SlideShare a Scribd company logo
1 of 14
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Perkuliahan
Mata kuliah : Tafsir Ahkami
Kelas : B
Dosen Pengampu : H.M. Dzofir, M.Ag
Disusun oleh :
Rois Mansur (1410110042)
Laili Fitriyatul Ula (1410110063)
Purwanto (1410110070)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUSJURUSAN
TARBIYAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2014/2015
Page 1 of 14
A. Pendahuluan
QS. An-Nisa’ ayat 34 sebagian orang memahami bahwa yang dimaksudkan
dengan kata “ar rijal” dan “an nisa’” adalah arti harfiah atau umumnya, yakni kaum
laki-laki dan kaum perempuan. Disamping menjangkau kehidupan rumah tangga,
menurut kaum mufassirin aturan ayat itu juga menjangkau kehidupan sosial
masyarakat. Karena, ayat itulah yang masih menjadi mimik perdebatan yang tiada
usainya diantara kaum mufassirin.
Selain itu juga berbicara peran kepemimpinan perempuan yang sekarang ini
banyak menimbulkan pro dan kontra antara pendapat satu dan pendapat yang lainnya.
Yang sangat menghebohkan sekarang adalah munculnya kaum perempuan yang
menduduki dikursi pemerintahan dan banyak sekali yang menggeluti dunia
perpolitikan, selayaknya seperti kaum laki-laki.
Lihatlah disekeliling kita, antara laki-laki dan perempuan, antara penindasan
dan ketidakadilan. Memang cukup rumit, dimana seorang laki-laki menggembar-
gemborkan kekuasaanya atas perempuan. Disini kami akan menguraikan lebih
mendalam lagi tentang pokok pembahasan didalam penyajian makalah ini.
B. Surat An-Nisa Ayat 34
َ‫و‬ ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ َُّ‫اَّلل‬ َ‫َّل‬‫ض‬َ‫ف‬ ‫ا‬َِ‫ِب‬ ِ‫اء‬َ‫س‬ِِّ‫الن‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ام‬َّ‫و‬َ‫ق‬ ُ‫ال‬َ‫ج‬ِِّ‫ر‬‫ال‬َ
ِِ‫ا‬ََّّ‫ال‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ِِِ‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬ََ ِْْ‫م‬ ‫ا‬‫و‬ََََُُْْ ‫ا‬َِ‫ِب‬ُُ ‫ا‬
ِ‫الالِت‬َ‫و‬ َُّ‫اَّلل‬ َ‫ظ‬ََِ‫ح‬ ‫ا‬َِ‫ِب‬ ِ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ٌُ ‫ا‬َ‫ظ‬ِ‫اف‬َ‫ح‬ ٌُ ‫ا‬َ‫ت‬ِْ‫ا‬َ‫ق‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ َُّْ‫ه‬َ‫وز‬ُ‫ش‬ُْ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ف‬‫ا‬ََ‫َت‬ُ‫ب‬ِ‫ر‬ْْ‫ا‬َ‫و‬ ِِ ِ‫اج‬َ‫ض‬ََْ‫ل‬‫ا‬ ِِ َُّْ‫وه‬ُ‫ر‬ُُْ‫اه‬َ‫و‬ َُّْ‫وه‬ُ‫ظ‬َُّْ‫وه‬
‫ا‬ً‫ري‬ِ‫ب‬َ‫ك‬‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ََّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬‫يال‬ِ‫ب‬َ‫س‬ َِّْ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫غ‬ْ‫ب‬َ‫ت‬ ‫ال‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫ط‬ََ ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬(34)
Artinya: “Kaumlaki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh
karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang
lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
harta mereka.Sebab itu maka perempuan yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah
lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,oleh karena Allah telah memelihara
(mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka
nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah
mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari
jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. 1
C. Tafsir Mufrodat
ُ‫ال‬َ‫ج‬ ِّ‫لر‬َ‫ا‬ (Ar-rijal) : Jamak dari rajul yang berarti laki-laki dan dalam
Al-Quran banyak digunakan dengan pengertian
suami-suami.
(‫يُجمعُمذكرُمنُقوام‬َ‫ل‬َ‫ع‬َُ‫ن‬ ْ‫و‬‫م‬ّٰ‫و‬َ‫ق‬) : Kata ini merupakan bentuk mbalaghah (untuk
menyangatkan) dari qaim yang dibentuk dari qama-
yaqumu-qiyam pada umumnya berarti berdiri.
Ketika digabungkan dengan ‘ala, ia menjadi idghom
dan bisa berarti memimpin. Dengan ini dikatakan
“hadza qayyimul mar-ati wa qawwamuha” (ini
adalah pemimpin perempuan).
(‫)جمعُمنُالمرأة‬ ُِّ‫ء‬ۗ‫ا‬َ‫س‬ِّ‫الن‬ُ : Perempuan atau istri-istri.
ُ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ُ‫ي‬ٰ‫ل‬َ‫ع‬ُْ‫م‬‫ھ‬َ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ُ ّٰ‫َُاّٰلل‬‫ل‬َّ‫ض‬َ‫ف‬ُ‫ا‬َ‫م‬ِّ‫ب‬ : Allah telah melebihkan (kekuatan dan kekuasaan)
sebagian dari kalian atas sebagian yang lain.
Yakni masing-masing memiliki keistimewaan.
Tetapi keistimewaan yang dimiliki lelaki lebih
menunjang tugas kepemimpinan daripada
keistimewaan yang dimiliki perempuan.
ُْ‫م‬ِّ‫ھ‬ِّ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬َ‫ا‬ُ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ُ‫ا‬ ْ‫و‬‫ق‬َ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ُٓ‫ا‬َ‫م‬ِّ‫ب‬ُ : Disebabkan karena mereka telah menafkahkan
(mahar) sebagian harta mereka. Yakni kata “telah
menafkahkan”, menunjukkan bahwa
memberi nafkah kepada perempuan telah menjadi
suatu kelaziman bagi lelaki, serta kenyataan umum
dalam masyarakat umat manusia sejak dahulu
hingga kini.
ُ‫ت‬ٰ‫ت‬ِّ‫ن‬ ٰ‫ُق‬‫ت‬ ٰ‫ح‬ِّ‫ل‬ّٰ‫ص‬‫ال‬َ‫ف‬ : Perempuan yang shaleh ialah yang taat kepada Allah
dan suaminya.
1 QS. An-Nisa’ 34 dan Terjemahannya
Page 3 of 14
ُِّ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ل‬ِّ‫ُل‬‫ت‬ ٰ‫ظ‬ِّ‫ف‬ ٰ‫ح‬ : Memelihara apa yang tidak tampak oleh
manusia. Hal yang dimaksudkan disini yaitu tidak
berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta
suaminya ketika suaminya tidak ada.
َُ‫ن‬ ْ‫و‬‫َاف‬‫خ‬َ‫ت‬ُْ‫ي‬ِّ‫ت‬ّٰ‫ال‬ : Perempuan-perempuan yang kalian kira.
َُ‫ز‬ ْ‫و‬‫ش‬‫ن‬ : Nusyuz, nusyuz di sini yakni ُ ‫ُاألرض‬ ‫نشوزت‬
Nasyazati al-ardu, tanah lebih tinggi dibanding yang
ada di sekitarnya. Maksudnya di sini adalah durhaka
dan membesarkan diri/ membangkang terhadap
suami.2
َُّ‫ن‬‫ھ‬ ْ‫و‬‫ظ‬ِّ‫ع‬َ‫ف‬ : Maka nasihatilah mereka (untuk taat dan
menghindari maksiat).
َُّ‫ن‬‫ھ‬ ْ‫و‬‫ظ‬ِّ‫ع‬َ‫ف‬ : Tinggalkanlah mereka yakni perintah kepada suami
untuk meninggalkan istri, didorong oleh rasa tidak
senang pada kelakuannya.
َُ‫م‬ْ‫يُال‬ِّ‫ف‬ُِّ‫ع‬ِّ‫اج‬َ‫ض‬ : Dalam tempat tidur (pisah ranjang) yakni suami
hendaknya jangan meninggalkan rumah, bahkan
tidak meninggalkan kamar tempat suami-
istri biasanya tidur.
َُّ‫ن‬‫ھ‬ ْ‫و‬‫ب‬ ِّ‫ر‬ْ‫اض‬َ‫و‬ : Dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak
menyakiti), terambil dari kata dharaba, yang berarti
memukul dan memukul tidak selalu dipahami dalam
arti menyakiti atau melakukan sesuatu tindakan
keras dan kasar.3
D. Sababun Nuzul
Ayat ini diturunkan kepada Rasulullah berkenaan dengan peristiwa Sa’ad bin
Ar-Robi’dan istrinya Habibah binti Zaid bin Abi Zubair termasuk salah satu seorang
suku. Diriwayatkan bahwa Habibah nusyuz terhadap suaminya, lalu Sa’ad memukul
2 Ahmad Hatta, Tafsir Qur’an Perkata, Maghfirah, Jakarta, 2009, hlm.84.
3 Ahmad al-Maraghi, Musthafa, Terjemah Tafsir Al-Maraghi jilid 5, PT. Karya Toha,
Semarang, 1986,1993, hlm.10.
Habibah. Maka Habibah mengeluhkan suaminya kepada ayahnya. Kemudian ia
bersama ayahnya mengadukan peristiwa ini kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw
menganjurkan Habibah untuk membalasnya dengan yang setimpal (qishos).
Berkenaan dengan peristiwa itulah Rasulullah saw bersabda: “Kami mempunyai
kehendak tentang suatu perkara, tetapi Allah mempunyai kehendak lain tentang
suatu perkara. Sedang kehendak Allah justru lebih baik.” Kemudian dibatalkan
hukum qishos terhadap pemukulan suami itu.4
E. Pembahasan
Dalam QS. An-Nisa ayat 34 telah dijelaskan perempuan-perempuan yang
sholeh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak
ada, karena Allah telah menjaga mereka.
Adapun maksud dari statement ini, perempuan itu adalah pemimpin dalam
rumah tangganya, pemimpin atas penghuni rumah suaminya dan anaknya dan akan
bertanggung jawab pada kepemimpinannya.
1. Mengapa kaum laki-laki menjadi pemimpin bagi kaum perempuan?
Diantara tugas kaum lelaki ialah memimpin kaum perempuan
dengan melindungi dan memelihara mereka. Sebagai konsekuensi dari
tugas ini,kaum lelaki diwajibkan berperang dan kaum perempuan tidak,
karena perang termasuk perkara perlindungan yang paling khusus, dan
kaum lelaki memperoleh bagian lebih besar dalam hal harta pusaka dari
pada kaum perempuan, karena kaum lelaki berkewajiban memberi
nafkah, sedangkan perempuan tidak.
Hal tersebut karena Allah melebihkan kaum lelaki atas
perempuan didalam perkara kejadian, dan memberi mereka kekuatan
yang tidak diberikan kepada kaum perempuan dengan kemampuan
memberi nafkah dari harta mereka.
2‫فلط‬ ‫عليه‬ ‫نزشت‬ ‫هنا‬‫أ‬‫أ‬ ‫وذكل‬ ,‫نصار‬‫أ‬‫ل‬‫ا‬ ‫من‬ ‫وهام‬ ‫لنقباء‬‫ا‬ ‫من‬ ‫سعد‬ ‫اكن‬‫و‬ "‫يد‬‫ز‬ ‫بنت‬ ‫"حبيبة‬ ‫ته‬‫أ‬‫أ‬‫ر‬‫ام‬ ‫مع‬ "‫بيع‬‫ر‬‫ل‬‫ا‬ ‫بن‬ ‫سعد‬ " ‫يف‬ ‫مية‬‫ر‬‫لك‬‫ا‬ ‫الاية‬ ‫لت‬‫ز‬‫ت‬‫م‬ ‫بوها‬‫أ‬‫أ‬ ‫نطلق‬‫ا‬‫ف‬ ,‫مها‬‫ٍاىل‬ ‫عها‬‫وسم‬ ‫عليه‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬
‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫فقال‬,‫منه‬ ّ‫لتقتص‬ ‫بهيا‬‫أ‬‫أ‬ ‫مع‬ ‫فت‬‫رص‬‫ن‬‫ا‬‫ف‬ "‫زوهجا‬ ‫من‬ ّ‫لتقتص‬" :‫وسم‬ ‫عليه‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫فقال‬ ,‫فلطمها‬‫مييت‬‫ر‬‫ك‬ ‫ته‬‫افرش‬ :‫فقال‬‫وس‬ ‫عليه‬‫قومون‬ ‫لرجال‬‫ا‬( ‫ هلل‬‫نزل‬‫أ‬‫أ‬‫و‬ ‫اتين‬‫أ‬‫أ‬ ‫يل‬‫رب‬‫ج‬ ‫هذا‬ ‫ا‬‫و‬‫ارجع‬ ‫م‬
:‫لنساء‬‫ا‬[)‫لنساء‬‫ا‬ ‫ع ى‬34‫عل‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫فقال‬ ]‫لقصاص‬‫ا‬ ‫ورفع‬ "‫خري‬ ‫ هلل‬‫اد‬‫ر‬‫أ‬‫أ‬ ‫اذلي‬‫و‬ ,‫ا‬ً‫مر‬‫أ‬‫أ‬ ‫ هلل‬‫اد‬‫ر‬‫أ‬‫أ‬‫و‬ ,‫ا‬ً‫مر‬‫أ‬‫أ‬ ‫ران‬‫أ‬‫أ‬":‫وسم‬ ‫يه‬.
Page 5 of 14
2. Bagaimana cara yang lurus memperlakukan seorang istri?
Langkah-langkah yang ditempuh dalam mengatasi kedurhakaan
istri menurut surat An-Nisa’ ayat 34:
a. Memberi nasehat dan bimbingan dan tutur kata yang baikُ(‫.)فعظوھن‬
b. Pisah ranjang dan tidak dicampuriُ(‫.)اھجروھنُفىُالمضجع‬
c. Pukulah yang sekiranya tidak menyakitinyaُ(‫.)اضربوھن‬
d. Kalau ketiga langkah di atas tidak berhasil maka utuslah seorang
hakam dari seorang suami dan seorang hakam dari seorang istri
untuk mencari jalan bertahkim.5
Dari penjelasan diatas terdapat kata hakam. Menurut zhahir ayat
diatas, hakam itu dipersyaratkan dari keluarga, karena disitu dikatakan
seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam dari keluarga
istri, dan ini termasuk wajib. Namun kewajiban para ulama’ berpendapat
hal itu adalah sunnah. 6
Karena mereka berpendapat tujuan dari hakam itu sendiri untuk
mengetahui hak istri dan berupaya untuk mendamaikannya, serta
meneliti siapa yang sebenarnya yang salah dari kedua pihak. Tujuan
tersebut itu dapat dilakukan oleh hakam luar, tapi alangkah baiknya dari
pihak keluarga karena lebih utama untuk memengaruhi kedamaian
kedua belah pihak.
Banyak ulama yang berbeda pendapat tentang makna,
‫فعظوھن‬ُ,‫و‬ُ,‫اھجروھنُفىُالمضجع‬‫و‬.‫اضربوھن‬
Sekelompok ahli ilmu mengatakan bahwa hukuman-hukuman diatas
harus dilaksanakan dan di jalankan dengan runtut, adapun langkah-
:‫لثلية‬‫ا‬ ‫ات‬‫و‬‫اخلط‬ ‫ىل‬‫ا‬ ‫وعدت‬ ‫ة‬‫أ‬‫أ‬‫ر‬‫امل‬ ‫تشوز‬ ‫معاحلة‬ ‫ىف‬ ‫مية‬‫حلك‬‫ا‬ ‫يقة‬‫ر‬‫لط‬‫ا‬ ‫ىل‬‫ا‬ ‫مية‬‫ر‬‫لك‬‫ا‬ ‫الاية‬ ‫رشدت‬‫أ‬‫أ‬ 3
.‫نة‬‫احلس‬ ‫املوعظة‬‫و‬ ‫مية‬‫حلك‬‫اب‬ ‫رشاد‬‫اال‬‫و‬ ‫لنصح‬‫ا‬ :‫وال‬‫أ‬‫أ‬
.‫هتا‬‫رش‬ ‫معا‬ ‫ترك‬‫و‬ ‫اشها‬‫ر‬‫ف‬ ‫بعزل‬ ‫ان‬‫ر‬‫لهج‬‫ا‬ :‫اثين‬
‫لثا‬‫اث‬.‫لها‬ ‫ديبا‬‫أ‬‫أ‬‫ت‬ ‫وحيوه‬ ‫اك‬‫و‬‫بس‬ ‫املربح‬ ‫غري‬ ‫لرضب‬‫ا‬ :
.‫لتحكمي‬‫ا‬ ‫فينبغي‬ ‫لوساعل‬‫ا‬ ‫هذه‬ ‫لك‬ ‫جند‬ ‫مل‬‫ذا‬‫ا‬ :‫ابعا‬‫ر‬
.‫تجاب‬‫لس‬‫ا‬ ‫وجه‬ ‫ع ى‬ ‫محلوه‬ ‫لعلامء‬‫ا‬ ‫لكن‬‫و‬ ,‫لوجوب‬‫ا‬ ‫سبيل‬ ‫ع ى‬ ‫ذكل‬ ‫ن‬‫أ‬‫أ‬‫و‬ .34:‫لنساء‬‫ا‬ )‫هلها‬‫أ‬‫أ‬ ‫من‬ ‫وحكام‬ ,‫ههل‬‫أ‬‫أ‬ ‫من‬ ‫(حكام‬ :‫تعاىل‬ ‫لقوهل‬ ‫أقارب‬‫ل‬‫ا‬ ‫من‬ ‫يكون‬ ‫ن‬‫أ‬‫أ‬ ‫احلمكني‬ ‫يف‬ ‫يشرتط‬ ‫نه‬‫أ‬‫أ‬ ‫الاية‬ ‫ظهر‬ 4
langkahnya adalah memberi nasehat, menghindari hubungan seks dan
baru kemudian memukul.
Menurut madzhab Ahmad, Pukulan ini tidak boleh sebagai mengawali
terhadap perempuan yang durhaka itu. Sedangkan Syafi’i berkata bahwa
pukulan itu diperbolehkan sebagai mengawal perempuan yang durhaka.
Letak perbedaan pendapat berkisar pada masalah pemahaman
“WAWU” )‫(و‬ُ . Adapun pendapat-pendapat tersebut adalah:
Imam Al Ghazali berpendapat “ Ketahuilah bahwa yang
dimaksud dengan perlakuan baik terhadap istri,bukanlah tidak
mengganggunya,tapi bersabar dalam gangguan atau kesalahan serta
memperlakukanya dengan kelembutan dan maaf,saat ia menempahkan
emosi dan kemarahan”.
Sedangkan menurut Imam Fakhruddin ar-Razi yakni
“Keberhasilan perkawinan tidak tercapai kecuali jika kedua pelah pihak
memperhatikan hak pihak lain.Antara lain yaitu bahwa suami bagaikan
pemerintah,dan dalam kedudukanya seperti itu,ia berkewajiban
memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya(istrinya). Istrinya pun
berkewajiban untuk mendengarkan dan mengikutinya,tetapi di sisi lain
seorang istri memiliki hak terhadap suaminya untuk mencari yang
terbaik ketika melakukan diskusi.7
3. Bagaimana pandangan islam tentang kiprahnya kaum perempuan dalam
dunia politik?
Menurut pandangan para ahli fiqih menyatakan bahwa peran
perempuan dalam politik masih menjadi perdebatan dan perbedaan
pendapat. Tetapi, banyak pendapat ulama terutama para fuqoha salaf
sepakat bahwa perempuan dilarang menjadi pemimpin. Kesepakatan ini
didasari oleh firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 34.8
7 Quraisy Shihab, , Tafsir Al-Misbah,Lentera,Ciputat, 2002, hlm.409.
8
Said Al-Khin, Mustofa, dkk,. Syarah & Terjemah Riyadhus Shalihin Karya Imam
Nawawi Jilid 1, Al-I’tishom, Jakarta, 2010, hlm. 245
Page 7 of 14
Berdasarkan padangan ahli fiqih inilah mulai bermunculan
adanya berbagai faham yang menyatakan diri sebagai kaum feminisme
yang bercita-cita memajukan islam. Namun ulama kontemporer ternama
seperti Yusuf Al-Qordhawi memiliki pandangan dan pendapat yang
berbeda terhadap kepemimpinan perempuan dalam berpolitik.
Qordhawi memperbolehkan perempuan dalam berpolitik. Beliau
menjelaskankan bahwa penafsiran terhadap surat An-Nisa ayat 34
menerangkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan dalam
lingkup keluarga atau rumah tangga. Jika ditinjau tafsir Ibnu Katsir, surat
An-Nisa ayat 34 bahwa laki-laki adalah pemimpin perempuan, yang
bertindak sebagai orang dewasa terhadapnya, yang menguasainya, dan
pendidiknya tatkala dia melakukan penyimpangan. Karena Allah telah
mengunggulkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Yakni, karena
kaum laki-laki itu lebih unggul dan lebih baik daripada perempuan. Oleh
karena itu kenabian hanya diberikan kepada kaum laki-laki.9
Tafsir Ibnu Katsir, pada surat An-Nisa’ ayat 34 ini menjelaskan
bahwa perempuan tidak dilarang dalam kepemimpinan politik, yang
dilarang adalah kepemimpinan perempuan dalam puncak tertinggi
tunggal yang mengambil keputusan tanpa bermusyawarah, dan juga
perempuan dilarang menjadi hakim. Hal inilah yang mendasari Qardhawi
memperbolehkan perempuan berkiprah didalam berpolitik.
Qordhawi juga menambahkan bahwa perempuan boleh
berpolitik dikarenakan pria dan perempuan dalam hal mu’amalah
memiliki kedudukan yang sama hal ini dikarenakan keduanya sebagai
manusia mukallaf yang diberi tanggung jawab penuh untuk beribadah,
menegakkan agama, menjalankan kewajiban, dan melakukan amar
ma’ruf nahi munkar. Pria dan perempuan memiliki hak yang sama untuk
memilih dan dipilih, sehingga tidak ada dalil yang kuat atas larangan
9 Ibnu Katsir, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 surat An-Nisa’ ayat 34, hlm. 703.
perempuan untuk berpolitik. Namun yang menjadi larangan bagi
perempuan adalah menjadi imam atau khilafah (pemimpin negara). 10
Quraish Shihab menambahkan bahwa dalam Al – Qur’an
banyak menceritakan persamaan kedudukan perempuan dan pria, yang
membedakannya adalah ketaqwaanya kepada Allah. Tidak ada yang
membedakan berdasarkan jenis kelamin, ras, warna kulit dan suku.
Kedudukan perempuan dan pria adalah sama dan diminta untuk saling
bekerjasama untuk mengisi kekurangan satu dengan yang lainnya,
sebagai mana di jelaskan dalam surat At – Taubah ayat 71 yang artinya
‫ا‬ِ‫ب‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ُ‫اء‬َ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫و‬ََ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ُُ ‫ا‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬َُْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬َُْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َ‫ن‬ْ‫و‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ي‬َ‫و‬ ِ‫وف‬ُ‫ر‬ْ‫ع‬ََْ‫ل‬ِ‫ر‬َ‫ك‬ْ‫ن‬َُْ‫ل‬‫ا‬ َِْ‫ع‬
ِ‫ئ‬َ‫ل‬‫و‬َُُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ ََّ‫اَّلل‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫يع‬ِ‫ط‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ة‬‫ا‬َ‫ك‬َّ‫الز‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ت‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ة‬‫ال‬ََّّ‫ال‬ َ‫ن‬‫و‬َُ‫ي‬ُُِ‫ي‬َ‫و‬ٌ‫يز‬ِ‫ز‬َ‫ع‬ ََّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬َُّ‫اَّلل‬ ُ‫م‬ُ‫ه‬ََُْ‫ر‬َ‫ي‬َ‫س‬ َ‫ك‬ٌ‫يم‬ِ‫ك‬َ‫ح‬
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang
lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf,mencegah dari yang
munkar,mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada
Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Islam sebenarnya tidak menempatkan perempuan berada didapur
terus menerus, namun jika ini dilakukan maka ini adalah sesuatu yang
baik, hal ini dinyatakan oleh imam Al-Ghazali dalam Quraish Shihab
yaitu pada dasarnya istri tidak berkewajiban melayani suami dalam hal
memasak, mengurus rumah, menyapu, menjahid, dan sebagainya. Akan
tetapi jika itu dilakukan oleh istri maka itu merupakan hal yang baik.
Sebenarnya suamilah yang berkewajiban untuk memberinya atau
menyiapkan pakaian yang telah dijahit dengan sempurna, makanan yang
telah dimasak secara sempurna. Artinya kedudukan perempuan dan pria
adalah saling mengisi satu dengan yang lain, tidak ada yang superior.
10 Zainuddin, Muhammad dan Maisaroh, Ismail. 2005. POSISI WANITA DALAM SISTEM POLITIK ISLAM
(Telaah Terhadap Pemikiran Politik Yusuf Al-Qardhawi),
Page 9 of 14
Hanya saja laki-laki bertanggung jawab untuk mendidik istri menjadi
lebih baik dihadapan Allah SWT.
Sedangkan Taqiyuddin al-Nabhani menjelaskan ada tujuh syarat
seorang kepala negara atau (Khalifah) dapat di bai’at yaitu muslim, laki-
laki, baligh, berakal, adil, merdeka dan mampu. Syarat muslim
merupakan syarat mutlak untuk mengangkat pemimpin dalam sebuah
negara yang mayoritas penduduk islam, dan dilarangkan mengangkat
pimpinan dari kalangan kafir. Hal ini termaktub dalam surat An-Nisa
ayat 144 yang artinya :
1) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang
kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah
kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu).
2) Kedua laki-laki, perempuan dalam hal ini dilarang menjadi khalifah,
imam, ulil amri, atau kepala negara dalam hal ini kepala negara tidak
dimaksud presiden, yang dimaksud disini adalah kepemimpinan yang
dapat mengambil keputusan tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu,
sedangkan presiden dalam membuat keputusan harus dilakukan dengan
bermusyawarah terlebih dahulu terhadap pembantu-pembantunya baik
menteri, staff ahli, maupun dengan penasihat pribadinya.
3) Ketiga baligh, dengan syarat baligh maka pemimpin dibebani oleh
hukum, sehingga apa yang dipikulnya atau diamanahi kepada mereka
maka akan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum, baik hukum
dunia, maupun hukum dihadapan Allah.
4) Keempat berakal, orang yang hilang akalnya dilarang menjadi pemimpin
karena akan mengambil keputusan yang tidak tepat, dan kehilangan akal
akan membebaskan seseorang dari hukum, sehingga tidak dapat dimintai
pertanggung jawabannya.
5) Kelima adil, yaitu pemimpin yang konsisten dalam menjalani agamanya
hal ini termaktub dalam surah An-Nahl ayat 90 yang artinya:
ِ‫ذ‬ ِ‫اء‬َ‫يت‬ِ‫إ‬َ‫و‬ ِ‫ان‬َ‫س‬ْ‫اإلح‬َ‫و‬ ِ‫ل‬ْ‫د‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ِ‫ب‬ ُ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ََّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬َِْ‫ع‬ ‫ى‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ي‬َ‫و‬ َ‫َب‬ْ‫ر‬ُُْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ي‬ ِِْ‫غ‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ ِ‫ر‬َ‫ك‬ْ‫ن‬َُْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ ِ‫اء‬َ‫ش‬ََْْْ‫ل‬‫ا‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ظ‬
َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬َّ‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan
berbuat kebajikan, memberi kepada kaumkerabat, dan Allah melarang
dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
6) Keenam, merdeka terbebas dari perbudakan sehingga dapat mengambil
keputusan tanpa interfensi dari tuannya. Dan seorang hamba sahaya
dilarang diangkat menjadi pemimpin karena dia tidak memiliki
wewenang untuk mengatur orang lain dan bahkan terhadap dirinyapun
tidak memiliki wewenang.
7) Ketujuh, mampu melaksanakan amanat khilafah, jika tidak mampu
menjalankan amanat maka tunggulah hasilnya. Sebagaimana di jelaskan
dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ” Jika urusan
diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah Kiamat” (HR
Bukhari).
Qardhawi dalam hal ini kembali mempertegas bahwa kepemimpinan
kepala negara dimasa sekarang ini kekuasaannya tidak sama dengan seorang
ratu atau khalifah di sama lalu yang identik dengan seorang imam dalam
shalat. Sehingga kedudukan perempuan dan pria dalam hal perpolitikan
adalah sejajar karena sama-sama memiliki hak memilih dan hak dipilih.
Dengan alasan bahwa perempuan dewasa adalah manusia mukallaf (diberi
tanggung jawab) secara utuh, yang dituntut untuk beribadah kepada Allah,
menegakan agama, dan berda’wah.
Menurut Abu Hanifah seorang perempuan dibolehkan menjadi
hakim, tetapi tidak boleh menjadi hakim dalam perkara pidana. Sementara
Imam Ath-Thabari dan aliran Dhahiriyah membolehkan seseorang
perempuan menjadi hakim dalam semua perkara, sebagaimana mereka
membolehkan kaum perempuan untuk menduduki semua jabatan selain
puncak kepemimpinan negara.
Page 11 of 14
Ath-Thabari, Ar-Razi dan Muhammad Abduh Rasid, sepakat
mengatakan bahawa suami adalah pemimpin terhadap istrinya dalam rimah
tangga. Argumentasinya ini berdasarkan pernyataan ayat Al Qur’an surat
An-Nissa ayat 34 “arrijal qowwamuna ‘alan-nissa’” . kata qawwam dalam
kalimat tersebut diartikan sebagai pemimpin. Al quran mengemukan dua
alasan, kenapa suami jadi pemimpin, yaitu karena kelebihan yang diberikan
allah kepada mereka dan kewajiban mereka memberi nafkah keluarga.
Demikian para mufassir berbeda pendapat dalam menerangkan apa kelebihan
suami atas istri.11
F. Kesimpulan
Kita bisa mengambil kesimpulan dari sura An-Nisa 34 bahwa
konsekuensinya kaum lelaki diberikan Allah sebuah kelebiha yang tidak dimiliki
oleh perempuan. Diantaranya: diwajibkan berperang dan kaum perempuan tidak,
karena perang termasuk perkara perlindungan yang paling khusus, dan kaum lelaki
memperoleh bagian lebih besar dalam hal harta pusaka dari pada kaum perempuan,
karena kaum lelaki berkewajiban memberi nafkah, sedangkan perempuan tidak dll.
Langkah-langkah yang di tempuh syariat islam dalam mengatasi
kedurhakaan istri :
a. Memberi nasehat dan bimbingan dan tutur kata yang baik.
b. Pisah ranjang dan tidak di campuri.
c. Pukulah yang sekiranya tidak menyakitinya.
d. Kalau ketiga langkah di atas tidak berhasil maka utuslah seorang hakam dari seorang
suami dan seorang hakam dari seorang istri untuk mencari jalan bertahkim.
Dan menurut sebagian ulama’ pun masih memperdebatkan pernyataan
tentang boleh tidaknya seorang perempuan berkiprah dalam bidang politik. Laki-laki
dan perempuan memiliki hak yang sama dalam hal dipilih atau memilih,sehingga
tidak ada dalil yang tegas atau kuat atas larangan tentang seorang perempuan
11 Nur Jannah Ismail, Perempuan dalam Pasungan, LkiS Yogyakarta, Yogyakarta, 2003,
hlm.315.
berkiprah di dunia politik. Akan tetapi yang menjadi larangan bagi perempuan adalah
menjadi pemimpin negara (khilafah).
Page 13 of 14
DAFTAR PUSTAKA
Ali As-Shobuni. Tafsir Ayatul Ahkam jilid 1.
Quraisy Shihab. 2000. Terjemah Tafsir Al-Misbah. Ciputat: Lentera.
Ahmad Al-Maraghi, Musthafa, 1986, 1993. Terjemah Tafsir Al-Maraghi jilid 5.
Semarang: PT.Karya Toha.
Ahmad Hatta. 2009. Tafsir Qur’an Perkata. Jakarta: Maghfirah.
Nur Jannah Ismail. 2003. Perempuan dalam Pasungan. Yogyakarta: LkiS
Yogyakarta.
Nasib Ar-Rifa’I, Muhammad. 2007. Kemudahan Dari Allah Ringkasan Tafsir IBNU
KATSIR Jilid 1, Depok : Gema Insani Press.
Zainuddin, Muhammad dan Maisaroh, Ismail. 2005. POSISI PEREMPUAN DALAM
SISTEM POLITIK ISLAM (Telaah Terhadap Pemikiran Politik Yusuf Al-Qardhawi).
Said Al-Khin, Mustofa, dkk. 2010. Syarah & Terjemah Riyadhus Shalihin Karya
Imam Nawawi Jilid 1, Jakarta : Al-I’tishom.

More Related Content

What's hot

10 pertanyaan yang menyadarkan
10 pertanyaan yang menyadarkan10 pertanyaan yang menyadarkan
10 pertanyaan yang menyadarkanloevera
 
Pelajaran 1 mari belajar surah an nasr
Pelajaran 1 mari belajar surah an nasrPelajaran 1 mari belajar surah an nasr
Pelajaran 1 mari belajar surah an nasrfitriani2909
 
(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)
(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)
(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)SUHARNIBTMDREJABMoe
 
Tafsir al Fatihah Syekh Atha Abu Rasytah
Tafsir al Fatihah Syekh Atha Abu RasytahTafsir al Fatihah Syekh Atha Abu Rasytah
Tafsir al Fatihah Syekh Atha Abu RasytahWahyu Nugroho
 
Sumber Syariah
Sumber SyariahSumber Syariah
Sumber Syariahm10ehebat
 
Surat an nashr KI 3 kd 3.3
Surat an nashr KI 3 kd 3.3Surat an nashr KI 3 kd 3.3
Surat an nashr KI 3 kd 3.3Ahmad Zainuddin
 
Akhlak mulia dalam rumah tangga
Akhlak mulia dalam rumah tanggaAkhlak mulia dalam rumah tangga
Akhlak mulia dalam rumah tanggadewi anggraeni
 
Tafsir Surah al-Fatihah
Tafsir Surah al-FatihahTafsir Surah al-Fatihah
Tafsir Surah al-FatihahIdrus Abidin
 
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...Er Er
 
Juz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_d
Juz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_dJuz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_d
Juz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_dAbuJahim
 
Bacaan shalawat nariyah
Bacaan shalawat nariyahBacaan shalawat nariyah
Bacaan shalawat nariyahBob Arrio
 
Biografi umar bin khattab
Biografi umar bin khattabBiografi umar bin khattab
Biografi umar bin khattabreriaraa
 
Peringatan Keras Untuk Para Penyembah Kubur
Peringatan Keras Untuk Para Penyembah KuburPeringatan Keras Untuk Para Penyembah Kubur
Peringatan Keras Untuk Para Penyembah KuburBidak 99
 

What's hot (20)

10 pertanyaan yang menyadarkan
10 pertanyaan yang menyadarkan10 pertanyaan yang menyadarkan
10 pertanyaan yang menyadarkan
 
Pelajaran 1 mari belajar surah an nasr
Pelajaran 1 mari belajar surah an nasrPelajaran 1 mari belajar surah an nasr
Pelajaran 1 mari belajar surah an nasr
 
Penghayatan Maqasid Surah al-A'raaf
Penghayatan Maqasid Surah al-A'raafPenghayatan Maqasid Surah al-A'raaf
Penghayatan Maqasid Surah al-A'raaf
 
Sinopsis Surah 79-114
Sinopsis Surah 79-114Sinopsis Surah 79-114
Sinopsis Surah 79-114
 
Amalan dzikir
Amalan dzikirAmalan dzikir
Amalan dzikir
 
(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)
(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)
(Percuma) buku 10 wasiat perlindungan diri dari wabah (1)
 
Tafsir al Fatihah Syekh Atha Abu Rasytah
Tafsir al Fatihah Syekh Atha Abu RasytahTafsir al Fatihah Syekh Atha Abu Rasytah
Tafsir al Fatihah Syekh Atha Abu Rasytah
 
Sumber Syariah
Sumber SyariahSumber Syariah
Sumber Syariah
 
Surat an nashr KI 3 kd 3.3
Surat an nashr KI 3 kd 3.3Surat an nashr KI 3 kd 3.3
Surat an nashr KI 3 kd 3.3
 
Akhlak mulia dalam rumah tangga
Akhlak mulia dalam rumah tanggaAkhlak mulia dalam rumah tangga
Akhlak mulia dalam rumah tangga
 
Tafsir Surah al-Fatihah
Tafsir Surah al-FatihahTafsir Surah al-Fatihah
Tafsir Surah al-Fatihah
 
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...
قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ ۚ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا. Surah Ali...
 
Juz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_d
Juz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_dJuz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_d
Juz amma latin_tanpa_arab_mudah_dibaca_d
 
Bacaan shalawat nariyah
Bacaan shalawat nariyahBacaan shalawat nariyah
Bacaan shalawat nariyah
 
Biografi umar bin khattab
Biografi umar bin khattabBiografi umar bin khattab
Biografi umar bin khattab
 
Peringatan Keras Untuk Para Penyembah Kubur
Peringatan Keras Untuk Para Penyembah KuburPeringatan Keras Untuk Para Penyembah Kubur
Peringatan Keras Untuk Para Penyembah Kubur
 
ushul fiqh
ushul fiqhushul fiqh
ushul fiqh
 
Kumpulan ayat ruqyah standar
Kumpulan ayat ruqyah standarKumpulan ayat ruqyah standar
Kumpulan ayat ruqyah standar
 
Indahnya Pesan Luqman
Indahnya Pesan LuqmanIndahnya Pesan Luqman
Indahnya Pesan Luqman
 
Juzuk Amma : Perspektif Munasabah
Juzuk Amma : Perspektif MunasabahJuzuk Amma : Perspektif Munasabah
Juzuk Amma : Perspektif Munasabah
 

Similar to contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan

Munakahat: Pernikahan dalam Islam
Munakahat: Pernikahan dalam IslamMunakahat: Pernikahan dalam Islam
Munakahat: Pernikahan dalam IslamVonita Amelia
 
Ringkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyah
Ringkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyahRingkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyah
Ringkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyahAryiyza El-bariz
 
1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx
1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx
1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptxsuwarnohaji
 
Wanita dan kepemimpinan politik dalam islam
Wanita dan kepemimpinan politik dalam islamWanita dan kepemimpinan politik dalam islam
Wanita dan kepemimpinan politik dalam islamAndi Mutmainnah Salam
 
Ilmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docx
Ilmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docxIlmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docx
Ilmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docxneniliana1
 
perempuan tidak berasal daripada tulang rusuk
perempuan tidak berasal daripada tulang rusukperempuan tidak berasal daripada tulang rusuk
perempuan tidak berasal daripada tulang rusukR&R Darulkautsar
 
6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx
6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx
6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptxfatih hussein
 
Ciri ciri wanita penghuni neraka
Ciri ciri wanita penghuni nerakaCiri ciri wanita penghuni neraka
Ciri ciri wanita penghuni nerakaHelmon Chan
 
Etika pergaulan dengan lingkungan
Etika pergaulan dengan lingkunganEtika pergaulan dengan lingkungan
Etika pergaulan dengan lingkunganLazimatul A
 
Iddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita Karir
Iddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita KarirIddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita Karir
Iddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita KarirAZA Zulfi
 
Bab 5 hukum islam
Bab 5 hukum islamBab 5 hukum islam
Bab 5 hukum islamIsmail Zain
 
Nikah dalam islam
Nikah dalam islamNikah dalam islam
Nikah dalam islamYadi Inggit
 
Hak suami & istri
Hak suami & istriHak suami & istri
Hak suami & istriZizu Zegaf
 

Similar to contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan (20)

Ktbw
KtbwKtbw
Ktbw
 
Munakahat: Pernikahan dalam Islam
Munakahat: Pernikahan dalam IslamMunakahat: Pernikahan dalam Islam
Munakahat: Pernikahan dalam Islam
 
Ringkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyah
Ringkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyahRingkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyah
Ringkasan materi perkuliahan masail fiqhiyyah
 
PPT PERADILAN ISLAM
PPT PERADILAN ISLAM PPT PERADILAN ISLAM
PPT PERADILAN ISLAM
 
Tadabbur AL MUMTAHANAH.pdf
Tadabbur AL MUMTAHANAH.pdfTadabbur AL MUMTAHANAH.pdf
Tadabbur AL MUMTAHANAH.pdf
 
Khitbah
KhitbahKhitbah
Khitbah
 
1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx
1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx
1_Wanita-Wanita dalam islam_edit.pptx
 
Wanita dan kepemimpinan politik dalam islam
Wanita dan kepemimpinan politik dalam islamWanita dan kepemimpinan politik dalam islam
Wanita dan kepemimpinan politik dalam islam
 
Ilmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docx
Ilmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docxIlmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docx
Ilmu tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada.docx
 
perempuan tidak berasal daripada tulang rusuk
perempuan tidak berasal daripada tulang rusukperempuan tidak berasal daripada tulang rusuk
perempuan tidak berasal daripada tulang rusuk
 
6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx
6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx
6 PILAR RUMAH TANGGA ISLAMI.pptx
 
Ciri ciri wanita penghuni neraka
Ciri ciri wanita penghuni nerakaCiri ciri wanita penghuni neraka
Ciri ciri wanita penghuni neraka
 
Etika pergaulan dengan lingkungan
Etika pergaulan dengan lingkunganEtika pergaulan dengan lingkungan
Etika pergaulan dengan lingkungan
 
Kelompok 2
Kelompok 2Kelompok 2
Kelompok 2
 
Iddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita Karir
Iddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita KarirIddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita Karir
Iddah Ihdad dan Harta Bersama Wanita Karir
 
Bab5hukumislam
Bab5hukumislamBab5hukumislam
Bab5hukumislam
 
Bab 5 hukum islam
Bab 5 hukum islamBab 5 hukum islam
Bab 5 hukum islam
 
Makalah tafsir
Makalah tafsirMakalah tafsir
Makalah tafsir
 
Nikah dalam islam
Nikah dalam islamNikah dalam islam
Nikah dalam islam
 
Hak suami & istri
Hak suami & istriHak suami & istri
Hak suami & istri
 

More from RoisMansur

sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidsejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidRoisMansur
 
pengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpujipengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpujiRoisMansur
 
Pengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian WarisanPengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian WarisanRoisMansur
 
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannyacontoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannyaRoisMansur
 
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan PerhiasanContoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan PerhiasanRoisMansur
 
muamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkammuamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkamRoisMansur
 
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...RoisMansur
 
perkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islamperkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islamRoisMansur
 
pengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum paipengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum paiRoisMansur
 
islam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitianislam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitianRoisMansur
 
Pengertian ujub
Pengertian ujubPengertian ujub
Pengertian ujubRoisMansur
 

More from RoisMansur (12)

sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidsejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
 
pengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpujipengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpuji
 
Pengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian WarisanPengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian Warisan
 
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannyacontoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
contoh makalah thhaharoh dan perrmasalahannya
 
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan PerhiasanContoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
 
muamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkammuamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkam
 
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
 
perkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islamperkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islam
 
Artikel
ArtikelArtikel
Artikel
 
pengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum paipengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum pai
 
islam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitianislam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitian
 
Pengertian ujub
Pengertian ujubPengertian ujub
Pengertian ujub
 

Recently uploaded

IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANGilangNandiaputri1
 
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptMateri Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptParulianGultom2
 
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi PerapotekanPembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi PerapotekanNesha Mutiara
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxWulanEnggarAnaskaPut
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxJajang Sulaeman
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfssuser29a952
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptxRezaWahyuni6
 
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa PemrogramanSaeranSaeran1
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialParulianGultom2
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungSemediGiri2
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptxErikaPutriJayantini
 
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxJaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxarbidu2022
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASNursKitchen
 
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptxPPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptxJawahirIhsan
 
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptxMateri Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptxRezaWahyuni6
 
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptxfurqanridha
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatanSuzanDwiPutra
 
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptxMateri Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptxRezaWahyuni6
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxdedyfirgiawan
 

Recently uploaded (20)

IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
 
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptMateri Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
 
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi PerapotekanPembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
 
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
 
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkungPenyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
Penyuluhan_pHIV_AIDS (1).ppt pada tahun 2024 di klungkung
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
 
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxJaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
 
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptxPPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
 
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptxMateri Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
 
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,Swamedikasi 3.pptx
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
 
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptxMateri Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
 

contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan

  • 1. KEPEMIMPINAN PEREMPUAN Disusun Guna Memenuhi Tugas Perkuliahan Mata kuliah : Tafsir Ahkami Kelas : B Dosen Pengampu : H.M. Dzofir, M.Ag Disusun oleh : Rois Mansur (1410110042) Laili Fitriyatul Ula (1410110063) Purwanto (1410110070) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUSJURUSAN TARBIYAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2014/2015
  • 2. Page 1 of 14 A. Pendahuluan QS. An-Nisa’ ayat 34 sebagian orang memahami bahwa yang dimaksudkan dengan kata “ar rijal” dan “an nisa’” adalah arti harfiah atau umumnya, yakni kaum laki-laki dan kaum perempuan. Disamping menjangkau kehidupan rumah tangga, menurut kaum mufassirin aturan ayat itu juga menjangkau kehidupan sosial masyarakat. Karena, ayat itulah yang masih menjadi mimik perdebatan yang tiada usainya diantara kaum mufassirin. Selain itu juga berbicara peran kepemimpinan perempuan yang sekarang ini banyak menimbulkan pro dan kontra antara pendapat satu dan pendapat yang lainnya. Yang sangat menghebohkan sekarang adalah munculnya kaum perempuan yang menduduki dikursi pemerintahan dan banyak sekali yang menggeluti dunia perpolitikan, selayaknya seperti kaum laki-laki. Lihatlah disekeliling kita, antara laki-laki dan perempuan, antara penindasan dan ketidakadilan. Memang cukup rumit, dimana seorang laki-laki menggembar- gemborkan kekuasaanya atas perempuan. Disini kami akan menguraikan lebih mendalam lagi tentang pokok pembahasan didalam penyajian makalah ini. B. Surat An-Nisa Ayat 34 َ‫و‬ ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ َُّ‫اَّلل‬ َ‫َّل‬‫ض‬َ‫ف‬ ‫ا‬َِ‫ِب‬ ِ‫اء‬َ‫س‬ِِّ‫الن‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ام‬َّ‫و‬َ‫ق‬ ُ‫ال‬َ‫ج‬ِِّ‫ر‬‫ال‬َ ِِ‫ا‬ََّّ‫ال‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ِِِ‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬ََ ِْْ‫م‬ ‫ا‬‫و‬ََََُُْْ ‫ا‬َِ‫ِب‬ُُ ‫ا‬ ِ‫الالِت‬َ‫و‬ َُّ‫اَّلل‬ َ‫ظ‬ََِ‫ح‬ ‫ا‬َِ‫ِب‬ ِ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ٌُ ‫ا‬َ‫ظ‬ِ‫اف‬َ‫ح‬ ٌُ ‫ا‬َ‫ت‬ِْ‫ا‬َ‫ق‬ِ‫ع‬َ‫ف‬ َُّْ‫ه‬َ‫وز‬ُ‫ش‬ُْ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ف‬‫ا‬ََ‫َت‬ُ‫ب‬ِ‫ر‬ْْ‫ا‬َ‫و‬ ِِ ِ‫اج‬َ‫ض‬ََْ‫ل‬‫ا‬ ِِ َُّْ‫وه‬ُ‫ر‬ُُْ‫اه‬َ‫و‬ َُّْ‫وه‬ُ‫ظ‬َُّْ‫وه‬ ‫ا‬ً‫ري‬ِ‫ب‬َ‫ك‬‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ََّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬‫يال‬ِ‫ب‬َ‫س‬ َِّْ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫غ‬ْ‫ب‬َ‫ت‬ ‫ال‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫ط‬ََ ْ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫ف‬(34) Artinya: “Kaumlaki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.Sebab itu maka perempuan yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada,oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah
  • 3. mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. 1 C. Tafsir Mufrodat ُ‫ال‬َ‫ج‬ ِّ‫لر‬َ‫ا‬ (Ar-rijal) : Jamak dari rajul yang berarti laki-laki dan dalam Al-Quran banyak digunakan dengan pengertian suami-suami. (‫يُجمعُمذكرُمنُقوام‬َ‫ل‬َ‫ع‬َُ‫ن‬ ْ‫و‬‫م‬ّٰ‫و‬َ‫ق‬) : Kata ini merupakan bentuk mbalaghah (untuk menyangatkan) dari qaim yang dibentuk dari qama- yaqumu-qiyam pada umumnya berarti berdiri. Ketika digabungkan dengan ‘ala, ia menjadi idghom dan bisa berarti memimpin. Dengan ini dikatakan “hadza qayyimul mar-ati wa qawwamuha” (ini adalah pemimpin perempuan). (‫)جمعُمنُالمرأة‬ ُِّ‫ء‬ۗ‫ا‬َ‫س‬ِّ‫الن‬ُ : Perempuan atau istri-istri. ُ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ُ‫ي‬ٰ‫ل‬َ‫ع‬ُْ‫م‬‫ھ‬َ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ُ ّٰ‫َُاّٰلل‬‫ل‬َّ‫ض‬َ‫ف‬ُ‫ا‬َ‫م‬ِّ‫ب‬ : Allah telah melebihkan (kekuatan dan kekuasaan) sebagian dari kalian atas sebagian yang lain. Yakni masing-masing memiliki keistimewaan. Tetapi keistimewaan yang dimiliki lelaki lebih menunjang tugas kepemimpinan daripada keistimewaan yang dimiliki perempuan. ُْ‫م‬ِّ‫ھ‬ِّ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬َ‫ا‬ُ ْ‫ن‬ِّ‫م‬ُ‫ا‬ ْ‫و‬‫ق‬َ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ا‬ُٓ‫ا‬َ‫م‬ِّ‫ب‬ُ : Disebabkan karena mereka telah menafkahkan (mahar) sebagian harta mereka. Yakni kata “telah menafkahkan”, menunjukkan bahwa memberi nafkah kepada perempuan telah menjadi suatu kelaziman bagi lelaki, serta kenyataan umum dalam masyarakat umat manusia sejak dahulu hingga kini. ُ‫ت‬ٰ‫ت‬ِّ‫ن‬ ٰ‫ُق‬‫ت‬ ٰ‫ح‬ِّ‫ل‬ّٰ‫ص‬‫ال‬َ‫ف‬ : Perempuan yang shaleh ialah yang taat kepada Allah dan suaminya. 1 QS. An-Nisa’ 34 dan Terjemahannya
  • 4. Page 3 of 14 ُِّ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ْ‫ل‬ِّ‫ُل‬‫ت‬ ٰ‫ظ‬ِّ‫ف‬ ٰ‫ح‬ : Memelihara apa yang tidak tampak oleh manusia. Hal yang dimaksudkan disini yaitu tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya ketika suaminya tidak ada. َُ‫ن‬ ْ‫و‬‫َاف‬‫خ‬َ‫ت‬ُْ‫ي‬ِّ‫ت‬ّٰ‫ال‬ : Perempuan-perempuan yang kalian kira. َُ‫ز‬ ْ‫و‬‫ش‬‫ن‬ : Nusyuz, nusyuz di sini yakni ُ ‫ُاألرض‬ ‫نشوزت‬ Nasyazati al-ardu, tanah lebih tinggi dibanding yang ada di sekitarnya. Maksudnya di sini adalah durhaka dan membesarkan diri/ membangkang terhadap suami.2 َُّ‫ن‬‫ھ‬ ْ‫و‬‫ظ‬ِّ‫ع‬َ‫ف‬ : Maka nasihatilah mereka (untuk taat dan menghindari maksiat). َُّ‫ن‬‫ھ‬ ْ‫و‬‫ظ‬ِّ‫ع‬َ‫ف‬ : Tinggalkanlah mereka yakni perintah kepada suami untuk meninggalkan istri, didorong oleh rasa tidak senang pada kelakuannya. َُ‫م‬ْ‫يُال‬ِّ‫ف‬ُِّ‫ع‬ِّ‫اج‬َ‫ض‬ : Dalam tempat tidur (pisah ranjang) yakni suami hendaknya jangan meninggalkan rumah, bahkan tidak meninggalkan kamar tempat suami- istri biasanya tidur. َُّ‫ن‬‫ھ‬ ْ‫و‬‫ب‬ ِّ‫ر‬ْ‫اض‬َ‫و‬ : Dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak menyakiti), terambil dari kata dharaba, yang berarti memukul dan memukul tidak selalu dipahami dalam arti menyakiti atau melakukan sesuatu tindakan keras dan kasar.3 D. Sababun Nuzul Ayat ini diturunkan kepada Rasulullah berkenaan dengan peristiwa Sa’ad bin Ar-Robi’dan istrinya Habibah binti Zaid bin Abi Zubair termasuk salah satu seorang suku. Diriwayatkan bahwa Habibah nusyuz terhadap suaminya, lalu Sa’ad memukul 2 Ahmad Hatta, Tafsir Qur’an Perkata, Maghfirah, Jakarta, 2009, hlm.84. 3 Ahmad al-Maraghi, Musthafa, Terjemah Tafsir Al-Maraghi jilid 5, PT. Karya Toha, Semarang, 1986,1993, hlm.10.
  • 5. Habibah. Maka Habibah mengeluhkan suaminya kepada ayahnya. Kemudian ia bersama ayahnya mengadukan peristiwa ini kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw menganjurkan Habibah untuk membalasnya dengan yang setimpal (qishos). Berkenaan dengan peristiwa itulah Rasulullah saw bersabda: “Kami mempunyai kehendak tentang suatu perkara, tetapi Allah mempunyai kehendak lain tentang suatu perkara. Sedang kehendak Allah justru lebih baik.” Kemudian dibatalkan hukum qishos terhadap pemukulan suami itu.4 E. Pembahasan Dalam QS. An-Nisa ayat 34 telah dijelaskan perempuan-perempuan yang sholeh adalah mereka yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. Adapun maksud dari statement ini, perempuan itu adalah pemimpin dalam rumah tangganya, pemimpin atas penghuni rumah suaminya dan anaknya dan akan bertanggung jawab pada kepemimpinannya. 1. Mengapa kaum laki-laki menjadi pemimpin bagi kaum perempuan? Diantara tugas kaum lelaki ialah memimpin kaum perempuan dengan melindungi dan memelihara mereka. Sebagai konsekuensi dari tugas ini,kaum lelaki diwajibkan berperang dan kaum perempuan tidak, karena perang termasuk perkara perlindungan yang paling khusus, dan kaum lelaki memperoleh bagian lebih besar dalam hal harta pusaka dari pada kaum perempuan, karena kaum lelaki berkewajiban memberi nafkah, sedangkan perempuan tidak. Hal tersebut karena Allah melebihkan kaum lelaki atas perempuan didalam perkara kejadian, dan memberi mereka kekuatan yang tidak diberikan kepada kaum perempuan dengan kemampuan memberi nafkah dari harta mereka. 2‫فلط‬ ‫عليه‬ ‫نزشت‬ ‫هنا‬‫أ‬‫أ‬ ‫وذكل‬ ,‫نصار‬‫أ‬‫ل‬‫ا‬ ‫من‬ ‫وهام‬ ‫لنقباء‬‫ا‬ ‫من‬ ‫سعد‬ ‫اكن‬‫و‬ "‫يد‬‫ز‬ ‫بنت‬ ‫"حبيبة‬ ‫ته‬‫أ‬‫أ‬‫ر‬‫ام‬ ‫مع‬ "‫بيع‬‫ر‬‫ل‬‫ا‬ ‫بن‬ ‫سعد‬ " ‫يف‬ ‫مية‬‫ر‬‫لك‬‫ا‬ ‫الاية‬ ‫لت‬‫ز‬‫ت‬‫م‬ ‫بوها‬‫أ‬‫أ‬ ‫نطلق‬‫ا‬‫ف‬ ,‫مها‬‫ٍاىل‬ ‫عها‬‫وسم‬ ‫عليه‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫فقال‬,‫منه‬ ّ‫لتقتص‬ ‫بهيا‬‫أ‬‫أ‬ ‫مع‬ ‫فت‬‫رص‬‫ن‬‫ا‬‫ف‬ "‫زوهجا‬ ‫من‬ ّ‫لتقتص‬" :‫وسم‬ ‫عليه‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫فقال‬ ,‫فلطمها‬‫مييت‬‫ر‬‫ك‬ ‫ته‬‫افرش‬ :‫فقال‬‫وس‬ ‫عليه‬‫قومون‬ ‫لرجال‬‫ا‬( ‫ هلل‬‫نزل‬‫أ‬‫أ‬‫و‬ ‫اتين‬‫أ‬‫أ‬ ‫يل‬‫رب‬‫ج‬ ‫هذا‬ ‫ا‬‫و‬‫ارجع‬ ‫م‬ :‫لنساء‬‫ا‬[)‫لنساء‬‫ا‬ ‫ع ى‬34‫عل‬ ‫ هلل‬ ‫ل ى‬ ‫لن ي‬‫ا‬ ‫فقال‬ ]‫لقصاص‬‫ا‬ ‫ورفع‬ "‫خري‬ ‫ هلل‬‫اد‬‫ر‬‫أ‬‫أ‬ ‫اذلي‬‫و‬ ,‫ا‬ً‫مر‬‫أ‬‫أ‬ ‫ هلل‬‫اد‬‫ر‬‫أ‬‫أ‬‫و‬ ,‫ا‬ً‫مر‬‫أ‬‫أ‬ ‫ران‬‫أ‬‫أ‬":‫وسم‬ ‫يه‬.
  • 6. Page 5 of 14 2. Bagaimana cara yang lurus memperlakukan seorang istri? Langkah-langkah yang ditempuh dalam mengatasi kedurhakaan istri menurut surat An-Nisa’ ayat 34: a. Memberi nasehat dan bimbingan dan tutur kata yang baikُ(‫.)فعظوھن‬ b. Pisah ranjang dan tidak dicampuriُ(‫.)اھجروھنُفىُالمضجع‬ c. Pukulah yang sekiranya tidak menyakitinyaُ(‫.)اضربوھن‬ d. Kalau ketiga langkah di atas tidak berhasil maka utuslah seorang hakam dari seorang suami dan seorang hakam dari seorang istri untuk mencari jalan bertahkim.5 Dari penjelasan diatas terdapat kata hakam. Menurut zhahir ayat diatas, hakam itu dipersyaratkan dari keluarga, karena disitu dikatakan seorang hakam dari keluarga suami dan seorang hakam dari keluarga istri, dan ini termasuk wajib. Namun kewajiban para ulama’ berpendapat hal itu adalah sunnah. 6 Karena mereka berpendapat tujuan dari hakam itu sendiri untuk mengetahui hak istri dan berupaya untuk mendamaikannya, serta meneliti siapa yang sebenarnya yang salah dari kedua pihak. Tujuan tersebut itu dapat dilakukan oleh hakam luar, tapi alangkah baiknya dari pihak keluarga karena lebih utama untuk memengaruhi kedamaian kedua belah pihak. Banyak ulama yang berbeda pendapat tentang makna, ‫فعظوھن‬ُ,‫و‬ُ,‫اھجروھنُفىُالمضجع‬‫و‬.‫اضربوھن‬ Sekelompok ahli ilmu mengatakan bahwa hukuman-hukuman diatas harus dilaksanakan dan di jalankan dengan runtut, adapun langkah- :‫لثلية‬‫ا‬ ‫ات‬‫و‬‫اخلط‬ ‫ىل‬‫ا‬ ‫وعدت‬ ‫ة‬‫أ‬‫أ‬‫ر‬‫امل‬ ‫تشوز‬ ‫معاحلة‬ ‫ىف‬ ‫مية‬‫حلك‬‫ا‬ ‫يقة‬‫ر‬‫لط‬‫ا‬ ‫ىل‬‫ا‬ ‫مية‬‫ر‬‫لك‬‫ا‬ ‫الاية‬ ‫رشدت‬‫أ‬‫أ‬ 3 .‫نة‬‫احلس‬ ‫املوعظة‬‫و‬ ‫مية‬‫حلك‬‫اب‬ ‫رشاد‬‫اال‬‫و‬ ‫لنصح‬‫ا‬ :‫وال‬‫أ‬‫أ‬ .‫هتا‬‫رش‬ ‫معا‬ ‫ترك‬‫و‬ ‫اشها‬‫ر‬‫ف‬ ‫بعزل‬ ‫ان‬‫ر‬‫لهج‬‫ا‬ :‫اثين‬ ‫لثا‬‫اث‬.‫لها‬ ‫ديبا‬‫أ‬‫أ‬‫ت‬ ‫وحيوه‬ ‫اك‬‫و‬‫بس‬ ‫املربح‬ ‫غري‬ ‫لرضب‬‫ا‬ : .‫لتحكمي‬‫ا‬ ‫فينبغي‬ ‫لوساعل‬‫ا‬ ‫هذه‬ ‫لك‬ ‫جند‬ ‫مل‬‫ذا‬‫ا‬ :‫ابعا‬‫ر‬ .‫تجاب‬‫لس‬‫ا‬ ‫وجه‬ ‫ع ى‬ ‫محلوه‬ ‫لعلامء‬‫ا‬ ‫لكن‬‫و‬ ,‫لوجوب‬‫ا‬ ‫سبيل‬ ‫ع ى‬ ‫ذكل‬ ‫ن‬‫أ‬‫أ‬‫و‬ .34:‫لنساء‬‫ا‬ )‫هلها‬‫أ‬‫أ‬ ‫من‬ ‫وحكام‬ ,‫ههل‬‫أ‬‫أ‬ ‫من‬ ‫(حكام‬ :‫تعاىل‬ ‫لقوهل‬ ‫أقارب‬‫ل‬‫ا‬ ‫من‬ ‫يكون‬ ‫ن‬‫أ‬‫أ‬ ‫احلمكني‬ ‫يف‬ ‫يشرتط‬ ‫نه‬‫أ‬‫أ‬ ‫الاية‬ ‫ظهر‬ 4
  • 7. langkahnya adalah memberi nasehat, menghindari hubungan seks dan baru kemudian memukul. Menurut madzhab Ahmad, Pukulan ini tidak boleh sebagai mengawali terhadap perempuan yang durhaka itu. Sedangkan Syafi’i berkata bahwa pukulan itu diperbolehkan sebagai mengawal perempuan yang durhaka. Letak perbedaan pendapat berkisar pada masalah pemahaman “WAWU” )‫(و‬ُ . Adapun pendapat-pendapat tersebut adalah: Imam Al Ghazali berpendapat “ Ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan perlakuan baik terhadap istri,bukanlah tidak mengganggunya,tapi bersabar dalam gangguan atau kesalahan serta memperlakukanya dengan kelembutan dan maaf,saat ia menempahkan emosi dan kemarahan”. Sedangkan menurut Imam Fakhruddin ar-Razi yakni “Keberhasilan perkawinan tidak tercapai kecuali jika kedua pelah pihak memperhatikan hak pihak lain.Antara lain yaitu bahwa suami bagaikan pemerintah,dan dalam kedudukanya seperti itu,ia berkewajiban memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya(istrinya). Istrinya pun berkewajiban untuk mendengarkan dan mengikutinya,tetapi di sisi lain seorang istri memiliki hak terhadap suaminya untuk mencari yang terbaik ketika melakukan diskusi.7 3. Bagaimana pandangan islam tentang kiprahnya kaum perempuan dalam dunia politik? Menurut pandangan para ahli fiqih menyatakan bahwa peran perempuan dalam politik masih menjadi perdebatan dan perbedaan pendapat. Tetapi, banyak pendapat ulama terutama para fuqoha salaf sepakat bahwa perempuan dilarang menjadi pemimpin. Kesepakatan ini didasari oleh firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 34.8 7 Quraisy Shihab, , Tafsir Al-Misbah,Lentera,Ciputat, 2002, hlm.409. 8 Said Al-Khin, Mustofa, dkk,. Syarah & Terjemah Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi Jilid 1, Al-I’tishom, Jakarta, 2010, hlm. 245
  • 8. Page 7 of 14 Berdasarkan padangan ahli fiqih inilah mulai bermunculan adanya berbagai faham yang menyatakan diri sebagai kaum feminisme yang bercita-cita memajukan islam. Namun ulama kontemporer ternama seperti Yusuf Al-Qordhawi memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda terhadap kepemimpinan perempuan dalam berpolitik. Qordhawi memperbolehkan perempuan dalam berpolitik. Beliau menjelaskankan bahwa penafsiran terhadap surat An-Nisa ayat 34 menerangkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan dalam lingkup keluarga atau rumah tangga. Jika ditinjau tafsir Ibnu Katsir, surat An-Nisa ayat 34 bahwa laki-laki adalah pemimpin perempuan, yang bertindak sebagai orang dewasa terhadapnya, yang menguasainya, dan pendidiknya tatkala dia melakukan penyimpangan. Karena Allah telah mengunggulkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Yakni, karena kaum laki-laki itu lebih unggul dan lebih baik daripada perempuan. Oleh karena itu kenabian hanya diberikan kepada kaum laki-laki.9 Tafsir Ibnu Katsir, pada surat An-Nisa’ ayat 34 ini menjelaskan bahwa perempuan tidak dilarang dalam kepemimpinan politik, yang dilarang adalah kepemimpinan perempuan dalam puncak tertinggi tunggal yang mengambil keputusan tanpa bermusyawarah, dan juga perempuan dilarang menjadi hakim. Hal inilah yang mendasari Qardhawi memperbolehkan perempuan berkiprah didalam berpolitik. Qordhawi juga menambahkan bahwa perempuan boleh berpolitik dikarenakan pria dan perempuan dalam hal mu’amalah memiliki kedudukan yang sama hal ini dikarenakan keduanya sebagai manusia mukallaf yang diberi tanggung jawab penuh untuk beribadah, menegakkan agama, menjalankan kewajiban, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Pria dan perempuan memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih, sehingga tidak ada dalil yang kuat atas larangan 9 Ibnu Katsir, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 surat An-Nisa’ ayat 34, hlm. 703.
  • 9. perempuan untuk berpolitik. Namun yang menjadi larangan bagi perempuan adalah menjadi imam atau khilafah (pemimpin negara). 10 Quraish Shihab menambahkan bahwa dalam Al – Qur’an banyak menceritakan persamaan kedudukan perempuan dan pria, yang membedakannya adalah ketaqwaanya kepada Allah. Tidak ada yang membedakan berdasarkan jenis kelamin, ras, warna kulit dan suku. Kedudukan perempuan dan pria adalah sama dan diminta untuk saling bekerjasama untuk mengisi kekurangan satu dengan yang lainnya, sebagai mana di jelaskan dalam surat At – Taubah ayat 71 yang artinya ‫ا‬ِ‫ب‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ُ‫اء‬َ‫ي‬ِ‫ل‬ْ‫و‬ََ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ُُ ‫ا‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬َُْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬َُْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َ‫ن‬ْ‫و‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ي‬َ‫و‬ ِ‫وف‬ُ‫ر‬ْ‫ع‬ََْ‫ل‬ِ‫ر‬َ‫ك‬ْ‫ن‬َُْ‫ل‬‫ا‬ َِْ‫ع‬ ِ‫ئ‬َ‫ل‬‫و‬َُُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ ََّ‫اَّلل‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫يع‬ِ‫ط‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ة‬‫ا‬َ‫ك‬َّ‫الز‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ت‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ة‬‫ال‬ََّّ‫ال‬ َ‫ن‬‫و‬َُ‫ي‬ُُِ‫ي‬َ‫و‬ٌ‫يز‬ِ‫ز‬َ‫ع‬ ََّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬َُّ‫اَّلل‬ ُ‫م‬ُ‫ه‬ََُْ‫ر‬َ‫ي‬َ‫س‬ َ‫ك‬ٌ‫يم‬ِ‫ك‬َ‫ح‬ “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf,mencegah dari yang munkar,mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Islam sebenarnya tidak menempatkan perempuan berada didapur terus menerus, namun jika ini dilakukan maka ini adalah sesuatu yang baik, hal ini dinyatakan oleh imam Al-Ghazali dalam Quraish Shihab yaitu pada dasarnya istri tidak berkewajiban melayani suami dalam hal memasak, mengurus rumah, menyapu, menjahid, dan sebagainya. Akan tetapi jika itu dilakukan oleh istri maka itu merupakan hal yang baik. Sebenarnya suamilah yang berkewajiban untuk memberinya atau menyiapkan pakaian yang telah dijahit dengan sempurna, makanan yang telah dimasak secara sempurna. Artinya kedudukan perempuan dan pria adalah saling mengisi satu dengan yang lain, tidak ada yang superior. 10 Zainuddin, Muhammad dan Maisaroh, Ismail. 2005. POSISI WANITA DALAM SISTEM POLITIK ISLAM (Telaah Terhadap Pemikiran Politik Yusuf Al-Qardhawi),
  • 10. Page 9 of 14 Hanya saja laki-laki bertanggung jawab untuk mendidik istri menjadi lebih baik dihadapan Allah SWT. Sedangkan Taqiyuddin al-Nabhani menjelaskan ada tujuh syarat seorang kepala negara atau (Khalifah) dapat di bai’at yaitu muslim, laki- laki, baligh, berakal, adil, merdeka dan mampu. Syarat muslim merupakan syarat mutlak untuk mengangkat pemimpin dalam sebuah negara yang mayoritas penduduk islam, dan dilarangkan mengangkat pimpinan dari kalangan kafir. Hal ini termaktub dalam surat An-Nisa ayat 144 yang artinya : 1) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu). 2) Kedua laki-laki, perempuan dalam hal ini dilarang menjadi khalifah, imam, ulil amri, atau kepala negara dalam hal ini kepala negara tidak dimaksud presiden, yang dimaksud disini adalah kepemimpinan yang dapat mengambil keputusan tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu, sedangkan presiden dalam membuat keputusan harus dilakukan dengan bermusyawarah terlebih dahulu terhadap pembantu-pembantunya baik menteri, staff ahli, maupun dengan penasihat pribadinya. 3) Ketiga baligh, dengan syarat baligh maka pemimpin dibebani oleh hukum, sehingga apa yang dipikulnya atau diamanahi kepada mereka maka akan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum, baik hukum dunia, maupun hukum dihadapan Allah. 4) Keempat berakal, orang yang hilang akalnya dilarang menjadi pemimpin karena akan mengambil keputusan yang tidak tepat, dan kehilangan akal akan membebaskan seseorang dari hukum, sehingga tidak dapat dimintai pertanggung jawabannya. 5) Kelima adil, yaitu pemimpin yang konsisten dalam menjalani agamanya hal ini termaktub dalam surah An-Nahl ayat 90 yang artinya:
  • 11. ِ‫ذ‬ ِ‫اء‬َ‫يت‬ِ‫إ‬َ‫و‬ ِ‫ان‬َ‫س‬ْ‫اإلح‬َ‫و‬ ِ‫ل‬ْ‫د‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ِ‫ب‬ ُ‫ر‬ُ‫م‬ْ‫أ‬َ‫ي‬ ََّ‫اَّلل‬ َّ‫ن‬ِ‫إ‬َِْ‫ع‬ ‫ى‬َ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ي‬َ‫و‬ َ‫َب‬ْ‫ر‬ُُْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ع‬َ‫ي‬ ِِْ‫غ‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ ِ‫ر‬َ‫ك‬ْ‫ن‬َُْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ ِ‫اء‬َ‫ش‬ََْْْ‫ل‬‫ا‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ظ‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬َّ‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaumkerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. 6) Keenam, merdeka terbebas dari perbudakan sehingga dapat mengambil keputusan tanpa interfensi dari tuannya. Dan seorang hamba sahaya dilarang diangkat menjadi pemimpin karena dia tidak memiliki wewenang untuk mengatur orang lain dan bahkan terhadap dirinyapun tidak memiliki wewenang. 7) Ketujuh, mampu melaksanakan amanat khilafah, jika tidak mampu menjalankan amanat maka tunggulah hasilnya. Sebagaimana di jelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ” Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah Kiamat” (HR Bukhari). Qardhawi dalam hal ini kembali mempertegas bahwa kepemimpinan kepala negara dimasa sekarang ini kekuasaannya tidak sama dengan seorang ratu atau khalifah di sama lalu yang identik dengan seorang imam dalam shalat. Sehingga kedudukan perempuan dan pria dalam hal perpolitikan adalah sejajar karena sama-sama memiliki hak memilih dan hak dipilih. Dengan alasan bahwa perempuan dewasa adalah manusia mukallaf (diberi tanggung jawab) secara utuh, yang dituntut untuk beribadah kepada Allah, menegakan agama, dan berda’wah. Menurut Abu Hanifah seorang perempuan dibolehkan menjadi hakim, tetapi tidak boleh menjadi hakim dalam perkara pidana. Sementara Imam Ath-Thabari dan aliran Dhahiriyah membolehkan seseorang perempuan menjadi hakim dalam semua perkara, sebagaimana mereka membolehkan kaum perempuan untuk menduduki semua jabatan selain puncak kepemimpinan negara.
  • 12. Page 11 of 14 Ath-Thabari, Ar-Razi dan Muhammad Abduh Rasid, sepakat mengatakan bahawa suami adalah pemimpin terhadap istrinya dalam rimah tangga. Argumentasinya ini berdasarkan pernyataan ayat Al Qur’an surat An-Nissa ayat 34 “arrijal qowwamuna ‘alan-nissa’” . kata qawwam dalam kalimat tersebut diartikan sebagai pemimpin. Al quran mengemukan dua alasan, kenapa suami jadi pemimpin, yaitu karena kelebihan yang diberikan allah kepada mereka dan kewajiban mereka memberi nafkah keluarga. Demikian para mufassir berbeda pendapat dalam menerangkan apa kelebihan suami atas istri.11 F. Kesimpulan Kita bisa mengambil kesimpulan dari sura An-Nisa 34 bahwa konsekuensinya kaum lelaki diberikan Allah sebuah kelebiha yang tidak dimiliki oleh perempuan. Diantaranya: diwajibkan berperang dan kaum perempuan tidak, karena perang termasuk perkara perlindungan yang paling khusus, dan kaum lelaki memperoleh bagian lebih besar dalam hal harta pusaka dari pada kaum perempuan, karena kaum lelaki berkewajiban memberi nafkah, sedangkan perempuan tidak dll. Langkah-langkah yang di tempuh syariat islam dalam mengatasi kedurhakaan istri : a. Memberi nasehat dan bimbingan dan tutur kata yang baik. b. Pisah ranjang dan tidak di campuri. c. Pukulah yang sekiranya tidak menyakitinya. d. Kalau ketiga langkah di atas tidak berhasil maka utuslah seorang hakam dari seorang suami dan seorang hakam dari seorang istri untuk mencari jalan bertahkim. Dan menurut sebagian ulama’ pun masih memperdebatkan pernyataan tentang boleh tidaknya seorang perempuan berkiprah dalam bidang politik. Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam hal dipilih atau memilih,sehingga tidak ada dalil yang tegas atau kuat atas larangan tentang seorang perempuan 11 Nur Jannah Ismail, Perempuan dalam Pasungan, LkiS Yogyakarta, Yogyakarta, 2003, hlm.315.
  • 13. berkiprah di dunia politik. Akan tetapi yang menjadi larangan bagi perempuan adalah menjadi pemimpin negara (khilafah).
  • 14. Page 13 of 14 DAFTAR PUSTAKA Ali As-Shobuni. Tafsir Ayatul Ahkam jilid 1. Quraisy Shihab. 2000. Terjemah Tafsir Al-Misbah. Ciputat: Lentera. Ahmad Al-Maraghi, Musthafa, 1986, 1993. Terjemah Tafsir Al-Maraghi jilid 5. Semarang: PT.Karya Toha. Ahmad Hatta. 2009. Tafsir Qur’an Perkata. Jakarta: Maghfirah. Nur Jannah Ismail. 2003. Perempuan dalam Pasungan. Yogyakarta: LkiS Yogyakarta. Nasib Ar-Rifa’I, Muhammad. 2007. Kemudahan Dari Allah Ringkasan Tafsir IBNU KATSIR Jilid 1, Depok : Gema Insani Press. Zainuddin, Muhammad dan Maisaroh, Ismail. 2005. POSISI PEREMPUAN DALAM SISTEM POLITIK ISLAM (Telaah Terhadap Pemikiran Politik Yusuf Al-Qardhawi). Said Al-Khin, Mustofa, dkk. 2010. Syarah & Terjemah Riyadhus Shalihin Karya Imam Nawawi Jilid 1, Jakarta : Al-I’tishom.