Hout plagiasi dan etika penulisan akademik

1,860 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,860
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
121
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hout plagiasi dan etika penulisan akademik

  1. 1.  apa tulisan akademik  mengapa tulisan akademik  bagaimana tulisan akademik  tabu dalam tulisan akademik  plagiasi  etika dalam tulisan akademik
  2. 2. “menulis adalah untuk Pramoedya Ananta Toer
  3. 3.  tulisan yang ditujukan untuk komunitas akademik  academic writing is:  unnecessarily complicated  pompous, long-winded, technical  impersonal, authoritative, humourless  elitist, and excludes outsiders.  but it can be:  appropriate in specific circumstances  easier for non-native speakers to follow. Hartley, 2008 – Academic Writing and Publishing: a Practical Guide
  4. 4.  artikel akademik: publikasi di dalam jurnal ilmiah (peer-reviewed)  buku (teks, ajar, handbook)  paper untuk seminar/konferensi  working paper  tesis/disertasi  kajian pustaka/literature review  poster
  5. 5.  pondasi #1: obyektif  terhadap siapa?  diri sendiri  orang lain  pondasi #2: penghargaan  kepada siapa?  orang lain integritas
  6. 6. taking ideas or words from a source without giving credit (acknowledgement) to the author(s) Bailey, 2011 – Academic Writing: a Handbook for International Students  a kind of theft  considered to be an academic crime because in academic work, ideas and words a seen as private property belonging to a person who first thought or wrote them
  7. 7.  menggunakan ide-ide atau kata-kata orang lain tanpa dengan jelas mengemukakan (acknowledge) sumber informasi yang dimaksud  apa saja bentuknya:  ide, opini, atau teori  fakta, statistik, grafik, gambar yang bukan common knowledge  kutipan kata-kata atau tulisan orang lain  menulis ulang (paraphrase) ucapan atau tulisan orang lain
  8. 8.  penulis hantu  tukang fotokopi  potluck paper – ambil sana, ambil sini  poor disguise – ubah kata, isi sama  labor of laziness – males dan tidak mau repot  self-stealer – mencuri barang sendiri: diri sendiri saja tidak dihargai apalagi orang lain!  forgotten footnote – dikutip tetapi tidak detil dalam mengutip sumbernya  misinformer – kutipan tidak akurat, sehingga tak bisa dilacak  too-perfect paraphrase – lupa mencantumkan tanda kutip  resourceful citer – hampir tidak ada hasil sendiri  perfect crime – mengutip sebagian, lupa sebagian (besar) lainnya sumber tidak disitasi sumber disitasi – tetap plagiasi Sumber: plagiarism.org
  9. 9.  menghargai sumber (acknowledging sources)  summary and citation Setyono (2012) mengatakan bahwa plagiasi itu “terlalu”  citation and quotation Seperti dikatakan oleh Setyono (2012) plagiasi itu adalah “suatu tindakan yang keterlaluan”  paraphrasing and summarising  to paraphrase (menulis ulang) menulis ulang sebuah teks sehingga bahasanya berbeda secara mendasar, tetapi isinya sama  to summarise (meringkas) mengurangi panjang tulisan tetapi mempertahankan poin utamanya
  10. 10.  peraturan akademik program pascasarjana  pelanggaran akademik berat  Permen 17/2010  beberapa jenis pelanggaran  beberapa derajat punishment UNDIP Dikti
  11. 11. Bailey, S. (2011) Academic Writing: a Handbook for International Students. 3rd Edition. London: Routledge. Haviland, C.P. dan Mullin, J.A. (2009) Who Owns this Text? Plagiarism, Authorship, and Discplinary Culture. Logan: Utah State University Press. Hartley, J. (2008) Academic Writing and Publishing : a Practical Guide. London: Routledge. www.plagiarism.org
  12. 12. j.setyono@undip.ac.id

×