Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Monitor Supervisi Evaluasi dalam Pembelajaran di PAUD

membahas terkait definis, lingkup dan sasarannya, tujuan perbedaan, tahapan mengenai monitorng, sasaran pokok supervisi dan evaluasi dan pembelajran anak usai dini,

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Monitor Supervisi Evaluasi dalam Pembelajaran di PAUD

  1. 1. Monitoring Supervisi Evaluasi Tatap Muka ke-4 15 Maret 2017 Pendidikan
  2. 2. Monitoring-Supervisi-Evaluasi “Pendidikan”
  3. 3. Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
  4. 4. Bedakan SISTIM = Cara SISTEM = Unit atau kesatuan terdiri dari kumpulan unsur atau bagian yang saling berkaitan bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan
  5. 5. InputInput PBMPBM Out Put Out Put IQ SES Bakat Minat Motivasi Maturasi IQ SES Bakat Minat Motivasi Maturasi Kog Afektif Psiko Kog Afektif Psiko Instrumental (Guru_Kur_Bahan Ajar – Metode –Sarana Pras Instrumental (Guru_Kur_Bahan Ajar – Metode –Sarana Pras Lingkungan IPOLEKSOSBUDHANKAMNAS Lingkungan IPOLEKSOSBUDHANKAMNAS Lingkup dan Sasaran Monitoring-Supervisi-Evaluasi PendidikanLingkup dan Sasaran Monitoring-Supervisi-Evaluasi Pendidikan Out Come Out Come Pendidikan Sebagai Suatu Sistem
  6. 6. Beberapa Definisi Monitoring – Supervisi - Evaluasi
  7. 7. Monitoring Kegiatan pemantauan untuk memastikan apakah input atau sumberdaya yang tersedia telah dimanfaatkan secara optimal dan apakah kegiatan yang dilaksanakan telah menghasilkan output, outcome, dan benefit yang diharapkan. Kegiatan memantau berbagai aspek dan tahapan penyeleng garaan suatu kegiatan / aktivitas.
  8. 8. Tujuan Monitoring
  9. 9. Aspek yang dimonitoring
  10. 10. Aspek yang dimonitoring
  11. 11. Supervisi “definisi”
  12. 12. Supervisi Pembinaan agar pelaksanaan suatu kegiatan (KBM) sesuai dengan tujuan dan koreksi yang perlu diambil bila terjadi penyimpangan dalam proses yang sedang berjalan. KegiatanKegiatan pemberianpemberian layanan kepadalayanan kepada guru, (individual-guru, (individual- kelompok)kelompok)  PerbaikanPerbaikan pembelajaranpembelajaran.
  13. 13. Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah  meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan KBM berkualitas. Sistem yang dipersiapkan oleh lembaga agar guru terus memelihara, mengubah dan meningkatkan interaksi dengan siswa.
  14. 14. Prinsip-Prinsip Supervisi
  15. 15. 19
  16. 16. Jenis Supervisi ==???
  17. 17. 21
  18. 18. 1. Supervisi Akademik
  19. 19. Supervisi Akademik Adalah supervisi yang mengarah pada pengendalian dan pembinaan bidang akademik melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. 23
  20. 20. Tujuan Supervisi Akademik 24
  21. 21. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik
  22. 22. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik
  23. 23. 2. Supervisi Klinik
  24. 24. Supervisi Klinik Adalah supervisi yang dilakukan oleh supervisor kepetugas pelaksana di bawahnya yang mengalami masalah non-akademik. 28
  25. 25. Prinsip Supervisi Klinik (1) 1. Hubungan supervisor – kepala sekolah – guru  mitra kerja, bersahabat dan penuh tanggung jawab. 2. Diskusi atau pengkajian bersifat demokratis dan didasarkan pada data hasil pengamatan. 3. Bersifat interaktif, terbuka, obyektif dan tidak bersifat menyalahkan. 29
  26. 26. Prinsip Supervisi Klinis (2) 4. Keputusan ditetapkan - kesepakatan bersama. 5. Sasaran pada kebutuhan dan aspirasi guru, dan tetap berada di ruang lingkup pembelajaran. 6. Pelaksanaan berupa siklus  tahap perencanaan, pelaksanaan dan siklus balikan.
  27. 27. Tujuan Supervisi Klinik
  28. 28. Tujuan Supervisi Klinik (1) 1. Meningkatkan kualitas PBM guru di kelas, 2. Menyediakan umpan balik bagi guru, mengenai PBM yang dilaksanakannya, 3. Mendiagnosis, dan 4. Membantu memecahkan masalah- masalah PBM. 32
  29. 29. Tujuan Supervisi Klinik (2) 4. Membantu guru mengembangkan ketrampilannya menggunakan strategi PBM, 5. Mengevaluasi guru  promosi jabatan dan keputusan lainnya. 6. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap pengembangan profesi. 33
  30. 30. Langkah-Langkah Supervisi
  31. 31. LANGKAH-LANGKAH SUPERVISI 35
  32. 32. 1. Perencanaan Sebelum mengadakan supervisi membuat perencanaan yang baik. Tujuan  metode, teknik dan materi yang digunakan, sasaran dan paksanaannya. Berfungsi sebagai pedoman kerja bagi kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi di kelas. Sebagai penjabaran program supervisi tahunan tersebut disusun program supervisi yang lebih operasional . 36
  33. 33. 2. Persiapan Hal-hal yang harus dipersiapkan yaitu:  Format / instrumen supervisi,  Materi pembinaan/supervisi,  Buku catatan,  Data supervisi sebelumnya,  dll. 37
  34. 34. 3. Pelaksanaan fokus pada KBM  pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Langkah-langkah pelaksanaannya sbb : 1. Temu awal Kepala sekolah mengadakan rapat untuk menyam- paikan hal-hal yang akan disupervisi kepada guru supervisi bisa dilaksanakan oleh pengawas maupun oleh kepala sekolah 38
  35. 35. 3. Pelaksanaan Langkah-langkah pelaksanaannya sbb: 2. Observasi administrasi  Observasi administrasi kesiswaan  Observasi administrasi perlengkapan barang  Observasi administrasi program pengajaran  Observasi administrasi keuangan, dll. 39
  36. 36. Observasi PBM 1.Program (tahunan, semester, bulanan ) 2.Persiapan mengajar dan pelaksanaannya. 3.Hasil belajar - prestasi siswa klasikal - individual 4.Program BK 5.Program tindak lanjut, perbaikan dan pengayaan. Observasi UAS 1.Kepanitiaan UAS 2.Pengaturan ruangan 3.Denah kelas 4.Daftar peserta 5.Kartu peserta 6.Daftar Pengawas 7.Daftar Korektor 8.Tata tertib pengawas/peserta 9.Jadwal 10.Kesekretariatan 40
  37. 37. Wawancara Supervisi  dilengkapi dengan wawancara, guna melengkapi informasi tentang semua masalah yang dihadapi untuk mencari alternatif pemecahan dan pembinaan lebih lanjut. Temu akhir a. Setiap kegiatan supervisi diakhiri dengan menyampaikan laporan temuan dan mencari alternatif pemecahannya, b. Hasil akhir supervisi perlu ditandatangani oleh supervisor, kepala sekolah, dan guru yang disupervisi, c. Temuan-temuan umum disampaikan secara umum/rapat sekolah, d. Temuan teknis khusus dibicarakan langsung dengan guru yang disupervisi/pertemuan pribadi. 41
  38. 38. 4. Tindak Lanjut Tindak lanjut merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil temuan pada waktu melaksanakan supervisi berkaitan dengan: 1. Siswa Temuan yang berhubungan dengan kesiswaan dalam KBM Misalnya : A. Siswa yang kurang pandai Diberikan : 1) Bimbingan baik Individual/Kelompok 2) Latihan-latihan/ Pekerjaan Rumah 3) Perbaikan pengajaran ( Remedial ) B. Siswa yang pandai Diberikan pengayaan baik secara individu / kelompok. 42
  39. 39. Teknik-teknik Supervisi 1. Kunjungan kelas 2. Observasi kelas 3. Percakapan pribadi 4. Kunjungan antar kelas atau antar sekolah 5. Rapat rutin 6. Pertemuan gugus/KKG 7. Kunjungan antar KKG, KKKS, KKPS 8. Sistem magang 9. Penataran tingkat lokal 10. Karya wisata 43
  40. 40. Evaluasi Pendidikan
  41. 41. Beberapa PengertianBeberapa Pengertian Kegiatan untuk menilai efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan dengan menggunakan indikator-indikator tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan untuk menilai efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan dengan menggunakan indikator-indikator tujuan yang telah ditetapkan. the process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives.
  42. 42. Perbedan – Kaitan Monitoring_Evaluasi
  43. 43. Perbedaan Monitoring dan Evaluasi Monitoring 1. Petugas tidak berkomentar yang sifatnya membenarkan atau menyalahkan. 2. Fungsinya  menjamin bahwa kegiatan akan sesuai ketentuan (preventif) atau untuk masukan guna pembinaan oleh yang berwenang. Evaluasi 1. Petugas dapat memberi komentar sepanjang dia yakin bahwa apa yang disampaikan sesuai ketentuan. 2. Fungsinya  menilai keberhasilan program  membandingkan antara tujuan dengan hasil yang dicapai atau antara program dengan pelaksanaannya.
  44. 44. Kaitan antara Monitoring dan Evaluasi  Evaluasi memerlukan data hasil dari monitoring. Monitoring bersifat spesifik program. Evaluasi tidak hanya dipengaruhi oleh program itu sendiri, melainkan varibel-sendiri, melainkan varibel- varibel dari luar.varibel dari luar.
  45. 45. Ruang Lingkup Evaluasi
  46. 46. Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan
  47. 47. Tahapan Evaluasi
  48. 48. Tiga Tahapan Evaluasi
  49. 49. Sasaran Pokok Evaluasi Pendidikan Mikro  PBM
  50. 50. BELAJAR ADALAH BERUBAH (DARI GEMUK KE KURUS) DAN ADA NILAI TAMBAH BLACK BOX
  51. 51. Aktif Spesifik Mencari dan mengkonstruksi pengetahuan lewat berbagai strategi MENJADI GREY BOX SERING DINAMAKAN PEMBELAJARAN
  52. 52. Teacher Centered Learning SISWA PASIF RESEPTIF Belajar = menerima pengetahuan ? SERING DINAMAKAN PENGAJARAN
  53. 53. PESERTA DIDIK PENDIDI K SUMBER BELAJA R INTERAKSI
  54. 54. SISWA GURU SUMBER BELAJA R SEBAGAI FASILITATOR DAN MOTIVATOR MULTI DEMENSI MENITIK BERATKAN PADA METHOD OF INQUIRY DAN DISCOVERY INTERAKSI UTUH MENUNJUKKAN KINERJA KREATIF KOGNITIF PSIKOMOTOR AFEKTIF
  55. 55. Bahan Ajar – Materi Ajar
  56. 56. Bahan Ajar Pengetahuan Keterampilan Sikap-Perilaku- Kepribadian Yang harus dimiliki siswa setelah mengikuti KBM
  57. 57. Isi Pengetahuan Jenis Pengertian dan Contoh Fakta Menyebutkan : nama, kapan, berapa, dsb Misal : Nama penemu mesin uap Konsep Definisi, identifikasi, klasifikasi, ciri-ciri khusus Misal : Hukum adalah peraturan yang . . . . . Prinsip Penerapan dalil, hukum, atau rumus (jika … maka …) Misal : Hukum permintaan dan penawaran Prosedur Bagan arus atau bagan alur (flowchart), algorit-ma, langkah mengerjakan sesuatu dg urut Misal : Langkah-langkah menjumlahkan bilangan pecahan biasa 61
  58. 58. Prinsip Pemilihan Bahan Ajar
  59. 59. Pemilihan Bahan Ajar 1. Identifikasi aspek pada StandarStandar KompetensiKompetensi (SK) dan Kompetensi DasarKompetensi Dasar (KD) - apakah mencakup 3 aspek (ranah) - materi setiap aspek sama / beda 2. Identifikasi Jenis Materi. Misal: Materi aspek afektif mencakup: Pemberian Respon, Penerimaan, Internalisasi, Penilaian 63
  60. 60. Pemilihan Bahan Ajar 3. Memilih Bahan Ajar yang Sesuai. Apakah KDKD-nya mengingat nama, jika ‘ya’  materi berupa ‘fakta’ Apakah KDKD-nya berupa memilih, jika ‘ya’  materi aspek ‘afektif’ 4. Menentukan Sumber Bahan: jangan hanya satu buku 64
  61. 61. Sumber Bahan Ajar 1. Buku Teks 2. Laporan Hasil Penelitian 3. Jurnal 4. Profesional - Pakar Bidang Pendidikan 5. Buku Kurikulum 6. Media Cetak 7. Media Audio- Visual 8. Lingkungan alam, sosial, budaya 9. Internet
  62. 62. SISWAMATERI AJAR/ BAHAN KAJIAN SARANA/ ALATSARANA/ ALAT EfisiensiEfektivitas Tingkat Kesukaran /Tingkat Kesukaran / Tingkat KemampuanTingkat Kemampuan KOMPETENSI
  63. 63. Reading Hearing words Looking at picture Looking at an exhibition Participating in a discussion Watching video Watching a demonstration Seeing it done on location Giving a talk Doing a Dramatic Presentation Simullating the Real Experience Doing the Real Thing90% 70% 50% 30% 20% 10% PASSIVEACTIVE TINGKAT MEMORISAS Verbal reciving Visual reciving Partici- pating Doing TINGKAT KETERLIBATANMODEL

×