Pengantar manajemen keperawatan

9,433 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,433
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
21
Actions
Shares
0
Downloads
264
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengantar manajemen keperawatan

  1. 1. Rahaju Ningtyas, SKp., M.Kep.
  2. 2. TUJUAN1. Mengetahui konsep dasar manajemen dan mengapa manajemen diperlukan dalam sebuah organisasi.2. Mengetahui konsep manajemen secara fungsional yang mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, serta pengendalian dan pengawasan
  3. 3. Pengertian Organisasi Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dalam struktur dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.(Griffin,2002) Sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerjasama. (Ernie&Kurniawan,2005)
  4. 4. Pengertian Manajemen Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997) Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997) Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005)
  5. 5. Manajemen berarti prosespencapaian tujuan melalui kerja oranglain. MANAJEMEN DASAR 5
  6. 6. Faktor-faktor dalam Pencapaian Tujuan Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002) Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.
  7. 7. Manajemen menginginkan tujuantercapai dengan efektif dan effisien 7
  8. 8. Pengertian Efektif dan Efisien (Drucker)Efektif : mengerjakan pekerjaan yang benar atau tepatEfisien : mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat
  9. 9. Fungsi-fungsi Manajemen ORGANIZING LEADING CONTROLING PLANNING
  10. 10. Fungsi Perencanaan proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
  11. 11. Kegiatan dalam FungsiPerencanaan Menetapkan tujuan dan target bisnis Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis
  12. 12. Fungsi Pengorganisasian proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi
  13. 13. Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
  14. 14. Fungsi Pengarahan danImplementasi proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
  15. 15. Kegiatan dalamFungsi Pengarahan dan Implementasi Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
  16. 16. Fungsi Pengawasan danPengendalian proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
  17. 17. Kegiatan dalamFungsi Pengawasan dan Pengendalian Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
  18. 18. Kegiatan dalam Fungsi-fungsi ManajemenPlanning OrganizingPenentuan Tujuan dan Penentuan BagaimanaBagaimana Cara Pencapaian Penyusunan Organisasi danyang terbaik Aktifitas dapat dilakukanControlling LeadingMonitoring dan Perbaikan Proses Memotivasi AnggotaAktifitas yang sedang berjalan Organisasi agar Planningagar Tujuan dapat tercapai dapat dijalankan Keterangan: Menunjukkan Arah Tahapan dari setiap fungsi manajemen Menunjukkan keterkaitan timbal balik antar fungsi manajemen
  19. 19. Sumber Daya Organisasi, Tujuan, dan Fungsi-fungsi Manajemen Fungsi-fungsi Manajemen Organizing Planning & Sumber Daya Organisasi decision making • Sumber Daya Fisik/Alam Tujuan Organisasi • Informasi Efektif • Sumber Daya Manusia Controlling • Modal Efisien Leading
  20. 20. Perbedaan pandangan dalamFungsi-fungsi Manajemen Luther George James AF Koontz Nickels, Richard Ernest Gullick Terry Stoner &O McHugh & W Griffin Dale ’Donnelly Mc HughPLANNING ORGANIZING STAFFING STAFFING STAFFING Actuat ing Leading Directing LeadingDIRECTING DIRECTING DIRECTINGCOORDINATING INNOVATING REPORTING REPRESENTING CONTROLLING
  21. 21. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN Pembagian kerja yang berimbang Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Disiplin Kesatuan perintah Kesatuan arah Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
  22. 22.  Penggajian Pemusatan wewenang (sentralisasi) Jenjang jabatan (hirarki) Tata tertib Keadilan Pemantapan jabatan Keadilan Solidaritas
  23. 23. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN Pembagian kerja yang berimbang Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya tidak bersifat pilih kasih atau pilih bulu, melainkan harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya itu dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan langsung. MANAJEMEN DASAR 23
  24. 24.  Disiplin Disiplin ialah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan. Kesatuan perintah Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut. MANAJEMEN DASAR 24
  25. 25.  Kesatuan arah Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan). Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi Ketika seseorang sedang bekerja sebagai kerabat kerja, maka semua kepentingan pribadi harus dikesampingkan/diabaikan atau disimpan dalam hati. MANAJEMEN DASAR 25
  26. 26.  Penggajian Pemberian gaji dan cara pembayarannya hendaknya diusahakan sedapat mungkin bisa memuaskan. Pemusatan wewenang (sentralisasi) Wewenang atau kewenangan untuk menentukan kebijaksanaan umum hendaknya dipegang oleh administrator (sentralisasi/dari pusat). MANAJEMEN DASAR 26
  27. 27.  Jenjang jabatan (hirarki) Para karyawan harus tunduk dan taat kepada mandor, para mandor harus tunduk dan taat kepada kepala seksi (manajemen tingkat rendah), para kepala seksi harus tunduk dan taat kepada kepala bagian (manajemen tingkat menengah) dan para kepala bagian harus tunduk dan taat kepada administrator (manajemen tingkat atas). Tata tertib Di dalam tata tertib terdapat perintah dan larangan, perizinan dan berbagai peraturan lainnya yang menjamin kelancaran pekerjaan segenap kerabat kerja tanpa kecuali. MANAJEMEN DASAR 27
  28. 28.  Keadilan Segenap karyawan harus dianggap sama pentingnya dan sama baiknya serta kalau terjadi perselisihan antar mereka tidak boleh ada yang dibela, melainkan harus dilerai melalui musyawarah dan mufakat berdasarkan rasa kekeluargaan. Pemantapan jabatan Setiap pejabat atau karyawan hendaknya tidak sering diubah-ubah tugas dan jabatannya. MANAJEMEN DASAR 28
  29. 29.  Prakarsa Prakarsa atau inisiatif yang timbul di kalangan kerabat kerja hendaknya mendapat penghargaan/sambutan yang layak. Solidaritas atau rasa setia kawan Rasa setia kawan biasanya muncul berkat kerja sama dan hubungan baik antar kawan. Hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan- kepentingan yang positif, konstruktif dan rasional. MANAJEMEN DASAR 29
  30. 30. Prinsip Tidak Dilaksanakan ? Tujuan yang telah ditetapkan sulit untuk dicapai MANAJEMEN DASAR 30
  31. 31. PRINSIP MINIMAL 1. ada tujuan yang hendak dicapai, 2. ada pemimpin (atasan), 3. ada yang dipimpin (bawahan), 4. ada kerja sama MANAJEMEN DASAR 31
  32. 32. LINGKUPMANAJEMEN KEPERAWATAN Manajemen operasional Manajemen asuhan keperawatan 32
  33. 33. MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi. 33
  34. 34. Persyaratan Ruangan Menjalankan MPKPa. Memiliki fasilitas perawatan yang memadai.b. Memiliki jumlah perawat minimal sejumlah tempat tidur yang ada.c. Memiliki perawat pendidikan yang telah terspesialisasid. Seluruh perawat telah memiliki kompetensi dalam perawatan primer. 34
  35. 35. MANAJEMEN OPERASIONAL Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu: 1) Manajemen puncak 2) Manajemen menengah 3) Manajemen bawah 35
  36. 36.  1) Manajemen puncak 2) Manajemen menengah 3) Manajemen bawah MAMPU
  37. 37. PENDAHULUAN Pemimpin mempunyai fungsi kardinal & sentral dalam organisasi, manajemen & administrasi, shg perlu mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Kepala ruangan sebagai pemimpin keperawatan digaris depan bertanggung jawab mempengaruhi semua staf agar dapat mencapai tujuan dan sasaran di ruangannya ( Swansburg, 1999 )
  38. 38. PENGERTIAN KEPEMIMPINAN Adl. Proses mempengaruhi sekelompok orang dalam usaha menyusun tujuan dan mencapai tujuan ( Stogdill dalam Swansburg, 1999 ). Adl proses mempengaruhi dan memberi contoh kepada tim yang menyebabkan kelompok mengambil tindakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan ( Garner ). Adl Kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar tujuan dapat dicapai.
  39. 39. SYARAT PEMIMPINMenurut Kartini Kartono, 1984 : Kekuasaan  merupakan legalitas yg memberikan wewenang kepada pemimpin untuk memimpin suatu kelompok. Kewibawaan  kelebihan, keunggulan yg dimiliki seseorang yg membuat orang lain bersedia melakukan perbuatan tertentu. Kemampuan segala kesanggupan, kecakapan yg dianggap melebihi kemampuan anggota kelompok lainnya.
  40. 40. PERAN PEMIMPIN Peranan hubungan antar pribadi ( interpersonal role ) Peranan yg berhubungan dengan informasi ( Informational role ) Peranan membuat keputusan ( Desicional role ) Peranan pembuat keputusan  peranan yg tidak boleh tidak harus dijalankan  membedakan antara pimpinan dengan pelaksana
  41. 41. KEMAMPUAN ( SKILLS) PEMIMPIN Managerial skills (entrepreneurial) , yaitu kemampuan untuk mempergunakan kesempatan secara efektif serta kecakapan untuk memimpin usaha-usaha yang penting. Techological skills , yaitu keahlian khusus yang bersifat ekonomis teknis yang diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan ekonomis. Organisational skills , yaitu kecerdasan untuk mengatur berbagai usaha. MANAJEMEN DASAR 42
  42. 42. KEMAMPUAN ( SKILLS) PEMIMPIN ms ts os MANAJEMEN DASAR 43
  43. 43. KENYATAAN KEMAMPUAN( SKILLS) PEMIMPIN Tidak setiap pemimpin harus memiliki seluruh kemampuan dengan tingkat intensitas yang sama. Sebab pemimpin itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) tingkatan. Sehingga kemampuan yang harus dimilikinya pun tentu berbeda MANAJEMEN DASAR 44
  44. 44. 32 45
  45. 45. Manajemen Puncak bertanggung jawab : Bertanggung jawab terhadap organisasi secara keseluruhan Menentukan tujuan, strategi, dan kebijakan secara umum Menentukan keputusan-keputusan strategis 46
  46. 46. Manajemen Menengah bertanggung jawab : Melaksanakan tujuan, strategi, dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajer puncak serta mengkkordinasikan dan mengarahkan aktivitas manajer tingkat bawah dan juga karyawan operasional 47
  47. 47. Manajemen Bawah bertanggung jawab : Mengawasi karyawan secara langsung Mengawasi dan mengkoordinasi kegiatan operasional yang dilakukan oleh karyawan 48
  48. 48. Faktor yang perlu dimiliki agar penatalaksanaannya berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah 1) Kemampuan menerapkan pengetahuan 2) Ketrampilan kepemimpinan 3) Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin 4) Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen 49
  49. 49. 50
  50. 50. 51
  51. 51. ASAS KEPEMIMPINAN Asas Kemanusiaan  memperhatikan bawahan & memandang mereka sebagai manusia, tidak hanya dipandang sebagai mesin. Asas Efisiensi dengan sdm yg terbatas bgm pemimpin dpt mengefisiensikan sdm tsb untuk kepentingan kelompoknya. Asas Kesejahteraan yg lebih merata  perlu diperhatikan pemimpin untuk mengurangi kesenjangan & konflik yg dapat mengganggu jalannya organisasi.
  52. 52. FUNGSI KEPEMIMPINAN Memandu, menuntun, membimbing, memotivasi, menjalin komunikasi yg baik, mengorganisasi, mengawasi dan membawa organisasinya pada tujuan yg telah ditetapkan.
  53. 53. TEORI KEPEMIMPINAN Teori Bakat Teori Perilaku Teori Situasi
  54. 54. TEORI BAKAT Keyakinan bahwa kemampuan kepemimpinan hanya dimiliki orang yg dilahirkan dengan bakat  tidak sepenuhnya benar krn setiap orang bisa jadi pemimpin bila mengembangkan pengetahuan & ketrampilan yang diperlukan.
  55. 55. TEORI BAKAT  Bakat Intelegensi pengetahuan & kemampuan memutuskan shg semua kegiatan dr sekelompok orang yg dipimpinnya dapat berjalan sesuai dengan rencana, karena pemimpin harus memberi tahu, menjelaskan dan mengingatkan kegiatan yang harus dilakukan staf.  Bakat Kepribadian kemampuan menyesuaikan diri, percaya diri, kreatif dan kewaspadaan. Pemimpin juga garus memiliki keseimbangan emosi & kendali integritas pribadi serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya.  Bakat Kemampuan Pemimpin mempunyai kemampuan menciptakan kerja sama & mempunyai ketrampilan interpersonal, bijaksana & pandai berdiplomasi. Harus berpartisipasi dengan masyarakat, popularitas & prestise
  56. 56. TEORI PERILAKU Dikembangkan oleh Mc. Gregor  teori X & Y. Ada hub dgn teori motivasi Maslow. Teori perilaku menurut Kurt Lewin  gaya kepemimpinan. Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengalaman shg kepribadian seseorang akan mempengaruhi gaya kepemimpinan yg digunakannya.
  57. 57. TEORI PERILAKU  Gaya Kepemimpinan :  Gaya Otokratikkontrol maksimal pd staff, membuat keputusan sendiri & menentukan tujuan kelompok, lebih menekankan penyelesaian tugas dr pd hub antar manusia.  cenderung menyebabkan permusuhan & agresif atau apatis sampai menurunnya inisiatif.  Gaya Demokratik mengikutsertakan bawahan dlm proses pengambilan keputusan. Lebih menekankan hub antar manusia dan kerja kelompok. Pemimpin menggunakan posisinya untuk mendapatkan pandangan & pemikiran bawahan serta memotivasi untuk menentukan tujuan & mengembangkan rencana  meningkatkan produktifitas & kepuasan kerja.  Gaya Laissez Faire memberikan kebebasan bertindak, menyerahkan perannya sbg pemimpin pd bawahan tanpa memberi petunjuk/bimbingan serta pengawasan. Pemimpin sangat sedikit merencanakan & membuat keputusan, produktifitas rendah.  tgt kemampuan bawahan
  58. 58. TEORI PERILAKU Gaya dapat diterapkan efektif bila pada situasi ttt tapi tidak efektif pd situasi lain. Dalam mengembangkan gaya ada beberapa faktor yg perlu dipertimbangkan ( Gillies, 1984 ) yaitu : Tingkat kesulitan & kompleksitas tugas Jumlah waktu yg tersedia untuk menyelesaikan tugas Pola komunikasi dalam kelompok Besarnya kelompok kerja Pendidikan & pengalaman karyawan Kebutuhan karyawan untuk kebebasan & informasi Kepribadian pemimpin & pelatihan yg diikutinya
  59. 59. TEORI SITUASI Menurut teori situasional, pemimpin berubah dari satu gaya ke gaya lainnya sesuai dengan perubahan situasi yg terjadi. Seorang pemimpin yg efektif pd situasi tertentu belum tentu mampu bersikap & bertindak efektif pd situasi yang lain.  pemimpin perlu memahami karakteristik dirinya & bawahannya, agar dlm menyelesaikan masalah pemimpin dpt mengambil keputusan yg tepat.
  60. 60. PEMIMPIN YG EFEKTIF Pemimpin yg efektif  orang yg dapat mengilhami orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan.
  61. 61. CIRI PERILAKU PEMIMPIN EFEKTIF Berfikir kritis  selalu bertanya & menganalisa ide, saran, kebiasaan yg dilakukan & kebijakan sebelum memutuskan untuk menolak atau menerimanya. Menyelesaikan masalah  hrs membantu staf mengidentifikasi masalah & menyelesaikannya menurut proses pemecahan masalah. Menghormati individu  org punya perbedaan keinginan, kebutuhan & pengalaman hidup  pemimpin kenal perbedaan agar penghargaan yg diberikan bermakna. Mendengarkan orang lain & punya ketrampilan berkomunikasi  beri umpan balik & mendorong pertukaran info. Menyusun tujuan & mempunyai pandangan jauh ke depan. Mengembangkan diri & membimbing  senantiasa belajar mendorong bawahan untuk belajar/berfungsi sbg guru & role model bagi bawahannya.
  62. 62. PERTIMBANGAN PEMIMPIN EFEKTIF Kewaspadaan diri ( self awarness ) harus memvalidasi kewaspadaan dirinya dg orla untuk mengetahui bgm persepsi bawahan terhadap tindakan yg dilakukan. Karakteristik kelompok tidak bertentangan dgn pola, kebiasaan & nilai-nilai yg ada. Karakteristik individu memahami keunikan & kontribusi yg berbeda dr individu, memungkinkan saran & pengarahan yg berbeda kpd individu dlm mencapai tujuan yg sama. Motivasi penghargaan, pujian & dorongan untuk meningkatkan penampilan kerja bawahannya.
  63. 63. Rahayu Ningtyas, SKp., M.Kep.
  64. 64. DEFINISI Komunikasi adalah proses yang digunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti melalui transmisi pesan simbolik.
  65. 65. ARTI KOMUNIKASI Komunikasi melibatkan orang lain dan memahami komunikasi termasuk mencoba mamahami cara manusia saling berhubungan. Komunikasi termasuk kesamaan arti  agar dapat berkomunikasi harus menyetujui definisi istilah yang digunakan. Komunikasi termasuk symbol, gerakan badan, suara, huruf, angka dan kata hanya dapat mewakili ide dimaksudkan untuk dikomunikasikan.
  66. 66. PROSES KOMUNIKASI Pengirim  penyandiansaluranp’artianp’terimaan gangguan Pengirim : seseorang dng informasi, kebutuhan atau keinginan dan dgn tujuan mengkomunikasikannya kepada orang lain. Penerima : orang yang menerima pesan dari pengirim. Penyandian : ketika pengirim menterjemahkan info untuk dikirimkan menjadi serangkaian simbol. Pengartian : proses yang dilakukan oleh penerima untuk menginterprestasikan pesan dan menterjemahkan ke dalam info yang mempunyai arti. Gangguan : faktor yang mengganggu, membingungkan atau mencampuri komunikasi.
  67. 67. PENTINGNYA KOMUNIKASI EFEKTIF Komunikasi menyediakan saluran umum untuk proses manajemen  POAC. Ketrampilan komunikasi yg efektif dapat membuat manajemen menggunakan berbagai bakat yg tersedia dalam dunia multibudaya dari organisasi. Manajer menghabiskan waktunya untuk berkomunikasi.
  68. 68.  Komunikasi dalam keperawatan merupakan pendekatan terencana dan dipakai secara sadar untuk mempengaruhi orang lain. Cont: staf, pasien , dll. Kemampuan melakukan komunikasi yg efektif dan terapautik tidak terjadi secara otomatis tetapi ketrampilan tsb harus direncanakan, dipelajari dan dipraktekan scr berulang baik pada diri sendiri atau pada lingkungan. Jika tidak  menghambat kematangan pribadi shg akan cenderung bergumul dgn konflik internal dan dapat terlibat konflik eksternal.
  69. 69. KOMUNIKASI ASERTIF Adalah kemampuan menyampaikan scr tepat baik pikiran & perasaan seseorang dgn tetap menghormati & menghargai hak-hak & martabat orang lain. Cara komunikasi asertif : kehangatan, menghargai, tulus, mendengar asertif, sikap asertif.
  70. 70.  Sikap asertif adalah ketrampilan untuk menyatakan diri secara nyata, sungguh- sungguh untuk mendapatkan sesuatu dgn tetap respek & menghargai orang lain.
  71. 71.  Tingkah laku asertif : Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, pendapat pada orang lain tanpa menyinggung perasaan orang lain. Berbicara dengan volume yang sesuai. Menempatkan diri dng tk yang sesuai. Kehidupan emosinya relatif stabil Mempunyai percaya diri yg sesuai integritas diri yg jelas.
  72. 72. HAMBATAN PROSES KOMUNIKASI Perbedaan persepsi. Reaksi emosional. Ketidakkonsistenan komunkasi verbal & non verbal. Curiga atau tidak percaya.
  73. 73. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Semua faktor dalam hubungan komunikasi antar pribadi berlaku untuk komunikasi organisasi. Ada beberapa faktor yg unik : cont. struktur, wewenang.
  74. 74. FAKTOR YG MEMPENGARUHIKOMUNIKASI ORGANISASI Saluran komunikasi formal Adl cara komunikasi yg didukung & dikendalikan oleh manajer.Dapat mempengaruhi kefektifan : 1. Saluran bertambah panjang krn pengemnbangan & pertumbuhan org. 2. Dapat memahami arus bebas informasi antar tk dlm organisasi. Struktur wewenang Perbedaan status & kekuasaan menentukan siapa yg bisa berkomunikasi. Spesialisasi pekerjaan Kepemilikan informasi
  75. 75. PESAN YG DISAMPAIKAN Komunikasi verbal Agar efektif : Jelas, sederhana, nyata, tepat, singkat. Konsisten, kesatuan yg bulat tidak bertentangan. Cukup, info hendaknya memadai kebutuhan & dapat langsung dikerjakan. Tepat waktu & bersangkut paut. Sampai pada orang yg dituju. Komunikasi non verbal
  76. 76. CARA MEMBINA HUB YG EFEKTIF &TERAPEUTIK Sullivan : hubungan intim yg sehat ditandai dgn peka akan kebutuhan orang lain dan saling menghargai. Rogers : hubungan yg sehat ditandai dengan komunikasi saling terbuka, menerima orang lain sebagai individu yg berharga & empoati yg mendalam. Pemimpin harus mempunyai kebiasaan mempersiapkan diri untuk berhubungan dgn orang lain untuk memperlancar berkembanganyta kematangan pribadi.
  77. 77. MACAM KOMUNIKASI Vertikal Tdr komunikasi keatas & kebawah lewat rantai komando organisasi. Kebawah  biasanya disaring, dimodifikasi atau dihentikan kesetiap tingkat. Keatas  disaring, dopadatkan atau diubah oleh manajer menengah yg melihatnya sbg bagian dr pekerjaan mereka untuk melindungi manajer tk atas dr data yg tidak penting yg berasal dr tk bawah. Lateral & informal Teknik komunikasi terapeutik : mendengarkan dgn penuh perhatian, menunjukkan penerimaan, bertanya, mengulang ucapan, menbgklarifikasi, memfokuskan dll.
  78. 78. Rahayu Ningtyas, SKp., M.Kep.
  79. 79. PENDAHULUAN Askep merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan  askep yg benar  mutu pelayanan askep meningkat. Tujuan askep  memandirikan pasien  perlu pengelolaan yg profesional  salah satu cara  model askep yg diberikan.
  80. 80. MODEL PRAKTEK KEPERAWATANPROFESIONAL Merupakan model yg beri kesempatan pd perawat untuk menerapkan otonominya dlm mendesign, melaksanakan dan mengevaluasi askep.
  81. 81. MODEL ASUHAN KEPERAWATAN Model Kasus Model Fungsional Model Tim Model Primer
  82. 82. MODEL KASUS Perawat memberikan askep scr komprehensif  tahu yg harus dilakukan thd pasien  pasien puas & merasa lebih aman krn mengetahui perawat bertj atas dirinya. Menuntut seluruh tenaga perawat mempunyai kualitas profesional & membutuhkan jumlah tenaga perawat lebih banyak. Sesuai digunakan diruangan rawat khusus ; ICU, ICCU, Haemodialisa
  83. 83. MODEL KASUS Kepala Ruangan Perawat penanggung jawab Perawat Pasien
  84. 84. MODEL FUNGSIONAL Pemberian askep ditekankan pada penyelesaian tugas & prosedur keperawatan 1 perawat diberi satu / beberapa tugas untuk dilaksanakan pd seluruh pasien yg dirawat. Prioritas utama  pemenuhan kebutuhan fisik. Tidak menekanakan perawatn yg holistik  kualitas askep sering terabaikan, krn askep terfragmentasi. Komunikasi antar perawat terbatas  tidak ada yg tahu ttg pasien scr komprehensif  pasien kurang puas thd askep, krn sering tdk mendapat jawaban yg tepat pada hal2 yg ditanyakan, kurang ada hub saling percaya dengan perawat.
  85. 85. MODEL FUNGSIONAL Karu bertj mengarahkan & mensupervisi. Karu menentukan apa yg jd tugas setiap perawat & perawat melaporkan tugas yg telah dikerjakan.  karu berth membuat laporan pasien. Koord antar perawat kurang  pasien sering mengulang pertanyaan pada perawat. Karu yg mikir semua keb. Pasien. Info yg disampaikan scr verbal sering lupa krn tdk terdokumentasi & tidak diketahui staf lain yg beri askep.
  86. 86. MODEL FUNGSIONAL Karu kurang punya waktu untuk bantu staf belajar cara terbaik dlm memenuhi kebutuhan pasien atau dalam mengevaluasi kondisi pasien dan hasil askep kcl ada perub yg mencolok. Orientasi pada penyelesaian tugas. Efisien dalam menyelesaikan tugas bila jumlah staf sedikit tp pasien tidak puas dr askep yg diberikan.
  87. 87. KEUNTUNGAN MODEL FUNGSIONAL Perawat trampil u/ tugas & pekerjaan ttt. Menyelesaikan banyak pekerjaan dlm waktu singkat. Metoda tepat pd ruang yg memiliki tenaga terbatas. Kepuasan mudah dicapai perawat pelaksana. Karu mudah mengawasi staf dlm melaksanakan tugas.
  88. 88. KERUGIAN MODEL FUNGSIONAL Keperawatan terfragmentasi, Tugas monoton, Tj & Tg rendah, hub P-K sulit terbentuk, tidak profesional, perlu banyak penyelia u/ memantau askep
  89. 89. MODEL FUNGSIONAL Kepala Ruangan Perawat penanggung Jawab Menyuntik Memberi makan Mengganti balutan Lain2 Pasien
  90. 90. MODEL TIM Model pemberian askep dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam memberikan askep pada sekelompok klien melalui upaya kooperatif dan kolaboratif ( Douglas, 1984 )
  91. 91. MODEL TIM Konsep utama model tim :1. Kepemimpinan Ketua tim harus bertj pd sekelompok pasien dalam merencanakan askep, penugasan pd anggota tim, supervisi dan evaluasi askep yg diberikan.2. Komunikasi yg efektif Proses komunikasi harus dilakukan secara terbuka & aktif mll laporan, pre atau post konference atau pembahasan dalam penugasan, pembahasan perencanaan dan menuliskan askep dan mengevaluasi hasil yg telah dicapai.
  92. 92. MODEL TIM Pengajaran & bimbingan scr insidentil  tj ketua tim. Ketua menetapkan perawat terbaik  membantu semua anggota tim untuk belajar apa yg terbaik untuk pasien berdasar kebutuhan & permasalahan yg dihadapi pasien. Ketua tim memperoleh pengalaman melakukan kepemimpinan yg demokratik dlm mengarahkan, membina & bagaimana mengkoordinasi berbagai kegiatan. Untuk capai pemimpin yg efektif ketua tim harus tahu prinsip dasar administrasi, supervisi, bimbingan & teknik mengajar. Ketua harus mengimplementasikan prinsip dasar kepemimpinan.
  93. 93. MODEL TIM  Tanggung jawab kepala ruangan 1. Menetapkan standar kinerja yg diharapkan sesuai dengan standar askep. 2. Membantu staf dalam menetapkan sasaran askep. 3. Memberi kesempatan pada ketua tim untuk mengembangkan kepemimpinan. 4. Mengorientasikan tenaga keperawatan yg baru ttg fungsi model tim dalam system pemberian askep. 5. Menjadi nara sumber bagi ketua tim. 6. Mendorong staf untuk meningkatkan kemampuan melalui riset keperawatan. 7. Menciptakan iklim komunikasi yg terbuka dengan semua staf.
  94. 94. MODEL TIM Tanggung jawab ketua tim1. Mengkaji setiap pasien & menetapkan rencana keperawatan.2. Mengkoordinasikan rencana keperawatan dengan tindakan medik.3. Membagi tugas yg harus dilaksanakan oleh setiap anggota tim & memberikan bimbingan mel;alui pre atau post konference.4. Mengevaluasi askep baik proses ataupun hasil yg diharapkan serta mendokumentasikannya.
  95. 95. MODEL TIM Tanggung jawab anggota tim :1. Melaksanakan tugas berdasar rencana askep yg telah disusun.2. Mencatat dg jelas & tepat askep yg telah diberikan berdasarkan respon pasien.3. Berpartisipasi dalam setiap memberikan masukan untuk meningkatkan askep.4. Menghargari bantuan & bimbingan dari ketua
  96. 96. KEUNTUNGAN MODEL TIM Pre & post conference m’tambah pengeth. & k’trampilan staf, hub P-K berkualitas, m’mungkinkan p’terapan proses keperawatan, konflik antar anggota dpt diminimalkan, anggota puas dlm hub. Interpersonal, spirit klp tinggi, efisiensi dpt dipertahankan, m’berdayakan tenaga prof.
  97. 97. KERUGIAN MODEL TIM Butuh tenaga banyak, perlu S1 kep, banyak waktu, akontabilitas kurang
  98. 98. MODEL TIM Kepala Ruangan Ketua Tim Ketua Tim Perawat2 Perawat2 Pasien2 Pasien2
  99. 99. MODEL PRIMER Metoda askep yg ber t.j. & t.g. thd askep selama 24 jam. Tj mll pengkajian – evaluasi dr klien masuk-pulang
  100. 100. KEUNTUNGAN Otonomi perawat, askep berkualitas& holistik, k’puasan kerja perawat, klien &klg tinggi, akontabilitas perawat tinggi, hubP-K sangat baik.KERUGIAN Biaya tinggi, perawat tdk terlalusenang b’fungsi sbg PP, tergantungkomunikasi & koord. PP, hanya dpt dilakukanperawat prof.
  101. 101. MODEL PRIMER Kepala Ruangan PP PP Perawat2 Perawat2 Pasien2 Pasien2
  102. 102. BERBAGAI JENIS MODEL PRAKTEKKEPERAWATAN PROFESIONAL DI INDONESIA1. MODEL PRAKTEK KEP. PROF. III Tdp perawat dgn kemamp. Doktor dlm kep. Klinik  riset & m’bimbing perawat m’lakukan riset serta m’manfaatkan hasil riset dlm memberikan askep.2. MODEL PRAKTEK KEP. PROF. II Tdp perawat spesialis yg spesifik untuk cabang ilmu ttt.3. MODEL PRAKTEK KEP. PROF. I Perlu 3 komponen : k’tenagaan, model pemberian askep, dokumentasi kep.
  103. 103. Model Praktek Keperawatan Profesional MPKP memberi peluang untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan keperawatan. Peserta didik dimungkinkan mendapat pengalaman dan situasi kondusif untuk belajar di RS. Memberi peluang bagi perawat untuk menjadi peneliti & pengembang ilmu keperawatan.
  104. 104. Rahayu Ningtyas, SKp., M.Kep. 105
  105. 105. PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKPMerupakan tuntutan profesional value.Terdiri dari proses : Perencanaan Pengorganisasian Pengarahan Pengendalian PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 106
  106. 106. PERENCANAAN Perencanaan Ka.Ru : Rencana tahunan, Bulanan, Mingguan, Harian. Perencanaan PP : Rencana Bulanan, Mingguan, Harian. Perencanaan PA : Rencana Harian. PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 107
  107. 107. PENGORGANISASIANMenggunakan modifikasi Tim PrimerAlasan : Askep komprehensif Otonomi perawat dihargai Pendekatan terapeutik yg intens oleh Ka Tim sebagai PP. Aktualisasi kompetensi PA dengan bimbingan PP. PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 108
  108. 108. MEKANISME PENGORGANISASIAN  Ka Ru membagi perawat menjadi 3 tim.  Tim membagi jadual dinas.  Ka Ru membagi klien kepada masing-masing Tim  PP mengkaji, menyusun NCP, membagi tugas pelaksanaan pada PA.  PA menerapkan tindakan keperawatan  Bila tim kurang anggota, KaRu menarik PA dari Tim yang lain.  Bila tim tidak terwakili dalam satu shift, kliennya “ dititipkan “  Kolaborasi dilakukan PP.  Buku laporan Tim.  Penanggung jawab shift ditunjuk Ka Ru PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 109
  109. 109. URAIAN TUGAS KA RU MPKP Menyusun rencana Mengorganisasikan tim & anggotanya Mengarahkan pelaksanaan tugas Fasilitasi kolaborasi Pengawasan pelaksanaan tugas Audit Wakil ruang MPKP PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 110
  110. 110. URAIAN TUGAS PP Menyusun rencana Tim. Mengatur jadual dinas PA. Proses Keperawatan. Bagi tugas kepada PA. Pengarahan pelaksanaan Askep. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain. Audit askep di timnya. PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 111
  111. 111. URAIAN TUGAS PA Buat rencana harian Melaksanakan tindakan keperawatan Memberi informasi dan umpan balik PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 112
  112. 112. PENGARAHAN Memberi motivasi Manajemen konflik Pendelegasin Komunikasi Koordinasi dan kolaborasi PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 113
  113. 113. PENGAWASAN Langsung dan tidak langsung Pengawasan langsung dari atasan kepada bawahan Tidak langsung : audit Harus obyektif dengan memakai instrumen baku PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 114
  114. 114. KESIMPULAN Pendekatan manajemen di ruang MPKP merupakan profesional value yang harus ada. Pelayanan profesional harus berbasis ilmu keperawatan. MPKP langkah awal implementasi teori dalam bentuk praktek PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 115
  115. 115. ORGANOGRAM RUANG MPKPTim Kesehatan Kepala Ruang Konsultan KepKetua Tim Ketua Tim Ketua Tim PP PP PPPerawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate Perawat Assosiate PENDEKATAN MANAJEMEN DI RUANG MPKP 116

×