KEJUTAN UNTUK MIKE                                  Oleh: Retna Rindayani         KASIH SAYANG ya berbicara soal kasih say...
“Den….” Ucap Mbok Sumi dengan nada lembut dan suara sedikit keras“Masuklah mbok” sahut Mike yang semakin panik.“Tolong mbo...
seperti itu karena kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya, namun siswa-siswi bahkanguru-guru Mike sangat menyegani Mi...
dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. Golonganpemuda tidak ingin Soekarno lebih terpengar...
Timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak Mike “Kapan aku merasakan kasih sayangmereka (kedua orangtuanya), kenapa mereka s...
“Baik Nyonya” jawab Mbok SumiMbok Sumi langsung membukakan pintu untuk Tuan dan Nyonya nya. Tidak lama kemudiansatpam memb...
Tidak lama kemudian Pak Amir dan Pak Ujang muncul. “Kenapa Mbokayu Kenapa?ono opotho?” tanya Pak Amir ikut panik“Den Mike ...
Tidak lama suara Mike terdengar merintih dan memanggil nama Mbok Sumi “Mbok…Mbok”“Iya Den….”Mbok Sumi dengan cepat mendeka...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Cerpen ku

1,992 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,992
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cerpen ku

  1. 1. KEJUTAN UNTUK MIKE Oleh: Retna Rindayani KASIH SAYANG ya berbicara soal kasih sayang setiap manusia mengharapkan kasihsayang entah itu dari teman, saudara dan terlebih dari orang tua. Sangat wajar seorang anakmenuntut haknya memperoleh kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun tidak begitudengan Mike bocah berusia 14 tahun yang kini masih duduk dibangku SMP. Meski keduaorang tuanya masih lengkap ia merasa kasih sayang yang didapat dari kedua orang tuanyatidak sebanyak yang diperoleh kebanyakan anak-anak seusia dirinya. Mike pun merasahidupnya kurang sempurna dengan rasa kesepian yang terus menjadi hantu di setiap hari-harinya. Ia adalah anak semata wayang dari pasangan Bapak Surya dan Ny. Evellin Surya,diistana megahnya itu Mike difasilitasi segala keperluan Mike mulai dari tempat tidur yangmewah, tempat belajar yang kondusif, hingga taman bermain untuk Mike. Dalamkesehariannya dirumah Mike hanya ditemani Mbok Sumi dan putrinya yang sebaya denganMike, Pak Amir, sopir khusus antar jemput Mike baik ke sekolah atau pun untuk bepergiandi luar rumah serta Pak Ujang satpam rumah Mike. Sedangkan kedua orang tuanya sibukdengan urusan pekerjaan mereka masing-masing. Selamat ulang tahun kami ucapkan, selamat panjang umur kita kan do’akan, selamatsejahtera sehat sentosa, selamat panjang umur dan bahagia….“tiup lilinnya Mike..” ucap sang mama lalu kemudian mengecup kening putranya Mike.(fiuh..) Mike pun meniup lilinnya.Mike sangat senang memperoleh kejutan pesta dari kedua orang tuanya ia merasa adacahaya baru yang menyinari dalam kehidupannya. Cahaya itupun semakin terang terang danterang saat Mike membuka matanya sedikit demi sedikit perlahan demi perlahan, danternyata mentari pagi dengan tersipu malu menampakkan wajahnya dan menyambut pagiMike.“Huh..hanya mimpi” gerutu Mike kecewa sambil mengucek matanya.Sejenak ia mengeliat dan sesekalia ia menguap lalu kemudian menyingkapkan selimut yangdengan setia memberi kehangatan dan melindungi Mike dari dingginnya malam. Mikeberdiri, perlahan ia berjalan menuju ke arah jendela, dengan nyawa yang belum benar-benar terkumpul ia membuka tirai jendelanya. Mata Mike menatap ke arah burung-burunggereja yang sedang bernyanyi memamerkan suara merdunya.“Kapan aku bisa bernyanyi bahagia seperti mereka?” gerutu Mike dalam hati yang diikutidengan senyuman manisnya.Lalu ia pun berjalan kearah meja belajarnya, kemudian ia meraih kalender yang terpajangberdiri rapih diatasnya, menarik bangku dan kemudian ia duduk manis. “2 hari lagi…hmmm”ucap Mike sambil membulati menandai tanggal dengan spidol merahnya. Tanpa disadari jam sudah menunjukkan pukul 05.45.” Uh..sial aku telat” kata Mikesambil menepuk kepalanya. Mike segera bergegas menuju kamar mandi dan melepaspiyama yang masih melekat dibadannya. Lima belas menit kemudian Mike sudah dalamkeadaan sedang memakai seragamnya, dengan kewalahan ia mengancingkan satu persatukancing sragamnya itu, melihat jarum jam yang terus berputar dan hari semakin siang Mikepun memanggil Mbok Sumi untuk membantu mempersiakan kebutuhan sekolahnya.“Mboook..Mbok Sumiiiii….” Teriak Mike teriak sambil terus mengancingkan bajunya. Dasiyang sudah disiapkan Mbok Sumi diraihnya dan kemudian dengan terburu-buru Mikememasang dasi itu. Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu (Tok Tok Tok).
  2. 2. “Den….” Ucap Mbok Sumi dengan nada lembut dan suara sedikit keras“Masuklah mbok” sahut Mike yang semakin panik.“Tolong mbok siapkan sepatu untuk saya” ucap Mike kepada Mbok SumiDengan segera Mbok Sumi mengambil sepatu tuan mudanya itu yang sudah disiapkansebelumnya.“Ini den, apalagi den?” Tanya Mbok sumi kepada Mike“Sudah Mbok itu saja” jawab Mike sambil menyisir rambutnya yang masih acak-acakan“Tasnya mbok bawa ke bawah saja ya den?” tanya mbok sumi“Boleh mbok, oh iya tidak usah bawakan aku bekal, aku akan membeli dikantin untuk makansiangku nanti” perintah Mike kepada Mbok Sumi“Baik den..” Jawab Mbok Sumi sambil menganggukkan kepalanya.Setelah rapih dari ujung rambut hingga ujung kaki, Mike pun langsung berjalan dengancepat dan menuruni tangga menuju Ruang Makan, terlihat Mbok Sumi yang tengahmenyiapkan segelas susu dan mengoleskan selai anggur diatas roti tawar kesukaan tuanmudanya itu. Mike langsung duduk disalah satu kursi ruang makan itu.(Sluurrpp) dengan cepat setengah dari segelas susu yang disiapkan mbok sumi masuk kedalam perut Mike.“Ini den rotinya, mbok banyakin selai anggurnya” ucap mbok sumi manis sambilmenyodorkan roti kepada Mike.“Terima kasih mbok” jawab Mike yang kemudian memakan sepotong roti itu dengan lahap.Mbok sumi hanya menatap tuan mudanya dengan tersenyum.“Sudah Mbok aku pergi dulu” kata Mike sambil menggendong tasnya.“Iya den itu pak Amir sudah siap didepan” jawab Mbok Sumi sambil menunjuk ke arah pakAmir yang berada dalam Sedan hitam dihalaman rumahnya.Mike berlari kecil sedangkan Mbok berjalan menemani Mike ke depan. Tiba tiba terdengarketukan suara sepatu perempuan dari arah dalam rumah.“Tunggu…tunggu..tunggu aku” teriak Dinda, putri Mbok sumi yang ikut menumpang dirumah Mike bersama Mbok sumi.“Oalah ndo ndo… kamu itu…” ucap Mbok Sumi belum selesai dengan sedikit nada kesal“Maaf aku kesiangan” jawab Dinda sambil merapikan menyisir rambut dengan jarinya.Mike yang sempat terhenti langkahnya dan hanya menatap tingkah laku Dinda sedikittersenyum dan berbalik badan lalu masuk ke mobil.“Aku berangkat ya bu” Dinda berpamitan dengan mencium tangan ibunya“Yo ati-ati..” kata mbok sumi kepada putrinya.Segera Dinda memasuki mobil sambil berlari. Pak Amirpun menyalakan mesin mobilnya danlangsung jalan menuju SMP 20 Terampil dimana Mike dan Dinda bersekolah. Itulah keadaanrumah Mike setiap paginya, namun sayang moment-moment seperti itu jarang sekalibahkan dapat dikatakan tidak pernah dirasakan Mike bersama kedua orang tuanya. Papadan Mama Mike selalu berangkat kerja lebih awal sekitar pukul 05.00. dengan melimpahkansegala urusan rumah kepada Mbok Sumi dan Putrinya dan Pak Amir. Tepat didepan gerbang SMP 20 Terampil, mobil yang dikendarai Pak Amir berhenti.Mike segera turun dari sedan hitam itu.“Terima kasih ya pak” ucap Dinda kepada Pak Amir yang sudah bersedia mengantar merekake sekolah. Segera Dinda pun turun dari mobil Mike dan berlari menyusul langkah Mikemenuju kelas 8A, kelas mereka.Mike memang siswa yang terlihat cuek terlebih disekolahnya. Dia seperti tidak pedulidengan keadaan yang terjadi disekitarnya. Semua warga sekolah menganggap sikap Mike
  3. 3. seperti itu karena kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya, namun siswa-siswi bahkanguru-guru Mike sangat menyegani Mike terlebih Mike dikenal sebagai siswa yangberprestasi dan selalu mendapat peringkat teratas dalam bidang akademiknya disekolah.Berbeda dengan Dinda gadis periang yang selalu melemparkan senyumnya ke semua orang,dia ramah dan lugu, dia juga tidak pernah merasa minder meski ia adalah anak seorangpembantu yang mana ibunya bekerja dirumah Mike. Dinda juga dikenal tidak pintar,kemampuan otaknya selalu dibawah rata-rata, jauh berada dibawah Mike. Tapi keduanyaselalu terlihat bersama-sama.(Net..Net..Net) suara bel berbunyi, semua siswa-siswi masuk kedalam kelasnya masing-masing. Mike dan dinda mempercepat langkahnya menuju kelas 8A yang berada di lantai 2gedung sekolahnya. Sesampainya dikelas Mike dan Dinda yang duduk satu meja meletakkantasnya masing-masing dan duduk manis. Tidak lama kemudian Ibu Prisil guru sejarahmemasuki kelas. Dengan kompak siswa-siswi menyambut.“Selamat pagi bu guruuuuu….” Sambut siswa-siswi serempak“Ya..selamat pagi anak-anak” jawab bu guru tersenyumBu guru terlihat mengambil daftar absen yang ia bawa, dan kemudian mengabsen denganmemanggil satu per satu murid kelas 8A tersebut. Setelah itu ibu guru pun sedikit menhelanafas.“Anak-anak hari ini kita akan melaksanakan ulangan lisan seperti yang sudah ibi sampaikanhari rabu yang lalu, sebelumnya kumpulkan buku catatan kalian beserta tugas kliping yangsudah ibu kasih waktu 2 minggu untuk mengerjakannya” kata ibu guru.“Tenang anak-anak tenang, jangan ramai!!” ucap bu guru sedikit keras untuk menenangkanmuridnya yang terlihat panic dan menyebabkan kelas sedikit gaduh. Tidak terkecuali Dindadengan muka pucat dan keringat dingin serta kaki dan tangannya yang gemetar tiada henti,ia panik karena belum siap untuk mengikuti ulangan lisan itu. Mike hanya tersenyummelihat Dinda disebelahnya ketakutan.“Tenang Dinda, nanti aku bantu” ucap Mike sambil menepuk pundak Dinda. Mike berusahamenenangkan Dinda, namun tampaknya Dinda tidak membuat Dinda lebih baik, justrugemetarnya semakin kencang dan keringat dingin itu semakin terlihat jelas dan menetesdari dahinya.“Hmm, huh” Dinda menghela nafas, sambil mengepalkan kedua tangannya dan berkata “YaAku Pasti Bisa” tanpa sadar Dinda menggebrak meja dengan kepalan tangannya itu.Semua mata tertuju ke arah Dinda dengan muka kesal.“Ya anak-anak ibu akan memanggil nama kalian secara acak, yang ibu panggil maju kedepandan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari ibu. Semoga sukses. Ibu mulai dari…..pertamaMike Alexander Surya tolong maju Mike” Kata Ibu guruMike pun langsung berdiri dan berjalan tenang kedepan kelas“Mike jawab pertanyaan ibu kapan terjadi peristiwa Rengasdengklok?” Ibu gurumelontarkan pertanyaan pertama kepada MikeDengan santai Mike menjawab “16 Agustus 1945”“Ya pertanyaan kedua apa alas an Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta diasingkan keRengasdengklok oleh keompok pemuda?” ibu guru pun melontarkan pertanyaan keduakepada Mike“Saat itu golongan Pemuda mendesak Ir. Soekarno untuk segera memproklamirkanKemerdekaan Indonesia, Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidakberubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusunrencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil
  4. 4. dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. Golonganpemuda tidak ingin Soekarno lebih terpengaruh organisasi buatan Belanda, sehinggagolongan pemuda memutuskan untuk mengasingkan Ir.Soekarno dan Moh. Hatta keRengasdengklok untuk beberapa waktu” Mike menjawab pertanyaan Ibu guru dengantenang. Satu demi satu pertanyaan terus dilontarkan ibu guru kepada Mike tidak satupunjawaban Mike salah. Ibu guru mempersilahkan Mike kembali ke tempat duduknya. Mikeberjalan ke tempat duduknya dan kembali duduk manis disebelah Dinda semakin parahpaniknya.“Melihatmu didepan tadi aku semakin…huh” ucap Dinda pesimis.“Tuhan tolonglah aku, aku belum siap Tuhan, aku belum siap mengikuti ulangan lisan ini”ucap Dinda cemas.Satu persatu ibu guru memanggil nama muridnya secara acak dan satu persatu pertanyaanibu guru lontarkan pertanyaan seputar sejarah Kemerdekaan Negara Indonesia kepadamereka yang maju kedepan, hingga bell tanda jam mata pelajaran sejarah habis Dindabelum terpanggil.“Syukurlah, terima kasih Tuhan kau baik sekali kepadaku” ucap Dinda dengan nada gembira.“Dinda kau itu memang bodoh, kau tidak pernah belajar” cibir Haris kepada Dinda siswayang membenci Dindanya.Mike seolah tidak mendengarkan kedua siswa tersebut saling beradu mulut, dia hanya sibukmengutak-atik handphonenya. Satu persatu mata pelajaran secara penuh diikuti oleh Mikedan Dinda. Tepat pukul 13.30 bell berbunyi (Tet..tet..tet) tanda pulang sekolah. Semuasiswa-siswi berhamburan keluar kelas, ada yang berlari cepat menuju gerbang, ada yangsecara bergerombol berjalan santai sambil berbincang, ada pula yang berjalan menuju parkirsepeda bagi siswa yang memarkirkan sepedanya yang digunakan untuk berangkat kesekolah, semua siswa meninggalkan sekolah dan menuju ke rumahnya masing-masing tidakterkecuali Mike dan Dinda, mereka berjalan menuju sedan hitam yang seperti biasa diparkirPak Amir dekat pohon beringin disamping sekolah. Mike dan Dinda mempercepatlangkahnya dan segera memasuki mobil. Mike yang terlihat sangat lelah melepaskanlelahnya dengan bersandar di sofa mobilnya begitupun Dinda. Dinda terlihat sangat senangdan sesekali dia tersenyum sendiri. Pak Amir yang siap melajukan mobilnya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Kedua bocah tersebut melalui spion kaca dalam.“Capek banget ya den?nanti pulang sekolah makan terus langsung istirahat den, biarcapeknya ilang” ucap Pak Amir member saran kepada Mike. Mike tidak menjawab sapatahkatapun apa yang diucapkan Pak Amir, ia seperti terhanyut dalam lamunan.“Memang tadi pelajarannya apa aja Din?” tanya Pak Amir kepada Dinda dengan sesekalimenatap spion mobil.“Sejarah, Bahasa Inggris, IPA, sama Kesenian pak” jawab Dinda“Oh..” sahut pak Amir dengan suara lirih, kemudian melanjutkan fokus menyetir mobilnya. Sesampainya dirumah, Mike langsung menuju kamar tidurnya dan merebahkanbadannya diatas kasur empuknya itu. Tidak lama Mike mencopoti dahulu pakaian seragam,sepatu, serta atribut-atribut sekolah lainnya yang masih dipakainya. Dengan berpakaiankaos dan celana pendek ia ke bawah menuruni tangga, menuju ruang makan.“Mbok.. Mbok Sumi” teriak Mike memanggil Mbok Sumi.“iya den, mau makan, itu lauknya udah ada dimeja” sahut Mbok Sumi menghampiri tuanmudanya“Atau mau mbok suapin?” lanjut mbok Sumi“Boleh” jawab Mike tidak bersemangat
  5. 5. Timbul pertanyaan-pertanyaan dalam benak Mike “Kapan aku merasakan kasih sayangmereka (kedua orangtuanya), kenapa mereka selalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing?kenapa aku tidak pernah diperhatikan oleh mereka?”.“Mau nambah gak den?” tanya Mbok Sumi. Ternyata tanpa disadari sepiring nasi sudahdihabiskan Mike denga lahap.“Sudah Mbok, aku sudah kenyang” jawab Mike sambil mengelus perutnya yang terlihatmembuncit.“Ini minumnya habiskan ya den..” ucap Mbok Sumi sambil menyodorkan segelas air putih.Mike pun menghabiskan segelas air putih itu dengan cepat. Mbok Sumi tidak mampumenahan air matanya melihat tuan mudanya, seperti rasa haru dan kasihan karena tuanmudanya tidak pernah diperhatikan oleh Tuan dan Nyonya nya. Saat Mike hendak berdiri,segera mbok Sumi menghapus air matanya, dia tidak ingin tuan mudanya itu mengetahuidirinya menangis.“Mbok aku kekamar, aku lelah dan aku ingin tidur siang” Ujar Mike kepada Mbok Sumi“Iya Den, istirahatlah” jawab Mbok Sumi sambil mengusap-usap punggung MikeDengan langkah cepat Mike menaiki tangga, dan memasuki kamar tidurnya.“Kasihan Den Mike, hidupnya kurang sempurna karena kurang perhatian tuan dan nyonya”Mbok Sumi berkata dalam hati sambil membersihkan meja makan dia berteriak memanggilputrinya “Dinda…Dindaaaaa”“Iya buuu…” sahut Dinda sambil berlari menghampiri ibunya. Tanpa basa basi denganinisiatif Dinda langsung membantu ibunya membersihkan meja makan.“Sedang apa kamu dikamar terus?” tanya Mbok Sumi kepada putrinya“aku sedang belajar, hari Jum’at aku ada ulangan lisan bu, harusnya tadi, tapi memang akusedang beruntung jadi aku ikut gelombang kedua hari jum’at” jawab Dinda dengan nadagembira.“Ibu tidak yakin kamu serius belajar” ujar Mbok Sumi sambil meledek putrinya“huh ibuuu….” Jawab Dinda sedikit kesalKeduanya membawa piring kotor bekas makan Mike ke dapur, setelah itu Dinda bergegaskembali ke kamar dan melanjutkan belajarnya dengan menghafalkan materi ulangan untukhari jum’at. Sedangkan Mbok Sumi mencuci piring dan membereskan dapur yang masihterlihat sedikit berantakan. Setelah itu Mbok Sumi melanjutkan pekerjaan rumah yangbelum sempat terpegang olehnya, dari mulai menggosok pakaian, mengelap perabotanhingga menyiram bunga dan memotong serta merapikan rumput-rumput halaman. Hari sakin senja, dan semakin malam Mbok Sumi melepas lelahnya, dia masuk kekamar dan berniat untuk tidur sejenak sambil menunggu Tuan dan Nyonya pulang, tetapidari luar kamar sudah terdengar keras suara Dinda yang sedang belajar dan menghafalkanmateri sejarah sejak siang tadi. Mbok Sumi pun masuk dan langsung merebahkan badannyadisamping putrinya yang sedang belajar.“Huh ibu menggangguku saja, aku lagi rajin nih bu..” ujar Dinda pada ibunya“Ibu lelah ibu mau istiahat sebentar, kau tidak seperti Den Mike, belajarmu bikin kepala ibutambah pusing” jawab ibu dengan nada meledek. Tidak lama kemudian sang ibu punterlelap begitupun Dinda yang sudah tidak dapat melawan rasa ngantuknya. Pukul 11.45beberapa kali telpon rumah berdering kencang membangunkan Mbok Sumi dari lelaptidurnya.“Hallo…” ucap Mbok Sumi menjawab telpon“Mbok ini aku, sebentar lagi aku sampai rumah” jawab Nyonya Evellin yang hendak tibadirumah
  6. 6. “Baik Nyonya” jawab Mbok SumiMbok Sumi langsung membukakan pintu untuk Tuan dan Nyonya nya. Tidak lama kemudiansatpam membuka gerbang, tampak mobil merci masuk dan berhenti tepat depan pinturumah, Tuan dan Nyonya Evellin turun dari mobilnya, dan langsung masuk kedalam rumah,Mbok Sumi kembali menutup pintu.“Mike sudah tidur mbok?” tanya Tuan Surya“Sudah tuan..” jawab Mbok Sumi“Mbok tolong siapkan pakaian untuk besok, ada proyek diluar kota dan kami berangkat jamsetengah lima pagi” pesan Nyonya Evellin kepada Mbok Sumi“Baik nyonya” jawab Mbok SumiTuan Surya dan Nyonya Evellin tampak memasuki kamar Mike, hanya untuk menciumkening anak semata wayang mereka, memang seperti itulah kebiasaan mereka. Mbok Sumiyang memeperhatikan dari bawah hanya bisa menitikkan air mata setiap kali melihatmoment itu. Namun apa yang bisa ia perbuat?ia tidak bisa berkomentar langsung dihadapanTuan dan Nyonya nya itu. Sesekali ia menghela nafas. Mbok Sumi dengan rasa ngantuk yangsudah memuncak kembali ke kamar belakang dan masuk ke kamarnya untuk kembalimelanjutkan istirahatnya. Tepat pukul 04.30 Tn Surya dan Ny. Evellin berangkat ke luar kota. Setalah itu tidaklantas Mbok Sumi kembali tidur dia bahkan memulai mengerjakan pekerjaan-pekerjaanrumah. Sedangkan Mike tidak mampu menahan tangis ketika menyaksikan lewat jendelakamarnya Papa dan Mama nya pergi ke luar kota dan ini adalah pertama kalinya Mikemelihat langsung moment tersebut.“Aku benci, aku benci ini kenapa aku telahir sebagai aku sekarang ini?kenapa kau kasih akuorang tua seperti mereka Tuhan?Kenapa?” ucap Mike sambil menangis dan memukuli tralisjendela kamarnya. Perlahan ia berjalan mendekati meja belajarnya, dia duduk dan iamengambil kalender serta spidol merah. ia pun menandai tanggal dan berkata “sehari lagihari ulang tahunku, dan mereka masih tidak peduli denganku” gerutu Mike kesal dan sakingkesalnya Mike melempar Kalender dan Spidol merah tadi ke arah pintu. Waktu menunjukkan pukul 05.30 Mike belum juga bergegas bersiap-siap untukberangkat ke sekolah. Dinda yang bangun lebih awal dan berniat untuk berangkat lebihawalpun mulai bersiap-siap sebelum berangkat ke sekolah. Sedangkan Mbok Sumimempersiakan sarapan untuk tuan mudanya Mike. Namun hingga pukul 06.10 Mike belumterdengar memanggil Mbok Sumi. Mbok Sumi sedikit cemas, dia takut terjadi apa-apaterhadap tuan mudanya itu. Dengan mengendap-endap ia mendekati kamar Mike dan tidakada suara rebut seperti biasa saat Mike kewalahan melakukan persiapan sendiri sebelumberangkat ke sekolah. Perlahan ia buka pintu kamar tuan mudanya itu, dan Mbok Sumimelihat tuan mudanya tertidur diatas meja belajarnya. Ia berniat masuk utnukmembangunkan Mike, namun baru selangkah Mbok Sumi menginjak sesuatu, ia reflek danlangsung melihat apa yang diinjaknya itu, sebuah kalender dan spidol berserak dikamarMike, Mbok Sumi pun mengambilnya dan kemudian mengantonginya di saku baju yangdipakainya untuk kemudian ditanyakan kapada putrinya apa maksud dari tulisan dikalenderitu. Mbok Sumi melangkah mendekati Mike dan merada pundak Mike, ia goyangkan pelanbadan Mike berusaha membangunkan “Den…Den Mike sudah siang Den, Den.. Den” MbokSumi terus berusaha membangunkan Mike dan kemudian meraba keningnya, Mbok Sumipanik saat tahu suhu badan Mike tinggi.“Pak Amir……., Pak Ujang…….., Dindaaaaaa………..” teriak Mbok Sumi
  7. 7. Tidak lama kemudian Pak Amir dan Pak Ujang muncul. “Kenapa Mbokayu Kenapa?ono opotho?” tanya Pak Amir ikut panik“Den Mike Badannya panas sekali” jawab mbok Sumi“Tolong telpon Dokter, cepaaaaattt” lanjut Mbok Sumi semakin cemas“Baik Mbok” jawab keduanya kompak “Dindaaaaaaaa” teriak Mbok Sumi memanggil putrinya yang belum juga menampakkanbatang hidungnya“Iyaaaa ibu tunggu sebentar, aku sedang mengelap piring untuk sarapan Mike….” SahutDinda yang belum tahu kejadian sebenarnyaMbok Sumi pun menghampiri Dinda di dapur dan langsung menarik tangannya “Apa yangsedang kau lakukan, Den Mike Demam tinggi” ucap Mbok Sumi kepada putrinya“Mike sakit?” tanya Dinda meminta penjelasan“Den Mike sepertinya dia Demam Tinggi Dinda,tolong kau siapkan kompres, lalu nanti antarke atas” jawab Mbok SumiDinda pun segera menyiapkan kompres untuk Mike, dan membawanya ke atas.“Atau kita telpon Tuan dan Nyonya saja mbok?biar mereka tau” sahut Pak Amir“Kita liat nanti saja mir” jawab Mbok Sumi yang tidak bisa menyembunyikan kecemasannyaTidak lama kemudian Dokter pun datang, Mbok Sumi pun langsung meminta dokter untuksegera memeriksa tuan mudanya itu“Tolong periksa Den Mike dok, suhu badannya tinggi sekali, saya takut dia terjadi apa-apa,apa dia salah makan, masuk angin, kurang istirahat atau apa dok?” Tanya Mbok Sumikepada dokter.“Iya bu, saya periksa dulu anaknya” jawab DokterSetelah selesai dokter memeriksa“Bagaimana dok?” tanya Dinda“Dia hanya demam biasa, kurang istirahat dan terlalu banyak pikiran saja” jawab doktersambil menuliskan resep untuk MikeMbok Sumi langsung hening, dia seperti tau apa yang menyebabkan tuan mudanya itu sakitseperti sekarang ini.“Ini Obatnya untuk aturan meminumnya dan kapan waktunya sudah saya tulis disitu ” ujardokter sambil menyerahkan obat dan resep yang telah ditulisnya kepada Dinda“Terima kasih dok” jawab DindaPak Amir yang masih berada dikamar Mike, inisiatif mengantar kan dokter hingga depanpintu “Mari pak” ucap pak Amir mempersilahkanMbok Sumi yang menyimpan sesuatu disakunya segera menunjukkan kepada Dinda“Din, ini apa maksudnya, ibu tidak mengerti?” tanya Mbok Sumi kepada putrinya“Kalender…?” jawab Dinda bingung“Ibu menemukan ini berserak didekat pintu kamar tadi pagi?ibu tidak mengerti apa tulisantulisan ini?tolong kamu jelaskan pada ibu” ujar mbok Sumi penasaran“Tanggal 3 Desember besok dia berulangtahun bu..” jawab Dinda memberitahu maksud daritulisan Mike di kalender itu.“Ya tuhan, ibu yakin ini yang membuat Den Mike seperti ini” ujar Mbok Sumi“Maksudnya bu, dia sedih karena nggak ada satupun yang ingat hari ulang tahunnya?begitumaksud ibu?” tanya Dinda“Ya, dan yang lebih membuat Den Mike terpukul adalah Kedua orang tuanya yang samasekali lupa hari ulang tahun anaknya, keterlaluan” jawab Mbok Sumi dengan nada penuhkecewa
  8. 8. Tidak lama suara Mike terdengar merintih dan memanggil nama Mbok Sumi “Mbok…Mbok”“Iya Den….”Mbok Sumi dengan cepat mendekati Mike.“Minum mbok, aku haus” ujar Mike dengan lirih kepada Mbok SumiMbok Sumi pun mengambilkan segelas air untuk Mike: “Ini Den..” mbok sumi menyodorkansegelas air putih untuk Mike.“kata Dokter Den Mike harus beristirahat yang cukup, jangan terlalu banyak fikiran ya Den,Mbok takut terjadi apa-apa sama Den, Mbok tinggal dulu ya Den..” Mbok Sumi punmerapikan selimut yang setengah membalut badan Mike itu. Dan kemudian Mbok Sumi punmenarik tangan Dinda dan ke luar dari kamar Mike.Sambil menuruni tangga Dinda mengusulkan ide kepada ibunya untuk memberikan kejutanulang tahun untuk Mike.“Ibu bagaimana kalau nanti tepat jam 12 malam, kita berikan kejutan ulang tahun untukMike, setidaknya mengurangi rasa sedihnya karena tidak mendapat kejutan dari orangtuanya” ujar Dinda“Iya Din, ibu setuju kita bikin kue ulang tahun untuk den Mike ya Din” ucap Mbok Sumimeminta persetujuan putrinya“Ok juga bu” jawab Dinda setuju“Kita ajak juga Pak Amir dan Pak Ujang bu” lanjut Dinda“Ya..” jawab Mbok Sumi Tepat pukul 00.00 Mbok Sumi, Dinda dan Pak Amir siap-siap memberi kejutan ulangtahun untuk tuan muda mereka. Semua lampu mati tidak terkecuali lampu kamar Mike.Mike yang sudah setengah siuman, kaget dan langsung berteriak memanggil Mbok Sumi.Tidak lama kemudian lampu kembali nyala dimana ketiga orang tersebut sudah beradadikamar Mike, dengan membawa kue tart sederhana, terompet dan balon. Merekamenyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Mike. Terlihat Mike sangat bahagia dia takmampu menyembunyikan ekspresi bahagianya itu dengan meneteskan air matanya, Mikemengucapkan terima kasih kepada keempat orang itu terutama Mbok Sumi yang sudahsepenuh hati menyayangi dirinya, dipenghujung moment tanpa diduga orang tua Mikedengan membawa kue tart mewah memasuki kamar Mike dan menyanyikan selamat ulangtahun untuk Mike. “Selamat ulang tahun Mike, maafkan kami selama ini kami telah menyia-nyiakan mu, kami berjanji Mike mulai detik ini kau akan selalu mendapat perhatian sertakasih sayang kami yang nyata. We love you Mike” Ucap Papa mike, Mama Mike punmencium anak tercintanya itu. Mike tidak mampu berkata apa-apa begitupun Mbok Sumi.Nyonya Evellin pun kemudian memeluk Mbok Sumi dan Dinda. “terima kasih, kalian telahmenyadarkan kami, kami tau ini kesalahan kami” ucap Ny.Evellin. Hanya suasana haru yangmenyelimuti keadaan pada saat itu, tangisan haru tidak mampu dibendung oleh orang-orang yang berada disitu. Ini seperti mimpi bagi Mike. Sesekali Mike mencubit-cubit pipinyadan ini adalah nyata. Ulang tahun Mike yang ke-15 ini adalah yang paling berkesan pasalnyauntuk pertama kalinya Papa dan Mamanya member kejutan ulang tahun kepada Mike. -THE END-

×