Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan akhir tingkat prokrastinasi di kalangan mahasiswa(i) ilmu komputer

1,164 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan akhir tingkat prokrastinasi di kalangan mahasiswa(i) ilmu komputer

  1. 1. Tingkat Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer Nur Ridha Apriyanti/J1F111038 Program Studi S1 Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, Universitas Lambung Mangkurat Jalan Jend. A. Yani Km 35.8 Banjarbaru, Kalimantan Selatan ridha_apriyanti@yahoo.co.id Abstrak—Tugas adalah segala sesuatu yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, dengan tingkat kesulitan tertentu. Mahasiswa sebagai suatu bagian dari sistem pendidikan tidak luput dari yang namanya tugas. Tidak dipungkiri, tugas yang semakin hari semakin banyak membuat mahasiswa melakukan penundaan untuk mengerjakannya. Hal ini disebut dengan prokrastinasi dan yang melakukannya disebut prokrastinator. Banyak mahasiswa yang melakukan prokrastinasi, dengan berbagai macam alasan. Dengan metode random sampling, diambil 20 sampel mahasiswa/i Ilmu Komputer. Diketahui bahwa 45% mahasiswa/i Ilmu Komputer hampir selalu melakukan prokrastinasi. Dengan 55% mengatakan alasan mereka melakukan prokrastinasi karena terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa/i. Kata kunci Tugas, Mahasiswa, Prokrastinasi, Prokrastinator. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tidak terlepas dari yang namanya bekerja. Baik itu bekerja dalam artian mencari nafkah atau pun mereka yang sedang menuntut ilmu. Setiap pekerjaan memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Misalnya saja seorang mahasiswa entah itu mahasiswa baru maupun mahasiswa lama yang diberi tugas oleh dosen pengajar mata kuliah, baik dalam bentuk tugas individu maupun tugas kelompok. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94)[3]. Mahasiswa dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya tepat waktu. Setiap mahasiswa memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswa, yang pertama yaitu mengerjakan dan menyelesaikan tugasnya segera. Kedua, menunda menyelesaikan tugas tersebut. Tidak jarang setiap mahasiswa memiliki tugas lebih dari satu. Tergantung mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan. Tak dipungkiri dengan banyaknya tugas yang terus berdatangan tidak sedikit mahasiswa yang melakukan penundaaan untuk mengerjakan tugas-tugasnya tersebut. Kegiatan menunda sesuatu pekerjaan itu disebut prokrastinasi. Dan orang yang melakukannya disebut prokrastinator. Menurut Solomon & Rothblum, 1984 prokrastinasi yaitu suatu kecenderungan untuk menundanunda dalam memulai menyelesaikan tugas secara keseluruhan untuk melakukan aktivitas lain yang tidak berguna sehingga kinerja menjadi terhambat[6]. Banyak faktor yang membuat seorang mahasiswa melakukan prokrastinasi, misalnya saja, dia tidak menyukai tugas yang sedang dibebankan kepadanya, tugas yang dilakukan terlalu sulit, takut mengalami kegagalan, berpikir masih ada waktu, malas mengerjakannya atau lebih mementingkan hobi. Menurut Ferarri 1995 dengan melakukan penundaan banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia. Tugas-tugas menjadi terbengkalai, bahkan bila diselesaikan hasilnya menjadi tidak maksimal. Penundaan juga bisa mengakibatkan seseorang kehilangan kesempatan dan peluang yang datang[6]. Tapi dari semua alasan tersebut, ada satu alasan yang mengarah ke hal positif, yaitu menunda untuk memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk mendapatkan ide yang lebih baik. Bangsa Romawi menggunakan kata procrastinare dalam istilah militer mereka, yaitu perbuatan yang bijaksana untuk menangguhkan keputusan menyerang dengan cara menunggu musuh keluar yang menunjukkan suatu sikap sabar dalam konflik militer[2]. B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Berapa banyak intensitas mahasiswa/i Ilmu Komputer yang melakukan prokrastinasi? 2) Apakah alasan mahasiswa/i Ilmu Komputer melakukan prokrastinasi? C. Manfaat dan Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat prokrastinasi di kalangan mahasiswa/i program studi Ilmu Komputer, dan mengetahui alasan terjadinya prokrastinasi. Penelitian ini bermanfaat sebagai acuan pengevaluasi diri bagi mahasiswa para pelaku prokrastinasi, atau yang biasa disebut prokrastinastor. Dengan mengetahui alasan mereka melakukan prokrastinasi. D. Batasan Penelitian Batasan untuk penelitian ini adalah mahasiswa/i yang sedang berkuliah pada tingkat semester 5, atau angkatan 2011
  2. 2. dari program studi Ilmu Komputer, Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Yang diambil sampel secara acak sebanyak 20 orang untuk mengisi kuisioner yang peneliti telah sediakan. II. TINJAUAN PUSTAKA Judul penelitian ini adalah Tingkat Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer . Setiap orang pasti memiliki tugasnya masing-masing. Menurut John & Mary Miner dalam Moekijat (1998:10), menyatakan bahwa “Tugas adalah kegiatan pekerjaan tertentu yang dilakukan untuk suatu tujuan khusus”. Sedangkan menurut Moekijat (1998:11), “Tugas adalah suatu bagian atau satu unsur atau satu komponen dari suatu jabatan. Tugas adalah gabungan dari dua unsur (elemen) atau lebih sehingga menjadi suatu kegiatan yang lengkap” [1]. Jadi secara umum tugas adalah suatu kegiatan atau komponen yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan jabatan tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang khusus. Mahasiswa sebagai suatu bagian dan komponen dalam pendidikan juga memiliki tugasnya tersendiri. Baik itu tugas dalam perkuliahan pada semester awal, ataupun tugas akhir agar dapat menjadi sarjana. Mahasiswa adalah sebutan bagi seorang yang mengenyam pendidikan pada tingkat atas setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada perguruan tinggi (Buku Pedoman Universitas Diponegoro Tahun 2004/2005, h. 94). Mahasiswa dalam tahap perkembangannya digolongkan sebagai remaja akhir dan dewasa awal, yaitu usia 18-21 tahun dan 22-24 tahun (Monk et. al., 2001, h. 260-262). Pada usia tersebut mahasiswa mengalami masa peralihan dari remaja akhir ke dewasa awal[3]. Setiap mahasiswa pasti dibebankan tugas tergantung dari mata kuliah yang diambil olehnya. Tak sedikit mahasiswa yang mengeluh dan merasa kurangnya waktu mereka dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah yang terus berdatangan. Mereka pun dituntut untuk dapat membagi waktu mereka untuk mengerjakan setiap tugas dengan baik. Tapi ada satu kebiasaan mahasiswa yang sangat sering dilakukan, yaitu prokrastinasi. Sekarang prokrastinasi merupakan penyakit modern (modern malady). Penelitian yang dilakukan Van Wyk pada tahun 1978 menemukan bahwa sebanyak 15% dari populasi agak mengalami prokrastinasi dan sebanyak 1% dari populasi sering mengalami prokrastinasi[4]. Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan “pro” yang berarti mendorong maju atau bergerak maju dan akhiran “crastinus”. yang berarti keputusan hari esok, atau jika digabungkan menjadi menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya (Burka & Yuen, 2008: 5). Burka & Yuen (2008: 6), kata prokrastinasi yang ditulis dalam American College Dictionary, memiliki arti menangguhkan tindakan untuk melaksanakan tugas dan dilaksanakan pada lain waktu[2] Prokrastinasi melibatkan kesenjangan antara niat dengan perilaku nyata. Jika mahasiswa menunda mengerjakan tugas sambil menunggu masukan lebih lanjut dari dosen dapat dikategorikan sebagai prokrastinasi. Dalam kasus ini, Ferarri (1992) membedakan prokrastinasi fungsional dan disfungsional. Prokrastinasi disfungsional merupakan penundaan menyelesaian tugas yang merupakan prioritas tinggi tanpa didasari oleh alasan yang masuk akal. Sebaliknya, prokrastinasi fungsional merupakan penundaan mengerjakan tugas dengan tujuan memperoleh informasi yang lengkap dan akurat. Bercermin pada contoh di atas, mahasiswa yang menunda menyelesaikan tugas termasuk kategori prokrastinasi fungsional[4]. III. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan teknik random sampling. Teknik random sampling (probability sampling) atau pengambilan sampling secara acak adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel[5]. Sampel diambil dari populasi mahasiswa/i semester 5 Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Diambil sampel secara acak sebanyak 20 orang mahasiswa/i dari seluruh mahasiswa semester 5 yang masih aktif melakukan kegiatan perkuliahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan kuisioner. Responden akan diminta mengisi kuisioner yang berisi 20 pertanyaan, 5 pertanyaan umum tentang kegiatan yang dilakukan dan tentang intensitas penundaan dalam mengerjakan tugas dan 15 pernyataan tentang alasan melakukan prokrastinasi. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Data hasil kuisioner untuk tingkat prokrastinator yaitu: Intensitas Prokrastinasi 5% 5% Tidak pernah Kadang-kadang 45% 45% Hampir selalu Selalu Gambar 1. Grafik Intensitas Prokrastinasi di Kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer Presentase Pemilih (%) Sama Alasan Sangat Sekali Tidak Hampir Benar Benar Tidak 1 0 35 40 20 5 2 0 20 70 10 0 3 0 0 10 35 55 4 0 35 20 40 5 5 0 15 30 30 25 6 0 0 70 20 10 7 0 10 30 50 10 8 20 25 25 5 25 9 0 40 45 15 0 10 0 25 50 15 10 11 0 10 40 45 5 12 0 20 55 15 5 13 5 35 30 20 10
  3. 3. - Presentase Pemilih (%) Alasan 14 15 Sama Sekali Tidak 0 5 Tidak Hampir Benar Sangat Benar 15 10 30 25 35 50 20 10 B. Pembahasan Berdasarkan hasil perhitungan dari pengumpulan data yang peneliti lakukan terhadap 20 orang yang dipilih secara acak untuk mengisi kuisioner, tingkat intensitas mahasiswa/i melakukan prokrastinasi dapat dilihat pada Gambar 1. Grafik Intensitas Prokrastinasi di kalangan Mahasiswa/i Ilmu Komputer, 45% menjawab hampir selalu, 45% menjawab kadang-kadang, 5% menjawab tidak pernah, 5% menjawab selalu dan 0% menjawab tidak pernah,dalam melakukan prokrastinasi. Rumus perhitungan presentase pemilih: %= × 100% (1) Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer yang dipilih oleh responden. Digunakan perhitungan dengan teknik, mencari nilai modus, yaitu jawaban yang frekuensi dipilih oleh responden memiliki nilai tinggi. Alasan yang akan peneliti gunakan sebagai hasil merupakan alasan yang bernilai “Sangat Benar” dan “Benar”. Sehingga dari Tabel 1. Alasan Prokrastinasi yang Dilakukan oleh Mahasiswa/i Ilmu Komputer, terdapat 6 alasan yang responden pilih sebagai alasan seorang prokrastinator yaitu untuk alasan no 3 yang berbunyi “Terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan” sebanyak 55% responden memilih alasan ini sebagai alasan yang sangat benar. Alasan no 4 berbunyi “Anda khawatir akan mendapat nilai buruk” sebanyak 40% responden menilai alasan tersebut benar. Alasan no 7 berbunyi “Anda merasa terbebani dengan adanya tugas tersebut” sebanyak 50% responden menilai alasan tersebut benar. Alasan no 11 berbunyi “Anda menunggu kalau-kalau ada informasi tambahan yang diberikan dosen” sebanyak 45% responden menilai alasan tersebut benar. Alasan no 14 berbunyi “Kegiatan di luar lebih menyenangkan daripada menyelesaikan tugas” sebanyak 35% responden menilai alasan tersebut benar. Dan alasan no 15 berbunyi “Anda merasa jenuh dalam mengerjakan tugas” sebanyak 50% responden menilai alasan tersebut benar. V. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan dan memberikan saran sebagai berikut: A. Kesimpulan 1) Mahasiswa/i Ilmu Komputer yang sedang menjalani semester 5 hampir selalu (45%) dan kadang-kadang (45%) melakukan prokrastinasi. 2) Alasan Mahasiswa/i Ilmu Komputer melakukan prokrastinasi yaitu karena: - Terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa/i. - Mahasiswa/i merasa khawatir akan mendapat nilai buruk. - Mahasiswa/i merasa terbebani dengan adanya tugas tersebut. - Mahasiswa/i menunggu kalau-kalau ada informasi tambahan yang diberikan dosen. - Mahasiswa/i merasa kegiatan di luar lebih menyenangkan daripada menyelesaikan tugas. Mahasiswa/i merasa jenuh dalam mengerjakan tugas. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa banyaknya mahasiswa/i Ilmu Komputer hampir selalu dan kadang-kadang melakukan prokrastinasi, diharapkan hal itu dapat dikurangi, agar dapat menunjang prestasi, dan manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan sekarang, tanpa menunggu dan menunda mengerjakannya. Lebih banyak bertanya dalam mengerjakan tugas yang tidak dipahami. Dan lebih pandai dalam mengatur waktu sehingga waktu tidak terbuang sia-sia. DAFTAR PUSTAKA Arini. 2012. Bab 2 Skripsi. http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/1234567 89/1733/BAB%20II%20Skripsi%20(Fixed).pdf?sequen ce=2 Diakses pada 13 Oktober 2013. [2] Febrian, Ogie. 2013. Bab 2. http://eprints.uny.ac.id/9883/2/BAB%202%20%2008104244022.pdf Diakses pada 5 Oktober 2013. [3] Gunawati, Rindang., Sri Hartati, Anita Listiara. 2006. Hubungan antara Efektivitas Komunikasi MahasiswaDosen Pembimbing Utama Skripsi dengan Stres dalam Menyusun Skripsi pada Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro. Vol.3 No.2. [4] Ilfiandra. 2010. Penanganan Prokrastinasi Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas: Konsep dan Aplikasi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. [5] Hasibuan, Zainal A. Metode Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Depok. 2007. [6] Utaminingsih, Sartika., Iman Setyabudi. 2012. Tipe Kepribadian dan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMA “X” Tangerang. Jurnal Psikologi. Vol.10 No.1. [1]

×