SlideShare a Scribd company logo
1 of 13
Download to read offline
MAKALAH
PRESTASI MENURUN
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 13
- FERIDAMULIA
NIM 143208561
- ERNA WATI
NIM
DOSEN PEMBIMBING
ADNAN,S.Kom.i,M.Pd.i
UNIVERSITAS STAIN MALIKUSALEH
PROSI BKI
JURUSAN DAKWAH
2016
i
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta memberikan kekuatan dan
kemampuan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah
yang berjudul Menurunnya Prestasi Anak ini.
Tugas makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan
Konseling. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Suherman. M.Pd. selaku dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling yang telah
membimbing penulis dalam penyusunan makalah ini.
Tidak menutup kemungkinan bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan yang disebabkan keterbatasan ilmu pengetahuan penulis,
dimana penulis telah berusaha semaksimal mungkin dengan bekal pengetahuan
yang penulis miliki untuk mencapai hasil yang terbaik. Maka demi perbaikan dan
penyempurnaan makalah ini, kami terbuka untuk menerima kritik-kritik yang
konstruktif dari pembaca.
Semoga karya kecil ini dapat menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi pembaca dan
menjadikan rahmat yang tak putus bagi penulis. Amin.
Aceh Utara , Desember 2016
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN .....................................................................................1
1.1 Latar belakan...................................................................................................1
1.2 Rumusan masalah............................................................................................2
1.3 Tujuan penyusunan..........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................3
Penyebab Prestasi Anak Menurun..........................................................................3
Apa Yang dilakukan orang tua apa bila prestasi anak di sekolah menurun...........4
Mengapa prestasi anak menurun............................................................................5
BAB III. PENUTUP..............................................................................................8
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................8
3.2 Saran................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................10
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan
manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya
menghadapi persoalan-persoalan atau masalah yang silih berganti.. Manusia tidak
sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia
yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain, tetapi tidak sedikit
manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain.
Manusia adalah sasaran pendidikan. Pendidikan bermaksud membantu peserta
didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya.peserta didik
merupakan pribadi-pribadi yang sedang berada dalam proses berkembang kearah
kematangan. Masing-masing peserta didik memiliki karakteristik pribadi yang
unik. Dalam arti terdapat perbedaan individual diantara mereka, seperti
menyangkut aspek kecerdasan, emosi, sosiabilitas, sikap, kebiasaan, dan
kemampuan penyesuaian diri. Dalam dunia pendidikan, peserta didikpun tidak
jarang mengalami masalah-masalah, sehingga tidak jarang dari peserta didik yang
menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku yang merentang dari kategori
ringan sampai dengan berat.
Berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik, maka perlu
adanya pendekatan-pendekatan melalui pelaksanaan bimbingan dan konseling.
Disini, guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan
sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa atau pesrta didik.
Di dalam melakukan bimbingan dan konseling, kerja sama konselor dengan
personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan.
Kerja sama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling yang
komprehensif, memenuhi sasaran, serta realistik.
2
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Penyebab Prestasi anak menurun ?
2. Apa yang dilakukan orang tua apabila prestasi anak disekolah menurun ?
3. Mengepa Prestasi Anak Menurun ?
1.3 Tujuan Penyusunan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penyusunan makalah adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah.
2. Mengetahui pendekatan-pendekatan umum dalam Bimbingan & Konseling.
3. Mengetahui strategi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling.
3
BAB II
PEMBAHASAN
1. Penyebab Prestasi Anak Menurun
Perubahan dalam performa akademis, seperti prestasi menurun, adalah sesuatu yang
wajar dialami setiap anak dalam proses pertumbuhannya.
Penyebab hal tersebut bisa ditinjau dari dua faktor, yaitu faktor internal dan
eksternal. Faktor internal adalah hal-hal yang datang dari dalam diri anak sendiri,
seperti kurang istirahat, tidak cukup tidur, atau sedang sakit.
Perbedaan jam belajar antara jenjang TK dan SD juga seringkali menjadi penyebab
munculnya masalah baru dalam keseharian anak. Apalagi, selain jam belajar yang
lebih panjang, di SD juga sudah ada ujian, PR, dan lain-lain, yang sebelumnya tidak
ditemukan anak di bangku TK.
Cara setiap anak menghadapi perubahan tersebut tidak selalu sama, Ma. Ada yang
mulus melaluinya, namun ada pula yang membutuhkan proses adaptasi lebih lama.
Mama bisa membantu anak beradaptasi dengan cara membimbingnya agar bisa
mengikuti jadwal kegiatan barunya secara lebih efektif. Misalnya, memberlakukan
rutinitas mengerjakan PR pada jam yang sama setiap hari, serta memberlakukan
jam tidur malam lebih awal agar anak cukup beristirahat di malam hari.
Apabila tidurnya cukup, anak akan bangun dalam kondisi segar keesokan paginya
dan siap menangkap pelajaran yang diberikan di sekolah.
Faktor eksternal yang bisa mempengaruhi performa anak adalah tentunya
lingkungan tempatnya berkegiatan sehari-hari, baik itu di rumah maupun di
sekolah. Coba lakukan introspeksi, Ma, kira-kira apakah anak merasa terbebani
oleh harapan-harapan yang Anda tanamkan pada dirinya?
4
Tuntutan dari orangtua agar anaknya selalu berprestasi bisa menjadi beban bagi
anak, yang malah berisiko membuat performanya di sekolah merosot.
Lakukan cross check dengan guru anak di sekolah, apakah anak Anda memiliki
masalah di kelas. Misalnya, kesulitan dalam bersosialisasi ataupun dalam
memahami instruksi dari guru. Biasakan pula ngobrol dengan anak tentang
kesehariannya di sekolah.
Apa saja yang dilakukannya, siapa saja yang bermain dengannya tadi, dan apakah
dia senang atau tidak dengan kegiatannya sepanjang hari itu. Setelah mengetahui
akar permasalahannya, akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan sesuatu guna
memperbaikinya.
2. Apa yang dilakukan orang tua apabila prestasi anak disekolah
menurun ?
Tidak ada salahnya mengomunikasikan dengan anak, penyebab turunnya prestasi
belajarnya. Apakah ada kesulitan yang dihadapi, atau hal-hal lain di luar itu.
Lakukan diskusi dari hati ke hati, kendala yang sedang ia hadapi. Apakah karena
materi pelajaran, atau ada hal lain di luar itu. Jika sudah diketahui maka solusinya
akan dipecahkan dengan lebih mudah bersama-sama.
nak
Turunnya prestasi bukan semata-mata karena kesalahan anak. Ada banyak faktor
yang menyebabkan hal tersebut dialami anak, bisa faktor internal maupun eksternal.
Sebaiknya Anda tidak terburu-buru menjudge dan melabeli anak, dengan sebutan
'malas' dan 'tidak mau mendengarkan' akibat penurunan prestasi tersebut.
Setiap anak memiliki tipe belajarnya sendiri, yang berbeda dengan anak lainnya.
Anak tipe visual memiliki kemampuan belajar dengan mengobservasi, mengamati
5
lewat gambar, ataupun membaca buku secara mandiri. Sedangkan anak dengan tipe
belajar auditori memiliki kemampuan belajar dengan mendengarkan secara
langsung atau melalui rekaman suara. Jika anak Anda adalah tipe kinestetik, ia
memiliki kemampuan belajar dengan bergerak, serta melakukan uji coba secara
langsung. Karenanya, penting memperhatikan materi yang menyebabkan
penurunan belajar pada anak. Cari cara belajar yang sesuai dengan tipe belajarnya.
Tidak selamanya penurunan prestasi terjadi karena kondisi anak. Apa yang terjadi
di sekitarnya, di rumah dan sekolah, bisa jadi penyebabnya juga termasuk peran
Anda sebagai orang tua. Mungkin Anda selama ini terlalu sibuk dengan urusan
pribadi sehingga tidak lagi memperhatikan proses belajarnya. Atau mungkin juga
anak merasa tidak nyaman menerima pelajaran karena kondisi rumah yang tidak
harmonis. Mungkin pula Anda selama ini secara tidak sadar menuntutnya lebih
tetapi lupa menyediakan kebutuhannya.
Hai para orang tua, jangan sia-siakan anak-anak kita yang sangat membutuhkan
perhatian Anda sebagai orang tuanya. Prestasi menurun di sekolah adalah salah satu
dari sekian faktor yang menandakan mereka butuh perhatian Anda.
3. Mengapa Prestasi Belajar Anak Menurun?
Setiap orangtua berharap agar prestasi belajar anak selalu meningkat. Kalau pun
tidak mengalami peningkatan, minimal harus stabil dan tidak mengalami
kemerosotan. Anak dapat mempertahankan prestasi yang telah diraihnya.
Namun harapan itu tidak selalu menjadi kenyataan. Adakalanya prestasi anak
mengalami kenaikan dan pada saat lain akan mengalami kemunduran.
6
Naik turunnya grafik prestasi belajar anak di sekolah sebenarnya adalah hal biasa.
Orangtua tak perlu khawatir, apalagi sampai memarahi anak ketika mengetahui
prestasi belajarnya menurun.
Namun perlu digarisbawahi bahwa penurunan peringkat anak di kelas, belum tentu
karena prestasi belajar anak benar-benar telah menurun. Boleh jadi karena prestasi
belajar temannya mengalami peningkatan yang cukup drastis.
Bagi anak yang sudah sering berprestasi atau mendapat juara kelas.Turun naiknya
prestasi belajar anak ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu cara belajar dan
kuantitas belajar anak.
1. Cara belajar anak
Sering terjadi setelah anak meraih prestasi, anak menjadi lalai dan tidak
meningkatkan cara belajarnya. Di sisi lain, justru temannya melakukan cara belajar
yang efektif sehingga prestasi belajarnya meningkat. Cara belajar yang ditempuh
anak berpengaruh terhadap turun naiknya prestasi belajar anak.
2. Kuantitas belajar anak
Makin meningkat tingkatan kelas anak semakin berat beban belajar anak. Oleh
sebab itu setiap anak harus menunjukkan kuantitas belajar yang lebih dari
sebelumnya, meningkat dari semester sebelumnya.
7
Jika anak masih melaksanakan kuantitas belajar yang sama seperti semester
sebelumnya, ada kemungkinan anak akan tertinggal oleh temannya yang
menunjukkan kuantitas belajar yang lebih banyak.
Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kuantitas belajar adalah alokasi waktu belajar
anak di rumah dan keluasan materi belajar yang harus dikuasai.
Dengan mengetahui penyebab turunnya prestasi belajar yang sudah pernah diraih,
siswa dapat melakukan perubahan terhadap cara dan kuantitas belajar. Semoga
memberi inspirasi buat pelajar dan orangtua siswa.
8
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perlunya layanan bimbingan di sekolah adalah berlatarbelakangkan tiga aspek.
Pertama adalah aspek lingkungan, khususnya lingkungan. sosial kultural, yang
secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi individu siswa sebagai
subjek didik, dan sekolah sebagai lembaga pendidikan. Sebagai akibat dari
lingkungan pengaruh sosial-kultural ini, maka individu memerlukan adanya
bantuan dalam perkembangannya, dan sekolahpun memerlukan pendekatan
khusus. Bantuan dan pendekatan yang diperlukan adalah layanan bimbingan dan
konseling.
Aspek yang kedua adalah lembaganya itu sendiri yaitu pendidikan yang
mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan kepribadian subjek didik.
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dilaksanakan secara tuntas baik
dalam proses kegiatannya maupun tindak dan para pelaksana nya yaitu guru sebagai
pendidik. Untuk menuntaskan pendidikan, diperlu kan adanya layanan bimbingan
dan konseling.
Aspek ketiga adalah yang menyangkut segi subjek didik sebagai pribadi yang unik,
dinamik dan berkembang, memerlukan pendekatan dan bantuan yang khusus
melalui layanan bimbingan dan konseling.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aspek lingkungan (sosial kultural)
pendidikan, dan siswa (psikologis) merupakan latar belakang perlunya layanan
bimbingan dan konseling di sekolah.
Saran
Untuk menciptakan pelayanan bimbingan secara bermutu, maka para pembimbing,
guru, dan personel sekolah lainnya perlu mendapatkan penambahan, perluasan, atau
9
pendalaman tentang konsep-konsep atau keterampilan-keterampilan tertentu
tentang bimbingan, sesuai dengan deskripsi pekerjaan (kinerja) masing-masing.
Bentuk pengembangan staf ini bisa dilaksanakan melalui seminar atau lokakarya.
Melalui kegiatan pengembangan ini diharapkan personel sekolah memiliki
kompetensi atau kemampuan sesuai dengan deskripsi kerja
(kinerja) masing-masing.
Selain itu, konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru, orang
tua, staf sekolah lainnya, dan pihak instansi di luar sekolah (pemerintah dan swasta)
untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling secara akurat dan bijaksana,
dalam upaya memfasilitasi individu atau peserta didik mengembangkan npotensi
dirinya secara optimal, untuk memperoleh informasi, dan umpan balik tentang
layanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa, menciptakan
lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa, melakukan referal,
serta meningkatkan kualitas program layanan bimbingan dan konseling.
10
DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Syamsu., dan A. Juntika Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan &
Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Winkel, W.S. 1982. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah Menengah. Jakarta: PT
Gramedia
Sudrajat, Akhmad. (2010). Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan
Konseling. [Online]. Tersedia:
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/03/strategi-pelaksanaan-layanan-
bimbingan-dan-konseling/. [4 Maret 2012]

More Related Content

What's hot

Makalah akuntabilitas bk
Makalah akuntabilitas bkMakalah akuntabilitas bk
Makalah akuntabilitas bkDesikaNanda2
 
Makalah keterampilan bertanya
Makalah keterampilan bertanyaMakalah keterampilan bertanya
Makalah keterampilan bertanyaAbdul Rosid
 
Rpl biimbingan belajar
Rpl biimbingan belajarRpl biimbingan belajar
Rpl biimbingan belajarAfy Luna
 
Etika bergaul siap
Etika bergaul siapEtika bergaul siap
Etika bergaul siapbkupstegal
 
Anak Tunagrahita.pptx
Anak Tunagrahita.pptxAnak Tunagrahita.pptx
Anak Tunagrahita.pptxAdam Superman
 
psikologi konseling
psikologi konselingpsikologi konseling
psikologi konselingBoyolali
 
Konseling Karir.ppt
Konseling Karir.pptKonseling Karir.ppt
Konseling Karir.pptLoisSpain
 
Perkembangan sosial anak usia sd
Perkembangan sosial anak usia sdPerkembangan sosial anak usia sd
Perkembangan sosial anak usia sdShinta Nz
 
Format rpl bimbingan klasikal
Format rpl bimbingan klasikalFormat rpl bimbingan klasikal
Format rpl bimbingan klasikalwiduri aprillia
 
Pendekatan konseling client centered
Pendekatan konseling client centeredPendekatan konseling client centered
Pendekatan konseling client centeredmisbakhulfirdaus
 
Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"
Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"
Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"SHS 3 Surakarta
 
Rpl cara_menghilangkan_malas_belajar
Rpl cara_menghilangkan_malas_belajarRpl cara_menghilangkan_malas_belajar
Rpl cara_menghilangkan_malas_belajarTatakustara
 
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES Andina Aulia Rachma
 
Laporan kolaborasi bimbingan dan konseling
Laporan kolaborasi bimbingan dan konselingLaporan kolaborasi bimbingan dan konseling
Laporan kolaborasi bimbingan dan konselingDonny kurnianto
 
RPL Meningkatkan Disiplin Diri
RPL Meningkatkan Disiplin DiriRPL Meningkatkan Disiplin Diri
RPL Meningkatkan Disiplin DiriSun Ndary
 

What's hot (20)

Makalah akuntabilitas bk
Makalah akuntabilitas bkMakalah akuntabilitas bk
Makalah akuntabilitas bk
 
Makalah keterampilan bertanya
Makalah keterampilan bertanyaMakalah keterampilan bertanya
Makalah keterampilan bertanya
 
Rpl biimbingan belajar
Rpl biimbingan belajarRpl biimbingan belajar
Rpl biimbingan belajar
 
Etika bergaul siap
Etika bergaul siapEtika bergaul siap
Etika bergaul siap
 
Anak Tunagrahita.pptx
Anak Tunagrahita.pptxAnak Tunagrahita.pptx
Anak Tunagrahita.pptx
 
Program tahunan bk
Program tahunan bkProgram tahunan bk
Program tahunan bk
 
AUM PTSDL
AUM PTSDLAUM PTSDL
AUM PTSDL
 
psikologi konseling
psikologi konselingpsikologi konseling
psikologi konseling
 
RPL BIMBINGAN KELOMPOK (POP)
RPL BIMBINGAN KELOMPOK (POP)RPL BIMBINGAN KELOMPOK (POP)
RPL BIMBINGAN KELOMPOK (POP)
 
Konseling Karir.ppt
Konseling Karir.pptKonseling Karir.ppt
Konseling Karir.ppt
 
Perkembangan sosial anak usia sd
Perkembangan sosial anak usia sdPerkembangan sosial anak usia sd
Perkembangan sosial anak usia sd
 
Format rpl bimbingan klasikal
Format rpl bimbingan klasikalFormat rpl bimbingan klasikal
Format rpl bimbingan klasikal
 
Pendekatan konseling client centered
Pendekatan konseling client centeredPendekatan konseling client centered
Pendekatan konseling client centered
 
Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"
Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"
Analisis Novel Basa Jawa "Ngulandara"
 
Rpl cara_menghilangkan_malas_belajar
Rpl cara_menghilangkan_malas_belajarRpl cara_menghilangkan_malas_belajar
Rpl cara_menghilangkan_malas_belajar
 
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
 
Laporan kolaborasi bimbingan dan konseling
Laporan kolaborasi bimbingan dan konselingLaporan kolaborasi bimbingan dan konseling
Laporan kolaborasi bimbingan dan konseling
 
RPL Meningkatkan Disiplin Diri
RPL Meningkatkan Disiplin DiriRPL Meningkatkan Disiplin Diri
RPL Meningkatkan Disiplin Diri
 
Teks pidato toleransi
Teks pidato toleransiTeks pidato toleransi
Teks pidato toleransi
 
PPT Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini
PPT Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini PPT Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini
PPT Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini
 

Similar to MENURUNNYA PRESTASI

Makalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan penyebab kelainan pada abk
Makalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan  penyebab kelainan pada abkMakalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan  penyebab kelainan pada abk
Makalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan penyebab kelainan pada abkAiyUis NuriEanty
 
Kanak2 berkeperluan khas
Kanak2 berkeperluan khasKanak2 berkeperluan khas
Kanak2 berkeperluan khasRasLamia Othman
 
IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptx
IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptxIDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptx
IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptxUMN AL WASHLIYAH
 
Makalah permasalahan anak wa ode siadi
Makalah permasalahan anak wa ode siadiMakalah permasalahan anak wa ode siadi
Makalah permasalahan anak wa ode siadiSeptian Muna Barakati
 
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada AnakDeteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada AnakLukman Izyan
 
Karya ilmiah bahasa indonesia
Karya ilmiah bahasa indonesiaKarya ilmiah bahasa indonesia
Karya ilmiah bahasa indonesiaHafshah Zuhairoh
 
diagnosis kesulitan belajar.docx
diagnosis kesulitan belajar.docxdiagnosis kesulitan belajar.docx
diagnosis kesulitan belajar.docxluthfiahkhairani
 
PERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAH
PERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAHPERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAH
PERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAHRiyan Hidayat
 
Makalah bentuk dan layanan bk untuk aud
Makalah bentuk dan layanan bk untuk audMakalah bentuk dan layanan bk untuk aud
Makalah bentuk dan layanan bk untuk audandreanapulu
 

Similar to MENURUNNYA PRESTASI (20)

Makalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan penyebab kelainan pada abk
Makalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan  penyebab kelainan pada abkMakalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan  penyebab kelainan pada abk
Makalah Penyebab terjadinya masalah belajar dan penyebab kelainan pada abk
 
Kanak2 berkeperluan khas
Kanak2 berkeperluan khasKanak2 berkeperluan khas
Kanak2 berkeperluan khas
 
IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptx
IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptxIDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptx
IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR SISWA.pptx
 
Makalah permasalahan anak wa ode siadi
Makalah permasalahan anak wa ode siadiMakalah permasalahan anak wa ode siadi
Makalah permasalahan anak wa ode siadi
 
Layanan bk di sekolah dasar
Layanan bk di sekolah dasarLayanan bk di sekolah dasar
Layanan bk di sekolah dasar
 
Buat bk updete
Buat bk updeteBuat bk updete
Buat bk updete
 
Buat bk updete
Buat bk updeteBuat bk updete
Buat bk updete
 
Artikel ilmiah populer pr membebani siswa
Artikel ilmiah populer pr membebani siswaArtikel ilmiah populer pr membebani siswa
Artikel ilmiah populer pr membebani siswa
 
PERANAN GURU BIASA SEBAGAI GURU PEMBIMBING
PERANAN GURU BIASA SEBAGAI GURU PEMBIMBINGPERANAN GURU BIASA SEBAGAI GURU PEMBIMBING
PERANAN GURU BIASA SEBAGAI GURU PEMBIMBING
 
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada AnakDeteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
Deteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak
 
[==
[==[==
[==
 
[==
[==[==
[==
 
Penyebab anak malas belajar
Penyebab anak malas belajarPenyebab anak malas belajar
Penyebab anak malas belajar
 
Observasi
ObservasiObservasi
Observasi
 
Karya ilmiah bahasa indonesia
Karya ilmiah bahasa indonesiaKarya ilmiah bahasa indonesia
Karya ilmiah bahasa indonesia
 
Bahan Ajar Webinar International
Bahan Ajar Webinar InternationalBahan Ajar Webinar International
Bahan Ajar Webinar International
 
Jurnal minggu 2
Jurnal minggu 2Jurnal minggu 2
Jurnal minggu 2
 
diagnosis kesulitan belajar.docx
diagnosis kesulitan belajar.docxdiagnosis kesulitan belajar.docx
diagnosis kesulitan belajar.docx
 
PERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAH
PERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAHPERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAH
PERMASALAHAN SISWA DI SEKOLAH
 
Makalah bentuk dan layanan bk untuk aud
Makalah bentuk dan layanan bk untuk audMakalah bentuk dan layanan bk untuk aud
Makalah bentuk dan layanan bk untuk aud
 

MENURUNNYA PRESTASI

  • 1. MAKALAH PRESTASI MENURUN DISUSUN OLEH: KELOMPOK 13 - FERIDAMULIA NIM 143208561 - ERNA WATI NIM DOSEN PEMBIMBING ADNAN,S.Kom.i,M.Pd.i UNIVERSITAS STAIN MALIKUSALEH PROSI BKI JURUSAN DAKWAH 2016
  • 2. i KATA PENGANTAR Dengan mengucap puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya serta memberikan kekuatan dan kemampuan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Menurunnya Prestasi Anak ini. Tugas makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suherman. M.Pd. selaku dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling yang telah membimbing penulis dalam penyusunan makalah ini. Tidak menutup kemungkinan bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan yang disebabkan keterbatasan ilmu pengetahuan penulis, dimana penulis telah berusaha semaksimal mungkin dengan bekal pengetahuan yang penulis miliki untuk mencapai hasil yang terbaik. Maka demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini, kami terbuka untuk menerima kritik-kritik yang konstruktif dari pembaca. Semoga karya kecil ini dapat menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi pembaca dan menjadikan rahmat yang tak putus bagi penulis. Amin. Aceh Utara , Desember 2016 Penyusun
  • 3. ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...........................................................................................i DAFTAR ISI.........................................................................................................ii BAB I. PENDAHULUAN .....................................................................................1 1.1 Latar belakan...................................................................................................1 1.2 Rumusan masalah............................................................................................2 1.3 Tujuan penyusunan..........................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................3 Penyebab Prestasi Anak Menurun..........................................................................3 Apa Yang dilakukan orang tua apa bila prestasi anak di sekolah menurun...........4 Mengapa prestasi anak menurun............................................................................5 BAB III. PENUTUP..............................................................................................8 3.1 Kesimpulan.......................................................................................................8 3.2 Saran................................................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................10
  • 4. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan atau masalah yang silih berganti.. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain, tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. Manusia adalah sasaran pendidikan. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya.peserta didik merupakan pribadi-pribadi yang sedang berada dalam proses berkembang kearah kematangan. Masing-masing peserta didik memiliki karakteristik pribadi yang unik. Dalam arti terdapat perbedaan individual diantara mereka, seperti menyangkut aspek kecerdasan, emosi, sosiabilitas, sikap, kebiasaan, dan kemampuan penyesuaian diri. Dalam dunia pendidikan, peserta didikpun tidak jarang mengalami masalah-masalah, sehingga tidak jarang dari peserta didik yang menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik, maka perlu adanya pendekatan-pendekatan melalui pelaksanaan bimbingan dan konseling. Disini, guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa atau pesrta didik. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling, kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah merupakan suatu syarat yang tidak boleh ditinggalkan. Kerja sama ini akan menjamin tersusunnya program bimbingan dan konseling yang komprehensif, memenuhi sasaran, serta realistik.
  • 5. 2 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: 1. Penyebab Prestasi anak menurun ? 2. Apa yang dilakukan orang tua apabila prestasi anak disekolah menurun ? 3. Mengepa Prestasi Anak Menurun ? 1.3 Tujuan Penyusunan Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penyusunan makalah adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa di sekolah. 2. Mengetahui pendekatan-pendekatan umum dalam Bimbingan & Konseling. 3. Mengetahui strategi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling.
  • 6. 3 BAB II PEMBAHASAN 1. Penyebab Prestasi Anak Menurun Perubahan dalam performa akademis, seperti prestasi menurun, adalah sesuatu yang wajar dialami setiap anak dalam proses pertumbuhannya. Penyebab hal tersebut bisa ditinjau dari dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah hal-hal yang datang dari dalam diri anak sendiri, seperti kurang istirahat, tidak cukup tidur, atau sedang sakit. Perbedaan jam belajar antara jenjang TK dan SD juga seringkali menjadi penyebab munculnya masalah baru dalam keseharian anak. Apalagi, selain jam belajar yang lebih panjang, di SD juga sudah ada ujian, PR, dan lain-lain, yang sebelumnya tidak ditemukan anak di bangku TK. Cara setiap anak menghadapi perubahan tersebut tidak selalu sama, Ma. Ada yang mulus melaluinya, namun ada pula yang membutuhkan proses adaptasi lebih lama. Mama bisa membantu anak beradaptasi dengan cara membimbingnya agar bisa mengikuti jadwal kegiatan barunya secara lebih efektif. Misalnya, memberlakukan rutinitas mengerjakan PR pada jam yang sama setiap hari, serta memberlakukan jam tidur malam lebih awal agar anak cukup beristirahat di malam hari. Apabila tidurnya cukup, anak akan bangun dalam kondisi segar keesokan paginya dan siap menangkap pelajaran yang diberikan di sekolah. Faktor eksternal yang bisa mempengaruhi performa anak adalah tentunya lingkungan tempatnya berkegiatan sehari-hari, baik itu di rumah maupun di sekolah. Coba lakukan introspeksi, Ma, kira-kira apakah anak merasa terbebani oleh harapan-harapan yang Anda tanamkan pada dirinya?
  • 7. 4 Tuntutan dari orangtua agar anaknya selalu berprestasi bisa menjadi beban bagi anak, yang malah berisiko membuat performanya di sekolah merosot. Lakukan cross check dengan guru anak di sekolah, apakah anak Anda memiliki masalah di kelas. Misalnya, kesulitan dalam bersosialisasi ataupun dalam memahami instruksi dari guru. Biasakan pula ngobrol dengan anak tentang kesehariannya di sekolah. Apa saja yang dilakukannya, siapa saja yang bermain dengannya tadi, dan apakah dia senang atau tidak dengan kegiatannya sepanjang hari itu. Setelah mengetahui akar permasalahannya, akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan sesuatu guna memperbaikinya. 2. Apa yang dilakukan orang tua apabila prestasi anak disekolah menurun ? Tidak ada salahnya mengomunikasikan dengan anak, penyebab turunnya prestasi belajarnya. Apakah ada kesulitan yang dihadapi, atau hal-hal lain di luar itu. Lakukan diskusi dari hati ke hati, kendala yang sedang ia hadapi. Apakah karena materi pelajaran, atau ada hal lain di luar itu. Jika sudah diketahui maka solusinya akan dipecahkan dengan lebih mudah bersama-sama. nak Turunnya prestasi bukan semata-mata karena kesalahan anak. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut dialami anak, bisa faktor internal maupun eksternal. Sebaiknya Anda tidak terburu-buru menjudge dan melabeli anak, dengan sebutan 'malas' dan 'tidak mau mendengarkan' akibat penurunan prestasi tersebut. Setiap anak memiliki tipe belajarnya sendiri, yang berbeda dengan anak lainnya. Anak tipe visual memiliki kemampuan belajar dengan mengobservasi, mengamati
  • 8. 5 lewat gambar, ataupun membaca buku secara mandiri. Sedangkan anak dengan tipe belajar auditori memiliki kemampuan belajar dengan mendengarkan secara langsung atau melalui rekaman suara. Jika anak Anda adalah tipe kinestetik, ia memiliki kemampuan belajar dengan bergerak, serta melakukan uji coba secara langsung. Karenanya, penting memperhatikan materi yang menyebabkan penurunan belajar pada anak. Cari cara belajar yang sesuai dengan tipe belajarnya. Tidak selamanya penurunan prestasi terjadi karena kondisi anak. Apa yang terjadi di sekitarnya, di rumah dan sekolah, bisa jadi penyebabnya juga termasuk peran Anda sebagai orang tua. Mungkin Anda selama ini terlalu sibuk dengan urusan pribadi sehingga tidak lagi memperhatikan proses belajarnya. Atau mungkin juga anak merasa tidak nyaman menerima pelajaran karena kondisi rumah yang tidak harmonis. Mungkin pula Anda selama ini secara tidak sadar menuntutnya lebih tetapi lupa menyediakan kebutuhannya. Hai para orang tua, jangan sia-siakan anak-anak kita yang sangat membutuhkan perhatian Anda sebagai orang tuanya. Prestasi menurun di sekolah adalah salah satu dari sekian faktor yang menandakan mereka butuh perhatian Anda. 3. Mengapa Prestasi Belajar Anak Menurun? Setiap orangtua berharap agar prestasi belajar anak selalu meningkat. Kalau pun tidak mengalami peningkatan, minimal harus stabil dan tidak mengalami kemerosotan. Anak dapat mempertahankan prestasi yang telah diraihnya. Namun harapan itu tidak selalu menjadi kenyataan. Adakalanya prestasi anak mengalami kenaikan dan pada saat lain akan mengalami kemunduran.
  • 9. 6 Naik turunnya grafik prestasi belajar anak di sekolah sebenarnya adalah hal biasa. Orangtua tak perlu khawatir, apalagi sampai memarahi anak ketika mengetahui prestasi belajarnya menurun. Namun perlu digarisbawahi bahwa penurunan peringkat anak di kelas, belum tentu karena prestasi belajar anak benar-benar telah menurun. Boleh jadi karena prestasi belajar temannya mengalami peningkatan yang cukup drastis. Bagi anak yang sudah sering berprestasi atau mendapat juara kelas.Turun naiknya prestasi belajar anak ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu cara belajar dan kuantitas belajar anak. 1. Cara belajar anak Sering terjadi setelah anak meraih prestasi, anak menjadi lalai dan tidak meningkatkan cara belajarnya. Di sisi lain, justru temannya melakukan cara belajar yang efektif sehingga prestasi belajarnya meningkat. Cara belajar yang ditempuh anak berpengaruh terhadap turun naiknya prestasi belajar anak. 2. Kuantitas belajar anak Makin meningkat tingkatan kelas anak semakin berat beban belajar anak. Oleh sebab itu setiap anak harus menunjukkan kuantitas belajar yang lebih dari sebelumnya, meningkat dari semester sebelumnya.
  • 10. 7 Jika anak masih melaksanakan kuantitas belajar yang sama seperti semester sebelumnya, ada kemungkinan anak akan tertinggal oleh temannya yang menunjukkan kuantitas belajar yang lebih banyak. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kuantitas belajar adalah alokasi waktu belajar anak di rumah dan keluasan materi belajar yang harus dikuasai. Dengan mengetahui penyebab turunnya prestasi belajar yang sudah pernah diraih, siswa dapat melakukan perubahan terhadap cara dan kuantitas belajar. Semoga memberi inspirasi buat pelajar dan orangtua siswa.
  • 11. 8 BAB III PENUTUP Kesimpulan Perlunya layanan bimbingan di sekolah adalah berlatarbelakangkan tiga aspek. Pertama adalah aspek lingkungan, khususnya lingkungan. sosial kultural, yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi individu siswa sebagai subjek didik, dan sekolah sebagai lembaga pendidikan. Sebagai akibat dari lingkungan pengaruh sosial-kultural ini, maka individu memerlukan adanya bantuan dalam perkembangannya, dan sekolahpun memerlukan pendekatan khusus. Bantuan dan pendekatan yang diperlukan adalah layanan bimbingan dan konseling. Aspek yang kedua adalah lembaganya itu sendiri yaitu pendidikan yang mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan kepribadian subjek didik. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang dilaksanakan secara tuntas baik dalam proses kegiatannya maupun tindak dan para pelaksana nya yaitu guru sebagai pendidik. Untuk menuntaskan pendidikan, diperlu kan adanya layanan bimbingan dan konseling. Aspek ketiga adalah yang menyangkut segi subjek didik sebagai pribadi yang unik, dinamik dan berkembang, memerlukan pendekatan dan bantuan yang khusus melalui layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aspek lingkungan (sosial kultural) pendidikan, dan siswa (psikologis) merupakan latar belakang perlunya layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Saran Untuk menciptakan pelayanan bimbingan secara bermutu, maka para pembimbing, guru, dan personel sekolah lainnya perlu mendapatkan penambahan, perluasan, atau
  • 12. 9 pendalaman tentang konsep-konsep atau keterampilan-keterampilan tertentu tentang bimbingan, sesuai dengan deskripsi pekerjaan (kinerja) masing-masing. Bentuk pengembangan staf ini bisa dilaksanakan melalui seminar atau lokakarya. Melalui kegiatan pengembangan ini diharapkan personel sekolah memiliki kompetensi atau kemampuan sesuai dengan deskripsi kerja (kinerja) masing-masing. Selain itu, konselor perlu melakukan konsultasi dan kolaborasi dengan guru, orang tua, staf sekolah lainnya, dan pihak instansi di luar sekolah (pemerintah dan swasta) untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling secara akurat dan bijaksana, dalam upaya memfasilitasi individu atau peserta didik mengembangkan npotensi dirinya secara optimal, untuk memperoleh informasi, dan umpan balik tentang layanan bantuan yang telah diberikannya kepada para siswa, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa, melakukan referal, serta meningkatkan kualitas program layanan bimbingan dan konseling.
  • 13. 10 DAFTAR PUSTAKA Yusuf, Syamsu., dan A. Juntika Nurihsan. 2008. Landasan Bimbingan & Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Winkel, W.S. 1982. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah Menengah. Jakarta: PT Gramedia Sudrajat, Akhmad. (2010). Strategi Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling. [Online]. Tersedia: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/03/strategi-pelaksanaan-layanan- bimbingan-dan-konseling/. [4 Maret 2012]