Polytron Perusahaan Indonesia 100%

10,609 views

Published on

Polytron Perusahaan Indonesia 100%

Published in: Business, News & Politics
0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
10,609
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
528
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Polytron Perusahaan Indonesia 100%

  1. 1. Power Point Presentation POLYTRON PERUSAHAAN INDUSTRI ELEKTRONIK MERAMBAH DUNIA 100% INDONESIA Disusun oleh : Satria Priatna DOSEN : Dr. Waseso Segoro, Ir, MM
  2. 4. Sejarah Polytron <ul><li>Sejarah Polytron dimulai pada tanggal 16 Mei 1975, saat pemilik pabrik rokok PT Djarum Kudu s mendirikan perusahaan dengan nama PT Indonesia Electronic dan Engineering dengan penyertaan modal sebesar Rp. 50 juta untuk memproduksi barang elektronika. Sebagai industri rokok yang berekspansi ke industri elektronika, sejak awal pemilik perusahaan tidak mau melibatkan pihak maupun modal asing. Sejak berdiri perusahaan ini tidak memiliki prinsipal sehingga tidak harus membayar royalti pada setiap produk yang dihasilkan. </li></ul><ul><li>Tahun 1977, perusahaan merekrut 14 perempuan lulusan SMEA dan SMA untuk dilatih menyolder dalam usaha merakit komponen menjadi rangkain produk elektronika. Didatangkanlah komponen-komponen elektronika dari Singapura sebagai bahan training 14 karyawan tersebut. </li></ul>
  3. 5. Sejarah Polytron <ul><li>Nama perusahaan kemudian berubah dari P T Indonesia Electronic dan Engineering menjadi PT Hartono Istana Electronics, dan di tahun 2000 berubah lagi menjadi PT Hartono Istana Teknologi. Seiring dengan perubahan namanya, perusahaan ini sudah berhasil mengembangkan teknologi televisi berwarna hemat energi (40 Watt) dengan ukuran 17, 20 dan 26 Inchi. Bahkan mereka mampu menghasilkan televisi dengan daya 20 watt saja, yang diklaim sebagai yang pertama di dunia. Sekarang, Polytron juga mulai mengekspor produknya walau harus merubah bendera supaya diterima pasar lokal Eropa. </li></ul>
  4. 6. Sejarah Polytron <ul><li>PT Hartono Istana Teknologi sebagai produsen Polytron telah berkarya selama 33 tahun dan satu-satunya produsen elektronik lokal - tanpa prinsipal – yang terus menerus memajukan industri elektronik di tanah air melalui serangkaian produk-produk inovatif yang telah diluncurkan dan berhasil menuai sukses baik di pasaran Indonesia maupun ketika diekspor ke negara-negara asing, dimana keseluruhan produk Polytron lahir dari tangan putra-putri Indonesia melalui pabrik yang berlokasi di Sayung, Semarang dan Kudus, Jawa Tengah. Polytron adalah perusahaan terbesar dan terkemuka di bidang elektronik di Indonesia. Kekuatan dari Polytron ada pada kualitas suaranya dan bisnis utamanya adalah untuk terus memproduksi kualitas yang tinggi dengan banyak melakukan investasi di segala bidang termasuk teknologi dan riset. </li></ul>
  5. 7. Kilas Balik <ul><li>Group Djarum , berdasarkan catatan Pusat Data Business Indonesia (PDBI), saat ini Grup Djarum memiliki 65 unit usaha yang tersebar di 13 sektor industri, seperti agribisnis, elektronik, perbankan, properti, kimia, dan lainnya. </li></ul><ul><ul><li>Pabrik Rokok </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Menguasai 20% pasar rokok setelah HM Sampoerna dan Gudang garam </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memproduksi 20 miliar batang setahun. </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Industri Elektronik </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Polytron </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Digitec </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Property </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>WTC Mangga Dua </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Grand Indonesia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>PTC Pulo Gadung </li></ul></ul></ul>
  6. 8. Kilas Balik <ul><ul><li>Perhotelan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Hotel Padma </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Hotel Malya </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Hotel Inna Wisata </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Hotel Indonesia </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Saham </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>BCA 50,24% Saham Dikuasai Djarum </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Bisnis Digital </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>KASKUS </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Situs Belanja On-Line </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Kolaborasi dengan Wings Group </li></ul></ul><ul><ul><li>Perkebunan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Hartono Plantation Indonesia </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>5 Perkebunan sawit Sumatra dan Kalimantan, Djarum memasang target minimum 100 ribu hektare hingga akhir 2009 dan akan terus meningkat menjadi 500 ribu ha pada 2011 </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Kilang minyak </li></ul></ul></ul></ul>
  7. 9. Strategi Polytron <ul><li>Strategi Polytron dalam mempertahankan existensinya </li></ul><ul><ul><li>Menaikan target export 15% </li></ul></ul><ul><ul><li>Menaikan harga 5% </li></ul></ul><ul><ul><li>Promosi bagi-bagi hadiah </li></ul></ul><ul><ul><li>Distributor gathering </li></ul></ul>
  8. 10. Strategi Polytron <ul><li>Kunci sukses Polytron menguasai pasar elektronika Indonesia yaitu dengan memperhatikan dahulu apa yang ada di benak prospek. </li></ul><ul><li>J. Arief Hartono, Dirut PT Hartono Istana Teknologi menjawab bahwa itulah strategi bisnis untuk menghadapi karakter masyarakat yang tergila-gila dengan produk luar negeri. Apalagi sudah ada persepsi di benak orang Indonesia bahwa produk elektronika pastilah identik dengan barang-barang dari Jepang. </li></ul><ul><li>Target market Polytron adalah masyarakat yang menganggap bahwa barang elektronika haruslah buatan Jepang. Karena itulah maka brand Polytron dan Digitec dipilih dengan diiringi oleh klaim produknya sebagai teknologi Jepang dan mengeluarkan produk dengan nama ke-Jepang-Jepang-an seperti Ninja atau Sumo. </li></ul>
  9. 11. Strategy Polytron <ul><li>Dari sisi marketing, Polytron sering dijadikan contoh produk yang awalnya sukses dipersepsi pasar sebagai produk murah tapi berkualitas Jepang dan sekarang mulai bermetamorfosis sebagai produk yang juga diterima oleh kalangan atas baik dari produk televisi maupun audio systemnya. </li></ul><ul><li>Produk audio Polytron ternyata berhasil mengalahkan produk-produk papan atas dari Jepang dan Eropa yang selama ini mendominasi pasar. Berdasarkan survei Frontier Consulting Group di akhir tahun 2006, Polytron menempati posisi teratas dalam hal kepuasan pelanggan, di atas merek Sony, JVC, Aiwa, Panasonic, Sharp, Philips dan Sanyo. Dari persepsi pelanggan, Polytron dianggap lebih unggul dalam hal kualitas, harga maupun pelayanan konsumen. </li></ul>
  10. 12. Quality Satisfaction Score (QSS) Perceived Best Score (PBS) Value Satisfaction Score (VSS) Expectation Score (ES) Total Satisfaction Score (TSS)
  11. 15. Penjualan Domestik Polytron <ul><li>Di pasar dalam negeri pada tahun 2008 lalu produk TV berwarna  Polytron telah menguasai pangsa pasar nasional sebesar 20% </li></ul><ul><li>Katagori produk audio home system 39% </li></ul><ul><li>Home theatre in a box menguasai 11% </li></ul><ul><li>DVD player 15% </li></ul><ul><li>Kulkas 14% </li></ul><ul><li>Water dispenser , mesin cuci, AC masih dibawah 10%. </li></ul>Hifi FX962
  12. 16. Penghargaan Polytron <ul><li>Pada tahun 2006, Polytron menjadi The best seller 2005 for Audio Home System and Audio Recorder dari GFK Certified Indonesia. Pada tahun itu pula Polytron menyabet Indonesia Customer Satisfaction Award for Radio Cassette Category versi SWA MARS. </li></ul><ul><li>Tahun 2007, Polytron menyabet Top Brand Award dari Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing. Polytron juga meraih The Best Inovation in Marketing Award dari majalah Marketing. Prestasi yang sama juga diraih pada tahun 2008 dan 2009. </li></ul>
  13. 17. Patent Polytron <ul><li>Dengan kombinasi inovasi dan kerja keras serta team work itulah, sampai saat ini produk-produk di bawah produksi PT Hartono Istana Teknologi mengantongi 23 paten, yang dipatenkan di Indonesia, Kanada dan Amerika Serikat </li></ul><ul><ul><li>Audiovisual karaoke system </li></ul></ul><ul><ul><li>Alat pengatur udara yang dilengkapi pembangkit oksigen </li></ul></ul><ul><ul><li>Refrigerator dengan kontainer khusus </li></ul></ul><ul><ul><li>pengeras suara dengan arah pancaran dapat diatur </li></ul></ul>
  14. 18. Export Strategy <ul><li>Polytron juga mulai mengekspor produknya walau harus merubah bendera supaya diterima pasar lokal Eropa. Cancer atau Condor </li></ul><ul><li>Polytron telah memiliki kantor cabang di Thailand dan Filipina, dan selanjutnya China. </li></ul><ul><li>Ekspor Polytron menembus Timur Tengah, Myanmar, Thailand, Filipina, Sri lanka, Domenika, India, Pakistan dan lain-lain tersebar di 32 negara. </li></ul><ul><li>Kapasitas Export sebesar 10% </li></ul>
  15. 19. Export Strategy <ul><li>Menabah kapasitas export 15% </li></ul><ul><li>Polytron akan membangun jaringan distribusi bersama pengusaha China yang akan menjadi motor distributor untuk pemasaran negara Amerika Latin dan Timur Tengah. </li></ul><ul><li>Amerika Latin dan Timur Tengah, produk Polytron akan bersaing langsung dengan produk China dan Korea Selatan. </li></ul><ul><li>Harga produk Polytron di pasar ekspor nantinya tak berbeda dengan di dalam negeri. &quot;Misalnya untuk televisi, di sini di jual Rp 2 juta, di luar dijual US$ 200. </li></ul><ul><li>Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Dharmadi mengatakan, industri elektronika termasuk penyumbang devisa terbesar dalam bidang industri. &quot;Nilainya 11,5% dari total ekspor Indonesia atau sekitar US$ 7,65 miliar di tahun 2008 </li></ul>
  16. 20. Produk Polytron HiFi FX 862
  17. 21. Produk Polytron Home Theatre PHT160HD Polytron Big Band
  18. 22. Produk Polytron
  19. 23. Produk Polytron
  20. 24. Produk Polytron
  21. 25. Produk Polytron
  22. 26. Produk Polytron
  23. 27. Produk Polytron
  24. 28. Produk Polytron
  25. 30. Djarum Group
  26. 31. Djarum Group

×