SlideShare a Scribd company logo
1 of 13
MAKALAH BIOKIMIA 
“ASAM NUKLEAT” 
Oleh : 
NAMA : RACHMAN KADIR 
NIM : 12.201.0882 
KELAS : K.12 
FAKULTAS FARMASI 
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR 
MAKASSAR 
2014
9 
KATA PENGANTAR 
Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat-Nya 
lah akhirnya saya dapat menyelesaikan laporan lengkap “Farmakognosi 
Lanjutan” ini dengan lancar. 
Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak 
yang telah membantu memberikan pengetahuan dan semangatnya dalam 
menyelesaikan laporan ini. 
Namun sebagaimana layaknya seorang pemula, saya menyadari betul 
bahwa laporan ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran 
akan senantiasa diterima dengan terbuka demi tersempurnanya laporan ini. 
Akhirnya saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat baik bagi 
penulis maupun bagi pembaca. 
Makassar, 4 Juli 2014
DAFTAR ISI 
Halaman 
Kata 
Pengantar……………………………………………………………..... 
i 
Daftar 
Isi…………………………………………………………………............ 
ii 
BAB I PENDAHULUAN 
1.1 Latar Belakang………….……………………..……………........... 1 
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………....... 2 
1.3 Tujuan ………………………………….……………………........... 2 
BAB II PEMBAHASAN 
2.1 Pengertian Asam Nukleat…………………….………………....... 3 
2.2 Jenis-jenis Asam Nukleat………………..………………………. 4 
2.3 Tingkatan Struktur Asam Nukleat.............................................. 4 
2.3.1 Gula Pentosan..................................................................... 4 
2.3.2 Gula Ribosa.............…………………………………………... 4 
A. 2.3.3 Basa Nitrogen....................................................................... 5 
1. 2.3.4 Nukleusida dan Nukleutida................................................... 6 
2. 2.3.5 Polinokleusida....................................................................... 8 
BAB III SIMPULAN DAN SARAN 
3.1 Simpulan………………………………………………………. 9 
3.2 Saran………………………………………………………… 9 
DAFTAR PUSTAKA
9 
BAB I 
PENDAHULUAN 
1.1. Latar Belakang 
Pada tahun 1869 Friedrick Mescher , seorang muda bangsa Swiss yang 
belajar pada Hoppe-Seyler yang terkemuka di Jerman , mengisolasi inti dari 
sel darah putih dan menemukan bahwa inti mengandung suatu zat kaya fosfat 
yang sampai sekarang ini tidak diketahui yang dinamakannya nuklein , dan 
pada tahun 1871 secara nubuat menulis : 
Menurut saya tampaknya seluruh family dari zat yang mengandung 
fosfor ini, agak sedikit berbeda satu sama lainnya, akan timbul sebagai 
sekelompok zat nuklein , yang kemungkinan patut mendapat pertimbangan 
yang sama dengan protein. 
Ketika nuklein ditetapkan bersifat asam , namanya diganti menjadi 
asam nukleat. Riset mengenai biomolekul ini pada decade pertama dari abad 
ini menemukan bahwa asam nukleat, seperti protein merupakan polimer. Unit 
monomerik dari suatu asam nukleat disebut nukleotida; jadi, asam nukleat 
juga disebut polinukleotida. 
Ada dua jenis asam nukleat yaitu DNA ( deoxyribonucleic acid ) atau 
asam deoksiribonukleat dan RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. 
DNA oleh seorang dokter muda Friedrich Miescher yang mempercayai 
bahwa rahasia kehidupan dapat diungkapkan melalui penelitian kimia pada 
sel-sel. 
Penelitian berlanjut mengenai asam nukleat menemukan bahwa unit 
nukleotida ini terkait satu sama lain melalui ikatan fosfodiester membentuk 
struktur makromolekular , yang dalam kasus DNA, dapat mempunyai berat 
molekul milyaran. Kedua jenis asam nukleat ditemukan pada semua tumbuh-tumbuhan 
dan hewan. Virus juga mengandung asam nukleat; namun, tidak 
seperti tumbuh-tumbuhan atau hewan, suatu virus memiliki RNA ataupun 
DNA, tetapi tidak keduanya. 
Walaupun kimiawi dari asam nukleat diteliti secara serius setelah 
penemuannya, 75 tahun berlalu sebelum makna biologi dari makro molekul 
ini disadari. Saran yang diajukan oleh Avery dan rekan, pada tahun 1944, 
bahwa DNA adalah bahan genetika, merupakan peranan biologi spesifik 
pertama yang diajukan untuk suatu asam nukleat. Mengenai RNA, baru pada 
tahun 1957 ditetapkan suatu fungsi selular spesifik untuk asam nukleat ini ( 
keterlibatan RNA dalam sintesis protein ). ( Namun, perlu dicatat, bahwa 
RNA telah diidentifikasi lebih dini sebagai bahan genetika dari sejumlah 
virus.) timbulnya biologi molecular menekankan keunggulan dari DNA
maupun RNA, yang beragam spesies selularnya memiliki peranan mencolok 
dalam sintesis protein (ekspresi gen ). 
1.2. Rumusan Masalah 
1. Apa pengertian dari Asam Nukleat ? 
2. Apa-apa saja jenis Asam Nukleat ? 
3. Bagaimana tingkatan struktur Asam Nukleat ? 
4. Apa fungsi dan peranan Asam Nukleat ? 
1.3. Tujuan Penulisan 
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : 
1. Untuk mengetahui pengertian dari Asam Nukleat 
2. Untuk mengetahui jenis Asam Nukleat 
3. Untuk mengetahui tingkatan struktur Asam Nukleat 
4. Untuk mengetahui fungsi dan peranan Asam Nukleat
9 
BAB II 
PEMBAHASAN 
2.1. Pengertian Asam Nukleat 
Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan 
unit monomernya mononukleotida. Asam nukleat terdapat pada semua sel 
hidup dan bertugas untuk menyimpan dan mentransfer genetic, kemudian 
menerjemahkan informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang 
khas bagi masing-masing sel. Asam nukleat, jika unit-unit pembangunnya 
deoksiribonukleotida , disebut asam deoksiribonukleotida (DNA) dan jika 
terdiri- dari unit-unit ribonukleaotida disebut asam ribonukleaotida (RNA). 
Asam Nukleat juga merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari 
banyak nukleotida. Bila nukleotida mengandung ribose, maka asam nukleat 
yang terjadi adalah RNA (Ribnucleic acid = asam ribonukleat) yang berguna 
dalam sintesis protein. Bila nukleotida mengandung deoksiribosa, maka asam 
nukleat yang terjadi adalah DNA (Deoxyribonucleic acid = asam 
deoksiribonukleat) yang merupakan bahan utama pementukan inti sel. Dalam 
asam nukleat terdapat 4 basa nitrogen yang berbeda yaitu 2 purin dan 2 
primidin. Baik dalm RNA maupun DNA purin selalu adenine dan guanine. 
Dalam RNA primidin selalu sitosin dan urasil, dalam DNA pirimidin selalu 
sitosin dan timin. 
Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, 
yaitu gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam 
nukleat dari jaringan-jaringan tersebut, dapat dilakukan ekstraksi terhadap 
nukleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan garam IM. Setelah 
nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan atau dipecah menjadi protein-protein 
dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara 
hati-hati, atau dengan menambah NaCl hingga jenuh akan mengendapkan 
protein. Cara lain untuk memisahkan asam nukleat dari protein ialah 
menggunakan enzim pemecah protein, misal tripsin. Ekstraksi terhadap 
jaringan-jaringan dengan asam triklorasetat, dapat pula memisahkan asam 
nukleat. Denaturasi protein dalam campuran dengan asam nukleat itu dapat 
pula menyebabkan terjadinya denaturasi asam nukleat itu sendiri. Oleh karena 
asam nukleat itu mengandung pentosa, maka bila dipanasi dengan asam sulfat 
akan terbentuk furfural. Furfural ini akan memberikan warna merah dengan 
anilina asetat atau warna kuning dengan p-bromfenilhidrazina. Apabila 
dipanasi dengan difenilamina dalam suasana asam, DNA akan memberikan 
warna biru. Pada dasarnya reaksi-reaksi warna untuk ribosa dan deoksiribosa 
dapat digunakan untuk keperluan identifikasi asam nukleat.
2.2. Jenis-jenis Asam Nukleat 
Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic 
acid ) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam 
ribonukleat. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya 
terikat oleh protein dan bersifat basa. Misalnya DNA dalam inti sel terikat 
pada histon. Senyawa gabungan antara protein danasam nukleat disebut 
nucleoprotein. Molekul asam nukleat merupakan polimer sepertiprotein tetapi 
unit penyusunnya adalah nukleotida. Salah satu contoh nukleotida asam 
nukleat bebas adalah ATP yang berfungsi sebagai pembawa energy. 
2.3. Tingkatan Struktur Asam Nukleat 
2.3.1. Gula Pentosa 
Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang 
berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon 
lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat 
melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu 
gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan 
utama DNA dan RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA 
adalah ribosa. 
DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk 
struktur heliks ganda. Pada struktur heliks ganda, orientasi rantai 
nukleotida pada satu untai berlawanan dengan orientasi nukleotida untai 
lainnya. Hal ini disebut sebagai antiparalel. Masing-masing untai 
terdiri dari rangka utama, sebagai struktur utama, dan basa nitrogen, 
yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada heliks. Kedua untai 
pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa 
yang terdapat pada kedua untai tersebut. Empat basa yang 
ditemukan pada DNA adalah adenina(dilambangkan A), sitosina (C, 
dari cytosine), guanina (G), dan timina (T). Adenina berikatan hidrogen 
dengan timina, sedangkan guanina berikatan dengan sitosina. 
Segmen polipeptida dariDNA disebut gen,biasanya 
merupakan molekul RNA. 
2.3.2. Gula ribosa 
Gula dalam asam nukleat adalah jenis gula aldopentosa yakni 
Ribosa,,bisa dilihat struktur pada gambar. struktur Hawort (siklik)nya 
menunjukkan posisi beta-Furanosa (beta untuk posisi OH yang diatas, 
Furanosa untuk siklik dari 5 atom karbon).perhatikan untuk C2 nya,
9 
disitulah letak perbedaan dari tiap jenis asam nukleat (DNA & RNA). 
untuk RNA sama seperti gambar tadi, namun untuk DNA agak sedikit 
berbeda, dimana pada atom C2 nya kehilangan atom O nya sehingga 
yang ada hanya subtituen H nya saja, itulah dinamakan gula 
DEOKSIribosa. 
2.3.3. Basa Nitrogen 
Basa nitrogen seperti yang kita tau adalah Purin dan Pirimidin. 
Basa Purin misalnya. berasal dari senyawa heterosiklik yang 
terdiri dari 2 gabungan siklik (namanya bisiklik). sedangkan Pirimidin 
juga termasuk dalam snyawa heterosiklik, namun pirimidin ini berasal 
dari turunan Piridin yang ditambahkan 1 atom N (kalo piridin hanya 1 
atom N nya). Purin punya turunan lagi, yakni Adenin dan guanin yang 
berbeda dari strukurnya, begitu juga pirimidin yang terdiri dari timin, 
uracil, dan sitosi. 
Masing-masing basa purin dan pirimidin akan saling 
berpasangan, seperti adenin akan selalu berpasangan dengan timin pada 
DNA dan dengan Uracil pada RNA. sedangkan guanin "setia"dengan 
sitosin baik di DNA maupun RNA.,hal ini karena mereka sudah 
berjodoh satu sama lain, dalam hal ini masing-masing pasangan akan 
saling membentuk kestabilan oleh adanya ikatan hidrogen yang 
menghubungkan keduanya. dan juga sdh ada enzim2 tertentu yang 
bekerja pada masing2 jenis asam nukleat, sehingga bila pasangannya 
"tertukar" enzim yang bekerja secara otomatis akan berhenti. 3. Gugus 
fosfat Inilah yang menentukan sifat asam pada asam nukleat 
Kotak ungu pada gambar menunjukan fosfat,pada keadaan 
netral, ia akan sangat mudah melepaskan protonnya. makin mudah 
melepaskan protonnya, semakin asam. sehingga disebut juga sebagai 
anion asam kuat. Gambar ikatannya 
Fosfatnya, berikatan dengan atom C5 nya, dan atom C3 dari 
nukleotida sebelumnya atau sesudahnya. ini disebut sebagai 
ikatanfosfodiester, dimana ikatan ini menghubungkan nukleotida 1 
dengan lainnya. Nukleotida adalah unit molekul dari asam nukleat yang 
terdiri dari fosfat, basa N, dan gula. nukleosida adalah unit molekul as. 
nukleat yang terdiri dari gula dan basa N saja. untuk Basa N, pada Purin 
akan berikatan pada atom N9 nya dengan atom C1 dari gula. sedangkan 
Pirimidin berikatan pada N1 nya dengan atom C1 pada gula dengan 
membentuk ikatan N-glikosida (nukleosida).gambarnya.
pada ujung atas, berakhir pada C5 dan ujung bawah berakhir 
pada C3. Ini berguna dalam penulisan sekuensing asam nukleat itulah 
disebut sebagai ujung 5'-3'. Merupakan struktur RNA karena hanya 
terdiri dari 1 rantai saja, kalau yang rantai ganda seperti DNA, berarti 
2 rantai yang dihubungkan dengan ikatan hidrogen. 
Pasangan adenin timin hanya 2 rangkap ikatan hidrogen, 
karena pada strukturnya tidak memungkinkan untuk membentuk 3 
rangkap seperti pasangan guanin sitosin. Dari jaraknya antara O dan H 
apada pasangan adenin timin, sangat jauh. sehingga tidak 
memungkinkan adanya interaksi.Dobel heliksnya. 
Untaian yang saling melilit ini, menyumbangkan kestabilan 
dan memperdekat jarak (rise) antara pasang2 basanya, sehingga bisa 
menjadi utuh,untaian ganda ini juga disusun secara anti paralel, pada 
rantai 1 dari 5'-3' dan rantai 2 dari 3'-5'. 
2.3.4. Nukleotida dan Nukleosida 
Molekul nukleotida terdiri atas nukleosida yang mengikat 
asam fosfat. Molekul nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau 
ribose ) yang mengikat suatu basa (purin atau pirimidin). Jadi apabila 
suatu nukleoprotein dihidrolisis sempurna akan dihasilkan protein, 
asam fosfat, pentosa dan basa purin atau pirimidin. Rumus berikut ini 
akan memperjelas hasil hidrolisis suatu nukleoprotein. 
Pentosa yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan yang 
berasal dari RNA ialah ribose. Adapun basa purin dan basa pirimidin 
yang berasal dari DNA ialah adenin,sitosin dan timin. Dari RNA akan 
diperoleh adenin,guanin, sitosin dan urasil. 
Urasil terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk keto atau laktam 
dan bentuk enol atau laktim. 
Pada PH cairan tubuh, terutama urasil terdapat dalam entuk 
keto. Nukleosida terbentuk dari basapurin atau pirimidin dengan ribose 
atau deoksiribosa. Basa purin atau pirimidin terikat padapentosa oleh 
ikatan glikosidik,yaitu pada atom karbon nomor 1. Guanosin adalah 
suatu nukleosida yang terbentuk dari guanin dengan ribosa. Pada 
pengikatan glikosidik ini sebuah molekul air yang dihasilkan terjadi 
dari atom hidrogen pada atom N-9 dari basa purin dengan gugus OH 
pada atom C-1 dari pentosa. Untuk basa pirimidin,gugus OH pada atom 
C-1berikatan dengan atom H pada atom N-1 
Pada umumnya nukleosida diberi nama sesuai dengan nama 
basa purin atau basa pirimidin yang membentuknya. Beberapa
9 
nukleosida berikut ini ialah yang membentuk dari basa purin atau dari 
basa pirimidin dengan ribosa ; 
 Adenin nukleosida atau Adenosin 
 Guanin nukleosida atau Guanosin 
 Urasil nukleosida atau Uridin 
 Timin nukleosida atau Timidin 
 Sitosin nukleosida atau Sitidin 
Apabila pentose yang diikat oleh deoksiribosa,maka nama 
nukleosida diberi tambahandeoksi di depanya.Sebagai contoh 
“deoksiadinosin,deoksisitidin” dan sebagainya. Disamping lima jenis 
basa purin atau basa pirimidin yang biasa terdapat pada asam nukleat, 
ada pula beberapa basa purin dan basa pirimidin lain yang membentuk 
nukleosida.Hipoksantin dengan ribosa akan membentuk hipoksantin 
nukleosida atau inosin. DNA pada bakteri ternyata mengandung 
hidroksimetilsitosin. 
Demikian pula tRNA (transfer RNA) mengandung derivat 
metal basa purin atau basapirimidin, misalnya 6-N-dimetiladenin atau 
2-N dimetilguanin. 
Dalam alam nukleosida terutama terdapat dalam bentuk 
ester fosfat yang disebut nukleotida. Nukleotida terdapat sebagai 
molekul bebas atau berikatan dengan sesama nukleotida membentuk 
asam nukleat.Dalam molekul nukleotida gugus fosfat terikat oleh 
pentosa pada atom C-5. 
Beberapa nukleotida lain ialah sebagai berikut : 
 Adenin nukleotida atau Adenosinmonofosfat (AMP)(asam adenilat) 
 Guanin nukleotida atau Guanosinmonofosfat (GMP)(asam guanilat) 
 Hipoksantin nukleosida atau Inosinmonofosfat (IMP)(asam inosinat) 
 Urasil Nukleotida atau Uridinmonofosfat (UMP) (asam uridilat) 
 Sitidin nukleotida atau Sitidinmonofosfat (SMP)(asam sitidilat) 
 Timin nukleotida atau Timidinmonofosfat (TMP)(asam timidilat) 
Pentosa yang terdapat dalam molekul nukleotida pada 
contoh diatas ialah ribosa. Apabila pentosanya deoksiribosa, maka 
ditambah deoksi di depan nama nukleotida tersebut misalnya 
deoksiadenosin-monofosfat atau disingkat dAMP. 
Ada beberapa nukleotida yang mempunyai gugus fosfat 
lebih dari 1 misalnya adenosintrifosfat dan uridintrifosfat, kedua 
nukleotida ini mempunyai peranan penting dalam reaksi-reaksi kimia 
dalam tubuh. 
Pada rumus molekul ATP dan UTP, ikatan antara gugus-gugus 
fosfat diberi tanda yang khas. Pada proses hidrolisis ATP akan
melepaskan gugus fosfat dan terbentuk adenosindifosfat (ADP). Pada 
hidrolis ini ternyata dibebaskan energy yang cukup besar yaitu 7.000 
kal/mol ATP.Oleh karena itu ikatan antara gugus fosfat dinamakan 
“ikatan berenergi tinggi” dan diberi tanda ~ . Dalam tubuh,ATP dan 
UTP berfungsi sebagai penyimpan energi yang diperoleh dariproses 
oksidasi senyawa-senyawa dalam makanan kita untuk kemudian 
dibebaskan apabila energi tersebut diperlukan. 
2.3.4. Polinukleotida
9 
BAB III 
KESIMPULAN DAN SARAN 
3.1. Kesimpulan 
Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi 
dengan unit monomernya mononukleotida. Asam Nukleat juga merupakan 
senyawa majemuk yang dibuat dari banyak nukleotida. Asam nukleat dalam 
sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid ) atau asam 
deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. 
Deoxyribonucleid Acid ( DNA ), Asam ini adalah polimer yang 
terdiri atas molekul-molekul deoksiribonukleotida yang terikat satu sama 
lain sehingga membentuk rantai polinukleotida yang panjang. Molekul 
DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan 
atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus 
fosfat. Asam ribonukleat adalah salah satu polimer yang terdiri atas 
molekul-molekul ribonukleotida. 
3.2. Saran 
Dengan adanya makalah ini diharapkan para pembaca dapat 
mengetahui lebih banyak lagi tentang Asam Nukleat guna menambah 
wawasan untuk pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA 
Anonymous.a.2011. http://www.scribd.com/doc/25523953/ASAM-NUKLEAT. 
Anonymous.b.2011.http://www.scribd.com/doc/47569664/Makalah-Asam- 
Nukleat. 
Anonymous.c.2011.http://www.scribd.com/doc/41966467/Resume-Asam- 
Nukleat. 
Anonymous.d.2011. http://idonkelor.blogspot.com/2009/09/asam-nukleat.html. 
Anonymous.g.2011. http://www.e-dukasi.net/index.php? 
Anonymous.h.2011. http://www.news-medical.net/health/RNA-Synthesis. 
Dryer, L Robert.1994.BIOKIMIA suat pendekatan berorientasi kasus.UI 
press.Jakarta 
Poedjiadi, Anna. 2005.Dasar-dasar Biokimia.UI press.Jakarta 
Robinsson, Trevor. 1995.Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi.ITB 
press.Bandung 
http://blog.ub.ac.id/sonianeh/files/2011/12/MAKALAH-BIOKIMIA-ASAM-NUKLEAT. 
pdf 
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/biokimia/bab%2012.pdf

More Related Content

What's hot (12)

Asam Nukleotida
Asam NukleotidaAsam Nukleotida
Asam Nukleotida
 
7. nukleotida dan asam nukleat
7. nukleotida dan asam nukleat7. nukleotida dan asam nukleat
7. nukleotida dan asam nukleat
 
Makalah asam nukleat
Makalah asam nukleatMakalah asam nukleat
Makalah asam nukleat
 
Makalah dna dan protein
Makalah dna dan proteinMakalah dna dan protein
Makalah dna dan protein
 
Power point-dna-rna
Power point-dna-rnaPower point-dna-rna
Power point-dna-rna
 
Metabolisme asam nukleat ii
Metabolisme asam nukleat iiMetabolisme asam nukleat ii
Metabolisme asam nukleat ii
 
Asam nukleat 6
Asam nukleat 6Asam nukleat 6
Asam nukleat 6
 
materi tentang Dna,rna,metabolisme purin,pirimidin
materi tentang Dna,rna,metabolisme purin,pirimidinmateri tentang Dna,rna,metabolisme purin,pirimidin
materi tentang Dna,rna,metabolisme purin,pirimidin
 
Metabolisme asam nukleat (nucleic acid metabolism)
Metabolisme asam nukleat (nucleic acid metabolism)Metabolisme asam nukleat (nucleic acid metabolism)
Metabolisme asam nukleat (nucleic acid metabolism)
 
10 11. materi genetik pendahuluan
10   11. materi genetik pendahuluan10   11. materi genetik pendahuluan
10 11. materi genetik pendahuluan
 
Ppt DNA
Ppt DNAPpt DNA
Ppt DNA
 
Makalah asam nukleat 2
Makalah asam nukleat  2Makalah asam nukleat  2
Makalah asam nukleat 2
 

Similar to ASAM NUKLEAT DNA RNA (20)

Makalah asam nukleat
Makalah asam nukleatMakalah asam nukleat
Makalah asam nukleat
 
Makalah asam nukleat
Makalah asam nukleatMakalah asam nukleat
Makalah asam nukleat
 
Makalah asam nukleat
Makalah asam nukleatMakalah asam nukleat
Makalah asam nukleat
 
Metabolisme asam nukleat
Metabolisme asam nukleatMetabolisme asam nukleat
Metabolisme asam nukleat
 
Biokimia paper-asam-nukleat1
Biokimia paper-asam-nukleat1Biokimia paper-asam-nukleat1
Biokimia paper-asam-nukleat1
 
Makalah asam nukleat 2
Makalah asam nukleat  2Makalah asam nukleat  2
Makalah asam nukleat 2
 
Makalah asa nukleat
Makalah asa nukleatMakalah asa nukleat
Makalah asa nukleat
 
Makalah asa nukleat
Makalah asa nukleatMakalah asa nukleat
Makalah asa nukleat
 
Makalah asa nukleat
Makalah asa nukleatMakalah asa nukleat
Makalah asa nukleat
 
Makalah asam nukleat 2
Makalah asam nukleat  2Makalah asam nukleat  2
Makalah asam nukleat 2
 
Makalah asam nukleat 2
Makalah asam nukleat  2Makalah asam nukleat  2
Makalah asam nukleat 2
 
Gen, dna, dan kromosom
Gen, dna, dan kromosomGen, dna, dan kromosom
Gen, dna, dan kromosom
 
Gen, dna, dan kromosom
Gen, dna, dan kromosomGen, dna, dan kromosom
Gen, dna, dan kromosom
 
Transkripsi, translasi dan replikasi
Transkripsi, translasi dan replikasiTranskripsi, translasi dan replikasi
Transkripsi, translasi dan replikasi
 
Bahan Genetik.pptx
Bahan Genetik.pptxBahan Genetik.pptx
Bahan Genetik.pptx
 
Biokimia DNA
Biokimia DNABiokimia DNA
Biokimia DNA
 
Biomolekul DNA & RNA
Biomolekul DNA & RNABiomolekul DNA & RNA
Biomolekul DNA & RNA
 
ASAM NUKLEAT.pptx
ASAM NUKLEAT.pptxASAM NUKLEAT.pptx
ASAM NUKLEAT.pptx
 
Asam nukleat
Asam nukleatAsam nukleat
Asam nukleat
 
11. Asam Nukleat.pptx
11. Asam Nukleat.pptx11. Asam Nukleat.pptx
11. Asam Nukleat.pptx
 

Recently uploaded

Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang MenangAgen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menangonline resmi
 
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.pptGizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.pptAyuMustika17
 
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxMelianaFatmawati
 
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanReferat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanFATIM77
 
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptxB-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptxUswaTulFajri
 
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptKonsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptindahlestari554589
 
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiBIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiAviyudaPrabowo1
 
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxlaporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxirfanahmadh
 
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFPENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFRisaFatmasari
 

Recently uploaded (9)

Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang MenangAgen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
 
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.pptGizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
 
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
 
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanReferat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
 
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptxB-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
 
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptKonsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
 
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiBIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
 
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxlaporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
 
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFPENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
 

ASAM NUKLEAT DNA RNA

  • 1. MAKALAH BIOKIMIA “ASAM NUKLEAT” Oleh : NAMA : RACHMAN KADIR NIM : 12.201.0882 KELAS : K.12 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2014
  • 2. 9 KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat-Nya lah akhirnya saya dapat menyelesaikan laporan lengkap “Farmakognosi Lanjutan” ini dengan lancar. Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan pengetahuan dan semangatnya dalam menyelesaikan laporan ini. Namun sebagaimana layaknya seorang pemula, saya menyadari betul bahwa laporan ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran akan senantiasa diterima dengan terbuka demi tersempurnanya laporan ini. Akhirnya saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca. Makassar, 4 Juli 2014
  • 3. DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar……………………………………………………………..... i Daftar Isi…………………………………………………………………............ ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………….……………………..……………........... 1 1.2 Rumusan Masalah……………………………………………....... 2 1.3 Tujuan ………………………………….……………………........... 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Asam Nukleat…………………….………………....... 3 2.2 Jenis-jenis Asam Nukleat………………..………………………. 4 2.3 Tingkatan Struktur Asam Nukleat.............................................. 4 2.3.1 Gula Pentosan..................................................................... 4 2.3.2 Gula Ribosa.............…………………………………………... 4 A. 2.3.3 Basa Nitrogen....................................................................... 5 1. 2.3.4 Nukleusida dan Nukleutida................................................... 6 2. 2.3.5 Polinokleusida....................................................................... 8 BAB III SIMPULAN DAN SARAN 3.1 Simpulan………………………………………………………. 9 3.2 Saran………………………………………………………… 9 DAFTAR PUSTAKA
  • 4. 9 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tahun 1869 Friedrick Mescher , seorang muda bangsa Swiss yang belajar pada Hoppe-Seyler yang terkemuka di Jerman , mengisolasi inti dari sel darah putih dan menemukan bahwa inti mengandung suatu zat kaya fosfat yang sampai sekarang ini tidak diketahui yang dinamakannya nuklein , dan pada tahun 1871 secara nubuat menulis : Menurut saya tampaknya seluruh family dari zat yang mengandung fosfor ini, agak sedikit berbeda satu sama lainnya, akan timbul sebagai sekelompok zat nuklein , yang kemungkinan patut mendapat pertimbangan yang sama dengan protein. Ketika nuklein ditetapkan bersifat asam , namanya diganti menjadi asam nukleat. Riset mengenai biomolekul ini pada decade pertama dari abad ini menemukan bahwa asam nukleat, seperti protein merupakan polimer. Unit monomerik dari suatu asam nukleat disebut nukleotida; jadi, asam nukleat juga disebut polinukleotida. Ada dua jenis asam nukleat yaitu DNA ( deoxyribonucleic acid ) atau asam deoksiribonukleat dan RNA ( ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. DNA oleh seorang dokter muda Friedrich Miescher yang mempercayai bahwa rahasia kehidupan dapat diungkapkan melalui penelitian kimia pada sel-sel. Penelitian berlanjut mengenai asam nukleat menemukan bahwa unit nukleotida ini terkait satu sama lain melalui ikatan fosfodiester membentuk struktur makromolekular , yang dalam kasus DNA, dapat mempunyai berat molekul milyaran. Kedua jenis asam nukleat ditemukan pada semua tumbuh-tumbuhan dan hewan. Virus juga mengandung asam nukleat; namun, tidak seperti tumbuh-tumbuhan atau hewan, suatu virus memiliki RNA ataupun DNA, tetapi tidak keduanya. Walaupun kimiawi dari asam nukleat diteliti secara serius setelah penemuannya, 75 tahun berlalu sebelum makna biologi dari makro molekul ini disadari. Saran yang diajukan oleh Avery dan rekan, pada tahun 1944, bahwa DNA adalah bahan genetika, merupakan peranan biologi spesifik pertama yang diajukan untuk suatu asam nukleat. Mengenai RNA, baru pada tahun 1957 ditetapkan suatu fungsi selular spesifik untuk asam nukleat ini ( keterlibatan RNA dalam sintesis protein ). ( Namun, perlu dicatat, bahwa RNA telah diidentifikasi lebih dini sebagai bahan genetika dari sejumlah virus.) timbulnya biologi molecular menekankan keunggulan dari DNA
  • 5. maupun RNA, yang beragam spesies selularnya memiliki peranan mencolok dalam sintesis protein (ekspresi gen ). 1.2. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari Asam Nukleat ? 2. Apa-apa saja jenis Asam Nukleat ? 3. Bagaimana tingkatan struktur Asam Nukleat ? 4. Apa fungsi dan peranan Asam Nukleat ? 1.3. Tujuan Penulisan Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengertian dari Asam Nukleat 2. Untuk mengetahui jenis Asam Nukleat 3. Untuk mengetahui tingkatan struktur Asam Nukleat 4. Untuk mengetahui fungsi dan peranan Asam Nukleat
  • 6. 9 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Asam Nukleat Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan unit monomernya mononukleotida. Asam nukleat terdapat pada semua sel hidup dan bertugas untuk menyimpan dan mentransfer genetic, kemudian menerjemahkan informasi ini secara tepat untuk mensintesis protein yang khas bagi masing-masing sel. Asam nukleat, jika unit-unit pembangunnya deoksiribonukleotida , disebut asam deoksiribonukleotida (DNA) dan jika terdiri- dari unit-unit ribonukleaotida disebut asam ribonukleaotida (RNA). Asam Nukleat juga merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari banyak nukleotida. Bila nukleotida mengandung ribose, maka asam nukleat yang terjadi adalah RNA (Ribnucleic acid = asam ribonukleat) yang berguna dalam sintesis protein. Bila nukleotida mengandung deoksiribosa, maka asam nukleat yang terjadi adalah DNA (Deoxyribonucleic acid = asam deoksiribonukleat) yang merupakan bahan utama pementukan inti sel. Dalam asam nukleat terdapat 4 basa nitrogen yang berbeda yaitu 2 purin dan 2 primidin. Baik dalm RNA maupun DNA purin selalu adenine dan guanine. Dalam RNA primidin selalu sitosin dan urasil, dalam DNA pirimidin selalu sitosin dan timin. Asam-asam nukleat terdapat pada jaringan tubuh sebagai nukleoprotein, yaitu gabungan antara asam nukleat dengan protein. Untuk memperoleh asam nukleat dari jaringan-jaringan tersebut, dapat dilakukan ekstraksi terhadap nukleoprotein terlebih dahulu menggunakan larutan garam IM. Setelah nukleoprotein terlarut, dapat diuraikan atau dipecah menjadi protein-protein dan asam nukleat dengan menambah asam-asam lemah atau alkali secara hati-hati, atau dengan menambah NaCl hingga jenuh akan mengendapkan protein. Cara lain untuk memisahkan asam nukleat dari protein ialah menggunakan enzim pemecah protein, misal tripsin. Ekstraksi terhadap jaringan-jaringan dengan asam triklorasetat, dapat pula memisahkan asam nukleat. Denaturasi protein dalam campuran dengan asam nukleat itu dapat pula menyebabkan terjadinya denaturasi asam nukleat itu sendiri. Oleh karena asam nukleat itu mengandung pentosa, maka bila dipanasi dengan asam sulfat akan terbentuk furfural. Furfural ini akan memberikan warna merah dengan anilina asetat atau warna kuning dengan p-bromfenilhidrazina. Apabila dipanasi dengan difenilamina dalam suasana asam, DNA akan memberikan warna biru. Pada dasarnya reaksi-reaksi warna untuk ribosa dan deoksiribosa dapat digunakan untuk keperluan identifikasi asam nukleat.
  • 7. 2.2. Jenis-jenis Asam Nukleat Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid ) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. Baik DNA maupun RNA berupa anion dan pada umumnya terikat oleh protein dan bersifat basa. Misalnya DNA dalam inti sel terikat pada histon. Senyawa gabungan antara protein danasam nukleat disebut nucleoprotein. Molekul asam nukleat merupakan polimer sepertiprotein tetapi unit penyusunnya adalah nukleotida. Salah satu contoh nukleotida asam nukleat bebas adalah ATP yang berfungsi sebagai pembawa energy. 2.3. Tingkatan Struktur Asam Nukleat 2.3.1. Gula Pentosa Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa. DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Pada struktur heliks ganda, orientasi rantai nukleotida pada satu untai berlawanan dengan orientasi nukleotida untai lainnya. Hal ini disebut sebagai antiparalel. Masing-masing untai terdiri dari rangka utama, sebagai struktur utama, dan basa nitrogen, yang berinteraksi dengan untai DNA satunya pada heliks. Kedua untai pada heliks ganda DNA disatukan oleh ikatan hidrogen antara basa-basa yang terdapat pada kedua untai tersebut. Empat basa yang ditemukan pada DNA adalah adenina(dilambangkan A), sitosina (C, dari cytosine), guanina (G), dan timina (T). Adenina berikatan hidrogen dengan timina, sedangkan guanina berikatan dengan sitosina. Segmen polipeptida dariDNA disebut gen,biasanya merupakan molekul RNA. 2.3.2. Gula ribosa Gula dalam asam nukleat adalah jenis gula aldopentosa yakni Ribosa,,bisa dilihat struktur pada gambar. struktur Hawort (siklik)nya menunjukkan posisi beta-Furanosa (beta untuk posisi OH yang diatas, Furanosa untuk siklik dari 5 atom karbon).perhatikan untuk C2 nya,
  • 8. 9 disitulah letak perbedaan dari tiap jenis asam nukleat (DNA & RNA). untuk RNA sama seperti gambar tadi, namun untuk DNA agak sedikit berbeda, dimana pada atom C2 nya kehilangan atom O nya sehingga yang ada hanya subtituen H nya saja, itulah dinamakan gula DEOKSIribosa. 2.3.3. Basa Nitrogen Basa nitrogen seperti yang kita tau adalah Purin dan Pirimidin. Basa Purin misalnya. berasal dari senyawa heterosiklik yang terdiri dari 2 gabungan siklik (namanya bisiklik). sedangkan Pirimidin juga termasuk dalam snyawa heterosiklik, namun pirimidin ini berasal dari turunan Piridin yang ditambahkan 1 atom N (kalo piridin hanya 1 atom N nya). Purin punya turunan lagi, yakni Adenin dan guanin yang berbeda dari strukurnya, begitu juga pirimidin yang terdiri dari timin, uracil, dan sitosi. Masing-masing basa purin dan pirimidin akan saling berpasangan, seperti adenin akan selalu berpasangan dengan timin pada DNA dan dengan Uracil pada RNA. sedangkan guanin "setia"dengan sitosin baik di DNA maupun RNA.,hal ini karena mereka sudah berjodoh satu sama lain, dalam hal ini masing-masing pasangan akan saling membentuk kestabilan oleh adanya ikatan hidrogen yang menghubungkan keduanya. dan juga sdh ada enzim2 tertentu yang bekerja pada masing2 jenis asam nukleat, sehingga bila pasangannya "tertukar" enzim yang bekerja secara otomatis akan berhenti. 3. Gugus fosfat Inilah yang menentukan sifat asam pada asam nukleat Kotak ungu pada gambar menunjukan fosfat,pada keadaan netral, ia akan sangat mudah melepaskan protonnya. makin mudah melepaskan protonnya, semakin asam. sehingga disebut juga sebagai anion asam kuat. Gambar ikatannya Fosfatnya, berikatan dengan atom C5 nya, dan atom C3 dari nukleotida sebelumnya atau sesudahnya. ini disebut sebagai ikatanfosfodiester, dimana ikatan ini menghubungkan nukleotida 1 dengan lainnya. Nukleotida adalah unit molekul dari asam nukleat yang terdiri dari fosfat, basa N, dan gula. nukleosida adalah unit molekul as. nukleat yang terdiri dari gula dan basa N saja. untuk Basa N, pada Purin akan berikatan pada atom N9 nya dengan atom C1 dari gula. sedangkan Pirimidin berikatan pada N1 nya dengan atom C1 pada gula dengan membentuk ikatan N-glikosida (nukleosida).gambarnya.
  • 9. pada ujung atas, berakhir pada C5 dan ujung bawah berakhir pada C3. Ini berguna dalam penulisan sekuensing asam nukleat itulah disebut sebagai ujung 5'-3'. Merupakan struktur RNA karena hanya terdiri dari 1 rantai saja, kalau yang rantai ganda seperti DNA, berarti 2 rantai yang dihubungkan dengan ikatan hidrogen. Pasangan adenin timin hanya 2 rangkap ikatan hidrogen, karena pada strukturnya tidak memungkinkan untuk membentuk 3 rangkap seperti pasangan guanin sitosin. Dari jaraknya antara O dan H apada pasangan adenin timin, sangat jauh. sehingga tidak memungkinkan adanya interaksi.Dobel heliksnya. Untaian yang saling melilit ini, menyumbangkan kestabilan dan memperdekat jarak (rise) antara pasang2 basanya, sehingga bisa menjadi utuh,untaian ganda ini juga disusun secara anti paralel, pada rantai 1 dari 5'-3' dan rantai 2 dari 3'-5'. 2.3.4. Nukleotida dan Nukleosida Molekul nukleotida terdiri atas nukleosida yang mengikat asam fosfat. Molekul nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribose ) yang mengikat suatu basa (purin atau pirimidin). Jadi apabila suatu nukleoprotein dihidrolisis sempurna akan dihasilkan protein, asam fosfat, pentosa dan basa purin atau pirimidin. Rumus berikut ini akan memperjelas hasil hidrolisis suatu nukleoprotein. Pentosa yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan yang berasal dari RNA ialah ribose. Adapun basa purin dan basa pirimidin yang berasal dari DNA ialah adenin,sitosin dan timin. Dari RNA akan diperoleh adenin,guanin, sitosin dan urasil. Urasil terdapat dalam dua bentuk yaitu bentuk keto atau laktam dan bentuk enol atau laktim. Pada PH cairan tubuh, terutama urasil terdapat dalam entuk keto. Nukleosida terbentuk dari basapurin atau pirimidin dengan ribose atau deoksiribosa. Basa purin atau pirimidin terikat padapentosa oleh ikatan glikosidik,yaitu pada atom karbon nomor 1. Guanosin adalah suatu nukleosida yang terbentuk dari guanin dengan ribosa. Pada pengikatan glikosidik ini sebuah molekul air yang dihasilkan terjadi dari atom hidrogen pada atom N-9 dari basa purin dengan gugus OH pada atom C-1 dari pentosa. Untuk basa pirimidin,gugus OH pada atom C-1berikatan dengan atom H pada atom N-1 Pada umumnya nukleosida diberi nama sesuai dengan nama basa purin atau basa pirimidin yang membentuknya. Beberapa
  • 10. 9 nukleosida berikut ini ialah yang membentuk dari basa purin atau dari basa pirimidin dengan ribosa ;  Adenin nukleosida atau Adenosin  Guanin nukleosida atau Guanosin  Urasil nukleosida atau Uridin  Timin nukleosida atau Timidin  Sitosin nukleosida atau Sitidin Apabila pentose yang diikat oleh deoksiribosa,maka nama nukleosida diberi tambahandeoksi di depanya.Sebagai contoh “deoksiadinosin,deoksisitidin” dan sebagainya. Disamping lima jenis basa purin atau basa pirimidin yang biasa terdapat pada asam nukleat, ada pula beberapa basa purin dan basa pirimidin lain yang membentuk nukleosida.Hipoksantin dengan ribosa akan membentuk hipoksantin nukleosida atau inosin. DNA pada bakteri ternyata mengandung hidroksimetilsitosin. Demikian pula tRNA (transfer RNA) mengandung derivat metal basa purin atau basapirimidin, misalnya 6-N-dimetiladenin atau 2-N dimetilguanin. Dalam alam nukleosida terutama terdapat dalam bentuk ester fosfat yang disebut nukleotida. Nukleotida terdapat sebagai molekul bebas atau berikatan dengan sesama nukleotida membentuk asam nukleat.Dalam molekul nukleotida gugus fosfat terikat oleh pentosa pada atom C-5. Beberapa nukleotida lain ialah sebagai berikut :  Adenin nukleotida atau Adenosinmonofosfat (AMP)(asam adenilat)  Guanin nukleotida atau Guanosinmonofosfat (GMP)(asam guanilat)  Hipoksantin nukleosida atau Inosinmonofosfat (IMP)(asam inosinat)  Urasil Nukleotida atau Uridinmonofosfat (UMP) (asam uridilat)  Sitidin nukleotida atau Sitidinmonofosfat (SMP)(asam sitidilat)  Timin nukleotida atau Timidinmonofosfat (TMP)(asam timidilat) Pentosa yang terdapat dalam molekul nukleotida pada contoh diatas ialah ribosa. Apabila pentosanya deoksiribosa, maka ditambah deoksi di depan nama nukleotida tersebut misalnya deoksiadenosin-monofosfat atau disingkat dAMP. Ada beberapa nukleotida yang mempunyai gugus fosfat lebih dari 1 misalnya adenosintrifosfat dan uridintrifosfat, kedua nukleotida ini mempunyai peranan penting dalam reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Pada rumus molekul ATP dan UTP, ikatan antara gugus-gugus fosfat diberi tanda yang khas. Pada proses hidrolisis ATP akan
  • 11. melepaskan gugus fosfat dan terbentuk adenosindifosfat (ADP). Pada hidrolis ini ternyata dibebaskan energy yang cukup besar yaitu 7.000 kal/mol ATP.Oleh karena itu ikatan antara gugus fosfat dinamakan “ikatan berenergi tinggi” dan diberi tanda ~ . Dalam tubuh,ATP dan UTP berfungsi sebagai penyimpan energi yang diperoleh dariproses oksidasi senyawa-senyawa dalam makanan kita untuk kemudian dibebaskan apabila energi tersebut diperlukan. 2.3.4. Polinukleotida
  • 12. 9 BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.1. Kesimpulan Asam nukleat adalah biopolymer yang berbobot molekul tinggi dengan unit monomernya mononukleotida. Asam Nukleat juga merupakan senyawa majemuk yang dibuat dari banyak nukleotida. Asam nukleat dalam sel ada dua jenis yaitu DNA (deoxyribonucleic acid ) atau asam deoksiribonukleat dan RNA (ribonucleic acid ) atau asam ribonukleat. Deoxyribonucleid Acid ( DNA ), Asam ini adalah polimer yang terdiri atas molekul-molekul deoksiribonukleotida yang terikat satu sama lain sehingga membentuk rantai polinukleotida yang panjang. Molekul DNA yang panjang ini terbentuk oleh ikatan antara atom C nomor 3 dengan atom C nomor 5 pada molekul deoksiribosa dengan perantaraan gugus fosfat. Asam ribonukleat adalah salah satu polimer yang terdiri atas molekul-molekul ribonukleotida. 3.2. Saran Dengan adanya makalah ini diharapkan para pembaca dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang Asam Nukleat guna menambah wawasan untuk pembelajaran.
  • 13. DAFTAR PUSTAKA Anonymous.a.2011. http://www.scribd.com/doc/25523953/ASAM-NUKLEAT. Anonymous.b.2011.http://www.scribd.com/doc/47569664/Makalah-Asam- Nukleat. Anonymous.c.2011.http://www.scribd.com/doc/41966467/Resume-Asam- Nukleat. Anonymous.d.2011. http://idonkelor.blogspot.com/2009/09/asam-nukleat.html. Anonymous.g.2011. http://www.e-dukasi.net/index.php? Anonymous.h.2011. http://www.news-medical.net/health/RNA-Synthesis. Dryer, L Robert.1994.BIOKIMIA suat pendekatan berorientasi kasus.UI press.Jakarta Poedjiadi, Anna. 2005.Dasar-dasar Biokimia.UI press.Jakarta Robinsson, Trevor. 1995.Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi.ITB press.Bandung http://blog.ub.ac.id/sonianeh/files/2011/12/MAKALAH-BIOKIMIA-ASAM-NUKLEAT. pdf http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/biokimia/bab%2012.pdf