SELAMAT DATANG  DI JAKARTA                 1
2   2
Collection loss Taxes Paid                     Voluntary                  Compliance 90 %                                 ...
Compliance ModelCompliance Model  – Eu.Comm   – Eu.Comm                   4
KETENTUAN PERPAJAKAN TERBARU      BAGI BENDAHARAWAN     /INSTANSI PEMERINTAH           MULAI 2012                         ...
DASAR HUKUM    KEWAJIBAN PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN BENDAHARA             • UU No.6 Tahun 1983 sttd UU No.28 Tahun 2007   UU   ...
APBN/APBD                              DIKELOLAH                  INSTANSI PEMERINTAH PUSAT/DAERAH                        ...
Objek Pemotongan & Pemungutan               yg Dilakukan Bendahara   PPh Pasal 21         : Pemotongan atas penghasilan y...
Bendahara sebagai Pemotong Pajak                BENDAHARA/BUMN YG DITUNJUK               BENDAHARA/BUMN YG DITUNJUK       ...
Kewajiban Mendaftarkan Diri                                                    Pasal 2 ayat (1) UU KUP                    ...
FUNGSI NPWP                         Kep. Dirjen No. KEP-161/PJ./2001                            Fungsi NPWP adalah1.   Seb...
Penghapusan NPWP                Per. Dirjen No. PER-44/PJ./2008 PerubahanPerubahan                                        ...
Jatuh Tempo Pembayaran dan Pelaporan   Jenis Pembayaran             Batas Pembayaran                  Batas Pelaporan     ...
Pengertian PPh PASAL 21/26          al       as              PAJAK PENGHASILAN                      SEHUBUNGAN DENGAN21 h ...
Bendahara Sebagai          Pemotong PPh Pasal 21          Ps. 21 ayat (1) dan Ps. 26 ayat (1) UU PPh             Bendahara...
PENERIMA & JENIS PENGHASILAN              Penghasilan Yang Diterima      PEJABAT                    SELAIN PEJABAT    NEGA...
TIDAK TERMASUK PENGHASILAN           YANG DIPOTONG PPh PASAL 21                     PENGHASILANPEMBAYARAN MANFAAT ATAU SAN...
PENGHASILAN YANG DITERIMA       PEJABAT NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI & POLRI/PENSIUNAN                            Penghasilan Ya...
Penghitungan PPh Pasal 21                                  Mulai 1 Januari 2009     PENGHASILAN TERATUR DARI APBN/APBD    ...
PTKP=PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK                                          PTKP BARU                                      ...
BESARNYA           PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK                 (PTKP) Tahun 20 13                     PMK-162/PMK.011/201...
PTKP UTK KARYAWATI                           STATUS KAWIN                              SUAMI STATUS KAWIN                 ...
9. TARIF UNTUK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI     Pasal 17 ayat (1) a UU No.36/2008 ( UU PPh)KETENTUAN BARU (Mulai tahun pajak ...
Penghitungan PPh Pasal 21                                  Tiap Masa/Bulan                    PERKIRAAN ATAS PENGHASILAN  ...
Penghitungan PPh Pasal 21                                  Masa Pajak Terakhir      PPh Pasal 21                       PPh...
Penghitungan PPh Pasal 21           Atas Penghasilan yg Bersifat tidak teratur     PPh Pasal 21      Terutang atas        ...
DASAR PENGHITUNGAN                              PPh Ps. 21                             KEWAJIBAN PAJAK SUBJEKTIF          ...
Atas Penghasilan Yang Tidak Teratur yg                Dibayarkan Kepada Pejabat Negara, PNS,                   Anggota ABR...
PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PENERIMA PENGHASILAN        SELAIN PEJABAT NEGARA, PNS, ANGGOTA TNI DAN                    ...
Penghitungan PPh Pasal 21                         Tdk termasuk                  ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN,      ...
TARIF PPh PASAL 21 YANG BERSIFAT FINAL            (Berdasarkan PP No. 80 Tahun 2010)             GOLONGAN                 ...
Penghitungan PPh Pasal 21              ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN, MINGGUAN,                  SATUAN, BORONGAN, D...
Jenis – Jenis Pajak Bagi    PPh 21 / 26 Bendaharawan                 Pegawai Tidak Tetap                        Sehari    ...
PENGHASILAN BRUTO                     HONORARIUM, UANG SAKU, HADIAH DANPENGHARGAAN                      DGN NAMA APAPUN, K...
PENGHASILAN BRUTO                             KOMISI, FEE, DAN PEMBAYARAN                              LAIN DENGAN NAMA AP...
KEWAJIBAN BENDAHARA                   PEMOTONG PPh PASAL 21MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWPMENGHITUNG, MEMOTONG, M...
KEWAJIBAN PENERIMA       PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISI JUMLAH TANGGUNGANKELUARG...
TATA CARA PENYETORAN                     PPh PASAL 21       TDK                                     DITANGGUNG   DITANGGUN...
TATA CARA PELAPORAN                 PPh PASAL 21    TDK                                DITANGGUNGDITANGGUNG               ...
CONTOH PENGHITUNGAN                      PPh PASAL 21Drs. Slamet Taramandi (bukan PNS), menerima honorarium sebesarRp 1.00...
BENDAHARAWAN SEBAGAI                PEMUNGUT PPh PASAL 22           l        sa     Pa22 h PP          DITJEN ANGGARAN   ...
PPh PASAL 22       DIPUNGUTBERKENAAN DENGAN PEMBAYARAN            ATAS     PENYERAHAN BARANG            OLEH    WAJIB PAJA...
DIKECUALIKAN DARI            PEMUNGUTAN PPh PSL 22              PMK-154/PMK.03/2010)PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG YANG...
BATASAN JUMLAH PEMBAYARAN YANG DIKENAKAN                PPh PASAL 22  (BERDASARKAN PMK NOMOR : 154/PMK.03/2010)           ...
SAAT PEMUNGUTANPADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN                ATAS  PENYERAHAN BARANG OLEH REKANAN              TARIF 1...
BUKTI PEMUNGUTAN                    SSP                KP.PDIP 5.1.98LEMBAR KE-1                      WAJIB PAJAK REKANANL...
TATA CARA        PEMUNGUTAN DAN PENYETORAN              PPh PASAL 22DIPUNGUT PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN        DIS...
TATA CARA PELAPORAN       PELAPORAN      PPh PASAL 22        SPT MASA         F.1.1.32.02    KE KPP/KAPENPA   SELAMBAT-LAM...
CONTOH PENGHITUNGAN                         PPh PASAL 22Drs. Slamet, Bendahara Madrasah Negeri Depok membeli komputerRp 11...
Contoh Formulir PPh Ps.22 Yg Harus Buat & Dilaporkan ke KPP                         DEPARTEMEN KEUANGAN R.I               ...
Lembar ke-1 unt uk : Kant or P elayanan P ajak                                                                            ...
Lembar ke-1 unt uk : Kant or P elayanan Pajak                                                                             ...
PEMOTONG PPh PASAL 23/26          al       as23 h P                        BENDAHARAWAN PEMERINTAH PUSAT PP               ...
PENGHASILANYANG DIKENAKAN PEMOTONGAN                 PPh PASAL 23 HADIAH DAN PENGHARGAAN SEHUBUNGAN DENGAN KEGIATAN SELAIN...
TIDAK DIKENAKANPEMOTONGAN PPh PASAL 23                WAJIB PAJAK                WAJIB PAJAK               ORANG PRIBADI /...
TIDAK DIKENAKAN               PEMOTONGAN PPh PASAL 23 A. PENGHASILAN YG DIBAYAR ATAU TERUTANG KPD BANK;A. PENGHASILAN YG D...
TARIF DAN DASAR PEMOTONGAN                  PPh PASAL 23  HADIAH DAN                                       SEWAPENGHARGAAN...
Objek Pemotongan PPh Pasal 23No                   Objek               Tarif      Dasar        Sifat   Batas waktu   Batas ...
PPh Pasal 23                 Objek Pemotongan PPh Pasal 23 …lanjutanNo                      Objek                     Tari...
PPh Pasal 23                Objek Pemotongan PPh Pasal 23                                                   …lanjutanN    ...
Objek Pemotongan PPh Pasal 23N                     Objek               Tarif      Dasar       Sifat   Batas waktu   Batas ...
TATA CARA PEMOTONGAN             PPh PASAL 23           DILAKUKAN PADA SAAT MEMBAYARKAN              PENGHASILAN OLEH BEND...
TATA CARA PENYETORAN          PPh PASAL 23     JUMLAHKAN PPh PSL 23/26 DALAM           BUKTI PEMOTONGAN       SELAMA SATU ...
TATA CARA PELAPORAN                    PPh PASAL 23             MENGISI DGN LENGKAP DAN BENAR             SPT MASA PPh PSL...
CONTOH PENGHITUNGAN                         PPh PASAL 23Drs. Slamet, Bendahara Madrasah Negeri Depok menggunakan jasapemel...
Lembar ke-1 untuk : Kantor Pelayanan Pajak                                                                                ...
Lembar ke-1 unt uk : Wajib P ajak                                                                                         ...
Lembar ke-1 untuk : Kantor Pelayanan P ajak                          .23                                                  ...
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Bendaharawan 2012
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bendaharawan 2012

1,060 views

Published on

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bendaharawan 2012

  1. 1. SELAMAT DATANG DI JAKARTA 1
  2. 2. 2 2
  3. 3. Collection loss Taxes Paid Voluntary Compliance 90 % 3
  4. 4. Compliance ModelCompliance Model – Eu.Comm – Eu.Comm 4
  5. 5. KETENTUAN PERPAJAKAN TERBARU BAGI BENDAHARAWAN /INSTANSI PEMERINTAH MULAI 2012 5
  6. 6. DASAR HUKUM KEWAJIBAN PEMOTONGAN/PEMUNGUTAN BENDAHARA • UU No.6 Tahun 1983 sttd UU No.28 Tahun 2007 UU • UU No.7 Tahun 1983 sttd UU No.36 Tahun 2008 UU No.8 Tahun 1983 sttd UU No.18 Tahun 2000 • PP No.80 Tahun 2007 (Peraturan Pelaksanaan KUP) PP • PP No.80 Tahun 2008 (PPh bagi yang keluar negeri) • PP No.71 Tahun 2008 (PPh atas Pengalihan Hak Tanah & Bang) PP No.51 Tahun 2009 (PPh atas Jasa Konstruksi) • PP No.19 Tahun 2009 (Deviden) • No.244/PMK.03/2008 (Jenis Jasa Lain Pasal 23)PERATURAN • No.250/PMK.03/2008 (Biaya Jabatan dan Pensiun) MENKEU • No.252/PMK.03/2008 (Petunjuk pelaks. Pemot.PPh Ps 21) • No.254/PMK.03/2008 (Penetapan Bag.Pengh.utk Peg.Harian) • No. 85/PMK.03/2012 (Penunjukan BUMN sbg Pemungut Pajak)PERATURAN Per-57/PJ/2009 Pedoman Teknis PPh Psl 21/26 DIRJEN Per-32/PJ/2009 Bentuk Formulir SPT Masa PPh Ps.21/26 6
  7. 7. APBN/APBD DIKELOLAH INSTANSI PEMERINTAH PUSAT/DAERAH LEMBAGA NEGARA MELALUI SUATU KEGIATAN BENDAHARA WAJIB MELAK.PEMOTONGAN DAN PEMOTONGAN PAJAK PUSATTERMASUK PENGERTIAN BENDAHARA Permendagri 55 Tahun 2009ADALAH PEMEGANG KAS DAN PEJABAT Permenkeu No.73 Tahun 2009LAIN YG MENJALANKAN FUNGSI YG SAMA Tentang Bendaharawan 7
  8. 8. Objek Pemotongan & Pemungutan yg Dilakukan Bendahara PPh Pasal 21 : Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan kepada org pribadi sehubungan dengan pekerjaan jabatan jasa & kegiatan PPh Pasal 4 ayat (2) : Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan jasa tertentu & sumber tertentu PPh Pasal 22 : Pemungutan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan dengan pembelian Barang PPh Pasal 23 : Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan berupa hadiah, bunga, deviden, sewa, royalty dan jasa-jasa selain Objek PPh Pasal 21 PPh Pasal 26 : Pembayaran atas penghasilan kepada Wajib Pajak Luar Negeri PPN dan PPnBM : Pemungutan atas pajak konsumsi yg dibayar sendiri sehubungan penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak Bea Materai : Pembayaran atas pemanfaatan dokumen2 tertentu 8
  9. 9. Bendahara sebagai Pemotong Pajak BENDAHARA/BUMN YG DITUNJUK BENDAHARA/BUMN YG DITUNJUK SEBAGAI PEMUNGUT/ PEMOTONG PAJAK SEBAGAI PEMUNGUT/ PEMOTONG PAJAK PEJABAT YG DITUNJUK PEJABAT YG DITUNJUK OLEH MENTERI/KETUA OLEH MENTERI/KETUA LEMBAGA SEBAGAI LEMBAGA SEBAGAI BENDAHARA/ BENDAHARA/ BENDAHARA PROYEK BENDAHARA PROYEK BENDAHARA/ BENDAHARA/ PEMEGANG KAS PEMEGANG KAS BUMN BUMN PEMERINTAH DAERAH PEMERINTAH DAERAH (Per 1 Juli 2012(Per 1 Juli 2012 9
  10. 10. Kewajiban Mendaftarkan Diri Pasal 2 ayat (1) UU KUP Bendahara Bendahara yang Mengelola APBN/APBD yang Mengelola APBN/APBD Wajib Wajib Mendaftarkan Diri Mendaftarkan Diri .0 00 7- 407 A SI 4 56. B EK 3. 07 00 .12 N-0 D R A S A HA NDBE Untuk Mendapatkan NPWP Untuk Mendapatkan NPWP 10
  11. 11. FUNGSI NPWP Kep. Dirjen No. KEP-161/PJ./2001 Fungsi NPWP adalah1. Sebagai tanda pengenal diri atau ientitas wajib pajak2. Menjaga ketertiban dl pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan3. Untuk keperluan yg berhubungan dg dokumen perpajakan, dimana semua dokumen perpajakan harus mencantumkan NPWP4. Untuk mendapatkan pelayanan dr instansi2 tertentu, ex. PIB, PEB, Kredit bank ,dll5. Untuk keperluan pelaporan SPT Masa dan Tahunan 11
  12. 12. Penghapusan NPWP Per. Dirjen No. PER-44/PJ./2008 PerubahanPerubahan Proyek Proyek OrganisasiOrganisasi Telah Selesai Telah Selesai Permohonan Tertulis/ Permohonan Tertulis/ Mengisi Formulir Mengisi Formulir KP.PDIP.4.1-00 KP.PDIP.4.1-00 KPP/KP2KP KPP/KP2KP NPWP Dihapuskan NPWP Dihapuskan Catatan : : Catatan Bila terjadi penggantian Pejabat Bendahara, NPWP Bila terjadi penggantian Pejabat Bendahara, NPWP tidak perlu diganti/ meminta NPWP baru, tetapi cukup tidak perlu diganti/ meminta NPWP baru, tetapi cukup dilaporkan secara tertulis kepada KPP/KP2KP dilaporkan secara tertulis kepada KPP/KP2KP 12
  13. 13. Jatuh Tempo Pembayaran dan Pelaporan Jenis Pembayaran Batas Pembayaran Batas Pelaporan (selambat2nya) (selambat2nya) PPh Pasal 21 Tanggal 10 bulan takwim 20 hari setelah masa pajak berikutnya setelah masa pajak berakhir berakhir PPh Pasal 23/26 Tanggal 10 bulan takwim 20 hari setelah masa pajak berikutnya setelah bulan saat berakhir terutang PPh Pasal 22, Disetor pd hr yg sama dg Hasil pemungutan dilaporkan Bendaharawan pelaksanaan pembyrn atas peny paling lambat 14 hari setelah brg yg dibiayai dari APBN/D masa pajak berakhir PPN/PPnBM oleh Tanggal 7 bulan takwim 14 hari setelah masa pajak Bendaharawan APBN/D berikutnya setelah masa pajak berakhir berakhir PPN, PPnBM oleh Pada hari yang sama disetor Akhir bulan berikutnya Pejabat Penandatangan melalui KPPN SPM PPN, PPnBM oleh Tgl 15 bl takwim berikutnya Akhir bulan berikutnya Pejabat Penandatangan SPM dan BUMN Apabila tgl jatuh tempo pembayaran atau penyetoran Dl hal j.t bertepatan hr libur, bertepatan dengan hari libur, pembayaran/penyetoran dpt lap dilakukan pd hr kerja dilakukan pd hr kerja berikutnya (PMK.184/PMK.03/2007) sebelum tgl jt 13 (Kep.220/PJ/2003)
  14. 14. Pengertian PPh PASAL 21/26 al as PAJAK PENGHASILAN SEHUBUNGAN DENGAN21 h P - Pekerjaan atau Jabatan PP - Jasa dan Kegiatan yang dilakukan WP Orang Pribadi PENGHASILAN BERUPA : GAJI, UPAH, HONORARIUM, TUNJANGAN, DAN PEMBAYARAN LAIN DGN NAMA DAN DALAM BENTUK APAPUN WP DN WP LN PPh PASAL 21 PPh PASAL 26 14
  15. 15. Bendahara Sebagai Pemotong PPh Pasal 21 Ps. 21 ayat (1) dan Ps. 26 ayat (1) UU PPh Bendahara Pemerintah Bendahara Pemerintah TERMASUK Bendahara:Bendahara:--Pemerintah Pusat Pemerintah Pusat--Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah--Instansi atau Lembaga Pemerintah Instansi atau Lembaga Pemerintah--Lembaga-lembaga Negara Lainnya, dan Lembaga-lembaga Negara Lainnya, dan--Kedutaan Besar RI di Luar Negeri Kedutaan Besar RI di Luar Negeri 15
  16. 16. PENERIMA & JENIS PENGHASILAN Penghasilan Yang Diterima PEJABAT SELAIN PEJABAT NEGARA/PNS/ NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI DAN POLRI/ ANGGOTA TNI DAN POLRI/ PENSIUNAN PENSIUNAN YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH Jenis PenghasilanPENGHASILAN TERATUR PENGHASILAN TIDAK TERATUR 16
  17. 17. TIDAK TERMASUK PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21 PENGHASILANPEMBAYARAN MANFAAT ATAU SANTUNAN ASURANSI DARI PERUSAHAANSEHUBUNGAN DGN ASURANSI KESEHATAN, ASURANSI KECELAKAAN,ASURANSI JIWA, ASURANSI DWIGUNA, DAN ASURANSI BEASISWAPENERIMAN DLM BENTUK NATURA DAN/ATAU /KENIKMATAN DLM BENTUKAPAPUN YG DIBERIKAN OLEH WAJIB PAJAK ATAU PEMERINTAH(Contoh PPh 21 yg ditanggung Pemberi Kerja atau yg ditanggung Pemerintah)IURAN PENSIUN YANG DIBAYARKAN KEPADA DANA PENSIUN YGPENDIRIANNYA TLH DISAHKAN MENKEU,IURAN TUNJANGAN HARI TUAATAU IURAN JAMINAN HARI TUA KEPADA BADAN PENYELENGGARATUNJANGAN HARI TUA/JAMSOSTEK YANG DIBAYAR OLEH PEMBERI KERJAZAKAT YG DITERIMA OLEH ORANG PRIBADI YG BERHAK DARI BADAN/LEMBAGA AMIL ZAKAT YG DIBENTUK ATAU DISAHKAN PEMERINTAH, ATAUSUMBANGAN KEAGAMAAN YG SIFATNYA WAJIB BAGI PEMELUK AGAMA YGDIAKUI DI INDONESIA YG DITERIMA OLEH ORANG PRIBADI YG BERHAK DARILEMBAGA KEAGAMAAN YG DIBENTUK ATAU DISAHKAN PEMERINTAHBEASISWA YG DITERIMA WNI DLM RANGKA MENGIKUTI PENDIDIKAN DI DLMNEGERI PADA TK PENDIDIKAN DASAR, MENENGAH & TINGGI DGN SYARATPEMBERI DGN PENERIMA BEASISWA TDK MEMPUNYAI HUB. ISTIMEWA 17
  18. 18. PENGHASILAN YANG DITERIMA PEJABAT NEGARA/PNS/ANGGOTA TNI & POLRI/PENSIUNAN Penghasilan Yang Diterima PEJABAT ANGGOTA PNS PENSIUNAN*) NEGARA TNI & POLRI YANG DIBEBANKAN KEPADA KEUANGAN NEGARA/DAERAH PENGHASILAN TERATUR PENGHASILAN TIDAK TERATUR HONORARIUM, UANG SIDANG, UANG HADIR, GAJI, GAJI KEHORMATAN, UANG PENSIUN, UANG LEMBUR, IMBALAN PRESTASI KERJA, DAN TUNJANGAN LAINNYA DAN IMBALAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN PPh Ps. 21 DITANGGUNG PEMERINTAH DIPOTONG PPh Ps.21*) TERMASUK JANDA/DUDA, DAN / ATAU ANAK- ANAKNYA 18
  19. 19. Penghitungan PPh Pasal 21 Mulai 1 Januari 2009 PENGHASILAN TERATUR DARI APBN/APBD PENGHASILAN TIDAK TERATUR PENGHASILAN BRUTO PENGHASILAN BRUTO HONORARIUM DAN IMBALAN LAIN DGN NAMA APAPUN - GAJI KEHORMATAN - UANG PENSIUN YANG DTERIMA PEJABAT - GAJI - TUNJANGAN YG TERKAIT NEGARA, PNS, ANGGOTA - TUNJANGAN YG TERKAIT TNI/POLRI DIKURANGI: DIBEBANKAN KPD - BIAYA JABATAN, 5% DARI KEUANGAN NEGARA/ PENGH. BRUTO MAKS DIKURANGI: DAERAH Rp 6.000.000,-/ THN ATAU BIAYA PENSIUN, 5% DARI PENGH. Rp 500.000,-/BLN BRUTO (UANG PENSIUN) N - IURAN YG TERIKAT DGN MAKS Rp 2.400.000,00/THN ATAU A LK PENGH. TETAP Rp 200.000,00 U S IU D PTKP DIKURANGI PENGHASILAN DIPOTONG PPh Ps. 21 : NETO 15% DARI PENGH. BRUTO (FINAL)PENGHASILAN KENA PAJAK TARIF PS.17 UU PPh PAJAK TERUTANG KECUALI DIBAYARKAN KEPADA: DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH • PNS GOL. II/d KE BAWAH • PEMBANTU LETNAN SATU KE JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA BAWAH TARIFNYA 20% LEBIH TINGGI 19
  20. 20. PTKP=PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK PTKP BARU Mulai 1-1-2009 SETAHUN SEBULAN (Rp) (Rp) UNTUK DIRI PEGAWAI (TK/-) 15.840.000,- 1.320.000,- UNTUK DIRI PEGAWAI YG 17.160.000,- 1.430.000,- KAWIN/NIKAH (K/-) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & 18.480.000,- 1.540.000,- MEMILIKI 1 TANGGUNGAN (K/1) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & 19.800.000,- 1.650.000,- MEMILIKI 2 TANGGUNGAN (K/2) UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & 21.120.000,- 1.760.000,- MEMILIKI 3 TANGGUNGAN (K/3)PTKP MAKSIMAL 3 TANGGUNGAN•PTKP DITENTUKAN BERDASARKAN KEADAAN PADA AWAL TAHUN KALENDER,•PTKP BAGI PEGAWAI YG BARU DATANG DAN MENETAP DI INDONESIA DLMBAGIANTAHUN KALENDER YG NYA DITENTUKAN BERDASARKAN KEADAAN PADAAWAL BULAN DARI BAGIAN TAHUN KALENDER YBS 20
  21. 21. BESARNYA PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP) Tahun 20 13 PMK-162/PMK.011/2012 PTKP BARU Mulai 1-1-2013 SETAHUN SEBULAN (Rp) (Rp)UNTUK DIRI PEGAWAI (TK/-) 24.300.000,- 2.025.000,-UNTUK DIRI PEGAWAI YG 26.325.000,- 2.193.750,-KAWIN/NIKAH (K/-)UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & 28.350.000,- 2.362.500,-MEMILIKI 1 TANGGUNGAN (K/1)UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & 30.375.000,- 2.531.250,-MEMILIKI 2 TANGGUNGAN (K/2)UNTUK PEGAWAI YG KAWIN & 32.400.000,- 2.700.000,-MEMILIKI 3 TANGGUNGAN (K/3)
  22. 22. PTKP UTK KARYAWATI STATUS KAWIN SUAMI STATUS KAWIN STATUS TDKSTATUS KAWIN TDK MENERIMA/ KAWIN MEMPEROLEH PENGHASILAN - UTK DIRI SENDIRI - UTK DIRI SENDIRI HANYA UTK DIRI SEBAGAI WPHANYA UTK DIRI SEBAGAI WP SENDIRI - STATUS KAWIN SENDIRI - TANGGUNGAN - TANGGUNGAN MAKS 3 ORANG MAKS 3 ORANG SYARAT: SYARAT: MENUNJUKKAN KET. TERTULIS DARI MENUNJUKKAN KET. TERTULIS DARI PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT PEMERINTAH DAERAH SETEMPAT SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN SERENDAH-RENDAHNYA KECAMATAN BAHWA SUAMI TIDAK MENERIMA/ BAHWA SUAMI TIDAK MENERIMA/ MEMPEROLEH PENGHASILAN MEMPEROLEH PENGHASILAN 22
  23. 23. 9. TARIF UNTUK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI Pasal 17 ayat (1) a UU No.36/2008 ( UU PPh)KETENTUAN BARU (Mulai tahun pajak 2009):NO Lapisan Penghasilan Tarif 1. S.d. Rp 50.000.000,- 5% 2. Di atas Rp50.000.000,- s.d. Rp 250.000.000 15% 3. Di atas Rp250.000.000,- s.d.Rp500.000.000,- 25% 4. Di atas Rp500.000.000,- 30% 23
  24. 24. Penghitungan PPh Pasal 21 Tiap Masa/Bulan PERKIRAAN ATAS PENGHASILAN YG BERSIFAT TERATUR DALAM Contoh untuk Gaji + Tunjangan 1 BULAN (Contoh Bulan Januari) Bulan Januari - GAJI KEHORMATAN - UANG PENSIUN - GAJI - TUNJANGAN YG TERKAIT Rp3.500.000,- - TUNJANGAN YG TERKAIT DIKALI 12 Rp3.500.000 x 12 = Rp42.000.000,-DIKURANGI: DIKURANGI: -(5%xRp42.000.000)+Rp600.000)- BIAYA JABATAN, 5% DARI PENGH. BRUTO BIAYA PENSIUN, 5% DARI MAKS Rp 6.000.000,-/THN PENGH.BRUTO (UANG PENSIUN) - (Rp2.100.000+Rp600.000) ATAU Rp 500.000,-/BLN MAKS Rp 2.400.000,00/THN ATAU - Rp2.700.000- IURAN YG TERIKAT DGN PENGH.TETAP Rp 200.000,00 PENGHASILAN NETO Rp39.300.000,- DIKURANGI - Rp15.840.000 PTKP Rp23.460.000 PENGHASILAN KENA PAJAK Rp23.460.000 X 5%=Rp1.173.000 X TARIF PS.17 UU PPh 12 12 12 24 Rp97.750 = PPh bln Januari
  25. 25. Penghitungan PPh Pasal 21 Masa Pajak Terakhir PPh Pasal 21 PPh Pasal 21 terutang atas Yg telah dipotong PPh Pasal 21 seluruh Penghasilan pada masa-masa Kena Pajak selama 1 sebelumnya Masa Pajak Tahun atau bagian dalam tahun pajak Terakhir tahun pajak ybsContoh (dari jumlah penghasilan Jan s.d Novem. yg sama dan kenaikan penghasilan terjadi pada bulan Desem.sebesar Rp1.500.000 shgg menjadi Rp5.000.000) (Rp3.500.000 x 11 + Rp5.000.000) – [(5%x (Rp3.500.000 x 11 + Rp5.000.000)+Rp600.000] – Rp15.840.000 = Rp43.500.000 – (Rp2.175.000 +Rp600.000 +Rp15.840.000)= Rp43.500.000 – Rp18.615.000 =Rp24.885.000 Rp 1.075.250 Rp169.000 X 5% = Rp24.885.000 = Rp1.244.250 25
  26. 26. Penghitungan PPh Pasal 21 Atas Penghasilan yg Bersifat tidak teratur PPh Pasal 21 Terutang atas PPh Pasal 21 seluruh Penghasilan Yg terutang atas PPh Pasal 21 atas jumlah yg penghasilan teratur x 12 Masa Pajak teratur x 12 + jumlah penghasilan tdk Terakhir teraturContoh (ada penambahan kenaikan penghasilan yg terjadi pada bulan Desem.sebesarRp1.500.000 yg merupakan penghasilan yg bersifat tdk teratur yaitu THR (bukan PNS) (Rp3.500.000 x 12 + Rp1.500.000) – [(5%x (Rp3.500.000 x 12 + Rp1.500.000)+Rp600.000] – Rp15.840.000 = Rp43.500.000 – (Rp2.175.000 +Rp600.000 +Rp15.840.000)= Rp43.500.000 – Rp18.615.000 Rp 1.173.000* Rp169.000 =Rp24.885.000 X 5% = Rp24.885.000 = *lihat contoh penghit.tiap Rp1.244.250 masa (teratur) hl.20 26
  27. 27. DASAR PENGHITUNGAN PPh Ps. 21 KEWAJIBAN PAJAK SUBJEKTIF PEGAWAI TETAP WP DALAM NEGERI SEJAK AWAL SETELAHPERMULAAN TAHUN TAHUN PAJAKMULAI BEKERJA SETELAH BULAN JANUARI MULAI BEKERJA TERMASUK PEGAWAI YG DALAM TAHUN SEBELUMNYA BEKERJA PADA PEMBERI KERJA LAINNYA BERJALANJUMLAH PENGHASILAN YG SEBENARNYA DITERIMA/DIPEROLEH PENGHASILAN KENA PAJAK DALAM TAHUN PAJAK/BAGIAN TAHUN TAKWIM YG DISETAHUNKAN CONTOH : TIDAK SI A KERJA MULAI BLN JULI CONTOH : SI BUSH MULAI BLN JULI DGN PENGHSLDISETAHUNKAN DGN PENGHASILAN TIAP BLN Rp 10 JT Rp 10 JT TIAP BLN, MAKA PENGHIT.PPh MAKA PENGHITUNG PPh PSL 21 PSL 21 :(Rp 10 jt-[(BIAYA JAB.PERBLN ADALAH (Rp 10 JT – [(BIAYA JAB.PERBLN +IURAN PENSIUN PERBLN)] x 12)-PTK X +IURAN PENS/BLN)] X 6 BLN) - PTKP TARIF PSL 17 : 6 BLN X TARIF PSL 17 ATAU : 6 BLN 27
  28. 28. Atas Penghasilan Yang Tidak Teratur yg Dibayarkan Kepada Pejabat Negara, PNS, Anggota ABRI dan Para Pensiunan BERUPA : HONORARIUM, UANG SIDANG, UANG LEMBUR, IMBALAN PRESTASI KERJA, IMBALAN LAIN DGN NAMA APAPUN TIDAK DIBEBANKAN KPD KEUANGAN NEGARA/DAERAHJIKA WP TDK MEMILIKI NPWP TARIF MAKATARIFNYA 20% LEBIH TINGGI Ps. 17 UU PPh 28
  29. 29. PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PENERIMA PENGHASILAN SELAIN PEJABAT NEGARA, PNS, ANGGOTA TNI DAN PARA PENSIUNAN YG DIBEBANKAN KEPADA APBN/APBD Penghasilan teratur dan tidak teraturUPAH HARIAN HONORARIUM, UANG SAKU, HADIAH, PENGHARGAAN, KOMISI,UPAH MINGGUAN FEE, DAN PEMBAYARANUPAH SATUAN LAIN SBG IMBALAN SEHUBUNGANUANG SAKU HARIAN DGN PEKERJAAN, JASA, DANUPAH BORONGAN KEGIATAN DIPOTONG PPh Psl 21/26 DARI PENGHASILAN BRUTO 29
  30. 30. Penghitungan PPh Pasal 21 Tdk termasuk ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN, Honorarium atau MINGGUAN, SATUAN, BORONGAN, DAN Komisi yg diterima Penjaja barang & UANG SAKU HARIAN Petugas dinas luar DIBAYAR HARIAN TIDAK LEBIH DARI LEBIH DARI Rp 150.000,- Rp 150.000,- DIKURANGI Rp 150.000,- TIDAK DIPOTONG DIPOTONG PPh PPh Ps.21 TARIF 5% PADA SAAT TELAH MELEBIHI Rp 1.320.000 DALAM SATU BULAN KALENDER JIKA PENGHASILAN JIKA WP TARIF 5% KUMULATIF DLM TDK DIKURANGI 1 BLN < Rp 6.000.000 MEMILIKIPTKP HARIAN SEBENARNYA + PKP NPWP JIKA PENGHASILAN MAKA Iuran Jaminan Hari Tua/ TARIF Psl 17 KUMULATIF DLM TARIFNYA Iuran Tunjangan Hari Tua 1 BLN > Rp 6.000.000 20% LEBIH yg dibayarkan ke Jamsostek, TINGGI bila diwajibkan DIPERHITUNGKAN PPh Ps.21 30 YANG TELAH DIPOTONG
  31. 31. TARIF PPh PASAL 21 YANG BERSIFAT FINAL (Berdasarkan PP No. 80 Tahun 2010) GOLONGAN TARIF LAMA TARIF BARUPNS Golongan I, dan Golongan II, AnggotaTNI dan Anggota POLRI Golongan Pangkat 0% 0%Tamtama dan Bintara, dan Pensiunannya;PNS Golongan III, Anggota TNI danAnggota POLRI Golongan Pangkat Perwira 15% 5%Pertama, dan Pensiunannya;Pejabat Negara, PNS Golongan IV, AnggotaTNI dan Anggota POLRI Golongan Pangkat 15% 15%Perwira Menengah dan Perwira Tinggi,dan Pensiunannya.BERLAKU MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2011Aturan Pelaksanaannya: PMK 262/PMK.03/2010 31
  32. 32. Penghitungan PPh Pasal 21 ATAS PENGHASILAN BERUPA UPAH HARIAN, MINGGUAN, SATUAN, BORONGAN, DAN UANG SAKU HARIAN DIBAYAR BULANAN DIKURANGI PTKP SEBULAN PKP SEBULANJIKA WP TDK MEMILIKI NPWP PKP DISETAHUNKAN MAKA XTARIFNYA 20% LEBIH TINGGI TARIF PPh Ps.17 PPh SETAHUN PPh SEBULAN 32
  33. 33. Jenis – Jenis Pajak Bagi PPh 21 / 26 Bendaharawan Pegawai Tidak Tetap Sehari Sebulan Dibayar Keterangan > 150.000 > 1.320.000 Bulanan Tidak Tidak Tidak No PPh Tidak Tidak Ya PTKP Real Ya Tidak - Sehari : 5% x (bruto – 150.000) - Ya - PTKP = PTKP / 360 Pegawai Tidak Tetap Tidak Mendapat Pengurangan Biaya JabatanPMK 252/PMK.03/2008PMK 254/PMK.03/2008 Tenaga ahli (Dokter, Pengacara, Akuntan, Arsitek, Konsultan, Notaris, Penilai dan Aktuari ) = 50% x Penghasilan Bruto x Tarif Pasal 17 Per-31/PJ/2009 (kumulatif satu tahun) Per-47/PJ/2009 Per-32/PJ/2009 Honorarium untuk setiap kegiatan PNS (diatas IId) dikenakan PPh 21 15% dan bersifat Final 33
  34. 34. PENGHASILAN BRUTO HONORARIUM, UANG SAKU, HADIAH DANPENGHARGAAN DGN NAMA APAPUN, KOMISI, FEE, DAN PEMBAYARAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN SEBAGAI IMBALAN ATAS JASA DAN KEGIATAN KEPADA- SENIMAN, OLAHRAGAWAN; - DISTRIBUTOR PERUSAHAAN- PENASEHAT, PENGAJAR, PELATIH, PENCERAMAH, MULTILEVEL MARKETING ATAU PENYULUH & MODERATOR, DIRECT SELLING- PENGARANG PENELITI, DAN PENERJEMAH; - PETUGAS DINAS LUAR ASURANSI- PEMBERI JASA DLM SEGALA BDG TERMASUK TEKNIK, YG TDK BERSTATUS SBG PEGAWAI; KOMPUTER DAN SISTEM APLIKASINYA, TELEKOMUNIKASI, - PENJAJA BARANG DAGANGAN YG ELEKTRONIKA, FOTOGRAPHI, EKONOMI DAN SOSIAL TDK BERSTATUS PEGAWAI;- AGEN IKLAN; DAN/ATAU- PENGAWAS, PENGELOLA PROYEK; - PENERIMA PENGHASILAN BUKAN- PESERTA PERLOMBAAN, PESERTA RAPAT, KONFERENSI, PEGAWAI LAINNYA YG MENERIMA PERTEMUAN ATAU KUNJUNGAN KERJA, PESERTA ATAU PENGHASILAN DARI PEMOTONG ANGGOTA PANITIA, PESERTA PENDIDIKAN, PELATIHAN PPh PASAL 21 SECARA & MAGANG DLL; BERKESINAMBUNGAN.- PEMBAWA PESANAN/PENEMU LANGGANAN/PERANTARA JIKA MEMILIKI NPWP DIKURANGI DIPOTONG PPh Ps.21 DENGAN JIKA WP TDK MEMILIKI TARIF Ps. 17 DARI JUMLAH BRUTO PTKP NPWP MAKA (dikurangi PTKP), jika: TARIFNYA 20% LEBIH 1.Mempunyai NPWP 34 TINGGI Tarif PPh Ps.17(kumulatif 1 tahun) 2. Tidak memperoleh Ph Lain
  35. 35. PENGHASILAN BRUTO KOMISI, FEE, DAN PEMBAYARAN LAIN DENGAN NAMA APAPUN SEBAGAI IMBALAN ATAS JASA DAN KEGIATAN KEPADA - TENAGA AHLI (PENGACARA, AKUNTAN, ARSITEK, DOKTER, KONSULTAN, NOTARIS,PENILAI DAN AKTUARIS) DIKURANGI 50 %JIKA WP TDK MEMILIKI NPWP MAKA DIPOTONG PPh Ps.21 DENGAN TARIFNYA 20% LEBIH TARIF Ps. 17 (kumulatif 1 tahun) TINGGI 35
  36. 36. KEWAJIBAN BENDAHARA PEMOTONG PPh PASAL 21MENDAFTARKAN DIRI UNTUK MENDAPATKAN NPWPMENGHITUNG, MEMOTONG, MENYETOR DAN MELAPOR PPh YANG TERUTANGSETIAP BULAN KALENDER TERMASUK LAPORAN PENGHITUNGAN PPh YG NIHILMEMBUAT CATATAN ATAU KERTAS KERJA PERHITUNGAN PPh PSL 21 UTK MASING2PENERIMA PENGHASILAN, YG MENJADI DASAR PELAPORAN PPh PSL 21 DAN/ATAUPPh PSL 26 YG TERUTANG UTK SETIAPMASA PAJAK DAN WAJIB MENYIMPANCATATAN ATAU KERTAS KERJA PERHITUNGAN TSBDALAM HAL TERJADI KELEBIHAN PENYETORAN PPh PSL 21 DAN/PPh PAL 26 YGTERUTANG PADA SUATU BULAN,KELEBIHAN TSB DAPAT DIPERHITUNGKAN DGNPPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PASAL 26 YG TERUTANG PADA BLN BERIKUTNYAMELALUI SPT MASA PPh PSL 21 DAN/ATAU PPh PSL 26MEMBUAT & MEMBERIKAN BUKTI PEMOTONGAN PADA SAAT DILAKUKANPEMOTONGAN PAJAKMENGAMBIL SENDIRI FORMULIR YG SUDAH DITETAPKAN DALAM PERDIRJEN PAJAK 36
  37. 37. KEWAJIBAN PENERIMA PENGHASILAN YANG DIPOTONG PPh PASAL 21MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISI JUMLAH TANGGUNGANKELUARGA PADA AWAL TAHUN KALENDER ATAU PADA SAAT MULAIMENJADI SUBJEK PAJAK DLM NEGERI SBG DASAR PENENTU PTKP PADASAAT MULAI BEKERJA ATAU MULAI PENSIUNAPABILA TERJADI PERUBAHAN TANGGUNGAN KELUARGA,PENERIMA PENGHASILAN MEMBUAT SURAT PERNYATAAN YG BERISIJUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA YG BARU DAN MENYERAHKANNYAKE PEMOTONG PPh PSL 21 DAN/PPh PSL 26 PALING LAMA SEBELUMULAI TAHUN KALENDER BERIKUTNYA 37
  38. 38. TATA CARA PENYETORAN PPh PASAL 21 TDK DITANGGUNG DITANGGUNG PEMERINTAH PEMERINTAHDGN SSP KE : TDK ADA- BANK PERSEPSI, ATAU PENYETORAN- KANTOR POS GIRO BILA JATUH PD PALING LAMBAT HARI LIBUR PENYETORANTGL 10 BLN BERIKUTNYA PADA HARI KERJA BERIKUTNYA 38
  39. 39. TATA CARA PELAPORAN PPh PASAL 21 TDK DITANGGUNGDITANGGUNG PEMERINTAHPEMERINTAHDGN SPT MASA PPh MELAPORKAN PASAL 21 PENGHITUNGAN KE KPP/KAPENPA PPh PSL 21 DLM DAFTAR GAJIPLG LAMBAT TGL 20 BULAN TAKWIM BERIKUTNYA KPPN JIKA JATUH PD PD HARI KERJA HARI LIBUR BERIKUTNYA 39
  40. 40. CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 21Drs. Slamet Taramandi (bukan PNS), menerima honorarium sebesarRp 1.000.000,-Penghitungan PPh Pasal 21Rp 1.000.000,- x 5% = Rp 50.000,-Mengingat yg menerima bukan PNS , maka tarif yg digunakan untukpemotongan PPh Pasal 21 adalah tarif Pasal 17 UU PPhJika Drs Slamet tidak punya NPWPRp 1.000.000,- x 5% x 120% = Rp 60.000,- 40
  41. 41. BENDAHARAWAN SEBAGAI PEMUNGUT PPh PASAL 22 l sa Pa22 h PP  DITJEN ANGGARAN  BENDAHARAWAN PEMERINTAH PUSAT/DAERAH  BENDAHARAWAN BEA & CUKAI YG MELAKUKAN PEMBAYARAN ATAS PEMBELIAN BARANG TIDAK PERLU DITUNJUK SECARA KHUSUS 41
  42. 42. PPh PASAL 22 DIPUNGUTBERKENAAN DENGAN PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG OLEH WAJIB PAJAK (REKANAN) 42
  43. 43. DIKECUALIKAN DARI PEMUNGUTAN PPh PSL 22 PMK-154/PMK.03/2010)PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG YANGJUMLAHNYA PALING BANYAK Rp.2.000.000,- DANTIDAK MERUPAKAN PEMBAYARAN YANG TERPECAH-PECAH DILAKUKAN OTOMATIS TANPA SKBPEMBAYARAN UNTUK PEMBELIAN BAHAN BAKARMINYAK, LISTRIK, GAS, AIR MINUM / PDAM, DANBENDA BENDA POS DILAKUKAN OTOMATIS TANPASKBPembayaran untuk pembelian barang sehubungandengan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS) 43
  44. 44. BATASAN JUMLAH PEMBAYARAN YANG DIKENAKAN PPh PASAL 22 (BERDASARKAN PMK NOMOR : 154/PMK.03/2010) KETENTUAN KETENTUAN OBYEK PPh PASAL 22 LAMA BARU Jumlah pembayaran tidak merupakan pembayaran yang 1.000.000 2.000.000 terpecah-pecah;BERLAKU MULAI TANGGAL 31 AGUSTUS 2010 44
  45. 45. SAAT PEMUNGUTANPADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN ATAS PENYERAHAN BARANG OLEH REKANAN TARIF 1,5% DARI HARGA/NILAI PEMBELIAN BARANG JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI 45
  46. 46. BUKTI PEMUNGUTAN SSP KP.PDIP 5.1.98LEMBAR KE-1 WAJIB PAJAK REKANANLEMBAR KE-2 KPP MELALUI KPPNLEMBAR KE-3 KPP SBG LAMPIRAN SPT MASA BENDAHARAWAN KANTOR PENERIMA PEMBAYARANLEMBAR KE-4 (BANK PERSEPSI/KANTOR POS DAN GIRO)LEMBAR KE-5 PEMUNGUT PPh PSL 22 46
  47. 47. TATA CARA PEMUNGUTAN DAN PENYETORAN PPh PASAL 22DIPUNGUT PADA SETIAP PELAKSANAAN PEMBAYARAN DISETOR PADA HARI YANG SAMA KE BANK PERSEPSI/KANTOR POS DAN GIRO SSP DIISI OLEH DAN ATAS NAMA REKANAN DITANDATANGANI OLEH BENDAHARAWAN 47
  48. 48. TATA CARA PELAPORAN PELAPORAN PPh PASAL 22 SPT MASA F.1.1.32.02 KE KPP/KAPENPA SELAMBAT-LAMBATNYA 14 HARI SETELAH BULAN TAKWIM BERAKHIRJIKA JATUH PADA HARI LIBURPADA HARI KERJA BERIKUTNYA 48
  49. 49. CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 22Drs. Slamet, Bendahara Madrasah Negeri Depok membeli komputerRp 11.000.000, (harga yg tertulis di kuitansi) -.Penghitungan PPh Pasal 22Harga yg tertulis di kuitansi adalah nilai barang termasuk PPN, makaRp 11.000.000,- x 100/110 x 1,5% = Rp 150.000,-*Utk mencari harga barang tanpa PPN maka nilai tertera dikuitansi tsb dikalikan 100/110Apabila rekana tidak memiliki NPWP makaPPh pasal 22 terutang :Rp 11.000.000,- x 100/110 x 1,5% x 200% =Rp300.000,- 49
  50. 50. Contoh Formulir PPh Ps.22 Yg Harus Buat & Dilaporkan ke KPP DEPARTEMEN KEUANGAN R.I DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SURAT SETORAN PAJAK LEMBAR 3 KANTOR PELAYANAN PAJAK (SSP) Untuk dilaporkan Oleh WP ke KPP NPWP : 0 3 - 4 5 6 - 7 8 9 - 0 - 0 0 9 - 0 0 0 Diisi sesuai dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimiliki NAMA WP : PT Persangingan Sangat Tidak Sehat Sekali ALAMAT WP : Jl.H.Juhri, Jakarta MAP/Kode Jenis Pajak Kode Jenis Setoran Uraian Pembayaran 4 1 1 1 2 2 9 0 0 PPh Pasal 22 atas Pengadaan Alat Pengolahan Data Masa Pajak Tahun Jan Feb Mar Apr Me i Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des 2 0 0 8 Diisi tahun terutangnya pajak Beri tanda silang pada salah satu k olom bulan untuk masa yang berkenan Nomor Kete tapan : / / / / Diisi sesuai Nomor Ketetapan : STP, SKPKB, SKPKBT Jumlah Pe mbayaran Terbilang : lima belas juta rupiah Diisi dengan rupiah penuh Rp 15.000.000,- Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran Wajib Pajak/Pe nye tor Tanggal …………………….. Jakarta , tgl 10-Sep-08 Cap dan tanda tangan Cap dan tanda tangan TTD & CAP KANTOR Nama Jelas : …………………………………. Nama Jelas : Stefano Bambang Yudono Ruang Validasi Kantor Pe ne rima Pe mbayaran Diisi sesuai buk u petunjuk pengisian F.2.0.32.01 50
  51. 51. Lembar ke-1 unt uk : Kant or P elayanan P ajak Lembar ke-2 unt uk : P emungut Pajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DAFTAR BUKTI PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 22 MASA :Se pte mber s /d Se pte mbe r TAHUN : 2008 (1) Jumlah Obyek PPh Pas al 22 Bukti Pe mungutanNo NPWP / Alamat WP Nama Wajib Pajak PPh Pas al 22 yang dipungut Nomor Tanggal (Rp) (Rp)(1) (2) (2) (4) (5) (6) (7) 1 05.678.901.2.009.000 …./,… PT Persanginagn ….. 01… ….. 1.000.000.000 15.000.000 2 3 4 5 6 7dst. J UM LAH 15.000.000 Jakarta, 2 Oktober 2008 (2) Pe mungut Pajak (3) N P WP : 0 0 - 1 2 3 - 4 5 6 - 7 - 8 9 0 - 0 0 7 N ama : bendahara KPPU Jakarta Tanda tangan, nama dan cap TTD & CAP KANTOR Stefano BY NIP. .xxxxxxxxxxxx .D.1.1.32.04 51
  52. 52. Lembar ke-1 unt uk : Kant or P elayanan Pajak Lembar ke-2 unt uk : Pemungut P ajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak ……………………………………….. (1) di ……………………………………….. SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA PAJAK PENGHASILAN PASAL 22A. Identitas Pemungut Pajak : NPWP : 0 0 - 1 2 3 - 4 5 6 - 7 - 8 9 0 - 0 0 0 (2) N a ma : bendahara KPPU Al amat : JL>>>>>>>B. Pajak Penghasilan Pasal 22 yang telah dipungut untuk masa pajak September (3) tahun 2008 (4) dan telah disetor tanggal 10-09-2008 (5) adalah sebagai berikut: Nilai Obyek Pajak Tarif PPh yang dipungut UR A IA N MAP/KJS (Rp) (% ) (Rp) (1) (2) (3) (4) (5)1. Badan Usaha Industri/Eksportir 411122/100 …………………………… ……… ……………………………2. Usaha Industri Rokok 411122/402 …………………………… ……… ……………………………3. Pembelian Barang Oleh Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk 411122/900 1.000.000.000 1,5% 15,000,0004. Nilai Impor Bank Devisa/Ditjen Bea dan Cukai*) a. API 411123/100 …………………………… ……… …………………………… b. Non API 411123/100 …………………………… ……… ……………………………5. Hasil Lelang (Ditjen Bea dan Cukai) 411122/100 …………………………… ……… ……………………………6. Penjualan Migas Oleh Pertamina / Badan Usaha Selain Pertamina a. SPBU/Agen/Penyalur (Final) 411122/401 …………………………… …………………………… b. Pihak lain (Tidak Final) 411122/401 …………………………… …………………………… J UMLA H 15,000,000Terbilang (6) lima belas juta rupiah*) Coret yang tidak perluC. Lampiran : (7) ( X ) Daftar Surat Setoran Pajak PPh Pasal 22 (Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan Pertamina/Badan Usaha Selain Pertamina), ( ) Surat Setoran Pajak (SSP) dan /atau Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak Dalam Rangka Impor (SSPCP) yang disetor oleh Importir atau Pembeli Barang sebanyak………. lembar, (Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu Yang Ditunjuk dan Pertamina/Badan Usaha Selain Pertamina), ( ) Surat Setoran Pajak (SSP) dan /atau Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Has il Tembakau Buatan Dalam Negeri (SSCP) yang disetor oleh Pemungut Pajak sebanyak………. lembar, (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai), ( ) Surat Kuasa Khusus, ( ) Daftar Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dan /atau Bukti Pembayaran Pabean, Cukai dan Pajak Dalam Rangka Impor (BPPCP) (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Importir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai), ( ) Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dan /atau Bukti Pembayaran Pabean, Cukai dan Pajak Dalam Rangka Impor (BPPCP), (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu dan Ditjen Bea dan Cukai) ( ) Dalam hal ada penjualan retur agar dilengkapi dengan lampiran rincian penjualan dan retur penjualan, ( ) Risalah Lelang, dalam hal pelaks anaan lelang.D. Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa pemberitahuan di atas adalah benar, lengkap dan tidak bersyarat. Jakarta., 2 Oktober 20080… (8) Pemungut Pajak / Kuasa (9) Tanda tangan, nama dan cap Stefano Bambang Yudonoi (10) 52
  53. 53. PEMOTONG PPh PASAL 23/26 al as23 h P BENDAHARAWAN PEMERINTAH PUSAT PP BENDAHARAWAN PEMERINTAH DAERAH Perkiraan Penghasilan Netto : PMK 244/PMK.03/2008 tentang Jenis Jasa Lain dan Perkiraan Penghasilan Netto YANG MELAKUKAN PEMBAYARAN ATAS OBJEK PPh Pasal 23 53
  54. 54. PENGHASILANYANG DIKENAKAN PEMOTONGAN PPh PASAL 23 HADIAH DAN PENGHARGAAN SEHUBUNGAN DENGAN KEGIATAN SELAIN YANG TELAH DIPOTONG PPh. 21 SEWA DAN PENGHASILAN LAIN SEHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN HARTA IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN: • JASA TEKNIK; • JASA MANAJEMEN; • JASA KONSULTAN HUKUM, • JASA KONSULTAN PAJAK, • JASA LAIN SELAIN JASA YG TELAH DIPOTONG PPh PSL 21 YANG BERASAL DARI MODAL : • DEVIDEN • BUNGA • ROYALTI 54
  55. 55. TIDAK DIKENAKANPEMOTONGAN PPh PASAL 23 WAJIB PAJAK WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI / / ORANG PRIBADI BADAN BADAN YG DAPAT MENUNJUKKANYG DAPAT MENUNJUKKAN YG MELAKSANAKAN YG MELAKSANAKAN SKB PEMOTONGAN SKB PEMOTONGAN PROYEK PEMERINTAH YG PROYEK PEMERINTAH YG PPh PASAL 23/26 PPh PASAL 23/26 DIDANAI HIBAH ATAU DIDANAI HIBAH ATAU PINJAMAN LN PINJAMAN LN 55
  56. 56. TIDAK DIKENAKAN PEMOTONGAN PPh PASAL 23 A. PENGHASILAN YG DIBAYAR ATAU TERUTANG KPD BANK;A. PENGHASILAN YG DIBAYAR ATAU TERUTANG KPD BANK; B. SEWA YG DIBAYARKAN ATAU TERUTANG SEHUBUNGAN DGN SEWA GUNAB. SEWA YG DIBAYARKAN ATAU TERUTANG SEHUBUNGAN DGN SEWA GUNA USAHA DENGAN HAK OPSI; USAHA DENGAN HAK OPSI; C. DEVIDEN ATAU BAGIAN LABA YG DITERIMA ATAU DIPEROLEH PERSEROANC. DEVIDEN ATAU BAGIAN LABA YG DITERIMA ATAU DIPEROLEH PERSEROAN TERBATAS SEBAGAI WP DALAM NEGERI,KOPERASI, BUMN/D, DARI TERBATAS SEBAGAI WP DALAM NEGERI,KOPERASI, BUMN/D, DARI PENYERTAAN MODAL PADA BADAN USAHA YANG DIDIRIKAN DAN PENYERTAAN MODAL PADA BADAN USAHA YANG DIDIRIKAN DAN BERTEMPAT KEDUDUKAN DI INDONESIA DGN SYARAT : :1) DIVIDEN BERASAL BERTEMPAT KEDUDUKAN DI INDONESIA DGN SYARAT 1) DIVIDEN BERASAL DARI CADANGAN LABA YG DITAHAN DAN 2) BAGI PERSEROAN TERBATAS, DARI CADANGAN LABA YG DITAHAN DAN 2) BAGI PERSEROAN TERBATAS, BUMN/BUMDYG MENERIMA DIVIDEN, KEPEMILIKAN SAHAM PADA BADAN YG BUMN/BUMDYG MENERIMA DIVIDEN, KEPEMILIKAN SAHAM PADA BADAN YG MEMBERIKAN DIVIDEN PALING RENDAH 25 PERSEN DARI JML MODAL YG MEMBERIKAN DIVIDEN PALING RENDAH 25 PERSEN DARI JML MODAL YG DISETOR; DISETOR; D. BAGIAN LABA YG DITERIMA ATAU DIPEROLEH ANGGOTA DARI PERSEROAND. BAGIAN LABA YG DITERIMA ATAU DIPEROLEH ANGGOTA DARI PERSEROAN KOMANDITER YG MODALNYA TDK TERBAGI ATAS SAHAM-SAHAM, KOMANDITER YG MODALNYA TDK TERBAGI ATAS SAHAM-SAHAM, PERSEKUTUAN, PERKUMPULAN, FIRMA DAN KONGSI; PERSEKUTUAN, PERKUMPULAN, FIRMA DAN KONGSI; F. SISA HASIL USAHA (SHU) KOPERASI YANG DIBAYARKAN KEPADAF. SISA HASIL USAHA (SHU) KOPERASI YANG DIBAYARKAN KEPADA ANGGOTANYA; ANGGOTANYA; G. PENGHASILAN YANG DIBAYAR ATAU TERUTANG KEPADA BADAN USAHAG. PENGHASILAN YANG DIBAYAR ATAU TERUTANG KEPADA BADAN USAHA ATAS JASA KEUANGAN YANG BERFUNGSI SEBAGAI PENYALUR PINJAMAN ATAS JASA KEUANGAN YANG BERFUNGSI SEBAGAI PENYALUR PINJAMAN DAN/ATAU PEMBIAYAAN YANG DIATUR DENGAN PERATURAN MENTERI DAN/ATAU PEMBIAYAAN YANG DIATUR DENGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN. KEUANGAN. 56
  57. 57. TARIF DAN DASAR PEMOTONGAN PPh PASAL 23 HADIAH DAN SEWAPENGHARGAAN, DANDEVIDEN, BUNGA JASA LAINNYA DAN ROYALTI TARIF TARIF 15 % 2 % PENGHASILAN BRUTO DASAR PEMOTONGAN JIKA REKANAN TDK MEMILIKI NPWP MAKA TARIFNYA 100% LEBIH TINGGI 57
  58. 58. Objek Pemotongan PPh Pasal 23No Objek Tarif Dasar Sifat Batas waktu Batas waktu Penghitungan penyetoran pelaporan1. Bunga, Royalti, Hadiah 15% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln Devident 10 % (PP.19/2009) Final berikutnya berikutnya2. Sewa dan penghasilan lain 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln sehubungan dengan penggunaan berikutnya berikutnya harta kecuali Sewa Tanah dan/atau Bangunan3. Imbalan Jasa Lain 1. Jasa Penilai (appraisal) 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln berikutnya berikutnya 2. Jasa Aktuaris 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln berikutnya berikutnya 3. Jasa Akuntansi,pembukuan dan 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln atestasi laporan keuangan berikutnya berikutnya 4. Jasa Perancanag (design) 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln berikutnya berikutnya 5. Jasa pengeboran (drilling) di 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln bidang penambangan berikutnya berikutnya migas,kecuali yg dilakukan BUT 6. Jasa penunjang di bidang 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln penambangan Migas berikutnya berikutnya 7. Jasa penambangan dan jasa 2% Jumlah Bruto* 10 bln 20 bln penunjang di bidang berikutnya  berikutnya penambangan*tidak termasuk PPN 58 selain migas
  59. 59. PPh Pasal 23 Objek Pemotongan PPh Pasal 23 …lanjutanNo Objek Tarif Dasar Sifat Batas Batas waktu Penghitungan waktu pelaporan penyetoran 8. Jasa penunjang di bidang 2% Jumlah 10 bln 20 bln penerbangan dan bandar udara Bruto* berikutnya berikutnya 9. Jasa penebangan hutan 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 10. Jasa pengelolaan limbah 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 11. Jasa penyediaan tenaga kerja 2% Jumlah 10 bln 20 bln (outsourcing service) Bruto* berikutnya berikutnya 12. Jasa perantara atau keagenan 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 13. Jasa di bidang perdagangan surat- 2% Jumlah 10 bln 20 bln surat berharga, kecuali yg di lakukan Bruto* berikutnya berikutnya Bursa Efek, KSEI dan KPEI 14. Jasa kostodian/penyimpanan/penitipan, 2% Jumlah 10 bln 20 bln kecuali yg dilakukan KSEI Bruto* berikutnya berikutnya 15. Jasa pengisian suara (dubbing dan/atau sulih suara *tidak termasuk PPN 59
  60. 60. PPh Pasal 23 Objek Pemotongan PPh Pasal 23 …lanjutanN Objek Tarif Dasar Sifat Batas waktu Batas waktuo Penghitungan penyetoran pelaporan 16. Jasa mixing film 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 17. Jasa sehubungan dengan software 2% Jumlah 10 bln 20 bln komputer, termasuk perawatan, Bruto* berikutnya berikutnya pemeliharaan dan perbaikan 18. Jasa instalasi/pemasangan mesin, 2% Jumlah 10 bln 20 bln peralatan, listrik, telepon, air, gas, Bruto* berikutnya berikutnya AC, dan/atau TV Kabel, selain yg dilakukan oleh Wajib Pajak yg ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikat sbg pengusaha konstruksi 19. Jasa perawatan/perbaikan 2% Jumlah 10 bln 20 bln /pemeliharaan mesin, peralatan, Bruto* berikutnya berikutnya listrik telepon, air, gas, AC, dan/atau TV Kabel, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan, selain yg dilakukan Wajib Pajak yg ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai sertifikat sbg pengusaha konstruksi 20. Jasa maklon 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 60*tidak termasuk PPN 21. Jasa penyelidikan dan keamanan 2% Jumlah 10 bln 20 bln
  61. 61. Objek Pemotongan PPh Pasal 23N Objek Tarif Dasar Sifat Batas waktu Batas waktuo Penghitungan penyetoran pelaporan 22. Jasa penyelenggara kegiatan 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 23. Jasa pengepakan 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 24. Jasa penyediaan tempat dan/atau 2% Jumlah 10 bln 20 bln waktu dalam media masa, media Bruto* berikutnya berikutnya luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi 25. Jasa pembasmi hama 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya 26. Jasa kebersihan atau cleaning 2% Jumlah 10 bln 20 bln service Bruto* berikutnya berikutnya 27. Jasa katering atau tata boga 2% Jumlah 10 bln 20 bln Bruto* berikutnya berikutnya*tidak termasuk PPN 61
  62. 62. TATA CARA PEMOTONGAN PPh PASAL 23 DILAKUKAN PADA SAAT MEMBAYARKAN PENGHASILAN OLEH BENDAHARA BUKTI PEMOTONGANF.1.1.33.06 atau 1 UNTUK REKANANF.1.1.33.07 2 LAMPIRAN SPT MASA PPh 3 PASAL 23/26 ARSIP BENDAHARA 62
  63. 63. TATA CARA PENYETORAN PPh PASAL 23 JUMLAHKAN PPh PSL 23/26 DALAM BUKTI PEMOTONGAN SELAMA SATU BULAN TAKWIM DISETOR KE BANK PERSEPSI ATAUKANTOR POS DAN GIRO DGN MENGGUNAKAN SSP PALING LAMBAT TGL 10 BULAN TAKWIM BERIKUTNYA SETELAH BULAN SAAT TERUTANGNYA PAJAK APABILA TGL 10 JATUH PD HARI LIBUR, MAKA PENYETORAN DILAKUKAN PADA HARI KERJA BERIKUTNYA 63
  64. 64. TATA CARA PELAPORAN PPh PASAL 23 MENGISI DGN LENGKAP DAN BENAR SPT MASA PPh PSL 23/26 (F.1.1.32.03) RANGKAP 2 LAMPIRAN* LEMBAR KE-3 SSP BUKTI SETORAN PPh PSL 23/26* DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PPh PSL 23/26* LEMBAR KE-2 BUKTI PEMOTONGAN SELAMBAT-LAMBATNYA KE KPP/ 20 HARI SETELAH KAPENPA BULAN TAKWIM BERAKHIR PD HARI KERJA JIKA JATUH PD BERIKUTNYA HARI LIBUR 64
  65. 65. CONTOH PENGHITUNGAN PPh PASAL 23Drs. Slamet, Bendahara Madrasah Negeri Depok menggunakan jasapemeliharaan komputer Rp 11.000.000, (harga yg tertulis di kuitansi) -.Penghitungan PPh Pasal 23Harga yg tertulis di kuitansi adalah nilai barang termasuk PPN, makaRp 11.000.000,- x 100/110 x 2% = Rp 200.000,-*Utk mencari harga barang tanpa PPN maka nilai tertera dikuitansi tsb dikalikan 100/110Apabila rekanan tidak memiliki NPWP, maka PPh Pasal 23 terutang :Rp11.000.000 x 100/110 x 2% x200%= Rp400.000,- 65
  66. 66. Lembar ke-1 untuk : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-2 untuk : Pemotong Pajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak ……………………………………….. (1) di …………………………………….. SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA PPh PASAL 23 DAN ATAU PASAL 26 A. Identitas Pemotong Pajak : NPWP : - - - - - (2) Nama : ……………………………………………………………………………………………………… S.23 Alamat : ……………………………………………………………………………………………………… B. Pajak Penghasilan Pasal 23 dan atau Pasal 26 yang telah dipotong untuk masa ………………………….. tahun …………….. (3) dan telah disetor tanggal ………………………….. (4) adalah sebagai berikut : 1. PPh Pasal 23 yang telah dipotong : Jumlah Perkiraan Penghasilan Penghasilan Tarif PPh yang dipotong PP h P Jenis Penghasilan MAP/KJS Bruto Neto (%) (Rp) (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Dividen 411124/101 ………… 15% ………………………………………… 2. Bunga *) 411124/102 ………… 15% ………………………………………… 3. Bunga Simpanan yang dibayarkan oleh Koperasi 411124/401 ………… 15% ………………………………………… 4. Bunga/Diskonto Obligasi 411124/102 ………… 15% ………………………………………… 5. Royalti 411124/103 ………… 15% ………………………………………… 6. Hadiah dan penghargaan 411124/100 ………… 15% ………………………………………… ASA 7. Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta **) 411124/100 ………… ……..% 15% ………………………………………… 8. Jasa Teknik, Jasa Manajemen, Jasa Konstruksi dan Jasa Konsultan kecuali konsultan konstruksi 411124/104 ………… ……..% 15% ………………………………………… M 9. Jasa lain ex SK Dirjen Pajak No. KEP-305/PJ./2001 : ***) a. ……...…………………………. 411124/104 ………… ……..% 15% ………………………………………… SPT b. ……...…………………………. 411124/104 ………… ……..% 15% ………………………………………… c. ……...…………………………. 411124/104 ………… ……..% 15% ………………………………………… 10. ……………………………………… ………… ………… ……..% …….. ………………………………………… JUMLAH ………………………………………… Terbilang …………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 2. PPh Pasal 26 yang telah dipotong : TO H Jumlah Perkiraan Penghasilan Penghasilan Tarif PPh yang dipotong Uraian MAP/KJS Bruto Neto (%) (Rp) (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Dividen 411127/101 ………… ……... ………………………………………… 2. Bunga 411127/102 ………… ……… …………………………………………C ON 3. Royalti 411127/103 ………… ……… ………………………………………… 4. Sewa dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 411127/100 ………… ……… ………………………………………… 5. Imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan 411127/104 ………… ……… ………………………………………… 6. Hadiah dan penghargaan 411127/100 ………… ……… ………………………………………… 7. Pensiun dan pembayaran berkala 411127/100 ………… ……… ………………………………………… 8. Penjualan harta di Indonesia 411127/100 ………… ……..% ……… ………………………………………… 9. Premi asuransi / reasuransi 411127/100 ………… ……..% ……… ………………………………………… 10. Penghasilan Kena Pajak BUT setelah pajak 411127/105 ………… ……… ………………………………………… JUMLAH ………………………………………… Terbilang …………………………………………………………………………………………………………………………………………………… C. Lampiran (5) : ( ) Surat Setoran Pajak sebanyak ………………… lembar. ( ) Surat Kuasa Khusus. ( ) Daftar Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan atau Pasal 26. ( ) Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan atau Pasal 26 sebanyak ………………….. Lembar ( ) Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 23 atas Bunga Simpanan yang dibayarkan oleh Koperasi sebanyak ………. Lembar. ( ) Legalisasi fotocopy Surat Keterangan Domisili yang masih berlaku, dalam hal PPh Pasal 26 dihitung berdasarkan tarif Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B). D. Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa pemberitahuan di atas adalah benar, lengkap dan tidak bersyarat. *) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi atau diskonto obligasi ………………., ……………………… 20… (6) **) Kecuali sewa tanah dan bangunan Pemotong Pajak/Kuasa (7) ***) Apabila kurang harap dibuat lampiran tersendiri Tanda tangan, nama dan cap 66 …………………………………. (8) F.1.1.32.03
  67. 67. Lembar ke-1 unt uk : Wajib P ajak Lembar ke-2 unt uk : Kant or P elayanan P ajak Lembar ke-3 unt uk : P emot ong P ajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR PELAYANAN PAJAK ……………………………………...…………. (1) BUKTI PEMOTONGAN PPh PASAL 23 .23S NOMOR : ……………………………………… (2) N PWP : - - - - - (3 ) PPh P Nama Wajib Pajak ……………………………………………………………………………… : Alamat ……………………………………………………………………………… : Jumlah Perkiraan No. Jenis Penghasilan Penghasilan Penghasilan Tarif PPh yang dipotong Bruto Neto (1) (2) (3) (4) (5) (6) ON G 1. Divide n Rp. ………………………... 15 % Rp. ………………………... 2. Bunga *) Rp. ………………………... 15 % Rp. ………………………... 3. Bunga/Dis konto Obligas i Rp. ………………………... 15 % Rp. ………………………... 4. Royalti Rp. ………………………... 15 % Rp. ………………………... 5. Hadiah dan pe nghargaan Rp. ………………………... 15 % Rp. ………………………... I PO T 6. Se wa dan Pe nghas ilan lain s e hubungan de ngan pe nggunaan harta **) Rp. ………………………... ………. % 15 % Rp. ………………………... 7. Jas a Te knik, Jas a Kons truks i, Jas a Manaje me n dan Jas a BUKT Kons ultan ke cuali Kons ultan Kons truks i Rp. ………………………... ………. % 15 % Rp. ………………………... 8. Jas a lain e x SK Dirje n Pajak No. KEP-305/PJ/2001 : a. ……………………………. Rp. ………………………... ………. % 15 % Rp. ………………………... b. ……………………………. Rp. ………………………... ………. % 15 % Rp. ………………………... TO H c. ……………………………. Rp. ………………………... ………. % 15 % Rp. ………………………... ***) JUMLAH Rp. ………………………... Terbilang : ……………………………………………………………………………………………………………… …CO N Perhatian : 1. Jumlah Pajak Penghasil an Pasal 23 …………………., ……………………. 20 ……. (4) yang dipotong di atas merupakan Angsuran atas Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun pajak yang Pemotong Pajak (5 ) bersangkutan. Simpanlah bukti N PWP : - - - - - pemotongan ini baik-bai k untuk diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam S urat Pemberitahuan (S PT) ……………………………………………………………………………………… N a ma : Tahunan PPh. 2. Bukti Pemotongan ini dianggap sah apabi la diisi dengan lengkap dan benar. Tanda tangan, nama dan cap *) Tidak termasuk bunga simpanan yang dibayark an oleh k operasi **) Kecuali sewa tanah dan bangunan ***) Apabila k urang harap diisi sendiri. F.1.1.33.06 ......................................................... (6 ) 67
  68. 68. Lembar ke-1 untuk : Kantor Pelayanan P ajak .23 Lembar ke-2 untuk : P emot ong Pajak DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA h PS DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DAFTAR BUKTI PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 23/26 G PP MASA : ………………….. TAHUN …………… (1) Jumlah Obye k PPh yang Bukti Pe motongan TON No NPWP / Alamat WP Nama Wajib Pajak Pajak dipotong Ke t. Nomor Tanggal (Rp) (Rp) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) A. PPh Pasal 23 TI PO 1. 2. 3. 4. BUK dst. JUMLAH PPh PASAL 23 B. PPh Pasal 26 TAR 1. 2. 3. DAF dst. JUMLAH PPh PASAL 26TOH …………………., ……………………. 20 ……. (2) Pe motong Pajak (3)CON N PWP : - - - - - Nama : ……………………………………………………………………………………… Tanda tangan, nama dan cap ......................................................... (4) NIP. ................................................. . D.1.1.32.05 68

×