Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Software reuse

681 views

Published on

Software reuse

Published in: Software
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Software reuse

  1. 1. Software reuse, disebut juga code reuse adalah penggunaan software yang sudah ada, atau pengetahuan software (software knowledge) untuk membangun software baru.
  2. 2. Software engineering lebih difokuskan pada pembangunan software secara asli, tapi sekarang untuk mendapatkan hasil software yang lebih baik, lebih cepat dan harga murah, kita membutuhkan mengadopsi proses yang didasarkan pada konsep software reuse.
  3. 3. Programmer selalu memggunakan kembali (reuse) sebagian dari : Code Template Procedure Fungsi
  4. 4. Item dari reusable software atau software knowledge disebut sebagai software asset. Asset adalah desain, model tes, kebutuhan – kebutuhan, arsitektur, dan lain sebagainya.
  5. 5. Sebuah aplikasi besar pada sebuah sistem mungkin digunakan tanpa merubah ke sistem lain atau membangun aplikasi yang mirip.
  6. 6. Penggunaan dari komponen sebuah aplikasi.
  7. 7. Pengunaan komponen software berupa objek atau fungsi.
  8. 8. Mungkin yang paling dikenal baik dari software reuse adalah code. Ide dari penggunaan ulang code ialah sebagian atau keseluruhan program computer yg ditulis suatu ketika lalu digunakan oleh program lain yang di tulis kemudian.
  9. 9. Penggunaan ulang code adalah teknik yg umum dilakukan untuk menghemat waktu dan energi untuk mengurangi pekerjaan. Contoh yang umum dari software reuse adalah Teknik penggunaan software library.
  10. 10. Pembuat program baru bisa menggunakan kode pada software library untuk melakukan tugas tertentu, bukan sebaliknya dengan menulis penuh program untuk melakukan tugas / operasi yg diinginkan. Implementasi dari libarary sering kali memberi keuntungan dalam menyelesaikan kasus yang tidak biasa.
  11. 11.  Meningkatkan kepercayaan Software yang akan digunakan kembali telah di tes dan dicoba pada sistemnya, sehingga lebih bisa dipercaya dari software baru. awal pembuatan dari software mendeteksi berbagai kesalahan desain dan implementasi. Ini kemudian diperbaiki, yang megurangi tingkat kegagalan saat software di gunakan kembali.
  12. 12.  Mengurangi Resiko Jika sotware telah ada, ada pengurangan biaya dalam pembuatan software. Ini adalah factor yang penting untuk manajemen proyek untuk mengurang estimasi biaya proyek disisi kesalahan software. Hal ini lebih terlihat saat sejumlah besar komponen software digunakan kembali.
  13. 13.  Lebih Efektif untuk Para Spesialis Para spesialis tidak perlu melakukan pekerjaan yang sama pada proyek berbeda. Para spesialis bisa menggunakan software sebelumnya dengan mengkapsulasi program mereka.
  14. 14.  Standar pelaksanaan Beberapa standar, seperti standar user interface, bisa diimplementasikan sebagai standard reusable component. Sebagai contoh interface menu bisa diimplementasikan memggunakan reusable component, semua aplikasi menyajikan format menu yang sama. Standar interface ini meningkatkan keyakinan user untuk mengurangi kesalahan ketika medapati interface yang familiar.
  15. 15.  Percepatan Pengembangan Membawa software ke pasaran secepat mungkin adalah lebih penting dari semua biaya pengembangan. Reuse softrware dapat mempercepat produksi karena waktu pengembangan dan pengesahan software bisa dikurangi.
  16. 16.  Meningkatkan Biaya Perawatan Biaya perawatan mungkin akan bertambah saat reuse elemen dari suatu sistem memjadi semakin tidak sesuai dengan perubahan system.
  17. 17.  Kekurangan Tool Pendukung Toolset mungkin tidak support pembangunan software dengan model reuse. Ini mungkin sulit atau tidak mungkin untuk mengintegrasi tool – tool ini dengan sistem component library.
  18. 18.  Sindrome Not-Invented-here Beberapa software engineer kadang – kadang lebih suka menulis ulang reuse component sebagian dengan alasan dapat meningkatkan kegunaan reusable component, sebagian melakukan dengan kepercayaan bahwa fakta menulis original software adalah lebih menantang dari menggunakan software orang lain.
  19. 19.  Membuat & Merawat Komponen Library Menyusun sejumlah reusable componenet library dan menjamin pengembang bisa mengunakan library ini bisa menjadi mahal. Teknik umum kita untuk mengklasifikasi, mengkatalog, dan megambil komponen software adalah belum tepat.
  20. 20.  Menemukan, Mengerti dan Mengadaptasikan Komponen Reusable Komponen software harus ditemukan di library, dimengerti dan, kadang, diadaptasikan untuk bekerja di lingkungan baru. Engineer harus yakin untuk menemukan komponen di library sebelum mereka akan menyertakan komponen sebagai bagian dari proses pembangunan software mereka.
  21. 21. Software library adalah contoh yang bagus sebagai abstraksi. Programmer mungkin memutuskan untuk membuat abstraksi internal sehingga bagian dari program mereka bisa digunakan kembali, atau mungkin membuat library untuk digunakan sendiri.
  22. 22. Untuk penggunaan code yang sudah ada, beberapa hal seperti interface, atau jalur komunikasi, harus didefinisikan. Ini umumnya termasuk penggunaan subroutine, object, class, atau prototype. Praktik seperti ini di formalisasi dan distandarisasi oleh software product line engineering. Praktek yang umum adalah pengunaan versi terdahulu dari program yg ada sebagai titik mulai dari versi selajutnya juga disebut dengan software reuse.
  23. 23. Meskipun reuse sering disederhanakan sebagai sebuah komponen sistem, ada banyak pendekatan berbeda untuk menggunakan kembali software. Reuse dimungkinkan untuk selang level dari fungsi simple sampai aplikasi komplit. landscape reuse memberi landasan pemahaman dalam pengaplikasian reuse.
  24. 24. Abstraksi umum yang terjadi dalam memperesentasikan aplikasi dalam sebuah desain yang menunjukkan astraksi umum, objek konkret dan interaksi.
  25. 25. System dibangun dengan mengintegrasikan komponen yang sesuai dengan model standar komponen.
  26. 26. Koleksi dari abstrak dan class konkret yang bisa diadaptasikan dan diperluas untuk membuat aplikasi system.
  27. 27. Kebijaksaaan sistem yang bisa disatukan dengan mendefisniskan seset interface dan menyediakan akses ke kebijaksanaan system ini melalui interface.
  28. 28. Sistem yang dibangun dengan menghubungkan share service yang mungkin disediakan pihak luar.
  29. 29. Sebuah tipe aplikasi yang umum pada arsitekture software sehingga bisa diadaptasiakan dengan cara berbeda utuk costumer berbeda.
  30. 30. Library Class dan function yang mengimplementasikan code yang siap digunakan.
  31. 31. Sebuah generator system yang bisa menghsilkan system atau software dengan menspesifikasikan type parameter / hasil yang diinginkan.
  32. 32. Beberapa meyebut penggunaan ulang kode adalah termasuk juga mengkopi beberapa atau sebagian code dari program yang sudah ada ke program baru dapat membuat kebutuhan memory lebih besar.
  33. 33. Banyak penelitian yg telah dilakukan untuk membuat reuse lebih cepat, mudah, lebih sistematik, dan dalam sebuah kesatuan proses normal pemrograman. Ini adalah tujuan utama dibalik penemuan pemrograman berbasis objek (object oriented programaing), dimana menjadi salah satu bentuk yang paling umum dari penggunaan ulang program yang formal (formalized reuse). Dimana kemudian melahirkan penemuan yang disebut generic programming.
  34. 34. Alat terbaru yang lain disebut dengan software generator, program yang bisa membuat program baru dari sebuah tipe yang ditentukan. Didasarkan pada sekumpulan parameter yang user pilih. Bidang study dari system seperti ini disebut generative progrmaing dan net progrmaing.

×