Hak cipta dan analisis kasus

13,081 views

Published on

Published in: Education
4 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
13,081
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
195
Comments
4
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Rezka Judittya 44110010131
  • Hak cipta dan analisis kasus

    1. 1. REZKA JUDITTYA DIAN P
    2. 2. HAKI ???????   Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain yang berguna untuk manusia. REZKA JUDITTYA DIAN P
    3. 3. Hak kekayaan Intelektual melingkupi 2 hal yaitu : 1. Hak cipta (Copyright) 2. Hak kekayaan Industri (Industirial Property Rights ) <ul><li>Paten (Petent) </li></ul><ul><li>Desain Industri (Industrial design) </li></ul><ul><li>Merek (Trademark) </li></ul><ul><li>Penaggulangan praktek persaingan curang </li></ul><ul><li>Desain tata letak sirkuit terpadu </li></ul><ul><li>Rahasia dagang (Trade Secret) </li></ul><ul><li>Perlindungan Varietas Tanaman (Plant Variety Protection) </li></ul>REZKA JUDITTYA DIAN P
    4. 4. Pengertian Hak Cipta (Copyright) hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Menurut pasal 1 angka 1 UUHC Tahun 2002, “hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaanya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan- pembatassan menurut peraturan perundangan yang berllaku” REZKA JUDITTYA DIAN P
    5. 5. Sifat dari hukum hak cipta : <ul><li>BERSIFAT BENDA IMATERIIL, </li></ul><ul><li>HAK CIPTA DAPAT DI BAGI ( DEVISIBLE ) </li></ul><ul><li>TIDAK DAPAT DISITA </li></ul>REZKA JUDITTYA DIAN P
    6. 6. Yang dilindung sebagai hak cipta dalam undang- undang adalah : <ul><li>Buku, program komputer, pamflet, susunan perwajahan ( lay out ), karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain; </li></ul><ul><li>Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu; </li></ul><ul><li>Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan; </li></ul><ul><li>Lagu atau musik dengan atau tanpa teks; </li></ul><ul><li>Drama atau drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim; </li></ul><ul><li>Seni rupa dalam segala bentuk, seperti seni lukis, gambar, seni ukir, seni kaligrafi, seni pahat, seni patung, kolase, dan seni terapan; </li></ul><ul><li>Arsitektur; </li></ul><ul><li>Peta; </li></ul><ul><li>Seni batik; </li></ul><ul><li>Fotografi; </li></ul><ul><li>Sinematografi; </li></ul><ul><li>l. Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, database, dan karya lain dari hasil pengalihwujudan. </li></ul>REZKA JUDITTYA DIAN P
    7. 7. Contoh kasus JAKARTA, KOMPAS.com —  Pelanggaran hak cipta kembali terjadi. Kali ini  single  lagu &quot;Ya Ya Ya&quot; milik grup band GIGI digunakan sebagai theme song  dalam film horor komedi  Toilet 105 tanpa meminta izin. &quot;Kebetulan saya sudah melihat sendiri kalau di film itu ada karya GIGI yang dipakai di  scene pertama,&quot; ujar pimpinan Pos Manajemen GIGI, Dani Pete, saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2010). Dani mengaku kecewa begitu mengetahui film garapan rumah produksi Multivision tersebut yang memakai  single  &quot;Ya Ya Ya&quot; tanpa izin. &quot;Saya dari label menyatakan kalau lagu tersebut dipakai tanpa izin,&quot; tegasnya. Tak hanya Dani yang mengaku kecewa. Grup band yang digawangi Armand (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramadhan (bas), dan Hendy (drum) juga ikut menyayangkan hal tersebut. &quot;Mereka menyesalkan saja ini bisa terjadi. Tadinya konflik itu ada di kami karena awalnya dikira saya yang mengizinkan. Padahal setiap penggunaan lagu, saya sangat hati-hati dan saya kembalikan ke mereka (GIGI) karena mereka yang punya karya,&quot; ujar Dani. Karena itu, tanpa membuang waktu, Pos Manajemen GIGI langsung menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan kasus tersebut. &quot;Kami dari manajemen menguasakan penuh kepada Mada R Mardanus, SH, untuk masalah itu,&quot; imbuh Dani.   Dani berharap, kuasa hukum mereka bisa menempuh jalur hukum yang semestinya. &quot;Saya belum mengetahui aturannya, tapi saya bilang ke Mada untuk menyelesaikannya sesuai dengan aturan yang ada tanpa mengada-ada,&quot; ungkapnya.  &quot;Kalau Mada sih akan sesuai aturan yang ada saja. Kalau enggak ada suatu kesalahan, ya enggak usah (menuntut) yang aneh-aneh. Yang semestinya saja,&quot; tandasnya.  (C7-09) REZKA JUDITTYA DIAN P
    8. 8. Analisis Kasus Lagu “ya..ya..ya..” yang diciptakan serta di populerkan oleh band “GIGI” merupakan sebuah karya seni dalam sebuah lagu yang telah memiliki hak cipta (Pasal 12 ayat 1, UUHC Tahun 2002). Pemegang hak cipta lagu tersebut pastilah di pegang oleh “GIGI” beserta management nya yang telah di beri hak cipta oleh si pencipta lagu (sesuai dengan UUHC tahun 2002, Pasal 1). Film “Toilet 105” jelas telah melanggar hak cipta,karena menggunakan lagu “ya..ya..ya..” secara komersial sebagai theme song tanpa izin penggunaan dari pemegang hak cipta. (sesuai dengan UUHC tahun 2002, Pasal 2 ,point 2). Oleh Karena hal tersebut hendaknya selaku pihak multivision harus lah meminta maaf kepada pihak management “GIGI”,serta mengurus izin penggunaan lagu tersebut kepada pemegang hak cipta. Jika tidak ada niat baik dari pihak multivision, pastilah pihak “GIGI” melalui label rekaman nya akan menuntut hukuman pidana,sesuai dengan undang- undang yang berlaku. REZKA JUDITTYA DIAN P

    ×