Ringkasan buku 3 arvin r. mosier, j. keith syers, and john r. freney. agriculture and the nitrogen cycle 2

606 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
606
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ringkasan buku 3 arvin r. mosier, j. keith syers, and john r. freney. agriculture and the nitrogen cycle 2

  1. 1. Ringkasan Buku 3 Bagian 2 16 Desember 2013 Bismillah..
  2. 2.      Meskipun pemulia tanaman di masa lampau menfokuskan dalam peningkatan potensi panen, terdapat tekanan baru terjadap sejumlah masalah terkait nilai nutrisi pangan (kandungan protein di padi, asam amino esensial, mineral lain), penurunan kehilangan paska panen, membuat tanaman lebih toleran terhadap cekaman (kedinginan, kekeringan, garam) atau mengurangi ketergantungan pada pestisida. Pendekatan ini akan meningkatkan keseimbangan hasil panen dan mengurangi kehilangan panen yang meningkatkan juga efisiensi dimana pupuk N dikonversi menjadi produk yang ekonomik. Variasi genetic di dalam penyimpanan dan penggunaan N (indeks panen) menindikasikan penggunaan lebih jauh dari NUE melalui seleksi tanaman, terutaman pada tanaman yang tidak mendapat perhatian dari pemulia. Sebagai contoh. Potensi untuk pemuliaan NUE jauh lebih tinggi pada sereal, bahan pokok utam di Afrika dan tanaman yang seperti sayuran. Sistem – sistem yang berbeda dalam produksi seperti pertanian organic, membutuhkan pengembangan varietas dengan karakteristik yang berbeda. Banyak sayuran seperti bawang, memiliki densitas akar yang pendek dan areal lahan yang miskin, anggaplah tanaman ini merupakan hasil seleksi untuk produksi dibawah kondisi nutrisi di tanah kelebihan pupuk. Variasi alami terhadap perlakuan akar dibatasi dalam plasma bawang, meskipun kultivar bawang awalnya memiliki densitas panjang akar lebih tinggi daripada bawang saat ini (De Melo 2003). <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>
  3. 3.  Persilangan antara Allium cepa dan spesiesnya yaitu A.roylei dan A.fistulosum menunjukan hasil yang tinggi untuk peningkatan kedalaman yang dicapai oleh akar, cabang akar dan densitas serta perluasan area dalam tanah, yang akan memberikan NUE yang tinggi di masa depan.  Peningkatan perhatian pada pemuliaan jagung dan gandum untuk lingkungan N yang rendah, terdapat di daerah Sub Sahara Afrika yang menghasilkan kemajuan tinggi dalam NUE (Banziger dan Cooper 2001).  Seleksi marker dan genotip memiliki fungsi memberikan laju kemajuan tinggi dalam peningkatan genetic. Tanaman transgenic yang mencegah kehilangan panen (BT cotton) memberikan kontribusi yang berbobot pada aspek ekonomi NUE. <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>
  4. 4.  Pupuk N pada umumnya mengandung unsure N dalam bentuk ammonia, nitrat dan urea (Roy dan Hammond, Chapter 17).  Kespesifikan produk tersebut berasal dari modifikasi produk sebelumnya (seperti, granular, cairan atau bentuk padatan, yang dipengaruhi oleh komponen – komponen pembebas, pupuk yang mengandung urea dan penghambat nitrifikasi atau nutrisi esensial lainnya) diuji dan dikembangkan di sektor public dan privat.  Melihat ikatan kimia N, tidak selalu bentuk pupuk N berdasarkan komponen selain ammonia, nitrat atau urea yang digunakan pada waktu yang akan datang.  Ini memperlihatkan bahwa pengembangan produk mengandung pilihan bentuk N yang membatasi sector public sebagai hasil dari kurangnya perhatian pada dana penelitian pupuk, tapi dapat dimengerti bahwa penelitian ini dilindungi oleh kesepakatan terbuka di sector usaha perorangan. <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>
  5. 5.  Teknologi – teknologi baru dalam mengendalikan pemupukan dan inhibitor nitrifikasi memiliki potensi untuk mengurangi kehilangan N dan meningkatkan NUE (Shaviv 2000).  Dalam pengembangan untuk mengendalikan distribusi pupuk N, tekanan saat ini bersamaan dengan permintaan kebutuhan tanaman akan N dan menghasilkan pengunaan intensif urea polymer in lahan padi Japan (Shoji dan Kanno 1995).  Suplai N dari pengaplikasian pupuk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tanaman, tapi tidak mempertahankan konsentrasi mineral N di tanah saat musim tanam. Alhasil, biaya aplikasi dan tenaga kerja seharusnya menjadi murah, kehilangan N dapat diminimalkan, NUE meningkat dan panen juga bertambah besar. <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>
  6. 6.      Mempertahankan N di dalam tanah sebagai ammonium akan mencegah kehilangan N akibat nitrifikasi dan denitrifikasi. Salah satu metode itu adalah menambahkan penghambat nitrifikasi dalam pupuk. Acetylene adalah senyawa yang berpotensi menghambat proses nitrifikasi, tapi dikarenakan ini adalah gas, sangat sulit untuk ditambahkan dan dipertahankan di dalam tanah dalam jumlah konsentrasi yang tepat untuk menghambat oksidasi ammonium. Pelapisan dengan calcium carbide juga dapat digunakan untuk menyebabkan penyebaran sumber acetylene untuk menghambat nitrifikasi (Mosier 1994). Cara ini meningkatkan hasil panen atau memulihkan N di area pertanian irigasi tanaman gandum, jagung, kapas dan padi yang tergenang. Produk lainnya, adalah matriks polyethylene yang mengandung partikel kecil kalsium karbid dan berbagai bahan tambahan untuk mengendalikan penetrasi air dan penyebaran acetylene. Matrik ini menghambat proses nitrifikasi selama 90 hari dan memperlambat oksidasi selama 180 hari (Freney et al. 2000) <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>
  7. 7.      Pertanian konservasi adalah sistem managemen yang menggabungkan pengolahan tanah minimum dengan pembenihan langsung, pengurangan residu tanaman dan pemeliharaan penutup lahan dan rotasi tanaman. Pengolahan konservasi digunakan hampir mencapai 40% dari total lahan produksi jagung di Amerika Serikat. Kebutuhan N pada sistem non tanah berbeda dengan sistem pengolahan dan tergantung pada managemen N, NUE bisa jadi lebih rendah atau tinggi dibandingkan dengan pengolahan. Saat ini, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan di antara sistem pengolahan tanah terkait laju N yang digunakan oleh petani Amerika, waktu aplikasi atau alat yang digunakan (Christensen 2002). Dengan peningkatan proses adopsi metode pengolahan konservasi, kebutuhan untuk mengembangkan strategi managemen N dan teknologi akan meningkat. Hal ini juga menumbuhkan bahwa pengolahan non tanam bisa meningkatkan penggunaan N dengan menyesuaikan penyebaran akar menjadi lebih baik sehingga akan mengubah distribusi bahan organic tanah. <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>
  8. 8.      Padi dan gandum yang tumbuh secara rotasi di 17,5 juta ha tanah di Asia, menyediakan pangan untuk 1 milyar penduduk (Ladha et al. 2003). Di akhir decade, laju pertumbuhan produksi tahunan dari gandum (3%) dan padi (2.3%) telah menyamai dengan populasi penduduk, namun permasalahan seperti ketidakseimbangan penggunaan pupuk N, management residu tanaman yang buruk dan kehilangan air tanah kembali terjadi Adopsi teknologi konservasi sumber daya bisa meningkatkan NUE dan air serta energy di sistem tanam padi dan jagung. Metode yang digunakan termasuk penanaman benih secara langsung, sistem pengecambahan di permukaan, irigasi lahan, managemen residu tanaman di permukaan dan pengurangan bulir padi hampa. Baru – baru ini pendekatan dibuat untuk menumbuhkan padi dengan pengolahan minimum di bawah kondisi aerob. Ketika pupuk N ditanamkan dalam menggunakan pengolahan non tanam pada saat pembenihan, lahan dapat dipertahankan produktivitasnya dan NUE juga meningkat. <Ringkasan Buku 3 Arvin R. Mosier, J. Keith Syers, and John R. Freney.>

×