Bab 6 hilya copy (4)

2,224 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,224
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
84
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 6 hilya copy (4)

  1. 1. Nama: Anandia Rahayu<br />NIM: 108121409928<br />Off: A<br />Bab 6 <br />Model-Model Evaluasi Program<br /><ul><li>Model-model evaluasi program :
  2. 2. Model Evaluasi CIPP
  3. 3. Model Stake (Model Contenance)
  4. 4. Model Scriven
  5. 5. Modal UCLA
  6. 6. Modal Kesenjangan (Descrepancy Model)
  7. 7. Model Tyler (Model yang berorientasi pada tujuan)
  8. 8. Komponen-komponen evaluasi model CIPP :
  9. 9. Evaluasi Konteks (Context Evaluation)
  10. 10. Evaluasi Masukkan (Input Evaluation)
  11. 11. Evaluasi Proses dan Produk (Process and Product Evaluation)
  12. 12. Penjelasan dari :
  13. 13. Tujuan Evaluasi program model CIPP
  14. 14. Untuk keperluan pengambilan keputusan
  15. 15. Fungsi evaluasi model CIPP
  16. 16. Membantu penanggung jawab program (pembuat keputusan) dalam mengambil keputusan apakah: meneruskan, modifikasi, membatalkan atau menghentikan program.
  17. 17. Apabila tujuan yang ditetapkan program telah mencapai keberhasilannya, maka ukuran yang digunakan tergantung pada kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Penetuan kriteria tergantung dari kepentingan setiap aspek yang diukur. Ada kriteria yang menetapkan 100% (seratus persen), sebagai standar, ada yang menetapkan 80% (delapan puluh persen) sebagai standar keberhasilan program.
  18. 18. Langkah-langkah pelaksanaan evaluasi model CIPP
  19. 19. Menetapkan keputusan yang akan diambil.
  20. 20. Menetapkan jenis data yang diperlukan.
  21. 21. Pengumpulan data.
  22. 22. Menetapkan kriteria mengenai kualitas.
  23. 23. Menganalisis dan menginterpretasi data berdasarkan kriteria.
  24. 24. Memberikan informasi kepada pihak penanggung jawab program atau pengambil keputusan untuk menentukan kebijakan.
  25. 25. Empat tipe keputusan dalam model CIPP yaitu:
  26. 26. Keputusan tahap pertama, adalah keputusan pada tahap perencanaan (To Serve Planning Decisions) dapat berupa keputusan untuk menghentikan, memperbaiki, memodifikasi atau meneruskan program.
  27. 27. Keputusan tahap kedua, yaitu keputusan terstruktur (Structuring Decisions), yaitu untuk mengetahui strategi yang optimal dan rancangan prosedur untuk menghasilkan tujuan yang diharapkan yang sesuai dengan tahap planning decisions.
  28. 28. Keputusan tahap ketiga, keputusan implementasi (Implementasi Decisions) yaitu keputusan yang dibuat selama implementasi program yang berkaitan dengan hal apakah praktek sesungguhnya sesuai dengan prosedur yang diinginkan dan apakah modifikasi prosedur diperlukan.
  29. 29. Keputusan tahap ke empat, keputusa daur ulang (Re-cycling Decisions), keputusan yang dibuat setelah efektivitas perubahan timbul. Keputusan tahap ini menentukan apakah perubahan diperlukan atau modiikasi untuk di ulang kembali: yang menentukan apakah diteruskan, merevisi atau mengakhiri aktifitas program yang bersangkutan.
  30. 30. Gambar bagan keputusan daur ulang dan alur kerja evaluasi model CIPP.
  31. 31. Bagan Keputusan Daur Ulang</li></ul>PRODUCT EVALUATIONCONTEXT EVALUATIONINPUT EVALUATIONPROCESS EVALUATION<br /><ul><li>Bagan alur kerja evaluasi model CIPP
  32. 32. PSREKBIPKDM + PTISJPSMT?SDB?SD+DPMPPT?PPD?BalikanEMEP + EH
  33. 33. Tidak
  34. 34. Ya Ya
  35. 35. Tidak Tidak
  36. 36. Tidak Ya
  37. 37. Ya
  38. 38. Ya
  39. 39. Tidak
  40. 40. TidakYa
  41. 41. Tidak </li></ul>Keterangan :<br /><ul><li>= Kegiatan pelaksanaan
  42. 42. = Keputusan yang harus diambil
  43. 43. = Kegiatan evaluasi yang ditentukan
  44. 44. Keunggulan dan Kelemahan Model CIPP
  45. 45. Keunggulan Model CIPP
  46. 46. Kalau keseluruhan komponen model dilaksanakan. Evaluator dapat berperan aktif sejak awal kegiatan. Misalnya : Evaluasi konteks dilaksanakan sebelum suatu ide/gagasan inovasi dirumuskan secara kongkret. Evaluator harus dapat melihat keadaan yang berlaku dan kemudian berdasarkan hasil kajian tersebut, mempertanyakan apakah suatu inovasi diperlukan. Di sini evaluator bertindak sebagai orang yang membantu memberikan penjelasan terhadap masalah-masalah yang dihadapi suatu lembaga atau instansi tertentu.
  47. 47. Kelemahannya Model CIPP
  48. 48. Apabila diterapkan secara bagian demi bagian (partial) akan melemahkan ide dasar model. Kegiatan menjadi tidak utuh. Dengan demikian hubungan antara satu keputusan denagn keputusan lainnya dapat menghilangkan kesinambungan.
  49. 49. Gambar Gerak Dinamis dalam model Evaluasi CIPP.</li></ul>INTENTIONSACTUALITIES<br /><ul><li>CONTEXT EVALUATIONINPUT EVALUATIONPLANNING DECISIONSSTRUCTURING DECISIONPROCESS EVALUATIONIMPLEMENTATION ON DECISIONPRODUCT EVALUATIONRECYCLING DECISIONSENDS
  50. 50. MEANS
  51. 51. Relevansi Model CIPP dengan pengambilan keputusan dan pertanggung jawaban.
  52. 52. ContextInputProcessProductCision MakingObjectivesSolutionStrategyProcedural designImplementation TerminationNontinuationModificationInstallationCountabilityRecord of objectives and bases for their choiceRecord of chosen strategy and design and reason or their choiceRecord of the actual processRecord o attainments and recycling decisions
  53. 53. Dua kegiatan dasar evaluasi dalam model contenance :
  54. 54. Deskripsi (descriptions)
  55. 55. Pertimbangan (Judgments)
  56. 56. Perbandingan tiga tahap model evaluasi contenance :
  57. 57. Tahap Pendahuluan : menyangkut kondisi yang terlebih dahulu ada sampai pada saat dilakukan instruksi yang dihubungkan dengan hasil yang dicapai
  58. 58. Tahap Transaksi : menyangkut proses dilakukannya instruksi dan hasil yang diperoleh adalah karena pengaruh dari proses tersebut
  59. 59. Tahap Outcomes : menyangkut hasil yang dicapai setelah program diimplementasikan serta untuk menentukan langkah kerja selanjutnya
  60. 60. Gambar skema dan jelaskan cara kerja model contenance.
  61. 61. Intented AntecedentsNiat, harapan, tujuan penyusunan dan pengembangan program.Intented TransactionsIsi dan proses yang dianggap efektif.Intented IncomesHasil yang diharapkan dari pelaksanaan program tertentu.Observed AntecedentsRumusan, niat, harapan, dan tujuan Observed TransactionsIsi dan proses diimplementasikan.Observed IncomesHasil yang sebenarnya diperoleh berdasarkan pelaksanaan program baru.Deskriptive DataJudgments Data
  62. 62. Congruence
  63. 63. Logical ContingencyEmpeirical Contingency
  64. 64. Congruence
  65. 65. Logical ContingencyEmpeirical Contingency
  66. 66. Congruence
  67. 67. Pengertian Kontingensi, congruence, Standart dan judgments
  68. 68. Kontingensi yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis data secara vertical
  69. 69. Kongruence yaitu suatu konsep yang digunakan untuk menganalisis kesesuaian antara apa yang dikemukakan dalam tujuan (intens) dengan apa yang terjadi dalam pelaksanaan (observations)
  70. 70. Judgments adalah konsep yang digunakan untuk evaluator untuk memberikan pertimbangan mengenai program yang sedang dikaji
  71. 71. Standart adalah konsep yang digunakan evaluator untuk mempertimbangkan dan memberikan umpan balik kepada pembuat keputusan , pertimbangan yang diberikan adalah pertimbangan yang bersifat menyeluruh dan komprehensif
  72. 72. Fungsi evaluasi formatif dan Sumatif menurut Scriven dan bagaimana pelaksanaanya
  73. 73. Evaluasi Formatif berfungsi untuk mengumpulkan data (informasi) selama kegiatan sedang dilaksanakan. Dan pelaksanaannya dilaksanakan selama program berlangsung dengan tujuan untuk menyediakan dan memberikan informasi yang bermanfaat kepada pimpinan atau penanggung jawab program untuk kepentingan perbaikan dan penyempurnaan program
  74. 74. Evaluasi Sumatif berfungsi untuk mengumpulkan informasi (data) ketika kegiatan program benar-benar selesai. Dan pelaksanaanya dilaksanakan pada akhir kegiatan untuk memberikan informasi kepada kemampuan potensial tentang manfaat atau kegunaan program.
  75. 75. Perbandingan antara Evaluai Formati dan Sumatif di tinjau dari beberapa aspek
  76. 76. No.Aspek yang di EvaluasiJenis EvaluasiFormatifSumatif1.TujuanMemperbaiki programMengevaluasi manfaat program2.AudiensAdministrator program dan karyawan Konsumen dan sponsor3.Siapa yang melaksanakanEvaluator InternalEvaluasi Eksternal4.Ciri-ciri umumTepat waktuMeyakinkan5.PengukuranSering informalValid/reliabel6.Frekuensi Pengumpilan DataSering kali Terbatas7.Ukuran SampelSering kali kecilBiasanya besar8.Jenis PertantanyaanApa yang sedang dikerjakan?Apa yang perlu diperbaiki?Bagaimana akan diperbaiki?Apa hasilnya?Dengan siapa?Apa akibatnya?Apa tuntutannya?
  77. 77. Lima jenis evaluasi menurut Alkin dan jelaskan fungsinya
  78. 78. System Assesment, berfungsi memberikan informasi mengenai keadaan atau profil program
  79. 79. Program Planning, berfungsi membantu evaluator dalam memilih program tertentu yang mungkin akan berhasil memenuhi kebutuhan program
  80. 80. Program Implementation, berfungsi menyiapkan informasi, apakah program sudah diperkenalkan kepada kelompok tertentu yang tepat sesuai dengan apa yang direncanakan
  81. 81. Program Improvement, berfungsi memberikan informasi tentang bagaimana program tersebut bermanfaat dan bagaimana program dapat dilaksanakan
  82. 82. Program Certification, berfungsi memberikan informasi tentang nilai atau manfaat program.
  83. 83. Evaluasi model kesenjangan adalah suatu metode untuk mengidentifikasikan perbedaan/kesenjangan antara tujuan khusus yang ditetapkan dengan penampilan actual.
  84. 84. Langkah-langkah dalam pelaksanaan model evaluasi kesenjangan :
  85. 85. Tahap penyusunan Disain
  86. 86. Merumuskan tujuan program
  87. 87. Menyiapkan audiens, personil dan kelengkapan lain
  88. 88. Menentukan criteria (standart) dalam bentuk rumusan yang menunjuk pada sesuatu yang dapat diukur
  89. 89. Tahap Pemasangan Instalasi (Installation)
  90. 90. Menilai kembali penetapan criteria (standart) yang telah ditetapkan pada tahap penyusunan disain
  91. 91. Meninjau/memonitor program yang sedang dilaksanakan
  92. 92. Meneliti kesenjangan antara apa yang telah direncanakan dengan apa yang telah dicapai,
  93. 93. Tahap Proses (Pengumpilan data), kegiatan yang dilakukan antara lain : mengadakan evaluasi terhadap tujuan-tujuan manakah yang telah dan akan dicapai
  94. 94. Tahap pengukuran tujuan (Product), yaitu mengadakan analisis data dan menetapkan tingkat output yang diperoleh.
  95. 95. Tahap Perbandingan (program comparison), yaitu membandingan hasil yang telah dicapai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
  96. 96. Fungsi evaluasi program menurut Provus :
  97. 97. Memberikan informasi untuk mengembangkan program
  98. 98. Merupakan sarana untuk mengevaluasi kebaikan atau keberhasilan program
  99. 99. Perbandingan unjuk kerja program dengan criteria standart
  100. 100. TingkatUnjuk KerjaStandardIDisain ProgramDisain InputDisain ProsesDisain ProdukKriteria DisainIIOperasi ProgramDisain ProgramDimensi InputDimensi ProsesIIIProduksiInterim programDisain ProgramDimensi ProsesDimensi OutputIVTerminal Program ProduksiDisain ProgramDimensi OutputVBiaya ProgramBiaya program lain dengan produksi yang sama
  101. 101. Langkah-langkah evaluasi pelaksanaan evaluasi model Tyler
  102. 102. Menetapkan dan merumuskan tujuan program yang akan di evaluasi
  103. 103. Mengidentifikasi situasi dimana evaluasi dilaksanakan
  104. 104. Memilih alat yang tepat, mencek validitas, reliabilitas dan obyektivitas
  105. 105. Penyusunan intrumen dilanjutkan dengan tahap uji-coba (try out)
  106. 106. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen yang telah dipersiapkan dengan baik
  107. 107. Pengolahan dan analisis data
  108. 108. Membandingkan hasil yang diperoleh dengan instrumen pengumpulan data dengan memperhitungkan perubahan yang terjadi
  109. 109. Menggunakan hasil analisis untuk mengadakan modifikasi seperlunya
  110. 110. Kelebihan dan kelemahan model tyler
  111. 111. Kelebihannya:
  112. 112. Mudah diterapkan
  113. 113. Rasional dan sistematis
  114. 114. Memperlihatkan suatu siklus pengembangan, mulai dari tujuan, mengamati pencapaian dan menganalisis titik lemah
  115. 115. Kesederhanaan dalam prosedur kerja, evaluator hanya perlu memberikan perhatiannya kepada pengukuran hasil program
  116. 116. Kelemahannya:
  117. 117. Tidak menilai tujuan itu sendiri
  118. 118. Tidak menetapkan standart
  119. 119. Kurang memperhatikan aspek kreativitas
  120. 120. Mengabaikan aspek normati
  121. 121. Perhatiannya dipusatkan pada hasil program, sehingga model ini tidak cukup luas dipakai sebagai model yang komprehensif. Dimensi perencanaan program dan pelaksanaanya (proses) tidak dapat di evaluasi dengan model ini.

×