SlideShare a Scribd company logo
1 of 37
PERAN DESA DALAM
PENANGANAN
KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh : Rahmat Buludawa, S.Pd, MM
Kepala Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi Kerakyatan
Dinas Pemberdayaan Masyarakat
Kabupaten Bolaang MongondowSelatan
Kebijakan mengenai penanganan
stunting:
• Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang
Percepatan Perbaikan Gizi,
• Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang
Gerakan Masyarakat Sehat
• Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2017 tentang
Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi
Kondisi Stunting Di Indonesia
• Indonesia masih menghadapi permasalahan
gizi yang berdampak serius terhadap Kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu
masalah gizi yang menjadi perhatian utama
saat ini adalah masih tingginya anak balita
pendek (Stunting)
Balita Stunting (Tinggi Badan per
Umur) :
• Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013,
prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2
%
• Pemantauan Status Gizi Tahun 2016, mencapai
27,5 %
• Batasan WHO < 20%
• Hal ini berarti pertumbuhan yang tidak maksimal
dialami oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau
1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting
• Lebih dari 1/3 anak berusia di bawah 5 tahun di
Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata
Sebaran Stunting di Indonesia
Hasil Laporan Konvergensi Stunting Di Bolsel
Pada Kegiatan RAKOR dan Evaluasi Stunting
Se-Sulut Tahun 2021
• Angka Stunting di Bolsel beberapa tahun terakhir
1. Pada Tahun 2018 ada di angka 50,1 %
2. Pada Tahun 2019 ada di angka 33,8 %
3. Pada Tahun 2020 ada di angka 14,8 % dan
4. Target di Tahun 2021 ada di angka 12 %
Catatan : Bolmut Tahun 2020 ada diangka 9,70 %
dan target di tahun 2021 pada angka 8,65 %
APA ITU STUNTING?
Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada
masa awal anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak
berusia 2 tahun
8
Penyebab Stunting dikelompokan dalam
Dua Kelompok:
1. Kurang gizi
• Tidak mampu
menyediakan bahan
makanan
• Pola konsumsi yang
salah
• Pola asuh yang salah
2. Penyakit
• Air minum tidak
aman konsumsi
• Sanitasi tidak layak
• Tidak mendapat
layanan kesehatan
secara memadai
Rasyid, 3
Tahun,
Lahir
Normal
Opik, 4
Tahun
Berat
Bayi
Lahir
Rendah
STUNTINGADALAH MASALAH GIZI KRONIS
YANG DISEBABKAN OLEH ASUPAN GIZI YANG
KURANG DALAM WAKTU YANG CUKUP LAMA
AKIBAT PEMBERIAN MAKANAN YANG TIDAK
SESUAI KEBUTUHAN GIZI
Konvergensi percepatan
pencegahan stunting ad
alah intervensi yang
dilakukan secara
terkoordinir, terpadu, dan
bersama-sama mensasar
kelompok sasaran prioritas
yang tinggal di desa untuk
mencegah stunting.
Anak Stunting
Stunting disebabkan oleh Faktor Multi Dimensi.
Intervensi paling menentukan pada 1.000 HPK
(1000 Hari Pertama Kehidupan)
1. Praktek pengasuhan yang tidak baik
• Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan
gizi sebelum dan pada masa kehamilan
• 60 % dari anak usia 0-6 bulan tidak
mendapatkan ASI ekslusif
• 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima
Makana Pengganti ASI
2. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan anc
(ante natal care), post natal dan pembelajaran dini
yang berkualitas
• 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di
Pendidikan Anak Usia Dini
• 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat
besi yang memadai
• Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari
79% di 2007 menjadi 64% di 2013 dan 62 % di tahun
2019)
• Tidak mendapat akses yang memadai ke layanan
imunisasi
3. Kurangnya akses ke makanan bergizi
• 1 dari 3 ibu hamil mengalami anemia
• Makanan bergizi mahal
4. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
• 1 dari 5 rumah tangga masih BAB diruang terbuka
• 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke
air minum bersih
Dampak Buruk Stunting
Bagaimana Menangani Stunting?
Intervensi Gizi Spesifik
• Intervensi yang ditujukan kepada ibu hamil
dan anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan
• Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh sektor
kesehatan
• Intervensi spesifik bersifat jangka pendek,
hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif
pendek
Intervensi Gizi Sensitif
• Intervensi yang ditujukan melalui berbagai
kegiatan pembangunan di luar sektor
kesehatan
• Sasarannya adalah masyarakat umum, tidak
khusus untuk sasaran 1.000 Hari Pertama
Kehidupan.
19
5 Paket
Layanan
Konvergensi
Stunting
Desa
Penyelenggaraan Pemerintahan
Desa
• Pendataan Desa
• Akte Kelahiran
• Jaminan Sosial
• Musyawarah Rembuk
Stunting
20
Contoh dukungan untuk konvergensi stunting
pada APBDesa
Pelaksanaan Pembangunan
Desa
• Bangunan Posyandu
• Peralatan Posyandu
(Alat Timbang-Ukur, &
Tikar Pertumbuhan)
• Gedung PAUD
• Penyediaan APE Luar
• Jambanisasi
• Pengadaan Sarana
Apotek Hidup/Kebun Gizi
• Taman Bacaan
Desa/Literasi Desa
• Pemberian Makanan
Tambahan/Pelengkap
bagi bayi/balita
21
• Pelatihan Guru PAUD
• Penyuluhan Gizi bagi Kader Posyandu
• Insentif Kader/KPM
• Operasional Kader Posyandu
• Operasional PAUD
• Insentif Tutor/Guru PAUD
• Pelatihan Pengasuhan (Parenting)
• Rapat Rutin RDS (Pelaku Konvergensi
Stunting yakni KPM, Kader Posyandu,
Guru/Tutor PAUD, PKK, Karang Taruna,
Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa)
PERATURAN BUPATI BOLAANG MONGONDOW SELATAN NO. 26 TAHUN 2020
TENTANG PERAN DESA DALAM PENCEGAHAN STUNTING
Pasal 3
(1)Pemerintah Desa berwenang
menetapkan kebijakan program
peningkatan pelayanan publik dalam
APBDesa.
(2)Peningkatan pelayanan publik
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diwujudkan dalam upaya peningkatan
gizi masyarakat dan pencegahan
Stunting di tingkat Desa.
(3) Kegiatan peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan
Stunting sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi:
a. penyediaan air bersih dan sanitasi;
b. pemberian makanan tambahan dan bergizi untuk balita;
c. pelatihan pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil
atau ibu menyusui;
d. bantuan posyandu untuk mendukung kegiatan
pemeriksaan berkala kesehatan ibu hamil atau ibu
menyusui;
e. pengembangan apotek hidup desa dan produk hotikultura
untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil atau ibu
menyusui;
f. pengembangan ketahanan pangan di Desa; dan
g. kegiatan penanganan kualitas hidup lainnya yang sesuai
dengan kewenangan Desa dan diputuskan dalam
musyawarah Desa.
Pasal 11
(1)Pemerintah Desa bertanggung jawab atas pelaksanaan
Konvergensi pencegahan Stunting di tingkat Desa.
(2)Tanggung jawab pemerintah Desa sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), meliputi:
a. melakukan konvergensi dalam perencanaan dan
penganggaran program dan kegiatan pembangunan
Desa untuk mendukung pencegahan stunting;
b. memastikan setiap sasaran prioritas menerima dan
memanfaatkan paket layanan intervensi gizi
prioritas;
c. memperkuat pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
pelayanan kepada seluruh sasaran prioritas serta
mengoordinir pendataan sasaran dan pemutakhiran
data cakupan intervensi secara rutin.
(3) Pemerintah Desa mengangkat Kader
Pembangunan Manusia yang dipilih dari
Kader Posyandu, Kader Pemberdayaan
Masyarakat Desa, atau guru PAUD di desa
(4) Kader Pembangunan Manusia
sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
diberikan insentif dan dukungan
operasional sarana/prasarana dalam
melaksanakan tugasnya.
(5) Pemerintah Desa dapat melaksanakan
kegiatan pelatihan atau peningkatan
kapasitas kepada kader posyandu
dan/atau Kader Pembangunan Manusia.
Permendes PDTT RI No.13 Tahun 2020 tentang
Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021
Rumah Tinggal Layak Huni
(RTLH)
Jamban Sehat Masyarakat
Drainase Pemukiman
Warga
Gedung TK/PAUD
Gedung Posyandu Desa
Bak Penampungan & Pipanisasi Air Bersih (Dana
Sharing DDS 10%)
Penyuluhan Stunting & Rembuk Stunting di
Desa
Pesan Presiden RI
Terima kasih

More Related Content

What's hot

Kader pembangunan manusia
Kader pembangunan manusiaKader pembangunan manusia
Kader pembangunan manusiaSalim SAg
 
KAK Kelas Balita 2020.doc
KAK Kelas Balita 2020.docKAK Kelas Balita 2020.doc
KAK Kelas Balita 2020.docProgramAnakBL
 
Kerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodium
Kerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodiumKerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodium
Kerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodiumyusup firmawan
 
Kebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - Bangda
Kebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - BangdaKebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - Bangda
Kebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - BangdaTV Desa
 
REMBUK STUNTING DESA (1).pptx
REMBUK STUNTING DESA (1).pptxREMBUK STUNTING DESA (1).pptx
REMBUK STUNTING DESA (1).pptxAladinBokingo
 
Kerangka acuan kegiatan surveilan gizi buruk
Kerangka acuan kegiatan surveilan gizi burukKerangka acuan kegiatan surveilan gizi buruk
Kerangka acuan kegiatan surveilan gizi burukyusup firmawan
 
DO Posyandu Aktif.pdf
DO Posyandu Aktif.pdfDO Posyandu Aktif.pdf
DO Posyandu Aktif.pdfsari203674
 
Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting
Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting  Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting
Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting Akademi Desa 4.0
 
ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022
ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022
ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022RizkieDani
 
Kerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematri
Kerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematriKerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematri
Kerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematriyusup firmawan
 
rembuk stunting.pptx
rembuk stunting.pptxrembuk stunting.pptx
rembuk stunting.pptxdatangawen
 
Bab 4 PRIORITAS NASIONAL.pdf
Bab 4  PRIORITAS NASIONAL.pdfBab 4  PRIORITAS NASIONAL.pdf
Bab 4 PRIORITAS NASIONAL.pdfssuserc3081c
 
SDGs DESA Fasilitasi Konvergensi Stunting
SDGs DESA Fasilitasi Konvergensi StuntingSDGs DESA Fasilitasi Konvergensi Stunting
SDGs DESA Fasilitasi Konvergensi StuntingTV Desa
 
BAB 2 - PISPK.pptx
BAB 2 - PISPK.pptxBAB 2 - PISPK.pptx
BAB 2 - PISPK.pptxHDetchGaming
 
PEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAP
PEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAPPEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAP
PEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAPZakiah dr
 
RTL Puskesmas Bogatama.doc
RTL Puskesmas Bogatama.docRTL Puskesmas Bogatama.doc
RTL Puskesmas Bogatama.docOfaAri
 
1000 hari-pertama-kehidupan-ppt 2
1000 hari-pertama-kehidupan-ppt 21000 hari-pertama-kehidupan-ppt 2
1000 hari-pertama-kehidupan-ppt 2sitifaizah7
 
materi power point POKJA IV.pptx
materi power point POKJA IV.pptxmateri power point POKJA IV.pptx
materi power point POKJA IV.pptxTiwilHijacker
 

What's hot (20)

Kader pembangunan manusia
Kader pembangunan manusiaKader pembangunan manusia
Kader pembangunan manusia
 
KAK Kelas Balita 2020.doc
KAK Kelas Balita 2020.docKAK Kelas Balita 2020.doc
KAK Kelas Balita 2020.doc
 
Kerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodium
Kerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodiumKerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodium
Kerangka acuan kegiatan pemantauan garam yodium
 
Kebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - Bangda
Kebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - BangdaKebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - Bangda
Kebijakan Kemendagri dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi - Bangda
 
REMBUK STUNTING DESA (1).pptx
REMBUK STUNTING DESA (1).pptxREMBUK STUNTING DESA (1).pptx
REMBUK STUNTING DESA (1).pptx
 
Kerangka acuan kegiatan surveilan gizi buruk
Kerangka acuan kegiatan surveilan gizi burukKerangka acuan kegiatan surveilan gizi buruk
Kerangka acuan kegiatan surveilan gizi buruk
 
DO Posyandu Aktif.pdf
DO Posyandu Aktif.pdfDO Posyandu Aktif.pdf
DO Posyandu Aktif.pdf
 
Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting
Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting  Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting
Penggunaan Dana Desa untuk Percepatan Konvergensi Pencegahan Stunting
 
ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022
ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022
ARAH KEBIJAKAN DAK KESEHATAN 2022
 
Kerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematri
Kerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematriKerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematri
Kerangka acuan kegiatan tablet fe pada rematri
 
rembuk stunting.pptx
rembuk stunting.pptxrembuk stunting.pptx
rembuk stunting.pptx
 
Bab 4 PRIORITAS NASIONAL.pdf
Bab 4  PRIORITAS NASIONAL.pdfBab 4  PRIORITAS NASIONAL.pdf
Bab 4 PRIORITAS NASIONAL.pdf
 
SDGs DESA Fasilitasi Konvergensi Stunting
SDGs DESA Fasilitasi Konvergensi StuntingSDGs DESA Fasilitasi Konvergensi Stunting
SDGs DESA Fasilitasi Konvergensi Stunting
 
Sop lansia
Sop lansiaSop lansia
Sop lansia
 
BAB 2 - PISPK.pptx
BAB 2 - PISPK.pptxBAB 2 - PISPK.pptx
BAB 2 - PISPK.pptx
 
PEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAP
PEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAPPEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAP
PEMBINAAN KADER POSYANDU LENGKAP
 
RTL Puskesmas Bogatama.doc
RTL Puskesmas Bogatama.docRTL Puskesmas Bogatama.doc
RTL Puskesmas Bogatama.doc
 
Kak germas
Kak germasKak germas
Kak germas
 
1000 hari-pertama-kehidupan-ppt 2
1000 hari-pertama-kehidupan-ppt 21000 hari-pertama-kehidupan-ppt 2
1000 hari-pertama-kehidupan-ppt 2
 
materi power point POKJA IV.pptx
materi power point POKJA IV.pptxmateri power point POKJA IV.pptx
materi power point POKJA IV.pptx
 

Similar to KONVERGENSI STUNTING.pptx

PB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptx
PB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptxPB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptx
PB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptxseberangsaja
 
PB 1_Bimtek KPM.pptx
PB 1_Bimtek KPM.pptxPB 1_Bimtek KPM.pptx
PB 1_Bimtek KPM.pptxStevanny6
 
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptx
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptxPENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptx
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptxRidaNengsih
 
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptxPaparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptxAsriFebria
 
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptxPaparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptxPinkpool
 
Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah
Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah
Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah Hrdnt
 
Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)
Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)
Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)Mohdsargawi
 
Cegah Stunting itu Penting!.pptx
Cegah Stunting itu Penting!.pptxCegah Stunting itu Penting!.pptx
Cegah Stunting itu Penting!.pptxNisaSalsabila10
 
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptxMATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptxPatenPisan1
 
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptxMATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptxPatenPisan1
 
stbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptx
stbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptxstbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptx
stbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptxekoprihantono3
 
STUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptx
STUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptxSTUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptx
STUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptxabdulthaleb44
 
Materi Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptx
Materi Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptxMateri Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptx
Materi Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptxErwinLantoni
 
437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx
437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx
437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptxMahmudahAinunHuda1
 

Similar to KONVERGENSI STUNTING.pptx (20)

PB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptx
PB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptxPB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptx
PB 1 Konsep dan Kebijakan Penurunan Stunting Fix Jatim.pptx
 
PB 1_Bimtek KPM.pptx
PB 1_Bimtek KPM.pptxPB 1_Bimtek KPM.pptx
PB 1_Bimtek KPM.pptx
 
STUNTING.pptx
STUNTING.pptxSTUNTING.pptx
STUNTING.pptx
 
Sumberdaya dalam Intervensi
Sumberdaya dalam IntervensiSumberdaya dalam Intervensi
Sumberdaya dalam Intervensi
 
Ppt stunting niken
Ppt stunting nikenPpt stunting niken
Ppt stunting niken
 
pptstunting.pdf
pptstunting.pdfpptstunting.pdf
pptstunting.pdf
 
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptx
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptxPENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptx
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING..pptx
 
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptxPaparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA (2).pptx
 
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptxPaparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptx
Paparan-PERGUB-STUNTING-LSA.pptx
 
Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah
Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah
Analisis Problem Statement Manajemen Kesehatan Tingkat Daerah
 
STBM dan STUNTING.ppt
STBM dan STUNTING.pptSTBM dan STUNTING.ppt
STBM dan STUNTING.ppt
 
Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)
Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)
Sosialisasi kegiatan konvergensi pencegahan stunting (hamparan rawang)
 
Cegah Stunting itu Penting!.pptx
Cegah Stunting itu Penting!.pptxCegah Stunting itu Penting!.pptx
Cegah Stunting itu Penting!.pptx
 
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptxMATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
 
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptxMATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
MATERI PPN PENCEGAHAN DAN PENURUNAN STUNTING.pptx
 
PPT MATERI STUNTING.pptx
PPT MATERI STUNTING.pptxPPT MATERI STUNTING.pptx
PPT MATERI STUNTING.pptx
 
stbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptx
stbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptxstbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptx
stbmdanstunting-230316074652-ca2adcd4.pptx
 
STUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptx
STUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptxSTUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptx
STUNTING DAN 1000 HPK_Bu Kapus Latim.pptx
 
Materi Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptx
Materi Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptxMateri Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptx
Materi Rembuk Stunting untuk perbaikan gizi.pptx
 
437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx
437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx
437567209-PERAN-KADER-DALAM-PENCEGAHAN-STUNTING.pptx
 

Recently uploaded

Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024MALISAAININOORBINTIA
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptTaufikFadhilah
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx
704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx
704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptxHalomoanHutajulu3
 
Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...
Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...
Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...YulfiaFia
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Abdiera
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlineMMario4
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaAbdiera
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
1.3.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf
1.3.a.8  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf1.3.a.8  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf
1.3.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdfHeriyantoHeriyanto44
 

Recently uploaded (20)

Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
PAMPHLET PENGAKAP aktiviti pengakap 2024
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx
704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx
704747337-Ppt-materi-Presentasi-Program-Kerja-Organisasi-kangguru.pptx
 
Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...
Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...
Berikut adalah aksi nyata dalam merancang modul projek dengan tema kearifan l...
 
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Fase A [abdiera.com]
 
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi OnlinePPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
PPT PERLINDUNGAN KONSUMEN .Pengertian Transaksi Online
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
1.3.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf
1.3.a.8  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf1.3.a.8  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf
1.3.a.8 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 (Heriyanto).pdf
 

KONVERGENSI STUNTING.pptx

  • 1. PERAN DESA DALAM PENANGANAN KESEHATAN MASYARAKAT Oleh : Rahmat Buludawa, S.Pd, MM Kepala Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi Kerakyatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bolaang MongondowSelatan
  • 2. Kebijakan mengenai penanganan stunting: • Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013 tentang Percepatan Perbaikan Gizi, • Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Sehat • Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2017 tentang Kebijakan Strategis Pangan dan Gizi
  • 3. Kondisi Stunting Di Indonesia • Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian utama saat ini adalah masih tingginya anak balita pendek (Stunting)
  • 4. Balita Stunting (Tinggi Badan per Umur) : • Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2 % • Pemantauan Status Gizi Tahun 2016, mencapai 27,5 % • Batasan WHO < 20% • Hal ini berarti pertumbuhan yang tidak maksimal dialami oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting • Lebih dari 1/3 anak berusia di bawah 5 tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata
  • 6. Hasil Laporan Konvergensi Stunting Di Bolsel Pada Kegiatan RAKOR dan Evaluasi Stunting Se-Sulut Tahun 2021 • Angka Stunting di Bolsel beberapa tahun terakhir 1. Pada Tahun 2018 ada di angka 50,1 % 2. Pada Tahun 2019 ada di angka 33,8 % 3. Pada Tahun 2020 ada di angka 14,8 % dan 4. Target di Tahun 2021 ada di angka 12 % Catatan : Bolmut Tahun 2020 ada diangka 9,70 % dan target di tahun 2021 pada angka 8,65 %
  • 7. APA ITU STUNTING? Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun
  • 8. 8 Penyebab Stunting dikelompokan dalam Dua Kelompok: 1. Kurang gizi • Tidak mampu menyediakan bahan makanan • Pola konsumsi yang salah • Pola asuh yang salah 2. Penyakit • Air minum tidak aman konsumsi • Sanitasi tidak layak • Tidak mendapat layanan kesehatan secara memadai Rasyid, 3 Tahun, Lahir Normal Opik, 4 Tahun Berat Bayi Lahir Rendah
  • 9. STUNTINGADALAH MASALAH GIZI KRONIS YANG DISEBABKAN OLEH ASUPAN GIZI YANG KURANG DALAM WAKTU YANG CUKUP LAMA AKIBAT PEMBERIAN MAKANAN YANG TIDAK SESUAI KEBUTUHAN GIZI Konvergensi percepatan pencegahan stunting ad alah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama mensasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting.
  • 11. Stunting disebabkan oleh Faktor Multi Dimensi. Intervensi paling menentukan pada 1.000 HPK (1000 Hari Pertama Kehidupan) 1. Praktek pengasuhan yang tidak baik • Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan • 60 % dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI ekslusif • 2 dari 3 anak usia 0-24 bulan tidak menerima Makana Pengganti ASI
  • 12. 2. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan anc (ante natal care), post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas • 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di Pendidikan Anak Usia Dini • 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi yang memadai • Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013 dan 62 % di tahun 2019) • Tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi
  • 13. 3. Kurangnya akses ke makanan bergizi • 1 dari 3 ibu hamil mengalami anemia • Makanan bergizi mahal 4. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi • 1 dari 5 rumah tangga masih BAB diruang terbuka • 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih
  • 14.
  • 16. Bagaimana Menangani Stunting? Intervensi Gizi Spesifik • Intervensi yang ditujukan kepada ibu hamil dan anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan • Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh sektor kesehatan • Intervensi spesifik bersifat jangka pendek, hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek
  • 17. Intervensi Gizi Sensitif • Intervensi yang ditujukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan • Sasarannya adalah masyarakat umum, tidak khusus untuk sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
  • 18.
  • 20. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa • Pendataan Desa • Akte Kelahiran • Jaminan Sosial • Musyawarah Rembuk Stunting 20 Contoh dukungan untuk konvergensi stunting pada APBDesa Pelaksanaan Pembangunan Desa • Bangunan Posyandu • Peralatan Posyandu (Alat Timbang-Ukur, & Tikar Pertumbuhan) • Gedung PAUD • Penyediaan APE Luar • Jambanisasi • Pengadaan Sarana Apotek Hidup/Kebun Gizi • Taman Bacaan Desa/Literasi Desa • Pemberian Makanan Tambahan/Pelengkap bagi bayi/balita
  • 21. 21 • Pelatihan Guru PAUD • Penyuluhan Gizi bagi Kader Posyandu • Insentif Kader/KPM • Operasional Kader Posyandu • Operasional PAUD • Insentif Tutor/Guru PAUD • Pelatihan Pengasuhan (Parenting) • Rapat Rutin RDS (Pelaku Konvergensi Stunting yakni KPM, Kader Posyandu, Guru/Tutor PAUD, PKK, Karang Taruna, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa)
  • 22. PERATURAN BUPATI BOLAANG MONGONDOW SELATAN NO. 26 TAHUN 2020 TENTANG PERAN DESA DALAM PENCEGAHAN STUNTING Pasal 3 (1)Pemerintah Desa berwenang menetapkan kebijakan program peningkatan pelayanan publik dalam APBDesa. (2)Peningkatan pelayanan publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujudkan dalam upaya peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan Stunting di tingkat Desa.
  • 23. (3) Kegiatan peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan Stunting sebagaimana dimaksud pada ayat (2) meliputi: a. penyediaan air bersih dan sanitasi; b. pemberian makanan tambahan dan bergizi untuk balita; c. pelatihan pemantauan perkembangan kesehatan ibu hamil atau ibu menyusui; d. bantuan posyandu untuk mendukung kegiatan pemeriksaan berkala kesehatan ibu hamil atau ibu menyusui; e. pengembangan apotek hidup desa dan produk hotikultura untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil atau ibu menyusui; f. pengembangan ketahanan pangan di Desa; dan g. kegiatan penanganan kualitas hidup lainnya yang sesuai dengan kewenangan Desa dan diputuskan dalam musyawarah Desa.
  • 24. Pasal 11 (1)Pemerintah Desa bertanggung jawab atas pelaksanaan Konvergensi pencegahan Stunting di tingkat Desa. (2)Tanggung jawab pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a. melakukan konvergensi dalam perencanaan dan penganggaran program dan kegiatan pembangunan Desa untuk mendukung pencegahan stunting; b. memastikan setiap sasaran prioritas menerima dan memanfaatkan paket layanan intervensi gizi prioritas; c. memperkuat pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan kepada seluruh sasaran prioritas serta mengoordinir pendataan sasaran dan pemutakhiran data cakupan intervensi secara rutin.
  • 25. (3) Pemerintah Desa mengangkat Kader Pembangunan Manusia yang dipilih dari Kader Posyandu, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, atau guru PAUD di desa (4) Kader Pembangunan Manusia sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diberikan insentif dan dukungan operasional sarana/prasarana dalam melaksanakan tugasnya. (5) Pemerintah Desa dapat melaksanakan kegiatan pelatihan atau peningkatan kapasitas kepada kader posyandu dan/atau Kader Pembangunan Manusia.
  • 26. Permendes PDTT RI No.13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021
  • 27.
  • 28. Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH)
  • 33. Bak Penampungan & Pipanisasi Air Bersih (Dana Sharing DDS 10%)
  • 34. Penyuluhan Stunting & Rembuk Stunting di Desa
  • 35.