilih mitra yang akan diajak bekerjasama dalam menyukseskan HCTPS ini, sesuai dengan kebijakan wilayahnya. Ditingkat nasional, Kementerian Kesehatan RI bertindak melalui Kemitraan Pemerintah - Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun untuk : • Mengidentifikasi pemangku kepentingan utama dari organisasi terkait kesehatan anak dan program CTPS, baik dari pemerintah maupun swasta yang menunjukkan minat untuk bergabung dalam HCTPS • Mengundang para pemangku kepentingan untuk memperkenalkan HCTPS dan membangun kesepakanan kerjasama dalam mendukung HCTPS • • Bekerjasama dengan para mitra tersebut untuk menentukan kegiatan/tantangan khusus, kelompok sasaran yang dituju serta lokasi untuk ditujukan pada HCTPS 2013 Membagi Informasi dengan pengelola HCTPS pada tingkat global mengenai HCTPS yang dilakukan di Indonesia 16 Pemerintah Daerah yaitu provinsi dan kabupaten/kota diharapkan melakukan hal yang sama seperti disebutkan pada poin diatas di daerah masing.masing. Untuk kepentingan kompilasi data nasional HCTPS, maka diharapkan agenda dan informasi tentang kegiatan yang dilakukan di tingkat daerah dapat disampaikan kepada : Sekretariat STBM Nasional, Gedung D lantai 1 Direktorat Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Jl Percetakan Negara no.29 Jakarta Pusat 10560. Email : sekr.stbm@yahoo.com
  19. 19. LOKASI PELAKSANAAN HCTPS 2013 Pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah dapat dilakukan di tempat-tempat umum terbuka yang dapat dengan mudah dijangkau masyarakat terutama anak sekolah Lapangan kabupaten/kota, alun-alun, lapangan di sekitar lingkungan sekolah bumi perkemahan, halaman pesantren/mesjid raya, merupakan contoh tempat yang dapat dijadikan lokasi pelaksanaan HCTPS Diharapkan pelaksanaan dapat melibatkan sebanyak mungkin komunitas sekolah seperti anak didik, guru, orang tua murid, dan organisasi orang tua murid, ustadz dan tokoh agama, para pakar pendidikan, serta petugas kesehatan di bandara, pelabuhan dan pos perbatasan darat, jika memungkinkan 17 Hal ini sebaiknya telah dikomunikasikan dengan baik sebelumnya dengan pihak sekolah melalui bantuan Dinas Pendidikan setempat maupun dengan KKP
  20. 20. KEGIATAN YANG DAPAT DILAKUKAN Di Indonesia, pelaksanaan HCTPS dapat dilakukan di seluruh wilayah tanah air. Setiap daerah peserta HCTPS diberi wewenang untuk menentukan sendiri jumlah sekolah atau anak sekolah, serta petugas dan area pelaksanaan kegiatan yang akan diikutsertakan. Pemerintah daerah disarankan untuk bekerjasama dengan kegiatan terkait yang menggunakan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) seperti PPSP, PAMSIMAS, WESUnicef, Plan Indonesia, Kelompok Kerja Air Minum & Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) maupun organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat, Unilever, Reckitt Benckiser serta swasta lainnya. Adapun pilihan kegiatan di daerah dapat meliputi : 1. Acara Puncak HCTPS : Acara Puncak HCTPS dilakukan secara serentak pada tanggal 20 Oktober 2013. Saran utama penyelenggaraan kegiatan agar mengambil lokasi di sekolah, atau lapangan terbuka. Hal ini ditujukan pada semakin maraknya penyakit diare, cacingan, ISPA, dan penyakit lainnya yang disebabkan karena lingkungan sekitar tidak bersih, dan salah satu pencegahannya adalah membiasakan CTPS. 2. Forum Diskusi : Mengangkat tema kasus yang dihadapi sekolah terkait siswa sebagai agen perubah CTPS. Contoh: Sosialisasi sistem CTPS dalam sekolah dan minum obat cacing di sekolah, mengundang puskesmas dan guru SD/MI 18 3. Pameran Kesehatan : Berkaitan dengan acara puncak HCTPS yang ikut memeriahkan suasana dengan kehadiran masyarakat yang mengunjungi stand pameran. 4. Kegiatan yang menargetkan media: Dengan menghadirkan pembicara yang dikenal baik seperti tokoh masyarakat setempat, selebriti, pejabat pemerintah, atau berupa kunjungan ke sekolah yang memiliki keunggulan dari segi infrastruktur dan praktik CTPS yang bernilai untuk diberitakan oleh media. 5. Penetapan Duta Cuci Tangan : Dengan menunjuk seseorang yang dikenal baik oleh masyarakat dan dapat menjadi idola anak untuk ditiru dalam membiasakan praktik CTPS. Bisa selebriti, atlit, bintang film/sinetron, tokoh politik, dan sebagainya. Selain tokoh di atas,
  21. 21. pemenang Duta LS STBM tingkat provinsi juga dapat dilibatkan dalam kegiatan kampanye CTPS di daerah terutama kampanye ke sekolah dasar. 9. Lomba Foto : Fokus pada sarana CTPS di sekolah dan foto anak yang sedang melakukan CTPS hadiah dari Panitia. Hadiah sebaiknya terkait dengan upaya membiasakan praktik CTPS bagi anak sekolah. 6. Membentuk Panitia Tahunan HCTPS: Memudahkan pelaksanaan pengkoordinasian dan kesinambungan pada tahun berikutnya. 10. Libatkan Pihak Swasta : Untuk mendukung HCTPS, dapat melibatkan perusahaan sabun, hotel, restoran, rumah makan, rumah sakit, dan perusahaan lain yang memiliki komitmen pada kesehatan anak. 13. Bekerjasama Dengan Perusahaan yang Non Sabun yang Memiliki Program CSR Dimana keperdulian pihak perusahaan melalui program kesehatan dan perilaku hidup bersih (higienis) 7. Pertandingan Berbasis Sekolah: Beraneka jenis kegiatan yang digemari anak-anak seperti lomba lagu jingle CTPS, lomba tarian tangan CTPS, lomba menulis surat yang menginspirasi kepatuhan untuk praktik CTPS, lomba puisi tentang CTPS 11. Partisipasi Pada Penganugerahan WASH Media Award : Penghargaan yang diberikan pada media di negara berkembang yang berjasa mengangkat masalah kebersihan dan sanitasi sebagai hal yang patut dibicarakan pada media mereka. 8. Kampanye melalui radio : Wawancara selebriti di radio, debat anak sekolah di radio, atau wawancara guru dan pemerintah setempat. 12. Bekerjasama Dengan Perusahaan Sabun : Membuat pertanyaan pada sampul sabun yang dapat dijawab dan dikirm untuk memenangkan 19 Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 15 Oktober Catatan: bagi daerah yang ingin berpartisipasi dalam lomba tingkat nasional atau menyelenggarakan kegiatan terkait HCTPS harap mendaftarkannya kepada panitia melalui email : sekr.stbm@yahoo.com
  22. 22. Tanganku Bersih, Hidupku Sehat HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA Ke-6, Tahun 2013 Panduan Penyelenggaraan Kegiatan
  23. 23. 7 FAKTA TENTANG CUCI TANGAN PAKAI SABUN 1. Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup. 2. Mencuci tangan pakai sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kesakitan jutaan anak-anak dan atau kematian setiap tahunnya. 3. Waktu-waktu kritis CTPS yang paling penting adalah setelah ke jamban dan sebelum menyentuh makanan (mempersiapkan/ memasak/menyajikan dan makan). 4. Perilaku CTPS adalah intervensi kesehatan yang “cost-effective” . 5. Untuk meningkatkan CTPS memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang berfokus pada pelaku CTPS dan motivasi masing-masing yang menyadarkannya untuk mempraktikkan perilaku CTPS. 6. Perilaku CTPS sudah merupakan pengetahuan umum bagi masyarakat tetapi tidak diikuti oleh perilaku yang berkesinambungan disebabkan karena tidak tersedianya sarana CTPS didekat mereka. 7. Saat ini CTPS sudah merupakan agenda Nasional yang tertuang dalam Stategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. 21
  24. 24. 1. Identifikasi permasalahan; apa yang ingin kita ubah? Banyak orang telah mencuci tangan, namun masih sedikit yang pakai sabun. LANGKAH KHUSUS MERENCANAKAN ADVOKASI 2. Analisa; apa yang telah kita ketahui dan pegetahuan apa yang dapat kita pakai? Pahami kondisi masyarakat seperti budaya, tingkat ekonomi, kepercayaan, serta masalah khusus yang mereka hadapi. Gunakan data khas lokal. 3. Tetapkan tujuan advokasi yang ingin dicapai; dan cari tahu bagaimana membuatnya dapat dicapai. 4. Identifikasi kelompok sasaran; siapa saja yang harus dan dapat dipengaruhi? 5. Identifikasi siapa yang dapat diajak bermitra; dekati berbagai pemangku kepentingan.Jika mendekati dunia usaha, pastikan anda mengerti strategi Corporate Social Responsibility yang mereka jalankan. 6. Kembangkan pesan, pilih pendekatan yang sesuai dan seleksi metode; dari serangkaian materi komunikasi yang Anda bisa dapatkan, pilih yang paling dapat memberikan dampak pada kelompok sasaran Anda. Buat pesan menjadi kalimat yang sederhana dan mudah diingat. 7. Monitoring dan Evaluasi; Bagaimana mengukur dampak kegiatan kita? Perlu menetapkan indikator kesuksesan.termasuk input, output, dan sebisa mungkin, dampak.Temukan faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan Anda. Infomasikan kepada mitraAnda dan sampaikan penghargaan pada panitian perencanaan, sehingga mitra Anda dapat melanjutkan kemitraan dengan Anda. 22
  25. 25. PERNYATAAN PERNYATAAN UMUM TENTANG UMUMTENTANG CUCI TANGAN CUCI SABUN PAKAI TANGAN PAKAI SABUN Diare dan ISPA dilaporkan telah membunuh 4 juta anak setiap tahun di negara-negara berkembang. Anak-anak yang tumbuh di daerah miskin berisiko meninggal 10 kali lebih besar dari pada mereka yang tinggal di daerah kaya. Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit, dan praktik CTPS dapat mencegah I juta kematian tersebut di atas. Praktik CTPS setelah ke jamban atau menceboki anak, dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan hampir separuh kasus diare, dan lebih dari separuh penyakit cacingan serta sekitar seperempat kasus ISPA. Praktik CTPS juga dapat mencegah infeksi kulit, mata, dan orang dengan HIV/ AIDS. Apa saja keuntungan perilaku CTPS? Mengapa tidak cukup hanya dengan menggunakan air saja? Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup. Penggunaan sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun menghilangkan kuman yang tidak tampak minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit, serta meninggalkan bau wangi. Perpaduan kebersihan, bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang diperoleh setelah menggunakan sabun. Kapan waktu terpenting seseorng harus melakukan CTPS? Di Indonesia diperkenalkan 5 waktu penting: I) setelah buang air besar (BAB), 2) setelah membersihkan anak yang buang air besar (BAB), 3) sebelum menyiapkan makanan, 4) sebelum makan, 5) Setelah memegang/menyentuh hewan 23
  26. 26. Bagaimana cara CTPS yang benar? Apakah sabun anti bakteri lebih baik dalam memutuskan rantai penyebaran rantai penyebaran penyakit daripada sabun biasa? Bagaimana mereka yang tidak memiliki akses terhadap sabun? Dapatkah CTPS diterapkan untuk membuat perubahan pada daerah kumuh terkontaminasi? Praktik CTPS yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir. Air mengalir dari kran bukan keharusan, yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol, kaleng, ember tinggi, gentong, jerigen, atau gayung. Tangan yang basah disabuni, digosok-gosok bagian telapak maupun punggungnya, terutama di bawah kuku minimal 20 detik.Bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan kain bersih atau kibas-kibaskan di udara. Cara termudah untuk mencari waktu 20 detik adalah mencari lagu favorit anak yang dapat dinyanyikan dalam 20 detik. Misalnya lagu “Happy Birthday” dinyanyikan 2 kali. Dengan penggunaan yang tepat, semua jenis sabun efektif dalam membantu melunturkan kotoran/kuman (penyebab diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas) dari tangan. Ketiadaan sabun bukan suatu penghalang praktik CTPS di rumah. Hasil penelitian menunjukkan sabun telah dapat dijangkau oleh lebih dari 90% rumah tangga di Indonesia. Masalahnya tidak semua menggunakan sabun tersebut untuk mencuci tangan. Mencuci pakaian, mandi dan mencuci peralatan makan merupakan prioritas utama penggunaan sabun rumah tangga. Ya, sebuah penelitian di Karachi, Pakistan, menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di daerah kumuh terkontaminasi, yang mendapatkan pemahaman pentingnya CTPS, 50% lebih sedikit terkena diare atau penumonia daripada mereka yang tidak mendapatkan pemahaman CTPS 24
  27. 27. Jika seseorang telah paham pentingnya CTPS, apakah mereka otomatis mempraktikkannya? Apakah masalah kurangnya praktik CTPS hanya dihadapi di negara-negara berkembang? Bagaimana anda mengubah kebiasaan orang lain? Tidak. Kenyataan yang menunjukkan bahwa pengenalan pentingnya CTPS di Indoensia telah dimulai sejak tahun 80an, namun survey perilaku CTPS di Indonesia terhadap 5 waktu penting CTPS menunjukkan hasil yang sangat rendah yaitu: 12% setelah ke jamban, 9% setelah menceboki anak, 14% sebelum makan, 7% sebelum memberi mkan anak, dan hanya 6% sebelum menyiapkan makan. Penyampaian pesan harus dilakukan berulang kali agar pemahaman dapat sejalan dengan praktik perilaku tersebut. Tidak. Negara-negara majupun yang ketersediaan sabun dan air mengalir bukan suatu masalah, orang tetap saja sering lupa mempraktikkan CTPS ini. Para praktisi di bidang kebersihan, air dan sanitasi, serta produsen sabun telah banyak mempelajari hal yang berfungsi baik dan tidak berfungsi baik dalam mengubah kebiasaan dan perilaku.Yang tidak berfungsi baik adalah pelaksanaan sebatas top-down, solusi teknologi, maupun kampanye dengan komunikasi satu arah untuk penyampaian pesan-pesan edukasi kesehatan .Yang berfungsi baik adalah pendekatan social marketing. Pendekatan baru ini menekankan pada kajian mendalam tentang ketertarikan, kebutuhan, dan motivasi berbagai pihak di masyarakat. Pendekatan ini juga menggunakan berbagai jenis media massa maupun komunikasi interpersonal untuk menjangkau kelompok sasarannya, dan melibatkan masyarakat secara aktif 25
  28. 28. Apakah itu Kemitraan Pemerintah Swasta untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KPSCTPS)? Siapakah yang menjadi kelompok sasaran utama perubahan perilaku CTPS? Siapa saja yang dapat membantu mempromosikan praktik CTPS? KPS-CTPS adalah kemitraan dari berbagai pemangku kepentingan yang berkomitmen pada peningkatan praktik CTPS di Indonesia. Dikukuhkan pada tahun 2007, KPS-CTPS di Indonesia saat ini memiliki Core Group yang terdiri dari Kementerian Kesehatan Rl, Bappenas, USAID, WES Unicef, Unilever, WFP dan Reckitt Benckiser. Tujuan KPS-CTPS adalah untuk mempercepat proses penyampaian pesan CTPS ke seluruh wilayah tanah air dalam rangka mendukung pemerintah untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan anak balita karena diare, cacingan, pneumonia, dan penyakit menular langsung lainnya, melalui mekanisme kemitraan. Di Indonesia, kelompok sasaran utama CTPS adalah para ibu yang memiliki balita, atau para pengasuh pengganti ibu seperti nenek, tante, baby sitter maupun pembantu. Anak sekolah, suami maupun ayah adalah kelompok sekunder yang tidak kalah pentingnya dalam keberhasilan penyampaian pesan CTPS. Setiap orang dapat membantu mempromosikan CTPS. Komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan dan menjalin kerjasama dengan, legislatif, lembaga swadaya masyarakat, media, pemimpin agama, kelompok masyarakat, sekolah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam kegiatan mempromosikan CTPS. 26
  29. 29. LOGO KAMPANYE CUCI TANGAN PAKAI SABUN MASKOT I : AIR Berwarna biru khas air, maskot ini mendukung keberadaan kampanye cuci tangan pakai sabun dalam segala bentuk media. MASKOT 2 : SABUN Berwarna orange, maskot ini mencuri perhatian dan mendukung keberadaan kampanye cuci tangan pakai sabun dalam segala bentuk media. Logo berbentuk bulat dengan, dominan warna biru ini diperuntukan bagi segala kegiatan kampanye yang berhubungan dengan cuci tangan pakai sabun. MASKOT 3 :TANGAN Berwarna hijau, maskot ini menggambarkan tangan kita yang sudah bersih setelah cuci tangan. 27
  30. 30. Tanganku Bersih, Hidupku Sehat SUSUNAN PANITIA HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA Ke-6, Tahun 2013 Panduan Penyelenggaraan Kegiatan
  31. 31. SUSUNAN PANITIA PERINGATAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA KE-6 TAHUN 2013 A. 1. 2. 3. 4. 5. TIM PENGARAH Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Ketua Tim Penggerak PKK Pusat B. TIM PELAKSANA Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Sekretaris : Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan : Direktur Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan : Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan : Kepala Sub Direktorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar, Direktorat Penyehatan Lingkungan I. BIDANG ACARA PUNCAK Ketua Wakil Ketua Anggota : Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan : Kepala Pusat Data dan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan : 1. Sekretaris Umum Tim Penggerak PKK Pusat 29
  32. 32. 2. 3. 4. 5. Kepala Sub Direktorat Higiene Sanitasi Pangan, Direktorat Penyehatan Lingkungan Kepala Sub Direktorat Pengamanan Limbah, Udara, dan Radiasi, Direktorat Penyehatan Lingkungan Kepala Bagian Umum dan Kesejahteraan Kepegawaian, Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan Kepala Sub Direktorat Pengendalian Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan, Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung 6. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Peran Serta Masyarakat, Pusat Promosi Kesehatan 7. Kepala Sub Bagian Protokol, Biro Umum Kementerian Kesehatan 8. Kepala Sub Bidang Media Massa, Pusat Komunikasi Publik 9. Kepala Sub Bagian Penghargaan dan Kesejahteraan Pegawai, Biro Kepegawaian Kementerian Kesehatan 10.Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Provinsi DKI Jakarta II. BIDANG SEMINAR DAN EKSHIBISI Ketua : Kepala Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Anggota : 1. Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 2. Kepala Bidang Metode dan Teknologi Pemberdayaan Masyarakat dan Promosi Kesehatan, Pusat Promosi Kesehatan III. BIDANG PERLOMBAAN Ketua : Direktur Bina Kesehatan Anak, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA Wakil Ketua : Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 30
  33. 33. Anggota : 1. Kepala Sub Direktorat Pengaturan dan Pembinaan Kelembagaan, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum 2. Kepala Sub Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 3. Kepala Sub Bidang Publikasi dan Layanan Informasi, Pusat Komunikasi Publik 4. Kepala Sub Bidang Pengembangan Metode, Pusat Promosi Kesehatan IV. BIDANG KEMITRAAN a. Penggerakan Masyarakat Ketua Wakil Ketua Anggota b. : Kepala Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan : Kepala Bidang Advokasi dan Kemitraan, Pusat Promosi Kesehatan : 1. Kepala Bagian Program dan Informasi, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 2. Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi, Sub Direktorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar, Direktorat Penyehatan Lingkungan Penggalangan Dana Ketua Wakil Ketua Anggota : Kepala Bagian Tata Laksana Keuangan dan Perbendaharaan, Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Kementerian Kesehatan : Kepala Sub Direktorat Penyehatan Kawasan dan Sanitasi Darurat, Direktorat Penyehatan Lingkungan : 1. Kepala Seksi Standardisasi Sub Direktorat Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar, Direktorat Penyehatan Lingkungan 2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Bina Kesehatan Anak c. Dokumentasi dan Publikasi Ketua : Kepala Bidang Media Massa dan Opini Publik, Pusat Komunikasi Publik Wakil Ketua : Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Anggota : Kepala Sub Bagian Program dan Evaluasi, Pusat Komunikasi Publik 31
  34. 34. V. SEKRETARIAT 1. Kepala Sub Direktorat Penyehatan Pemukiman dan Tempat-tempat Umum, Direktorat Penyehatan Lingkungan 2. Kepala Bagian Keuangan, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 3. Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 4. Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian, Biro Umum Kementerian Kesehatan 5. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Penyehatan Lingkungan 6. Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Alamat Sekretariat HCTPS Gedung D Lantai 1, Jalan Percetakan Negara No. 29. Direktorat Penyehatan Lingkungan - Direktorat Jenderal PP dan PL Jakarta Pusat 10560 - PO BOX 223 email : globalhandwashingday@yahoo.com Contact Person : Eko Saputro Siti Noer Ayu Zakiah Dianah : 08159957615, email : eko_saputro63@yahoo.com : 08128145911, email : noerayu@yahoo.com : 08129943764, email : zakiahd10@yahoo.com 32
  35. 35. PANITIA PERINGATAN HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA Subdit Penyehatan Air dan Sanitasi Dasar Direktorat Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Gedung D lantai 3 Jl. Percetakan Negara no.29 Jakarta Pusat 10560 - PO BOX 223 Telp/Fax : (021) 42886822, (021) 4247608 ext 127

×