Kebudayaan islam

2,466 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,466
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
139
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kebudayaan islam

  1. 1. KEBUDAYAAN ISLAM DISUSUN OLEH: RAIMA AMARI 2215081396
  2. 2. JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA KEBUDAYAAN ISLAMA. KEBUDAYAAN Di dalam Kamus Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran, akalbudi, adat istiadat, sedangkan “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akalbudi ) manusia, seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudayamerupakan dinamik ilahi. Bahkan menurut Hegel, keseluruhan karya sadar insani yang berupailmu, tata hukum, tatanegara, kesenian, dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari rohilahi. Sebaliknya sebagian ahli, seperti Peter Jan Bakker, dalam bukunya Filsafat Kebudayaanmenyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya, karena menurutnya, bahwaagama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya, sebagai jawaban atas panggilan ilahi.Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan, sedang kebudayaanmerupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Adapun menurut para ahliAntropologi, sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Heddy S. A. Putra, MA bahwa agamamerupakan salah satu unsur kebudayaan. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya, Islamtidaklah memandangnya dari satu sisi saja. Islam memandang bahwa manusia mempunyai duaunsur penting, yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Inisangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulaipenciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan
  3. 3. hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)-nya roh( ciptaan)-Nya”. Landasan kebudayaan Islam adalah agama. Islam tidak seperti masyarakat yangmenganut agama bumi karena agama bukan kebudayaan, tetapi melahirkan. Kebudayaan Islamitu berada dengan kebudayaan agama Islam, sebagaimana dikemukakan oleh Gibb. Kalau pun kebudayaan Islam didasarkan kepada metoda-metoda ilmu pengetahuan dankemampuan rasio, - dan dalam hal ini sama seperti yang menjadi pegangan kebudayaan Baratmasa kita sekarang, dan kalau pun sebagai agama Islam berpegang pada pemikiran yangsubyektif dan pada pemikiran metafisika namun hubungan antara ketentuan-ketentuan agamadengan dasar kebudayaan itu erat sekali. Soalnya ialah karena cara pemikiran yang metafisik danperasaan yang subyektif di satu pihak, dengan kaidah-kaidah logika dan kemampuan ilmupengetahuan di pihak lain oleh Islam dipersatukan dengan satu ikatan, yang mau tidak maumemang perlu dicari sampai dapat ditemukan, untuk kemudian tetap menjadi orang Islamdengan iman yang kuat pula. Dari segi ini kebudayaan Islam berbeda sekali dengan kebudayaanBarat yang sekarang menguasai dunia, juga dalam melukiskan hidup dan dasar yang menjadilandasannya berbeda. Perbedaan kedua kebudayaan ini, antara yang satu dengan yang lainsebenarnya prinsip sekali, yang sampai menyebabkan dasar keduanya itu satu sama lain salingbertolak belakang.Kisah kebudayaan Barat mencari kebahagiaan umat manusia Kebudayaan yang hendak menjadikan kehidupan ekonomi sebagai dasarnya, dan pola-pola etik didasarkan pula pada kehidupan ekonomi itu dengan tidak menganggap penting artikepercayaan dalam kehidupan umum, dalam merambah jalan untuk umat manusia mencapaikebahagiaan seperti yang dicita-citakannya itu, menurut hemat saya tidak akan mencapai tujuan.Bahkan tanggapan terhadap hidup demikian ini sudah sepatutnya bila akan menjerumuskan umatmanusia ke dalam penderitaan berat seperti yang dialami dalam abad-abad belakangan ini. Sudahseharusnya pula apabila segala pikiran dalam usaha mencegah perang dan mengusahakanperdamaian dunia tidak banyak membawa arti dan hasilnya pun tidak seberapa. Selamahubungan saya dengan saudara dasarnya adalah sekerat roti yang saya makan atau yang saudaramakan, kita berebut, bersaing dan bertengkar untuk itu, masing-masing berpendirian atas dasar
  4. 4. kekuatan hewaninya, maka akan selalu kita masing-masing menunggu kesempatan baik untuksecara licik memperoleh sekerat roti yang di tangan temannya itu. Masing-masing kita satu samalain akan selalu melihat teman itu sebagai lawan, bukan sebagai saudara. Dasar etik yangtersembunyi dalam diri kita ini akan selalu bersifat hewani, sekali pun masih tetap tersembunyisampai pada waktunya nanti ia akan timbul. Yang selalu akan menjadi pegangan dasar etik inisatu-satunya ialah keuntungan. Sementara arti perikemanusiaan yang tinggi, prinsip-prinsipakhlak yang terpuji, altruisma, cinta kasih dan persaudaraan akan jatuh tergelincir, dan hampir-harnpir sudah tak dapat dipegang lagi. Apa yang terjadi dalam dunia dewasa ini ialah bukti yang paling nyata atas apa yangsaya sebutkan itu. Persaingan dan pertentangan ialah gejala pertama dalam sistem ekonomi, danitu pula gejala pertamanya dalam kebudayaan Barat, baik dalam paham yang individualistis,maupun sosialistis sama saja adanya. Dalam paham individualisma, buruh bersaing denganburuh, pemilik modal dengan pemilik modal. Buruh dengan pemilik modal ialah dua lawan yangsaling bersaing. Pendukung-pendukung paham ini berpendapat bahwa persaingan danpertentangan ini akan membawa kebaikan dan kemajuan kepada umat manusia. Menurut merekaini merupakan perangsang supaya bekerja lebih tekun dan perangsang untuk pembagian kerja,dan akan menjadi neraca yang adil dalam membagi kekayaan. Sebaliknya paham sosialisma yang berpendapat bahwa perjuangan kelas yang harusdisudahi dengan kekuasaan berada di tangan kaum buruh, merupakan salah satu keharusan alam.Selama persaingan dan perjuangan mengenai harta itu dijadikan pokok kehidupan, selamapertentangan antar-kelas itu wajar, maka pertentangan antar-bangsa juga wajar, dengan tujuanyang sama seperti pada perjuangan kelas. Dari sinilah konsepsi nasionalisma itu, dengansendirinya, memberi pengaruh yang menentukan terhadap sistem ekonomi. Apabila perjuanganbangsa-bangsa untuk menguasai harta itu wajar, apabila adanya penjajahan untuk itu wajar pula,bagaimana mungkin perang dapat dicegah dan perdamaian di dunia dapat dijamin? Padamenjelang akhir abad ke-20 ini kita telah dapat menyaksikan - dan masih dapat kita saksikan -adanya bukti-bukti, bahwa perdamaian di muka bumi dengan dasar kebudayaan yang semacamini hanya dalam impian saja dapat dilaksanakan, hanya dalam cita-cita yang manis bermadu,tetapi dalam kenyataannya tiada lebih dari suatu fatamorgana yang kosong belaka.Dasar kebudayaan Islam
  5. 5. Kebudayaan Islam lahir atas dasar yang bertolak belakang dengan dasar kebudayaanBarat. Ia lahir atas dasar rohani yang mengajak manusia supaya pertama sekali dapat menyadarihubungannya dengan alam dan tempatnya dalam alam ini dengan sebaik-baiknya. Kalaukesadaran demikian ini sudah sampai ke batas iman, maka imannya itu mengajaknya supaya iatetap terus-menerus mendidik dan melatih diri, membersihkan hatinya selalu, mengisi jantungdan pikirannya dengan prinsip-prinsip yang lebih luhur - prinsip-prinsip harga diri, persaudaraan,cinta kasih, kebaikan dan berbakti. Atas dasar prinsip-prinsip inilah manusia hendaknyamenyusun kehidupan ekonominya. Cara bertahap demikian ini adalah dasar kebudayaan Islam,seperti wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad, yakni mula-mula kebudayaan rohani,dan sistem kerohanian disini ialah dasar sistem pendidikan serta dasar pola-pola etik (akhlak).Dan prinsip-prinsip etik ini ialah dasar sistem ekonominya. Tidak dapat dibenarkan tentunyadengan cara apa pun mengorbankan prinsip-prinsip etik ini untuk kepentingan sistem ekonomitadi. Tanggapan Islam tentang kebudayaan demikian ini ialah tanggapan yang sesuai dengankodrat manusia, yang akan menjamin kebahagiaan baginya. Kalau ini yang ditanamkan dalamjiwa kita dan kehidupan seperti dalam kebudayaan Barat itu kesana pula jalannya, niscaya corakumat manusia itu akan berubah, prinsip-prinsip yang selama ini menjadi pegangan orang akanruntuh, dan sebagai gantinya akan timbul prinsip-prinsip yang lebih luhur, yang akan dapatmengobati krisis dunia kita sekarang ini sesuai dengan tuntunannya yang lebih cemerlang.Dalam Islam tak ada pertentangan agama dengan Negara Islam dapat diselamatkan dari pertentangan serta segala pengaruhnya itu, sebabnya ialahkarena Islam tidak kenal apa yang namanya gereja itu atau kekuasaan agama seperti yang dikenaloleh agama Kristen. Belum ada orang di kalangan Muslimin - sekalipun ia seorang khalifah -yang akan mengharuskan sesuatu perintah kepada orang, atas nama agama, dan akanmendakwakan dirinya mampu memberi pengampunan dosa kepada siapa saja yang melanggarperintah itu. Juga belum ada di kalangan Muslimin - sekalipun ia seorang khalifah - yang akanmengharuskan sesuatu kepada orang selain yang sudah ditentukan Tuhan di dalam Quran.Bahkan semua orarg Islam sama di hadapan Tuhan. Yang seorang tidak lebih mulia dari yanglain, kecuali tergantung kepada takwanya - kepada baktinya. Seorang penguasa tidak dapatmenuntut kesetiaan seorang Muslim apabila dia sendiri melakukan perbuatan dosa dan
  6. 6. melanggar penntah Tuhan. Atau seperti kata Abu Bakr ash-Shiddiq kepada kaum Muslimindalam pidato pelantikannya sebagai Khalifah "Taatilah saya selama saya taat kepada (perintah)Allah dan RasulNya. Tetapi apabila saya melanggar (perintah) Allah dan Rasul makagugurkanlah kesetiaanmu kepada saya.”B. SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM INDONESIA Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Muslim di Indonesia jugadikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Sejarah awal penyebaran Islam di sejumlahdaerah yang sekarang dikenal sebagai Indonesia sangatlah beragam. Penyebaran Islam di tanahJawa sebagian besar dilakukan oleh walisongo (sembilan wali). Berikut ini adalah informasisingkat mengenai walisongo. "Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, SunanAmpel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria,serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu samalain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid. Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana MalikIbrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu SunanAmpel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakansahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus muridSunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana MalikIbrahim yang lebih dahulu meninggal. Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, ditiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria diJawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadipembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru:mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hinggapemerintahan. Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masaitu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri danSunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri,
  7. 7. Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hinggasekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantarauntuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam diIndonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun perananmereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadapkebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" inilebih banyak disebut dibanding yang lain. Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam.Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan HinduMajapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga SunanKalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahamimasyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.C. RELASI ANTARA ISLAM DAN KEBUDAYAAN Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alamsemesta. Ajaran-ajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini.Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini, sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. Artinya bahwaumat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini, akan dijamin oleh Allah bahwakehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Sebaliknya siapa saja yangmembangkang dan mengingkari ajaran Islam ini, niscaya dia akan mengalami kehidupan yangsempit dan penuh penderitaan. Ajaran-ajaran Islam yang penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini, tentunyamencakup segala aspek kehidupan manusia. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukanmanusia, kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. Kebudayaanadalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia, dan Islampun telah mengatur danmemberikan batasan-batasannya.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islamdan budaya. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikianIslam.
  8. 8. Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudayamerupakan dinamik ilahi. Bahkan menurut Hegel, keseluruhan karya sadar insani yang berupailmu, tata hukum, tatanegara, kesenian, dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari rohilahi. Sebaliknya sebagian ahli, seperti Pater Jan Bakker, dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan”menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya, karena menurutnya, bahwaagama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya, sebagai jawaban atas panggilan ilahi.Keyakinan ini disebut Iman, dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan, sedang kebudayaanmerupakan karya manusia. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Adapun menurut para ahliAntropologi, sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Heddy S. A. Putra, MA bahwa agamamerupakan salah satu unsur kebudayaan. Hal itu, karena para ahli Antropologi mengatakanbahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakanuntuk menafsirkan berbagai gejala serta simbol-simbol agama. Pemahaman manusia sangatterbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing- masingagama. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yangada. Di sinilah bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Berbagai tingkah lakukeagamaan, masih menurut ahli antropogi,bukanlah diatur oleh ayat- ayat dari kitab suci,melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut.D. PENYEBARAN ISLAM Islam masuk ke Nusantara dibawa para pedagang dari Gujarat, India, di abad ke 14Masehi. Teori masuknya Islam ke Nusantara dari Gujarat ini disebut juga sebagai Teori Gujarat.Demikian menurut buku-buku sejarah yang sampai sekarang masih menjadi buku pegangan bagipara pelajar kita, dari tingkat sekolah dasar hingga lanjutan atas, bahkan di beberapa perguruantinggi. Namun, tahukah Anda bahwa Teori Gujarat ini berasal dari seorang orientalis asalBelanda yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menghancurkan Islam? Orientalis inibernama Snouck Hurgronje, yang demi mencapai tujuannya, ia mempelajari bahasa Arab dengansangat giat, mengaku sebagai seorang Muslim, dan bahkan mengawini seorang Muslimah, anakseorang tokoh di zamannya. Menurut sejumlah pakar sejarah dan juga arkeolog, jauh sebelumNabi Muhammad SAW menerima wahyu, telah terjadi kontak dagang antara para pedagangCina, Nusantara, dan Arab. Jalur perdagangan selatan ini sudah ramai saat itu.
  9. 9. Peter Bellwood, Reader in Archaeology di Australia National University, telahmelakukan banyak penelitian arkeologis di Polynesia dan Asia Tenggara. Bellwood menemukanbukti-bukti yang menunjukkan bahwa sebelum abad kelima masehi, yang berarti NabiMuhammad SAW belum lahir, beberapa jalur perdagangan utama telah berkembangmenghubungkan kepulauan Nusantara dengan Cina. Temuan beberapa tembikar Cina sertabenda-benda perunggu dari zaman Dinasti Han dan zaman-zaman sesudahnya di selatanSumatera dan di Jawa Timur membuktikan hal ini. Dalam catatan kakinya Bellwood menulis, “Museum Nasional di Jakarta memilikibeberapa bejana keramik dari beberapa situs di Sumatera Utara. Selain itu, banyak barangperunggu Cina, yang beberapa di antaranya mungkin bertarikh akhir masa Dinasti Zhou(sebelum 221 SM), berada dalam koleksi pribadi di London. Benda-benda ini dilaporkan berasaldari kuburan di Lumajang, Jawa Timur, yang sudah sering dijarah…” Bellwood dengan inihendak menyatakan bahwa sebelum tahun 221 SM, para pedagang pribumi diketahui telahmelakukan hubungan dagang dengan para pedagang dari Cina. Masih menurutnya, perdagangan pada zaman itu di Nusantara dilakukan antar sesamapedagang, tanpa ikut campurnya kerajaan, jika yang dimaksudkan kerajaan adalah pemerintahandengan raja dan memiliki wilayah yang luas. Sebab kerajaan Budha Sriwijaya yang berpusat diselatan Sumatera baru didirikan pada tahun 607 Masehi (Wolters 1967; Hall 1967, 1985). Tapibisa saja terjadi, “kerajaan-kerajaan kecil” yang tersebar di beberapa pesisir pantai sudah berdiri,walau yang terakhir ini tidak dijumpai catatannya. Di Jawa, masa sebelum masehi juga tidak ada catatan tertulisnya. Pangeran Aji Sakasendiri baru “diketahui” memulai sistem penulisan huruf Jawi kuno berdasarkan pada tipologihuruf Hindustan pada masa antara 0 sampai 100 Masehi. Dalam periode ini di Kalimantan telahberdiri Kerajaan Hindu Kutai dan Kerajaan Langasuka di Kedah, Malaya. Tarumanegara di JawaBarat baru berdiri tahun 400-an Masehi. Di Sumatera, agama Budha baru menyebar pada tahun425 Masehi dan mencapai kejayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.Temuan G. R Tibbets Adanya jalur perdagangan utama dari Nusantara—terutama Sumatera dan Jawa—dengan Cina juga diakui oleh sejarahwan G. R. Tibbetts. Bahkan Tibbetts-lah orang yang dengantekun meneliti hubungan perniagaan yang terjadi antara para pedagang dari Jazirah Arab dengan
  10. 10. para pedagang dari wilayah Asia Tenggara pada zaman pra Islam. Tibbetts menemukan bukti-bukti adanya kontak dagang antara negeri Arab dengan Nusantara saat itu. “Keadaan ini terjadikarena kepulauan Nusantara telah menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pedagang Arab yangberlayar ke negeri Cina sejak abad kelima Masehi, ” tulis Tibbets. Jadi peta perdagangan saat ituterutama di selatan adalah Arab-Nusantara-China. Sebuah dokumen kuno asal Tiongkok juga menyebutkan bahwa menjelang seperempattahun 700 M atau sekitar tahun 625 M—hanya berbeda 15 tahun setelah Rasulullah menerimawahyu pertama atau sembilan setengah tahun setelah Rasulullah berdakwah terang-terangankepada bangsa Arab—di sebuah pesisir pantai Sumatera sudah ditemukan sebuah perkampunganArab Muslim yang masih berada dalam kekuasaan wilayah Kerajaan Budha Sriwijaya. Di perkampungan-perkampungan ini, orang-orang Arab bermukim dan telah melakukanasimilasi dengan penduduk pribumi dengan jalan menikahi perempuan-perempuan lokal secaradamai. Mereka sudah beranak–pinak di sana. Dari perkampungan-perkampungan ini mulaididirikan tempat-tempat pengajian al-Qur’an dan pengajaran tentang Islam sebagai cikal bakalmadrasah dan pesantren, umumnya juga merupakan tempat beribadah (masjid). Temuan ini diperkuat Prof. Dr. HAMKA yang menyebut bahwa seorang pencatatsejarah Tiongkok yang mengembara pada tahun 674 M telah menemukan satu kelompok bangsaArab yang membuat kampung dan berdiam di pesisir Barat Sumatera. Ini sebabnya, HAMKAmenulis bahwa penemuan tersebut telah mengubah pandangan orang tentang sejarah masuknyaagama Islam di Tanah Air. HAMKA juga menambahkan bahwa temuan ini telah diyakinikebenarannya oleh para pencatat sejarah dunia Islam di Princetown University di Amerika.Pembalseman Firaun Ramses II Pakai Kapur Barus Dari Nusantara Dari berbagai literatur, diyakini bahwa kampung Islam di daerah pesisir Barat PulauSumatera itu bernama Barus atau yang juga disebut Fansur. Kampung kecil ini merupakansebuah kampung kuno yang berada di antara kota Singkil dan Sibolga, sekitar 414 kilometerselatan Medan. Di zaman Sriwijaya, kota Barus masuk dalam wilayahnya. Namun ketikaSriwijaya mengalami kemunduran dan digantikan oleh Kerajaan Aceh Darussalam, Barus punmasuk dalam wilayah Aceh. Amat mungkin Barus merupakan kota tertua di Indonesia mengingat dari seluruh kota diNusantara, hanya Barus yang namanya sudah disebut-sebut sejak awal Masehi oleh literatur-
  11. 11. literatur Arab, India, Tamil, Yunani, Syiria, Armenia, China, dan sebagainya. Sebuah peta kunoyang dibuat oleh Claudius Ptolomeus, salah seorang Gubernur Kerajaan Yunani yang berpusat diAleksandria Mesir, pada abad ke-2 Masehi, juga telah menyebutkan bahwa di pesisir baratSumatera terdapat sebuah bandar niaga bernama Barousai (Barus) yang dikenal menghasilkanwewangian dari kapur barus. Bahkan dikisahkan pula bahwa kapur barus yang diolah dari kayu kamfer dari kota itutelah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zaman kekuasaanFiraun sejak Ramses II atau sekitar 5. 000 tahun sebelum Masehi. Berdasakan bukuNuchbatuddar karya Addimasqi, Barus juga dikenal sebagai daerah awal masuknya agama Islamdi Nusantara sekitar abad ke-7 Masehi. Sebuah makam kuno di kompleks pemakaman Mahligai,Barus, di batu nisannya tertulis Syekh Rukunuddin wafat tahun 672 Masehi. Ini memperkuatdugaan bahwa komunitas Muslim di Barus sudah ada pada era itu. Sebuah Tim Arkeolog yang berasal dari Ecole Francaise D’extreme-Orient (EFEO)Perancis yang bekerjasama dengan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) diLobu Tua-Barus, telah menemukan bahwa pada sekitar abad 9-12 Masehi, Barus telah menjadisebuah perkampungan multi-etnis dari berbagai suku bangsa seperti Arab, Aceh, India, China,Tamil, Jawa, Batak, Minangkabau, Bugis, Bengkulu, dan sebagainya. Tim tersebut menemukanbanyak benda-benda berkualitas tinggi yang usianya sudah ratusan tahun dan ini menandakandahulu kala kehidupan di Barus itu sangatlah makmur. Di Barus dan sekitarnya, banyak pedagang Islam yang terdiri dari orang Arab, Aceh,dan sebagainya hidup dengan berkecukupan. Mereka memiliki kedudukan baik dan pengaruhcukup besar di dalam masyarakat maupun pemerintah (Kerajaan Budha Sriwijaya). Bahkankemudian ada juga yang ikut berkuasa di sejumlah bandar. Mereka banyak yang bersahabat, jugaberkeluarga dengan raja, adipati, atau pembesar-pembesar Sriwijaya lainnya. Mereka sering pulamenjadi penasehat raja, adipati, atau penguasa setempat. Makin lama makin banyak pulapenduduk setempat yang memeluk Islam. Bahkan ada pula raja, adipati, atau penguasa setempatyang akhirnya masuk Islam dengan jalan damai. Sejarahwan T. W. Arnold dalam karyanya “The Preaching of Islam” (1968) jugamenguatkan temuan bahwa agama Islam telah dibawa oleh mubaligh-mubaligh Islam asal jazirahArab ke Nusantara sejak awal abad ke-7 M. Setelah abad ke-7 M, Islam mulai berkembang di kawasan ini, misal, menurut laporan
  12. 12. sejarah negeri Tiongkok bahwa pada tahun 977 M, seorang duta Islam bernama Pu Ali (Abu Ali)diketahui telah mengunjungi negeri Tiongkok mewakili sebuah negeri di Nusantara (F. Hirth danW. W. Rockhill (terj), Chau Ju Kua, His Work On Chinese and Arab Trade in XII Centuries,St.Petersburg: Paragon Book, 1966, hal. 159). Bukti lainnya, di daerah Leran, Gresik, JawaTimur, sebuah batu nisan kepunyaan seorang Muslimah bernama Fatimah binti Maimunbertanggal tahun 1082 telah ditemukan. Penemuan ini membuktikan bahwa Islam telahmerambah Jawa Timur di abad ke-11 M (S. Q. Fatini, Islam Comes to Malaysia, Singapura: M.S. R.I., 1963, hal. 39). Dari bukti-bukti di atas, dapat dipastikan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara padamasa Rasulullah masih hidup. Secara ringkas dapat dipaparkan sebagai berikut: Rasululahmenerima wahyu pertama di tahun 610 M, dua setengah tahun kemudian menerima wahyu kedua(kuartal pertama tahun 613 M), lalu tiga tahun lamanya berdakwah secara diam-diam—periodeArqam bin Abil Arqam (sampai sekitar kuartal pertama tahun 616 M), setelah itu barumelakukan dakwah secara terbuka dari Makkah ke seluruh Jazirah Arab. Menurut literatur kunoTiongkok, sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera(Barus). Jadi hanya 9 tahun sejak Rasulullah SAW memproklamirkan dakwah Islam secaraterbuka, di pesisir Sumatera sudah terdapat sebuah perkampungan Islam. Selaras dengan zamannya, saat itu umat Islam belum memiliki mushaf Al-Qur’an,karena mushaf Al-Qur’an baru selesai dibukukan pada zaman Khalif Utsman bin Affan padatahun 30 H atau 651 M. Naskah Qur’an pertama kali hanya dibuat tujuh buah yang kemudianoleh Khalif Utsman dikirim ke pusat-pusat kekuasaan kaum Muslimin yang dipandang pentingyakni (1) Makkah, (2) Damaskus, (3) San’a di Yaman, (4) Bahrain, (5) Basrah, (6) Kuffah, dan(7) yang terakhir dipegang sendiri oleh Khalif Utsman. Naskah Qur’an yang tujuh itu dibubuhi cap kekhalifahan dan menjadi dasar bagi semuapihak yang berkeinginan menulis ulang. Naskah-naskah tua dari zaman Khalifah Utsman binAffan itu masih bisa dijumpai dan tersimpan pada berbagai museum dunia. Sebuah di antaranyatersimpan pada Museum di Tashkent, Asia Tengah. Mengingat bekas-bekas darah padalembaran-lembaran naskah tua itu maka pihak-pihak kepurbakalaan memastikan bahwa naskahQur’an itu merupakan al-Mushaf yang tengah dibaca Khalif Utsman sewaktu mendadak kaumperusuh di Ibukota menyerbu gedung kediamannya dan membunuh sang Khalifah. Perjanjian Versailes (Versailes Treaty), yaitu perjanjian damai yang diikat pihak
  13. 13. Sekutu dengan Jerman pada akhir Perang Dunia I, di dalam pasal 246 mencantumkan sebuahketentuan mengenai naskah tua peninggalan Khalifah Ustman bin Affan itu yang berbunyi: (246)Di dalam tempo enam bulan sesudah Perjanjian sekarang ini memperoleh kekuatannya, pihakJerman menyerahkan kepada Yang Mulia Raja Hejaz naskah asli Al-Qur’an dari masa KhalifUtsman, yang diangkut dari Madinah oleh pembesar-pembesar Turki, dan menurut keterangan,telah dihadiahkan kepada bekas Kaisar William II (Joesoef Sou’yb, Sejarah Khulafaur Rasyidin,Bulan Bintang, cet. 1, 1979, hal. 390-391). Sebab itu, cara berdoa dan beribadah lainnya padasaat itu diyakini berdasarkan ingatan para pedagang Arab Islam yang juga termasuk para al-Huffadz atau penghapal al-Qur’an. Gujarat Sekadar Tempat Singgah. Islam di Nusantara termasuk generasi Islam pertama. Inilah yang oleh banyak sejarawandikenal sebagai Teori Makkah. Jadi Islam di Nusantara ini sebenarnya bukan berasal dari parapedagang India (Gujarat) atau yang dikenal sebagai Teori Gujarat yang berasal dari SnouckHurgronje, karena para pedagang yang datang dari India, mereka ini sebenarnya berasal dariJazirah Arab, lalu dalam perjalanan melayari lautan menuju Sumatera (Kutaraja atau Banda Acehsekarang ini) mereka singgah dulu di India yang daratannya merupakan sebuah tanjung besar(Tanjung Comorin) yang menjorok ke tengah Samudera Hindia dan nyaris tepat berada di tengahantara Jazirah Arab dengan Sumatera. Setelah singgah di India beberapa lama, pedagang Arab initerus berlayar ke Banda Aceh, Barus, terus menyusuri pesisir Barat Sumatera, atau juga ada yangke Malaka dan terus ke berbagai pusat-pusat perdagangan di daerah ini hingga pusat KerajaanBudha Sriwijaya di selatan Sumatera (sekitar Palembang), lalu mereka ada pula yangmelanjutkan ekspedisi ke Cina atau Jawa. Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Aceh ini telah dikenalsejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumateramenuju Barus. Dengan demikian, bukan hal yang aneh jika Banda Aceh inilah yang pertama kalidisinari cahaya Islam yang dibawa oleh para pedagang Arab. Sebab itu, Banda Aceh sampaisekarang dikenal dengan sebutan Serambi Makkah. E. SIKAP ISLAM TERHADAP KEBUDAYAAN
  14. 14. Islam, sebagaimana telah diterangkan di atas, datang untuk mengatur dan membimbingmasyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklahdatang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalamwaktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya, sehingga Islamperlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menujukebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam:Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja, karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. Menentukan bentuk bangunan Masjid, dibolehkan memakai arsitektur Persia, ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam , kemudian di “rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. Contoh yang paling jelas, adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara- cara yang bertentangan dengan ajaran Islam , seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan, thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut, menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan, tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam.Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam Seperti, budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita, dan secara besar-besaran. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat
  15. 15. besar. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ , sebuah upacara pembakaran mayat.F. KONSEP KEBUDAYAAN DALAM ISLAM Nabi Muhammad S.A.W merupakan teladan yang baik sekali dalam melaksanakankebudayaan seperti dilukiskan Quran itu, bahwa bagaimana rasa persaudaraannya terhadapseluruh umat manusia dengan cara yang sangat tinggi dan sungguh-sungguh itu dilaksanakan.Saudara-saudaranya di Mekah semua sama dengan dia sendiri dalam menanggung duka dansengsara. Bahkan dia sendiri yang lebih banyak menanggungnya. Sesudah hijrah ke Medinah,dipersaudarakannya orang-orang Muhajirin dengan Anshar demikian rupa, sehingga merekaberada dalam status saudara sedarah. Persaudaraan sesama orang-orang beriman secara umum ituadalah persaudaraan kasih-sayang untuk membangun suatu sendi kebudayaan yang masih mudawaktu itu. Yang memperkuat persaudaraan ini ialah keimanan yang sungguh-sungguh kepadaAllah dengan demikian kuatnya sehingga dibawanya Muhammad kedalam komunikasi denganTuhan, Zat Yang Maha Agung.G. PRINSIP-PRINSIP KEBUDAYAAN ISLAM Islam, datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupanyang baik dan seimbang. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budayayang telah dianut suatu masyarakat, akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islammenginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaatdan membawa madlarat di dalam kehidupannya, sehingga Islam perlu meluruskan danmembimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradabdan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan.Prinsip semacam ini, sebenarnya telahmenjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia, pasal 32, walaupun secara praktik danperinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Dalam penjelasan UUDpasal 32, disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya danpersatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat
  16. 16. memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajatkemanusiaan bangsa Indonesia “.H. SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM Diskusi sains dan Islam ada baiknya dimulai dari satu peristiwa monumental yangmenandai lahirnya sains modern, yakni Revolusi Ilmiah pada abad ke 17 di Eropa Barat yangmenjadi “cikal bakal” munculnya sains moderns sebagai sistem pengetahuan “universal.” Dalamhistoriografi sains, salah satu pertanyaan besar yang selalu menjadi daya tarik adalah: MengapaRevolusi Ilmiah tersebut tidak terjadi di peradaban Islam yang mengalami masa kejayaanberabad-abad sebelum bangsa Eropa membangun sistem pengetahuan mereka?Sekarang mari kita menengok ke sejarah yang lebih awal tentang peradaban Islam dan sistempengetahuan yang dibangunnya. Catatan A.I. Sabra dapat kita jadikan salah satu pegangan untukmelihat kontribusi peradaban Islam dalam sains. Dalam pengamatannya, peradaban Islammemang mengimpor tradisi intelektual dari peradaban Yunani Klasik. Tetapi proses ini tidakdilakukan begitu saja secara pasif, melainkan dilakukan melalui proses appropriation ataupenyesuaian dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian peradaban Islam mampu mengambil,mengolah, dan memproduksi suatu sistem pengetahuan yang baru, unik, dan terpadu yang tidaktidak pernah ada sebelumnya. Ada dua hal yang dicatat Sabra sebagai kontribusi signifikanperadaban Islam dalam sains. Pertama adalah dalam tingkat pemikiran ilmiah yang diilhami olehkebutuhan dalam sistem kepercayaan Islam. Penentuan arah kiblat secara akurat adalah salahsatu hasil dari konjungsi ini. Kedua dalam tingkat institusionalisasi sains. Sabra merujuk padaempat institusi penting bagi perkembamgan sains yang pertama kali muncul dalam peradabanIslam, yaitu rumah sakit, perpustakaan umum, sekolah tinggi, dan observatorium astronomi.Semua kemajuan yang dicapai ini dimungkinkan oleh dukungan dari penguasa pada waktu itudalam bentuk pendanaan dan penghargaan terhadap tradisi ilmiah.Lalu mengapa sains dalam peradaban Islam tidak berhasil mempertahankan kontinyuitasnya,gagal mencapai titik Revolusi Ilmiah, dan justru mengalami penurunan? Salah satu tesis yangmenarik datang dari Aydin Sadili. Seperti dijelaskan di atas bahwa keunikan sains dalam Islamadalah masuknya unsur agama dalam sistem pengetahuan. Tetapi, menurut Sadili, disini jugalah
  17. 17. penyebab kegagalan peradaban Islam mencapai Revolusi Ilmiah. Dalam asumsi Sadili, tradisiintelektual Yunani Klasik yang diwarisi oleh peradaban Islam baru dapat menghasilkankemajuan ilmiah jika terjadi proses rekonsiliasi dengan kekuatan agama. Rekonsiliasi antarasains dan agama tersebut terjadi di peradaban Eropa, tetapi tidak terjadi di peradaban Islam.I. MASJID SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM- Pusat Pendidikan dan PelatihanProses menuju ke arah pemberdayaan umat dimulai dengan pendidikan dan pemberian pelatihan-pelatihan. Masjid seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlangsungnya prosespemberdayaan tersebut, bahkan sebagai pusat pembelajaran umat, baik dalam bentuk pengajian,pengkajian, seminar dan diskusi maupun pelatihan-pelatihan keterampilan, dengan pesertaminimal jamaah disekitarnya.- Pusat Perekonomian UmatSoko guru perekonomian Indonesia katanya koperasi, namun pada kenyataannya justru koperasimenjadi barang yang tidak laku. tidak ada salahnya bila masjid mengambil alih peran sebagaikoperasi yang membawa dampak positif bagi umat di lingkungannya. Bila konsep koperasidigabungkan dengan konsep perdagangan ala pusat-pusat pembelanjaan yang diminati karenaterjangkaunya harga barang, dan dikelola secara professional oleh dewan pengurus maka masjidakan dapat memakmurkan jamaahnya. Sehingga akhirnya jamaahnya pun akan memakmurkanmasjidnya.- Pusat Penjaringan Potensi UmatMasjid dengan jamaah yang selalu hadir HANYA sekedar untuk menggugurkan kewajibannyaterhadap Tuhan bisa saja mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan orang jumlahnya. Masjiddengan jamaah yang selalu hadir sekedar untuk menggugurkan kewajibannya terhadap Tuhan
  18. 18. bisa saja mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan orang jumlahnya. Dari berbagai macam usia,beraneka profesi dan tingkat (strata) baik ekonomi maupun intelektual, bahkan sebagai tempatberlangsungnya akulturasi budaya secara santun.- Pusat KepustakaanPerintah pertama Tuhan kepada Nabi terakhir adalah "Membaca", dan sudah sepatutnya kaummuslim gemar membaca dalam pengertian konseptual maupun kontekstual. Maka dengansendirinya hampir menjadi kemutlakkan bila masjid memiliki perpustakaan sendiri. DAFTAR PUSTAKA
  19. 19. http://prastputra.blogspot.com/2009/01/kebudayaan-islam_04.htmlhttp://www.google.co.id/#hl=id&q=kebudayaan+islam&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=e8b2c82f5b9cb860www.scribd.com/doc/14034746/kebudayaan-ISLAM -www.scribd.com › Books › Fictionid.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Islamrasulullahsaw.atwiki.com/.../1.%20KEBUDAYAAN%20ISLAM%20SEPERTI%20DILUK...forum.detik.com › Politik & Peristiwa › Sosial Budaya

×