Successfully reported this slideshow.

Sosiologi pengendalian sosial.

12,959 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sosiologi pengendalian sosial.

  1. 1. Social Control
  2. 2. TenAR :)Sepuluh A Ivana Indri Insani Ryadhiljannah Tiara Purnama Sari Tria Yolanda Ariska
  3. 3. Pengendalian sosial merupakan pengawasan terhadap kegiatan atau perilakumasyarakat (kelompok) agar tidak menyimpang dari norma dan nilai sosial yangberlaku. Menurut Berger (1978) Pengendalian Sosial adalah: berbagai cara yangdigunakan masyarakat untuk menertibkan anggotanya yang membangkang. Roucek (1965) mengemukakan bahwa Pengendalian Sosial adalah suatuistilahkolektif yang mengacu pada proses terencana dimana individudianjurkan, dibujuk, ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri padakebiasaan dan nilai hidup suatu kelompok. Secara umum dapat disimpulkan bahwa upaya untuk mewujudkan kondisiseimbang didalam masyarakat disebut pengendalian sosial (Social Control).
  4. 4. Pengendalian sosial meliputi :• Sistem Mendidik : bertujuan agar di dalam diri seseorang terdapat perubahan sikap dan tingkah laku untuk bertindak sesuai dengan norma- norma.• Sistem Mengajak : bertujuan untuk mengarahkan perbuatan seseorang pada norma dan tidak menurut kemauan individu.• Sistem Memaksa : bertujuan untuk memengaruhi seseorang atau kelompok secara tegas. Jika tidak taat pada norma, maka akan dikenai sanksi.
  5. 5. a. Pengendalian Kelompok Terhadap Kelompok Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok mengawasi perilaku kelompok lain, misalnya polisi mengawasi masyarakat.e. Pengendalian Sosial Kelompok terhadap Anggota-anggotanya Pengendalian ini terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku anggota-anggotanya, misalnya kelompok guru mendidik murid.i. Pengendalian Pribadi terhadap Pribadi Lainnya Pengendalian ini terjadi apabila individu melakukan pengawasan terhadap individu lain, misalnya ibu mengawasi anaknya.
  6. 6. • Desas-Desus : merupakan kritik sosial yang bersifat persuasif. Desas- desus dikemukakan secara tertutup dari masyarakat yang menyimpang prilakunya. Dengan demikian, masyarakat yang dibicarakannya sadar akan perbuatannya dan kembali mematuhi nilai-nilai dan norma-norma masyarakat.• Teguran : adalah kritik sosial melalui lisan terhadap masyarakat yang berprilaku menyimpang.
  7. 7. • Pendidikan dan Ajaran Agama : ajaran agama memberikan pedoman kepada para pemeluknya tentang perbuatan-perbuatan yang boleh dikerjakan dan perbuatan yang dilarang, termasuk dalam pergaulan masyarakat. Seseorang yang mendasarkan perbuatannya pada ajaran agama akan merasa berdosa dan bersalah apabila melakukan perbuatan menyimpang.
  8. 8. • Hukuman : merupakan lat pengendalian sosial yang tegas dan nyata sanksinya, serta dianggap paling ampuh.• Cemoohan : merupakan salah satu bentuk pengendalian sosial yang tidak menggunakan kekerasan (persuasif).• Ostrasisme : merupakan keadaan seseorang yang boleh bekerja sama atau membiarkannya hidup dan bekerja dalam kelompok, tapi tak seorang pun yang mau menegur atau berbicara dengannya.• Fraudulens : merupakan bentuk pengendalian sosial yang umumnya terdapat pada anak kecil.
  9. 9. • Intimidasi : merupakan bentuk pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara paksaan, yaitu mengancam atau menakut-nakuti. Sehingga orang yang melanggar menjadi sedemikian takut, hingga akhirnya mengakui perbuatannya.j. Kekerasan Fisik : merupakan perbuatan seseorang yang mengenai badan atau tubuh seseorang.Kekerasan fisik dapat dilakukan untuk mengendalikan perilaku seseorang. Akan tetapi, dapat terjadi kekerasan fisik karena seseorang cenderung main hakim sendiri. Hikss … :(
  10. 10. Pengendalian sosial dapat bersifat preventif, represif,atau kedua-duanya.• Pengendalian Sosial Preventif Yaitu pengendalian sosial yang dilakukan sebelum terjadipelanggaran, artinya mementingkan padapencegahan agar tidak terjadipelanggaran.
  11. 11. • Pengendalian Sosial Refresif Adalah pengendalian sosial yang dilakukan setelah orangmelakukan suatu tindakan penyimpangan (deviasi).Pengendalian sosial ini bertujuan untuk memulihkankeadaan seperti sebelum terjadinya tindakan penyimpangan.
  12. 12. Tujuan Pengendalian Sosial Pengendalian sosial bertujuan mencapai keserasianantara stabilitas dan perubahan-perubahan dalam masyarakat.Dengan kata lain, pengendalian sosial bertujuan mencapaikeadaan damai melalui keserasian antara kepastian dan keadilan.
  13. 13. • Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial Persuasif)Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan gunamengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yangberlaku.• Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial Persuasif)Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan denganmelalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, poster,Rambu Lalu Lintas, dll.• Pengendalian Kekerasan (Pengendalian Koersif)Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yangdilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidakberani melakukan kesalahan yang sama. Contoh seperti main hakimsendiri.
  14. 14. Pengendalian sosial formal adalah pengendalian sosial yang pengawasannya dilakukan oleh negara atau badan-badan yang mempunyai kedudukan tetap.a. Kepolisian Polisi merupakan aparat resmi pemerintah untuk menertibkan keamanan. Tugas-tugas polisi, antara lain memelihara ketertiban masyarakat, menjaga dan menahan setiap anggota masyarakat yang dituduh atau dicurigai melakukan kejahatan yang meresahkan masyarakat .d. Pengadilan Pengadilan memiliki unsur-unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu hakim, jaksa, panitera, polisi dan pengacara. Pihak-pihak ini bertugas menyelenggarakan pengadilan terhadap orang yang diduga atau diruduh melakukan kejahatan dan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku.
  15. 15.  Tokoh Adat Peranan tokoh adat sangat penting dalam pengendalian sosial. Tokoh adat berperan dalam membina danmengendalikan sikap dan tingkah laku warga masyarakat agar sesuai dengan ketentuan adat. Tokoh Agama Tokoh agama sangat berpengaruh dalam lingkungan karena nilai dan norma yangditanamnya berkaitan dengan kasih sayang, menghargai, dan mencintai.Pengendalian yang dilakukan tokoh agama terutama ditujukan untuk menentangperbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma agama.
  16. 16.  Tokoh Masyarakat Tokoh masyarakat dapat menjadipanutan atau contoh dilingkungannya. Bentuk pengendalianyang dapat dilakukan tokohmasyarakat , anatara lain pembinaanhubungan sosial masyarakat danmenggalang gotong-royong.
  17. 17. Terima kasih kepada : Allah AWT Orang Tua Ibu Dra. Dwi Sunarmi

×