Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bahan ajar alat kesehatan

3,151 views

Published on

  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2F7hN3u ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2F7hN3u ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Bahan ajar alat kesehatan

  1. 1. 19 BAHAN AJAR TINJAUAN MATA KULIAH Mata kuliah alat kesehatan merupakan mata kuliah khusus yang disajikan pada semester IV. Mata kuliah ini membahas tentang alat kesehatan baik yang beredar di pasaran maupun yang digunakan ditempat-tempat pelayanan kesehatan. Pembahasan meliputi ruang lingkup, penggunaan, pengelompokan dan pemeliharaan alat kesehatan. Sebagai seorang farmasis, kelas mahasiswa farmasi harus mampu memberi layanan informasi mengenai kegunaan dan cara pemakaian alat kesehatan yang dijual di apotek. Selain itu memiliki keterampilan dalam hal mengelola peralatan, seperti membuat daftar alat pengelompokan alat berdasarkan golongan, serta melakukan perawatan dan penyimpanan secara baik alat kesehatan yang digunakan di rumah sakit dan puskesmas. Tujuan instruksional mata kuliah ini adalah mahasiswa akan dapat menerapkan pengetahuan tentang penggunaan, pengelompokan dan pemeliharaan alat kesehatan yang ada di tempat-tempat pelayanan kesehatan. Secara rinci mata kuliah ini membahas tentang ruang lingkup, penggunaan, pengelompokan dan pemeliharaan alat kesehatan. Materi ruang lingkup meliputi pengertian dan sarana, penggunaan meliputi kegunaan dan cara pemakaian alat kesehatan, pengelompokan meliputi pembagian alat kesehatan berdasarkan golongan, dan pemeliharaan membahas cara perawatan dan penyimpanan alat kesehatan.
  2. 2. 20 Perkuliahan : 2,3 (Alat Kesehatan di Apotek) TIK : Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa akan dapat: 1. Menjelaskan penggunaan alat kesehatan di apotek 2. Menjelaskan cara pemakaian air cushion 3. Menjelaskan kegunaan pembalut leher 4. Menyebutkan macam-macam bentuk plester 5. Menuliskan 5 macam alat semprit khusus Pokok Bahasan Alat Kesehatan Deskripsi Singkat : Pada pertemuan ini, mahasiswa akan mempelajari tentang kegunaan dan cara pemakaian bermacam-macam alat kesehatan, seperti alat pembalut, catheter, dan sebagainya yang ada di apotek. Hal ini berguna untuk mahasiswa mengikuti perkuliahan, berikutnya tentang penggunaan alat kesehatan di rumah sakit dan puskesmas Bahan Bacaan 1. Hartono, Hdw. (1985), Mengenal Alat-Alat Kesehatan dan Kedokteran, Jakarta 2. Departemen Kesehatan R.I. (1993), Daftar Peralatan Puskesmas Dalam Gambar, Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Jakarta 3. Taufik. (1997), Alat Kesehatan Untuk SMF dan Akademi Farmasi dan Pendidikan Lain Yang Sederajat, Ujung Pandang
  3. 3. 21 I. Pendahuluan Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas mengenai sarana pelayanan alat kesehatan, dimana salah satu diantaranya adalah apotek. Mengapa alat kesehatan harus ada di apotek? Hal ini disebabkan banyaknya resep dari Poliklinik, Puskesmas, RSB, BKIA, juga oleh adanya pasien maupun tenaga medis yang datang ke apotek untuk mencari alat-alat tersebut. Dan mengapa pasien dan tenaga medis membeli alat kesehatan di apotek? Hal ini terkait dengan jumlah apotek yang lebih banyak dibanding sarana penjualan alat kesehatan lainnya (PBF), sehingga memudahkan mereka untuk memperoleh alat kesehatan yang dibutuhkan. Alat kesehatan yang ada di apotek, meliputi alat kesehatan umum dan alat kesehatan khusus. Alat kesehatan umum, seperti alat pembalut, alat perawatan dan alat umum lainnya, sedang alat kesehatan khusus berupa alat penampungan, catheter, dan peralatan suntik. Farmasis dalam menjalankan salah satu fungsi tugasnya di apotek, sebagai pemberi informasi kepada pasien, seyogyanya mengetahui penggunaan alat kesehatan yang ada di apotek. Mereka harus mampu menjelaskan kegunaan dan cara pemakaian dari alat-alat tersebut, terutama untuk alat kesehatan umum yang dapat digunakan sendiri oleh si pasien di rumah. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh hasil optimal dari penggunaan alat kesehatan yang dibelinya. Demikian pula dengan alat kesehatan khusus, meski sebagian besar akan digunakan di rumah sakit dengan bantuan petugas kesehatan yang sudah mengetahui kegunaan dan cara pemakaian alatnya, namun farmasis harus tetap bisa menjelaskan penggunaan alat-alat tersebut. Bisa diminta oleh keluarga pasien yang datang membeli di apotek.
  4. 4. 22 TIK : Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa akan dapat menjelaskan penggunaan alat kesehatan yang ada di apotek
  5. 5. 23 II. Penyajian ALAT KESEHATAN DI APOTEK Alat kesehatan di apotek dapat dikelompokkan menurut kepraktisan pemakaiannya, yaitu: a. Alat Kesehatan Umum 1. Alat Pembalut 2. Alat Perawatan 3. Alat Umum Lainnya b. Alat Kesehatan Khusus 1. Alat penampungan 2. Catheter 3. Peralatan suntik A. ALAT KESEHATAN UMUM Alat kesehatan umum adalah alat-alat kesehatan yang dapat dipakai tanpa bantuan petugas kesehatan. 1. ALAT PEMBALUT Alat pembalut adalah alat untuk membalut, menutupi sesuatu, biasanya luka pada tubuh. Golongan alat pembalut adalah: a. Plaster b. Gaas c. Verband a. PLASTER (Plester) Plaster adalah alat untuk menutupi sesuatu dengan cara dilekatkan, biasanya luka atau bagian sakit pada tubuh. Plaster dapat dibedakan berdasarkan: 1. Golongan a. Adhesive tape
  6. 6. 24 b. Medicinal tape c. Surgical tape d. Suture tape e. Autoclave tape 2. Bahan a. Zno berpori (contoh: LEUKPLAST) b. Elastik (contoh: HANDYPLAST, BAND-AID) c. Sutura (contoh: LEUKOSILK, DURAPORE) d. Rayon (contoh: MICROCOPE, DERMICEL) e. Kertas (contoh: LEUKOPORE, DERMILITE) f. Plastik (contoh: LEUKOFIX, TRANSFORE) g. Plastik waterprof (contoh: BLENDERM-SETONPLAST) h. Karet dan resin (contoh: AUTOCLAVE TAPE) 3. Bentuk a. Strip (contoh: TENSOPLAST, BAND-AID, HANDYPLAST) b. Rol (contoh: TENSO-TAPE, AUTOCLAVE TAPE) c. Lembar (contoh: FIXOMULL, SALONPAS) a. Adhesive Tape Pada dasarnya semua plester adhesif yang artinya dapat melekat dan menempel pada sesuatu Adhesive tape adalah plester dalam bentuk rol yang digunakan untuk menemplekan gaas pada luka, dan saat dilepas dari kuat meninggalkan residu serta kadang-kadang menimbulkan rasa sakit. Contoh: LEUKOPLAST, HANDYPLAST (adhesive dikenal sehari-hari dengan nama PLESTER).
  7. 7. 25 b. Medicinal Tape (Plester Obat) Medicinal tape adalah plester yang mengandung obat. Contoh: SALONPAS, KOYOK CABE (Capsicum Plester). c. Surgical Tape Surgical tape adalah plester yang digunakan dalam pembedahan, saat dilepas dari kulit tidak meninggal- kan residu, tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak menyebabkan gatal-gatal/alergi (hypoallergenic). Contoh: MICROCOPE, BLENDERM). d. Suture Tape (Skin Closure = Wound Closure) Suture tape adalah plester yang digunakan untuk menutup luka di kulit. Contoh: DUMBELL SUTURES (Seton), STERI-STRIP SKIN CLOSURES (3M-USA). e. Autoclave Tape Autoclave tape adalah plester yang ditempelkan pada alat- alat yang akan disterilkan, sebagai indikator untuk membedakan alat mana yang telah mengalami proses sterilisasi dan mana yang belum. Plester warna putih yang pada suhu 121o C berubah menjadi warna coklat dengan tahapan sebagai berikut: 5 menit perubahan warna 50% 15 menit perubahan warna 90% 20 menit perubahan warna 100%
  8. 8. 26 b. GAAS (Kasa = Kain Kasa) Gaas adalah kain yang bentuknya seperti ram kawa (berlubang- lubang kecil) dengan bermacam ukuran, umumnya 16/16, artinya dalam setiap inch panjang dan lebar mampunyai masing-masing 16 lubang. Golongan Gaas adalah: a. Gaas Steril (Kasa hidrolif steril) b. Dressing (Wound dressing = Penutup luka) c. Gaas yang berisi bahan obat 1. GAAS STERIL (Kasa hidrolif steril) Gaas steril yang paling banyak digunakan adalah ukuran 18 x 22 cm, biasanya dijual dalam kemasan dos berisi 16 lembar. Kegunaan adalah untuk menutupi luka-luka supaya terhindar dari kontaminasi. Cara pakai: dilekatkan pada tubuh dengan menggunakan plester. 2. Dressing (Wound dressing = Penutup luka) Dressing adalah perban yang berukuran pendek, digunakan sebagai penutup luka dan sebagai penutup steril daerah insisi sebelum dilakukan operasi (pembedahan). Dressing sebagai penutup luka (Johnson & Johnson):  SURGIPAD adalah luka yang banyak mengeluarkan eksudat/ cairan, ukuran 10 cm x 10 cm, 10 x 20 cm. Ada juga yang steril (10 cm x 10 cm).  DERMICEL adalah dressil steril yang siap pakai, ukuran 12½ cm x 10 cm, 19 cm x 10 cm, 25 cm x 10 cm.  EYEPAD adalah bantalan (pad) steril untuk penutup mata, dibuat dari bahan non-woven.
  9. 9. 27  SURGICEL (Absobable Haemostatic Gauze) adalah untuk menghentikan pendarahan kapiler, vena dan arteri-arteri kecil.  N.A. DRESSING (Non Adhaering Dressing) adalah dressing steril yang tidak melekat pada luka sehingga dapat digunakan luka terbuka maupun luka bergranulasi. Ukuran 9½ cm x 9½ cm, terbuat dari bahan rayon murni. Dressing sebagai penutup steril daerah insisi sebelum operasi:  BARRITER INCISE DRAPE (Johnson & Johnson) adalah ukuran 18” x 20”, 24” x 36”.  STERI DRAPE (SURGICAL INCISE DRAPE) (3M-USA).  OPSITE ADHESIVE DRAPE (Smith & Nephew). 3. Gaas yang mengandung obat  SOFRA TULLE (Hoechst) adalah DARYANT TULLE (Darya- Varia-Jakarta).  BACTI GRAS (Smith & Nephew) adalah gaas steril berisi Chlorhexidine dalam parafin.  ACTISORB (Johnson & Johnson) adalah dressing berisi charcoal (arang).  PETRONET (PARAFFIN GAUZE) (Seton) adalah gaas steril berisi parafin. c. VERBAND (Perban = Pembalut) Verban adalah kain pembalut dengan bermacam-macam bentuk, ukuran, warna, dan tujuan penggunaannya. Golongan verband: 1. Bandage gauze (Kasa hidrofil) 2. Elastic bandage (Pembalut elastis) 3. Pembalut yang mengandung obat 4. Pembalut leher
  10. 10. 28 5. Pembalut gips 6. Daryanet a. BANDAGE GAUZE (Perban = Pembalut) Bandage gauz adalah kain kasa dalam bentuk gulungan (rol) besar dan kecil.  Gulungan besar adalah dengan ukuran lebar 75 cm dan panjang 42 yard.  Gulungan kecil adalah dengan ukuran 3 x 4, 4 x 4, 5 x 4, 6 x 4 dan seterusnya. Yang artinya lebar masing-masing 3 cm, 4 cm, 5 cm, 6 cm dan seterusnya, dan panjangnya 4 yard. (Gulungan kecil ini sehari-hari dikenal dengan nama PERBAN (Verband). b. ELASTIC BANDAGE (Pembalut elastis) Contoh:  TENSCOREPE (Smith & Nephew) adalah tiap rol panjang 5 yard dan lebar ada 3 ukuran, yaitu 3 inch, 4 inch dan 6 inch, dilengkapi dengan alat penjepit (bandage clips).  COBAN (3M-USA) adalah tiap rol panjang 5 yard dan lebar ada 5 ukuran, yaitu 1 inch, 2 inch, 3 inch, 4 inch, dan 6 inch. Berpori dan dapat menempel/melekat sendiri tanpa alat penjepit (self adherent wrap), berpori.  DINAFLEX (Johnson & Johnson) adalah tiap rol panjang 5 yard dan lebar ada 3 ukuran, yaitu 3 inch, 4 inch dan 6 inch.  ELSET (Seton) adalah rol panjang 6 meter dan lebar ada 4 ukuran, yaitu 2 inch, 3 inch, 4 inch dan 6 inch.  LESTREFLEX (Seton) adalah tiap rol panjang 5 yard dan lebar ada 2 ukuran, yaitu 7½ cm dan 10 cm, mengandung Diachylon dan berwarna kuning coklat (flesh colored).
  11. 11. 29 c. PEMBALUT YANG MENGANDUNG OBAT Contoh:  ZINCABAND (mengandung pasta Zinci)  ICHTABAND (mengandung pasta Zinci dan Ichthammol)  CALABAND (mengandung pasta Zinci dan Calamine)  TARBAND (mengandung pasta Zinci dan Coaltar)  QUINABAND (mengandung pasta Zinci dan Iodochlorohydroxy quinoline) d. PEMBALUT LEHER Pembalut leher adalah alat yang digunakan untuk menopang kepala dan membatasi gerak tulang leher (Cervical vertebrae). Contoh:  COLLAFOAM (Seton)  ORTHOPLAST CERVICAL (Johnson & Johnson) Ukuran ada 4 macam, yaitu extra kecil, kecil, medium dan besar. e. PLASTER OF PARIS (Pembalut Gips) Ukuran panjang 3 yard dan lebar ada 3 ukuran, yaitu 5 inch, 4 inch dan 6 inch. Contoh:  GYPSONA (Smith & Nephew)  SPECIALIST (Johnson & Johnson) Kapas Gips Kapas Gips adalah sejenis kapas dari bahan nonwoven yang digunakan sebagai pelapis pada bagian tubuh yang akan diberi pembalut gips.
  12. 12. 30 Contoh:  VERBAND (Johnson & Johnson), ukuran panjang 2,75 meter dan lebar ada 2 ukuran yaitu: 4 inch dan 6 inch.  SOFFBANN (Smith & Nephew)  WEBRIL (Kendall-USA) f. DARYANET Daryanet adalah alat pembantu seperti jala yang digunakan terutama pada bagian tubuh yang sulit dibalut. Kelebihan dibanding pembalut lainnya adalah penutup luka dapat diganti tanpa mengganti Daryanet, cukup menggulung ke tepi kemudian dikembalikan lagi ke tempat semula dan dapat disterilkan dengan autoclaaf sampai 20 kali. Ukuran ada beberapa macam, mulai dari nomor 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan 6, tergantung pada bagian tubuh yang akan dibalut. Untuk daerah:  Kepala : ukuran no 4/5 (potong ±35 cm)  Bahu : ukuran no. ¾ (potong ±40 cm)  Dada, genital dan anal: ukuran no 6 (potong ±40-50 cm)  Pinggul : ukuran no.  Lengan : ukuran no.  Paha : ukuran no.  Lutut : ukuran no.  Jari tangan : ukuran no.  Kaki : ukuran no.
  13. 13. 31 2. ALAT PERAWATAN Alat perawatan adalah alat yang digunakan untuk merawat orang sakit baik di rumah maupun di rumah sakit. Alat perawatan yang akan diuraikan antara lain: a. Hot Water Bottle (Warm Water Zak) b. Rubber Ice Cap (Ice Bag = Ijskap = Es Kap) c. Colt Hot Pack d. Breast Pump and Reliever (Borst Pomp = Pompa susu) e. Rubber Breast Pad (Nipple Shield = Tepelhoed) f. Air Cushion (Winding) g. Abdominal Belt (Breukband) h. Sling i. Eye-up j. Spiting cup 1. HOT WATER BOTTLE (WARM WATER ZAK = Buli-buli panas = Botol panas) adalah kantong yang terbuat dari karet untuk diisi air panas, diletakkan pada bagian perut sebagai kompres panas. 2. RUBBER ICE CAP (ICE BAG = IJSKAP = Es Kap) adalah kantong yang terbuat dari karet, diisi kepingan-kepingan es batu, diletakkan di kepala sebagai kompres dingin bila sedang demam. 3. COLD HOT PACK (3M-USA) adalah kantong yang berukuran 4,25” x 10,5”, fleksibel dan elastis karena berisi gel,
  14. 14. 32 digunakan sebagai pengganti botol panas dari kantong es. Cara pakai:  Kompres dingin adalah didinginkan dalam freezer minimal 2 jam.  Kompres panas adalah cukup dalam air panas selama 5-10 menit. COLD HOT PACK COVER (3M-USA) adalah handuk pembungkus COLD HOT PACK untuk menghindari adanya kondensi dari kulit dan mencegah panas/dingin yang berlebihan pada saat kontak langsung. 4. BREAST PUMP AND RELIEVER (BORST POMP = Pompa Susu) adalah alat yang digunakan untuk membantu memompa ASI keluar dari buah dada wanita yang sedang menyusui, karena produksi air susunya terlalu banyak. 5. RUBBER BREAST PAD (NIPPLE SHIELD = TEPELHOED = Pelindung Puting Susu = Puting Palsu) adalah alat yang digunakan sebagai pelindung puting bagi wanita menyusui yang putingnya terluka. Alat ditempelkan pada puting yang sakit dan bayi menghisap air susu melalui alat tersebut. 6. AIR CUSHION (WINDRING) adalah alat yang terbuat dari karet, bentuk lingkaran seperti ban dalam mobil, digunakan sebagai tempat duduk penderita wasir (ambeien). Sebeum digunakan alat terlebih dahulu diisi udara melalui ventil.
  15. 15. 33 DECUBIPAD (FOOD ELEVATOR) (Bema- Seton-Inggris) adalah sejenis air cushion, bentuk segi empat dengan lubang di tengah, digunakan sebagai tatakan kepala, tatakan kaki. POLYPAD (Bema-Seton-Inggris) adalah tatakan untuk bermacam keperluan (multi use), baik sebagai tatakan kepala, tatakan lengan, tatakan di bawah lutut dan sebagainya. 7. ABDOMINAL BELT (BREUKBAND) adalah alat berupa sabuk pinggang yang digunakan oleh penderita hernia agar dapat bergerak lebih bebas tanpa khawatir merasa sakit. Alat terbuat dari kulit sapi, ada yang berkepala dua dan ada yang berkepala satu (sebelah kiri atau sebelah kanan). BARRERE (NEOC BARRERE = Sabuk Elastis Barrere) adalah alat penyangga untuk ber- macam-macam hernia, baik pada wanita maupun pria Model 25 untuk Hernia Inguinalis (yang belum turun ke kantong buah zakar) Model 26 untuk Hernia yang sudah turun ke kantong buah zakar
  16. 16. 34 8. SLING (Pembalut Segitiga) adalah bentuk segitiga yang dilingkarkan pada lengan dan diikat di leher, untuk mencegah mobilisasi atau diskolasi tulang yang patah. 9. EYE CUP (EYE BATH GLASS = OOG GLAS) adalah alat menyerupai cangkir kecil, diisi cairan obat untuk mencuci mata. 10.SPILTING CUP adalah alat minum bagi penderita yang sedang berbaring. Diisi minuman atau makanan cair. 3. ALAT UMUM LAINNYA: a. Surgeon’s Gloves (Surgical GLoves = Medical Gloves = Hand Gloves = Handschoen) Model 25 untuk Hernia Femoralis Model 14 untuk Hernia Incionalis Model 20 dan 20 spesial untuk hernia perut dan sesudah pembedahan di bagian perut
  17. 17. 35 b. Masker c. Rubber Nipple d. Rubber Soother e. Latex Prophylactis 1. SURGEON’S GLOVES (SURGICAL GLOVES = MEDICAL GLOVES = HAND GLOVES = HANDSCHOEN) adalah sarung tangan yang digunakan pada saat melakukan tindakan medis. 2. FACE MASK (Masker) adalah kain yang digunakan sebagai penutup hidung dan mulut pada saat melakukan tindakan medis atau bila kerja di laboratorium. 3. RUBBER NIPPEL (Dot) adalah karet yang dihubungkan dengan botol susu bayi. 4. RUBBER SOOTHER (Compeng) adalah alat yang digunakan untuk bayi sebagai pengganti puting susu.
  18. 18. 36 5. LATEX PROPHYLACTIS (Kondom = Karet KB) adalah alat yang terbuat dari bahan karet, dipakai oleh pria agar sperma tidak masuk ke dalam vagina sehingga dapat menghindari kemungkinan pembuahan terhadap sel telur. B. ALAT KESEHATAN KHUSUS Alat kesehatan khusus adalah alat-alat kesehatan yang pemakaiannya membutuhkan bantuan petugas kesehatan, umumnya digunakan di rumah sakit dan puskesmas. 1. ALAT PENAMPUNGAN Alat penampung adalah alat yang digunakan untuk menampung darah, air kencing dan kotoran (feces). Alat penampung yang akan diuraikan antara lain: a. Blood Bag b. Urine Bag c. Colostomy Bag d. Coloplast 1. BLOOD BAG adalah alat yang umumnya terbuat dari plastik PVC dan berupa kantong, digunakan untuk menampung darah. Dulu darah ditampung dalam botol infus. Blood bag ada yang berisi larutan anticoagulantia ACD (Acid citric + Citric sodium + Dextrose), CPD (Citric acid + Citric sodium + Biophosphate sodium + Dextrose), atau larutan Natrium sitrat 4%.
  19. 19. 37 2. URINE BAG adalah alat yang digunakan untuk menampung air kencing. Contoh:  DRAINAGE BAG (JMS)  UROGARD (Terumo) PEDIATRIC URINE COLLECTOR (pabrik atom-Jepang) adalah alat yang digunakan khusus untuk menampung air kencing pada bayi dan anak-anak. 3. COLOSTOMY BAG adalah alat yang digunakan untuk menampung feces, cairan dan gas yang keluar dari lubang usus buatan hasil pembedahan melalui otot dan kulit perut, bagi penderita yang fungsi rectumnya terganggu. Colostomy bag dapat dipakai sementara atau selamanya, misalnya pada penyakit kanker, dimana rectum harus dibedah atau diangkat/tutup. Contoh:  Colostomy bag DANSAC (Dansac-Denmark) Ukuran nomor sebagai berikut: Nomor 1 mempunyai lubang dan diameter 22 cm Nomor 2 mempunyai lubang dan diameter 30 cm Nomor 3 mempunyai lubang dan diameter 32 cm Nomor 4 mempunyai lubang dan diameter 38 cm Nomor 5 mempunyai lubang dan diameter 50 cm Cara dan aturan memakai Colostomy bag adalah sebagai berikut:
  20. 20. 38 a. Bersihkan kulit di sekitar lubang (stoma) dan keringkan dengan hati-hati. b. Lepaskan bundaran pada lingkaran adhesif, dan letakkan di bagian atas pada sisi depan lubang. c. Bila perlu gunting lubang sesuai dengan besarnya lubang stoma. d. Lepaskan lapisan yang menutupi lingkaran adhesif dan tiup (masukkan udara ke dalam kantong). e. Lekatkan kantong tepat pada lubang stoma dengan cara menekan ke dinding perut. f. Bila terlalu banyak udara di dalam kantong, lepaskan bundaran no. 2 yang telah dilekatkan, lubangi kantong dengan jarum, kemudian tutup rapat kembali dengan bundaran tersebut. g. Bila hendak melepaskan kantong, mulai dari atas ke bawah, daerah bekas tempelan sebaiknya dibersihkan dengan skin lotion.  SKIN LOTION (Dansac) adalah lotion yang digunakan untuk membersihkan daerah bekas tempelan Colostomy bag, selain itu untuk menghindari iritasi pada kulit.
  21. 21. 39 Bentuk dan kemasan ada 2 macam, yaitu:  Cairan dalam botol (penggunaannya memakai kapas)  Berupa kertas tissue (bagi yang melakukan perjalanan)  SKIN PROTECTOR (Dansac) adalah alat yang terbuat dari cryer (sejenis plastik yang elastis) yang melekat sendiri (self adherent), ukuran 10 cm x 10 cm dengan ujung/sudut-sudut yang tidak tajam, digunakan pada daerah bekas tempelan Colostomy bag yang sudah mengalami iritasi. Cara pemakaian: skin protector terlebih dahulu dilubangi sesuai besar stoma, kemudian dilekatkan pada kulit sebelum Colostomy bag ditempelkan. Skin protector dapat bertahan sampai 2 hari.  COMBI ILEO F (Dansac) adalah Colostomy bag ”multiple use”, digunakan untuk penderita yang tidak boleh atau tidak dapat meninggalkan tempat tidur (bedligger). 4. COLOPLAST (STOMA URINE BAG) adalah alat yang digunakan untuk menampung urine yang keluar dari lubang (stoma) buatan hasil pembedahan melalui otot dan kulit perut, bagi penderita yang fungsi saluran kencingnya terganggu. Cara pemakaian serupa dengan Colostomy bag.
  22. 22. 40 EXTRA SUPPORT WITH ILEO BELT adalah Coloplast yang dilengkapi dengan penahan ekstra berupa sabuk. 2. CATHEHER Catheher adalah sebuah pipa kosong yang terbuat dari logam, kaca, karet atau plastik, yang umumnya dipakai dengan cara dimasukkan ke dalam rongga tubuh dan berfungsi sebagai saluran (kanal). Catheter dibagi atas 2 bagian: a. Intra Vena Catheter b. Non Intra Vena Catheter 1. INTRA VENA CATHETER (I.V. Catheter) adalah alat yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena (sebagai perpanjangan vena) untuk pengobatan IV lebih dari 48 jam. Contoh:  ABBOCATH-T (Abbott)  SURFLO I.V. CATHETER (Terumo)  INTRAVENOUS CANNULA (JMS) Catheter ini dibuat dari bahan:  Teflon (FEP = Fluorinated Ethylene-Propylene)  Plastik PVC (Poly Vinyl Chloride)  TFE (Tetra Flour-Ethylene) Dengan ukuran mulai dari no. 14G sampai 22G, dan yang paling banyak digunakan adalah no. 18G dan 20G (G=Gauge, berarti ukuran). 2. NON INTRA VENA CATHETER adalah alat yang digunakan sebagai saluran dengan cara (umumnya) dimasukkan ke dalam lubang-lubang alam pada tubuh.
  23. 23. 41 Non intra venta catheter yang akan diuraikan, antara lain: a. Nelaton Catheter b. Ballon Catheter (Foley Catheter) c. Oxygen Catheter d. Duodenal Tube (Stomach Tube = Maag Stang = Maag Sonde) e. Feeding Tube f. Rectal Tube g. Phlegm Sucker (Mucus Extractor = Suction Catheter = Slimzuig) h. Male Incontinence Sheath (Condom Catheter) 1. NELATON CATHETER adalah catheter yang terbuat dari plastik dan latex (karet), digunakan supaya penderita dapat mengeluarkan kencing. GENITO URINARY METAL (Aesculap) adalah catheter yang terbuat dari metal (logam), ukuran 29 cm untuk laki-laki dan 16 cm untuk wanita. a. MALE CATHETER METAL (untuk laki-laki) b. FEMALE CATHETER METAL (untuk perempuan) Ukuran catheter bermacam-macam, ada yang berdasarkan ukuran Inggris (no. 1-16), menurut Benique (no. 6-60), tapi yang paling banyak digunakan adalah ukuran Perancis menurut Chariere (no. 1-45). Makin besar nomor catheter makin besar diameter lubangnya.
  24. 24. 42 2. BALLOON CATHETER (FOLEY CATHETER) adalah catheter yang digunakan untuk pengambilan air kencing dalam sistem tertutup, bebas dari udara dan polusi di sekitarnya. Biasanya dihubungkan dengan urinovolumeter urine bag untuk keperluan pemeriksaan klinis. Juga digunakan bagi penderita yang dibedah di kamar operasi agar bila keluar air kencing tidak mengganggu suasana, dan juga untuk perawatan pasien yang tidak bisa menahan atau kencing dengan tidak sadar (incontinentia urinae). Cara pemakaian: ujung catheter dimasukkan melalui urethra (saluran kemih) masuk ke kantung kemih (urinary bladder = urineblaas). Setelah masuk, catheter dipompa pada salah satu ujung bercabang yang ada ventil (value) dengan bantuan alat penyuntik, kemudian catheter ditarik keluar sampai menyumbat saluran. Macam-macam Balloon Catheter menurut: a.. Bahan:  Karet (latex)  Karet (latex) yang dilapisi dengan silicone pada bagian dalam dan luarnya. b. Bentuk:  Berujung dua (2 way)  Berujung tiga (3 way) salah satu ujung berfungsi untuk irigasi. Ukuran catheter mulai dari no. 8 ch, 10 ch, 12 ch, 14 ch, 16 ch, 18 ch, 20 ch, 22 ch, 24 ch, 26 ch, 28 ch, 30 ch.
  25. 25. 43 Kapasitas balloon mulai dari 3 ml, 5 ml-15 ml, 20 ml-25 ml, 30 ml- 45 ml. Untuk pediatrik biasanya digunakan ukuran 8 ch, 10 ch, dengan kapasitas balloon 3 ml. 3. OXYGEN CATHETER adalah catheter yang spesifik berwarna hijau (agar dapat dibedakan dengan catheter lainnya), panjang 40 cm dengan 8 lubang pada ujung, digunakan untuk mengalirkan gas oxygen ke dalam lubang hidung. OXYGEN CANNULA (Atom-Jepang) adalah oxygen catheter yang dilengkapi dengan masker (face mask) dan kantong udara. 4. DUODENAL TUBE (STOMACH TUBE = MAAG STANG = MAAG SONDE) adalah alat berupa slang, terbuat dari karet dan plastik dengan beberapa lubang pada ujung slang, digunakan untuk me- ngumpulkan getah lambung, untuk membilas/mencuci perut, serta untuk pemberian obat-obatan. Pabrik Terumo Jepang juga memproduksi Stomach Tube yang transparan, tidak tembus cahaya dan sinar X (sinar Rontgen), panjang 125 cm dengan 4 lubang pada sisi dekat ujung. 5. FEEDING TUBE adalah alat untuk memasukkan cairan makanan melalui mulut atau hidung, terutama pada penderita yang coma (pingsan), atau pada kondisi tertentu dari mulut dan tenggorokan (misal bayi-bayi prematur). Panjang tube 35 cm, 40 cm dan 100 cm dengan 2 lubang pada ujung, sedang pada ujung lainnya memakai penutup.
  26. 26. 44 6. RECTAL TUBE (FLATUS BUIS) adalah alat yang salah satu ujungnya dimasukkan ke dalam anus, sedang ujung lainnya dihubungkan dengan Glycerine Syringe, digunakan untuk mengeluarkan gas dari usus dan untuk membersihkan rectum. Panjang tube 75 cm – 150 cm dengan lubang pada ujung atau 1-2 lubang pada sisi dekat ujung. 7. PHLEGM SUCKER (MUCUS EXTRACTOR = SUCTION CATHETER = SLIMZUIGER) adalah alat yang digunakan untuk menyedot lendir atau cairan amniotik dari trachea bayi yang baru lahir. 8. MALE INCOTINENCE SHEATH (CONDOM CATHETER) adalah alat yang disarungkan pada penis dan ujungnya dihubungkan dengan urine bag, digunakan terutama oleh penderita yang tidak bisa menahan kencing atau kencing dengan tidak sadar (incontinentia urinae). 3. PERALATAN SUNTIK Peralatan suntik adalah alat-alat suntik yang meliputi: a. Injection Needle (Jarum suntik) b. Syringe (Injectie Spuit = Spuit = Spritze = Alat semprit)
  27. 27. 45 c. Syringe container (Paratus = Paratus Etui = Paratus Case = Tempat alat suntik 1. INJECTION NEEDLE (Jarum Suntik) adalah alat yang dihubungkan dengan syringe, digunakan untuk menyuntik. Injection needle yang akan diuraikan antara lain: a. Hypodermie Needle (Jarum suntik umum) b. Dental Needle (Jarum suntik gigi) c. Spinal Needle (Jarum LP = Jarum suntik spinal) d. Wing Needle (Winged Needle = Jarum suntik bersayap) 1. HYPODERMIE NEEDLE (Jarum Suntik Umum) Dalam perdagangan ukuran besar kecilnya jarum ditentukan oleh nomornya. Jarum suntik buatan Eropa biasanya memakai nomor 1, 2, 12, 14 dan seterusnya, sedang buatan Asia (Jepang) memakai nomor 18G, 19G, 20G, 21G dan seterusnya. Makin besar nomor makin kecil diameter jarum suntiknya. Tabel ekivalen jarum suntik Eropa (Aesculap-Jerman) dengan jarum suntik Asia (Terumo-Jepang). Keterangan:  No. 18G, 19G, 21G, 22G, panjang jarum 38 mm  No. 20G panjang jarum 25 mm  No. 23G panjang jarum 1” dan 1¼” (25 mm dan 32 mm)  No. 24G panjang jarum 25 mm  No. 25G panjang jarum 5/8” dan 1” (16 mm dan 25 mm)  No. 26G dan 27G panjang jarum 13mm
  28. 28. 46 NEOLUS NEEDLE (Terumo-Jepang) adalah jarum suntik yang berdinding sangat tipis (ultra thin wall needle). Kelebihan dibanding jarum reguler:  Lebih banyak volume cairan yang mengalir  Rasa sakit lebih kurang Karena tipisnya dinding jarum, diameter jarum Neolus 21G hampir sama dengan reguler 22G. Ukuran jarum neolus dari nomor 21G – 24G. 2. DENTAL NEEDLE (Jarum Suntik Gigi) Jarum suntik gigi buatan Terumo Jepang, ada 3 ukuran, yaitu 25G, 27G dan 30G. Jarum suntiknya berujung dua dan obatnya berada dalam tempat tertentu yang disebut Catridge. 3. SPINAL NEEDLE (Jarum LP = Jarum Suntik Spinal) adalah jarum yang digunakan untuk Lumble Punctie, karena itu ada dokter yang menulis dalam resepnya adalah Jarum LP. Keiistimewaan adalah di dalam jarum terdapat lagi sebuah jarum.
  29. 29. 47 Ukuran jarum LP:  Aesculap-Jerman panjang 8cm dengan diameter 1 mm dan 1,2 mm  Terumo-Jepang panjang 2¼” dan 3½”, dengan ukuran dari 18G-23G, dan 25G. 4. WING NEEDLE (Winged Needke = Jarum Suntik Bersayap) adalah jarum suntik yang menyerupai kupu-kupu, digunakan sebagai vena tambahan (perpanjangan vena) untuk pengobatan i.v. jangka lama (tidak lebih dari 48 jam, karena jarum terbuat dari logam sehingga mengakibatkan trombosis). Ukuran jarum adalah 18G, 19G, 21G, 22G, 23G, 25G. Contoh:  SCALP VEIN NEEDLE (JMS)  BUTTERFLY INFUSION SET (Abbott)  SURFLO WINGED INFUSION SET (Terumo-Jepang) adalah ada 3 macam ukuran, yaitu no. 19G, 21G, 23G, dengan panjang jarum 19 mm dan panjang tube 3½”.  I.V. INFUSION SET (Atom)  VENOFIX (Braun Melsungen-Jerman) AVF SET (Arterial Venal Fistula Set) adalah sejenis jarum suntik bersayap tapi ukuran jarum lebih besar, digunakan sebagai penyambung ke alat transfusion set yang masuk ke alat pencuci darah (hemodialyzer).
  30. 30. 48 Ukuran jarum AVF set dari no. 14G – 16G, dengan tube besar yang panjangnya 12” (30 cm). 2. SPRYNGE (INJECTIE SPUIT = SPUIT = SPRITZE = ALAT SEMPRIT) Sprynge adalah alat yang dihubungan dengan suntik, digunakan untuk menyuntik atau dihubungkan dengan kanula untuk membersihkan. Alat semprit secara umum: a. Terdiri dari bagian:  Silinder berskala (barrel)  Tutup, tempat menempel jarum pada ujungnya  Piston dengan pegangan (plunger) b. Terdiri dari bahan:  Gelas semuanya  Gelas + metal (silinder dari gelas, yang lainnya metal)  Plastik semuanya (umumnya disposable)  Metal semuanya (misal Glycerine Sprit) Sedangkan bentuk ujung (tip) dari tutup alat semprit ada 3 macam: a. Luer Cone (Luer Tip = Slip Tip) b. Luer Lock (Luer Lock Tip) c. Record Cone (Record Tip = Slip Tip)
  31. 31. 49 Asculap Jerman membuat alat semprit dengan kapasitas isi dari 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10 ml, 20 ml, 50 ml, dan ujung tip luer cone dan record cone, sedang luer lock hanya dengan kapasitas isi 30 ml. INTERCHANGEABLE SYRINGE adalah alat semprit dengan piston yang dapat diganti pada setiap macam silinder. Contoh:  ORIGINAL RECORD INTER- CHANGEABLE (Super Eva) Syringe dapat dibedakan berdasarkan penggunaan: 1. Alat semprit umum 2. Alat semprit khusus a. ALAT SEMPRIT UMUM Alat semprit umum adalah syringe yang digunakan untuk pemakaian dengan cara menyuntikkan bermacam-macam obat melalui kulit. Contoh:  RECORD SYRINGE  DISPOSABLE SYPRINGE WITH NEEDLE b. ALAT SEMPRIT KHUSUS Alat semprit khusus adalah syringe yang digunakan untuk pemakaian khusus, misal dengan cara menyemprotkan cairan (obat) ke dalam anus, telinga dan sebagainya atau untuk menyuntikkan. Macam-macam alat semprit khusus: 1. Glycerine Syringe (Glycerine Spuit) 2. Water Syringe
  32. 32. 50 3. Ear Syringe (Oor Sprit) 4. Wound and Bladder Syringe 5. Tuberculine Syringe 6. Insuline Syringe a. GLYCERINE SYRINGE (GLYCERINE SPUIT) adalah alat yang digunakan untuk me- nyemprotkan lavement/clysna melalui anus. Cairan yang sering dipakai adalah larutan sabun dan biasanya digunakan untuk pasien yang sukar buang air besar. Alat terbuat dari (paling banyak digunakan), gelas dan plastik, dengan kapasitas volume 30 ml, 50 ml, dan 100 ml. CANNULA (Kanula) adakah tube bentuk lurus atau lengkung dengan ujung berkepala atau polos, dipasang pada ujung syringe untuk mengarahkan semprotan. b. WATER SYRINGE adalah alat yang digunakan untuk menyemprotkan air ke dalam lubang gigi supaya bersih pada waktu ditambal, mempunyai dengan ujung melengkung, agak runcing dan langsing. Alat terbuat dari all metal, ada pula yang silindernya dari gelas dan lainnya dari logam, dengan kapasitas volume 8 ml dan 10 ml.
  33. 33. 51 c. EAR SYRINGE (OOR SPUIT) adalat alat yang digunakan untuk membersihkan telinga atau mengeluarkan binatang- binatang kecil/serangga yang masuk ke dalam telinga. Bentuk seperti syringe biasa, hanya mempunyai kanula khusus untuk telinga, ada yang dilengkapi piring pengaman (protecting disk) untuk menahan air yang menyemprot keluar dan adapula yang dilengkapi dengan ”value connection” dan disebut ”self filling ear syringe”. Alat terbuat dari logam seluruhnya (all metal) dengan kapasitas volume 50 ml, 75 ml, dan 100 ml. OOR BLAZER adalah alat yang juga termasuk ear syringe, digunakan untuk menyemprotkan udara ke dalam telinga. d. WOUND AND BLADDER SYRINGE adalah alat yang digunakan untuk membersihkan luka-luka bernanah, borok (ulcers), untuk menyemprot kandung kemih dengan bantuan catheter, dan bisa juga untuk membersihkan cairan makanan melalui stomach tube atau feeding tube. Alat terbuat dari all metal dan ada pula dari gelas + metal (tipe janet) dengan kapasitas volume 50 ml, 75 ml, 100 ml, 150 ml dan 200 ml.
  34. 34. 52 e. TUBERCULINE SYRINGE adalah alat yang khusus digunakan untuk menyuntikkan tuberculine dengan tujuan mengetahui ada tidaknya atau pernah tidak seseorang terinfeksi penyakit TBC. Alat terbuat dari karet metal, kapasitas volume 1 ml dengan pembagian skala 0,01 ml.
  35. 35. 53 f. INSULINE SYRINGE (SPUIT MANTOUR) adalah alat yang khusus digunakan untuk menyuntikkan insulin. Alat terbuat dari kaca + metal, ada pula dari plastik (disposable) dengan kapasitas volume 1 ml. Ada perbedaan pembagian skala antara:  Aesculap-Jerman memberikan skala sebelah kiri dalam graduasi 0,1 ml, sedang disebelah kanan ekivalen dengan 40 unit/ml.  Terumo-Jepang membuat skala di sebelah kiri ekivalen dengan 40 unit/ml, sedang di sebelah kanan ekivalen dengan 80 unit/ml. 3. SYRINGE CONTAINER (PARATUS = PARATUS ETUI = PARATUS CASE = Tempat alat suntik) adalah alat yang digunakan untuk menyimpan alat suntik, terbuat dari logam SS (Stainless Steel).
  36. 36. 54 III. Penutup Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa akan dapat menerapkan cara-cara penggunaan alat kesehatan yang ada di tempat-tempat pelayanan kesehatan. Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan menjelaskan kegunaan dan cara pemakaian alat kesehatan, sehingga pada saat mereka telah menyelesaikan pendidikan Diploma III Farmasi, mereka mampu mengaplikasikannya di masyarakat, terutama bila bekerja di apotek.

×