MORFOLOGI DAN MORFOFONEMIK KATA KERJA
                                  BAHASA SAMAWA DIALEK TONGO
                       ...
B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas, maka peneliti dapat
   merumuskan p...
b. “Sistem Morfologi Kata Kerja Bahasa Sumbawa”.1983. Oleh: Mahsun. Skripsi S1 pada Fakultas
       Satra Universitas Jemb...
‘Mekanisme pembentukan leksem yaitu kaidah-kaidah yang merupakan kaidah
          komponen leksikal. Kaidah-kaidah tersebu...
proses pembubuhan afiks, d) pengulangan dengan perubahan fonem. Pemajemukan adalah
   penggabungan dua kata atau pokok kat...
dijelaskan bahwa proses morfofonemik ini digolongkan ke dalam tiga macam, yakni: (1) perubahan
   fonem, (2) penambahan fo...
BAB III
                                            METODE PENELITIAN
   A. Strategi Penelitian
          Penelitian ini m...
BAB IV
                                             HASIL DAN PEMBAHASAN
   A. Pengantar
       Seperti sudah dijelaskan p...
‘saya berteduh         di situ’

   6. /tode ko              ba-sai’ dua/

      [tode ko              ba-saiq dua]

     ...
3. {ba-} berbentuk {bal-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /a/ dan terjadi
       pemunculan fonem /l/ di a...
Kalimat (1) sampai dengan kalimat (3) menunjukkan bahwa prefiks {ra-} berfungsi
   membentuk verba intransitif karena keha...
payung→ ipayung ‘memayungi’

       jala →       ijala     ‘menjala’

       taek →       itaek     ‘menaiki’

       mejo...
‘rosdi memacul sawah itu’

         3.a. /pina buku ko deka/

                [pina buku ko deka]

                ‘pindah...
dunu         → sadunu         ‘mendahulukan’

       jerang       → sajerang       ‘membuat kapok’

       gera         → ...
nilainya’, dan samenong ‘memperdengarkan’ dalam konstruksi kalimat /evi samenong deka
   menyanyi/ ‘evi memperdengarkan de...
samung       → ñamung         ‘menjawab panggilan’

   4. Prefiks {N-} berbentuk {-} apabila melekat pada bentuk dasar be...
sampai (4) di atas sebagai verba intransitif, yakni: tidak dapat dipasifkannnya konstituen pak guru
   pada kalimat (1) me...
‘saya     memiliki sendiri tanah itu’
       2. /reri ka-dua’ tepung ko            ke      ari/
          [rri ka-duaq te...
6.3 Arti Gramatikal Prefiks {ka-}1

             Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {ka-} ada...
7.2 Fungsi Prefiks {ka-}2

              Prefiks {ka-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi yakni: membentuk verba intra...
/ente-ente/            [ente-ente]                     ‘mengambil-ambil’                            /ente/

     /asa-asa/...
Kedua kalimat di atas menurut ciri valensinya memperlihatkan kesamaan. Hal ini sudah pasti
   bahwa kata jadian nginum-ngi...
‘robi     sedang meninggikan               tiang            bendera           itu’

       2. /tuti     i-karante-rante   ...
11. Reduplikasi Tipe ((D+Rpar))

            Reduplikasi dengan tipe ((D+Rpar)) adalah reduplikasi yang dibentuk dengan pe...
Transkrip                 Transkrip Fonetik          Glos                                 Morfem Dasar
     Fonemik Kata  ...
BAB V SIMPULAN



             Pembentukan kata kerja Bahasa Sumbawa Dialek Tongo dalam hubungannya dengan afiksasi
   pad...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Morfologi Dan Morfofonemik Bahasa Sumbawa Dialek Tongo

5,626 views

Published on

tulisan ini berisi tentang morfologi bahasa Saumbawa dialek Tongo

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,626
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
15
Actions
Shares
0
Downloads
104
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Morfologi Dan Morfofonemik Bahasa Sumbawa Dialek Tongo

  1. 1. MORFOLOGI DAN MORFOFONEMIK KATA KERJA BAHASA SAMAWA DIALEK TONGO Oleh Kasman, S.Pd., M.Hum.i BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi (Abdul Chaer, 1995: 14-18). Sebagai sebuah sistem, bahasa pada dasarnya memberi kendala pada penuturnya. Dengan demikian, bahasa pada gilirannya pantas diteliti, karena kendala-kendala yang dihadapi oleh penutur suatu bahasa memerlukaan penanganan dan pencerahan. Bahasa menurut Saussure (1973:6) dibagi ke dalam tiga unsur, yakni : la langue, la parole, dan la langage. La Parole adalah keseluruhan apa yang diucapkan orang termasuk konstruksi-konstruksi individu yang muncul dari pilihan penutur, atau ucapan-ucapan yang diperlukan untuk menghasilkan konstruksi-konstruksi berdasarkan pilihan bebas. La langue adalah keseluruhan kebiasan yang diperoleh secara pasif yang diajarkan oleh masyarakat bahasa yang memungkinkan para penutur saling memahami dan menghasilkan unsur-unsur yang dipahami penutur dalam masyarakat. La langage merupakan gabungan antara parole dan langue. Selanjutnya, dijelaskannya la langage tidak memenuhi syarat untuk diteliti karena terkandung faktor-faktor individu yang berasal dari pribadi penutur. Apabila pribadi penutur dimasukkan maka akan ada unsur kerelaan sehingga tidak teramalkan dan tidak memungkinkan kita untuk meneliti secara ilmiah. Setelah kita melihat pendapat-pendapat di atas, ilmu bahasa (Linguistik) adalah bagian dari pengetahuan, karena linguistik merupakan hasil pemikiran manusia. Dalam hal ini, Sudaryanto (1978:7) menjelaskan bahwa pengetahuan dibagi ke dalam dua bentuk, yakni: (1) pengetahuan logis atau diskursif dan (2) pengetahuan intuitif. Pengetahuan logis di sini diperoleh melalui alat pikir dan pengetahuan intuitif diperoleh melalui alat intuisi. Dengan demikian, maka linguistik dapat digolongkan sebagai pengetahuan logis atau diskursif karena ilmu linguistik merupakan hasil pemikiran manusia (linguis). Berpijak pada alasan bahwa bahasa adalah kendala bagi penuturnya, sehingga memerlukan pencerahan, maka penulis menganggap bahwa Bahasa Sumbawa dialek Tongo merupakan bahasa yang pantas untuk mendapatkan perhatian. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 1 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  2. 2. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan permasalahan-permasalahan, yakni: 1) Morfem apa saja yang digunakan dalam pembentukan verba bahasa Sumbawa dialek Tongo? 2) Bagaimanakah sistem morfologi kata kerja bahasa Sumbawa dialek Tongo? 3) Bagaimanakah sistem morfofonemik afiks pembentuk verba bahasa Sumbawa dialek Tongo? 4) Bagaimanakah fungsi dan makna afiks pembentuk verba bahasa Sumbawa dialek Tongo? C. Tujuan Penelitian Secara umum tujuan penelitian ini adalah : (a) untuk mendeskripsikan afiks-afiks pembentuk verba bahasa Sumbawa dialek Tongo, b) untuk mendeskripsikan sistem morfologi kata kerja bahasa Sumbawa dialek Tongo, sehingga akan diperoleh gambaran yang jelas tentang hal tersebut, c) untuk mendeskripsikan sistem morfofonemik kata kerja Bahasa Sumbawa dialek Tongo, d) untuk mendeskripsikan fungsi dan makna afiks pemebentuk verba bahasa Sumbawa dialek Tongo. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis 1) Sebagai bahan informasi bagi peneliti-peneliti selanjutnya terutama tentang morfologi. 2) Sebagai bahan atau informasi untuk membandingkan bahasa daerah yang ada di seluruh wilayah nusantara. 3) Menambah kekayaan bahasa (linguistik) dalam bidang morfologi. 4) Sebagai sarana pengembangan bahasa daerah Sumbawa ke arah pembakuan. 2. Manfaat Praktis 1) Menanamkan dan menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat Sumbawa terhadap bahasa daerah Sumbawa khususnya. 2) Sebagai bahan pengajaran bahasa daerah terutama tentang morfologi. BAB II KAJIAN TEORI A. Tinjauan Kritis Penelitian yang Pernah Dilakukan Adapun penelitian yang pernah dilakukan sehubungan dengan bahasa Sumbawa yakni: a. “Morfologi Bahasa Sumbawa Dialek Jereweh”. 1990. Oleh : Mahsun. Tesis S2 pada program pdfMachine Pascasarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 2 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  3. 3. b. “Sistem Morfologi Kata Kerja Bahasa Sumbawa”.1983. Oleh: Mahsun. Skripsi S1 pada Fakultas Satra Universitas Jember. c. “Kedudukan dan Perilaku Satuan Lingual I dalam Bahasa Sumbawa Dialek Jereweh”. 1987. Oleh: Mahsun, dkk. Laporan Penelitian FKIP Universitas Mataram. d. “Preposisi Unik Bahasa Sumbawa Dialek Jereweh”.1988. Oleh: Mahsun. Makalah pada Seminar dan Konfrensi Nasional V MLI di Ujung Pandang. e. “Struktur Bahasa Sumbawa”.1980. Oleh: Sumarsono, dkk. Singaraja: Laporan Penelitain Tim Peneliti FKIP Universitas Udayana. f. Morfologi dan Sintaksis Bahasa Sumbawa (Dialek Sumbawa Besar). 1986. Oleh: Sumarsono, dkk. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. g. “Struktur Bahasa Sumbawa” (dialek Sumbawa Besar).1982. Oleh: Rudiyanto, dkk. Singaraja: Laporan Penelitian Tim Peneliti Universitas Udayana. B. Bahasan Teori 1. Morfologi Alwasilah, (1993:110) mengemukakan bahwa morfologi adalah suatu cabang dari ilmu bahasa (linguistik) yang mempelajari dan menganalisis struktur, bentuk, klasifikasi kata-kata. Lebih jauh dijelaskannya bahwa morfologi dalam bahasa Arab adalah tasrik atau perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi bermacam-macam bentuk untuk mendapatkan makna yang berbeda, apabila tanpa perubahan itu makna yang berbeda itu tidak akan terlahirkan. Aronoff, (1981:21) mengemukakan sebuah hipotesis yang berkaitan dengan pembentukan kata dan kemudian lebih dikenal dengan morfologi generatif. Dalam hipotesis itu Aronoff menjelaskan Alll regular word-formation processes are word base. A new word is formed by applying a regular rule to a single already exsiting word. Both the new word and the existing one are remembers of major lexical catgories. ‘Semua proses pembentukan kata yan teratur itu didasarkan pada kata. Kata bentukan tersebut dibentuk dengan menggunakan kaidah-kaidah yang teratur kepada kata tunggal yang sudah ada. Kata yang menjadi dasar dan kata yang menjadi hasil termasuk kategori-kategori leksikal’. Lebih lanjut Aronoff, (1981 : 46) menjelaskan : word formation rules of the lexicon, and as such operate to totally within the lexicon. They are totally separate from the other rules of the grammar, though not from the other components of the grammar. A word formation rules may make reference to syntactic, semantic, or phonological rules. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 3 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  4. 4. ‘Mekanisme pembentukan leksem yaitu kaidah-kaidah yang merupakan kaidah komponen leksikal. Kaidah-kaidah tersebut sama sekali merupakan hal yang tersendiri dari kaidah-kaidah gramer lainya meskipun bukan dari komponen gramer. Kaidah-kaidah pembentukan kata harus memperhitungkan ciri-ciri semantik, sintaksis, dan fonologi kata tetapi bukan kepada sintaksis, semantik, dan kaidah fonologi’. Dari penjelasan di atas, diisyaratkan bahwa: a) dasar bagi pembentukan kata adalah kata, 2) kata-kata tersebut merupakan kata-kata yang sudah ada dalam bahasa tersebut, 3) kaidah-kaidah pembentukan kata tersebut harus megambil dasar sebuah kata bukan frase, 4) kata-kata yang menjadi input dan output harus termasuk dalam kategori-kategori leksikal utama, dan 5) asumsi-asumsi tersebut harus memperhitungkan ciri-ciri khas sintaksis, semantik, dan fonologi. Sementara ittu, Nida (1949: 1) menjelaskan bahwa: morphology is study of morphemes and their arrangements in formating word. Morphemes are the minimal meaningful unit which may constitute word or parts of word, e.g. re-, de-, un-, ish-, -ly in the combination receive, demand, untie, boyish, lekely. The morphem arragements that form words or part of words. Combination of word into phrases and sentenses are treated under the syintax. ‘Morfologi merupakan studi tentang morfem dan susunan-susunnya di dalam bentuk kata. Morfem adalah unit makna terkecil yang terdapat di dalam kata atau bagian kata, seperti : re-, de-, un-, ish-, -ly di dalam kombinasi receive, demand, untie, boyish, lekely. Susunan morfem adalah bentuk kata atau bagian dari kata. Kombinasi dari kata ke dalam frase dan kalimat dibicarakan di dalam sintaksis’. Dalam hubungannya dengan morfologi seperti yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, Ramlan (1978:21) menjelaskan bahwa morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari seluk beluk pembentukan kata dan pempelajari adanya arti sebagai akibat perubahan golongan. Dalam pada itu, (Ramlan dalam Efendi, 1979:12) mengemukakan bahwa proses morfologi dibagi ke dalam tiga macam, yakni: (1) proses pembubuhan afiks, (2) proses pengulangan, dan (3) proses pemajemukan. Afiksasi adalah pembentukan kata dengan jalan pembubuhan afiks atau imbuhan pada suatu bentuk atau kata dasar. Lebih lanjut dijelaskan bahwa afiks menurut posisi melekatnya dapat dibagi ke dalam empat macam, yakni: (1) prefiks atau awalan, (2) infiks atau sisipan, (3) sufiks atau akhiran, dan konfiks atau kombinasi afiks. Selanjtnya, secara garis besar afiks dibagi ke dalam empat macam pula, yakni: (1) afiks asli, (2) afiks asing, (3) afiks produktif, dan (4) afiks improduktif (afiks yang telah usang distribusinya). Reduplikasi dijelaskan sebagai pembentukan kata dengan jalan pengulangan bentuk dasarnya baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Lebih jauh Ramlan, (1997:69-78) membagi proses pengulangan ke dalam empat macam, yakni: a) pengulangan seluruh, b) pengulangan sebagian, c) pengulangan yang berkombinasi dengan pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 4 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  5. 5. proses pembubuhan afiks, d) pengulangan dengan perubahan fonem. Pemajemukan adalah penggabungan dua kata atau pokok kata menjadi satu kata baru yang mengandung satu pengertian. Sementara itu, Sudaryanto, dkk (1992:16-21) menjelaskan bahwa proses morfologis adalah proses pengubahan kata dan pengubahan ini memiliki tiga keistimewaan, yakni: (1) adanya keteraturan cara pengubahan dengan alat yang sama, (2) menimbulkan komponen maknawi baru pada kata ubahan yang dihasilkan akibat adanya unsur pembentuk kata baru, (3) kata baru sebagai hasilnya bersifat pilimorfemis karena berunsurkan lebih dari satu morfem (satu satuan bentuk terkecil bermakna). Dicontohkan di sini bahwa pengubahan dari desa ‘desa’ ke ndesa ‘desa’ dalam tuturan bocah ndesa bukan termasuk proses morfologis karena tidak termasuk dalam tiga keistimewaan (persyaratan) di atas. Akan tetapi, pengubahan dari dobos ‘bual’ ke ndobos ‘pembual’ dalam bocah ndobos ‘anak pembual’ disebut proses morfologis karena di samping memenuhi persyaratan di atas juga memiliki sifat keteramalan. Ditambahkan pula bahwa morfologi secara umum dibagi ke dalam dua macam, yakni: morfologi derivasional dan morfologi infleksional. Morfologi derivasional seperti dijelaskannya sebagai proses morfologis yang membedakan kategori bentuk dasar dengan kategori bentuk jadiannya sehingga bentuk dasar dan bentuk jadiannya pun sama-sama memiliki makna leksikal yang berbeda. Sebaliknya, morfologi infleksional dijelaskan sebagai proses morologis yang tidak membawa perubahan makna leksikal pada kata jadiannya apabila dipandang dari makna bentuk dasarnya, seperti: nangisan ‘suka menangis’ dengan nangis ‘menagis’ dalam bahasa Jawa dikelompokkan sebagai proses morfologis infleksional. Sejalan dengan itu, Verhaar (2000:97-98) menjelaskan bahwa morfologi merupakan cabang linguistik yang mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sabagai satuan-satuan gramatikal. Dicontohkan di sini seperti kata berhak yang dijelaskan terdiri dari dua satuan minimal, yaitu: ber- dan hak dan kedua satuan minimal itu dinamakan morfem. 3. Proses Morfofonemik Edi Subroto (1991:51) menjelaskan bahwa proses morfofonemis adalah proses perubahan fonem akibat pertemuan antara morfem dengan morfem. Hal itu terjadi karena gejala bentuk semata-mata sehingga bersifat mengatasi jenis-jenis kata dan karena bersifat sitematis sehingga terdapat kaidah-kaidah yang bersifat mengatur. Sejalan dengan hal itu, Ramlan (1997:83-84) menjelaskan bahwa terjadinya perubahan fonem sebagai akibat pertemuan morfem-dengan morfem disebut proses morfofonemik. Lebih jauh pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 5 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  6. 6. dijelaskan bahwa proses morfofonemik ini digolongkan ke dalam tiga macam, yakni: (1) perubahan fonem, (2) penambahan fonem, dan (3) hilangnya fonem. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 6 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  7. 7. BAB III METODE PENELITIAN A. Strategi Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Strategi yang digunakan adalah strategi kasus yang selanjutnya disebut strategi kasus terpancang (Yin, dalam Sutopo, 1996 :136). Apabila perumusan dan fokus penelitian sudah ditentukan sebelum peneliti terjun ke lapangan, maka secara lebih khusus bisa disebut sebagai studi kasus terpancang (embedded case study research). B. Metode dan Teknik Penelitian 1. Metode dan Teknik Pengumpulan Data Metode dan teknik yang akan digunakan dalam mengumpulkan data penelitian ini adalah metode cakap dengan teknik dasar teknik pancing yang diikuti oleh teknik lanjutan berupa teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat (Sudaryanto, 1993:133) 2. Validitas Data Kemantapan dan ketepatan sebuah data harus diusahakan sehingga setiap peneliti harus menentukan cara-cara untuk mengembangkan validitas data yang diperoleh (Sutopo, 1996:70). Sehubungan dengan hal tersebut maka penelitian ini akan menggunakan beberapa cara pengembangan validitas (kesahihan) data penelitian. Cara-cara yang dimaksud seperti yang diungkapakan (Sutopo:1996: 71-76) seperti trianggulasi data, trianggulasi metode dan trianggulasii peneliti. 3. Metode dan Teknik Analisis Data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah: metode padan dengan teknik-teknik: urai unsur langsung, sisip, ganti, dan oposisi dua-dua, dan metode distribusional dengan taknik-teknik: alat penentu referen dan alat penentu bahasa lain (lih. Sudaryanto, 1993:133, Edii Subroto 1992:65). pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 7 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  8. 8. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengantar Seperti sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, tulisan ini mencoba melihat sekaligus mengupas permasalahan Morfologi dan Morfofonemik Kata Kerja Bahasa Sumbawa Dialek Tongo yang lingkup perhatiannya pada morfologi infleksional dan morfologi derivasional, khususnya prefiksasi dan reduplikasi. B. Morfem Pembentuk Verba Bahasa Sumbawa Dialek Tongo 1. Prefiks {ba-} Secara kongkret morfem {ba-} akan berwujud {ba-} apabila melekat pada bentuk dasar yang berfonem awal konsonan. Di samping itu, apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal vokal akan berwujud {bar-}, dan {bal-}. 1.1 Fungsi Prefiks {ba-} Prefiks {ba-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi yakni: membentuk verba intransitif. Oleh karena itu, pelekatan prefiks {ba-} dalam bahasa ini bersifat derivasional. Dikatakan demikian, karena dari seluruh data yang ada menunjukkan bahwa prefiks {ba-} yang dilekatkan pada bentuk dasar berkategori verba transitif, nomina, adjektiva, dan numeralia mengalami perubahan kategori menjadi verba intransitif. Untuk lebih jelasnya, perhatilkanlah contoh di bawah ini! 1. /yeni bar-anak dokon bilik/ [yeni bar-anak dokon bilIk] ‘yeni melahirkan di kamar’ 2. /jaran ko bar-iak anepeka mate/ [jaran ko bar-iak anepeka mate] ‘kuda itu bernapas belum mati’ 3. /ina ka-bar-angkat ko bangkat/ [ina ka-bar-akat ko bakat] ‘ibu telah berangkat ke sawah’ 4. /tini mentu bal-ajar dokon bale dengan/ [tini mntu bal-ajar dokon bale dean] ‘tini sedang belajar di rumah temannya’ /aku ku-ba-seram kong ko/ pdfMachine [aku ku-ba-sram ko ko] A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 8 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  9. 9. ‘saya berteduh di situ’ 6. /tode ko ba-sai’ dua/ [tode ko ba-saiq dua] ‘anak dua itu bersatu’ Kalimat (1) sampai dengan kalimat (4) ini menggambarkan prefiks {ba-} berfungsi membentuk verba intransitif, karena kehadiran konstituen yang mengikuti kata jadian yang dimaksud tidak mutlak dibutuhkan, sehingga kalimat (1) dapat berbentuk yeni baranak ‘yeni melahirkan’, kalimat (2) dapat berbentuk jaran ko masi bariak ‘kuda itu masih bernafas’, kalimat (3) dapat berbentuk ina ka barangkat ‘ibu telah berangkat’, kalimat (4) dapat berbentuk tini balajar ‘tini belajar’, kalimat (5) dapat berbentuk aku kubalajar, kalimat (6) dapat berbentuk tode ko basai. Di samping itu, konstruksi kalimat (1) sampai (4) di atas tidak dapat dipasifkan menjadi: *dokon bilik bar-anak ling yeni pada data (1), * anepeka mate bar-iak ling jaran ko pada data (2), *ko bangkat barangkat ling ina pada data (3), * ko bale dengan balajar ling tini pada data (4), *kong ko baseram ling aku pada data (5), *dua ba-sai ling tode ko pada data (6). 1.2 Proses Morfofonemik Prefiks {ba-} Dari data-data di atas, secara morfofonemik dapat digambarkan sebagai berikut: 1. {ba-} berbentuk {bar- } apabila melekat pada morfem dasar berfonem awal /d, g, j, k, l, s, dan t/ dan setiap fonem awal mengalami pengekalan. dokar → badokar ‘mengendarai dokar’ gaba → bagaba ‘memanen gabah’ jalit → bajalit ’membuat gula aren’ kebon → bakebon ‘berkebun’ langan → balangan ‘berjalan’ telor → batelor ‘batelor’ subang → basubang ‘menggunakan anting’ 2. {ba-} berbentuk {bar-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /a/ dan /i/ dan terjadi pemunculan konsonan /r/ di antara prefiks dengan bentuk dasar yang dilekatinya. anak → baranak ‘beranak’ iak → bariak ‘bernafas’ (hanya ditemui satu data) pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 9 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  10. 10. 3. {ba-} berbentuk {bal-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /a/ dan terjadi pemunculan fonem /l/ di antara prefiks dengan bentuk dasar yang dilekatinya (pemunculan fonem /l/ hanya dijumpai satu data saja sehingga digolongkan sebagai morfem unik. ajar → balajar ‘belajar’ 1.3 Arti Gramatikal Prefiks {ba-} Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {ba-} adalah menyatakan makna melakukan suatu pekerjaan seperti terdapat pada bentuk dasar, seperti pada kata batelor ‘bertelur’ balayar berlayar’, dan lain-lain; menyatakan makna mengendarai pada kata badokar ‘mengendarai dokar’, basapeda ‘bersepeda’, dan lain-lain; menyatakan makna menggunakan sesuatu seperti terdapat pada bentuk dasar, seperti pada kata basubang ‘beranting’ dan lain-lain; menyatakan makna bergerak menuju suatu tempat, seperti pada kata barangkat ‘berangkat’; menyatakan makna berubah wujud, seperti pada kata bakela ‘mendidih’. 2. Prefiks {ra-} Morf {ra-} secara kongkret tetap berwujud {ra-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal konsonan /b, p, dan m/. Oleh karena morf {ra-} hanya memiliki satu wujud kongkret, maka morf {ra-} diklasifikasikan sebagai sebuah morfem prefiks yang memiliki satu alomorf berupa {ra-}. 2.1 Fungsi Prefiks {ra-} Prefiks {ra-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi, yakni: membentuk verba intransitif. Dengan demikian, kerhadiran prefiks {ra-} dalam bahasa ini bersifat derivasional, karena dari seluruh kata jadian yang dibentuk dengan pelekatan prefiks {ra-} tidak membutuhkan objek dalam konstruksi kalimatnya. Untuk lebih jalasnya, perhatilkanlah contoh di bawah ini. 1. /dita mentu ra-beda’ dokon angkang kaca/ [dita mntu ra-bedaq dokon aka kaca] ‘dita sedang berbedak di depan kaca/cermin’ 2. /sidik ra-bene ke tau taliang/ [sidik ra-bn ke tau talia] ‘sidik menikah dengan orang taliwang’ 3. ali ra-pina ko bale ko/ [ali ra-pina ko bale ko] ‘ali berpindah ke rumah itu’ pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 10 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  11. 11. Kalimat (1) sampai dengan kalimat (3) menunjukkan bahwa prefiks {ra-} berfungsi membentuk verba intransitif karena kehadiran konstituen yang mengikuti kata jadian yang dimaksud tidak mutlak dibutuhkan. Selain itu konstruksi kalimat (1) sampai (3) juga tidak dapat dipasifkan, seperti dalam konstruksi kalimat: /dita mentu ra-beda dokon angkang kaca/ ‘dita sedang memakai bedak di depan kaca’ pada data (1), /sidik ra-bene ke tau taliang/ ‘sidik menikah dengan orang taliwang’ pada data (2), dan /ali ra-pina ko bale ko/ ‘ali pindah ke rumah itu’ pada data (3) menjadi */dokon angkang kaca mentu ra-beda ling dita/ (1), */ke tau taliang ra-bene ling sidik/ pada data (2), dan */ko bale ko ra-pina ling ali/ pada data (3). Kenyataan bahwa ketiga konstruksi kalimat di atas tidak dapat dipasifkan yang disebabkan oleh tidak memungkinkan konstituen dita berbentuk ling dita pada data (1), sidik berbentuk ling sidik pada data (2), dan ali berbentuk ling ali pada data (3), menunjukkan bahwa prefiks {ra-} dalam pelekatannya berfungsi membentuk verba aktif intransitif. 2.2 Proses Morfofonemik Prefiks {ra-} 1. {ra-} berbentuka {ra-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /p, b, dan m/ dan setiap fonem awal mengalami pengekalan. pina → rapina ‘berpindah tempat tinggal’ beda→ rabeda ‘membedaki diri’ mejo→ramejo ‘berobat’ (hanya dijumpai satu data) 2.3 Arti Gramatikal Prefiks {ra-} Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {ra-} adalah menyatakan makna melakukan suatu pekerjaan seperti terdapat pada bentuk dasar, misalnya pada kata ra-beda ‘berbedak’, ramejo ‘berobat’, dan lain-lain. 3. Prefiks {i- } Secara kongkret morf {i-} akan tetap berwujud {i-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal konsonan /e, o, a, p, t, k, b, d, j, g, s, m, l, dan r/. Oleh karena morf {i-} hanya memilikii satu wujud kongkret, maka morf {i-} diklasifikasikan sebagai sebuah morfem prefiks yang memiliki satu alomorf berupa {i-}. 3.1 Proses Morfofonemik Prefiks {i-} 1. Prefiks {i-} akan tetap berbentuk {i-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /e, o, a, p, t, k, b, d, j, g, s, m, l, dan r/ dan setiap fonem awal mengalami pengekalan. enti → ienti ‘memegang’ ola → iola pdfMachine ‘mengikuti’ A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 11 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  12. 12. payung→ ipayung ‘memayungi’ jala → ijala ‘menjala’ taek → itaek ‘menaiki’ mejo→ imejo ‘mengobati’ kakan→ ikakan ‘memakan’ baha→ ibaha ‘membawa’ dacing→ idacing ‘mendacing’ gaba→ igaba ‘memanen gabah’ sat → isat ‘mengikat’ rau → irau ‘meladangi’ langan → ilanga ‘melewati’ 3.2 Fungsi Prefiks {i-} Prefiks {i-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi yakni: membentuk verba transitif. Dengan demikian maka prefiks {i-} yang melekat pada bentuk dasar berkategori nomina dalam bahasa ini bersifat infleksional karena dari sekian data yang ada ternyata sudah diderivasi ke verba transitif terlebih dahulu dalam konstruksi imperative (lih. Edi Subroto, 1992). Begitu pula dengan pelekatan prefiks {i-} pada bentuk dasar berkategori verba transitif dalam bahasa ini hanya bersifat infleksional karena bentuk dasar verba transitif yang dilekati prefiks {i-} tidak mengalami perubahan kategori. Untuk lebih jalasnya, perhatilkanlah contoh di bawah ini. 1. a. /bedaq arim dewi/ [bedaq arim dwi] ‘bedakilah adikmu dewi’ b. /dewi i-beda’ ari/ [dewi i-bedaq ari] ‘dewi membedaki adiknya’ 2. a. /pacul bangkat ko rosdi/ [pacUl bakat ko rosdi] ‘pacullah sawah itu rosdi’ b. /rosdi i-pacul bangkat ko/ [rosdi ipacUl bakat ko] pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 12 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  13. 13. ‘rosdi memacul sawah itu’ 3.a. /pina buku ko deka/ [pina buku ko deka] ‘pindahkanlah buku itu deka’ b. /deka i-pina buku ko/ [dka i-pina buku ko] ‘deka memindahkan buku itu’ 4. a. /samung inas dela/ [samU inas dela] ‘jawablah panggilan ibumu dela’ b. /della i-samung ina/ [dlla i-samU ina] ‘della Prfk-jawab ina’ ‘della menjawab panggilan ibunya’ 3.3 Arti Gramatikal Prefiks {i-} Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {i-} adalah menyatakan makna melakukan suatu pekerjaan seperti terdapat pada bentuk dasar. 4. Prefiks {sa-} Morf {sa-} sering bervariasi secara bebas dengan /se-/, morf /sa-/ sering bervariasi secara bebas dengan /se-/. Berdasarkan data yang dijumpai di lapangan, morf {sa-} memiliki pendistribusian yang lebih luas dibandingkan dengan morf /sa-/. Oleh karena itu, morf {sa-} digolongkan sebagai prefiks yang membawahi dua alomorf, yakni: {sa-} dan /sa-/. 4.1 Proses Morfofonemik Prefiks {sa-} 1) Prefiks {sa-} tetap berbentuk {sa-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal /p, t, k, b, d, j, g, m, x, , l, dan r/ dan setiap fonem awal bentuk dasar mengalami pengekalan. pende → sapende ‘memendekkan’ tomes → satomes ‘membuat keributan’ keru → sakeru ‘membuat keruh’ bersi → sabersi ‘membersihkan’ pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 13 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  14. 14. dunu → sadunu ‘mendahulukan’ jerang → sajerang ‘membuat kapok’ gera → sagera ‘mempercantik’ masak → samasak ‘membuat masak’ ñamen → sañamen ‘membuat enak’ ere → saere ‘melebihkan’ riong → sariong ‘memperbesar’ lesik → salesik ‘mengotorkan’ 2. Prefiks {sa-} berbentuk {saç-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar bervokal awal /o, e, a/ dan terjadi pengekalan fonem awal pada setiap bentuk dasar. Apabila dilekatkan pada bentuk dasar berfonem awal konsonan /p/ terjadi pemunculan fonem /e/ di antara prefiks {sa-} dengan bentuk dasar. ode → sangode ‘memperkecil’ ajar → sangajar ‘mengajarkan/membiasakan’ enti → sangenti ‘memegangkan’ pet → sangepet ‘membuat pahit’ 4.2 Fungsi Prefiks {sa-} Prefiks {sa-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi yakni: membentuk verba transitif. Dengan demikian maka prefiks {sa-} yang melekat pada bentuk dasar berkategori adjektiva dan verba intransitif dalam bahasa ini bersifat derivasional. Dijumpai pula prefiks {sa-} yang menyatakan makna aktif benefaktif. Kedua jenis prefiks ini segaja dijelaskan secara bersamaan karena kebenfaktifan yang dinyatakan oleh sebagian data-data di atas dipandang hanyalah sebagai bagian dari verba aktif transitif. Adapun data-data yang menyatakan makna aktif benefaktif yang dimaksud di sini adalah: sangangkat ‘mengangkatkan’ dalam konstruksi kalimat /roni sangangkat soson ina/ ‘roni mengankatkan barang junjungan ibunya’, sangaku ‘membuat orang lain mengakui sesuatu’ dalam konstruksi kalimat /tina sangaku sendal ko dokon dengan/ ‘tina membuat temannya mengakui sandal itu’, sangenti ‘memegangkan’ dalam konstruksi kalimat /riri sangenti payung ko ina/ ‘riri memegangkan payung pada ibunya’, sangita ‘memperlihatkan’ dalam konstruksi kalimat /arif sangita vivi nile/ ‘arif memperlihatkan vivi pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 14 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  15. 15. nilainya’, dan samenong ‘memperdengarkan’ dalam konstruksi kalimat /evi samenong deka menyanyi/ ‘evi memperdengarkan deka menyanyi’. 4.3 Arti Gramatikal Prefiks {sa-} Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {sa-} adalah menyatakan makna membuat menjadi seperti terdapat pada bentuk dasar dan dapat menyatakan makna melakukan pekerjaan untuk orang lain, misalnya pada kata jadian sangangkat yang secara gramatikal menyatakan makna melakukan pekerjaan untuk orang lain. 5. Prefiks {N-} Prefiks {N-} adalah sebuah prefiks yang membawahi empat alomorf, yakni: {m-}, {n-}, {ç-}, dan {ñ-}. Pengelompokan morf {m-}, {n-}, {ñ-}, dan {-} sebagai refleksi dari morfem {N-} didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain adanya kemiripan bentuk dan makna yang diemban oleh keseluruhan morf itu. Dari data yang dijumpai di lapangan menunjukkan bahwa morf-morf /n, m, ñ, dan / memiliki jumlah pendistribusian yang sama, sehingga morf {n-} digolongkan sebagai morfem prefiks yang membawahi empat alomorf, yakni: /n, m, ñ dan /. Selanjutnya, prefiks {N-} ini dapat melekat pada bentuk dasar yang berfonem awal /e, a, p, t, b, s dan r/4. Masing-masing bentuk kongkret tadi muncul dalam kondisi lingkungan seperti: 5.1 Proses Morfofonemik Prefiks {N-} 1. Prefiks {N-} tetap berbentuk {n-}apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /t/ dan fonem awal bentuk dasar mengalami peluluhan. tulis → nulis ‘menulis’ 2. Prefiks {N-} berbentuk {m-}apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal konsonan /p dan b/, fonem awal bentuk dasar luluh. Adapun prefiks {N-} yang melekat pada bentuk dasar berfonem awal konsonan /r/ secara morfofonemik terjadi pemunculan fonem /a/ di antara prefiks {N-} dengan bentuk dasar yang dilekatinya. pancing → mancing ‘memancing ikan’ rau → marau ‘mebuat ladang’ beli → meli ‘membeli suatu barang’ 3. Prefiks {N-} berbentuk {ñ-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /s/ dan fonem awal bentuk dasar luluh. 4 Penentuan morfem prefiks {N-} sebagai morfem yang memiliki beberapa alomorf dalam penelitian ini semata-mata pdfMachine atas pertimbangan bahwa bentuk {n-}lebih sering digunakan untuk melambangkan beberapa bunyi nasal lainnya. A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 15 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  16. 16. samung → ñamung ‘menjawab panggilan’ 4. Prefiks {N-} berbentuk {-} apabila melekat pada bentuk dasar berfonem awal /a, e/ dan fonem awal bentuk dasar mengalami pengekalan. ajar → ajar ‘mengajar’ enten → enten ‘berlutut’ 5.2 Fungsi Prefiks {N-} Prefiks {N-} dalam BSDTn berfungsi membentuk verba intransitif. Oleh sebeb itu, maka prefiks {N-} yang melekat pada bentuk dasar berkategori verba transitif dan nomina dalam bahasa ini bersifat derivasional. Perhatikan beberapa contoh berikut ini. 1. /pak guru ngajar dokon dalam kelas/ [pak guru ajar dokon dalam kelas] ‘bapak guru mengajar di dalam kelas’ 2. /ibu kades m-eli lamin ara empa’/ [ibu kads m-eli lamIn ara mpaq] ‘ibu kades membeli kalau ada daging’ 3. /ariq nules kong ko/ [arikq nuls ko ko] ‘adik saya menulis di situ’ 4. /niniq marorang ko orong/ [niniq marorang ko r] ‘nenek menjala ikan di kali’ Kalimat (1) sampai dengan kalimat (4) menunjukkan bahwa prefiks {N-} berfungsi membentuk verba intransitif dari bentuk dasar verba transitif dan nomina, karena kehadiran konstituen yang mengikuti kata jadian yang dimaksud bukanlah sebagai objek melainkan sebagai keterangan yang menerangkan tentang hal yang dilakukan oleh (S). Keterangan yang dimaksud di sini, seperti keterangan tempat ko dalam kelas yang terdiri dari tiga konstituen berupa pronomina lokatif ko, dalam, dan kelas. Kehadiran ketiga konstituen yang mengikuti (P) pada kalimat tersebut bukanlah sebagai objek melainkan sebagai keterangan. Walaupun konstituen ko dalam kelas ‘PrnLok’ setelah (P) pada kalimat tersebut mutlak dibutuhkan, akan tetapi (P) dari kalimat tersebut bukanlah berkategori verba transitif melainkan berkategori verba intransitif. Hal itu, dikarenakan sebuah verba transitif dalam konstruksi sebuah kalimat harus bervalensi atau diikuti oleh objek dan diikuti oleh keterangan. Adapun hal lain yang membuktikan bahwa (P) dari konstruksi kalimat (1) pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 16 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  17. 17. sampai (4) di atas sebagai verba intransitif, yakni: tidak dapat dipasifkannnya konstituen pak guru pada kalimat (1) menjadi ling pak guru, konstituen ibu kades pada kalimat (2) menjadi ling ibu kades, konstituen arik pada kalimat (3) menjadi ling ariq, dan konstituen niniq pada data (4) menjadi ling niniq. 5.3 Arti Gramatikal Prefiks {N-} Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {N-} adalah menyatakan makna melakukan pekerjaan seperti terdapat pada bentuk dasarnya, misalnya pada kata jadian nungang ‘menunggang kuda atau binatang lainnya’. 6. Prefiks {ka-}1 Prefiks {ka-} memiliki dua alomorf, yakni: {ka-} dan {kaç-}. Oleh karena {ka-} memiliki perdistribusian yang luas dibandingkan dengan {kaç-}, maka {ka-} digolongkan sebagai morfem prefiks yang membawahi dua alomorf, yakni {ka-} dan {ka-}. Pengelompokan morf ini sebagai dua alomor dari prefiks {ka-} didasarkan pada pertimbangan bahwa keduanya memiliki kemiripan bentuk dan makna. 6.1 Proses Morfofonemik Prefiks {ka-}1 1. Prefiks {ka-} tetap berbentuk {ka-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal / p, d, t, b, s, dan l / dan fonem awal bentuk dasar mengalami pengekalan. pitu → kapitu ‘memiliki bertujuh’ dua → kadua ‘memiliki berdua’ telu → katelu ‘memiliki bertiga’ balu → kabalu ‘memiliki berdelapan’ sai → kasai ‘memiliki sendiri’ lima →kalima ‘memiliki berlima’ 2. Prefiks {ka-} berbentuk {ka-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal /e/ dan terjadi pengekalan fonem awal pada bentuk dasar. enam → kangenam ‘memiliki berenam’ 6.2 Fungsi Prefiks {ka-}1 Prefiks {ka-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi yakni: membentuk verba transitif. Dengan demikian, maka prefiks {ka-} yang melekat pada bentuk dasar berkategori numeralia dalam bahasa ini bersifat derivasional. Perhatikan beberapa contoh berikut ini. 1. /aku ku-ka-sai’ lang ko/ [aku ku-ka-saiq la ko] PrKl-Prfk-satu tanah PrnDmt’ pdfMachine ‘saya A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 17 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  18. 18. ‘saya memiliki sendiri tanah itu’ 2. /reri ka-dua’ tepung ko ke ari/ [rri ka-duaq tepU ko ke ari] ‘saya Prfk-dua jajan PrnDmt Konj adik’ ‘reri memiliki berdua jajan itu dengan adiknya 3. /kau si-kang-empat buku ko ke dengan-s/ [kau si-ka-mpat buku ko ke dean-s] ‘kamu PrKl-Prfk-empat buku PrnDmt Konj teman-Pos’ ‘kamu memiliki berempat buku itu dengan temanmu’ Kalimat (1) sampai dengan kalimat (3) menunjukkan bahwa prefiks {ka-} berfungsi membentuk verba transitif dari bentuk dasar numeralia, karena kehadiran konstituen yang mengikuti kata jadian yang dimaksud berperan sebagai objek. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya kemungkinan dipasifkan konstruksi kalimat (1) sampai (3) di atas, seperti: konstituen aku pada kalimat (1) dapat berbentuk ling aku, konstituen reri pada kalimat (2) dapat berbentuk ling reri, dan konstituen kau pada data (3) dapat berbentuk ling kau. Dijumpai pula prefiks lain yang secara formal memiliki korelasi secara formal dengan prefiks {ka-} pada bagian ini, akan tetapi secara semantik antara kedua prefiks yang dimaksud tidak demikian halnya sehingga digolongkan ke dalam dua morfem yang berbeda (lebih lanjut akan dijelaskan pada sub-bagian selanjutnya). Adapun bentuk /ka-/ sebagai penanda aspek perfektif (penanda waktu lampau) seperti pada satuan lingual /ka kulalo/ ‘saya telah pergi’. Untuk membedakan antara {ka-} sebagai prefiks dengan /ka-/ sebagai penanda aspek perfektif, adalah: 1) adanya jedah pendek antara /ka-/ sebagai penanda waktu lampau dengan satuan lingual yang dilekatinya, misalnya: /kasai’/ [kasaiq] ‘memiliki sendiri’ dengan /ka sai’/ [kasaiq] ‘tadi hanya satu’, 2) secara morfologis satuan lingual yang dilekati prefiks {ka-} harus disertai adanya pelekatan proklitik ku- apabila subjeknya berupa /aku/ ’saya’, proklitik si- apabila subjeknya berupa /kau/ ‘kamu’, dan proklitik tu- apabila subjeknya berupa /gita/ ’kita’, misalnya: /aku kukasai’ tepung ko/ ‘saya memiliki sendiri jajan itu’, 3) ditandai dengan tidak terjadinya pemunculan fonem // di antara penanda aspek perfektif dengan bentuk dasar yang dilekatinya, sedangkan pelekatan prefiks {ka-} memunculkan fonem // seperti /kangempat/ ‘memiliki berempat’ /ka empat/ ‘tadinya hanya empat’. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 18 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  19. 19. 6.3 Arti Gramatikal Prefiks {ka-}1 Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {ka-} adalah menyatakan makna memiliki sesuatu, misalnya pada kata jadian kasai ‘memiliki sendiri’. Perhatikan kalimat berikut. 1. /aku ku-ka-sai’ bal ko/ [aku ku-ka-saiq bal ko] ‘saya memiliki sendiri bola itu’ 7. Prefiks {ka-}2 Morf {ka-} dan {ka-} di sini digolongkan sebagai dua morf yang sama, karena keduanya memperlihatkan korelasi secara bentuk dan makna. Atas pertimbangan ini juga, maka antara prefiks {ka-} yang dijelaskan sebelumnya dengan prefiks {ka-} yang dijelaskan pada bagian ini digolongkan sebagai dua morfem prefiks yang berbeda. Dalam pada itu, dari luas atau tidaknya pendistribusian kedua morf ini, tampak bahwa morf {ka-} lebih luas dibandingkan dengan morf {ka-}. Oleh sebab itu, morf {ka-} digolongkan sebagi morfem prefiks yang membawahi dua alomorf, yakni: {ka-} dan {ka-}. 7.1 Proses Morfofonemik Prefiks {ka-}2 1. Prefiks {ka-} tetap berbentuk {ka-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal / p, t, j, ñ, dan l / dan terjadi pengekalan fonem awal pada bentuk dasar. padeng → kapadeng ‘merasa pedis’ taket → kataket ‘merasa ketakutan’ jerang → kajerang ‘merasa jerah’ ñamen → kañamen ‘merasa enak’ lesik → kalesik ‘merasa kotor’ 2) Prefiks {ka-} berbentuk {ka-} apabila digabungkan dengan bentuk dasar berfonem awal /p/ dan terjadi pengekalan fonem awal pada bentuk dasar. pet → kangepet ‘merasa pahit’ pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 19 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  20. 20. 7.2 Fungsi Prefiks {ka-}2 Prefiks {ka-} dalam BSDTn hanya memiliki satu fungsi yakni: membentuk verba intransitif. Dengan demikian maka prefiks {ka-} yang melekat pada bentuk dasar berkategori adjektiva dalam bahasa ini bersifat derivasional. Perhatikan beberapa contoh berikut ini. 1. /aku ku-ka-padeng kakan nuko/ [aku ku-ka-pad kakan nuko] ‘saya merasa pedis makan itu’ 2. /dian ka-panas kong ko/ [dian ka-panas ko ko] ‘dian merasa panas di situ’ Kalimat (1) sampai dengan kalimat (2) menunjukkan bahwa prefiks {ka-} berfungsi membentuk verba intransitif dari bentuk dasar adjektiva, karena kehadiran konstituen yang mengikuti kata jadian yang dimaksud berperan sebagai keterangan. Hal itu dapat dibuktikan dengan tidak mungkinnya terjadi pemasifan konstituen aku pada kalimat (1) menjadi ling aku, konstituen dian pada kalimat (2) menjadi ling dian. 7.3 Arti Gramatikal Prefiks {ka-}2 Arti gramatikal yang ditimbukan dengan adanya pelekatan prefiks {ka-} adalah menyatakan makna merasakan apa yang terdapat pada bentuk dasar, misalnya pada kata jadian katomes yang menyatakan makna bahwa seseorang merasakan ribut seperti terdapat pada bentuk dasarnya. 8. Reduplikasi Tipe ((D+RU)) Reduplikasi dengan tipe ((D+RU)) adalah reduplikasi yang dibentuk dengan perulangan bentuk dasar secara utuh, seperti contoh-contoh di bawah ini. 5 Transkrip Transkrip Fonetik Kata Glos Morfem Fonemik Kata Jadian Dasar Jadian /pina’-pina’/ [pinaq-pinaq] ‘membuat-buat’ /pina’/ /pina-pina/ [pina-pina] ‘memindah-mindahkan’ /pina/ /betak-betak/ [btak-btak] ‘menarik-narik’ /betak/ /bolaç-bolaç/ [bla-bla] ‘membuang-buang’ /bolaç/ 5 pdfMachine Rumusan tiap tipe reduplikasi seperti terpaparkan dalam penelitian ini dikutip dari Mahsun 1990. A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 20 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  21. 21. /ente-ente/ [ente-ente] ‘mengambil-ambil’ /ente/ /asa-asa/ [asa-asa] ‘mengasah-asah’ /asa/ 8.1 Fungsi dan Makna Reduplikasi Tipe ((D+RU)) Reduplikasi jenis ini secara morfologis tidak mengubah kategori bentuk dasar, sehingga perulangan penuh yang terjadi hanyalah membentuk verba pilimorfem. Dikatakan bahwa reduplikasi tipe ini sebagai reduplikasi yang tidak mengubah kelas kata karena dari kata jadian berupa perulangan penuh dalam konstruksi kalimat imperatif tetap memiliki ciri valensi yang sama dengan bentuk dasarnya. 9. Reduplikasi Tipe ((D+R) + {N-}) Reduplikasi dengan tipe ((D+R) + {N-}) adalah reduplikasi yang dibentuk dengan perulangan penuh pada bentuk dasar berimbuhan {N-}, seperti contoh-contoh di bawah ini. Transkrip Fonemik Transkrip Fonetik Kata Glos Morfem Dasar Kata Jadian Jadian /maca-maca/ [maca-maca] ‘membaca-baca’ /maca/ /nulis-nulis/ [nulIs-nulIs] ‘menulis-nilis’ /nulis/ /çinum-çinum/ [inUm-inUm] ‘minum-minum’ /çinum/ 9.1 Fungsi dan Makna Reduplikasi Tipe ((D+R) + {N-}) Reduplikasi tipe ((D+R) + {N-}) secara morfologis tidak mengubah kategori bentuk dasar. Perhatikan contoh di bawah ini. 1. /rodi nginum-nginum ke dengan dokon bale/ [rdi inUm-inUm ke dengan dokon bale] ‘rodi RU-minum Konj teman PrnLok’ ‘rodi sedang minum-minum dengan temannya di rumah ’ 2. /rodi nginum ke dengan dokon bale/ [rdi inUm ke dengan dokon bale] ‘rodi Prfk-minum dengan temannya di rumah pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 21 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  22. 22. Kedua kalimat di atas menurut ciri valensinya memperlihatkan kesamaan. Hal ini sudah pasti bahwa kata jadian nginum-nginum ‘minum-minum’ dengan kata jadian nginum ‘minum’ memiliki makna yang sama, sehingga kata jadian nginum dan kata jadian nginum-nginum sama-sama berkategori verba intransitif. Dengan demikian, maka reduplikasi dengan tipe ((D+R) + {N-}) ini hanyalah bersifat infleksional. 10. Reduplikasi Tipe ((D+Rpar) + {i-} + {sa-} + {ba-} + {ra-}) Reduplikasi dengan tipe ((D+Rpar) + {i-} + {sa-} + {ba-} + {ra-}) adalah reduplikasi yang dibentuk dengan perulangan sebagian pada bentuk dasar berimbuhan {i-}, {sa-}, {ba-}, dan {ra-}, seperti contoh-contoh di bawah ini. Transkrip Fonemik Transkrip Fonetik Glos Morfem Kata Jadian Kata Jadian Dasar /sapanyaç-panyaç/ [sapaña-paña] ‘sedang meninggikan’ /sapañaç/ /saperes-peres/ [saprs-prs] ‘sedang memendekkan’ /saperes/ /sabelo-belo/ [sabelo-belo] ‘sedang memanjangi’ /sabelo/ [saod-od] /saçode-çode [ikaliU-liU] ‘sedang mengecilkan’ /saçode/ /ikaliuç-liuç/ /ikaliuç/ [balaan-laan] ‘sedang mengeliling’ /balaçan-laçan/ /balaçan/ [basembeqsembeq] ‘sedang berjalan’ /basembe-sembe’/ ‘sedang memakai dengan /basembe’/ lulur tradisional’ [badkar-dkar] /badokar-dokar/ ‘sedang-mengendarai dokar’ /badokar/ [rabedaq-bedaq] /rabeda’-beda’/ ‘sedang membedaki diri’ /rabeda’/ [rabakat-bakat] /rabaçkat-baçkat/ ‘sedang memetak sawah’ /rabaçkat/ 10.1 Fungsi dan Makna Reduplikasi Tipe ((D+Rpar) + {i-} + {sa-} + {ba-} + {ra-}) Reduplikasi tipe ((D+Rpar) + {i-} + {sa-} + {ra-}) secara morfologis tidak mengubah kategori bentuk dasar. Perhatikan contoh di bawah ini. 1. /robi sapanyang-panyang tiang bendera ko/ [robi sapaña-paña pdfMachine tia bendra ko] A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 22 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  23. 23. ‘robi sedang meninggikan tiang bendera itu’ 2. /tuti i-karante-rante dengan mentu kudatang/ [tuti ikarante-rante dengan mentu kudatang] ‘tuti sedang membicarakan temannya ketika saya datang’ 3. /dini balagan-langan dokon angkang bale/ [dini balaan-laan dokon angka bale] ‘dini sedang berjalan di depan rumah’ 4. /ati rabeda’-beda’ dokon angkang kaca/ [ati rabedaq-bedaq dokon aka kaca] ‘ati sedang memakai lulur tradisonal di depan kaca’ Kedua kalimat pertama menurut ciri valensinya menggambarkan bahwa kata jadian yang dibentuk dengan perulangan sebagian berimbuhan {i-}, {sa-}, {ba-} dan {ra-} memperlihatkan kesamaan dengan ciri valensi kata jadian yang dibentuk dengan pelekatan prefiks {i-}, {sa-}, {ba-}, dan {ra-} pada bentuk dasar panyang, karante, langan, dan beda. Bandingakan dengan kalimat berikut. 5. /robi sa-panyang tiang bendera ko/ [robi sa-paña tiang bendra ko ] ‘robi meninggikan tiang bendera itu’ 6. /tuti i-karante dengan mentu kudatang/ [tuti i-karante dengan mentu kudatang] ‘tuti membicarakan temannya ketika saya datang’ 7. /dini ba-lagan dokon angkang bale/ [dini ba-laan dokon angka bale] ‘dini berjalan di depan rumah’ 8. /ati ra-beda’ dokon angkang kaca/ [ati ra-bedaq dokon aka kaca] ‘ati membedaki diri di depan kaca’ pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 23 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  24. 24. 11. Reduplikasi Tipe ((D+Rpar)) Reduplikasi dengan tipe ((D+Rpar)) adalah reduplikasi yang dibentuk dengan perulangan sebagian pada bentuk dasar monomofemis, seperti contoh-contoh di bawah ini. Transkrip Transkrip Fonetik Glos Morfem Fonemik Kata Kata Jadian Dasar Jadian /baroçgo-roçgo/ [bargo-rgo] ‘sedang memikul-mikul sesuatu’ /baroçgo/ /barari-rari/ [barari-rari ‘sedang berlari’ /barari/ /raçala-çala/ [raala-ala] ‘sedang membajak sawah’ /raçala/ /katoan-toan/ [katoan-tan/ ‘sedang mananya- nanyai’ /katoan/ 11.1 Fungsi dan Makna Reduplikasi Tipe ((D+Rpar)) Reduplikasi tipe ((D+Rpar) secara morfologis tidak mengubah kategori bentuk dasar. Perhatikan contoh di bawah ini. 1. /anto baronggo-ronggo lalo ko let/ [ant barogo-rogo lalo ko lt ] ‘anto memikul sesuatu pergi ke laut’ 2. /jon barari-rari lalo ko sekla/ [jn barai-rari lalo ko sekla] ‘jon sambil berlari pergi ke sekolahnya’ Kedua kalimat pertama memperlihatkan ciri valensi yang sama dengan ciri kata atau verba monomorfemis baronggo dan barari. 12. Reduplikasi Tipe ((D+RBb)) Reduplikasi dengan tipe ((D+RBb)) adalah reduplikasi yang dibentuk dengan perulangan berubah bunyi pada bentuk dasar monomofemis, seperti contoh-contoh di bawah ini. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 24 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  25. 25. Transkrip Transkrip Fonetik Glos Morfem Dasar Fonemik Kata Kata Jadian Jadian /kemeri-kemore/ [kemri-kmore] ‘sangat senang’ /kemeri/ /keserak-kesado/ [kserak-ksado] ‘teriak dengan sangat keras’ /keserak/ /ñoçoç-ñuça/ [ñ-ñua] ‘sangat senang menengok dari /ñoçoç/ balik sesuatu’ 12.1 Fungsi dan Makna Reduplikasi Tipe ((D+RBb)) Reduplikasi tipe ((D+RBb) secara morfologis tidak mengubah kategori bentuk dasar. Perhatikan contoh di bawah ini. 1. /tomi kemeri – kemore datang ina/ [tomi kmeri-kmre datang ina] ‘tomi sangat senang datang ibunya’ 2. /tomi kemeri datang ina/ [tomi kmeri datang ina] ‘tomi senang kaena datang ibunya’ Kedua kalimat di atas memeperlihatkan ciri valensi yang sama antara bentuk dasar dan kata jadian berupa perulangan berubah bunyi, sehingga antara bentuk dasar dan bentuk jadiannya tergolong ke dalam satu kategori. Proses perulangan di sini tergolong ke dalam proses morfologi infleksional. Dalam pada itu, makna yang ditimbulkan oleh reduplikasi jenis ini adalah menyatakan makna sangat. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 25 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!
  26. 26. BAB V SIMPULAN Pembentukan kata kerja Bahasa Sumbawa Dialek Tongo dalam hubungannya dengan afiksasi pada dasarnya tidak melibatkan infiks, sufiks, dan konfiks melainkan hanya melibatkan prefiks. Prefiks yang dijumpai dalam bahasa ini hanya terdiri dari tujuh buah. Sementara itu, reduplikasi hanya dijumpai sebanyak lima tipe. Adapun afiks dan reduplikasi yang dimaksud seperti terlihat dalam table berikut ini. Morfem-Morfem Pembentuk Verba BSDTn Morf-Morf Prefiks Prefiks Alomorf {sa-} {sa-}, /sa-/, /sañ-/ {i-} {i-} {ba-} {ba-}, {bar-} dan /bal/ {ra-} {ra-} {ka-}1 /ka-/, /ka-/ {ka-}2 /ka-/, /ka-/ {N-} /n-/, /m-/, {ñ-}, dan /-/ Morfem Reduplikasi R-Utuh R- Sebagian R-utuh R- Berubah Bunyi R-Sebagian Berimbuhan Berimbuhan i Penulis adalah Stap Teknis Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dosen Tidak Tetap di STKIP Hamzanwadi, Selong, dan Unmu, Mataram. pdfMachine A pdf writer that produces quality PDF files with ease! 26 Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across nearly all Windows platforms, simply open the document you want to convert, click “print”, select the “Broadgun pdfMachine printer” and that’s it! Get yours now!

×