Successfully reported this slideshow.
K.F. Isherwood 1998.
Fertilizer Use and the
Environment

Ringkasan Buku Bagian 3
10 Desember 2013
Bismillah..
Chapter 8 : Erosi
Erosi tanah adalah fenomena global, tapi sangat
serius untuk beberapa wilayah Negara
dibandingkan Negara...
Chapter 9 : Substansi Racun








Pupuk phosphate sering mengandung element
dalam jumlah kecil yang secara alami
ter...
Chapter 10 : Udara


Nitrogen dapat hilang dari system
pertanian dikarenakan beberapa factor
yang kemudian menyebabkan po...
Chapter 10 : Udara


Ammonia
◦ H Kirchmann (1998) meneliti bawa deposisi
ammonia dari atmosfer memberi dampak pada
darata...
Chapter 10 : Udara


Gas Rumah Kaca
◦ Carbon dioksida (CO2), methane (CH4),
dan Nitrous oxide (N2O) adalah tiga gas
rumah...
Chapter 10 : Udara


Berdasarkan E Solberg (1998), untuk setiap pound
nitrogen yang diaplikasikan sebagai pupuk, 10 – 12
...
Chapter 10 : Udara


Methane (CH4)
◦ Methane dihasilkan dari perlahanan ,tanaman
padi, fermentasi makanan dalam tubuh
bin...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ringkasan buku 1 k.f. isherwood. fertilizer use and the environment 3

367 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Ringkasan buku 1 k.f. isherwood. fertilizer use and the environment 3

  1. 1. K.F. Isherwood 1998. Fertilizer Use and the Environment Ringkasan Buku Bagian 3 10 Desember 2013 Bismillah..
  2. 2. Chapter 8 : Erosi Erosi tanah adalah fenomena global, tapi sangat serius untuk beberapa wilayah Negara dibandingkan Negara lainnya. Dibawah kondisi yang semi kering, erosi angin dan desertifikasi adalah masalah serius.  Tanah subur mendukung pertumbuhan tanaman dengan tingkat erosi lebih rendah dibandingkan tanah miskin hara yang mendukung pertumbuhan tanaman.  Pembuatan canopy permukaan yang lebih baik akan memberikan perlindungan terhadap tekanan angin dan air. Karena residu yang besar dan system akar yang vigor atau kuat akan membantu tanah menjadi lunak. Akar dan residu yang ada dalam tanah akan membantu peningkatan bahan organic tanah, meningkatkan aerasi dan laju penyerapan air. Selain itu effek residu juga secara significant meningkatkan agregat tanah.  Manajement penggunaan lahan dalam hal topograpi dan curah hujan , dengan pemanfaatan pupuk akan menjadi kontribusi yang penting untuk konservasi tanah.  <Ringkasan Buku K.F. Isherwook>
  3. 3. Chapter 9 : Substansi Racun     Pupuk phosphate sering mengandung element dalam jumlah kecil yang secara alami terkandung dalam batu phosphate dan terbawa dalam proses pengolahan hingga produk jadi. Salah satu element tersebut adalah Kadnium (Cd). Terdapat bukti bahwa Cd berpengaruhi secara tidak langsung di beberapa tanah. Hal tersebut mengkhawatirkan karena Cd bukan unsure essensial bagi tanaman dan hewan, dan dalam jumlah tinggi dapat menjadi racun. Di beberapa Negara Eropa hampir 50% total input Cd ke tanah pertanian berasal dari udara. Pemanfaatan pupuk phosphate dari batu phosphate dengan kandungan cadmium rendah merupakan salah satu solusi. Naiknya Cd pada tanaman bisa disebabkan atau dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu : ◦ Ph Tanah ◦ Tingkat kelembapan ◦ Varietas tanaman yang bisa diatur oleh petani <Ringkasan Buku K.F. Isherwook>
  4. 4. Chapter 10 : Udara  Nitrogen dapat hilang dari system pertanian dikarenakan beberapa factor yang kemudian menyebabkan polusi yaitu ◦ Hilangnya nitrat akibat leaching (Pencucian akibat air hujan) ◦ Volarisasi ammonia ◦ Hilangnya nitrous oxide (N2O) selama proses denitrifikasi atau nitrifikasi  Ammonia hilang ke atmosfer memberikan pengaruh terhadap eutrofikasi habitat alam dan laut dan pengasaman tanah dan danau seperti NH4 dikonversi ke NO3. Kehilangan akibat denitrifikasi tidak berbahaya jika hasil akhirnya adalah gas nitrogen, tapi jika yang terbentuk gas nitrous oxide (N2O) akan menghasilkan effect rumah kaca dan deplesi ozon pada lapisan atas atmosfer. <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  5. 5. Chapter 10 : Udara  Ammonia ◦ H Kirchmann (1998) meneliti bawa deposisi ammonia dari atmosfer memberi dampak pada daratan dan system perairan. Rata – rata di Negara Eropa Barat 92% ammonia berasal dari pertanian, 30% nitrogen dihasilkan dari binatang ternak yang terbebas di atmosfer dari tempat ternak, selama penyimpanan, dan ampas buangan ternak pada tanah. Emisi ammonia dari area penanaman rendah namun bisa lebih besar jika berasal dari dekomposisi tanaman. ◦ Deposisi Ammonia memberikan kontribusi yaitu pengasaman tanah seperti ammonia yang dinitrifikasi menjadi nitrate dan kemudian nitrate hilang akibat pencucian. ◦ Ammonia juga bisa bereaksi dengan atmosfer dengan sulphur oxide yang berasal dari ammonium sulphat. Kemudian menyerap ke dalam tanah melaui air hujan dan menyebabkan pengasaman <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  6. 6. Chapter 10 : Udara  Gas Rumah Kaca ◦ Carbon dioksida (CO2), methane (CH4), dan Nitrous oxide (N2O) adalah tiga gas rumah kaca yang penting. Ketiga gas tersebut menghisap radiasi matahari dibandingkan membiarkan panas radiasi tersebut dipantulkan dari bumi. Dampaknya yaitu gas rumah kaca, atau potensi pemanasan global, yang berfungsi sebagai dua factor, salah satunya “ Penekanan terjadinya proses radiasi”  Carbon dioxide (CO2) ◦ Fiksasi karbon dioksida dalam proses fotosintesis merupakan sumber bahan organic dalam tanaman dan tanah. Dekomposisi bahan organic membebaskan karbon dioksida kembali ke atmosfer. Pemupukan yang baik dan management pengolahan tanah meningkatkan pengikatan karbon ke dalam tanah. <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  7. 7. Chapter 10 : Udara  Berdasarkan E Solberg (1998), untuk setiap pound nitrogen yang diaplikasikan sebagai pupuk, 10 – 12 pound karbon bisa diikat. Dampaknya yaitu : ◦ Peningkatan penggunaan pada system pengolahan yang kekurangan, ◦ Membantu membangun bahan organic tanah, ◦ Meningkatkan jumlah karbon yang bisa disimpan.  Nitrous Oxide (N2O) ◦ Nitrous Oxide memiliki effek rumah kaca dan berakibat negatef terhadap lapisan ozon. Menurut ahli Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), nitrous oxide berperan sebesar 7.5% effek rumah kaca dari hasil aktivitas manusia. Konsentrasinya meningkat sebesar 0.2% per annum . Tanah adalah sumber global terutama 65% emisi dari N2O, yang merupakan hasil microbial. Pupuk Nitrogen bisa secara langsung dan tidak langsung menjadi penyumbang emisi tersebut. ◦ Secara umum strategi manajemen penggunaan pupuk yang meningkatkan efisiensi naiknya N oleh tanaman sepertinya mengurangi emisi N2O di atmosfer (refer to O.C. Bockman and H.-W. Olfs (1998) and K.A. Smith et al. (1997). <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>
  8. 8. Chapter 10 : Udara  Methane (CH4) ◦ Methane dihasilkan dari perlahanan ,tanaman padi, fermentasi makanan dalam tubuh binatang, ampas binatang, dan sumber abiotik lainnya seperti pertambangan dan gas alam. ◦ Di USA, diperkirakan emisi methane berasal dari bidang pertanian sebesar 29%, emisi bidang pertanian dari pencernaan hewan ternak sebesar 62%, ampas binatang 32%, padi 5% ◦ (W. Griffith and T. Bruulsema, 1997). A. Suzuki (1997) melaporkan bahwa lahan penanaman padi beras di Jepang menghitung sekitar 10% - 30 % total emisi methane berasal dari semua sumber. Pada padi, methane dibentuk secara dekomposisi anaerobic bahan organic. Proses dekomposisi bahan organic secara significant meningkatkan emisi methane. <Ringkasan Buku K.F. Isherwood>

×