Statistik inferensial

7,262 views

Published on

Statistik Inferensial

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,262
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
6
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Statistik inferensial

  1. 1.  Mengacu pada prosedur tertentu yang memungkinkan peneliti untuk membuat menyimpulkan mengenai populasi berdasarkan data yang diperoleh dari sampel. Istilah Probabilitas, seperti yang digunakan dalam penelitian, mengacu pada frekuensi relatif diprediksi dengan cara tertentu yang akan terjadi.
  2. 2.  Kesalahan sampling mengacu pada variasi dalam statistik sampel yang terjadi sebagai akibat dari pengambilan sampel berulang kali dari populasi yang sama.
  3. 3.  Wilayah yang memanjang baik di atas dan di bawah statistik sampel (seperti suatu mean sampel) yang di dalamnya parameter populasi (seperti rata-rata populasi)
  4. 4.  Pengujian hipotesis statistik adalah cara untuk menentukan probabilitas bahwa statistik sampel yang diperoleh akan terjadi, diberikan parameter populasi hipotetis. Sebuah hipotesis penelitian menentukan sifat hubungan peneliti berpikir ada dalam populasi. Hipotesis nol biasanya menetapkan bahwa tidak ada hubungan dalam populasi.
  5. 5.  Istilah Tingkat signifikansi p (atau tingkat signifikansi), seperti yang digunakan dalam penelitian, mengacu pada probabilitas statistik sampel yang terjadi sebagai akibat dari kesalahan sampling. Tingkat signifikansi yang paling umum digunakan dalam penelitian pendidikan adalah 0.01 dan 0.05 Signifikansi statistik dan signifikansi praktis belum tentu sama. Bahkan jika hasilnya secara statistik signifikan, tidak mungkin bisa dibilang yang signifikan.
  6. 6.  Sebuah uji satu sisi signifikansi melibatkan penggunaan probabilitas didasarkan pada salah satu-setengah dari distribusi sampling karena hipotesis penelitian adalah hipotesis terarah. Uji dua-ekor, di sisi lain, melibatkan penggunaan probabilitas yang didasarkan pada kedua sisi distribusi sampling karena hipotesis penelitian adalah hipotesis nondirectional.
  7. 7.  Tes statistik parametrik membutuhkan berbagai macam asumsi tentang sifat dari populasi dari mana sampel yang terlibat dalam studi penelitian diambil. Beberapa teknik parametrik yang umum digunakan untuk menganalisis data kuantitatif termasuk t-test untuk berarti, ANOVA, ANCOVA, MANOVA, MANCOVA, dan t-test untuk r.
  8. 8.  •Teknik parametrik yang paling umum untuk menganalisis data kategori adalah uji-t untuk perbedaan dalam proporsi.
  9. 9.  Sebuah teknik statistik nonparametrik membuat sedikit, jika ada, asumsi tentang mendatang na-populasi dari mana sampel dalam penelitian ini diambil. Beberapa teknik nonparametrik yang umum digunakan untuk menganalisis data kuantitatif adalah U Mann-Whitney test, Kruskal-Wallis analisis satu arah varians, uji tanda, dan dua arah Friedman analisis varians.
  10. 10.  Uji chi-kuadrat adalah teknik nonparametrik yang paling umum digunakan untuk menganalisis data kategoris. Koefisien kontingensi adalah statistik deskriptif menunjukkan tingkat hubungan-kapal antara dua variabel kategori.
  11. 11.  Kekuatan uji statistik untuk satu set tertentu dari data adalah kemungkinan mengidentifikasi perbedaan, padahal sebenarnya ada, antara paramete populasi. Uji parametrik umumnya, tetapi tidak selalu, lebih kuat dari tes nonparametrik.

×