Mualif power

2,108 views

Published on

Published in: News & Politics, Business
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,108
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
70
Actions
Shares
0
Downloads
200
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mualif power

  1. 1. 1. Pengertian Pendidikan Karakter Pendidikan adalah suatu kegiatan yang secara sadar dan disengaja, serta penuh tanggung jawab yang dilakukan oleh orang dewasa kepada anak sehingga timbul interaksi dari keduanya agar anak tersebut mencapai kedewasaan yang dicita-citakan dan berlangsung terus menerus . PENDIDIKAN KARAKTER Riani Maryamah
  2. 2. <ul><li>Menurut Foerster ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter. </li></ul><ul><li>Keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasar hierarki nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan. </li></ul><ul><li>Koherensi yang memberi keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. </li></ul><ul><li>Otonomi. </li></ul><ul><li>Keteguhan dan kesetiaan. </li></ul>Ida Mujahidah Ciri Dasar Pendidikan Karakter
  3. 3. 2. Tujuan dan Sasaran Pendidikan Karakter Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah kepada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia kepada peserta didik secara utuh, terpadu, seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.   Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh warga sekolah meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. Riani Maryamah
  4. 4. Karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa , diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebahasaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya dan adat istiadat. Pendidikan Karakter adalah suatu system penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuahan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan menjadi manusia insan kamil. Riani Maryamah
  5. 5. 3. Karakter Dasar a. Kilpatrick dan Lickono = Pencetus Utama Pendidikan Karakter b. Pendidikan karakter tidak dapat dipisahkan dan identifikasi karakter yang digunakan sebagai pijakan. Karakter tersebut disebut sebagai karakter dasar. Tanpa karakter dasar, pendidikan karakter tidak akan memiliki tujuan pasti. c. Pendidikan karakter didasarkan pada Sembilan pilar karakter dasar yang berasal dari nilai-nilai luhur universal : 1 ). Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya 2). Kemandirian dan tanggung jawab 3). Kejujuran/amanah, diplomatis 4). Hormat dan santun 5). Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong 6). Percaya diri dan pekerja keras 7). Kepemimpinan dan keadilan 8). Baik dan rendah hati 9). Karakter toleransi, kedamaian dan kesatuan Retno Purwaningsih
  6. 6. 4. Table Perbedaan Pendidikan Karakter Dasar Pendidikan Karakter oleh Beberapa Tokoh KARAKTER DASAR Heritage Foundation Character Counts USA Ari Ginanjar A <ul><li>Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya </li></ul><ul><li>Dapat dipercaya (trustworthiness)  </li></ul><ul><li>Jujur </li></ul><ul><li>Kemandirian dan tanggung jawab </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Rasa hormat dan perhatian (respect) </li></ul><ul><li>Tanggung jawab </li></ul><ul><li>Kejujuran/amanah, diplomatis </li></ul><ul><li>Peduli (Caring) </li></ul><ul><li>Disiplin </li></ul><ul><li>Hormat dan santun </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Jujur (fairness) </li></ul><ul><li>Visioner </li></ul><ul><li>Dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong </li></ul><ul><li>Tanggung jawab (responsibility) </li></ul><ul><li>Adil </li></ul>Retno Purwaningsih
  7. 7. KARAKTER DASAR Heritage Foundation Character Counts USA Ari Ginanjar A <ul><li>Percaya diri dan pekerja keras </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Kewarganegaraan (Citizenship) </li></ul><ul><li>Peduli </li></ul><ul><li>Kepemimpinan dan keadilan </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Ketulusan (honesty) </li></ul><ul><li>Kerjasama </li></ul><ul><li>Baik dan rendah hati </li></ul><ul><li>  </li></ul><ul><li>Berani (courage) </li></ul>  <ul><li>Karakter toleransi, kedamaian dan kesatuan  </li></ul><ul><li>Tekun (diligence) </li></ul>    <ul><li>Integritas </li></ul>  Retno Purwaningsih
  8. 8. 5. Bagaimana karakter dikembangakan a. Karakter dikembangkan melalui : 1). Tahap pengetahuan (knowing) 2). Acting 3). Menuju kebiasaan (habit) b. Tiga komponen karakter yang baik 1). Moral knowing (pengetahuan tentang moral) 2). Moral feeling (perasaan tentang moral) 3). Moral action (perbuatan bermoral) Retno Purwaningsih
  9. 9. a). Yang termasuk moral knowing - Kesadaran moral (moral awareness) - Pengetahuan tentang nilai-nilai moral (knowing moral values) - Logika moral (moral reasoning) - Keberanian mengambil menentukan sikap (decision moking) - Pengenalan diri (self knowledge)   b). Yang termasuk moral feeling - Kesadaran akan jati diri (conscience) - Percaya diri (self esteem) - Kepekaan terhadap derita orang lain (emphaty) - Cinta kebenaran (loving the good) - Pengendalian diri (self control) - Kerendahan hati (humility)   c). Yang termasuk moral action - Kompetensi (competensi) - Keinginan (will) - Kebiasaan (habit) Retno Purwaningsih
  10. 10. 6. Nilai-Nilai Karakter Mualif ‘Asri 1. Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan a. Religius Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya. 2. Nilai karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri a. Jujur g. Berjiwa wirausaha b. Bertanggung jawab h. Mandiri c. Bergaya hidup sehat i. Ingin tahu d. Disiplin  j. Cinta ilmu e. Kerja keras k. Berpikir logis, kritis, kreatif, f. Percaya diri dan inovatif
  11. 11. Mualif ‘Asri 3. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama a. Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain b. Patuh pada aturan-aturan sosial c. Menghargai  karya dan prestasi orang lain d. Santun e. Demokratis   4. Nilai karakter dalam hubungannya dengan lingkungan a. Peduli sosial dan lingkungan b. Nilai kebangsaan c. Nasionalis d. Menghargai keberagaman
  12. 12. 7. Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter Menurut T. Lickona, E. Schaps dan C. Lewis (2003) Pendidikan karakter harus didasarkan pada prinsip prinsip sebagai berikut: a. Mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter b. Mengidentifikasi karakter secara komprehensif supaya mencakup pemikiran, perasaan, dan perilaku c. Menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk membangun karakter d. Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian e. Memberi kesempatan kpeada peserta didik untuk menunjukkan perilaku yang baik f. Mengusahakan tumbuhnya motivasi diri pada para peserta didik Mualif ‘Asri
  13. 13. g. Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua peserta didik, membangun karakter mereka, dan membantu mereka untuk sukses h. Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia pada nilai dasar yang sama i. Adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter j. Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun karakter k. Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru-guru karakter, dan manifestasi karakter posisitf dalam kehidupan peserta didik. Mualif ‘Asri
  14. 14. Ida Mujahidah <ul><li>Menurut Heritage Foundation, strategi yang dapat dilakukan pendidik untuk mengembangkan pendidikan karakter adalah sbb ; </li></ul><ul><li>Menerapkan metode belajar yang melibatkan </li></ul><ul><li>partisipasi aktif murid. </li></ul><ul><li>Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif </li></ul><ul><li>(condusif learning community). </li></ul><ul><li>Memberikan pendidikan karakter secara eksplisit. </li></ul><ul><li>Metode pengajaran yang memperhatikan keunikan masing-masing anak. </li></ul>8. Strategi Pengembangan Karakter
  15. 15. Ida Mujahidah <ul><ul><li>e. Seluruh pendekatan diatas menerapkan prinsip-prinsip </li></ul></ul><ul><ul><li>Developmentally Appropiate Practices. </li></ul></ul><ul><ul><li>f. Membangun hubungan yang supportive dan penuh </li></ul></ul><ul><ul><li>perhatian di semua aspek. </li></ul></ul><ul><ul><li>g. Model (contoh) perilaku yang positif. </li></ul></ul><ul><ul><li>h. Menciptakan peluang bagi siswa untuk menjadi aktif </li></ul></ul><ul><ul><li>dan penuh makna. </li></ul></ul><ul><ul><li>i. Mengajarkan keterampilan social dan emosional secara </li></ul></ul><ul><ul><li>esensial. </li></ul></ul><ul><ul><li>j. Melibatkan siswa dalam wacana moral. </li></ul></ul><ul><ul><li>k. Membuat tugas pembelajaran yang penuh makna dan </li></ul></ul><ul><ul><li>relevan. </li></ul></ul><ul><ul><li>l. Tak ada anak yang terabaikan. </li></ul></ul>
  16. 16. 9. Dampak Pendidikan Karakter a. Peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik b. Adanya Penurunan yang drastis pada perilaku negative siswa c. Pendidikan karakter yang baik dari keluarga pada siswa maka akan berimbas baik juga. Begitu juga dengan sebaliknya. Menurut Megawangi (2003), ada beberapa kesalahan orangtua dalam mendidik anak sehingga mempengaruhi pada pembentukan karakternya; 0. Kurang menunjukan ekspresi kasih sayang baik secara verbal maupunfisik o. Kurang meluangkan waktu yang cukup untuk anaknya o. Bersikap kasar secara verbal o. Terlalu memaksakan anak dalam hal kemampuan kognitif d. Remaja yang memiliki kecerdasan emosi akan terhindar dari maslah umum seperti kenakalan remaja. e. Factor-faktor resiko penyebab kegagalan anak disekolah adalah terletak pada pendidikan karakter. Mahatma Gandhi seorang pemikir besar dunia juga memperingtkan dalamkata-kata bijaknya “salah satu tujuh dosa fatal yaitu “education without character (pendidikan tanpa karakter)”. Dewi Sri L
  17. 17. Dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik yaitu bahwa hasil studi menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), tindakan (action). Factor-faktor resiko yang menyebabkan kegagalan anak di sekolah itu bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter yaitu; a. Rasa percaya diri b. Kemampuan bekerja sama c. Kemampuan berkonsentrasi d. Kemampuan berkomunikasi e. Rasa empati 10. Dampak Pendidikan Karakter Akademik Anak Dewi Sri L
  18. 18. DAFTAR PUSTAKA <ul><li>http://welcomeatdegaltar-blogspot.com/2010/05/dampak-pendidikan-karakter_06.html </li></ul><ul><li>http://sawali.info/2010/10/07/workshop-penguatan-tim-pengembang-kurikulum-provinsi/ </li></ul><ul><li>Arismantoro, 2008, Tinjauan Berbagai Aspek Character Building , Yogyakarta: Tiara Wacana </li></ul>

×