PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) DENGAN MEDIAAUDIO VISUAL INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR EXCEL SISWA ...
ruang multimedia guru menjelaskan materi atau instruksi yang akan dikerjakan di ruang laboratoriumkomputer dan siswa menyi...
D.TUJUAN PENELITIANBerdasarkan pada rumusan masalah yang ada, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian iniadalah:a...
1.Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh karena yang bertindak sebagai pengajar adalahguru bidang studinya.2.Gur...
mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannyadalam kehidupan mereka sehari-hari...
menyediakan pengalaman-pengalaman belajar. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukansecara sadar dan sengaja. Oleh...
Killen (1998) ada dua pendekatan pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred-approaches) dan p...
hakikat pengetahuan yang dimilikinya. Dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak mungkinterjadi. Kebenaran yang dimilik...
Karena disamping untuk melaksanakan pembelajaran, persiapan tersebut mengemban “profesionalaccountability” sehingga guru d...
refleksi pada akhir program pengajaran. Adapun realisasinya didalam kelas dapat berupa: (1).pertanyaan langsung tentang ap...
5. Benda-benda hidup, simulasi maupun model.6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).3. Ma...
apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMA, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakatpedesaan ataukah masyarakat...
dalam bentuk CD Interaktif dengan tampilan yang tetap menarik walau terbatas penggunaannya padalokal satu unit PC saja. Ha...
b.Non-Komersial, seperti CD Interaktif profil pemerintahan, wisata, kota, maupun profil perusahaan.5. CD Interaktf sebagai...
perubahan tingkah laku individu yang diniati dan disadarinya. Siswa harus merasakan adanya suatukebutuhan untuk belajar da...
tombol open.6.Pengetikan dataa.Silahkan coba mengisi data seperti berikut ini mulai dari kolom A1b.Pengetikan angka di dal...
Interaktif.c)Tampilan audio visual yang menarik.Kelebihan pertama yang menyebutkan bahwa penggunanya bisa berinteraksi den...
juta rupiah untuk satu set media pembelajaran. Sedangkan layarnya sementara dapat menggunakantembok putih atau papan tulis...
K.METODE PENELITIANa.Rancangan PenelitianPenelitian ini dirancang dengan desain penelitian Quasi Expermental design atau e...
40Kelompok kontrolPelaksanaan penelitian sebagai berikut :1.Memberikan perlakuan kepada kelas eksperimen yaitu mengelola p...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Untitled 1

3,194 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,194
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Untitled 1

  1. 1. PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) DENGAN MEDIAAUDIO VISUAL INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR EXCEL SISWA PADA KELAS VIIIDI SMPI AL-ISHLAH TROWULAN MOJOKERTOPROPOSAL SKRIPSIOleh:SITI MASRUROHNIM. 2085334200040UNIVERSITAS NEGERI MALANGFAKULTAS TEKNIKJURUSAN TEKNIK ELEKTROPROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKADESEMBER 2009A.JUDUL PENELITIAN“PENGARUH PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) DENGAN MEDIAAUDIO VISUAL INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR EXCEL SISWA PADA KELAS VIIIDI SMPI AL-ISHLAH TROWULAN MOJOKERTO”LATAR BELAKANGPeringkat pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara di Asia Pasifik, hal iniberdasarkan hasil riset dua lembaga internasional yaitu Asian South Pacific Bureau of Adult Education(ASPABE) dan Global Campaign for Education (GCE). Kondisi ini kemungkinan besar dipengaruhioleh beberapa faktor diantaranya kurikulum yang digunakan, kebijakan pemerintah dalam hal iniDepdiknas, fasilitas yang ada, kualitas guru, kualitas murid yang belajar dan lain sebagainya. Daribeberapa hal di atas satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi dan saling mendukungkeberadaannya sehingga ketika salah satu diantaranya tidak mendukung maka akan berpengaruhnegatif pada hasil belajar.Berdasarkan data wawancara dengan guru materi TIK diperoleh keterangan tentang kurikulum yang digunakan, metode belajar mengajar, fasilitas yang ada disekolah, serta kondisi siswa kelas VIII di SMPIAl-Ishlah Trowulan Mojokerto. Data yang diperoleh dari observasi tersebut menyatakan bahwa metodeyang digunakan yaitu metode ceramah bermakna dengan berbantuan media LCD. Dalam metodeceramah ini, interaksi antar siswa kurang sehingga pengalaman belajarnya terbatas sehingga siswaterkesan bosan dan tidak memperhatikan penjelasan guru.Sistem pembelajaran yang diterapkan yaitu sebelum memulai kelas praktikum, seluruh siswa mengikutikelas materi di kelas multimedia. Semua ini dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana yangterdapat disekolah yaitu hanya terdapat satu buah LCD yang terpasang paten di ruang multimedia. Di
  2. 2. ruang multimedia guru menjelaskan materi atau instruksi yang akan dikerjakan di ruang laboratoriumkomputer dan siswa menyimak serta mencatat instruksi guru. Setelah mengikuti kelas materi pada jampertama, para siswa menuju ke laboratorium komputer untuk melaksanakan atau mengaplikasikaninstruksi guru seperti yang dijelaskan di ruang multimedia. Namun, ketika siswa melakukan praktik dilaboratorium siswa cenderung tidak fokus, hal ini dikarenakan fasilitas komputer yang kurang memadaisehingga kondisi ini dianggap kurang efisien karena harus berpindah-pindah kelas. Komputer yangmemadai tidak bisa memenuhi jumlah siswa, sehingga siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecilyang terdiri dari 2-3 orang siswa untuk setiap satu komputer. Untuk siswa yang sudah mengerti ataumahir dalam materi yang diajarkan akan membantu siswa lain yang belum mengerti. Mengenai situasidikelas ada beberapa siswa yang membuat gaduh sehingga siswa lain yang rajin merasa terganggu. Haltersebut dapat menyebabkan kegiatan proses belajar mengajar tidak tercapai sesuai tujuan.Jika penerapan metode pembelajaran untuk semua kompetensi menggunakan metode ceramah sebagaimetode utama disertai penggunaan media yang tidak membuat siswa interaktif, maka proses belajarbisa terasa membosankan bagi siswa. Oleh karena itu perlu diupayakan suatu media pembelajaraninteraktif dengan model pembelajaran yang sesuai sehingga bisa menimbulkan partisipasi siswa denganharapan partisipasi siswa akan dapat membantu siswa dalam mendalami mata pelajaran TeknologiInformasi dan Komunikasi (TIK) materi Excel.Pemilihan model pembelajaran yang tepat perlu diupayakan guru untuk memudahkan prosesterbentuknya pengetahuan pada siswa, namun guru juga harus memperhatikan apakah modelpembelajaran yang digunakan itu penerapannya sudah efektif dan efisien. Salah satu model yang dapatdigunakan guru dalam pembelajaran TIK materi Excel adalah pembelajaran kontekstual atau lebihdikenal dengan Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu konsep belajar yang membantu gurumengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswamembuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupanmereka sehari-hari (Nurhadi dkk, 2003: 4). Pembelajaran kontekstual dapat dikatakan sebagai sebuahpendekatan pembelajaran yang mengakui dan menunjukan kondisi alamiah dari pengetahuan melaluihubungan didalam dan diluar ruang kelas, suatu pendekatan pembelajaran kontekstual menjadikanpengalaman lebih relevan dan berarti bagi siswa dalam pembelajaran seumur hidup. Pembelajarankontekstual menyajikan suatu konsep yang mengaitkan materi pelajaran yang dipelajari siswa dengankonteks dimana materi tersebut digunakan, serta hubungan dengan bagaimana seseorang belajar ataucara siswa belajar. Konteks memberikan arti relevansi dan manfaat penuh terhadap belajar (Sanjaya,2005: 109).Penggunaan media pembelajaran juga harus disesuaikan dengan beberapa hal diantaranya karateristiksiswa, tujuan dari pembelajaran yang dilakukan. Maka dari itu dalam bukunya media pembelajarandalam proses belajar mengajar masa kini, Jon D. Latuheru menjelaskan bahwa dalam kegiatan belajarmengajar yang menggunakan media pembelajaran diperlukan adanya proses perencanaan, pemilihan,dan pemanfaatan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai.Berdasarkan permasalahan yang ada diterapkanlah pembelajaran kontekstual dengan media audiovisual interaktif dengan harapan siswa menjadi lebih aktif dan pada akhir pembelajaran hasil belajarsiswa dapat meningkat secara maksimal.C. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan uraian latar belakang masalah, maka dalam penelitian ini dapat dirumuskan masalahsebagai berikut:1.Bagaimana pengaruh pembelajaran konvensional dengan berbantuan media LCD terhadap hasilbelajar Excel siswa?2.Bagaimana pengaruh CTL dengan media audio visual terhadap hasil belajar Excel siswa?3.Bagaimana perbedaan pengaruh penggunaan CTL dengan media audio visual dan yang tidakmenggunakan terhadap hasil belajar Excel?
  3. 3. D.TUJUAN PENELITIANBerdasarkan pada rumusan masalah yang ada, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian iniadalah:a.Mendeskripsikan pengaruh pembelajaran konvensional dengan berbantuan media LCD terhadap hasilbelajar Excel.b.Mendeskripsikan pengaruh pembelajaran CTL dengan media audio visual terhadap hasil belajarExcel.c.Untuk mengetahui seberapa besar perbedaan pengaruh penggunaan pembelajaran CTL dengan mediaaudio visual dan yang tidak menggunakan terhadap hasil belajar Excel.E.Hipotesis PenelitianBerdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian maka hipotesis penelitian ini dapat dirumuskansebagai berikut:H0 : µ1 = µ2, artinya tidak ada perbedaan antara hasil belajar Excel siswa yang menggunakanpembelajaran CTL dengan media audio visual dan yang tidak menggunakan.H1 : µ1 ≠ µ2, artinya ada perbedaan antara hasil belajar Excel siswa yang menggunakan pembelajaranCTL dengan media audio visual dan yang tidak menggunakan.F.MANFAAT PenelitianPenelitian ini diantaranya bermanfaat untuk:1. Dari segi teoritisSecara umum penelitian ini paling tidak memberikan masukan terhadap dunia pendidikan tentangtingkat keefektifan media pembelajaran beserta metode yang mendukung terhadap proses pembelajarandan secara khusus menjelaskan kelebihan dan kelemahan masing masing media.2. Dari segi praktisPada penelitian ini diantaranya memberikan manfaat pada:a.Guru/Peneliti1)Mendorong untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam mengadakan pembelajaran yang menarik.2)Meningkatkan pengetahuan guru tentang media pembelajaran yang ada.3)Mengetahui pandangan anak didiknya terhadap pengajaran menggunakan media pembelajaran baikkelebihan dan kelemahannya.b.Pembaca1)Memberitahukan wawasan tentang media pembelajaran audio visual dan peraga beserta metode yangtepat.2)Sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.c.Siswa1)Mempermudah siswa untuk memahami materi yang disampaikan.2)Mendorong dan memberi rangsangan kepada siswa tentang teknologi pendidikan.d.Sekolah1)Memberikan masukan tentang kreatifitas dalam proses pembelajaran yang berjalan di sekolah.Mendorong sekolah untuk selalu mengevalusi tingkat keefektifan pembelajaran di sekolah.G.ASUMSI PENELITIANDalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang (2000:13) disebutkan bahwa“Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikirdan bertindak dalam melaksanakan penelitian”. Dalam penelitian ini, disajikan beberapa asumsi dasarmengenai permasalahan yang diteliti antara lain:
  4. 4. 1.Siswa mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh karena yang bertindak sebagai pengajar adalahguru bidang studinya.2.Guru pengajar pada SMPI Al- Ishlah Trowulan Mojokerto sudah mengenal media berbasisinformatika atau media pembelajaran interkatif.3.Dari pihak sekolah sudah memiliki sarana dan prasarana yang mendukung penelitian, contohnya:Labolatorium komputer dan perangkat audio visual (LCD, PC dan audio untuk mendengarkan).4.Kelas yang dijadikan bahan penelitian mempunyai kestabilan yang baik, dalam artian suasana ruangkelas maupun lingkungan kelas mendukung untuk di lakukan penelitian.5.Penerapan media berbasis informatika dapat meningkatkan hasil belajar Excel siswa di SMPI Al-Ishlah Trowulan Mojokerto.6.Minat serta motivasi yang berbeda dari siswa terhadap bidang studi TIK dalam hal ini diabaikan.7.Faktor lain yang tidak bisa diamati seperti kondisi fisisk maupun mental, keadaan ekonomi dankondisi lingkungan siswa dianggap tidak mempengaruhi hasil penelitian.H.RUANG LINGKUP DAN Keterbatasan Penelitiana.Ruang Lingkup PenelitianAgar uraian tidak menyimpang dari pokok bahasan yang di teliti maka diperlukan ruang lingkuppenelitian, ruang lingkup penelitian meliputi:1.Subyek PenelitianSubyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPI Al- Ishlah Trowulan Mojokerto semester 2 tahunajaran 2009/2010 yang berjumlah 197 siswa, tetapi yang menjadi kelas eksperimen atau kelas yangdiberikan pembelajaran CTL dengan media audio visual dalah kelas VIIIa dan yang menjadi kelaskontrol atau kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan berbantuan media LCDadalah kelas VIIIb.2.Variabel Penelitiana.Variabel bebasYang merupakan variabel bebas disini adalah pembelajaran konvensional dengan berbantuan mediaLCD dan model pembelajaran CTL dengan media audio visual.b.Variabel terikatYang dimaksud variabel terikat adalah hasil belajar Excel siswa.3.Lokasi PenelitianLokasi penelitian ini di SMPI Al- Ishlah Trowulan Mojokerto.b.Keterbatasan PenelitianKeterbatasan dalam penelitian ini adalah:1.Pada penelitian ini materi yang diajarkan adalah Microsoft Office Excel dengan pokok bahasanfungsi menu dan ikon pada program pengolah angka.2.Penelitian hanya dilakukan terhadap siswa kelas VIII SMPI Al- Ishlah Trowulan Mojokerto.3.Penelitian ini hanya dilakukan pada siswa kelas VIIIa yang berjumlah 40 siswa dan kelas VIIIbberjumlah 40 siswa.4.Alat untuk mengumpulkan data sebatas pada penilaian hasil belajar pada test kognitif yang dilakukansebanyak 2 kali yaitu pre test dan pos test.I.DEFINISI OPERASIONAL1.Pembelajaran KontekstualPembelajaran kontekstual atau lebih dikenal dengan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalahsuatu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunianyata siswa ke dalam kelas. Pembelajaran kontekstual disini media audio visual yang berupa mediaaudio visual interaktif dimana guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupahafalan, tetapi guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan sistuasi dunia nyata siswa dan
  5. 5. mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannyadalam kehidupan mereka sehari-hari.2.Pembelajaran KonvensionalPembelajaran konvensional disini menggunakan metode ceramah bermakna dengan berbantuan mediaLCD dimana guru sebagai sumber belajar menjelaskan tentang materi pembelajaran kepada siswamulai dari awal sampai akhir pembelajaran.3.Media audio visual interaktifMedia audio visual interaktif yang digunakan yaitu sebuah media pengajaran dengan pengendaliankomputer kepada siswa sehingga siswa tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapisiswa menjadi lebih aktif.4.Media Liquit Crystal Display (LCD)Media LCD di sini adalah perpaduan antara Laptop dengan LCD Proyektor yang dapat menyajikanpesan atau materi pembelajaran sesuai desain atau rancangan yang telah disiapkan.5.Hasil belajarHasil belajar disini adalah nilai selisih antara pre test dan post test.J.KAJIAN PUSTAKAa.Hakikat Belajar dan Pembelajaran1. Pengertian Belajar dan PembelajaranBelajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar bukan hanyamengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaanhasil latihan, melainkan perubahan kelakuan yang meliputi aspek-aspek seperti pengetahuan,pemahaman, kebiasaan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, budi pekerti (etika), sikap danlain-lain. Kalau seseorang telah melakukan perbuatan belajar, maka terjadi perubahan pada salah satuatau beberapa aspek tingkah laku tersebut (Hamalik, 2002: 36).Darsono (2002: 24-25) secara umum menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai suatu kegiatan yangdilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik.Sedangkan secara khusus pembelajaran dapat diartikan sebagai berikut.a. Teori Behavioristik, mendefinisikan pembelajaran sebagai usaha guru membentuk tingkah laku yangdiinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan respon(tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan, dan setiap latihan yang berhasil harus diberi hadiah danatau reinforcement (penguatan).b. Teori Kognitif, menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai cara guru memberikan kesempatankepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari.c. Teori Gestalt, menguraikan bahwa pembelajaran merupakan usaha guru untuk memberikan materipembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadisuatu gestalt (pola bermakna).d. Teori Humanistik, menjelaskan bahwa pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswauntuk memilih bahan pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya.2. Ciri-ciri PembelajaranDarsono (2002: 65) menyebutkan ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut.a. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncana secara sistematisb. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajarc. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswad. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menyenangkan bagi siswae. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswaf. Pembelajaran dapat membuat siswa menerima pelajaran, baik secara fisik dan psikologis.3. Tujuan PembelajaranTujuan (goals) adalah rumusan yang luas mengenai hasil-hasil pendidikan yang diinginkan.Didalamnya terkandung tujuan yang menjadi target pembelajaran dan menyediakan pilar untuk
  6. 6. menyediakan pengalaman-pengalaman belajar. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukansecara sadar dan sengaja. Oleh karena itu pembelajaran pasti mempunyai tujuan. Tujuan pembelajaranadalah membantu pada siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itutingkah laku siswa bertambah, baik kuantitas maupun kualitas. Tingkah laku yang dimaksud meliputipengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilakusiswa (Darsono, 2002: 26).b.Pembelajaran Metode Ceramah (Konvensional)Ceramah sebagai metode mengajar ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadapkelasnya (Suryosubroto, 2002:165). Selama berlangsungnya ceramah, guru bisa menggunakan alat-alatpembantu seperti gambar-gambar bagan, agar uraiannya menjadi lebih jelas. Akan tetapi, metode utamadalam perhubungan guru dengan muird-muird adalah berbicara. Peranan murid dalam metode ceramahyang penting adalah mendengarkan dengan teliti.Dalam pelaksanaannya metode ceramah memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:a.Guru dapat menguasai seluruh arah kelas.b.Organisasi kelas sederhana.c.Efisien dalam pemanfaatan waktu, sebab dapat menyajikan ide-ide guru dengan cara-cara yang lebihjelas.d.Mudah disesuaikan.e.Mengembangkan kemampuan mendengar siswa.Sedangkan kekurangannya, antara lain:a.Guru sukar mengetahui sampai dimana murid-murid telah mengerti pembicaraannya.b.Murid sering kali memberi pengertian lain dari hal yang dimaksudkan guru.c.Cenderumg terjadi proses satu arah.d.Cenderung ke arah pembelajaran berdasarkan guru.e.Ingatan jangka pendek.f.Merugikan kelompok siswa tertentu.g.Menurunnya perhatian siswa.c.Pendekatan Kontekstual1. Pengertian Strategi, Metode, dan Pendekatan PembelajaranJ.R. David dalam Wina Sanjaya (2006: 124) menjelaskan bahwa, dalam dunia pendidikan strategipembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di disainuntuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ada dua hal yang perlu dicermati dari pengertian strategipembelajaran tersebut. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaiankegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalampembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerjabelum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah darisemua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukanstrategi perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalahrohnya dalam implementasi suatu strategi.Adapun upaya pengimplementasian rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuantercapai secara optimal disebut dengan metode. Pengertian strategi berbeda dengan metode. Strategimenunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapatdigunakan untuk melaksanakan strategi.Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach). Sebenarnyapendekatan berbeda baik dengan strategi maupun metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai titiktolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Oleh karenanya strategi dan metodepembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tersebut. Menurut Roy
  7. 7. Killen (1998) ada dua pendekatan pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred-approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred-approaches).Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung, pembelajarandeduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswamenurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiry serta pembelajaran induktif (Sanjaya, 2006:124-125).2. Hakikat Pendekatan dan Pembelajaran KontekstualPendekatan kontekstual adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan pentingnyalingkungan alamiah diciptakan dalam proses belajar, agar kelas lebih hidup dan lebih bermakna karenasiswa mengalami sendiri apa yang dipelajarinya. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yangmemungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilanakademik dalam berbagai macam tatanan kehidupan, baik di sekolah maupun di luar sekolah (Nurhadi,2002: 4).Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantuguru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorongsiswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupanmereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni:kontruktivisme (Contrucivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar(Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya(Authentic Assesment) (Depdiknas, 2003: 3).3. Karakteristik Pembelajaran KontekstualMenurut Nurhadi (2002: 20) ada beberapa karakter pembelajaran berbasis kontekstual, yaitu:a. Adanya kerjasama, sharing dengan teman dan saling menunjang;b. Siswa aktif dan kritis, belajar dengan bergairah, menyenangkan dan tidak membosankan, serta gurukreatif;c. Pembelajaran terintegrasi, menggunakan berbagai sumber;d. Dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa; dane. Laporan kepada orang tua bukan sekedar rapor tetapi hasil karya siswa, laporan praktikum, dankarangan siswa.4. Perbedaan CTL dengan Pembelajaran KonvensionalAda perbedaan pokok antara pembelajaran CTL dan pembelajaran konvensional. Dibawah inidijelaskan perbedaan kedua model tersebut dilihat dari konteks tertentu.a. CTL menempatkan siswa sebagai subjek belajar, artinya siswa berperan aktif dalam setiap prosespembelajaran dengan cara menemukan dan menggali sendiri materi pelajaran. Sedangkan dalampembelajaran konvensional siswa ditempatkan sebagai objek belajar yang berperan sebagai penerimainformasi secara pasif.b. Dalam pembelajaran CTL, siswa belajar melalui kegiatan kelompok seperti kerja kelompok,berdiskusi, saling menerima dan memberi. Sedangkan dalam pembelajaran konvensional siswa lebihbanyak belajar secara individual dengan menerima, mencatat, dan menghafal materi pelajaran.c. Dalam CTL, kemampuan didasarkan atas pengalaman; sedangkan dalam pembelajaran konvensionalkemampuan diperoleh melalui latihan-latihan.d. Tujuan akhir dari proses pembelajaran melalui CTL adalah kepuasan diri, misalnya individu tidakmelakukan perilaku tertentu karena ia menyadari bahwa perilaku itu merugikan dan tidak bermanfaat;sedangkan dalam pembelajaran konvensional, tindakan atau perilaku individu didasarkan oleh faktordari luar dirinya, misalnya individu tidak melakukan sesuatu disebabkan takut hukuman atau sekedaruntuk memperoleh angka atau nilai dari guru.e. Dalam CTL, pengetahuan yang dimiliki setiap individu selalu berkembang sesuai denganpengalaman yang dialaminya, oleh sebab itu setiap siswa bisa terjadi perbedaan dalam memaknai
  8. 8. hakikat pengetahuan yang dimilikinya. Dalam pembelajaran konvensional hal ini tidak mungkinterjadi. Kebenaran yang dimiliki bersifat absolut dan final, oleh karena pengetahuan dikonstruksi olehorang lain.f. Dalam pembelajaran CTL, siswa bertanggung jawab dalam memonitor dan mengembangkanpembelajaran mereka masing-masing; sedangkan dalam pembelajaran konvensional guru adalahpenentu jalannya proses pembelajaran.g. Dalam pembelajaran CTL, pembelajaran bisa terjadi di mana saja dalam konteks dan setting yangberbeda sesuai dengan kebutuhan; sedangkan dalam pembelajaran konvensional pembelajaran hanyaterjadi di dalam kelas.h. Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah seluruh aspek perkembangan siswa, maka dalam CTLkeberhasilan pembelajaran diukur dengan berbagai cara, misalnya dengan evaluasi proses, hasil karyasiswa, penampilan, rekaman, observasi, wawancara, dan lain sebagainya; sedangkan dalampembelajaran konvensional keberhasilan pembelajaran biasanya hanya diukur dari tes.Beberapa perbedaan pokok diatas, menggambarkan bahwa CTL memang memiliki karakteristiktersendiri baik dilihat dari asumsi maupun proses pelaksanaan dan pengelolaannya (Sanjaya, 2006:260).5. Peran Guru dalam Pembelajaran KontekstualDalam pembelajaran kontekstual tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada pesertadidik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru bukan hanyamenyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategipembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar. Lingkungan belajar yang kondusif sangatpenting dan sangat menunjang pembelajaran kontekstual, dan keberhasilan pembelajaran secarakeseluruhan (Mulyasa, 2005: 102-104).Agar pelaksanaan pembelajaran kontekstual lebih efektif, maka guru perlu melaksanakan hal-halsebagai berikut.1. Merencanakan pembelajaran sesuai dengan kewajaran perkembangan mental siswa.2. Membentuk kelompok belajar yang saling tergantung.3. Menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran mandiri.4. Mempertimbangkan keragaman siswa.5. Memperhatikan multi-intelegensia siswa.6. Menggunakan teknik-teknik bertanya yang meningkatkan pembelajaran siswa, perkembanganpemecahan masalah, dan keteampilan berpikir tinggi.7. Menerapkan penilaian autentik yang akan mengevaluasi pengetahuan dan berpikir kompleks seorangsiswa, daripada hanya sekedar hafalan informasi faktual (Nurhadi, 2003: 20-21).c. Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual1. Perencanaan Pembelajaran KontekstualRencana pembelajaran adalah keseluruhan proses analisis kebutuhan dan tujuan belajar sertapengembangan sistem penyampaiannya untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan belajar,termasuk didalamnya pengembangan paket pembelajaran, kegiatan pembelajaran, uji coba dan revisipaket pembelajaran, dan terakhir mengevaluasi program dan hasil belajar (Dirjen dikdasmen, 2003: 6).Gafur (2003: 22) menjelaskan bahwa dalam menyusun desain pembelajaran atau merencanakankegiatan pembelajaran, perlu menjawab tiga pertanyaan pokok: (1) kompetensi apakah yang akandiajarkan; (2) bagaimana cara memberikan pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi tersebut;dan (3) bagaimana mengetahui bahwa kompetensi yang diajarkan telah dikuasai oleh siswa. Pertanyaanpertama “kompetensi apakah yang akan diajarkan” menyangkut tujuan dan materi pelajaran;pertanyaan kedua menyangkut strategi, metode, media, dan lingkungan pembelajaran; sedangkanpertanyaan ketiga menyangkut masalah evaluasi atau penilaian.Guru profesional harus mampu mengembangkan persiapan mengajar yang baik, logis dan sistematis.
  9. 9. Karena disamping untuk melaksanakan pembelajaran, persiapan tersebut mengemban “profesionalaccountability” sehingga guru dapat mempertanggungjawabkan apa yang dilakukannya. Persiapanmengajar yang dikembangkan guru memiliki makna yang cukup mendalam bukan hanya kegiatanritmis untuk memenuhi kelengkapan administratif, tetapi merupakan cerminan dari pandangan, sikapdan keyakinan profesional guru mengenai apa yang terbaik untuk peserta didiknya. Oleh karena itu,setiap guru harus memiliki persiapan mengajar yang matang sebelum melaksanakan pembelajaran, baikpersiapan tertulis maupun tidak tertulis (Mulyasa, 2005: 82).2. Pelaksanaan Pembelajaran KontekstualAda tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual dikelas. Ketujuh komponen utama itu adalah sebagai berikut ini.a. Konstruktivisme (constructivism)Konstruktivisme adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitifsiswa berdasarkan pengalaman. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidahyang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberimakna melalui pengalaman nyata. Dalam hal ini anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerjasendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.b. Menemukan (inquiry)Komponen kedua dalam CTL adalah inkuiri. Artinya, proses pembelajaran didasarkan pada pencariandan penemuan. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta dari mengingat, akan tetapi hasil dari prosesmenemukan sendiri. Dengan demikian dalam proses perencanaan, guru bukanlah mempersiapkansejumlah materi yang harus dihafal, akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswadapat menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Adapun langkah-langkah kegiatan inquiryyaitu: (1) merumuskan masalah; (2) mengumpulkan data melalui observasi; (3) menganalisis danmenyajikan hasil dalam tulisan, gambar, bagan, tabel dan karya lainnya; dan (4) mengkomunikasikanatau menyajikan hasil karya pada pembaca, teman sekelas, atau audiens yang lain.c. Bertanya (questioning)Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagairefleksi dan keingintahuan setiap individu; sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkankemampuan seseorang dalam berpikir. Dalam pembelajaran melalui CTL, guru tidak menyampaikaninformasi begitu saja, akan tetapi memancing agar siswa dapat menemukan sendiri. Karena itu peranbertanya sangat penting, sebab melalui pertanyaan-pertanyaan guru dapat membimbing danmengarahkan siswa untuk menemukan setiap materi yang dipelajarinya.d. Masyarakat Belajar (Learning Community)Konsep masyarakat belajar dalam CTL menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melaluikerjasama dengan orang lain. Kerjasama itu dapat dilakukan dalam berbagai bentuk baik dalamkelompok belajar secara formal maupun dalam lingkungan yang terjadi secara alamiah. Hasil belajardapat diperoleh dari hasil sharing dengan orang lain, antar teman, antar kelompok; yang sudah tahumemberi tahu pada yang belum tahu, yang pernah memiliki pengalaman membagi pengalamannyapada orang lain.e. Pemodelan (modeling)Pemodelan pada dasarnya membahasakan gagasan yang dipikirkan, mendemonstrasikan bagaimanaguru menginginkan para siswanya untuk belajar, dan melakukan apa yang guru inginkan agar siswanyamelakukan. Pemodelan dapat berbentuk demonstrasi, pemberian contoh tentang konsep atau aktivitasbelajar. Guru memberi model tentang “bagaimana cara belajar” . Dalam pembelajaran kontekstual,guru bukan satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa atau juga dapatdidatangkan dari luar.f. Refleksi (reflection)Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa-apayang sudah dilakukan dimasa yang lalu. Dalam pembelajaran kontekstual, guru perlu melaksanakan
  10. 10. refleksi pada akhir program pengajaran. Adapun realisasinya didalam kelas dapat berupa: (1).pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya pada hari itu; (2). catatan atau jurmal di bukusiswa; (3). kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu; (4). diskusi; (5). hasil karya; (6).cara-cara lain yang ditempuh guru untuk mengarahkan siswa kepada pemahaman mereka tentangmateri yang dipelajari.g. Penilaian yang Sebenarnya (Authentic Assesment)Authentic assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaranperkembangan belajar siswa. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agarbisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran yang benar. Apabila data yangdikumpulkan guru mengidentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar, maka gurusegera bisa melakukan tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Adapun prinsipyang dipakai dalam penilaian autentik yaitu: (a) harus mengukur semua aspek pembelajaran (proses,kinerja, dan produk); (b) dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung; (c)menggunakan berbagai cara dan sumber; (d) tes hanya salah satu alat pengumpul data penilaian; (e)tugas-tugas yang diberikan kepada siswa harus mencerminkan kehidupan siswa yang nyata setiap hari;serta (f) penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keahlian siswa, bukan keluasannya(Nurhadi, 2003).d.Media Pembelajaran1.Pengertian Media PembelajaranKata media pembelajaran berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara ataupengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertianmedia. Menurut Rohani (1997:2) ” media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk prosespenyaluran informasi ”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) ” media adalahalat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran ”.Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni ( 2001 : 4 ) yaitu: ” media adalah segala sesuatuyang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsangpikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.2.Jenis -jenis Media PembelajaranBanyak sekali jenis media yang sudah dikenal dan digunakan dalam penyampaian informasi dan pesan-pesan pembelajaran. Setiap jenis atau bagian dapat pula dikelompokkan sesuai dengan karakteristik dansifat-sifat tersebut. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang baku dalam mengelompokkan media.Jadi banyak tenaga ahli yang mengelompokkan atau membuat klasifikasi media akan tergantung darisudut mana mereka memandang dan menilai media tersebut.Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar. Pertama,media grafis seperti gambar, foto, grafik bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain. Mediagrafis sering juga dusebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar.Kedua, media tiga dimensi yaitu dalam betuk model seperti model padat (solid model), modelpenampang, model susun, model kerja, mock up, diorama dan lain – lain. Ketiga, media proyesi sepertislide, film strips, film, penggunaan OHP dan lain – lain. Keempat penggunaan lingkungan sebagaimedia pengajaran. ( Rivai, 1991:5)Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely ( 1997 : 16 ) yaitu :1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, buletin, papan display, slide film strip, atau overheadproyektot.2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.4. Televisi.
  11. 11. 5. Benda-benda hidup, simulasi maupun model.6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).3. Manfaat Media PembelajaranUntuk menunjang kelancaran pembelajaran disamping pemilihan metode yang tepat juga perludigunakan suatu media pembelajaran yang sangat berperan dalam membimbing abstraksi siswa(Suyitno, 2000:37). Media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaranyang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Ada beberapaalasan, mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa. Alasan kedua mengapapengunaan media pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil pengajaran adalah berkenaandengan taraf berfikir siswa. Taraf berfikir manusia mengikuti tahap perkembangan dimulai dari berfikrkonkrit menuju berfikir abstrak, dimulai dari berfikir sederhana menuju kepola berfikir kompleks.Penggunaan media erat kaitannya dengan tahapan berfikir tersebut karena melalui media pembelajaranhal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan. (Rivai,1991:2)Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatau kenyataanyang tidak dapat kita pungkiri keberadaannya. Karena memang gurulah yang menghendaki untukmemudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya.Guru sadar bahwa tanpa bantuan media maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahamioleh siswa terutama materi pembelajaran yang rumit dan kompleks.Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahanpembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaranyang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tiggitentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yangdisampaikan.Secara umum manfaat media pembelajaran menurut Harjanto (1997: 245 ) adalah:1.Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistis (tahu kata katanya, tetapi tidak tahumaksudnya )2.Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.3.Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa.4.Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.4.Prinsip-prinsip Memilih Media PembelajaranSetiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing- masing, maka dari itulah guru diharapkandapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwapenggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam menggunakan media pengajaran untukmempertinggi kualitas pengajaran:1.Guru perlu memiliki pemahaman media pengajaran antara lain jenis dan manfaat media pengajaran,kriteria memilih dan menggunakan media pengajaran, menggunakan media sebagai alat bantu mengajardan tindak lanjut penggunaan media dalam proses belajar mengajar siswa.2.Guru tampil membuat media pengajaran sederhana untuk keperluan pengajaran, terutama media duadimensi atau media grafis, beberapa media tiga dimensi, dan media proyeksi.3.Pengetahuan dan keterampilan dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam prosespengajaran. Menilai keefektifan media pengajaran penting bagi guru agar dia bisa menentukan apakahpenggunaan media mutlak diperlukan atau tidak selalu diperlukan dalam pengajaran sehubungandengan prestasi belajar yang dicapai siswa. (Rivai, 1991:5 )Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran yaitu:1.Harus adanya kejelasan tentang maksud dan tujuan pemilihan media pembelajaran. Apakahpemilihan media itu untuk pembelajaran, untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar hiburansaja mengisi waktu kosong. Lebih khusus lagi, apakah untuk pembelajaran kelompok atau individu,
  12. 12. apakah sasarannya siswa TK, SD, SLTP, SMA, atau siswa pada Sekolah Dasar Luar Biasa, masyarakatpedesaan ataukah masyarakat perkotaan. Dapat pula tujuan tersebut akan menyangkut perbedaanwarna, gerak atau suara. Misalnya proses kimia ( farmasi ) atau pembelajaran pembedahan ( kedokteran).2.Karakteristik media pembelajaran. Setiap media pembelajaran mempunyai karakteristik tertentu, baikdilihat dari keunggulannya, cara pembuatan maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristikmedia pembelajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya pemilihanmedia pembelajaran. Disamping itu memberikan kemungkinan pada guru untuk menggunakan berbagaimedia pembelajaran secara bervariasi.3.Alternatif pilihan, yaitu adanya sejumlah media yang dapat dibandingkan atau dikompetisikan.Dengan demikian guru bisa menentukan pilihan media pembelajaran mana yang akan dipilih, jikaterdapat beberapa media yang dapat dibandingakan.Dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran, menurut Ahmad Rivai sebaiknya memperhatikankriteria-kriteria sebagai berikut :1.Ketepatanya dengan tujuan pengajaran; artinya media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan–tujuaninstruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman,aplikasi analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.2.Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsepdan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.3.Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknyamudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biayayang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.4.Keterampilan guru dalam menggunakannya; apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalahguru dapat menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukanpada medianya, tetapi dampak dari penggunaan oleh guru pada saat terjadinya proses interaksi belajarmengajar siswa dengan lingkungan.5.Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selamapengajaran berlangsung.e.CD Interaktif1. Asal Mula CD InteraktifCD Interaktif adalah salah satu media interaktif yang bisa terbilang baru. Media ini sebenarnyamerupakan pengembangan dari teknologi internet yang akhir-akhir ini berkembang pesat. Sebagaimanadimaklumi bahwa teknologi internet saat ini menjadi salah satu tolok ukur majunya suatu perusahaan.Dari data disebutkan bahwa lebih dari 200 juta orang menggunakan media ini, termasuk di antaranyapenduduk Indonesia.AC Nielsen menyatakan bahwa 3% dari penduduk Indonesia juga merupakan pengguna aktif internet(Istanto, 2001). Data ini juga memungkinkan perubahan yang semakin besar seiring semakinmerakyatnya teknologi ini di masyarakat. Hal yang sebenarnya tidak mengherankan, mengingatinternet memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan media lain. Media ini demikian mudahdigunakan, memiliki kecepatan tinggi, dan yang paling penting bahwa internet memiliki jaringan yangmendunia.Bahkan, dengan kenyataan tersebut kini setiap perusahaan atau lembaga yang bergerak dalam bidangapapun merasa “berkewajiban” untuk memiliki situs sendiri yang berfungsi menyampaikan informasiseputar eksistensi keberadaan dirinya kepada masyarakat di seluruh dunia.Berkembangnya internet ini tidak lepas dari perkembangan teknologi PC (Personal Computer) dansoftware yang dari tahun ke tahun semakin canggih. Terlebih lagi setelah diperkenalkannya teknologimultimedia pada era tahun 80-an.Versi online (aktif di jaringan) internet ini kemudian diadopsi dalam versi offline (tanpa jaringan)
  13. 13. dalam bentuk CD Interaktif dengan tampilan yang tetap menarik walau terbatas penggunaannya padalokal satu unit PC saja. Hal ini yang menjadikan adanya korelasi antara internet dan CD Interaktif.2. Definisi CD InteraktifCD Interaktif merupakan sebuah media yang menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemasdalam sebuah CD (Compact Disk) dengan tujuan aplikasi interaktif di dalamnya. CD ROM (Read OnlyMemory) merupakan satu-satunya dari beberapa kemungkinan yang dapat menyatukan suara, video,teks, dan program dalam CD (Tim Medikomp, 1994).Kemudian dalam program talk show e-Lifestyle yang ditayangkan Metro TV pada 9 Agustus 2003pukul 09.00 WIB disebutkan bahwa CD Interaktif adalah sebuah CD yang berisi menu-menu yangdapat diklik untuk menampilkan sebuah informasi tertentu.Dari sini jelas bahwa sistem interaktif yang dipakai CD Interaktif sama persis dengan sistem navigasipada internet, hanya yang berbeda di sini adalah media yang dipakai keduanya. CD Interaktif memakaimedia off line berupa CD sementara Internet memakai media on line.3. Kelebihan CD Interaktif sebagai Media PembelajaranMedia pembelajaran saat ini sudah semakin beragam, mulai dari media konvensional seperti buku danalat peraga tradisional sampai dengan media modern audio visual berupa kaset tape, VCD (VideoCompact Disk), maupun alat paraga modern lainnya. Dengan beragam media tersebut, maka suatusistem pembelajaran yang dapat menghadirkan suasana menyenangkan mutlak diperlukan. Oleh karenaitu tidak salah jika CD Interaktif merupakan salah satu alternatif media yang dapat menjawabkebutuhan tersebut.Menurut praktisi media Augus Savara dalam program e-Lifestyle Metro TV, Sabtu 9 Agustus 2003,kelebihan CD Interaktif antara lain:a.Penggunanya bisa berinteraksi dengan program computerb.Menambah pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah materi pelajaran yang disajikan CDInteraktifc.Tampilan audio visual yang menarikKelebihan pertama yang menyebutkan bahwa penggunanya bisa berinteraksi dengan komputer adalahbahwa dalam CD Interaktif terdapat menu-menu khusus yang dapat diklik oleh user untukmemunculkan informasi berupa audio, visual maupun fitur lain yang diinginkan oleh pengguna.Kemudian yang kedua adalah menambah pengetahuan. Pengetahuan di sini adalah materi pembelajaranyang dirancang kemudahannya dalam CD Interaktif bagi pengguna. Kelebihan ketiga adalah tampilanaudio visual yang menarik. Menarik di sini tentu saja jika dibandingkan dengan media konvensionalseperti buku atau media dua dimensi lainnya. Kemenarikan di sini utamanya karena sistem interaksiyang tidak dimiliki oleh media cetak (buku) maupun media elektronik lain (film TV, audio).Dari beberapa keunggulan CD Interaktif, dapat diketahui bahwa CD Interaktif dapat membantumempertajam pesan yang disampaikan dengan kelebihannya menarik indera dan menarik minat, karenamerupakan gabungan antara pandangan, suara, dan gerakan (Suyanto, 2003: 18).4. Jenis CD InteraktifSaat ini di Indonesia banyak sekali dijual CD Interaktif. CD tersebut ada yang buatan asing dan adapula yang buatan lokal (dalam negeri). Ada CD Interaktif untuk anak-anak balita, yang tujuannyamerangsang aspek kognitif anak. Ada juga untuk pelajar SD, yang isinya antara lain mengenal huruf,belajar membaca dan berhitung, dan yang berisi aneka gambar. Sedangkan untuk sekolah menengahada CD Interaktif berbagai mata pelajaran, seperti mengenal organ tubuh manusia (Tim Metro TV,2004: 22). Kemudian dalam http://www.ialf.edu/kipbipa/papers/OudaTeda Ena.doc disebutkan bahwaPropinsi Bali telah menggunakan CD Interaktif dalam mempromosikan pariwisatanya. Perusahaan,baik pemerintah maupun swasta telah banyak memakai media ini untuk menginformasikan profilnyapada calon-calon investor.Jenis CD Interaktif dengan asumsi menurut tujuannya dapat dibagi menjadi:a.Komersial, seperti CD Interaktif tutorial maupun pembelajaran untuk anak-anak.
  14. 14. b.Non-Komersial, seperti CD Interaktif profil pemerintahan, wisata, kota, maupun profil perusahaan.5. CD Interaktf sebagai bagian dari Desain Komunikasi VisualTampilan halaman CD Interaktif merupakan sebuah proses komunikasi yang disampaikan secaravisual. Kerja seorang perancang atau desainer komunikasi visual berkaitan dengan proses komunikasisebuah materi untuk dikonsumsi oleh sekelompok target komunikan, yaitu user CD Interaktif adalahbagaimana materi tersebut dapat diterima oleh komunikan dengan efektif sesuai target yangdiharapkan. Artinya reaksi yang diberikan oleh dari user CD Interaktif harus sesuai tujuan dibuatnyasistem informasi tersebut.Desainer bertanggung jawab atas pemecahan masalah komunikasi dalam menyampaikan informasitersebut secara fungsional, elegan, sistematis, proporsional, sederhana, dan ekonomis. Demikian halnyapada perancangan sebuah CD Interaktif.Sebagai sebuah produk, CD Interaktif merupakan hasil pemecahan suatu masalah berdasarkanpendekatan komunikasi visual. Rancangan sebuah CD Interaktf adalah sebuah desain komunikasivisual yang ditayangkan melalui monitor yang dapat dihadirkan pada saat tertentu. Layar monitorberfungsi sebagai media komunikasi visual yang tampilannya tidak berbeda dengan desain sebuahmajalah atau sebuah surat kabar (Istanto, 2001:55), sehingga kaidah-kaidah perancangan CD Interaktifadalah kaidah-kaidah yang berkaitan dengan desain komunikasi visual.6. Elemen-elemen Perancangan CD InteraktifMembuat halaman CD interaktif tak ubahnya membuat halaman web karena meman secara umumhalaman web sama dengan halaman CD interaktif, hanya medianya saja yang berbeda. Dengandemikian hanya kaidah-kaidah yang ada pada CD Interaktif dan web adalah sama.Seorang desainer menggunakan elemen-elemen pokok agar sebuah desain dapat secara efektifmenyampaikan tujuannya. Elemen-elemen yang digunakan tersebut antara lain adalah tipografi,simbolisme, ilustrasi dan fotografi (Istanto, 2001:57). Sedangkan menurut Budi Sutedjo DharmaOetomo (Oetomo, 2001) menyatakan ada 10 unsur yang dapat digunakan untuk merancang sebuahhalaman CD Interaktif yang cantik dan artistik, yaitu huruf, warna, gambar, model kartun, foto,animasi, tiga dimensi, bentuk-bentuk geometri, tekstur, dan manusia.Dari berbagai pendapat itu maka dapat disimpulkan ada beberapa elemen yang sangat vital dalamproses perancangan sebuah CD Interaktif yang artistik dan efektif, diantaranya adalah: tipografi,simbolisme, ilustrasi, warna, fotografi, animasi, nuansa, dan halaman depan.f.Hasil Belajar1.Pengertian Hasil BelajarKeberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil. Asumsi dasar ialah proses pengajaran yangoptimal memungkinkan hasil belajar yang optimal pula. Ada korelasi antara proses pengajaran denganhasil yang dicapai. Makin besar usaha untuk menciptakan kondisi proses pengajaran, makin tinggi pulahasil atau produk dari pengajaran itu.Hasil belajar adalah akumulasi kegiatan belajar mengajar dalam bentuk pemberian ujian oleh gurusehingga akan diketahui hasil belajar dan mengajar yang dilakukan siswa dan guru(Sumaatmadja,1996:122)Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswaitu dan faktor yang datang dari luar siswa terutama kemampun yang dimilikinya. Faktor kemampuansiswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti yang dikemukakan olehClark (1981) bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan dan 30%dipengaruhi oleh lingkungan.Di samping faktor kemampun yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti motivasi belajar, minatdan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunaan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis. Faktortersebut banyak menarik perhatian para ahli pendidikan untuk diteliti, seberapa jauh kontribusi atausumbangan yang diberikan oleh faktor tersebut terhadap hasil belajar siswa. Adanya pengaruh daridalam diri siswa, merupakan hal yang logis dan wajar, sebab hakikat perbuatan belajar adalah
  15. 15. perubahan tingkah laku individu yang diniati dan disadarinya. Siswa harus merasakan adanya suatukebutuhan untuk belajar dan berprestasi. Ia harus berusaha mengarahkan segala daya upaya untukmencapainya.Sungguhpun demikian, hasil belajar yang dapat diraih masih juga bergantung dari lingkungan. Artinya,ada faktor-faktor yang berada diluar dirinya yang dapat menentukan atau mempengaruhi hasil belajaryang dicapai. Salah satunya adalah lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasilbelajar di sekolah, ialah kualitas pengajaran. Yang dimaksud dengan kualitas pengajaran adalah tinggirendahnya atau efektif tidaknya proses belajar-mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran. Olehsebab itu hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan kualitas pengajaran(Sudjana, 2005:40).g.Microsoft Office ExcelMicrosoft Excel sangat bermanfaat apabila digunakan untuk perhitungan-perhitungan angka dankolom. Misalnya Excel dapat dipergunakan untuk perhitungan gaji, daftar inventaris, perhitungananggaran, laporan keuangan, dsb. Di dalam excel kita bisa menggunakan formula untuk perhitunganangka dengan lebih mudah, misalnya penjumlahan, pengurangan, mengambil karakter kode, grafik,maupun kegunaan lainnya seperti olah data statistik. Excel akan bermanfaat dan sangat membantuapabila kita memerlukan olah data berupa angka dan kolom. Data statistik pun bisa ditampilkan dalambentuk grafik yang secara mudah dapat dibuat di dalam excel.1.Karakteristik Excela.File Excel berekstensi xls. Misal data1.xlsb.Di dalam file terdapat beberapa sheet. Masing-masing file bisa memuat beberapa sheet. Sheet adalahlembar kerja yang digunakan untuk keperluan pengolahan data. Misal di dalam file data1.xls terdapatsheet 1, sheet 2, sheet 3, dst. Masing-masing sheet tersebut bisa diganti namanya, misal sheet 1 digantidengan nama anggaran, sheet 2 diganti dengan nama pengeluaran, dst.c.Masing-masing sheet terdiri dari kolom-kolom dan baris. Kolom diberi inisial A sampai dengan IV.Sementara baris dimulai dari angka 1 sampai dengan 65536.d.Tempat kita mengisi data biasanya dinamakan dengan Cell. Pengenalan cell ini adalah dilihat darikolom ke berapa dan baris ke berapa. Misal kita mengetik judul di cell A1 berarti letaknya adalah dikolom A baris ke 1. Contoh lain kita meletakkan Total jumlah di kolom H20, artinya total jumlah beradidi kolom H baris ke 20.e.Di dalam Excel kita mengenal formula-formula. Hal ini jika kita ingin menggunakan rumus baikpenjumlahan, pengalian, pembagi, maupun pengambilan data dari cell lain.2.Menjalankan Excela.Silahkan click Start Windows , Program p Microsoft Office ab.Atau jika telah dibuat shortcut-nya di desktop, silahkan double click shortcut tersebut.3.Menyimpan file di Excel.a.Seperti program-program lainnya, kita bisa menyimpan data excel dengan cara Click menu File Save kemudian tentukan lokasi penyimpanan yaitu drive dan foldernya.b.Cara lain adalah menekan icon di menu bar yang bergambar disket.4.Keluar dari ExcelTekan File r Exit, atau tekan tombol silang di sudut kanan atas.5.Memanggil File yang sudah pernah disimpan.a.Apabila file tidak aktif dan kita ingin memanggil kembali data yang pernah kita ketik, maka cukupclick File i Open.b.Pilih drive dan folder dimana kita pernah meletakkan file, kemudian click nama file, selanjutnya click
  16. 16. tombol open.6.Pengetikan dataa.Silahkan coba mengisi data seperti berikut ini mulai dari kolom A1b.Pengetikan angka di dalam Excel diusahakan tidak menggunakan tanda pemisah satuan titik untukribuan dan seterusnya. Tanda ini bisa ditampilkan dengan format cell nantinya. Demikian juga untukformat rupiah, prosen dsb, tidak perlu ditambahkan dalam pengetikan excel.7.Trik Block Cella.Block adalah suatu range yang akan kita beri format, misalnya diberi huruf tebal, diberi garis, diberiformat cell, ataupun mengkopi data.b.Gunakan Click dan hold kemudian geser ke range akhir untuk melakukan block beberapa cell secaraberurutan.c.Gunakan click cell awal, tekan shift terus sambil mengeclik cell terakhir yang akan diblok lepastombol shift, maka daerah tersebut akan diblok.d.Gunakan shift dan click untuk pemilihan beberapa cell secara tidak berurutan.8.Memasukkan Formula (tambah, kali, bagi) di dalam Excela.Untuk mengidentifikasi bahwa cell tersebut berisi formula, maka sebelum mengetik perintah padacell tersebut kita kita tanda = baru perintah seterusnya.b.Ini adalah kode perintah (+) untuk penjumlahan (-) untuk pengurangan, (*) untuk perkalian, (/) untukpembagian.c.Contoh perintah letakkan kursor di E5 dan ketik perintah berikut.=C5+D5 berarti cell C5 ditambah cell D5=C5-D5 berarti cell C5 dikurangi cell D5=C5*D5 berarti cell C5 dikalikan cell D5=C5/D5 berarti cell C5 dibagi cell D59.Mengkopi Formulaa.Setelah kita mengisi formula dalam cell tertentu, maka urutan dibawahnya tidak perlu kita ketik lagiperintah, kita cukup mengkopi data formula (misal dari E5) tekan Copy, kemudian blok range di E6sampai E10 dan tekan paste.b.Copy atau paste bisa ditemukan di Edit Copy atau Paste, atau dicari di icon toolbar.10.Grafik di dalam Excel.a.Silahkan klik insert chart kemudian pilih range statistik yang akan kita jadikan grafik.b.Bentuk grafik ada balok, lingkaran, dan line, dan sebagainya.f. Penggunaan Media Audio Visual Interaktif dan Media LCD Pada Pembelajaran Microsoft OfficeExcel1. Media Audio Visual InteraktifMedia pembelajaran saat ini sudah semakin beragam, mulai dari media konvensional seperti buku danalat peraga tradisional sampai dengan media modern audio visual berupa kaset tape, VCD (VideoCompact Disk), maupun alat paraga modern lainnya. Dengan beragam media tersebut, maka suatusistem pembelajaran yang dapat menghadirkan suasana menyenangkan mutlak diperlukan. Oleh karenaitu tidak salah jika CD Interaktif merupakan salah satu alternatif media yang dapat menjawabkebutuhan tersebut. Media ini disebut CD Multimedia Interaktif, karena media ini memiliki unsuraudio-visual (termasuk animasi) yang mana bahan-bahan audio dapat memberikan banyak manfaatasalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran (Dale, 2002:24). Sehingga, media tersebutdapat memotivasi siswa dalam belajar.Menurut praktisi media Agus Savara dalam program e-Lifestyle Metro TV, Sabtu 9 Agustus 2003,kelebihan CD Interaktif antara lain:a)Penggunanya bisa berinteraksi dengan program komputer.b)Menambah pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah materi pelajaran yang disajikan CD
  17. 17. Interaktif.c)Tampilan audio visual yang menarik.Kelebihan pertama yang menyebutkan bahwa penggunanya bisa berinteraksi dengan komputer adalahbahwa dalam CD Interaktif terdapat menu-menu khusus yang dapat diklik oleh user untukmemunculkan informasi berupa audio, visual maupun fitur lain yang diinginkan oleh pengguna.Kemudian yang kedua adalah menambah pengetahuan. Pengetahuan di sini adalah materi pembelajaranyang dirancang kemudahannya dalam CD Interaktif bagi pengguna. Kelebihan ketiga adalah tampilanaudio visual yang menarik. Menarik di sini tentu saja jika dibandingkan dengan media konvensionalseperti buku atau media dua dimensi lainnya. Kemenarikan di sini utamanya karena sistem interaksiyang tidak dimiliki oleh media cetak (buku) maupun media elektronik lain (film TV, audio).Dari beberapa keunggulan CD Interaktif, dapat diketahui bahwa CD Interaktif dapat membantumempertajam pesan yang disampaikan dengan kelebihannya menarik indera dan menarik minat, karenamerupakan gabungan antara pandangan, suara, dan gerakan (Suyanto, 2003: 18).Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa media interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar,diantaranya: Hasil penelitian Restuti (2009:67) mengemukakan bahwa dari hasil perhitungan denganmenggunakan uji-t menghasilkan thitung 6,739 dan ttabel 2,021 berarti thitung >= ttabel, yangmenunjukkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata siswa yang diajar dengan menggunakan mediainteraktif dengan yang tidak diajar menggunakan media interktif. Kemudian hasil penelitian Wulan(2008:85) terdapat peningkatan prestasi belajar yang telah terbukti dengan peningkatan rata-rata skorhasil tes awal 62,70 point meningkat menjadi 75,41 point pada siklus I, sedangkan pada pada siklus IIrata-rata skor sudah mengalami peningkatan sebesar 13,78 point yaitu dari rata-rata skor hasil belajardari tes awal sampai siklus II 26,49 point. Sedangkan hasil penelitian Hidayati (2008:32) terdapatpeningkatan hasil belajar, yang terbukti sebelum menggunakan CD Pembelajaran Interaktif nilai rata-rata adalah 74,62, sesudah menggunakan CD Pembelajaran Interaktif nilai rata-rata 90,67.Dari beberapa penelitian diatas sudah cukup jelas bahwa media interaktif dapat meningkatkan hasilbelajar.2.Media LCDLiquit Crystal Display (LCD) saat ini banyak dipakai sebagai layar komputer maupun Note Book atauLaptop. Laptop yang dipadukan dengan proyektor dapat dijadikan media pembelajaran yang cukupmenarik. Tampilan yang dihasilkan pada layar yang cukup lebar antara 2 x 2 meter, sangat cocokdigunakan untuk kelompok besar atau kelas yang siswanya banyak. Perpaduan antara Laptop denganLCD Proyektor dapat menyajikan pesan atau materi pembelajaran sesuai desain/rancangan yang telahdisiapkan. Desain pesan dapat berwujud : Audio, Visual Diam, Visual Gerak, atau Audio Visual Gerak.Dengan tampilan penuh warna (Full Calour) sangat menarik minat dan perhatian siswa dalammengikuti proses pembelajaran.Laptop dan LCD Proyektor dapat dipakai sebagai media pembelajaran untuk semua bidang studi sesuaidengan karakteristik materi masing-masing. Untuk membuat desain Powerpoint yang baik dibutuhkankemampuan khusus, sehingga para guru perlu mempelajari cara mendesain pesan dengan baik agartampilannya dapat menumbuhkan minat belajar siswa sehingga siswa dapat belajar dengan mudah.Dengan tampilan audio visual gerak, LCD mempunyai banyak keunggulan dan kelebihan dibandingkanmedia pembelajaran yang lainnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, siswa dapatmenyerap ilmu melalui indra penglihatannya sebanyak 83 %, melalui indra pendengarannya 11 % danmelalui indra yang lainnya 6 %. Berarti dengan menggunakan media audio visual gerak (LCD), siswadapat menyerap ilmu sebanyak 94 % dari materi yang ditampilkan dengan perincian 83 % melaluiindra penglihatannya dan 11 % melalui indra pendengarannya. Hal ini menunjukkan bahwa mediaaudio visual gerak seperti LCD sangat baik digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.Kelemahannya harganya masih cukup mahal untuk ukuran sekolah di Indonesia. Sebuah Laptop yangpaling sederhana kira-kira harganya berkisar antara 4 s/d 5 juta rupiah, sedangkan LCD Proyektor yangpaling sederhana berkisar antara 5 s/d 6 juta rupiah. Bila keduanya dijumlahkan berkisar antara 9 s/d 11
  18. 18. juta rupiah untuk satu set media pembelajaran. Sedangkan layarnya sementara dapat menggunakantembok putih atau papan tulis white board. Bila mau membeli layar ukuran 180 x 180 cm kira-kiraharganya 500 ribu rupiah. Dengan keterbatasan dana yang dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan,perlu kiranya dibutuhkan partisipasi masyarakat melalui Komite Sekolah dalam pengadaan mediapembelajaran yang sangat dibutuhkan ini.Dari penjelasan diatas, diharapkan dengan penggunaan media pembelajaran LCD ini dapatmeningkatkan hasil belajar siswa dan mutu pendidikan pada umumnya.g. Keragka BerfikirMenurut Soekartawi (1995:42) menyatakan bahwa tendensi mengajar yang efektif adalah bila pengajarmenggunakan alat bantu mengajar dengan media audiovisual. Bertujuan agar siswa lebihberkonsentrasi dalam belajar, memberikan pengalaman yang kongkret, menghindari suasana belajaryang membosankan dan lebih sistematsis dalam belajar.Shackuford dan Henak dalam Soekartawi (1995:42), berpendapat bahwa cara pengajaran yang efektifakan terbentuk kalau pengajarnya juga bertindak efektif. Sebab pengajar bertindak sebagai manajeryang harus mengambil keputusan untuk aktivitas yang dilakukan agar berjalan secara efektif.Tiap pengajar mempunyai kesenangan atau keahlian di dalam memilih model dan media pengajaran.Media pengajaran atau instruktional design yang dipakai sebaiknya sesuai dengan bahan ajar ataumateri yang diberikan. Karena perkembangan media pengajaran yang semakin maju, pengajar perlumemanfaatkannya dalam proses belajar-mengajar. Penggunaan media pengajaran mendorong siswalebih cepat dalam meyerap informasi yang disampaikan, karena siswa akan lebih termotivasi untukbelajar. Berdasarkan penelitian Colletti dalam Soekartawi (1995:43-44), diungkapkan bahwapenggunaan media pengajaran lebih efektif dibandingkan penggunaan model pengajaran lainnya.Setelah proses pembelajaran selesai tahap selanjutnya adalah evaluasi untuk mengetahui hasil belajarsiswa dimana bisa dilihat media mana yang lebih efektif digunakan antara pembelajaran konvensionaldengan berbantuan media LCD dan model pembelajaran CTL dengan berbantuan media berbasisinformatika. Evaluasi atau penilaian dapat dilakukan melalui tes tertulis, lisan, pemberian tugas-tugas,kuis dan lainnya.Gambar 1 Kerangka Berfikir yang dikembangkan dalam penelitian
  19. 19. K.METODE PENELITIANa.Rancangan PenelitianPenelitian ini dirancang dengan desain penelitian Quasi Expermental design atau experiment semu.Rancangan penelitian ini melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kedua kelasmendapatkan perlakuan yang sama dari segi tujuan dan materi pelajaran, tetapi berbeda dalam modelpembelajarannya dan media yang digunakan. Pada kelas eksperimen digunakan model CTL denganberbantuan media berbasis informatika, sedangkan pada kelas kontrol digunakan metode ceramahbermakna dengan berbantuan media LCD.Desain penelitian Quasi Expermental design yang digunakan adalah menggunakan NonequivalentControl Group Design, desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group design, hanyapada desain ini kelompok kontrol tidak dipilih secara random tetapi berdasarkan hasil wawancaradengan guru mata pelajaran yang dapat digambarkan sebagai berikut:Tabel 1 Rancangan Pre Test dan Post Test dengan Pemilihan Kelompok yang Tidak DiacakSubyekPre TestPerlakuanPost TestEksperimenO1X1O2KontrolO3X2O4Sumber: diolah dari (Sugiono, 2008:79)Keterangan:X1 : pemberian perlakuan pembelajaran kontekstual dengan alat bantu media audiovisual interaktifX2 : pemberian perlakuan pembelajaran konvensional dengan alat bantu media LCDO1 - O3 : sebelum ada perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrolO2 : kelas eksperimen setelah mendapat perlakuanO4 : kelas kontrol tidak mendapat perlakuanTabel 2 Kelas dan Jumlah Siswa dalam PenelitianNo.KelasMetode PembelajaranJumlah SiswaKeterangan1VIIIapembelajaran kontekstual dengan alat bantu media audiovisual interaktif40Kelompok eksperimen2VIIIbpembelajaran konvensional dengan alat bantu media LCD
  20. 20. 40Kelompok kontrolPelaksanaan penelitian sebagai berikut :1.Memberikan perlakuan kepada kelas eksperimen yaitu mengelola pembelajaran denganmenggunakan pembelajaran kontekstual dengan alat bantu media audiovisual interaktif.2.Memberikan perlakuan kepada kelas kontrol yaitu mengelola pembelajaran konvensional dengan alatbantu media LCD.3.Memberikan post test pada kelas eksperimen dan kelas control4.Menganalisis data skor post testb.Variabel PenelitianPenelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu :1.Variabel bebas adalah pembelajaran konvensional dengan berbantuan media LCD dan modelpembelajaran CTL dengan media audio visual.2.Variabel terikat adalah hasil belajar Excel siswa.c.Populasi dan Sampel1.Populasi”Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dankarakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarikkesimpulannya”. (Sugiono, 2008:80)Dalam penelitian ini populasi adalah siswa kelas VIII SMPI Al-Ishlah Trowulan Mojokerto tahunpelajaran 2009/2010 yang be

×