SlideShare a Scribd company logo
1 of 14
1
THAHARAH DAN PERMASALAHANNYA
Makalah
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah: Fiqih Ibadah
Dosen pengampu: Sanusi, M.Pd.I
Disusun oleh kelompok 3:
1. Nur Maliya Farkhanah (1410110044)
2. Muhammad Amrul Hakim (1410110045)
3. Ristiana Nisa’ (1410110074)
Kelas: B-PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
KUDUS
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN 2015
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dan menjadi bagian dari
agama Islam. Dengan adanya hukum, perilaku kehidupan kaum muslimin
secara keseluruhan dapat diatur denan terstruktur. Oleh karena itu, kaum
muslimin dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak akan pernah lepas
dari hukum Islam. Salah satunya yaitu dalam konteks bersuci (tahaharah).
Thaharah atau mensucikan badan dari najis hukumnya menjadi wajib karena
menjadi suatu keharusan. Misalnya dalam melakukan sebuah ibadah kepada
Allah, kaum muslimin harus bersih dari segala najis, sedangkan manusia itu
sendiri tidak pernah lepas dari yang namanya najis (kotoran).
Apabila kaum muslimin tidak bersuci terlebih dahulu ketika akan
melakuakan suatu ibadah, maka segala ibadah yang dilakukan akan sia-sia
bahkan mendapat dosa dari Allah SWT. Meskipun bersuci terlihat
sederhana dalam praktiknya, namun menjadi keliru atau menimbulkan
madharat apabila dalam bersuci tidak memakai tata cara bersuci denan baik
dan benar yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh syariat
Islam.
Maka dari itu, dalam makalah kali ini akan membahas tentang
bagaimana cara bersuci dengan baik dan benar yang sesuai dengan syariat
agama Islam yan telah disyariatkan sebelumnya. Serta menjelaskan
beberapa hal yang menjadikan kaum muslimin diharuskan untuk melakukan
bersuci (thaharah).
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengeertian thaharah?
2. Bagaimana hukum thaharah?
3. Apa saja alat-alat untuk thaharah (bersuci) ?
4. Apa saja barang-barang yang termasuk kategori najis?
3
5. Bagaimana cara membersihkan najis?
6. Apa saja macam-macam thaharah?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian thaharah
2. Menjelaskan hukum thaharah
3. Menerankan secara rinci alat-alat yang digunakan untuk thaharah
4. Menyebutkan dan menjelaskan barang-barang yang dikategorikan najis
5. Menjelaskan tata cara membersihkan najis
6. Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam thaharah
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Thaharah
Kata thaharah bersal dari bahasa Arab ُ‫ار‬َ‫ه‬َ‫ط‬‫ل‬َ‫ا‬ yang secara bahasa
artinya kebersihan atau bersuci. Menurut syara’ ialah suci dari hadats atau
najis, dengan cara yang telah ditentukan oleh syara’ atau menghilangkan
najasah, mandi, dan tayamum. Hakikat thaharah ialah memakai air atau
tanah atau salah satunya menurut sifat yang disyariatkan, untuk
menghilangkan najasah dan hadats.
Bersuci itu dibagi dua : lahir dan batin. Bersuci batin ialah
mensucikan diri dari dosa dan maksiat dari kotoran kemusyrikan, keraguan
dan kebencian, dengki, curang, tipuan, takabur, riya’. Caranya dengan
bertindak ikhlas, yakin, cinta kebajikan, benar, tawadhu, hanya
menghendaki kerelaan Allah, bagi setiap perbuatan.
Kebersihan lahir ialah bersih dari kotoran dan hadats. Kebersiha
kotoran cara menghilangkan dengan menghilangkan kotoran itu pada tempat
ibadah, pakaian yag dipakai, dan pada badan seseorang. Sedang kebersihan
dari hadats dilakukan dengan mengambil air wudhu atau mandi.
B. Hukum Thaharah
Bersuci hukumnya wajib, berdasar firman dan sunnah Nabi Saw.
Adapun firman Allah ialah surat al-Baqarah ayat 222:
َُ‫ين‬ ِ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬َ‫ت‬‫م‬ْ‫ُال‬ُّ‫ب‬ ِ‫ح‬‫ي‬ َ‫ينَُو‬ِ‫ب‬‫ا‬ َّ‫و‬َّ‫ت‬‫ُال‬ُّ‫ب‬ ِ‫ح‬‫ُي‬َ َّ‫ُاَّلل‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬
Artinya: ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan
menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
Dan surat al-Maidah ayat 6:
‫وا‬‫ر‬َّ‫ه‬َّ‫اط‬َ‫ف‬ُ‫ا‬ً‫ب‬‫ن‬‫ُج‬ْ‫م‬‫ت‬ْ‫ن‬‫ُك‬ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬
Artinya: “Dan jika kamu junub maka mandilah.”
5
Dan surat al-Muddatstsir ayat 4:
ُْ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬َ‫ف‬َُ‫ك‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ث‬ َ‫و‬
Artinya: “Dan pakaianmu bersihkanlah.”
)‫النظافةُمنُااليمانُ(رواهُمسلم‬
Artinya : “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.”(HR.Muslim)
C. Alat bersuci
Alat bersuci ialah air, berdasar firman Allah, QS. al-Anfal ayat 11:
ُ‫ل‬ ِِّ‫َز‬‫ن‬‫ي‬ َ‫و‬ُِ‫ه‬ِ‫ب‬ُْ‫م‬‫ك‬َ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬‫ي‬ِ‫ل‬ًُ‫ء‬‫ا‬َ‫ُم‬ِ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ُال‬ َ‫ن‬ِ‫ُم‬ْ‫م‬‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬
Artinya: “Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk
menyucikan kamu dengan hujan itu.”
Dan QS. al-Furqan ayat 48:
‫ا‬ ً‫ور‬‫ه‬َ‫ط‬ًُ‫ء‬‫ا‬َ‫ُم‬ِ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ُال‬ َ‫ن‬ِ‫َاُم‬‫ن‬ْ‫ل‬ َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ َ‫و‬
Artinya: “Dan kami turunkan air dari langit yang sangat bersih.”
Air pada umumnya dibagi menjadi empat:
1. Air mutlaq
Hukumnya suci dan dapat untuk bersuci, artinya airnya sendiri bersetatus
suci, dan dapat untuk bersuci, seperti untuk wudhu, mandi, dan
membersihkan najis. Yang termasuk air mutlaq ialah :
a. Air hujan
Sesuai firman Allah dalam QS. al-Furqan ayat 48, yang artinya:
“Dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.”
b. Air salju dan air es
Hadits Nabi Saw diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang artinya:
“Rasulullah dahulu, apabila telah membaca takbir, diam sebentar,
sebelum membaca fatihah, maka aku berkata: “Wahai Rasulullah,
demi ayah, engkau dan ibuku, adakah engkau mengetahui apakah
yang engkau baca dikala diammu, di antara takbiratul ihram dan
membaca fatihah?” Sabda Nabi: Aku berkata: “Ya Allah, jauhkanlah
6
jarak antaraku dengan kesalahanku sebagaimana engkau menjauhkan
antara barat dan timur, ya Allah bersihkanlah kami dari kesalahan
seperti membersihkan pakaian dari kotoran, ya Allah cucilah kami
dari kesalahan kami dengan air salju dan air es.” (HR. Jama’ah
kecuali At-Tirmidzi).
c. Air laut
Sabda Nabi Saw oleh Abu Hurairah, yang artinya:
“Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah dengan katanya:
“Wahai Rasulullah, kami berkendaraan di laut dan kami hanya
membawa sedikit air apabila kami wudhu dengan air itu, kami akan
kehausan, apakah boleh berwudhu dengan air laut?” Maka
Rasulullah menjawab: “Laut itu airnya suci bangkainyapun halal”.
(HR. Khomsah).
d. Air Zamzam
Hadits yang diriwayatkan oleh Sayidina Ali r.a, yang artinya:
“Bahwasanya Rasulullah Saw minta diambilkan air satu ember penuh
dari air zamzam lantas Nabi minum dan berwudhu dengan air
tersebut.” (HR. Ahmad).
2. Air Musta’mal
Air sisa yang mengena badan manusia karena telah digunakan
untuk wudhu dan mandi, disebut air musta’mal. Hukum air musta’mal
sama dengan air mutlaq, yaitu suci dan mensucikan. Sesuai sabda Nabi
Saw oleh imam Ahmad Tirmidzi dalam lafadz Abu Daud, yang
artinya:“Sesungguhnya Rasulullah Saw mengusap kepalanya dengan
sisa air wudhu yang ada dalam kedua tangannya.”
3. Air yang bercampur dengan barang yang suci
Air yang bercampur dengan barang yang suci, seperti air sabun,
atau air seperma. Hukumnya suci selama air itu terjaga kemutlakannya,
sehingga tidak merubah nama itu bukan air mutlaq lagi. Air yang sedikit
7
bercampur dengan barang yang suci seperti sabun tadi dan tidak berubah
statusnya, hukumnya suci dan mensucikan, tetapi kalau campurannya
banyak sehingga bukan air mutlaq lagi bahkan air sabun umpamanya,
maka hukumya suci tapi tidak mensucikan.
4. Air sisa yang diminum oleh hewan
Binatang yang tidak haus seperti himar dan kucing, maka airnya
tidak najis. Seperti sabda Nabi Saw, yang artinya: “Apakah engkau
berwudhu dengan air sisa himar?” dijawab: “ya, dan dengan air sisa
semua binatang buas.”
D. Barang-barang yang najis
Barang-barang yang ada disekitar kita, tidak semuanya suci. Namun,
ada beberapa di antaranya yang dihukumi najis dalam syari’at. Barang ini
perlu diketahui kenajisannya agar tidak salah dalam menggunakannya, dan
bisa mengenal cara membersihkannya. Najis bisa mempengaruhi sahnya
shalat seseorang. Jika ia bernajis, maka harus dihilangkan najis yang
melekat di baju atau badan. Jika najis keluar dari dubur harus beristinja’
darinya.
Para ahli ilmu atau ulama’ telah mengadakan tahqiq (pemeriksaan)
terhadap barang-barang yang ada disekitar kita, ternyata barang-barang najis
lebih dari satu, di antaranya :
1. Tinja Manusia (kotoran manusia)
Kotoran yang keluar dari tubuh seorang manusia melalui duburnya.
Kotoran ini harus dibersihkan dengan cara istinja’ (cebok). Jika
mengenai sandal atau sepatu, maka dibersihkan.
2. Kencing Manusia
Kencing manusia atau hewan yang termasuk barang-barang najis yang
harus dibersihkan oleh seseorang.
8
Anas r.a berkata,
ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ِ‫هللا‬ ُ‫ل‬ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ِ‫م‬ْ‫و‬َ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫م‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ِ‫د‬ ِ‫ج‬ْ‫س‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ب‬ ‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫ب‬‫ا‬ َ‫ْر‬‫ع‬َ‫أ‬ َّ‫أن‬َََّ‫ل‬َ‫س‬ََ ِ‫ه‬
ٍ‫و‬ْ‫ل‬َ‫د‬ِ‫ب‬ ‫َا‬‫ع‬َ‫د‬ َ‫غ‬َ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ُ‫ه‬ْ‫و‬ُ‫م‬ ِ‫ر‬ْ‫ز‬ُ‫ت‬ َ‫ال‬ََ ُ‫ه‬ْ‫ُو‬‫ع‬َ‫د‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫ب‬َ‫ص‬َ‫ف‬ ٍ‫اء‬َ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬
“Ada seorang Arab Badui pernah kencing di masjid, maka sebagian
orangpun bangkit dan menuju kepadanya. Lalu Nabi -Shallallahu
‘alaihi wasallam- bersabda, “Biarkan (ia kencing), janganlah kalian
memotongnya”.
Anas berkata, “Tatkala orang itu selesai kencing, maka Nabi -
Shallallahu ‘alaihi wasallam- meminta seember air, lalu menuangkannya
pada kencing tersebut. {HR. Al-Bukhariy dalam Shahih-nya (6025) dan
Muslim dalam Shahih-nya (284)}.
3. Madzi, dan Wadi
Madzi adalah cairan yang keluar dari manusia ketika syahwatnya
memuncak. Sedangkan wadi adalah cairan najis yang keluar dari
kemaluan seseorang ketika ia buang air, karena mengalami sakit, atau
lelah, tanpa disertai oleh syahwat.
Adapun keluarnya madzi ini menyebabkan seseorang harus bersuci,
karena madzi adalah najis seperti halnya dengan kencing yang keluar dari
kemaluan manusia.
4. Darah Haid
Darah haid merupakan barang najis yang harus dibersihkan dari
badan atau pakaian kita yang terkena, utamanya ketika hendak
melakukan ibadah di saat darah haidh terputus, atau saat ingin
berhubungan dengan suami.
9
5. Kotoran Binatang yang Tidak Dimakan Dagingnya
Binatang yang tidak dimakan dagingnya, seperti; anjing, kucing,
babi, monyet, dan lain-lain, maka kotoran (tahi) dan kencingnya
merupakan najis.
Abdullah berkata, “Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- ingin
buang air, lalu berkata, “Berikan aku tiga buah batu”. Kemudian aku
dapatkan dua buah batu dan kotoran (tahi) himar, maka beliau
mengambil dua buah batu tersebut dan membuang kotoran (tahi) seraya
bersabda,
‫س‬ْ‫ج‬ ِ‫ر‬ َ‫ي‬ِ‫ه‬
“Dia (kotoran) ini najis”. {HR. Al-Bukhari dalam Shahih-
nya(155)}
6. Anjing, Liurnya, dan Sisa Minumannya.
Di antara barang-barang najis adalah anjing, liurnyan dan sisa
minumannya. Kenajisannya telah dijelaskan oleh Nabi -Shallallahu
‘alaihi wasallam- dalam sabdanya:
ِ‫ب‬‫ا‬ َ‫ر‬ُّ‫ت‬‫ال‬ِ‫ب‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ َ‫ال‬َُْ‫أ‬ ٍ‫ت‬‫ا‬ َّ‫ر‬َ‫م‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ِ‫س‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ب‬ْ‫ل‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫غ‬َ‫ل‬ََ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َُْ‫ك‬ِ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ ِ‫اء‬َ‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ْ‫و‬ُ‫ه‬ُ‫ط‬
“Cara menyucikan bejana salah seorang di antara kalian yang
dijilat anjing, dicuci sebanyak tujuh kali, awalnya dengan tanah”.{[HR.
Muslim dalam Shahih-nya (279)}.1
7. Bangkai
Bangkai adalah hewan yang mati secara tidak wajar, tanpa melalui
penyembelihan yang syar’i, seperti dicekik, dipukul, disetrum, dijepit,
1 Daradjat,Zakiah,1995, Ilmu Fiqih Jilid I, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf.
10
atau ditabrak. Bangkai merupakan najis, Nabi -Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda:
َ‫ر‬ُ‫ه‬َ‫ط‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ُ‫اب‬َ‫ه‬ ِ‫إل‬ْ‫ا‬ َ‫غ‬ْ‫ب‬ُ‫د‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬
“Apabila kulit bangkai disamak, maka ia sungguh telah suci”.
{HR. Muslim dalam Shahih-nya (366) dan Abu Dawud dalam Sunan-nya
(4105)}
E. Klasifikasi najis dan cara mensucikannya
Najis (Najasah) menurut bahasa artinya adalah kotoran. Dan menurut
Syara’ artinya adalah sesuatu yang bisa mempengaruhi Sahnya Sholat.
Seperti air kencing dan najis - najis lain sebagainya.
Najis itu dapat dibagi menjadi Tiga Bagian:
1. Najis Mughollazoh
Yaitu Najis yang berat. Yakni Najis yang timbul dari Najis Anjing
dan Babi. Babi adalah binatang najis berdasarkan al-Qur`an dan Ijma’
para sahabat Nabi (Ijma’ush Shahabat) (Prof Ali Raghib, Ahkamush
Shalat, hal. 33).
Jika binatang itu termasuk jenis yang najis (babi dan juga anjing),
maka semua bagian tubuhnya adalah najis, tidak peduli apakah dalam
keadaan hidup atau mati. Babi adalah najis pada zatnya dan babi tidak
dapat menjadi suci jika disamak.
Cara mensucikannya ialah harus terlebih dahulu dihilangkan wujud
benda Najis tersebut. Kemudian baru dicuci bersih dengan air sampai 7
kali dan permulaan atau penghabisannya diantara pencucian itu wajib
dicuci dengan air yang bercampur dengan Tanah (disamak).
11
2. Najis Mukhofafah.
Ialah najis yang ringan, seperti air kencing anak laki-laki yang
usianya kurang dari dua tahun dan belum makan apa-apa, selain air susu
ibunya.
Cara membersihkannya, cukup dengan memercikkan air bersih
pada benda yang terkena Najis tersebut sampai bersih betul.
3. Najis Mutawassithah ( ُْ‫ة‬‫ــــ‬َ‫ط‬‫ــ‬ِِّ‫س‬ُ َ‫ـــتــــو‬‫)م‬
Ialah najis yang sedang, yaitu kotoran manusia atau hewan, seperti air
kencing, nanah, darah, bangkai, minuman keras ; arak, anggur, tuak dan
sebagainya (selain dari bangkai ikan, belalang, dan mayat manusia).
F. Macam-Macam Thaharah
1. Wudhu
Wudhu adalah cara untuk bersuci dari hadas kecil agar seseorang
bisa melaksanakan shalat. Rasulullah saw bersabda:
َُ‫ل‬َ‫ص‬‫ُال‬‫ُهللا‬‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬‫ي‬ َ‫ال‬َُ‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬ُ َ‫ت‬ََََََُْْْ‫ا‬ُ ْ‫ن‬َ‫َُم‬‫ة‬‫اء‬َ‫ض‬
Artinya: “Allah tidak akan menerima shalat orang yang masih berhadas
sehingga ia berwudhu.”(HR. Bukhari, muslim dan lainnya).
Cara berwudhu telah digambarkan oleh allah di dalam al-Quran,
yaitu: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak
mengerjakan shalat, maka basulah wajah dan tangan kalian sampai siku,
dan usaplah kepala kalian dan basulah kaki kalian sampai kedua mata
kaki.” (QS. Al-Maidah:6).
2. Menyapu Sepatu Atas Dua Sepatu
Banyak keterangan menyatakan, bahwa Nabi menyapu atas dua
sepatu, baik di kampong ataupun dalam safar. Beliau menyapu belakang
sepatunya. Tak ada keterangan bahwa dia menyapu bawah sepatunya.
Dalam menyapu kepala terkadang beliau mencukupi dengan menyapu
sorbannya saja.
12
Ringkasannya, jika beliau bersepau beliau menyapu saja atasnya,
tidak membukanya. Jika beliau tidak bersepatu, beliau membasuh
kakinya.
3. Tayammum
Nabi Muhammad bertayamum dengan sekali tepuk untuk mukadan
kedua telapak tangan. Tak ada keterangan yang shahih mengatakan
bahwa Nabi menepuk dua kali dan menyapu hingga siku. Beliau
bertayammum dengan tanah atau pasir yang di atasnya beliau
bersembahyang.
4. Mandi
Apabila seseorang sedang berhadas besar, maka yang wajib ia
lakukan adalah mandi wajib. Agar ia kembali suci seperti semula dan
dapat melakukan ibadah yang ditntut harus dalam keadaan suci, seperti
shalat.
Cara mandi wajib yang paling sederhana, atau hanya melakukan
hal yang wajib saja, maka ada dua hal yang dilakukan. Pertama, niat. Dan
kemudian mengguyur sekujur tubuh dengan air yang suci dan
menyucikan secara merata.
13
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Bersuci merupakan persyaratan dari beberapa macam ibadah, karena
itu bersuci memperoleh tempat yang utama dalam ajaran Islam. Berbagai
aturan dan hukum ditetapkan oleh syara dengan maksud antara lain agar
manusia menjadi suci dan bersih baik lahir maupun batin.
Kesucian dan kebersihan lahir dan batin merupakan pangkal keindahan dan
kesehatan. Oleh karena itu hubungan kesucian dan kebersihan dengan
keindahan dan kesehatan erat sekali. Pokok dari ajaran Islam tentang
pengaturan hidup bersih, suci dan sehat bertujuan agar setiap muslim dapat
melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi.
Kebersihan dan kesucian lahir dan batin merupakan hal yang utama dan
terpuji dalam ajaran Islam, karena dengan kesucian an kebersihan dapat
meningkatkan derajat harkat dan martabat manusia di hadirat Allah SWT.
B. Saran
Semoga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah kita bahas
bersama, tentang thaharah. Agar senantiasa kita semua menjadi insan yang
selalu menjaga dan mengutamakan kebersihan. Karena kebersihan adalah
bagian dari iman.
14
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Hadits.
Daradjat, Zakiah. 1995. Ilmu Fiqih Jilid I. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf.
Muhammad, Tengku. 2000. Kuliah Ibadah. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.
Shalih, Ibrahim, 2011. Fiqih Ibadah. Jakarta: Amzah.
Rasjid, Sulaiman. Fiqih Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Wahid, Abdul. Fiqih Ibada. Semarang: PT. Karya Toha Putra.
Yusuf, Qardhawi. 1993. Konsep Ibadah dalam Islam. Surabaya: Central Media.

More Related Content

What's hot

PPT Makiyah dan Madaniyah
PPT Makiyah dan MadaniyahPPT Makiyah dan Madaniyah
PPT Makiyah dan Madaniyahrismariszki
 
Akhlak Tercela power point
Akhlak Tercela power pointAkhlak Tercela power point
Akhlak Tercela power pointsknramadhaniah
 
Makalah tentang solat
Makalah tentang solatMakalah tentang solat
Makalah tentang solatJuly Uly
 
Presentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point ThaharahPresentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point Thaharahjannahere
 
Ibadah makalah
Ibadah makalahIbadah makalah
Ibadah makalahMeyLiontin
 
Tugas al quran hadist power point
Tugas al quran hadist power pointTugas al quran hadist power point
Tugas al quran hadist power pointLontongSayoer
 
Ppt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih mulia
Ppt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih muliaPpt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih mulia
Ppt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih muliayukbelajar
 
Al-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan Lingkungan
Al-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan LingkunganAl-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan Lingkungan
Al-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan LingkunganRadila
 
Materi Sedekah
Materi SedekahMateri Sedekah
Materi Sedekahisnae
 
Makalah tugas fiqih tentang thaharah
Makalah tugas fiqih tentang thaharahMakalah tugas fiqih tentang thaharah
Makalah tugas fiqih tentang thaharahRahman Ghifari
 
Menutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPT
Menutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPTMenutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPT
Menutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPTAnas Wibowo
 

What's hot (20)

PPT Makiyah dan Madaniyah
PPT Makiyah dan MadaniyahPPT Makiyah dan Madaniyah
PPT Makiyah dan Madaniyah
 
Fiqh zakat
Fiqh zakatFiqh zakat
Fiqh zakat
 
Akhlak Tercela power point
Akhlak Tercela power pointAkhlak Tercela power point
Akhlak Tercela power point
 
Makalah shalat
Makalah shalatMakalah shalat
Makalah shalat
 
Makalah thaharah
Makalah thaharahMakalah thaharah
Makalah thaharah
 
Makalah tentang solat
Makalah tentang solatMakalah tentang solat
Makalah tentang solat
 
ppt Ibadah
ppt Ibadah ppt Ibadah
ppt Ibadah
 
Presentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point ThaharahPresentasi Power Point Thaharah
Presentasi Power Point Thaharah
 
AKHLAK
AKHLAKAKHLAK
AKHLAK
 
Ibadah makalah
Ibadah makalahIbadah makalah
Ibadah makalah
 
Tugas al quran hadist power point
Tugas al quran hadist power pointTugas al quran hadist power point
Tugas al quran hadist power point
 
Ppt muamalah
Ppt muamalah Ppt muamalah
Ppt muamalah
 
Ppt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih mulia
Ppt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih muliaPpt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih mulia
Ppt rendah hati, hemat, sederhana membuat hidup menjadi lebih mulia
 
Al-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan Lingkungan
Al-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan LingkunganAl-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan Lingkungan
Al-Qur'an dan Hadits tentang Melestarikan Lingkungan
 
PPT Haji dan Umrah
PPT Haji dan UmrahPPT Haji dan Umrah
PPT Haji dan Umrah
 
makalah Shalat
makalah Shalatmakalah Shalat
makalah Shalat
 
Materi Sedekah
Materi SedekahMateri Sedekah
Materi Sedekah
 
Makalah tugas fiqih tentang thaharah
Makalah tugas fiqih tentang thaharahMakalah tugas fiqih tentang thaharah
Makalah tugas fiqih tentang thaharah
 
Diskusi Kelas: Hakim, Mukallaf, Taklif, dan aliran-aliran dalam Islam (Ushul ...
Diskusi Kelas: Hakim, Mukallaf, Taklif, dan aliran-aliran dalam Islam (Ushul ...Diskusi Kelas: Hakim, Mukallaf, Taklif, dan aliran-aliran dalam Islam (Ushul ...
Diskusi Kelas: Hakim, Mukallaf, Taklif, dan aliran-aliran dalam Islam (Ushul ...
 
Menutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPT
Menutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPTMenutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPT
Menutup Aurat yang Benar - Sesuai Syariah .PPT
 

Viewers also liked

Viewers also liked (9)

Alat bersuci (1)
Alat bersuci (1)Alat bersuci (1)
Alat bersuci (1)
 
Makalah aik 2 thaharah
Makalah aik 2 thaharahMakalah aik 2 thaharah
Makalah aik 2 thaharah
 
Makalah kkn ihdn
Makalah kkn ihdnMakalah kkn ihdn
Makalah kkn ihdn
 
Kelompok 1 thaharah
Kelompok 1  thaharahKelompok 1  thaharah
Kelompok 1 thaharah
 
Peranan manusia dalam lingkungan perspektif islam
Peranan manusia dalam lingkungan perspektif islamPeranan manusia dalam lingkungan perspektif islam
Peranan manusia dalam lingkungan perspektif islam
 
Makalah aik 2 thaharah
Makalah aik 2 thaharahMakalah aik 2 thaharah
Makalah aik 2 thaharah
 
Air musta'mal, sukatan 2 kolah, air mutanajjis
Air musta'mal, sukatan 2 kolah, air mutanajjisAir musta'mal, sukatan 2 kolah, air mutanajjis
Air musta'mal, sukatan 2 kolah, air mutanajjis
 
Power point wudhu
Power point wudhuPower point wudhu
Power point wudhu
 
Makalah kimia
Makalah kimiaMakalah kimia
Makalah kimia
 

Similar to TAHARAH DAN PERMASALAHANNYA

Similar to TAHARAH DAN PERMASALAHANNYA (20)

Bab i taharah
Bab i taharahBab i taharah
Bab i taharah
 
THAHARAH.ppt.pptx
THAHARAH.ppt.pptxTHAHARAH.ppt.pptx
THAHARAH.ppt.pptx
 
MAKALAH THOHARAH
MAKALAH THOHARAHMAKALAH THOHARAH
MAKALAH THOHARAH
 
makalah fikih , air dan najis
makalah fikih , air dan najismakalah fikih , air dan najis
makalah fikih , air dan najis
 
MATERI pesntren kilat FIQIH THAHARAH.pptx
MATERI pesntren kilat FIQIH THAHARAH.pptxMATERI pesntren kilat FIQIH THAHARAH.pptx
MATERI pesntren kilat FIQIH THAHARAH.pptx
 
Makalah rahim
Makalah rahimMakalah rahim
Makalah rahim
 
Makalah rahim
Makalah rahimMakalah rahim
Makalah rahim
 
Tugas Haidah.pptx
Tugas Haidah.pptxTugas Haidah.pptx
Tugas Haidah.pptx
 
Bab 1 thaharah new
Bab 1 thaharah newBab 1 thaharah new
Bab 1 thaharah new
 
Slide thoharah
Slide thoharahSlide thoharah
Slide thoharah
 
Slide thoharah
Slide thoharahSlide thoharah
Slide thoharah
 
PPT Agama Islam III Thaharah
PPT Agama Islam III Thaharah PPT Agama Islam III Thaharah
PPT Agama Islam III Thaharah
 
thaharah mata kuliah agama 3 ,
thaharah mata kuliah agama 3 , thaharah mata kuliah agama 3 ,
thaharah mata kuliah agama 3 ,
 
Ppt bab v ( thaharoh )
Ppt bab v ( thaharoh )Ppt bab v ( thaharoh )
Ppt bab v ( thaharoh )
 
makalah Thaharah.docx
makalah Thaharah.docxmakalah Thaharah.docx
makalah Thaharah.docx
 
Thahara
ThaharaThahara
Thahara
 
fiqih muamalah
fiqih muamalahfiqih muamalah
fiqih muamalah
 
Wudhu, mandi, tayammum
Wudhu, mandi, tayammumWudhu, mandi, tayammum
Wudhu, mandi, tayammum
 
thaharah (1).ppt
thaharah (1).pptthaharah (1).ppt
thaharah (1).ppt
 
Ppt thaharah ii
Ppt thaharah iiPpt thaharah ii
Ppt thaharah ii
 

More from RoisMansur

sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidsejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidRoisMansur
 
pengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpujipengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpujiRoisMansur
 
Pengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian WarisanPengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian WarisanRoisMansur
 
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan PerhiasanContoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan PerhiasanRoisMansur
 
muamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkammuamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkamRoisMansur
 
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...RoisMansur
 
perkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islamperkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islamRoisMansur
 
pengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum paipengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum paiRoisMansur
 
islam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitianislam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitianRoisMansur
 
contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan
contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuancontoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan
contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuanRoisMansur
 
Pengertian ujub
Pengertian ujubPengertian ujub
Pengertian ujubRoisMansur
 

More from RoisMansur (12)

sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhidsejarah dan perkembangan ilmu tauhid
sejarah dan perkembangan ilmu tauhid
 
pengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpujipengertian akhlak terpuji
pengertian akhlak terpuji
 
Pengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian WarisanPengertian dan pembagian Warisan
Pengertian dan pembagian Warisan
 
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan PerhiasanContoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
Contoh Makalah Hadis Pakaian dan Perhiasan
 
muamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkammuamalah 2 hadits ahkam
muamalah 2 hadits ahkam
 
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
Dasar dan tujuan pendidikan islam dalam persepektif filsafat pendidikajn agam...
 
perkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islamperkembangan manusia dalam persep[ektif islam
perkembangan manusia dalam persep[ektif islam
 
Artikel
ArtikelArtikel
Artikel
 
pengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum paipengembangan kurikulum pai
pengembangan kurikulum pai
 
islam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitianislam sebagai objek kajian dan penelitian
islam sebagai objek kajian dan penelitian
 
contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan
contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuancontoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan
contoh makalah Tafsir tentang kepemimpinen perempuan
 
Pengertian ujub
Pengertian ujubPengertian ujub
Pengertian ujub
 

Recently uploaded

Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaEzraCalva
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmeunikekambe10
 
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasPembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasAZakariaAmien1
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2noviamaiyanti
 
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKLA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKDeviIndriaMustikorin
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptNabilahKhairunnisa6
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxmtsmampunbarub4
 
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfAKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfTaqdirAlfiandi1
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptssuser940815
 
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptxTeknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptxwongcp2
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdfShintaNovianti1
 
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptMateri power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptAcemediadotkoM1
 
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...jumadsmanesi
 
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxnataliadwiasty
 
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptxKonflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptxintansidauruk2
 

Recently uploaded (20)

Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
 
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasPembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
 
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OKLA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
LA PI 2 PE NDIDIKAN GURU PENGGERAK A9 OK
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
 
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdfAKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
AKSI NYATA Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di Kelas (1).pdf
 
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.pptSejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
Sejarah Perkembangan Teori Manajemen.ppt
 
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptxTeknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
 
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptMateri power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
 
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
 
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
 
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptxKonflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian Bagian 1.pptx
 

TAHARAH DAN PERMASALAHANNYA

  • 1. 1 THAHARAH DAN PERMASALAHANNYA Makalah Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah: Fiqih Ibadah Dosen pengampu: Sanusi, M.Pd.I Disusun oleh kelompok 3: 1. Nur Maliya Farkhanah (1410110044) 2. Muhammad Amrul Hakim (1410110045) 3. Ristiana Nisa’ (1410110074) Kelas: B-PAI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS JURUSAN TARBIYAH PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN 2015
  • 2. 2 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dan menjadi bagian dari agama Islam. Dengan adanya hukum, perilaku kehidupan kaum muslimin secara keseluruhan dapat diatur denan terstruktur. Oleh karena itu, kaum muslimin dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak akan pernah lepas dari hukum Islam. Salah satunya yaitu dalam konteks bersuci (tahaharah). Thaharah atau mensucikan badan dari najis hukumnya menjadi wajib karena menjadi suatu keharusan. Misalnya dalam melakukan sebuah ibadah kepada Allah, kaum muslimin harus bersih dari segala najis, sedangkan manusia itu sendiri tidak pernah lepas dari yang namanya najis (kotoran). Apabila kaum muslimin tidak bersuci terlebih dahulu ketika akan melakuakan suatu ibadah, maka segala ibadah yang dilakukan akan sia-sia bahkan mendapat dosa dari Allah SWT. Meskipun bersuci terlihat sederhana dalam praktiknya, namun menjadi keliru atau menimbulkan madharat apabila dalam bersuci tidak memakai tata cara bersuci denan baik dan benar yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Maka dari itu, dalam makalah kali ini akan membahas tentang bagaimana cara bersuci dengan baik dan benar yang sesuai dengan syariat agama Islam yan telah disyariatkan sebelumnya. Serta menjelaskan beberapa hal yang menjadikan kaum muslimin diharuskan untuk melakukan bersuci (thaharah). B. Rumusan Masalah 1. Apa pengeertian thaharah? 2. Bagaimana hukum thaharah? 3. Apa saja alat-alat untuk thaharah (bersuci) ? 4. Apa saja barang-barang yang termasuk kategori najis?
  • 3. 3 5. Bagaimana cara membersihkan najis? 6. Apa saja macam-macam thaharah? C. Tujuan 1. Menjelaskan pengertian thaharah 2. Menjelaskan hukum thaharah 3. Menerankan secara rinci alat-alat yang digunakan untuk thaharah 4. Menyebutkan dan menjelaskan barang-barang yang dikategorikan najis 5. Menjelaskan tata cara membersihkan najis 6. Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam thaharah
  • 4. 4 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Thaharah Kata thaharah bersal dari bahasa Arab ُ‫ار‬َ‫ه‬َ‫ط‬‫ل‬َ‫ا‬ yang secara bahasa artinya kebersihan atau bersuci. Menurut syara’ ialah suci dari hadats atau najis, dengan cara yang telah ditentukan oleh syara’ atau menghilangkan najasah, mandi, dan tayamum. Hakikat thaharah ialah memakai air atau tanah atau salah satunya menurut sifat yang disyariatkan, untuk menghilangkan najasah dan hadats. Bersuci itu dibagi dua : lahir dan batin. Bersuci batin ialah mensucikan diri dari dosa dan maksiat dari kotoran kemusyrikan, keraguan dan kebencian, dengki, curang, tipuan, takabur, riya’. Caranya dengan bertindak ikhlas, yakin, cinta kebajikan, benar, tawadhu, hanya menghendaki kerelaan Allah, bagi setiap perbuatan. Kebersihan lahir ialah bersih dari kotoran dan hadats. Kebersiha kotoran cara menghilangkan dengan menghilangkan kotoran itu pada tempat ibadah, pakaian yag dipakai, dan pada badan seseorang. Sedang kebersihan dari hadats dilakukan dengan mengambil air wudhu atau mandi. B. Hukum Thaharah Bersuci hukumnya wajib, berdasar firman dan sunnah Nabi Saw. Adapun firman Allah ialah surat al-Baqarah ayat 222: َُ‫ين‬ ِ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬َ‫ت‬‫م‬ْ‫ُال‬ُّ‫ب‬ ِ‫ح‬‫ي‬ َ‫ينَُو‬ِ‫ب‬‫ا‬ َّ‫و‬َّ‫ت‬‫ُال‬ُّ‫ب‬ ِ‫ح‬‫ُي‬َ َّ‫ُاَّلل‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ Artinya: ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” Dan surat al-Maidah ayat 6: ‫وا‬‫ر‬َّ‫ه‬َّ‫اط‬َ‫ف‬ُ‫ا‬ً‫ب‬‫ن‬‫ُج‬ْ‫م‬‫ت‬ْ‫ن‬‫ُك‬ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫و‬ Artinya: “Dan jika kamu junub maka mandilah.”
  • 5. 5 Dan surat al-Muddatstsir ayat 4: ُْ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬َ‫ف‬َُ‫ك‬َ‫ب‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ث‬ َ‫و‬ Artinya: “Dan pakaianmu bersihkanlah.” )‫النظافةُمنُااليمانُ(رواهُمسلم‬ Artinya : “Kebersihan itu adalah sebagian dari iman.”(HR.Muslim) C. Alat bersuci Alat bersuci ialah air, berdasar firman Allah, QS. al-Anfal ayat 11: ُ‫ل‬ ِِّ‫َز‬‫ن‬‫ي‬ َ‫و‬ُِ‫ه‬ِ‫ب‬ُْ‫م‬‫ك‬َ‫ر‬ِِّ‫ه‬َ‫ط‬‫ي‬ِ‫ل‬ًُ‫ء‬‫ا‬َ‫ُم‬ِ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ُال‬ َ‫ن‬ِ‫ُم‬ْ‫م‬‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ Artinya: “Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu.” Dan QS. al-Furqan ayat 48: ‫ا‬ ً‫ور‬‫ه‬َ‫ط‬ًُ‫ء‬‫ا‬َ‫ُم‬ِ‫اء‬َ‫م‬َّ‫س‬‫ُال‬ َ‫ن‬ِ‫َاُم‬‫ن‬ْ‫ل‬ َ‫ز‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ َ‫و‬ Artinya: “Dan kami turunkan air dari langit yang sangat bersih.” Air pada umumnya dibagi menjadi empat: 1. Air mutlaq Hukumnya suci dan dapat untuk bersuci, artinya airnya sendiri bersetatus suci, dan dapat untuk bersuci, seperti untuk wudhu, mandi, dan membersihkan najis. Yang termasuk air mutlaq ialah : a. Air hujan Sesuai firman Allah dalam QS. al-Furqan ayat 48, yang artinya: “Dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.” b. Air salju dan air es Hadits Nabi Saw diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang artinya: “Rasulullah dahulu, apabila telah membaca takbir, diam sebentar, sebelum membaca fatihah, maka aku berkata: “Wahai Rasulullah, demi ayah, engkau dan ibuku, adakah engkau mengetahui apakah yang engkau baca dikala diammu, di antara takbiratul ihram dan membaca fatihah?” Sabda Nabi: Aku berkata: “Ya Allah, jauhkanlah
  • 6. 6 jarak antaraku dengan kesalahanku sebagaimana engkau menjauhkan antara barat dan timur, ya Allah bersihkanlah kami dari kesalahan seperti membersihkan pakaian dari kotoran, ya Allah cucilah kami dari kesalahan kami dengan air salju dan air es.” (HR. Jama’ah kecuali At-Tirmidzi). c. Air laut Sabda Nabi Saw oleh Abu Hurairah, yang artinya: “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah dengan katanya: “Wahai Rasulullah, kami berkendaraan di laut dan kami hanya membawa sedikit air apabila kami wudhu dengan air itu, kami akan kehausan, apakah boleh berwudhu dengan air laut?” Maka Rasulullah menjawab: “Laut itu airnya suci bangkainyapun halal”. (HR. Khomsah). d. Air Zamzam Hadits yang diriwayatkan oleh Sayidina Ali r.a, yang artinya: “Bahwasanya Rasulullah Saw minta diambilkan air satu ember penuh dari air zamzam lantas Nabi minum dan berwudhu dengan air tersebut.” (HR. Ahmad). 2. Air Musta’mal Air sisa yang mengena badan manusia karena telah digunakan untuk wudhu dan mandi, disebut air musta’mal. Hukum air musta’mal sama dengan air mutlaq, yaitu suci dan mensucikan. Sesuai sabda Nabi Saw oleh imam Ahmad Tirmidzi dalam lafadz Abu Daud, yang artinya:“Sesungguhnya Rasulullah Saw mengusap kepalanya dengan sisa air wudhu yang ada dalam kedua tangannya.” 3. Air yang bercampur dengan barang yang suci Air yang bercampur dengan barang yang suci, seperti air sabun, atau air seperma. Hukumnya suci selama air itu terjaga kemutlakannya, sehingga tidak merubah nama itu bukan air mutlaq lagi. Air yang sedikit
  • 7. 7 bercampur dengan barang yang suci seperti sabun tadi dan tidak berubah statusnya, hukumnya suci dan mensucikan, tetapi kalau campurannya banyak sehingga bukan air mutlaq lagi bahkan air sabun umpamanya, maka hukumya suci tapi tidak mensucikan. 4. Air sisa yang diminum oleh hewan Binatang yang tidak haus seperti himar dan kucing, maka airnya tidak najis. Seperti sabda Nabi Saw, yang artinya: “Apakah engkau berwudhu dengan air sisa himar?” dijawab: “ya, dan dengan air sisa semua binatang buas.” D. Barang-barang yang najis Barang-barang yang ada disekitar kita, tidak semuanya suci. Namun, ada beberapa di antaranya yang dihukumi najis dalam syari’at. Barang ini perlu diketahui kenajisannya agar tidak salah dalam menggunakannya, dan bisa mengenal cara membersihkannya. Najis bisa mempengaruhi sahnya shalat seseorang. Jika ia bernajis, maka harus dihilangkan najis yang melekat di baju atau badan. Jika najis keluar dari dubur harus beristinja’ darinya. Para ahli ilmu atau ulama’ telah mengadakan tahqiq (pemeriksaan) terhadap barang-barang yang ada disekitar kita, ternyata barang-barang najis lebih dari satu, di antaranya : 1. Tinja Manusia (kotoran manusia) Kotoran yang keluar dari tubuh seorang manusia melalui duburnya. Kotoran ini harus dibersihkan dengan cara istinja’ (cebok). Jika mengenai sandal atau sepatu, maka dibersihkan. 2. Kencing Manusia Kencing manusia atau hewan yang termasuk barang-barang najis yang harus dibersihkan oleh seseorang.
  • 8. 8 Anas r.a berkata, ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫هللا‬ ‫ى‬َّ‫ل‬َ‫ص‬ ِ‫هللا‬ ُ‫ل‬ْ‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ِ‫م‬ْ‫و‬َ‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫م‬‫ا‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ِ‫د‬ ِ‫ج‬ْ‫س‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ب‬ ‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫ب‬‫ا‬ َ‫ْر‬‫ع‬َ‫أ‬ َّ‫أن‬َََّ‫ل‬َ‫س‬ََ ِ‫ه‬ ٍ‫و‬ْ‫ل‬َ‫د‬ِ‫ب‬ ‫َا‬‫ع‬َ‫د‬ َ‫غ‬َ‫ر‬َ‫ف‬ ‫ا‬َّ‫م‬َ‫ل‬َ‫ف‬ َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ ُ‫ه‬ْ‫و‬ُ‫م‬ ِ‫ر‬ْ‫ز‬ُ‫ت‬ َ‫ال‬ََ ُ‫ه‬ْ‫ُو‬‫ع‬َ‫د‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫ب‬َ‫ص‬َ‫ف‬ ٍ‫اء‬َ‫م‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ “Ada seorang Arab Badui pernah kencing di masjid, maka sebagian orangpun bangkit dan menuju kepadanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Biarkan (ia kencing), janganlah kalian memotongnya”. Anas berkata, “Tatkala orang itu selesai kencing, maka Nabi - Shallallahu ‘alaihi wasallam- meminta seember air, lalu menuangkannya pada kencing tersebut. {HR. Al-Bukhariy dalam Shahih-nya (6025) dan Muslim dalam Shahih-nya (284)}. 3. Madzi, dan Wadi Madzi adalah cairan yang keluar dari manusia ketika syahwatnya memuncak. Sedangkan wadi adalah cairan najis yang keluar dari kemaluan seseorang ketika ia buang air, karena mengalami sakit, atau lelah, tanpa disertai oleh syahwat. Adapun keluarnya madzi ini menyebabkan seseorang harus bersuci, karena madzi adalah najis seperti halnya dengan kencing yang keluar dari kemaluan manusia. 4. Darah Haid Darah haid merupakan barang najis yang harus dibersihkan dari badan atau pakaian kita yang terkena, utamanya ketika hendak melakukan ibadah di saat darah haidh terputus, atau saat ingin berhubungan dengan suami.
  • 9. 9 5. Kotoran Binatang yang Tidak Dimakan Dagingnya Binatang yang tidak dimakan dagingnya, seperti; anjing, kucing, babi, monyet, dan lain-lain, maka kotoran (tahi) dan kencingnya merupakan najis. Abdullah berkata, “Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- ingin buang air, lalu berkata, “Berikan aku tiga buah batu”. Kemudian aku dapatkan dua buah batu dan kotoran (tahi) himar, maka beliau mengambil dua buah batu tersebut dan membuang kotoran (tahi) seraya bersabda, ‫س‬ْ‫ج‬ ِ‫ر‬ َ‫ي‬ِ‫ه‬ “Dia (kotoran) ini najis”. {HR. Al-Bukhari dalam Shahih- nya(155)} 6. Anjing, Liurnya, dan Sisa Minumannya. Di antara barang-barang najis adalah anjing, liurnyan dan sisa minumannya. Kenajisannya telah dijelaskan oleh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- dalam sabdanya: ِ‫ب‬‫ا‬ َ‫ر‬ُّ‫ت‬‫ال‬ِ‫ب‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ َ‫ال‬َُْ‫أ‬ ٍ‫ت‬‫ا‬ َّ‫ر‬َ‫م‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫س‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ِ‫س‬ْ‫غ‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ب‬ْ‫ل‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫غ‬َ‫ل‬ََ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ َُْ‫ك‬ِ‫د‬َ‫ح‬َ‫أ‬ ِ‫اء‬َ‫ن‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ْ‫و‬ُ‫ه‬ُ‫ط‬ “Cara menyucikan bejana salah seorang di antara kalian yang dijilat anjing, dicuci sebanyak tujuh kali, awalnya dengan tanah”.{[HR. Muslim dalam Shahih-nya (279)}.1 7. Bangkai Bangkai adalah hewan yang mati secara tidak wajar, tanpa melalui penyembelihan yang syar’i, seperti dicekik, dipukul, disetrum, dijepit, 1 Daradjat,Zakiah,1995, Ilmu Fiqih Jilid I, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf.
  • 10. 10 atau ditabrak. Bangkai merupakan najis, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: َ‫ر‬ُ‫ه‬َ‫ط‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬ ُ‫اب‬َ‫ه‬ ِ‫إل‬ْ‫ا‬ َ‫غ‬ْ‫ب‬ُ‫د‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫إ‬ “Apabila kulit bangkai disamak, maka ia sungguh telah suci”. {HR. Muslim dalam Shahih-nya (366) dan Abu Dawud dalam Sunan-nya (4105)} E. Klasifikasi najis dan cara mensucikannya Najis (Najasah) menurut bahasa artinya adalah kotoran. Dan menurut Syara’ artinya adalah sesuatu yang bisa mempengaruhi Sahnya Sholat. Seperti air kencing dan najis - najis lain sebagainya. Najis itu dapat dibagi menjadi Tiga Bagian: 1. Najis Mughollazoh Yaitu Najis yang berat. Yakni Najis yang timbul dari Najis Anjing dan Babi. Babi adalah binatang najis berdasarkan al-Qur`an dan Ijma’ para sahabat Nabi (Ijma’ush Shahabat) (Prof Ali Raghib, Ahkamush Shalat, hal. 33). Jika binatang itu termasuk jenis yang najis (babi dan juga anjing), maka semua bagian tubuhnya adalah najis, tidak peduli apakah dalam keadaan hidup atau mati. Babi adalah najis pada zatnya dan babi tidak dapat menjadi suci jika disamak. Cara mensucikannya ialah harus terlebih dahulu dihilangkan wujud benda Najis tersebut. Kemudian baru dicuci bersih dengan air sampai 7 kali dan permulaan atau penghabisannya diantara pencucian itu wajib dicuci dengan air yang bercampur dengan Tanah (disamak).
  • 11. 11 2. Najis Mukhofafah. Ialah najis yang ringan, seperti air kencing anak laki-laki yang usianya kurang dari dua tahun dan belum makan apa-apa, selain air susu ibunya. Cara membersihkannya, cukup dengan memercikkan air bersih pada benda yang terkena Najis tersebut sampai bersih betul. 3. Najis Mutawassithah ( ُْ‫ة‬‫ــــ‬َ‫ط‬‫ــ‬ِِّ‫س‬ُ َ‫ـــتــــو‬‫)م‬ Ialah najis yang sedang, yaitu kotoran manusia atau hewan, seperti air kencing, nanah, darah, bangkai, minuman keras ; arak, anggur, tuak dan sebagainya (selain dari bangkai ikan, belalang, dan mayat manusia). F. Macam-Macam Thaharah 1. Wudhu Wudhu adalah cara untuk bersuci dari hadas kecil agar seseorang bisa melaksanakan shalat. Rasulullah saw bersabda: َُ‫ل‬َ‫ص‬‫ُال‬‫ُهللا‬‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬‫ي‬ َ‫ال‬َُ‫و‬َ‫ت‬َ‫ي‬ُ َ‫ت‬ََََََُْْْ‫ا‬ُ ْ‫ن‬َ‫َُم‬‫ة‬‫اء‬َ‫ض‬ Artinya: “Allah tidak akan menerima shalat orang yang masih berhadas sehingga ia berwudhu.”(HR. Bukhari, muslim dan lainnya). Cara berwudhu telah digambarkan oleh allah di dalam al-Quran, yaitu: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basulah wajah dan tangan kalian sampai siku, dan usaplah kepala kalian dan basulah kaki kalian sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah:6). 2. Menyapu Sepatu Atas Dua Sepatu Banyak keterangan menyatakan, bahwa Nabi menyapu atas dua sepatu, baik di kampong ataupun dalam safar. Beliau menyapu belakang sepatunya. Tak ada keterangan bahwa dia menyapu bawah sepatunya. Dalam menyapu kepala terkadang beliau mencukupi dengan menyapu sorbannya saja.
  • 12. 12 Ringkasannya, jika beliau bersepau beliau menyapu saja atasnya, tidak membukanya. Jika beliau tidak bersepatu, beliau membasuh kakinya. 3. Tayammum Nabi Muhammad bertayamum dengan sekali tepuk untuk mukadan kedua telapak tangan. Tak ada keterangan yang shahih mengatakan bahwa Nabi menepuk dua kali dan menyapu hingga siku. Beliau bertayammum dengan tanah atau pasir yang di atasnya beliau bersembahyang. 4. Mandi Apabila seseorang sedang berhadas besar, maka yang wajib ia lakukan adalah mandi wajib. Agar ia kembali suci seperti semula dan dapat melakukan ibadah yang ditntut harus dalam keadaan suci, seperti shalat. Cara mandi wajib yang paling sederhana, atau hanya melakukan hal yang wajib saja, maka ada dua hal yang dilakukan. Pertama, niat. Dan kemudian mengguyur sekujur tubuh dengan air yang suci dan menyucikan secara merata.
  • 13. 13 BAB III PENUTUP A. Simpulan Bersuci merupakan persyaratan dari beberapa macam ibadah, karena itu bersuci memperoleh tempat yang utama dalam ajaran Islam. Berbagai aturan dan hukum ditetapkan oleh syara dengan maksud antara lain agar manusia menjadi suci dan bersih baik lahir maupun batin. Kesucian dan kebersihan lahir dan batin merupakan pangkal keindahan dan kesehatan. Oleh karena itu hubungan kesucian dan kebersihan dengan keindahan dan kesehatan erat sekali. Pokok dari ajaran Islam tentang pengaturan hidup bersih, suci dan sehat bertujuan agar setiap muslim dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi. Kebersihan dan kesucian lahir dan batin merupakan hal yang utama dan terpuji dalam ajaran Islam, karena dengan kesucian an kebersihan dapat meningkatkan derajat harkat dan martabat manusia di hadirat Allah SWT. B. Saran Semoga kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah kita bahas bersama, tentang thaharah. Agar senantiasa kita semua menjadi insan yang selalu menjaga dan mengutamakan kebersihan. Karena kebersihan adalah bagian dari iman.
  • 14. 14 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an dan Hadits. Daradjat, Zakiah. 1995. Ilmu Fiqih Jilid I. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf. Muhammad, Tengku. 2000. Kuliah Ibadah. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra. Shalih, Ibrahim, 2011. Fiqih Ibadah. Jakarta: Amzah. Rasjid, Sulaiman. Fiqih Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Wahid, Abdul. Fiqih Ibada. Semarang: PT. Karya Toha Putra. Yusuf, Qardhawi. 1993. Konsep Ibadah dalam Islam. Surabaya: Central Media.