STRES Salah satu masalah yg pasti akan dihadapi oleh setiap    orang dlm dunia kerja adlh stres. Sres mrpk kondisi    ket...
 Dan apabila hal ini juga masih dibiarkan/tdk segera disadari dan  diatasi bisa mengarah ke perilaku yg lebih jauh, seper...
Sumber-sumber stres Sumber stres bisa dibedakan antara yg bersumber dr  permasalahan pekerjaan ataupun yg sumbernya dr lu...
 Permasalahan dr luar pekerjaan juga beraneka ragam, spt   kehidpan klg yg kurang hamonis, perilaku negatif anak-   anak,...
2. Bhw pd tingkatan tertentu stres tsb diperlukan. Kalangan   ahli berpndpt bhw apabila tdk ada stres dlm pek, para peg   ...
a. Merumuskan kebijakan dlm membantu para peg yg   menghadapi stresb. Menyampaikan kebijakan tsb pd seluruh peg, shg merek...
f. Memantau terus kegiatan pers, shg kondisi yg dpt   jadi sumber stres dpt diidentifikasi, disikapi bahkan   dihilangkan ...
KONSELING PEGAWAI Konseling pegawai adlh sebuah unit atau lembaga yg  disediakan oleh pers yg memberikan jasa bantuan thd...
Konseling yg efektif adlh kegiatan yg: a.   Melibatkan paling sedikti dua pihak, peg dan konselor b.   Berupa komunikasi d...
Dg demikian, kegiatan konseling setidaknya memiliki 6 fungsi:1.   Pemberian nasihat kpd peg, agar mereka menempuh cara yg ...
DISIPLIN PEGAWAI Bahasan ini berangkat dr pandangan bhw tdk ada manusia    yg sempurna yg tdk lepas dr kekhilafan dan kes...
 Pendisiplinan preventif adlh tindakan yg mendorong para  peg unt taat pd berbagai ketentuan yg berlaku dan  memenuhi sta...
1. Para angg pers perlu didorong agar mempunyai rasa   memiliki thd pers. Krn tdk mungkin sesdeorang akan   merusak barang...
 Pendisiplinan korektif yakni pendisiplinan kpd peg yg  nyata2 tlh melakukan pelanggaran atas ketentuan2 yg  berlaku, ata...
Masalah stres, konseling dan disiplin pegawai
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Masalah stres, konseling dan disiplin pegawai

3,502 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,502
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
69
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Masalah stres, konseling dan disiplin pegawai

  1. 1. STRES Salah satu masalah yg pasti akan dihadapi oleh setiap orang dlm dunia kerja adlh stres. Sres mrpk kondisi ketegangan yg berpengaruh thd emosi, jalan pikiran dan kondisi fisik seseorang. Hal ini hrs diatasi, baik diatasi scr mandiri oleh peg ybs maupun melibatkan pihak lain, spt spesialis yg disediakan oleh pihak pers Stres yg tdk diatasi dg baik biasanya berakibat pd ketidakmampuan seseorang berinteraksi scr positif dg lingk-nya, baik dlm lingk pekerjaan maupun di lingk lainnya. Peg ybs akan menghadapi berbagai gejala yg kurang positif yg pd gilirannya akan mempengaruhi prestasi kerjanya Perilaku yg kurang positif tsb al spt tegang, cemas, gugup, gangguan pencernaan, tek darah tinggi dsb
  2. 2.  Dan apabila hal ini juga masih dibiarkan/tdk segera disadari dan diatasi bisa mengarah ke perilaku yg lebih jauh, seperti sikap tdk bersahabat, marah-marah, merokok (berlebihan), susah tidur, sukar mengendalikan emosi, bersifat agresif. Stres akan semakin kuat apabila seseorang menghadapi masalah scr terus menerus (bertubi-tubi) bahkan jika tetap dibiarkan, akibatnya bisa lebih jauh lagi spt ke arah minum- minuman keras, narkoba dan putus asa Burnout adlh suatu kondisi mental dan emosional serta kelelahan fisik krn stres yg berlanjut dan tdk teratasi Para ahli berpendpt bhw stres dpt timbul sbg akibat tekanan atau ketegangan yg bersumber dr ketidak-selarasan antara seseorang dg lingk-nya. Tdk selaras antara sarana dg kebutuhan, antara tuntutan tugas dg kemampuan seseorang, antara keinginan dg kenyataan, antara tuntutan hidup dg kemampuan pemenuhan kebutuhan, dsb-nya
  3. 3. Sumber-sumber stres Sumber stres bisa dibedakan antara yg bersumber dr permasalahan pekerjaan ataupun yg sumbernya dr luar pekerjaan Sumber stres dr dlm pekerjaan bisa berakeka ragam, spt beban tugas yg terlalu berat, desakan waktu, iklim kerja yg kurang kondusif, kurangnya informasi ttg prestasi kerja seseorang, ketidakseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab, ketidakjelasan peranan peg dlm keseluruhan kegiatan pers, frustasi krn intervensi pihak lain yg terlalu sering, konflik antara seseorang dg peg lain baik dlm maupun dr luar klp kerjanya, sering tdk jelasnya perintah kerja dr atasan dg selalu menimpakan kesalahan pd-nya, perbedaan sistem nilai yg dianut oleh peg dg pers- nya, dsb-nya
  4. 4.  Permasalahan dr luar pekerjaan juga beraneka ragam, spt kehidpan klg yg kurang hamonis, perilaku negatif anak- anak, permasalahan keuangan (spt terlilit hutang, rendahnya kemampuan unt pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan klg dsb), pindah tempat tinggal baru yg kurang sesuai, ada angg klg yg meninggal, ada angg klg yg kecelakaan, sakit yg tak kunjung sehat, dsb-nya. Mengingat bhw peg yg stres bisa berdampak pd menurunnya prestasi kerja, maka ada beberapa hal yg perlu diperhatikan oleh pimp pers pd khususnya maupun bagi semua peg. Setiap peg hrs peduli dan mengenali kondisi psikis dan fiasiknya masing- masing terkait dg kemungkinan terkena stress ini. Hal yg perlu diperhatikan tsb adlh:1. Kemampuan mengatasi stres setiap indv berbeda. Ada yg yg memiliki daya tahan yg tinggi thd stres, ada yg tdk. Unt itu tiap indv hrs bisa mengenali dirinya masing-masing, dan segera mencari upaya pemecahannya jika dirinya sadar terkena stres
  5. 5. 2. Bhw pd tingkatan tertentu stres tsb diperlukan. Kalangan ahli berpndpt bhw apabila tdk ada stres dlm pek, para peg tdk akan merasa ditantang . Hal ini juga akan berdampak pd prestasi kerja yg rendah. Dg stres, peg merasa perlu mengerahkan segala kemampuannya unt berprestasi tinggi, shg mampu menyelesaiakan tugas yg berat scr baik. Situasi terakhir ini justru bisa menghilangkan salah satu sumber stres. Jelas bhw stres bisa berdampak positif maupun negatif bagi prestasi kerja para peg. Stres pd tingkatan ttt, justru memberi dorongan bagi seseorang (krn tertantang) unt mengatasi berbagai kendala terkait dg penyelesaian tugas yg menjadi tanggung jawabnya. Sebaliknya, stres yg melampaui batas-batas ttt akan berakibat pad menurunnya prestasi kerja HRD (bag kepeg) memiliki tanggung jawab thd stres yg dihadapi oleh para peg. Terkait hal ini ada berbagai langkah yg dpt diambil oleh pihak HRD, yakni:
  6. 6. a. Merumuskan kebijakan dlm membantu para peg yg menghadapi stresb. Menyampaikan kebijakan tsb pd seluruh peg, shg mereka mengatahui kpd siapa dpt meminta bantuan dan dlm bentuk apa jika mereka menghadapi stresc. Melatih para manajer dg tujuan agar mereka peka thd timbulnya gejala-gejala stres di kalangan para bawahannya dan dpt mengambil langkah-langkah ttt sebelum stres tsb berdampak negatif thd prestasi kerja para peg-nya.d. Melatih para peg mengenali, mensikapi dan bahkan bisa menghilangkan sumber-sumber strese. Terus membuka jalur komunikasi dg para peg shg mereka benar-benar diikutsertakan unt mengatasi stres yg dihadapinya
  7. 7. f. Memantau terus kegiatan pers, shg kondisi yg dpt jadi sumber stres dpt diidentifikasi, disikapi bahkan dihilangkan scr dinig. Menyempurnakan rancang bangun dan tata ruang kerja sedemikian rupa shb berbagai sumber stres yg berasal dr kondisi kerja dpt dihindarkanh. Menyediakan jasa bantuan bagi peg apabila ia sempat menghadapi stres
  8. 8. KONSELING PEGAWAI Konseling pegawai adlh sebuah unit atau lembaga yg disediakan oleh pers yg memberikan jasa bantuan thd peg yg memiliki permasalahan Jadi yg menjadi dasar pemikiran yg melandasi pemberian konseling adalah adanya berbagai masalah yg dhadapi oleh para pegawai yg dpt menurunkan prestasi kerja, termasuk stres. Bahkan juga dlm kerangka memberikan bantuan agar peg mampu melakukan penyesuaian-penyesuaian yg diperlukan dlm menghadapi kenyataan hidup Konseling peg diperlukan dlm konteks unt pemeliharaan hub yg serasi antara pimp dg pegawai, dg memberi bantuan dlm mengatasinya thd peg yg punya masalah. Konseling diorientasikan agar mampu menghadapi berbagai persoalan shg bisa hidup normal, menguntungkan bebagai pihak, baik bagi peg sendiri, bagi pers, maupun bagi klg-nya
  9. 9. Konseling yg efektif adlh kegiatan yg: a. Melibatkan paling sedikti dua pihak, peg dan konselor b. Berupa komunikasi dua arah yg terbuka c. Membantu peg menghadapi dan menyelesaikan masalah d. Meningk kemampuan pers mencapai sasaannya e. Memperlakukan peg dg cara yg lebih manusiawi f. Mengatasi permasalahan pribadi dan pers g. Bersifat konfidensial h. Ditangani tng ahli yg profesional, baik yg ada dlm pers, mapun yg di datangkan dr luar pers
  10. 10. Dg demikian, kegiatan konseling setidaknya memiliki 6 fungsi:1. Pemberian nasihat kpd peg, agar mereka menempuh cara yg efektif unt menghadapi dan mengatasi berbagai permasalahan2. Fungsi penguatan, yakni mendorong peg melanjutkan usahanya mengatasi sendiri berbagai masalah yg dipandang sdh pd jalur yg benar3. Konseling hrs mampu berperan sbg wahana komunikasi dua arah yg efektif, melalui manajemen memahami permasalahan peg, dan ia mampu pahami tuntutan tugas dan harapan pers4. Pemberian kesempatan bagi peg unt menyampaikan berbagai keluhannya kpd seseorang yg mampu berperilaku scr obyektif dan tanpa sikap apriori5. Menumbuhkan cara berpikir yg rasional dan jernih dlm menghadapi permaalahan di kalangan para peg6. Melakukan reorientasi yg tepat , shg pandangan seseorang thd dirinya sendiri lebih proporsional dan tdk egosentris
  11. 11. DISIPLIN PEGAWAI Bahasan ini berangkat dr pandangan bhw tdk ada manusia yg sempurna yg tdk lepas dr kekhilafan dan kesalahan Unt itu pers perlu memiliki berbagai ketentuan yg hrs ditaati oleh para anggotanya, yg mrpk standar yg hrs dipenuhi. Disiplin mrpk tindakan manajemen unt mendorong para anggota org memenuhi tuntutan berbagai ketentuan tsb Pendisiplinan peg adlh suatu bentuk pelatihan yg berusaha memperbaiki dan membentuk, pengetahuan, sikap, dan perilaku peg shg mereka scr penuh kesadaran berusaha bekerja scr kooperatif dg peg lainya serta meningk prestasi kerjanya Dikenal adanya 2 jenis disiplin, yakni yg bersifat preventif dan korektif
  12. 12.  Pendisiplinan preventif adlh tindakan yg mendorong para peg unt taat pd berbagai ketentuan yg berlaku dan memenuhi standar yg telah ditetapkan Hal ini perlu kejelasan dan penjelasan ttg pola sikap, tindakan dan perilaku yg diinginkan dr setiap angg pers . Mrpk usaha pencegahan jangan sampai para peg berperilaku tdk sesuai yg diinginkan, apalagi perilaku yg negatif Penerapan pendisiplinan preventif diorientasikan pd disiplin indv-indv para angota pers. Hal ini akan berhasil, dan kokoh menjadi pegangan tiap peg, setidaknya ada 3 hal yg perlu mendapat perhatian bagi manajemen, yaitu:
  13. 13. 1. Para angg pers perlu didorong agar mempunyai rasa memiliki thd pers. Krn tdk mungkin sesdeorang akan merusak barangnya sendiri. Perlu ditekankan bhw keberadaan mereka tdk sekedar kerja, tetapi mereka adlh anggota sebuah keluarga besar.2. Para peg perlu diberi penjelasan ttg berbagai ketentuan yg wajib ditaati dan standar yg hrs dipenuhi. Hal tsb disertai dg informasi lengkap mengenai berbagai latar belakang berbagai ketentuan yg bersifat normatif tsb3. Para peg di dorong menentukan sendiri cara-cara pendisiplinan dr, tetap dlm koridor pd ketentuan2 yg berlaku umum bagi selruh anggota pers
  14. 14.  Pendisiplinan korektif yakni pendisiplinan kpd peg yg nyata2 tlh melakukan pelanggaran atas ketentuan2 yg berlaku, atau gagal memenuhi standar yg telah ditetapkan, kpd-nya diterapkan sangsi indisipliner Pengenaian sangsi sesuai dg bobot pealnggaran. Sangsi diberikan biasanya scr hierarki, artinya pengenaan sangsi diprakarsai atasan langsung peg ybs, diteruskan ke pimp lebih tinggi. Keputusan sangsi diambil oleh pejabat yg berwenang. Pendisiplinan korektif hendaknya dilakukan scr bertahap, yakni melalui berbagai langkah pendisiplinan mulai yg paling ringan hingga yg berat, misalnya melalui tahap: peringatan lisan, pernyataan tertulis, penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat, pembebasan dr jabatan, pemberhentian sementara, pemberhetian atas permintaan sendiri, pemberhentian dg hormat tdk atas permintaan sendiri, dan pemberhentian tdk dg hormat.

×