Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SRI  DATANG MEMBAWA PELUANG ALIK SUTARYAT
2. Target utama meningkatkan produksi untuk keuntungan dan kebanggaan sesaat, meskipun harus dibayar mahal ongkos lingkung...
LANDASAN BERPIKIR PEMBELAJARAN  EKOLOGI TANAH  MERUPAKAN PENGUATAN DARI PROSES  BELAJAR PERTANIAN  DENGAN PENDEKATAN EKOLO...
KAPAN, DIMANA DAN  BAGAIMANA MEMULAI……? RINTISAN DAN PENGEMBANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT/IPM)  TH.1989 -1999, PEMB...
CIAMIS JAWA BARAT . NAD  . MEDAN . SUMATRA BARAT . JAMBI . LAMPUNG . JAWA BARAT . JAWA TENGAH . JAWA TIMUR . BALI . NUSA T...
PROSES PEMBELAJARAN SRI ORGANIK PERTEMUAN PERSIAPAN PROSES PEMBELAJARAN PROSES PENDAMPINGAN LOKAKARYA
LANGKAH  PROSES PEMBELAJARAN <ul><ul><li>1. Membongkar kebekuan pikiran (mengetahui, mengerti dan memahami masalah) </li><...
CARA PANDANG : PRILAKU PEMBERANTASAN RACUN HAMA ....!!!!! DAMPAKNYA Pencemaran lingkungan Terbunuhnya jasad non sasaran Be...
CARA PANDANG  AGRO-EKOSISTEM SRI  BAHAN ORGANIK MICRO ORGANISME plankton chyromidae MUSUH ALAMI <ul><li>serangga  </li></u...
Perbandingan Analisa Usahatani  Cara Konvensional dan SRI Luas 1 Hektar Tidak termasuk biaya tetap SUMBER DATA :  Klp Bobo...
PERKEMBANGAN SRI DI INDONESIA <ul><li>Tantangan Pengembangan SRI : </li></ul><ul><li>Terbatasnya ketersediaan bahan kompos...
PERJALANAN SRI ORGANIK
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

0920 SRI Datang Membawa Peluang

2,101 views

Published on

Presenter: Alik Sutaryat

The World Bank

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

0920 SRI Datang Membawa Peluang

  1. 1. SRI DATANG MEMBAWA PELUANG ALIK SUTARYAT
  2. 2. 2. Target utama meningkatkan produksi untuk keuntungan dan kebanggaan sesaat, meskipun harus dibayar mahal ongkos lingkungan dan sosial. 3. Ketergantungan dengan fihak luar dalam bertani, mulai dari perencanaan sampai memasarkan hasil 1. Menjunjung tinggi nilai efektifitas ( Produksi tinggi meskipun dengan masukan yang tinggi pula) PENGALAMAN MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMBELAJARAN EKOLOGI TANAH(PET) DAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION(SRI ) DASAR PEMIKIRAN :
  3. 3. LANDASAN BERPIKIR PEMBELAJARAN EKOLOGI TANAH MERUPAKAN PENGUATAN DARI PROSES BELAJAR PERTANIAN DENGAN PENDEKATAN EKOLOGIS PERTANIAN EKOLOGIS DIARTIKAN SEBAGAI PRAKTEK-PRAKTEK USAHATANI YANG BERUSAHA MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN ATAU TIDAK MERUGIKAN LINGKUNGAN DAN BERUSAHA UNTUK MEMBATASI DAN MENEKAN PENGGUNAAN MASUKAN BAHAN KIMIA SINTETIS <ul><li>HUKUM PENGEMBALIAN </li></ul><ul><li>KEARIFAN TRADISIONAL/KEARIFAN LOKAL </li></ul><ul><li>BERTANI YANG SEPADAN </li></ul>
  4. 4. KAPAN, DIMANA DAN BAGAIMANA MEMULAI……? RINTISAN DAN PENGEMBANGAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT/IPM) TH.1989 -1999, PEMBELAJARAN EKOLOGI TANAH (PET) TH. 1998-2008 SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION ( SRI ) ORGANIK TH. 2000- 2008 PHT/IPM PET/ SOIL EKOLOGI PENGALAMAN/STUDI PETANI PEMBERDAYAANPETANI
  5. 5. CIAMIS JAWA BARAT . NAD . MEDAN . SUMATRA BARAT . JAMBI . LAMPUNG . JAWA BARAT . JAWA TENGAH . JAWA TIMUR . BALI . NUSA TENGGARA BARAT . NUSA TENGGARA TIMUR . PAPUA . KALIMANTAN TIMUR . SULAWESI UTARA PLA. TH. 2005 DIREKTORAT IRIGASI TH. 2006 0XFAM TH. 2005 FHI. TH. 2006 DISIMP/NIPPON KOEI TH. 2004 MEDCO. TH. 2007 . PUSKOPDIT JABAR . PEMDA TASIK . BPTPH /DIPERTA. . PTGA/PSDA . DPKLTS . SWADAYA MASYARAKAT . IPPHTI . SWADAYA PETANI . IPPHTI/FAO DPKALTS BALAI IRIGASI
  6. 6. PROSES PEMBELAJARAN SRI ORGANIK PERTEMUAN PERSIAPAN PROSES PEMBELAJARAN PROSES PENDAMPINGAN LOKAKARYA
  7. 7. LANGKAH PROSES PEMBELAJARAN <ul><ul><li>1. Membongkar kebekuan pikiran (mengetahui, mengerti dan memahami masalah) </li></ul></ul><ul><ul><li>2. Membangun pikiran dan cara pandang(konsep pengelolaan agro ekosistem ramah lingkungan berkelanjutan) </li></ul></ul><ul><ul><li>3. Mengkaji, memahami dan mengembangkan </li></ul></ul>4. Memahami pengelolaan: tanah, tanaman dan air melalui metoda SRI, membangun sistem. <ul><ul><li>5. Merencanakan dan menyusun program dan aksi PRLB(SRI) di lahan usaha tani </li></ul></ul>6. Pendampingan pada penerapkan Metoda SRI di lahan Usahatani
  8. 8. CARA PANDANG : PRILAKU PEMBERANTASAN RACUN HAMA ....!!!!! DAMPAKNYA Pencemaran lingkungan Terbunuhnya jasad non sasaran Berkurangnya keragaman unsur hayat i Hama menjadi kebal Peledakan hama Gangguan kesehatan manusia Timbul hama sekunder UREA, TSP, KCL
  9. 9. CARA PANDANG AGRO-EKOSISTEM SRI BAHAN ORGANIK MICRO ORGANISME plankton chyromidae MUSUH ALAMI <ul><li>serangga </li></ul><ul><li>cacing </li></ul>Serangga/hama Pengurai
  10. 10. Perbandingan Analisa Usahatani Cara Konvensional dan SRI Luas 1 Hektar Tidak termasuk biaya tetap SUMBER DATA : Klp Bobojong Cianjur Jawa Barat NO URAIAN CARA BIASA CARA SRI VOLUME HARGA SATUAN (Rp) JUMLAH (Rp) VOLUME HARGA SATUAN (Rp) JUMLAH (Rp) 1 Komponen Input/Ha               <ul><li>Benih (Rp 3.500/Kg) </li></ul>35 3,500 122,500 5 3,500 17,500   <ul><li>Pupuk </li></ul>            - Organik       7000 500 3,500,000   - Anorganik           0   UREA 300 1,500 450,000     0   TSP 150 2,500 375,000     0   KCL 150 3,000 450,000     0   <ul><li>Pengolahan tanah </li></ul>    1,450,000     1,450,000   <ul><li>Pembuatan persemaian (HOK) </li></ul>2 25,000 50,000 1 25,000 25,000   <ul><li>Tandur (HOK) </li></ul>28 25,000 700,000 28 25,000 700,000   <ul><li>Penyiangan (HOK) </li></ul>56 25,000 1,400,000 56 25,000 1,400,000   <ul><li>Pengendalian OPT (HOK) </li></ul>2 25,000 50,000     0   <ul><li>Penyemprotan MOL (HOK) </li></ul>      8 25,000 200,000   <ul><li>Biaya Panen (HOK) </li></ul>21 25,000 525,000 21 25,000 525,000   Jumlah     5,572,500     7,817,500 2 Komponen Output               Hasil Produksi harga GKP 5,000 2,500 12,500,000 7,000 3,000 21,000,000 3 Keuntungan     6,927,500     13,182,500 4 Selisih Keuntungan SRI               dibandingkan konvensional     6,255,000      
  11. 11. PERKEMBANGAN SRI DI INDONESIA <ul><li>Tantangan Pengembangan SRI : </li></ul><ul><li>Terbatasnya ketersediaan bahan kompos terutama yang bersumber dari kotoran hewan </li></ul><ul><li>Pembuatan kompos masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu lama, tenaga kerja yang tinggi </li></ul><ul><li>Ditribusi bahan organik/kompos pada skala luas memerlukan biaya tingggi </li></ul><ul><li>Kebiasaan membuang dan membakar jerami di sebagian besar petani menjadi budaya </li></ul><ul><li>Jumlah petugas/petani yang memahami teknis metoda SRI masih sangat terbatas </li></ul><ul><li>Diperlukan proses pembelajaran/pendampingan intensif. </li></ul>NO JUMLAH PETANI YANG DILATIH (ORANG) LUAS AREAL SRI (HA) PRODUKTIVITAS TON/HA(GKP) 1 14.279 6.306,8 7,74
  12. 12. PERJALANAN SRI ORGANIK
  13. 13. TERIMA KASIH

×