ASKEP WAHAM  By  Rini Neria Ayu Safitri
KONSEP DASAR WAHAM   PENGERTIAN    - Waham/Delusi adalah keyakinan klien yang    tidak sesuai dengan kenyataan yang tetap...
-   Delusi/Waham merupakan kelainan jiwa    yang ditunjukkan dengan adanya ide-ide    atau keyakinan-keyakinan yang salah....
JENIS-JENIS WAHAMa)   Waham Kebesaran     Meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau     kekuasaan khusus, diucapkan berula...
c)   Waham Agama     Memiliki keyakinan terhadap     suatu agama secara berlebihan,     diucapkan berulangkali tetapi     ...
d)   Waham Somatik     Meyakini bahwa tubuh atau bagian     tubuhnya terganggu/terserang penyakit,     diucapkan berulangk...
e)   Waham Nihilistik     Meyakini bahwa dirinya sudah tidak     ada di dunia/meninggal, diucapkan     berulangkali tetapi...
g)   Waham Dikejar     Individu merasa dirinya senantiasa     dikejar-kejar oleh orang lain atau     kelompok orang yang b...
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYAWAHAM ADALAH :1.   Gagal melalui tahapan perkembangan dengan     sehat2.   Disingkirkan...
TANDA-TANDA DAN GEJALA1.     Kognitif :a.   Tidak mampu membedakan nyata dengan     tidak nyatab.   Individu sangat percay...
3.Perilaku dan Hubungan Sosiala. Hipersensitifb. Interpersonal dengan orang lain dangkalc. Depresid. Ragu-rague. Mengancam...
4.   Fisika.     Higiene kurangb.    Muka pucatc.     Sering menguapd.    BB menurun
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIENDENGAN WAHAM (DELUSI) 1. PENGKAJIAN a. Faktor predisposisi - Genetik : diturunkan - Neurobio...
b. Faktor presipitasi- Proses pengolahan informasi yang  berlebihan- Mekanisme penghantaran listrik yang  abnormal- Adanya...
SETIAP MELAKUKAN PENGKAJIAN, TULISTEMPAT KLIEN DIRAWAT DAN TANGGALDIRAWAT. ISI PENGKAJIANNYA MELIPUTI:a. Identifikasi klie...
B. KELUHAN UTAMA / ALASAN MASUKTanyakan pada keluarga / klien halyang menyebabkan klien dan keluargadatang ke Rumah Sakit,...
C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG   Tanyakan pada klien / keluarga,    apakah klien pernah mengalami    gangguan jiwa pada mas...
Dapat dilakukan pengkajian pada keluarga  faktor yang mungkin mengakibatkan  terjadinya gangguan:1) Psikologis : Keluarga,...
D. ASPEK FISIK / BIOLOGIS   Mengukur dan mengobservasi    tanda-tanda vital: TD, nadi, suhu,    pernafasan. Ukur tinggi b...
E. ASPEK PSIKOSOSIAL   1)   Membuat genogram yang    memuat paling sedikit tiga generasi    yang dapat menggambarkan    h...
2) KONSEP DIRIa) Citra tubuh: mengenai persepsi klien  terhadap tubuhnya, bagian yang disukai  dan tidak disukai.b) Identi...
c) Peran: tugas yang diemban dalam keluarga /  kelompok dan masyarakat dan kemampuan  klien dalam melaksanakan tugas terse...
3) Hubungan sosial dengan orang lain yang  terdekat dalam kehidupan, kelompok yang  diikuti dalam masyarakat.4)Spiritual, ...
F. STATUS MENTAL   Nilai penampilan klien rapi atau tidak, amati    pembicaraan klien, aktivitas motorik klien,    alam p...
G. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG1) Kemampuan makan klien, klien mampu  menyiapkan dan membersihkan alat makan.2) Klien mampu ...
h. Masalah psikososial dan lingkungan Dari data keluarga atau klien mengenai  masalah yang dimiliki klien.i. Pengetahuan...
J. ASPEK MEDIK   Terapi yang diterima oleh klien: ECT, terapi    antara lain seperti terapi psikomotor, terapi    tingkah...
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN1.   Resiko mencederai diri, orang lain dan     lingkungan berhubungan dengan waham.2.   Perubahan ...
3.INTERVENSI KEPERAWATANDiagnosa 1: Resiko mencederai diri, orang lain  dan lingkungan berubungan dengan waham. Tujuan :...
1.Klien dapat membina hubungan saling  percaya dengan perawat. Rasional : Hubungan saling percaya  merupakan dasar untuk ...
2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang   dimiliki. Rasional : Dengan mengetahui kemampuan yang   dimiliki klien, ...
3.Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan  yang tidak terpenuhi. Rasional : Dengan mengetahui kebutuhan  klien yang bel...
   Tindakan :-   Observasi kebutuhan klien sehari-hari.-   Diskusikan kebutuhan klien yang tidak    terpenuhi baik selama...
4.Klien dapat berhubungan dengan realitas. Rasional : Menghadirkan realitas dapat  membuka pikiran bahwa realita itu lebi...
5.Klien dapat menggunakan obat dengan  benar. Rasional : Penggunaan obat yang  secara teratur dan benar akan  mempengaruh...
   Tindakan :-   Diskusikan dengan klien tentang nama obat,    dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum    obat.-   ...
6.Klien dapat dukungan dari keluarga. Rasional : Dukungan dan perhatian  keluarga dalam merawat klien akan  mambentu pros...
EVALUASI1.   Klien percaya dengan perawat, terbuka     untuk ekspresi waham2.   Klien menyadari kaitan kebutuhan yg tdk   ...
TERIMAKASIHSEMOGA BERMANFAAT!!!
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Askep waham

5,806 views

Published on

  • Be the first to comment

Askep waham

  1. 1. ASKEP WAHAM By Rini Neria Ayu Safitri
  2. 2. KONSEP DASAR WAHAM PENGERTIAN - Waham/Delusi adalah keyakinan klien yang tidak sesuai dengan kenyataan yang tetap dipertahankan dan tidak dapat dirubah secara logis oleh orang lain. Keyakinan ini berasal dari pemikiran klien yang sudah tidak bisa dikontrol.
  3. 3. - Delusi/Waham merupakan kelainan jiwa yang ditunjukkan dengan adanya ide-ide atau keyakinan-keyakinan yang salah. ( Mary C, Tonsen, 149)- Delusi/Waham adalah keyakinan yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang dan bertentangan dengan realita social. ( Gail Stuart, 98)
  4. 4. JENIS-JENIS WAHAMa) Waham Kebesaran Meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus, diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai kenyataan. Ex : “Saya ini pejabat di departemen kesehatan lho.”b) Waham Curiga meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan/mencederai dirinya, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan. Ex : “Saya tahu. Anda ingin menghancurkan hidup saya karena iri dengan kesuksesan saya.”
  5. 5. c) Waham Agama Memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataa. Ex : “Kalau saya masuk surga saya harus menggunakan pakaian putih setiap hari”
  6. 6. d) Waham Somatik Meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu/terserang penyakit, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan. Ex : “Saya sakit kanker”. Setelah pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda2 kanker namun pasien terus mengatakan bahwa ia terserang kanker
  7. 7. e) Waham Nihilistik Meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal, diucapkan berulangkali tetapi tidak sesuai kenyataan. Ex : “Ini kan alam kubur ya, semua yang ada disini adalah roh-roh.”f) Waham Berdosa Timbul perasaan bersalah yang luar biasa dan merasakan suatu dosa yang besar. Penderita percaya selayaknya ia di hukum berat.
  8. 8. g) Waham Dikejar Individu merasa dirinya senantiasa dikejar-kejar oleh orang lain atau kelompok orang yang berbuat jahat padanya.h) Waham Cemburu Selalu cemburu pada orang laini) Waham Pengaruh Yaitu pikiran, emosi dan perbuatannya diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain
  9. 9. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYAWAHAM ADALAH :1. Gagal melalui tahapan perkembangan dengan sehat2. Disingkirkan oleh orang lain dan merasa kesepian3. Hubungan yang tidak harmonis dengan orang lain4. Perpisahan dengan orang yang dicintainya5. Kegagalan yang sering dialami6. Keturunan, paling sering pada kembar satu telur7. Sering menggunakan penyelesaian masalah yang tidak sehat, misalnya; menyalahkan orang lain
  10. 10. TANDA-TANDA DAN GEJALA1. Kognitif :a. Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyatab. Individu sangat percaya pada keyakinannyac. Sulit berfikir realitad. Tidak mampu mengambil keputusan2. Afektifa. Situasi tidak sesuai dengan kenyataanb. Afek tumpul
  11. 11. 3.Perilaku dan Hubungan Sosiala. Hipersensitifb. Interpersonal dengan orang lain dangkalc. Depresid. Ragu-rague. Mengancam secara verbalf. Aktifitas tidak tepatg. Streotifh. Impulsivei. Curiga
  12. 12. 4. Fisika. Higiene kurangb. Muka pucatc. Sering menguapd. BB menurun
  13. 13. ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIENDENGAN WAHAM (DELUSI) 1. PENGKAJIAN a. Faktor predisposisi - Genetik : diturunkan - Neurobiologis : adanya gangguan pada konteks pre frontal dan konteks limbik - Neurotransmiter: abnormalitas pada dopamin, serotonin ,dan glutamat. - Virus : paparan virus influinsa pada trimester III - Psikologi : ibu pencemas ,terlalu melindungi,
  14. 14. b. Faktor presipitasi- Proses pengolahan informasi yang berlebihan- Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal- Adanya gejala pemicu
  15. 15. SETIAP MELAKUKAN PENGKAJIAN, TULISTEMPAT KLIEN DIRAWAT DAN TANGGALDIRAWAT. ISI PENGKAJIANNYA MELIPUTI:a. Identifikasi klien1) Perawat yang merawat klien melakukan perkenalan dan kontrak dengan klien tentang: Nama klien, panggilan klien, Nama perawat, tujuan, waktu pertemuan, topik pembicaraan.
  16. 16. B. KELUHAN UTAMA / ALASAN MASUKTanyakan pada keluarga / klien halyang menyebabkan klien dan keluargadatang ke Rumah Sakit, yang telahdilakukan keluarga untuk mengatasimasalah dan perkembangan yangdicapai.
  17. 17. C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Tanyakan pada klien / keluarga, apakah klien pernah mengalami gangguan jiwa pada masa lalu, pernah melakukan, mengalami, penganiayaan fisik, seksual, penolakan dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga dan tindakan kriminal.
  18. 18. Dapat dilakukan pengkajian pada keluarga faktor yang mungkin mengakibatkan terjadinya gangguan:1) Psikologis : Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon psikologis dari klien.2) Biologis: Gangguan perkembangan dan fungsi otak atau SSP, pertumbuhan dan perkembangan individu pada prenatal, neonatus dan anak-anak.3) Sosial Budaya : Seperti kemiskinan, konflik sosial budaya (peperangan, kerusuhan, kerawanan), kehidupan yang terisolasi serta stress yang menumpuk.
  19. 19. D. ASPEK FISIK / BIOLOGIS Mengukur dan mengobservasi tanda-tanda vital: TD, nadi, suhu, pernafasan. Ukur tinggi badan dan berat badan, kalau perlu kaji fungsi organ kalau ada keluhan.
  20. 20. E. ASPEK PSIKOSOSIAL 1) Membuat genogram yang memuat paling sedikit tiga generasi yang dapat menggambarkan hubungan klien dan keluarga, masalah yang terkait dengan komunikasi, pengambilan keputusan dan pola asuh.
  21. 21. 2) KONSEP DIRIa) Citra tubuh: mengenai persepsi klien terhadap tubuhnya, bagian yang disukai dan tidak disukai.b) Identitas diri: status dan posisi klien sebelum dirawat, kepuasan klien terhadap status dan posisinya dan kepuasan klien sebagai laki-laki / perempuan.
  22. 22. c) Peran: tugas yang diemban dalam keluarga / kelompok dan masyarakat dan kemampuan klien dalam melaksanakan tugas tersebut.d) Ideal diri: harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas, lingkungan dan penyakitnya.e) Harga diri: hubungan klien dengan orang lain, penilaian dan penghargaan orang lain terhadap dirinya, biasanya terjadi pengungkapan kekecewaan terhadap dirinya sebagai wujud harga diri rendah.
  23. 23. 3) Hubungan sosial dengan orang lain yang terdekat dalam kehidupan, kelompok yang diikuti dalam masyarakat.4)Spiritual, mengenai nilai dan keyakinan dan kegiatan ibadah
  24. 24. F. STATUS MENTAL Nilai penampilan klien rapi atau tidak, amati pembicaraan klien, aktivitas motorik klien, alam perasaan klien (sedih, takut, khawatir), afek klien, interaksi selama wawancara, persepsi klien, proses pikir, isi pikir, tingkat kesadaran, memori, tingkat konsentasi dan berhitung, kemampuan penilaian dan daya tilik diri.
  25. 25. G. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG1) Kemampuan makan klien, klien mampu menyiapkan dan membersihkan alat makan.2) Klien mampu BAB dan BAK, menggunakan dan membersihkan WC serta membersihkan dan merapikan pakaian.3) Mandi klien dengan cara berpakaian, observasi kebersihan tubuh klien.4) Istirahat dan tidur klien, aktivitas di dalam dan di luar rumah.5) Pantau penggunaan obat dan tanyakan reaksi yang dirasakan setelah minum obat.
  26. 26. h. Masalah psikososial dan lingkungan Dari data keluarga atau klien mengenai masalah yang dimiliki klien.i. Pengetahuan Data didapatkan melalui wawancara dengan klien kemudian tiap bagian yang dimiliki klien disimpulkan dalam masalah.
  27. 27. J. ASPEK MEDIK Terapi yang diterima oleh klien: ECT, terapi antara lain seperti terapi psikomotor, terapi tingkah laku, terapi keluarga, terapi spiritual, terapi okupasi, terapi lingkungan. Rehabilitasi sebagai suatu refungsionalisasi dan perkembangan klien supaya dapat melaksanakan sosialisasi secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
  28. 28. 2. DIAGNOSA KEPERAWATAN1. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham.2. Perubahan proses pikir : waham berhubungan dengan harga diri rendah.
  29. 29. 3.INTERVENSI KEPERAWATANDiagnosa 1: Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berubungan dengan waham. Tujuan : * Klien tidak menciderai diri, orang lain, dan lingkungan.
  30. 30. 1.Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Rasional : Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan interaksinya. Tindakan :- Bina hubungan saling percaya- Jangan membantah dan mendukung waham klien- Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi- Observasi apakah wahamnya mengganggu aktivitas harian dan perawatan diri.
  31. 31. 2. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki. Rasional : Dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki klien, maka akan memudahkan perawat untuk mengarahkan kegiatan yang bermanfaat bagi klien dari pada hanya memikirkannya. Tindakan :- Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis.- Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis.- Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari hari dan perawatan diri).
  32. 32. 3.Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Rasional : Dengan mengetahui kebutuhan klien yang belum terpenuhi perawat dapat merencanakan untuk memenuhinya dan lebih memperhatikan kebutuhan klien tersebut sehingga klien merasa nyaman dan aman.
  33. 33.  Tindakan :- Observasi kebutuhan klien sehari-hari.- Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit, cemas, marah).- Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham.- Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin)- Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya.
  34. 34. 4.Klien dapat berhubungan dengan realitas. Rasional : Menghadirkan realitas dapat membuka pikiran bahwa realita itu lebih benar dari pada apa yang dipikirkan klien sehingga klien dapat menghilangkan waham yang ada. Tindakan :- Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri, orang lain, tempat dan waktu).- Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas.- Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien.
  35. 35. 5.Klien dapat menggunakan obat dengan benar. Rasional : Penggunaan obat yang secara teratur dan benar akan mempengaruhi proses penyembuhan dan memberikan efek dan efek samping obat.
  36. 36.  Tindakan :- Diskusikan dengan klien tentang nama obat, dosis, frekuensi, efek dan efek samping minum obat.- Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu).- Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan.- Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar.
  37. 37. 6.Klien dapat dukungan dari keluarga. Rasional : Dukungan dan perhatian keluarga dalam merawat klien akan mambentu proses penyembuhan klien. Tindakan:- Diskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang : gejala waham, cara merawat klien, lingkungan keluarga dan follow up obat.- Beri reinforcement atas keterlibatan keluarga
  38. 38. EVALUASI1. Klien percaya dengan perawat, terbuka untuk ekspresi waham2. Klien menyadari kaitan kebutuhan yg tdk terpenuhi dg keyakinannya (waham) saat ini3. Klien dapat melakukan upaya untuk mengontrol waham4. Keluarga mendukung dan bersikap terapeutik terhadap klien5. Klien menggunakan obat sesuai program
  39. 39. TERIMAKASIHSEMOGA BERMANFAAT!!!

×