Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Kasman, S.Pd., M.Hum. Kantor Bahasa Provinsi NTB Bahasa Indonesia
<ul><li>A. Hakikat Bahasa </li></ul><ul><li>Bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh su...
<ul><li>tertentu,baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata bentuk kalimat. </li></ul><ul><li>B. Fungsi B...
<ul><li>C. Ragam Bahasa </li></ul><ul><li>Sebenarnya, setiap bahasa memiliki kesamaan dalam hal tata bunyi, tata bentuk, t...
<ul><li>c. ragam bahasa golongan sosial tertentu, </li></ul><ul><li>d. ragam dalam bidang tertentu, </li></ul><ul><li>e. r...
Ejaan <ul><li>Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) adalah kaidah bahasa yang mengatur penulisan huruf, penulisa...
Penulisan Huruf <ul><li>Penulisan Huruf Miring </li></ul><ul><li>a. Untuk menuliskan judul buku, nama    majalah, dan nama...
2. Huruf Kapital <ul><li>Huruf kapital seluruhnya digunakan untuk menuliskan </li></ul><ul><li>a.  judul utama </li></ul><...
Huruf Kapital Awal Kata <ul><li>Huruf kapital pada setiap awal kata digunakan untuk menuliskan </li></ul><ul><li>a. judul-...
<ul><li>Rumus 1 </li></ul><ul><li>NJG + NG    NDG = HKp </li></ul><ul><li>Contoh:  </li></ul><ul><li>benua + Asia    Ben...
<ul><li>Rumus 2 </li></ul><ul><li>NJ + NG    BNDG = HKcKp </li></ul><ul><li>Contoh:  </li></ul><ul><li>bangsa + Cina    ...
<ul><li>Rumus 3 </li></ul><ul><li>NJ + NG    NJG = HKc </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>salak + Bali    salak...
Penulisan Gabungan Kata <ul><li>Baku Tidak Baku </li></ul><ul><li>tanggung jawab tanggungjawab </li></ul><ul><li>tanda tan...
Penulisan Unsur Terikat <ul><li>Baku Tidak Baku </li></ul><ul><li>sub sektor sub-sektor </li></ul><ul><li>sub bagian sub-b...
Penulisan Kata Depan  di <ul><li>Sebagai kata depan,  di  ditulis terpisah dari unsur yang mengikutinya. </li></ul><ul><li...
Penulisan Awalan  di- <ul><li>Sebagai awalan,  di-  ditulis serangkai dengan unsur yang mengikutinya. </li></ul><ul><li>Ci...
Penulisan Bentuk  per <ul><li>1. Bentuk  per  ditulis terpisah dari unsur yang mengikutinya jika berarti (a) 'mulai', (b) ...
Penulisan Bentuk  pun <ul><li>1. Bentuk  pun  ditulis terpisah jika berarti 'juga' atau 'saja' </li></ul><ul><li>Misalnya:...
Penulisan Bentuk Ulang <ul><li>Bentuk ulang dalam bahasa Indonesia ditulis ulang dengan menggunakan tanda hubung (-), buka...
Penulisan Singkatan <ul><li>Singkatan ialah kependekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dilafalkan huruf d...
Penulisan Akronim <ul><li>Akronim ialah kependekan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, atau huruf awal dan suku ka...
Penulisan Angka dan Lambang Bilangan <ul><li>Angka ialah nomor atau tanda (lambang) yang berfungsi sebagai pengganti bilan...
Penulisan Lambang Bilangan <ul><li>Lambang bilangan ialah tanda atau lambang yang dipakai untuk menyatakan satuan bilangan...
Penggunaan Tanda Baca <ul><li>1. Tanda Titik (.) </li></ul><ul><li>Tanda titik digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. mengak...
Penggunaan Tanda Koma <ul><li>Tanda koma digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian...
Penggunaan Tanda Hubung <ul><li>Tanda hubung digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. menghubungkan  ke  dengan  angka   Arab ...
Tanda Hubung (2) <ul><li>(3) Singkatan berhuruf kapital dengan  imbuhan  </li></ul><ul><li>ber-KTP DKI </li></ul><ul><li>d...
Penggunaan Titik Dua <ul><li>Sifat-sifat air adalah sebagai berikut.  </li></ul><ul><li>a.  Air mengalir dari tempat yang ...
<ul><li>Air mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: </li></ul><ul><li>a. mengalir dari tempat yang tinggi, </li></ul><ul><l...
<ul><li>Sifat-sifat air adalah  </li></ul><ul><li>a. mengalir dari tempat yang tinggi, </li></ul><ul><li>b. selalu rata/me...
PEMBENTUKAN DAN PEMILIHAN KATA <ul><li>Pembentukan kata dapat dilakukan dengan 3 cara, sebagai berikut: </li></ul><ul><li>...
Pengakroniman <ul><li>tilang buk ti  pe lang garan </li></ul><ul><li>pemilu pemil ihan  u mum </li></ul><ul><li>perum per ...
Penganalogian <ul><li>petatar  (yg ditatar)  selain  penatar </li></ul><ul><li>pesuluh (yg disuluh) selain  penyuluh </li>...
Penyerapan <ul><li>modern  modern </li></ul><ul><li>film  film </li></ul><ul><li>desain  design </li></ul><ul><li>sinya...
Pengimbuhan <ul><li>Awalan (Prefiks) </li></ul><ul><li>meN- menulis, membaca, memantau </li></ul><ul><li>peN- penulis, pem...
2. Akhiran (Sufiks) <ul><li>- kan umumkan, sampaikan </li></ul><ul><li>-an tabungan, sambungan </li></ul><ul><li>-i kunjun...
<ul><li>3. Gabungan Imbuhan (Konfiks) </li></ul><ul><li>meN- ... –kan meratakan, menyamakan,  menerapkan </li></ul><ul><li...
<ul><li>ke-  ... -an keamanan, keadilan, kesamaan </li></ul><ul><li>se-  ... -nya seandainya, sebaiknya, sead </li></ul><u...
<ul><li>4. Sisipan (Infiks) </li></ul><ul><li>-el- geletar, geligi, gelantung </li></ul><ul><li>-em- gemuruh, gemetar </li...
KASUS BENTUKAN KATA SUKSES MENSUKSESKAN MENYUKSESKAN PARKIR MEMARKIR MEMPARKIR TARGET MENTARGETKAN MENARGETKAN KAIT MENGKA...
STABIL MENSTABILKAN MENYETABILKAN PROGRAM MEMPROGRAM MEMROGRAM TRANSFER MENTRANSFER MENRANSFER KREDIT MENGKREDIT MENGERIDIT
MENTERAPKAN/MENGETRAPKAN/ MENERAPKAN MENGUATIRKAN/MENGAWATIRKAN/ MENGKHAWATIRKAN MENTRAMPILKAN/MENERAMPILKAN/MENRAMPILKAN ...
Pilihan Kata <ul><li>Kriteria </li></ul><ul><li>1.  Ketepatan </li></ul><ul><li>2.  Kecermatan </li></ul><ul><li>3.  Keser...
Ketepatan <ul><li>a.  Perbedaan makna denotasi dan konotasi </li></ul><ul><li>b.  Perbedaan makna kata-kata yang  bersinon...
Kecermatan <ul><li>Penyebab Kemubaziran Kata </li></ul><ul><li>Penggunaan kata yang bermakna jamak secara ganda </li></ul>...
Keserasian <ul><li>a.   penggunaan bentuk gramatikal suatu kata </li></ul><ul><li>b.  penggunaan kata atau ungkapan idioma...
Penger t ian Kalima t Kalima t Penanda Informasi S t ruk tu r
Penanda Kalimat (dalam ragam tulis) diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda ...
<ul><li>Surat tugas itu sudah ditandatangani. </li></ul><ul><li>Surat tugas yang sudah ditandatangani itu. </li></ul>
Struktur <ul><li>Kalimat sekurang-kurangnya mengandung dua unsur, yaitu subjek dan predikat. </li></ul>
Unsu r -Unsu r  Kalima t P S O Pel K
Subjek <ul><li>Subjek merupakan jawaban pertanyaan  apa  atau  siapa . </li></ul><ul><li>1. Surat tugas itu  sudah ditanda...
Predikat <ul><li>Predikat merupakan jawaban pertanyaan  mengapa, bagaimana , atau  apa yang dilakukan  (oleh subjek) </li>...
Objek <ul><li>Keberadaannya bersifat wajib </li></ul><ul><li>Posisinya di belakang kata kerja aktif transitif </li></ul><u...
Pelengkap <ul><li>Keberadaannya bersifat wajib </li></ul><ul><li>Tidak dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif </li></ul>...
Keterangan <ul><li>Keberadaannya bersifat opsional (tidak wajib) </li></ul><ul><li>Posisinya dapat dipindah-pindah </li></...
Kelengkapan Unsur Kalimat:  Pelatihan <ul><li>Bagi pegawai yang tidak disiplin akan dikenai sanksi. </li></ul><ul><li>Pada...
Pola Dasar Kalimat <ul><li>Pada kesempatan itu  Bupati menyerahkan  sejumlah  tanda penghargaan  kepada warga masyarakat y...
Pola SP <ul><li>Pekerjaan  ini  melelahkan . </li></ul><ul><li>Sejak dulu  pekerjaan  menangani surat-menyurat  ini  sanga...
Pola SPPel. <ul><li>Penduduk Indonesia  berjumlah  206 juta orang. </li></ul><ul><li>Berdasarkan sensus penduduk tahun 200...
Pola SPO <ul><li>Pimpinan Pusat Bahasa  menugasi  saya. </li></ul><ul><li>Minggu lalu  pimpinan Pusat Bahasa menugasi saya...
SPOPel. <ul><li>Amerika  mengirimi  Indonesia  bantuan tenaga ahli . </li></ul><ul><li>Tahun lalu  Amerika mengirimi Indin...
Jenis-Jenis Kalimat:  Kalimat Tunggal <ul><li>1. Rumahnya sangat kotor. </li></ul><ul><li>2. Ia memelihara ayam di  rumahn...
Kalimat Majemuk <ul><li>Rumahnya sangat kotor. </li></ul><ul><li>Ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul><ul><li>a. Konj...
<ul><li>Rumahnya sangat kotor  karena  ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul><ul><li>Rumahnya sangat kotor  kalau  ia ...
Majemuk Setara <ul><li>Penanda Kesetaraan </li></ul><ul><li>dan tetapi </li></ul><ul><li>atau sedangkan </li></ul><ul><li>...
Kasus <ul><li>Menanam padi itu mudah. Tetapi tidak semua orang dapat melakukannya. </li></ul><ul><li>Tuti sangat periang d...
Majemuk Bertingkat <ul><li>Penanda Ketidaksetaraan </li></ul><ul><li>jika agar meskipun </li></ul><ul><li>kalau supaya wal...
Pelatihan <ul><li>S a ya sangat gembira bahwa pada hari ini kita dapat berkumpul. </li></ul><ul><li>Karena biaya produksin...
Majemuk Campuran <ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Setelah selesai ujian, kami segera pulang , sedangkan Herman dan kawan-...
Kalimat yang Efektif <ul><li>1. Unsur-unsurnya lengkap </li></ul><ul><li>Informasinya jelas </li></ul><ul><li>Bentuk dan m...
Lengkap <ul><li>Subjek tidak didahului kata depan </li></ul><ul><li>Predikatnya jelas </li></ul><ul><li>Bagian kalimat maj...
Contoh yang  tidak lengkap <ul><li>Pada hari Sumpah Pemuda tahun ini akan dimeriahkan para artis ibu kota. </li></ul><ul><...
Jelas <ul><li>Tidak mengandung ketaksaan </li></ul><ul><li>Tidak mengandung salah nalar </li></ul><ul><li>Tidak mengandung...
Kalimat yang Rancu <ul><li>Meskipun sudah berusaha sungguh-sungguh, tetapi ia tetap belum berhasil. </li></ul><ul><li>Menu...
Sejajar <ul><li>Mengandung kesejajaran bentuk </li></ul><ul><li>Mengandung kesejajaran makna </li></ul>
Kesejajaran Bentuk <ul><li>Setelah izin dari pemerintah daerah  didapat , warga mulai  membangun  fasilitas umum di tanah ...
Kesejajaran Makna <ul><li>Pemimpin proyek tidak menyetujui lokasi itu karena sering dilanda banjir. </li></ul><ul><li>Pemb...
4.  Pilihan katanya cermat <ul><li>Tidak mengandung unsur yang mubazir (subjek ganda, makna jamak ganda, unsur  bersinonim...
5. Variatif/tidak monoton <ul><ul><li>Variasi pola </li></ul></ul><ul><ul><li>Variasi panjang-pendek </li></ul></ul><ul><u...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bhs indo bru

4,750 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Bhs indo bru

  1. 1. Kasman, S.Pd., M.Hum. Kantor Bahasa Provinsi NTB Bahasa Indonesia
  2. 2. <ul><li>A. Hakikat Bahasa </li></ul><ul><li>Bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengindentifikasi diri (Chaer, 2000:1) </li></ul><ul><li>Sebagai suatu sistem, bahasa terbentuk menurut suatu aturan atau pola-pola </li></ul>04/29/10
  3. 3. <ul><li>tertentu,baik dalam bidang tata bunyi, tata bentuk kata, maupun tata bentuk kalimat. </li></ul><ul><li>B. Fungsi Bahasa </li></ul><ul><li>Bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa kenegaraan memiliki berbagai fungsi antara lain, yakni: </li></ul><ul><li>alat untuk menjalankan administrasi negara, </li></ul><ul><li>alat pemersatu berbagai suku bangsa di Indonesia, </li></ul><ul><li>media pengembangan kebudayaan nasional, dan sebagainya. </li></ul>04/29/10
  4. 4. <ul><li>C. Ragam Bahasa </li></ul><ul><li>Sebenarnya, setiap bahasa memiliki kesamaan dalam hal tata bunyi, tata bentuk, tata kata, tata kalimat, dan tata makna. Akan tetapi, adanya berbagai faktor di dalam masyarakat penutur suatu bahasa, seperti usia, agama, pendidikan, budaya, dan sebagainya mengkibatkan suatu bahasa tidak seragam secara total. </li></ul><ul><li>Bahasa Indonesia sendiri memiliki berbagai ragam, antara lain: </li></ul><ul><li>a. ragam perorangan (idiolek), </li></ul><ul><li>b. ragam sekelompok masyarakat wilayah tertentu, </li></ul>04/29/10
  5. 5. <ul><li>c. ragam bahasa golongan sosial tertentu, </li></ul><ul><li>d. ragam dalam bidang tertentu, </li></ul><ul><li>e. ragam bahasa dalam situasi tertentu, dan sebagainya. </li></ul><ul><li>Bahasa Baku </li></ul><ul><li>Bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. </li></ul><ul><li>Ragam bahasa baku memiliki tiga ciri, yakni: bersifat normatif, pleksibel, dan intelektual. </li></ul><ul><li>Bahasa yang baik dan benar? </li></ul>04/29/10
  6. 6. Ejaan <ul><li>Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) adalah kaidah bahasa yang mengatur penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Penempatan tanda baca pada kalimat berikut akan memengaruhi informasi yang disampaikan. </li></ul><ul><li>Menurut kabar burung Pak Amat mati </li></ul>
  7. 7. Penulisan Huruf <ul><li>Penulisan Huruf Miring </li></ul><ul><li>a. Untuk menuliskan judul buku, nama majalah, dan nama surat kabar yang dikutip di dalam teks. </li></ul><ul><li>b. Untuk menuliskan huruf, kata, atau istilah yang dikhususkan/ditegaskan. </li></ul><ul><li>c. Untuk menuliskan kata atau istilah asing, termasuk istilah ilmiah, dan kata atau istilah dari bahasa daerah. </li></ul>
  8. 8. 2. Huruf Kapital <ul><li>Huruf kapital seluruhnya digunakan untuk menuliskan </li></ul><ul><li>a. judul utama </li></ul><ul><li>b. judul bab </li></ul><ul><li>c. judul kata pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka </li></ul>
  9. 9. Huruf Kapital Awal Kata <ul><li>Huruf kapital pada setiap awal kata digunakan untuk menuliskan </li></ul><ul><li>a. judul-judul subbab </li></ul><ul><li>b. nama Tuhan, nabi, agama, dan kitab suci </li></ul><ul><li>c. nama diri </li></ul><ul><li>d. nama tahun, bulan, dan hari </li></ul><ul><li>e. nama gelar, jabatan, dan pangkat </li></ul><ul><li>f. nama-nama geografi dan sapaan </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Rumus 1 </li></ul><ul><li>NJG + NG  NDG = HKp </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>benua + Asia  Benua Asia </li></ul><ul><li>teluk + Jakarta  Teluk Jak a rta </li></ul><ul><li>pulau + Putri  Pulau Putri </li></ul><ul><li>gunung + Salak  Gunung Salak </li></ul>04/29/10
  11. 11. <ul><li>Rumus 2 </li></ul><ul><li>NJ + NG  BNDG = HKcKp </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>bangsa + Cina  bangsa Cina </li></ul><ul><li>bahasa + Jepang  bahasa Jepang </li></ul><ul><li>orang + Jawa  orang Jawa </li></ul><ul><li>batik + Solo  batik Solo </li></ul><ul><li>soto + Kudus  soto Kudus </li></ul><ul><li>gado-gado + Jakarta  gado-gado Jakarta </li></ul><ul><li>legong + Bali  legong Bali </li></ul><ul><li>ukiran + Jepara  ukiran Jepara </li></ul><ul><li>langgam + Jawa  langgam Jawa </li></ul>04/29/10
  12. 12. <ul><li>Rumus 3 </li></ul><ul><li>NJ + NG  NJG = HKc </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>salak + Bali  salak bali </li></ul><ul><li>kacang + Bogor  kacang bogor </li></ul><ul><li>gula + Jawa  gula jawa </li></ul><ul><li>garam + Inggris  garam inggris </li></ul><ul><li>apel + Malang  apel malang </li></ul><ul><li>asam + Jawa  asam jawa </li></ul><ul><li>ayam + Bangkok  ayam bangkok </li></ul>04/29/10
  13. 13. Penulisan Gabungan Kata <ul><li>Baku Tidak Baku </li></ul><ul><li>tanggung jawab tanggungjawab </li></ul><ul><li>tanda tangan tandatangan </li></ul><ul><li>serah terima serah-terima </li></ul><ul><li>tata usaha tatausaha </li></ul><ul><li>uji coba uji-coba </li></ul><ul><li>kerja sama kerjasama </li></ul><ul><li>peran serta peranserta </li></ul><ul><li>juru tulis jurutulis </li></ul><ul><li>daya cipta dayacipta </li></ul><ul><li>orang tua orangtua </li></ul><ul><li>tolok ukur tolok-ukur </li></ul><ul><li>sumber daya sumberdaya </li></ul>
  14. 14. Penulisan Unsur Terikat <ul><li>Baku Tidak Baku </li></ul><ul><li>sub sektor sub-sektor </li></ul><ul><li>sub bagian sub-bagian </li></ul><ul><li>non migas non-migas </li></ul><ul><li>non formal non-formal </li></ul><ul><li>multiguna multi guna </li></ul><ul><li>pramu niaga pramu niaga </li></ul><ul><li>pramu wisma pramu wisma </li></ul><ul><li>nara pidana nara pidana </li></ul><ul><li>nara sumber nara sumber </li></ul><ul><li>pasca sarjana pasca-sarjana </li></ul><ul><li>pasca panen pasca-panen </li></ul><ul><li>purna jual purna-jual </li></ul><ul><li>pra sejarah pra-sejarah </li></ul><ul><li>antar kota antar-kota </li></ul><ul><li>antar daerah antar-daerah </li></ul>
  15. 15. Penulisan Kata Depan di <ul><li>Sebagai kata depan, di ditulis terpisah dari unsur yang mengikutinya. </li></ul><ul><li>Ciri-cirinya: </li></ul><ul><li>a. menyatakan makna 'tempat' </li></ul><ul><li>b. berpasangan dengan ke dan dari </li></ul><ul><li>c. menjadi jawaban pertanyaan di mana </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>di samping ke samping dari samping </li></ul><ul><li>di kantor ke kantor dari kantor </li></ul><ul><li>di atas ke atas dari atas </li></ul><ul><li>di bawah ke bawah dari bawah </li></ul>
  16. 16. Penulisan Awalan di- <ul><li>Sebagai awalan, di- ditulis serangkai dengan unsur yang mengikutinya. </li></ul><ul><li>Ciri-cirinya: </li></ul><ul><li>a. merupakan kata kerja </li></ul><ul><li>b. berpasangan dengan awalan me- </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>di tulis menulis </li></ul><ul><li>di laksanakan melaksanakan </li></ul><ul><li>di antisipasi mengantisipasi </li></ul>
  17. 17. Penulisan Bentuk per <ul><li>1. Bentuk per ditulis terpisah dari unsur yang mengikutinya jika berarti (a) 'mulai', (b) 'demi', (c) 'tiap', dan (d) 'melalui' </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>(1) Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April </li></ul><ul><li>(2) Semua orang yang diduga terlibat peristiwa itu dipanggil satu per satu. </li></ul><ul><li>(3) Harga buku itu Rp5.000,00 per eksemplar. </li></ul><ul><li>(4) Pesan itu saya terima per telepon. </li></ul><ul><li>2. Bentuk per ditulis serangkai dengan unsur yang mengikutinya jika menyatakan bilangan pecahan atau sebagai imbuhan. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>dua per tiga per tanian </li></ul><ul><li>tiga per empat per kebunan </li></ul><ul><li>satu per sepuluh per tapa </li></ul>
  18. 18. Penulisan Bentuk pun <ul><li>1. Bentuk pun ditulis terpisah jika berarti 'juga' atau 'saja' </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>(1) Indonesia pun dapat bersaing di dalam pasar bebas. </li></ul><ul><li>(2) Produk dalam negeri pun tidak kalah kualitasnya. </li></ul><ul><li>(3) Siapa pun tidak perlu meragukan hal itu. </li></ul><ul><li>(4) Jangankan bersaing, bertahan pun agak susah. </li></ul><ul><li>2. Bentuk pun ditulis serangkai jika sudah terpadu benar dengan unsur yang diikutinya. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>walaupun meskipun bagaimanapun </li></ul><ul><li>biarpun sungguhpun kendatipun </li></ul><ul><li>ataupun maupun adapun </li></ul>
  19. 19. Penulisan Bentuk Ulang <ul><li>Bentuk ulang dalam bahasa Indonesia ditulis ulang dengan menggunakan tanda hubung (-), bukan angka dua (2). </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>Baku Tidak Baku </li></ul><ul><li>terus-menerus terus menerus </li></ul><ul><li>prinsip-prinsip prinsip prinsip </li></ul><ul><li>tiap-tiap tiap tiap </li></ul><ul><li>masing-masing masing masing </li></ul>
  20. 20. Penulisan Singkatan <ul><li>Singkatan ialah kependekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>a. SMP [es-em-pe] b. sdr. [saudara] </li></ul><ul><li> PT [pe-te] bpk. [bapak] </li></ul><ul><li> KUD [ka-u-de] dsb. [dan sebagainya] </li></ul><ul><li>c. a.n. [atas nama], bukan a/n </li></ul><ul><li> u.p. [untuk perhatian], bukan u/p </li></ul><ul><li> d.a. [dengan alamat], bukan d/a </li></ul><ul><li> s.d. [sampai dengan], bukan s/d </li></ul>
  21. 21. Penulisan Akronim <ul><li>Akronim ialah kependekan yang berupa gabungan huruf awal, suku kata, atau huruf awal dan suku kata yang ditulis dan dilafalkan seperti kata biasa. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>a. tilang b. SIM </li></ul><ul><li>rapim FISIP </li></ul><ul><li>taplus IKIP </li></ul><ul><li>b. Bappenas </li></ul><ul><li>Depdiknas </li></ul><ul><li>Kadin </li></ul>
  22. 22. Penulisan Angka dan Lambang Bilangan <ul><li>Angka ialah nomor atau tanda (lambang) yang berfungsi sebagai pengganti bilangan. </li></ul><ul><li>Jenisnya a. angka Arab </li></ul><ul><li>b. angka Romawi </li></ul><ul><li>Angka Arab digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. menomori halaman utama karya tulis/laporan; </li></ul><ul><li>b. menomori tabel, bagan, peta, atau grafik; c. menyatakan ukuran panjang, isi, berat, waktu, nilai uang, dan satuan jumlah. </li></ul><ul><li>Angka Romawi digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. menomori halaman pelengkap karya tulis/laporan; </li></ul><ul><li>b. menomori bab-bab dalam karya tulis/laporan. </li></ul>
  23. 23. Penulisan Lambang Bilangan <ul><li>Lambang bilangan ialah tanda atau lambang yang dipakai untuk menyatakan satuan bilangan atau jumlah. </li></ul><ul><li>Angka atau lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika digunakan secara berturut-turut. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>(1) Mereka sudah tiga kali menyelenggarakan kongres. </li></ul><ul><li>(2) Kami memerlukan 3 unit komputer, 5 buah meja, dan 10 mesin ketik. </li></ul><ul><li>Angka tidak ditulis sekaligus dengan huruf , kecuali dalam dokumen resmi, seperti akta dan kuitansi. </li></ul>
  24. 24. Penggunaan Tanda Baca <ul><li>1. Tanda Titik (.) </li></ul><ul><li>Tanda titik digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. mengakhiri kalimat; </li></ul><ul><li>b. memisahkan angka jam, menit, dan detik; </li></ul><ul><li>c. memisahkan nama penulis, tahun penerbitan, dan judul buku dalam penulisan daftar pustaka. </li></ul>
  25. 25. Penggunaan Tanda Koma <ul><li>Tanda koma digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. memisahkan unsur-unsur dalam suatu perincian; </li></ul><ul><li>b. memisahkan kalimat setara, yang ditandai dengan kata penghubung tetapi, melainkan, dan sedangkan; </li></ul><ul><li>c. memisahkan anak kalimat dari induknya jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya; </li></ul><ul><li>d. menandai penghubung antarkalimat' </li></ul><ul><li>e. memisahkan kata seru; </li></ul><ul><li>f. memisahkan bagian-bagian alamat yang ditulis ke samping; </li></ul><ul><li>g. mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi. </li></ul>
  26. 26. Penggunaan Tanda Hubung <ul><li>Tanda hubung digunakan untuk </li></ul><ul><li>a. menghubungkan ke dengan angka Arab atau angka biasa ; </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>tahap ke-2, atau tahap II, bukan tahap ke-II </li></ul><ul><li>HUT Ke-10 atau HUT X , bukan HUT Ke-X </li></ul><ul><li>b. merangkaikan se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, angka dengan - an , dan singkatan dengan imbuhan. </li></ul><ul><li>Misalnya: </li></ul><ul><li>(1) Se dengan kata berhuruf kapital </li></ul><ul><li>se-DKI Jakarta </li></ul><ul><li>se-Indonesia </li></ul><ul><li>(2) Angka dengan – an tahun 1990-an </li></ul><ul><li>uang 5.000-an </li></ul>
  27. 27. Tanda Hubung (2) <ul><li>(3) Singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan </li></ul><ul><li>ber-KTP DKI </li></ul><ul><li>di-PTUN-kan </li></ul><ul><li>ber-SIM palsu </li></ul><ul><li>(4) Imbuhan bahasa Indonesia dan kata asing di-recall </li></ul><ul><li>di-smash </li></ul>
  28. 28. Penggunaan Titik Dua <ul><li>Sifat-sifat air adalah sebagai berikut. </li></ul><ul><li>a. Air mengalir dari tempat yang tinggi. </li></ul><ul><li>b. Permukaannya selalu rata/mendatar. </li></ul><ul><li>c. Bentuknya sesuai dengan wadah yang ditempatinya. </li></ul><ul><li>d. Air memberikan tekanan ke semua arah. </li></ul><ul><li>e. Air dapat meresap melalui celah kecil. </li></ul><ul><li>f. Air dapat melarutkan zat lain. </li></ul>04/29/10
  29. 29. <ul><li>Air mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: </li></ul><ul><li>a. mengalir dari tempat yang tinggi, </li></ul><ul><li>b. selalu rata/mendatar, </li></ul><ul><li>c. sesuai dengan bentuk wadahnya, </li></ul><ul><li>d. memberikan tekanan ke semua arah, </li></ul><ul><li>e. meresap melalui celah kecil, dan </li></ul><ul><li>f. melarutkan zat lain. </li></ul>04/29/10
  30. 30. <ul><li>Sifat-sifat air adalah </li></ul><ul><li>a. mengalir dari tempat yang tinggi, </li></ul><ul><li>b. selalu rata/mendatar, </li></ul><ul><li>c. sesuai dengan bentuk wadahnya, </li></ul><ul><li>d. memberikan tekanan ke semua arah, </li></ul><ul><li>e. meresap melalui celah kecil, dan </li></ul><ul><li>f. melarutkan zat lain. </li></ul>04/29/10
  31. 31. PEMBENTUKAN DAN PEMILIHAN KATA <ul><li>Pembentukan kata dapat dilakukan dengan 3 cara, sebagai berikut: </li></ul><ul><li>Pengimbuhan </li></ul><ul><li>Pemajemukan </li></ul><ul><li>Pengulangan </li></ul><ul><li>Penganalogian </li></ul><ul><li>Pengakroniman </li></ul><ul><li>Penyerapan </li></ul>04/29/10
  32. 32. Pengakroniman <ul><li>tilang buk ti pe lang garan </li></ul><ul><li>pemilu pemil ihan u mum </li></ul><ul><li>perum per usahaan um um </li></ul><ul><li>Depsos Dep artemen Sos ial </li></ul>04/29/10
  33. 33. Penganalogian <ul><li>petatar (yg ditatar) selain penatar </li></ul><ul><li>pesuluh (yg disuluh) selain penyuluh </li></ul><ul><li>beranalogi ke bentuk pesuruh </li></ul><ul><li>petinju beranalogi ke petani/peternak </li></ul>04/29/10
  34. 34. Penyerapan <ul><li>modern  modern </li></ul><ul><li>film  film </li></ul><ul><li>desain  design </li></ul><ul><li>sinyal  signal </li></ul><ul><li>efektif  effective </li></ul><ul><li>konstruksi  construction </li></ul>04/29/10
  35. 35. Pengimbuhan <ul><li>Awalan (Prefiks) </li></ul><ul><li>meN- menulis, membaca, memantau </li></ul><ul><li>peN- penulis, pembaca, pemantau </li></ul><ul><li>di- ditulis, dibaca, dipantau </li></ul><ul><li>ber- bertapa, bermain, belajar </li></ul><ul><li>per- pertapa, petinju, pelajar </li></ul><ul><li>ter- terpaksa, tersenyum, terpandai </li></ul><ul><li>se- senada, sejalan, seirama </li></ul><ul><li>ke- ketua, kedua, ketiga </li></ul>04/29/10
  36. 36. 2. Akhiran (Sufiks) <ul><li>- kan umumkan, sampaikan </li></ul><ul><li>-an tabungan, sambungan </li></ul><ul><li>-i kunjungi, temui, tandai </li></ul><ul><li>-nya katanya, padanya </li></ul><ul><li>-wan karyawan, dermawan </li></ul><ul><li>-man seniman, budiman </li></ul><ul><li>-wati karyawati, peragawati </li></ul>04/29/10
  37. 37. <ul><li>3. Gabungan Imbuhan (Konfiks) </li></ul><ul><li>meN- ... –kan meratakan, menyamakan, menerapkan </li></ul><ul><li>meN- ... -i mengunjungi, menandingi, menandai </li></ul><ul><li>peN- ... -an pendidikan, pendanaan, pendataan </li></ul><ul><li>di-- ... –kan ditundukkan, dimasukkan, dijabarkan </li></ul><ul><li>di- ... -i ditanggulangi, ditandai, ditanami </li></ul>04/29/10
  38. 38. <ul><li>ke- ... -an keamanan, keadilan, kesamaan </li></ul><ul><li>se- ... -nya seandainya, sebaiknya, sead </li></ul><ul><li>per- ... -an pertandingan, persahabatan, persatuan </li></ul><ul><li>ber- ... -an bersamaan, bertabrakan, bertepatan </li></ul>04/29/10
  39. 39. <ul><li>4. Sisipan (Infiks) </li></ul><ul><li>-el- geletar, geligi, gelantung </li></ul><ul><li>-em- gemuruh, gemetar </li></ul><ul><li>-er- gerigi </li></ul>04/29/10
  40. 40. KASUS BENTUKAN KATA SUKSES MENSUKSESKAN MENYUKSESKAN PARKIR MEMARKIR MEMPARKIR TARGET MENTARGETKAN MENARGETKAN KAIT MENGKAITKAN MENGAITKAN
  41. 41. STABIL MENSTABILKAN MENYETABILKAN PROGRAM MEMPROGRAM MEMROGRAM TRANSFER MENTRANSFER MENRANSFER KREDIT MENGKREDIT MENGERIDIT
  42. 42. MENTERAPKAN/MENGETRAPKAN/ MENERAPKAN MENGUATIRKAN/MENGAWATIRKAN/ MENGKHAWATIRKAN MENTRAMPILKAN/MENERAMPILKAN/MENRAMPILKAN MENGESAMPINGKAN/MENGENYAMPINGKAN/ MENSAMPINGKAN MENTERJEMAHKAN/MENERJEMAHKAN MENCOLOK/MENYOLOK MENSUCIKAN DIRI/MENYUCIKAN DIRI
  43. 43. Pilihan Kata <ul><li>Kriteria </li></ul><ul><li>1. Ketepatan </li></ul><ul><li>2. Kecermatan </li></ul><ul><li>3. Keserasian </li></ul>04/29/10
  44. 44. Ketepatan <ul><li>a. Perbedaan makna denotasi dan konotasi </li></ul><ul><li>b. Perbedaan makna kata-kata yang bersinonim </li></ul><ul><li>c. Penggunaan kata-kata generik dan spesifik </li></ul><ul><li>d. Penggunaan kata-kata konkret dan abstrak . </li></ul>
  45. 45. Kecermatan <ul><li>Penyebab Kemubaziran Kata </li></ul><ul><li>Penggunaan kata yang bermakna jamak secara ganda </li></ul><ul><li>Penggunaan kata yang fungsi dan maknanya bermiripan secara ganda </li></ul><ul><li>Penggunaan kata yang bermakna saling secara ganda </li></ul><ul><li>Konteks kalimatnya </li></ul>
  46. 46. Keserasian <ul><li>a. penggunaan bentuk gramatikal suatu kata </li></ul><ul><li>b. penggunaan kata atau ungkapan idiomatik </li></ul><ul><li>c. penggunaan majas </li></ul><ul><li>d. penggunaan kata atau ungkapan yang lazim </li></ul>
  47. 47.
  48. 48.
  49. 49. Penger t ian Kalima t Kalima t Penanda Informasi S t ruk tu r
  50. 50. Penanda Kalimat (dalam ragam tulis) diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda seru. I nformasi Kalimat merupakan rangkaian kata yang mengandung informasi relatif lengkap
  51. 51. <ul><li>Surat tugas itu sudah ditandatangani. </li></ul><ul><li>Surat tugas yang sudah ditandatangani itu. </li></ul>
  52. 52.
  53. 53. Struktur <ul><li>Kalimat sekurang-kurangnya mengandung dua unsur, yaitu subjek dan predikat. </li></ul>
  54. 54.
  55. 55. Unsu r -Unsu r Kalima t P S O Pel K
  56. 56. Subjek <ul><li>Subjek merupakan jawaban pertanyaan apa atau siapa . </li></ul><ul><li>1. Surat tugas itu sudah ditanda- tangani </li></ul><ul><li>2. Pemerintah Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu 2004. </li></ul>
  57. 57. Predikat <ul><li>Predikat merupakan jawaban pertanyaan mengapa, bagaimana , atau apa yang dilakukan (oleh subjek) </li></ul><ul><li>a. Mobil berplat merah itu menabrak pohon. </li></ul><ul><li>b. Surat tugas itu sudah ditandatangani . </li></ul><ul><li>c. Presiden RI meresmikan pabrik baru. </li></ul>
  58. 58. Objek <ul><li>Keberadaannya bersifat wajib </li></ul><ul><li>Posisinya di belakang kata kerja aktif transitif </li></ul><ul><li>Dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif </li></ul><ul><li>PT Sekar Ayu memproduksi jamu cap kelinci. </li></ul>
  59. 59. Pelengkap <ul><li>Keberadaannya bersifat wajib </li></ul><ul><li>Tidak dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif </li></ul><ul><li>a. Presiden RI bertemu Duta Besar Inggris kemarin. </li></ul><ul><li>b. Mantan direktur bank itu sekarang menjadi dosen . </li></ul>
  60. 60. Keterangan <ul><li>Keberadaannya bersifat opsional (tidak wajib) </li></ul><ul><li>Posisinya dapat dipindah-pindah </li></ul><ul><li>a. Presiden RI bertemu Duta Besar Inggris kemarin . </li></ul><ul><li>b. Mantan direktur bank itu sekarang menjadi dosen. </li></ul>
  61. 61. Kelengkapan Unsur Kalimat: Pelatihan <ul><li>Bagi pegawai yang tidak disiplin akan dikenai sanksi. </li></ul><ul><li>Pada bab ini akan membicarakan metode dan teknik pengumpulan data. </li></ul><ul><li>Pembangunan itu untuk menyejahterakan masyarakat. </li></ul><ul><li>Persoalan itu saya akan kemukakan dalam rapat. </li></ul><ul><li>Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME, maka selesailah penulisan laporan ini. </li></ul>
  62. 62. Pola Dasar Kalimat <ul><li>Pada kesempatan itu Bupati menyerahkan sejumlah tanda penghargaan kepada warga masyarakat yang telah berjasa terhadap daerahnya. </li></ul><ul><li>Menurut rencana, penataran yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Semarang ini akan diperpanjang hingga akhir Maret 2004. </li></ul>
  63. 63. Pola SP <ul><li>Pekerjaan ini melelahkan . </li></ul><ul><li>Sejak dulu pekerjaan menangani surat-menyurat ini sangat melelahkan. </li></ul><ul><li>Sangat melelahkan pekerjaan menangani surat-menyurat ini. </li></ul>
  64. 64. Pola SPPel. <ul><li>Penduduk Indonesia berjumlah 206 juta orang. </li></ul><ul><li>Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 , penduduk Indonesia saat ini berjumlah 206 juta orang. </li></ul><ul><li>Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 , penduduk Indonesia— yang tersebar di berbagai pulau—saat ini berjumlah 206 juta orang. </li></ul>
  65. 65. Pola SPO <ul><li>Pimpinan Pusat Bahasa menugasi saya. </li></ul><ul><li>Minggu lalu pimpinan Pusat Bahasa menugasi saya untuk memberikan penyuluhan di Pusdiklat DKI Jakarta . </li></ul><ul><li>Pimpinan Pusat Bahasa tahun lalu menugasi saya dan beberapa orang yang lain untuk memberikan penyuluhan di Pusdiklat DKI Jakarta . </li></ul>
  66. 66. SPOPel. <ul><li>Amerika mengirimi Indonesia bantuan tenaga ahli . </li></ul><ul><li>Tahun lalu Amerika mengirimi Indinesia bantuan tenaga ahli dalam bidang lingkungan hidup . </li></ul><ul><li>Tahun lalu bertepatan dengan perayaan hari Lingkungan Hidup Sedunia Amerika mengirimi Indinesia bantuan tenaga ahli dalam bidang lingkungan hidup . </li></ul>
  67. 67. Jenis-Jenis Kalimat: Kalimat Tunggal <ul><li>1. Rumahnya sangat kotor. </li></ul><ul><li>2. Ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul>
  68. 68. Kalimat Majemuk <ul><li>Rumahnya sangat kotor. </li></ul><ul><li>Ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul><ul><li>a. Konjungtor apa yang dapat digunakan untuk menggabungkan kedua kalimat itu agar menjadi kalimat majemuk? </li></ul><ul><li>b. Bagaimana bentuk gabungannya? </li></ul>
  69. 69. <ul><li>Rumahnya sangat kotor karena ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul><ul><li>Rumahnya sangat kotor kalau ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul><ul><li>Rumahnya sangat kotor sehingga ia memelihara ayam di rumahnya. </li></ul><ul><li>Ia memelihara ayam di rumahnya sehingga rumahnya sangat kotor. </li></ul>
  70. 70. Majemuk Setara <ul><li>Penanda Kesetaraan </li></ul><ul><li>dan tetapi </li></ul><ul><li>atau sedangkan </li></ul><ul><li>lalu melainkan </li></ul><ul><li>kemudian </li></ul>
  71. 71. Kasus <ul><li>Menanam padi itu mudah. Tetapi tidak semua orang dapat melakukannya. </li></ul><ul><li>Tuti sangat periang dan pandai bergaul. Sedangkan adiknya pendiam dan pemalu </li></ul><ul><li>Meskipun banyak lapangan kerja baru yang dibuka, tetapi masalah pengangguran tetap belum dapat teratasi. </li></ul>
  72. 72. Majemuk Bertingkat <ul><li>Penanda Ketidaksetaraan </li></ul><ul><li>jika agar meskipun </li></ul><ul><li>kalau supaya walaupun </li></ul><ul><li>apabila sebab sebelum </li></ul><ul><li>andaikata akibat sesudah </li></ul><ul><li>seandainya karena setelah </li></ul><ul><li>bahwa sehingga seusai </li></ul>
  73. 73. Pelatihan <ul><li>S a ya sangat gembira bahwa pada hari ini kita dapat berkumpul. </li></ul><ul><li>Karena biaya produksinya tinggi sehingga perusahaan itu sering rugi. </li></ul><ul><li>Akibat krisis moneter yang terjadi tahun ini menyebabkan beberapa perusahaan menghentikan usahanya. </li></ul>
  74. 74. Majemuk Campuran <ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Setelah selesai ujian, kami segera pulang , sedangkan Herman dan kawan-kawan masih mempunyai kegiatan lain di kantor. </li></ul><ul><li>Karena ingin cepat sampai di rumah, kami terpaksa naik ojek, tetapi beberapa teman yang lain tidak mau. </li></ul>
  75. 75. Kalimat yang Efektif <ul><li>1. Unsur-unsurnya lengkap </li></ul><ul><li>Informasinya jelas </li></ul><ul><li>Bentuk dan maknanya sejajar </li></ul><ul><li>Pilihan katanya cermat </li></ul><ul><li>Polanya variatif </li></ul>
  76. 76. Lengkap <ul><li>Subjek tidak didahului kata depan </li></ul><ul><li>Predikatnya jelas </li></ul><ul><li>Bagian kalimat majemuk tidak dipenggal </li></ul><ul><li>Kata penghubung/konjungtornya jelas </li></ul>
  77. 77. Contoh yang tidak lengkap <ul><li>Pada hari Sumpah Pemuda tahun ini akan dimeriahkan para artis ibu kota. </li></ul><ul><li>Dalam masyarakat Jawa juga mengenal sistem religi. </li></ul><ul><li>Depresiasi rupiah tahun ini, harga-harga barang meningkat. </li></ul><ul><li>Setelah surat itu ditandatangani segera dikirimkan kepada yang bersangkutan. </li></ul>
  78. 78. Jelas <ul><li>Tidak mengandung ketaksaan </li></ul><ul><li>Tidak mengandung salah nalar </li></ul><ul><li>Tidak mengandung kerancuan </li></ul><ul><li>Contoh yang tidak jelas: </li></ul><ul><li>Banyak petani yang memotong rotan sebelum berusia 10—15 tahun dan panjangnya 3,5 meter. </li></ul><ul><li>Tolong yang membawa HP harap dimatikan. </li></ul><ul><li>Dilarang naik turun penumpang di jalan tol. </li></ul>
  79. 79. Kalimat yang Rancu <ul><li>Meskipun sudah berusaha sungguh-sungguh, tetapi ia tetap belum berhasil. </li></ul><ul><li>Menurut para ahli meteorologi dan geofisika mengatakan bahwa musim hujan tahun ini akan lebih lama daripada tahun lalu. </li></ul>
  80. 80. Sejajar <ul><li>Mengandung kesejajaran bentuk </li></ul><ul><li>Mengandung kesejajaran makna </li></ul>
  81. 81. Kesejajaran Bentuk <ul><li>Setelah izin dari pemerintah daerah didapat , warga mulai membangun fasilitas umum di tanah itu. </li></ul><ul><li>Setelah mendapat izin dari pemerintah daerah, fasilitas umum mulai dibangun oleh warga di tanah itu. </li></ul><ul><li>Setelah menerima laporan dari warga masyarakat, pencuri itu dapat ditangkap polisi. </li></ul>
  82. 82.
  83. 83. Kesejajaran Makna <ul><li>Pemimpin proyek tidak menyetujui lokasi itu karena sering dilanda banjir. </li></ul><ul><li>Pembangunan jembatan yang diperkirakan menelan biaya dua miliar rupiah itu akan dibangun tahun depan. </li></ul>
  84. 84. 4. Pilihan katanya cermat <ul><li>Tidak mengandung unsur yang mubazir (subjek ganda, makna jamak ganda, unsur bersinonim yang ganda, dsb.) </li></ul>
  85. 85. 5. Variatif/tidak monoton <ul><ul><li>Variasi pola </li></ul></ul><ul><ul><li>Variasi panjang-pendek </li></ul></ul><ul><ul><li>Variasi gaya (melepas, berimbang, dan berklimaks) </li></ul></ul>

×