Bab iv makanan dan cara pemberian

23,298 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
23,298
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
211
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iv makanan dan cara pemberian

  1. 1. Bab IVMAKANAN DAN CARA PEMBERIANPemberian makanan yang semestinya merupakanhal yang sangat penting, sebab biaya makananmenduduki tempat tertinggi dari ongkos produksi total.Rata-rata berkisar 60–80 %, atau bahkan terkadangmeliputi 80%, dari total biaya produksi (pemeliharaan).Babi tumbuh sangat cepat, sehingga keperluan akanmakanan sangat tinggi, bervariasi menurut kondisi dansituasi lapangan, dan tipe dan kelompok, atau tujuanpemeliharaannya.1. Hewan omnivora monogastrikBabi mengkonsumsi makanan lebih banyak perunit berat badan daripada domba, unggas, dan sapi. Diajuga lebih efisien dalam mengkonversi makanannyadaripada spesies lainnya, mengakibatkan pertambahanberat badannya lebih cepat. Ternak babi secara alamiadalah jenis hewan omnivora yang mengkonsumsi pakankombinasi protein dan biji-bijian, yang terkandungdalam kedelai, tepung daging/darah, dan tepung tulang.
  2. 2. Peternakan babi intensif yang besar sangat baikberada di sekitar lahan pertanian, di mana bertumbuhtanaman sebagai penyedia butiran pakan. Peternakanbabi sangat bergantung pada industri pertanian sebagaisumber butiran. Dengan demikian, ketersediaan bahanpakan ternak babi akan dengan mudah disiap-kan/dicampur di dekat tempat peternakan.Sebagai ternak/hewan omnivora monogastrik,babi hanya dapat mencerna serat kasar dalam kuantitasyang kecil dibandingkan hewan ruminansia atau mamahbiak (seperti sapi dan kambing), sehingga kapasitasmencerna hijauan berserat sangat terbatas. Akan tetapi,ini bukan berarti babi tidak membutuhkan hijauan. Asal-kan kualitas hay-nya (hijuan kering) baik, hal ini bagusuntuk mengurangi biaya pemberian makanan.2. Pakan komersialDalam mengelola pakan ternak, sebaiknyadibuat/diolah sendiri, yakni dengan mencampur bahansendiri. Kalau pun membeli pakan komersial, adasejumlah isu yang harus diperiksa, yaitu:
  3. 3. - Kualitas pakan buatan tidak lebih baik daripadakualitas bahan yang digunakan.- Kualitas bahan penyusun sebagai sumber pakan yangakan digunakan harus mendapat perhatian utamasebelum dimasukkan ke area peternakan.- Kualitas bahan harus terjaga dengan sistem angkutanyang baik dan bersih.- Sisa bahan pakan angkutan tidak dicampur denganbahan yang baru, sambil perhatikan bau maupunwarna sesuai dengan yang diharapkan.- Selalu memeriksa bahan dengan mengambil sampel.Segera singkirkan kalau ada yang tidak sesuai;jangan menunggu sampai ternak babi sudahterpengaruh, guna menghindari kerugian besar bagiusaha peternakan.- Pengaturan setiap pengiriman bahan pakan barudengan penyimpanan yang bersih. Tempatpembuangan sampah harus selalu dikosongkan, di-periksa, dan dibersihkan secara teratur.Semua tempat penampungan, sistem peng-angkutan, pencampuran, dan penyimpanan bahan baku
  4. 4. ransum di dalam area peternakan harus secara teraturdikosongkan, dibersihkan, dan dijaga. Satu ba-gian yangpaling mahal dalam sistem produksi pe-ternakan adalahpakan. Karena itu, sangat pentinglah memelihara semuaperalatan angkutan pakan di per-tanian, toko pakan, dll.Perawatan berkala akan me-ngurangi tingkat kerusakanpakan sehingga ternak babi terhindar dari kekuranganpakan.3. Tempat makan-minumTempat makanan atau palung di kandang babiperlu diperiksa terus-menerus, dan segera diperbaiki jikadiperlukan. Pakan terbuang tidak boleh terjadi dalamusaha peternakan mana pun. Sisa ransum yang rusak,jika dibiarkan terbuang di lantai kandang, akan melekatseperti kerak waktu kering dan, akan menjadi bubur saatbasah. Jika ini dibiarkan, akan menjadi habitat yangsangat baik atau media hidup mikroorganisme danparasit.Unsur pakan yang penting lainnya adalah air, dansering menjadi salah satu bagian terbesar. Jikaketersediaan air segar/bersih tidak memadai maka ternak
  5. 5. akan menderita secara dramatis. Pentingnya sistemkebersihan tidak dapat abaikan. Karena itu, kebocoranyang membuat pakan terbuang itu harus segeradiperbaiki untuk mencegah biaya ekstra pembuangandan risiko penyakit yang mengancam.4. Tipe pakanCatatan penting lain yang perlu diperhatikanadalah harus melakukan sistem pemberian makanan padaumur berbeda. Anak babi tidak akan tumbuh denganbaik, jika konsumsi induk babi tidak normal. Berikanlabel/tanda untuk masing-masing tempat ransum sesuaiumur ternak babi, sehingga karyawan baru pun tahudengan pasti ke mana pakan harus diletakkan sesuaidengan usia ternak.Setiap peternakan harus konsisten memberikanjenis pakan berbeda setiap minggu, dan membuat stan-darisasi urutan pakan yang menguntungkan yang akandilaporkan kepada pabrik pemasok, logistik, danpeternakan. Seharusnya tidak ada usaha peternakan yangkehabisan pakan, tetapi dalam praktiknya hal ini banyakkali terjadi.
  6. 6. Nutrisionis atau pakar gizi harus mengetahuikandungan zat-zat makanan tertentu untuk babi sedangtumbuh, sehingga informasi tentang spesifikasi usahapeternakan perlu disiapkan agar penilaian akurat untukkebutuhan zat-zat makanan dapat dilaksanakan, seperti:- pola jumlah konsumsi,- jumlah konsumsi untuk ternak babi sesuai beratbadan yang berbeda,- jika tidak ada komputerisasi sistem makamonitoring jumlah konsumsi untuk masing-masingberat badan perlu dilakukan secara intensif.Penentuan pola pertumbuhan untuk babi padasistem usaha peternakan merupakan suatu hal yangpenting. Hasil produksi menjadi optimal jika kontrolakurat dilaksanakan. Jika diketahui terdapat periodepertumbuhan lambat, akan cepat dikoreksi untuk men-dapatkan perbaikan secara keseluruhan. Jika tidak adapola kontrol yang ketat dalam pemberian makanan,adalah mustahil untuk mendapatkan sistem produksidengan keuntungan yang terbaik.Kandungan asam amino dan konsentrasi asamamino esensial perlu diperhatikan, karena ternak babi
  7. 7. berbeda dengan ternak ruminansia. Ransum untuk ternakbabi harus mengandung jumlah yang cukup vitamin Bkompleks, seperti riboflavin, niacin, asam pantotenat,vitamin B12, di samping vitamin A dan D, juga mineraldalam jumlah yang cukup, seperti Ca, P, Na, Cl, K, Zn,Fe, Mg, S, Mn, J , Se, dan Co.Tipe pakan dan metode pemberian makanansangat mempengaruhi efisiensi penggunaan makanan,laju pertumbuhan, breeding efficiency, kualitas karkas,dan kesehatan ternak pada umumnya. Dengan kata lain,pakan atau makanan dan cara pemberiannya adalahkomponen penting yang mempengaruhi profit and losesuatu usaha peternakan babi.5. Kebutuhan zat-zat makananKebutuhan nutrisi babi bervariasi menurut jeniskelamin, umur, dan status fisiologisnya. Kebutuhannutrisi untuk semua klas babi (siklus kehidupan babi)didasarkan pada rekomendasi NRC (1988), dan dapatdiubah atau dikoreksi sesuai dengan keadaan diIndonesia yang beriklim tropis lewat suatu percobaan.
  8. 8. Menurut kebutuhan nutrisinya, ternak babi dapatdiklasifikasi dalam beberapa kelompok/grup sebagaiberikut ini.Babi Muda• Starting (pemula) (+1 – 5kg)• Prostarting (pro-pemula) (5 – 10kg)Disapih-Berat Pasar• Growing (Bertumbuh) (10 – 20 kg)• Growing (Bertumbuh) (20 – 50 kg)• Finishing (Pengakhiran) (50 – 110 kg)Calon Bibit (Replacement atau Developing)• Dara dan jantanBibit (Breeding)• Induk kering susu• Dara/induk bunting• Dara/induk laktasi• Pejantan aktifData kebutuhan nutrien untuk babi di Indonesiamasih belum ada, karena riset-riset yang intensif dan
  9. 9. terpadu dapat dikatakan belum ada. Pada umumnya parapakar/penulis kita hanya menganjurkan berdasarkan datahasil penelitian di negara-negara maju, seperti AmerikaSerikat (NRC) dan Inggris (ARC) atau negara-negaralainnya, dengan tidak atau sedikit perubahan yangdisesuaikan dengan kondisi negara kita yang beriklimtropis dan lembab.Kebutuhan nutrien untuk semua klas babi (sikluskehidupan babi) dalam tabel-tabel di bawah ini diambilberdasarkan rekomendasi NRC (1998).Gambar 18. Sistim Pemberian pakan ternak modern.
  10. 10. Tabel 2. Dietary Amino Acid Requirements ofGrowing Pigs Allowed Feed Ad Libitum(90% dry matter)aBody Weight (kg)3–5 5–10 10–20 20–50 50–80 80–120Average weight inrange (kg)4 7.5 15 35 65 100DE content of diet(kcal/kg)3,400 3,400 3,400 3,400 3,400 3,400ME content of diet(kcal/kg)b3,265 3,265 3,265 3,265 3,265 3,265Estimated DE intake(kcal/day)855 1,690 3,400 6,305 8,760 10,450Estimated ME intake(kcal/day)b820 1,620 3,265 6,050 8,410 10,030Estimated feed intake(g/day)250 500 1,000 1,855 2,575 3,075Crude protein (%)c26.0 23.7 20.9 18.0 15.5 13.2Amino acid requirementsdTrue ileal digestible basis (%)Arginine 0.54 0.49 0.42 0.33 0.24 0.16Histidine 0.43 0.38 0.32 0.26 0.21 0.16Isoleucine 0.73 0.65 0.55 0.45 0.37 0.29Leucine 1.35 1.20 1.02 0.83 0.67 0.51Lysine 1.34 1.19 1.01 0.83 0.66 0.52Methionine 0.36 0.32 0.27 0.22 0.18 0.14Methionine + cystine 0.76 0.68 0.58 0.47 0.39 0.31Phenylalanine 0.80 0.71 0.61 0.49 0.40 0.31Phenylalanine +tyrosine1.26 1.12 0.95 0.78 0.63 0.49Threonine 0.84 0.74 0.63 0.52 0.43 0.34Tryptophan 0.24 0.22 0.18 0.15 0.12 0.10Valine 0.91 0.81 0.69 0.56 0.45 0.35Apparent ileal digestible basis (%)Arginine 0.51 0.46 0.39 0.31 0.22 0.14Histidine 0.40 0.36 0.31 0.25 0.20 0.16
  11. 11. Isoleucine 0.69 0.61 0.52 0.42 0.34 0.26Leucine 1.29 1.15 0.98 0.80 0.64 0.50Lysine 1.26 1.11 0.94 0.77 0.61 0.47Methionine 0.34 0.30 0.26 0.21 0.17 0.13Methionine + cystine 0.71 0.63 0.53 0.44 0.36 0.29Phenylalanine 0.75 0.66 0.56 0.46 0.37 0.28Phenylalanine +tyrosine1.18 1.05 0.89 0.72 0.58 0.45Threonine 0.75 0.66 0.56 0.46 0.37 0.30Tryptophan 0.22 0.19 0.16 0.13 0.10 0.08Valine 0.84 0.74 0.63 0.51 0.41 0.32Total basis (%)eArginine 0.59 0.54 0.46 0.37 0.27 0.19Histidine 0.48 0.43 0.36 0.30 0.24 0.19Isoleucine 0.83 0.73 0.63 0.51 0.42 0.33Leucine 1.50 1.32 1.12 0.90 0.71 0.54Lysine 1.50 1.35 1.15 0.95 0.75 0.60Methionine 0.40 0.35 0.30 0.25 0.20 0.16Methionine + cystine 0.86 0.76 0.65 0.54 0.44 0.35Phenylalanine 0.90 0.80 0.68 0.55 0.44 0.34Phenylalanine +tyrosine1.41 1.25 1.06 0.87 0.70 0.55Threonine 0.98 0.86 0.74 0.61 0.51 0.41Tryptophan 0.27 0.24 0.21 0.17 0.14 0.11Valine 1.04 0.92 0.79 0.64 0.52 0.40aMixed gender (1:1 ratio of barrows to gilts) of pigs with high-medium lean growth rate (325 g/day of carcass fat-free lean) from 20to 120 kg body weight.bAssumes that ME is 96% of DE. In corn–soybean meal diets ofthese crude protein levels, ME is 94–96% of DE.cCrude protein levels apply to corn–soybean meal diets. In 3–10 kgpigs fed diets with dried plasma and/or dried milk products, proteinlevels will be 2–3% less than shown.dTotal amino acid requirements are based on the following types ofdiets: 3–5 kg pigs, corn–soybean meal diet that includes 5% driedplasma and 25–50% dried milk products; 5–10 kg pigs, corn–soybean meal diet that includes 5 to 25% dried milk products; 10–
  12. 12. 120 kg pigs, corn–soybean meal diet.eThe total lysine percentages for 3–20 kg pigs are estimated fromempirical data. The other amino acids for 3–20 kg pigs are based onthe ratios of amino acids to lysine (true digestible basis); however,there are very few empirical data to support these ratios. Therequirements for 20–120 kg pigs are estimated from the growthmodel.Sumber: NRC. 1998. Nutrient Requirements of Swine.10thRev. Ed.Tabel 3. Nutrients in Corn and Corn + SoybeanMeal (Dehulled) Compared with theNutrient Requirements of a 40-kg GrowingPig of High-Medium Lean Growth Rate(325 g of carcass fat-free lean/day)Nutrient Corn Corn + SoybeanMeal(74.1%:23.4%)Requirement (40-kg pig)Indispensable amino acids (%)Arginine 0.37 1.09 0.35Histidine 0.23 0.47 0.29Isoleucine 0.28 0.71 0.49Leucine 0.99 1.59 0.86Lysine 0.26 0.90 0.90Methionine + cystine 0.36 0.60 0.52Phenylalanine +tyrosine0.64 1.46 0.83Threonine 0.29 0.65 0.59Tryptophan 0.06 0.20 0.16Valine 0.39 0.82 0.62Mineral elementsCalcium (%) 0.03 0.10 0.60Phosphorus, total (%) 0.28 0.37 0.50Phosphorus, available(%)0.04 0.07 0.23
  13. 13. Sodium (%) 0.02 0.02 0.10Chlorine (%) 0.05 0.05 0.08Magnesium (%) 0.12 0.16 0.04Potassium (%) 0.33 0.75 0.23Sulfur (%) 0.13 0.20 —aCopper (mg/kg) 3.0 6.9 4.0Iodine (mg/kg) 0.03 0.04 0.14Iron (mg/kg) 29 63 60Manganese (mg/kg) 7.0 13.6 2.0Selenium (mg/kg) 0.07 0.12 0.15Zinc (mg/kg) 18 26 60VitaminsVitamin A (IU/kg) 213 170 1,300Vitamin D (IU/kg) 0 0 150Vitamin E (IU/kg) 8.3 6.7 11Vitamin K (mg/kg) 0 0 0.50bBiotin (mg/kg) 0.06 0.11 0.05Choline (g/kg) 0.62 1.09 0.30Folacin (mg/kg) 0.15 0.43 0.30Niacin, available(mg/kg)0c5.2 10.0Pantothenic acid(mg/kg)6.0 8.0 8.0Riboflavin (mg/kg) 1.2 1.6 2.5Thiamin (mg/kg) 3.5 3.3 1.0Vitamin B6 (mg/kg) 5.0 5.2 1.0Vitamin B12 (µg/kg) 0 0 10.0Ascorbic acid 0 0 —dLinoleic acid (%) 1.9 1.6 0.1aThe requirement is unknown but is met by the sulfur frommethionine and cystine.bThe requirement is generally met by microbial synthesis.cThe niacin in cereal grain is unavailable.dThe requirement is met by metabolic synthesis.Sumber: NRC. 1998. Nutrient Requirements of Swine.10thRev. Ed.
  14. 14. Tabel 4. Kebutuhan Berbagai Nutrien BabiCalon Bibit yang Diberi Makan AdLibitumKebutuhanBerat (kg)Calon Induk Calon Pejantan20 – 50 50 - 110 20 – 50 50 - 110Konsentrasi energi :EM (kkal/kg) 3.255 3.200 3.240 3.255Protein kasar (%) 16 15 18 16Nutrien :Lys(%) 0.80 0.70 0.90 0.75Ca(%) 0.65 0.55 0.70 0.60P (%) 0.55 0.45 0.60 0.50KebutuhanDara,Indukbibit danPejantan dewasaDara, dan Induksedang laktasiDE (kkal/kg)3.340 3.340ME (kkal/kg)3.210 3.210Protein kasar (%)12 13NutrienEAA (%)Arg0.00 0.40His0.15 0.20Ile0.30 0.39
  15. 15. Leu0.30 0.48Lys0.43 0.60Met + cystine0.23 0.36Phe + tyrosine0.45 0.70Thr0.30 0.43Trp0.09 0.12Val0.32 0.60Asam linoleat (%)0.1 0.1
  16. 16. (lanjutan) Tabel 5. Kebutuhan Nutrien Babi BibitKebutuhanDara,Induk bibitdan PejantandewasaDara, danInduk sedanglaktasiElemen MineralCa (%) 0.75 0.75P (%) 0.60 0.60Na (%) 0.15 0.20Cl (%) 0.12 0.16Mg (%) 0.04 0.04K (%) 0,20 0.20Cu (%) 5.00 5.00J (mg) 0.14 0.14Fe (mg) 80.00 80.00Mn (mg) 10.00 10.00Se (mg) 0.15 0.15Zn (mg) 50.00 50.00VitaminVit A (IU) 4.000 2.000Vit.D (IU) 200 200Vit.E (IU) 22 22Vit. K (mg) 0.50 0.50Biotin (mg) 0.20 0.20Choline (g) 1.25 1.00Folacin (mg) 0.30 0.30Niacin (mg) 10.00 10.00Asam panthotenat(mg)12.00 12.00Riboflavin (mg) 3.75 3.75Thiamin (mg) 1.00 1.00Vit.B6 (mg) 1.00 1.00Vit.B12 (ug) 15.00 15.00Sumber: NRC. 1988. Nutrient Requirements of Swine. 9th Rev. Ed.
  17. 17. Tabel 6. Jumlah Konsumsi per ekor/hari Babi Bibitberat sedangKonsumsi dan levelpenampilanRataan gestasi atau berat ketikamelahirkan (Kg)Dara, Induk bibit danPejantan aktifDara, Induksedang laktasi162,5 165,0Konsumsi makananharian (kg)1,9 5,3DE (Mkal/h) 6,3 17,7ME (Mkal/h) 6,1 17,0Protein kasar (g/h) 228 689Sumber: NRC. 1988. Nutrient Requirements of Swine. 9th Rev. Ed.
  18. 18. Tabel 7. Kebutuhan Energi/hari dan KebutuhanMakanan Babi Dara dan Induk BuntingKonsumsi dan levelpenampilanBerat (Kg) Babi dara dan Indukbibit pada waktu dikawinkan *120 140 160Rataan berat gestasi (kg) ** 142,5 162,5 182,5Energi dibutuhkan (MkalDE/h) :Maintenance(HP) *** 4,53 5,00 5,47Pertambahan berat gestasi****1,29 1,29 1,29Total 5,82 6,29 6,76Kebutuhan makanan/hari (kg)*****1,8 1,9 2,0Sumber: NRC. 1988. Nutrient Requirements of Swine. 9th Rev. Ed.Keterangan:* Kebutuhan didasarkan atas pertambahan beratmaternal 25 kg dan 20 kg berat produkkonsepsi. Total berat 45 kg.** Rataan berat gestasi adalah berat saatdikawinkan + (total pertambahan berat/2).*** Kebutuhan maintenance harian adalah 110 kkalDE/kg 0.75bobot badan.**** Pertambahan berat gestasi adalah 1,10 MkalDE/h untuk pertambahan berat maternal + 0,19Mkal DE/h untuk pertambahan konseptus.***** Kebutuhan makanan/hari dengan ransum yangmengandung 3,34 Mkal DE/kg
  19. 19. Tabel 8. Energi Harian dan Kebutuhan MakananDari Babi Dara dan Induk LaktasiKonsumsi dan level penampilanBerat (Kg) Babi dara danInduk laktasi sesudahmelahirkan145 165 185Susu yang dihasilkan (kg) 5,0 6,25 7,5Energi dibutuhkan (Mkal DE/hari):Maintenance * 4,5 5,0 5,5Produksi susu ** 10,0 12,5 15,0Total 14,5 17,5 20,5Kebutuhan makanan/hari (kg) *** 4,4 5,3 6,1Sumber: NRC. 1988. Nutrient Requirements of Swine.9th Rev. Ed.Keterangan:* Kebutuhan Maintenance harian adalah 110 kkalDE/kg 0,75bobot badan** Produksi susu dibutuhkan 2,0 Mkal DE/kg susu*** Kebutuhan makanan/hari dengan ransum yangmengandung 3,34 Mkal DE/kg.
  20. 20. 6. Formulasi RansumMemformulasikan ransum babi dibutuhkanpengetahuan tentang kebutuhan nutrien dan kandungannutrien bahan pakan. Margin of safety nutrien spesifikperlu dipertimbangkan. Minimum margin of safety perluditetapkan untuk variasi dalam manajemen lingkungandan daya guna biologis nutrien tertentu dalam bahanpakan yang umumnya digunakan.Tabel komposisi berbagai bahan pakan yang adadapat dipakai sebagai pedoman untuk menyusun ransum,asalkan diberikan pada level yang dianjurkan supayamenghasilkan penampilan babi secara optimal. Darisudut nutrisi, tidak ada formula ransum “terbaik” dalamistilah bahan-bahan yang digunakan. Oleh sebab itu,bahan-pakan harus dipilih berdasarkan tersedianya bahanpakan, harga, dan kualitas nutrien yang dikandungnya.Agar penyusunan ransum sesuai dengankebutuhan gizi yang baik sesuai rekomendasi, makaperlu diketahui komposisi zat makanan dan–jikamungkin–ketersediaan hayati zat gizi pada setiap bahan
  21. 21. yang digunakan. Masing-masing bahan pakan dapatbervariasi secara luas dalam komposisi karena variasidalam kultivar, kondisi pertumbuhan, pengolahan,kondisi penyimpanan, dan status gizi.Variasi dalam prosedur analitik jugamempengaruhi hasil yang diperoleh. Selain itu, jumlahbahan kering pada bahan juga mempengaruhikonsentrasi gizi mereka. Nilai-nilai gizi yang diberikanpada Tabel 5, rata-rata mencerminkan konsentrasi nutrisiyang paling mungkin tersedia dalam pakan umum ternakbabi. Walaupun demikian, hal ini digunakan hanyasebagai panduan. Peternak sebaiknya harus memilikianalisia kimia bahan pakan sebelum digunakan dalampeternakan.Menyusun ransum ternak babi dapat dirumuskandengan menggunakan prosedur matematika lebihsederhana dengan kalkulator, jika jumlah jenis bahanyang akan digunakan pada ransum makanan hanyasedikit. Akan tetapi, diperlukan prosedur formulasi lebihcanggih untuk memenuhi persyaratan ransum dengankandungan zat makanan lebih tepat, bila jumlah bahanyang digunakan lebih besar karena sudah tentu
  22. 22. kandungan zatnya berbeda. Prosedur penyusunan ransumini membutuhkan program komputerisasi dan sertaseorang ahli gizi profesional. Persyaratan nutrisi menurutmodel dan tabel komposisi bahan pakan dalam tabel inimemungkinkan peternak untuk memformulasi ransumberdasarkan ketersediaan (benar atau jelas dicerna ileum)asam amino dan fosfor. Prosedur yang digunakan untukmerumuskan ransum dengan ketersediaan zat-zatmakanan, meskipun lebih kompleks, adalah sama denganyang digunakan untuk merumuskan ransum secarakeseluruhan.Bagian berikut ini memberi contoh prosedurperhitungan. Prosedur penyusunan ransum yang berisikandungan zat-zat makanan yang lengkap, untukmudahnya, dengan menggunakan jagung dan bungkilkedelai sebagai bahan pakan utama. Ransum dapatdisusun berdasarkan kandungan zat-zat makanan secaratotal atau atas dasar kebutuhan zat-zat makanan. Contohformulasi berdasarkan kandungan zat-zat makanansecara total, sebagai berikut.
  23. 23. ⇒ Ransum babi diformulasikan denganbahan dasar jagung dan kedelai, dengan kandungansebesar 97,5 % dari total ransum,⇒ sisanya 2,5 % terdiri dari suplemenmineral dan bahan campuran lain yangmengandung vitamin, mineral, dan zat-zat aditif.Masing-masing bahan Jagung dan bungkil kedelaimemiliki konsentrasi Energi Dapat dicerna (DE) sama.Setiap kombinasi dari kedua bahan utama tersebut akanmenghasilkan ransum tinggi energi yang relatif.Langkah pertama dalam formulasi pakandisajikan dalam bentuk persamaan-1, sbb.C + S = 97,5 (persamaan 1-a)atauS = 97,5 – C (persamaan 1-b)C adalah jagung (%) dan S adalah bungkil kedelai (%)dalam makanan.Lisin merupakan asam amino pembatas utamadalam bahan tepung jagung-kedelai. Karena itu, kitaperlu memanipulasi proporsi jagung dan tepung kedelaiuntuk memenuhi konsentrasi asam amino yang
  24. 24. diperlukan. Persyaratan untuk semua asam aminoesensial lainnya juga akan terpenuhi, dan jumlahnitrogen asam amino nonesensial akan memadai. Untukmerumuskan pakan ternak babi berat badan 40 kg,dengan menggunakan tepung dari bahan jagung-kedelai,dapat menggunakan persamaan: (persamaan-2)(A x C) + (B x [97,5 – C])= (L x 100)A adalah lisin (%) pada jagung, C adalah jagung (%)dalam ransum, B adalah lisin (%) dalam bungkilkedelai, dan 97,5 - C adalah tepung kedelai (%) dalamransum, dan L adalah persyaratan lisin dari babi 40 kg,yang dinyatakan sebagai persentase dari bahan.Nilai untuk A, B, dan L tersebut kemudiandimasukkan ke dalam persamaan-2, sehingga tersisa (C)yang tidak diketahui. Persentase tepung jagung dankedelai dalam ransum tersebut dapat diselesaikansebagai berikut.(0,26 C) + 3,02 x (97,5 – C)= (0,90 x 100)
  25. 25. C adalah 74,1% jagung dalam makanan. Karena Sadalah 97,5 - C, maka S adalah 23,41% bungkil kedelaidalam makanan.Langkah selanjutnya adalah menambahkan bahanuntuk memasok fosfor anorganik guna melengkapipersyaratan (0,50%) untuk total fosfor. Jika dipilihdikalsium fosfat, yang berisi fosfor 18.5%, makapersamaan-3 akan menunjukkan persentase fosfatdikalsium (DP) yang akan disertakan dalam makanan.(18 x DP)= (0,50 x 100)– (74,1 x % P dalam jagung)– (23,4 x % P dalam bungkil kedelai)(18 x DP)= (0,50 x 100)– (74,1 x 0,28)– (23,4 x 0,69)DP= 0,71 % dalam ransum
  26. 26. Langkah selanjutnya adalah menambahkanbahan untuk memasok kalsium guna melengkapikebutuhan kalsium (0,60%). Jika tanah kapur, yangmengandung kalsium 38 persen, dipilih, persamaan-4berikut akan menunjukkan persentase kapur tanah (GL)yang dimasukkan ke dalam pakan.( 38 x GL )= (0,60 x 100)– (74,1 x % Ca dlm jagung)– (23,4 x % Ca dlm bungkil kedelai)– (0,71 x % Ca dlm DP)( 38 x GL )= (0,60 x 100)– (74,1 x 0,03)– (23,4 x 0,34)– (0,71 x 22)GL= 0,90% kapur tanah dalam ransum
  27. 27. Salah satu cara untuk melengkapi ransum ternakbabi, yakni dengan menambahkan 0,25 persen natriumklorida, sebuah campuran vitamin premix yangmelengkapi kekurangan vitamin dalam campuran tepungjagung-kedelai (vitamin A, D, E, K, B12, riboflavin,niacin, asam pantotenat), campuran mineral yangmenyediakan mineral karena ke kurangan zat (besi, seng,tembaga, mangan, yodium, dan selenium), dan apabiladiperlukan, sebuah campuran yang mengandung satuatau lebih agen antimikroba.Ransum lengkap ditampilkan pada Tabel 7.Ransum disusun dengan meningkatkan jumlahpersentase unsur jagung menjadi 74,44% dari total 100persen.Tabel 9. Formulasi Susunan Ransum ternak babidalam persen (%)Nutrisi ( % )Jagung 74.44Kedelai 23.40Dicalcium phosphate 0.71Kapur 0.90
  28. 28. Sodium chloride 0.25Vitamin 0.10mineral 0.10Anti microbial 0.10Total 100.007. Bahan Pakan Sumber Energi Butiran sereal gandum sebagai sumber energiutama dalam ransum ternak babi. Butiran serealiaini merupakan bahan tinggi karbohidrat (pati),palatabilitas tinggi, dan sangat mudah dicerna.Tetapi bahan pakan ini memiliki kandungan yangrendah untuk asam amino lisin (dan asam aminolainnya), vitamin, dan mineral dibandingkandengan kebutuhan ternak babi. Oleh karena itu,ransum dengan bahan utama butiran serealgandum harus dilengkapi dengan bahan pakanlain untuk memenuhi kebutuhan kandungan asamamino, vitamin, mineral sesuai persyaratan untukkesehatan dan penampilan produktivitas yangoptimal.
  29. 29.  Jagung memiliki nilai energi tertinggi di antarasemua butiran sereal gandum, serta umumnyamerupakan sumber yang paling ekonomis dalampakan ternak babi. Di negara maju banyakditemukan varietas jagung hasil rekayasagenetika yang telah tumbuh secara luas untukkondisi komersial, dan tanpa disadari telah terjadipenyerbukan silang sehingga menghasilkankualitas jagung yang sesuai dengan standarorganik. Penyerbukan silang jagung tersebutsudah menjadi bahan organik karena diproduksidalam suatu sistem produksi organikbersertifikat. Tongkol dan dedak jagung merupakan bahanpakan hasil produksi perkebunan dan sudahmerupakan salah satu sumber bahan pakan ternakbabi. Bahan pakan ini memiliki kandunganenergy rendah dibandingkan dengan bahan pakanlain sebagai sumber energi, dan baik digunakansebagai sumber pakan untuk ransum ternak babiperiode penggemukan dan induk bunting tua.Sama dengan butir jagung yang telah mengalami
  30. 30. penyerbukan silang antara jagung non-transgenikdengan varietas transgenic, bahan ini mungkinmerupakan masalah di beberapa wilayah negaramodern. Gandum sebagai sumber bahan utama ransumyang bernilai tinggi serta sangat palatabel.Namun, biasanya bahan ini lebih mahal daripadajagung, dan karena itu belum digunakan secaraumum. Barley sebagai bahan pakan ternak babi lebihtinggi akan serat dan protein dibanding jagung.Dengan kandungan serat yang lebih tinggi, nilaienerginya berkisar antara 90% sampai 100%daripada jagung. Barley yang berkualitas tinggimerupakan sumber biji-bijian sangat baik untukransum ternak babi. Hulless barley merupakan sumber bahan pakanyang mengandung kuantitas protein yang lebihtinggi serta memiliki serat kurang dibandingkandengan ‘barley’. Meskipun nilai dan kualitas giziyang lebih tinggi dibandingkan dengan ‘barley’,tetapi penampilan produksi ternak babi umumnya
  31. 31. sama dengan yang mengkonsumsi ransumdengan bahan pakan ‘barley’. Oats, seperti ‘barley’, yang lebih tinggi dalamserat dan protein dari jagung, sehingga nilaienergi sekitar 80% dibandingkan dengan jagung. Naked oat (oat hulless) memiliki kandunganyang jauh lebih rendah untuk serat tetapikandungan lemak dan kandungan proteinnyalebih tinggi dibandingkan dengan ‘oat’.Kandungan energi yang dicerna mencapai 30%sampai 35% lebih tinggi dari oat konvensional.‘oat hulless’ memiliki keseimbangan kandunganasam amino yang baik, dengan kandungan lisindan metionin dalam jumlah cukup untukmemenuhi kebutuhan ternak babi. ‘oat Hulless’dapat meningkatkan penampilan produksipertumbuhan yang sangat baik, bila digunakansebagai sumber utama untuk ternak babi fasepertumbuhan akhir (periode finisher), sehinggahampir tidak membutuhkan lagi proteinsupplement.
  32. 32.  Butiran sorgum merupakan bahan pakan yangsama dengan jagung dalam kandungan nilai gizidan benar-benar dapat menggantikan jagungsebagai sumber bahan utama dalam ransumternak babi. Namun, dalam pengembanganvarietas baru untuk kandungan tannin tinggihanya mencapai 80% sampai 90% dari nilaipakan jagung. Grinding (penggilingan) sangatpenting bagi penggunaan efisien karena jenisgandum ini kecil dan sangat keras. Buck gandum (soba) ini paling sering tumbuhsebagai gandum untuk konsumsi manusia.Kualitas protein soba dianggap antara yangterbaik di kerajaan tanaman. Namun, soba relatifrendah energi bila dicerna dibandingkan denganbiji-bijian lain karena serat yang tinggi dan kadarminyaknya rendah. Faktor penting lainnya yangmembatasi penggunaan soba dalam babi dietadalah faktor anti-nutrisi, fagopyrin, yangmenyebabkan lesi kulit dan gatal intens ketikababi terkena sinar matahari. Penggunaannya tidakbisa melebihi 50% pada ransum ternak fase
  33. 33. tumbuh (grower) dan 80% pada ransum ternakfase bunting terlebih lebih untuk babi starter saatmenyusu tidak dianjurkan untuk digunakan. Rye (gandum hitam) memiliki nilai energimenengah untuk gandum dan barley, dan kadarprotein yang mirip dengan jelai dan gandum.Meskipun keseimbangan asam amino yang miripdengan jelai dan gandum, kecernaan asam aminoadalah 5% sampai 10% lebih rendah. Selanjut-nya, rye sangat rentan terhadap ergot, jamur yangmengurangi kesehatan babi dan kinerja. Rye jugamengandung beberapa faktor anti-nutrisi beracunyang mengurangi nilai gizi untuk babi. Tidak adabatasan jumlah rye yang dapat dimakan untukmasa/periode kebuntingan, meskipun disarankanpada batas 50% tumbuh-selesai dan 40% padaransum menyusui. Triticale adalah gandum yang dihasilkan olehgandum durum persimpangan dengan gandumhitam. Sangat sedikit triticale yang telah ditanamdi utara AS dan Kanada. Meski memiliki nilaienergi dicerna mirip dengan gandum, itu mirip
  34. 34. dengan gandum hitam sehubungan denganadanya faktor-faktor anti-nutrisi dan kerentananterhadap ergot.8. Bahan Pakan Sumber Protein Kedelai, mengandung minyak sekitar 18% dannilai yang sangat bagus untuk makanan babidisapih dan induk babi menyusui. Penelitian yangdilakukan telah menunjukkan bahwa ransummakanan yang mengandung bahan baku kedelai(tidak dipanaskan) untuk induk bunting akanmenghasilkan produktivitas yang memuaskan.Namun demikian, kedelai harus dipanaskanuntuk digunakan sebagai pakan agar dalamsemua tahap produksi lainnya berhasil baik.Kedelai yang dipanaskan dengan benarmerupakan sumber protein yang sangat baikuntuk babi. Kedelai mengandung faktor anti-nutrisi termasuk tripsin inhibitor, urease, danhemaglutinin. Anti-nutrisi ini dapat dihancurkanoleh proses pembakaran atau ekstrusi yang tepat.Namun pemanasan berlebihan harus dikurangi
  35. 35. untuk mempertahankan kualitas kecernaan asamamino. Untuk kualitas optimal, kedelai harusdipanggang selama 3 sampai 5 menit dengansuhu keluar dari 240-260 °F. Suhu keluar untukkedelai harus diekstrusi 280 derajat F. Karenakedelai mengandung 13% sampai 15% lebihbanyak energi dari bungkil kedelai, makakonsentrasi nutrisi makanan lain harusditingkatkan untuk mengkompensasi konsumsipakan yang lebih rendah yang secara alamiterjadi ketika makan diet energi yang tinggi.Pakan kedelai yang diekstruksi mekanis (non-pelarut) dapat diproduksi sebagai penggantibungkil kedelai organik untuk diproduksi secarakonvensional. Kedelai yang diproduksi secaraorganik dapat diekstrusi secara mekanis untukmemproduksi makanan berkualitas tinggi yangmengandung protein tinggi dan energi. Tingkatkandungan lemak dapat bervariasi dari 5% -10%,tergantung pada kadar air bijian kedelai danefisiensi ekstraksi minyak selama pemrosesan.
  36. 36.  Kacang tanah, yang ditanam terutama untukkonsumsi manusia, tetapi secara efektif dapatmenggantikan sebagian dari gandum dan proteinransum suplemen pada ternak babi. Kacang polong. Kandungan energi yang dapatdicerna kacang polong tergolong tinggi. Inimerupakan sumber lisin yang baik, tapi rendahmetionin dan triptofan, sehingga penggunaannyadalam pakan babi umumnya terbatas. Kacangjuga mengandung faktor anti-nutrisi termasukinhibitor tripsin dan hemaglutinin, tapi tingkatfaktor ini umumnya dianggap tidak cukup tinggiuntuk mengurangi produktivitas. Alfalfa. Kualitas gizi Alfalfa bervariasi sesuaidengan tingkat kemasakan, kesuburan tanah, danmetode pemanenan, penanganan, danpenyimpanan. Faktor utama yang membatasinilai gizi alfalfa dalam pakan babi adalahrendahnya kandungan energi yang dapat dicerna.Namun, dibandingkan dengan biji-bijian lainnya,alfala mengandung lebih banyak energi dapatdicerna setengah. Alfalfa adalah sumber vitamin
  37. 37. yang paling baik terutama vitamin A, E, dan K.Alfalfa juga memiliki kandungan mineralKalsium yang tinggi tapi kandungan phosphorcukup. Sehingga ransum yang mengandungalfalfa harus dilengkapi dengan penambahanfosfor untuk mempertahankan rasio yangdiinginkan yaitu 1:1 hingga 1,5:1 kalsium: fosfor.Alfalfa juga mengandung saponin dan faktor anti-nutrisi tanin yang dapat mengurangi tingkatpertumbuhan ternak babi. Untuk ternak babistater dan sapihan penggunaan alfalfa tidakdianjurkan karena kecernaan energi rendah,palatabilitas kurang, dan adanya faktor anti-nutrisi. Alfalfa sangat baik untuk ransum indukdaripada untuk babi fase pertumbuhan. Indukbabi memiliki kapasitas yang lebih besar untukfermentasi dalam sistim pencernaan yangmemungkinkan untuk pencernaan serat yanglebih besar dan pemanfaatan energi ditingkatkan.Selanjutnya, penelitian yang dilakukanmenunjukkan jumlah kotoran induk babi laktasi
  38. 38. meningkat dengan pakan yang diberi silasealfalfa sat bunting. Canola, adalah bibit tanaman minyak utamayang diproduksi di Kanada. Ini berisi minyak40% dan protein 20%, membuatnya menjadienergi tinggi, sumber protein yang cukup tinggi.Canola dapat secara efektif digunakan padasampai 15% pada ransum untuk semua fasekecuali pada induk bunting dan menyusui harusdibatasi sampai 10%. Sejumlah besar peternakankomersial di Amerika dan Kanada menggunakancanola transgeni, dan saat ini pemerintah dikedua Negara telah mengeluarkan aturanpenggunaan benih non-organik yang miripdengan jagung. Fababeans (kacang faba) mengandung 24%sampai 30% protein dan kandungan tingkatenergi dapat dicerna diantara bungkil kedelai dangandum. Fababeans rendah dalam kandunganlemak (1,5%) serta tinggi dalam asam lemak takjenuh. Hal ini sangat rentan terhadap bau anyirjika disimpan selama lebih dari satu minggu
  39. 39. setelah penggilingan, serta mengandung faktoranti-nutrisi, termasuk beberapa inhibitor tripsin,hemaglutinin, dan tanin. Untuk nilai gizi optimalharus dipanggang atau diekstrusi, serta dapatsecara efektif ditambahkan sampai 15% dariransum starter, 20% pada ransum grower, dan15% untuk induk bunting. Biji bunga matahari, mengandung kandunganlemak yang tinggi (40%), serat kasar (29%) danprotein cukup tinggi (20%). Batas inklusi bijibunga matahari sampai 10% dalam ransumternak babi disapih, pertumbuhan (grower) danfinisher, dan sampai 30% pada ransum indukbunting serta 20% pada pakan induk menyusui.
  40. 40. 9.Cara Menentukan/Mengukur Ransum YangEfisien dan EkonomisGambar 18. Contoh Bahan pakan Lentil
  41. 41. Ransum yang efisien dapat ditentukan dalam 2cara lewat percobaan pemberian makanan (feeding trial),yaitu: Menentukan efisiensi penggunaan makanan(EPM) atau perbandingan antara pertambahan beratbadan (kg) yang dihasilkan dengan jumlah makananyang dikonsumsi (kg) atau jumlah pertambahan beratyang dihasilkan per unit konsumsi.Menentukan efisiensi konversi makanan (EKM)atau perbandingan antara jumlah makanan atau ransumyang dikonsumsi (kg) dengan pertambahan berat badanyang dihasilkan (kg) atau jumlah konsumsi per unitpertambahan berat badan. EPM lebih sering digunakanpada ternak besar seperti sapi dan kerbau dan lain lain,sedang EKM digunakan pada ternak kecil seperti unggasdan babi.Ada dua hal penting untuk diperhatikan ketikamencoba untuk mengurangi biaya pakan dalampeternakan babi.Pertama, perubahan nutrisi dalam satu bidangoperasional dapat memiliki konsekuensi besar yangdalam. Jika dilakukan kesalahan dalam program
  42. 42. pemberian makan, maka hal itu hanya akanmempengaruhi penampilan ternak babi tersebut saatdipasarkan. Tapi jika dilakukan kesalahan dalam sistimusaha peternakan, akan mempengaruhi keseluruhansiklus babi seluruhnya.Kedua, pemberian pakan anak babi berdasarkantingkat pertumbuhan rata-rata sering mengabaikan faktabahwa sekitar 92% babi tumbuh pada tingkat yangberbeda dari rata-rata keuntungan. Data menunjukkanbahwa babi dengan berat badan rendah tidak akanmencapai berat rata-rata normal saat disapih secarakelompok selama 3 sampai 21 hari; setelah disapihcapaian bobot sapihan tidak dapat dipenuhi sampaiempat minggu umur penyapihan.Bila harga pasar tinggi dan biaya pakan rendah,pemberian pakan babi cenderung lebih baik daripadarata-rata, karena tujuannya adalah untuk memanfaatkanpotensi ternak babi sampai ke pasar secepat mungkin.Tapi ketika harga pasar rendah dan biaya pakan yangtinggi, peternak tidak mampu mengikuti strategi ini.Karena itu perlu selalu memonitor biaya dancatatan untuk enam bidang utama, berikut ini:
  43. 43. 1. Rata-rata beranak per induk dan jumlahpendapatan total ternak per periode waktu;2. Rata-rata biaya (total dan variabel) per induk danbiaya total dan variabel ternak per periode waktu;3. Jumlah babi disapih per induk per tahun;4. Non-produktif induk per hari;5. Rata-rata biaya (total dan variabel) per ekor anakbabi yang dijual; dan6. Mingguan penjualan relatif per target.Ada banyak langkah-langkah lain yang penting,tetapi item di atas adalah titik awal yang baik untukmengidentifikasi masalah dan/atau menentukankeberhasilan.Dari enam item di atas, ada tiga item yangberhubungan dengan masalah keuangan, bukan denganmasalah produktivitas. Akan tetapi, dalam sebuahindustri sering didapatkan pola pikir (mind set) bahwaproduktivitas sama dengan profitabilitas, yang tidaksemuanya benar. Ada banyak peternakan yang memilikiproduktivitas sangat tinggi tetapi tidak memiliki
  44. 44. keuntungan seperti yang dimiliki peternakan lain yangkurang produktif.Empat unsur pemberian pakan harus diukur dalamusaha untuk keberhasilan keuangan dalam modelpemberian pakan anak babi.1. Kuantitas dan biaya pakan pada masa kebuntingandan masa laktasi setiap induk per tahun.2. Total pakan waktu pemeliharaan dan biaya per ekoranak babi yang dijual.3. Jumlah dan biaya pakan per kg anak babi dijualatau yang dipindahkan.4. Biaya pakan harus dirumuskan dan aktual. Denganmenggunakan anggaran pakan, maka pengusahaternak akan memiliki target untuk membandingkanpenggunaan pakan sesuai atau tidak.
  45. 45. Dengan informasi pakan yang dimiliki, disarankan agarpeternak mencoba menghitung biaya yang terbesardalam usaha peternakan, mana yang paling mudah danpaling mahal untuk dicapai. Mungkin sebagian biayaterbesar, seperti biaya tenaga kerja, pada dasarnyadiperlakukan sebagai biaya tetap yang sangat sulit untukberubah.Ketika mempertimbangkan penghematan biayadalam pemberian pakan dalam program peternakan,maka hindari membuat perubahan yang akan dapatmempengaruhi produktivitas ternak dan merusakkemampuan ternak untuk memanfaatkan pemulihanpasar di masa datang.Pemberian pakan harus sesuai dengan kondisitubuh ternak, dan hindari pemberian nutrisi berlebihan.Usaha peternakan besar dengan jumlah induk sampai5.000 ekor atau lebih mungkin dapat memberi makandua atau tiga ransum berbeda dalam masa bunting.Pakan dengan ransum yang terpisah termasuk lisin ekstrauntuk induk yang baru pertama kali bunting akan
  46. 46. membantu induk muda ini membangun massa proteindan berat badan dengan tingkat lisin yang tidakdibutuhkan oleh ternak yang sudah memiliki paritaslebih tinggi atau induk tua.Secara umum pemberian makanan pada indukmuda sedang bunting adalah dengan formulasikandungan rendah mineral. Sementara untuk paritieslama (induk tua) perlu kandungan mineral dengan levelyang sedikit lebih tinggi.Cara pemeliharaan dengan ini tidak akanbermanfaat apabila untuk pemberian pakan ternak dalamjumlah besar secara keseluruhan sebagai satu kelompok,karena tidak akan melihat manfaat dari pemberianmineral tingkat yang lebih tinggi yang sesuai kebutuhanmasing-masing induk sehingga akan ada induk yangmenerima pakan secara ‘overfeeding’, sebab adakemungkinan hanya diperlukan oleh sebagian kecil darikeseluruhan kelompok induk yang dipelihara.Cara terbaik untuk memangkas biaya pakan padamasa laktasi adalah hanya dengan menyediakan pakaninduk sebanyak yang menjadi kebutuhannya.
  47. 47. Peningkatan pemberian pakan sebesar 10% danmenjaga jumlah konsumsi per hari dapat menurunkansebesar 10% konsentrasi asam amino, vitamin, danmineral dalam ransum, sehingga akan menghemat biayapakan.Pemberian pakan dengan dua jenis ransum untukinduk menyusui―satu untuk induk muda yang barupertama kali beranak dan satu lagi untuk ternaklainnya―memungkinkan untuk pemberian pakan dengankandungan level tingkat asam amino lisin yang lebihtinggi untuk anak babi sapihan yang memerlukannya,dan kandungan tingkat asam amino lisin rendah untukinduk yang lebih tua. Dalam sistim pemberian pakanpada ternak babi, perubahan kecil komposisi zat-zatmakanan dalam ransum dapat memiliki dampak besar,seperti perubahan untuk menurunkan kadar proteinplasma, serat kasar, asam amino, mineral dan vitamin,dll.Perhatikan juga untuk mengubah anggaran pakanguna mengurangi jumlah pakan anak babi; dan untukmeningkatkan penggunaan biaya-efektif bahan pakan
  48. 48. dalam ransum ternak menjelang akhir produksi gunamendapatkan biaya yang lebih rendah.
  49. 49. Beberapa saran pemberian makan untuk menekan biaya:⇒ Mengoptimalkan biaya pakan dalam usahapeternakan besar membutuhkan catatan informasiyang tepat untuk mengidentifikasi bidang yangmemiliki manfaat terbesar.⇒ Jangan menggunakan zat-zat makanan berlebihandan jangan menggunakan bahan pakan karenaterpaksa.⇒ Gunakan bahan pakan yang dapat menghematuang dengan sedikit risiko.⇒ Gunakan anggaran pakan ternak yang tepat.Beberapa saran tersebut memang sangat ekstrim,namun pasar sekarang ini menuntut tindakan segerauntuk menekan biaya pakan. Aturan makan babi berubahketika harga pasar sangat rendah. Caranya adalah denganmemastikan bahwa modal disimpan dalam bentukpemotongan biaya lebih besar daripada pendapatan yanghilang akibat perubahan. Pesan paling penting adalahbahwa program pemberian pakan harus berubahmengikuti kondisi pasar, karena program pakan adalah
  50. 50. bagian dinamis dari produksi daging babi, dan tidakboleh dianggap tetap dan independen dari kondisi pasar.10. Metode Pemberian MakananPemilihan metode pemberian makanan bervariasitergantung dari beberapa faktor, seperti harga dan bahanpakan, populasi ternak, tenaga kerja yang tersedia, danmanajemen praktis lainnya. Ada beberapa metodepemberian makanan yang sering digunakan di manamasing-masing mempunyai kelebihan dankekurangannya, yaitu:• Group vs Individual Feeding• Floor vs Trough Feeding• Dry vs Liquid Feeding• Full vs Restricted/Limited FeedingGroup vs Individual FeedingTatalaksana pemberian makan dengan sistimgroup (Kelompok) secara ekonomis akan lebih efisienjika dibandingkan dengan tatalaksana pemberianmakanan secara individu untuk suatu usaha peternakan
  51. 51. yang besar. Hal tersebut adalah untuk meminimalisirpenggunaan tenaga kerja serta peralatan pakan lainnya.Namun hal yang dimungkinkan terjadi adalah bahwatidak semua individu ternak akan mendapatkan jumlahpakan yang sama. Karena, pengelompokan ternak babidalam suatu kandang akan menimbulkan persaingandalam mendapatkan makanan. Hal ini disebabkan olehting-kah laku sosial ternak babi dalam kelompok, dimana yang kuat dan besar akan mendominasi dibanding-kan dengan ternak babi individu yang agak lemah danmemiliki badan yang lebih kecil. Sementara jikakelompok ternak babi didominasi jenis jantan yangmemiliki aggressive behavior tinggi, maka akanmengakibatkan perkelahian untuk memperebutkan ma-kanan sehingga mengakibatkan banyak makanan yangterbuang. Sedangkan tatalaksana pemberian pakan secaraindividu akan memerlukan jumlah tenaga kerja sertaperlengkapan yang lebih banyak, namun untuk jumlahkonsumsi akan lebih efektif dan efisien karenamengurangi terbuangnya makanan yang sisa dan lebihmudah diketahui jumlah konsumsi per individu ternak.
  52. 52. Gambar 19. Pemberian makan Group dan Individual
  53. 53. Floor vs Trough FeedingTatalaksana pemberian makanan secara langsungdi lantai kandang tanpa tempat makan sering ditemukandi beberapa peternakan babi intensif. Pemberianmakanan di lantai akan memudahkan peternak memberimakan ternak babi serta waktu pemberian menjadi lebihcepat, terutama pas untuk suatu usaha peternakan yangbesar. Hal tersebut juga membantu peternak mengurangiwaktu untuk membersihkan dan menyediakan tempatmakan (self feeder). Dengan demikian, konstruksi lantaikandang harus dipersiapkan dan dijaga agar tetap kering,tidak boleh basah, serta bentuk pakan harus berbentukbutiran agar tidak banyak pakan yang tersisa dan tidakdapat dikonsumsi oleh ternak babi. Jumlah ternak dalamkandang jangan terlalu padat, karena perlu luasan kan-dang yang cukup memadai sehingga akses ternak babiuntuk mendapatkan makanan di lantai juga menjadigampang. Tetapi pemberian makan dangan cara ini akanmerugikan dari segi efisiensi penggunaan makanan olehternak karena memungkinkan makanan menjadi terinjak
  54. 54. oleh ternak babi sendiri sehingga menjadi hancur danapabila hal tersebut terjadi akan menyebabkan banyaksisa makanan yang terbuang tidak bisa dikonsumsi olehternak. Dengan cara ini juga akan merugikan dari segihigienis karena terkontaminasi dengan kotoran dalamkandang. Cara pemberian makanan seperti ini hanya baikjika digabungkan dengan cara pemberian secara adlibitum (full feeding). Sementara untuk tatalaksanapemberian makanan dengan trough feeding atau tatalaksana dengan menyediakan tempat makan khusustersendiri merupakan tatalaksana yang sangat efisien darisegi penggunaan makanan serta memungkinkan untukmakanan yang terbuang menjadi lebih sedikit. Dan halini akan sangat memudahkan digabungkan dengancarapemberian makanan restricted feeding, sehingga secaraekonomis juga dapat diketahui jumlah konsumsi yangtepat untuk masing-masing periode pemeliharaan.Dengan demikian secara higienis pakan ternak akanterjaga dari kontaminasi atau rusak karena terinjak olehternak babi sendiri.
  55. 55. Dry vs Liquid FeedingTatalaksana pemberian makanan dengan caraGambar 20b. Sistim Pemberian makanan menggunakantempat makanan (Trough feeding)Gambar 20a. Sistim Pemberian makanan dilantai(floor feeding)
  56. 56. kering dimana makanan yang diberikan kepada ternakbabi dalam keadaan kering. Hal tersebut akanmemudahkan peternak untuk menghitung effisiensimaupun konversi pakan. Pemberian dengan cara keringakan sangat efisien jika bahan pakan dalam bentukbutiran sehingga semua bahan yang sudah dicampurdalam ransum pakan akan dikonsumsi oleh ternak babi.Sistim usaha peternakan yang diberikan pakan dalambentuk kering harus memperhatikan konstruksi kandangdengan menyiapkan air minuim secara tersendirisehingga memerlukan biaya ekstra untuk hal tersebut.Akan tetapi jika bahan pakan yang disusun dalam bentuktepung atau halus maka sebaiknya bahan pakan tersebutdiberikan dalam bentuk basah. Dengan demikian makabahan makanan yang berbentuk tepung akan melekatdalam ransum sehingga semua kandungan bahanmakanan dapat dikonsumsi oleh ternak babi. Kemudiandalam kandang tidak perlu lagi dipersiapkan tempatuntuk air minum ternak karena semuanya sudah di-gabung-kan dalam tempat makan. Ada banyak informasiuntuk peternakan khusus untuk babi penggemukan makacara dengan pemberian makanan dalam bentuk basah
  57. 57. sangat meningkatkan jumlah konsumsi ransum.Full vs Restricted/Limited FeedingFull feeding system adalah cara pemberianmakanan pada ternak yang sangat umum yang lebihdikenal dengan cara ad libitum atau tidak terbatas. Halini sering dilakukan apabila pengetahuan peternaktentang jumlah konsumsi ransum ternak babi sesuaidengan umur dan periode pertumbuhan tidak diketahui.Kerugian dari cara pemberian makanan seperti ini adalahmamungkinkan adanya makanan sisa yang tidakdikonsumsi menjadi mubazir dan dibuang. Tetapi untukperiode anak babi lepas sapih yang memerlukanketersediaan makanan yang terus menerus maka cara inisering dianjurkan untuk dilaksanakan. Akan tetapi jikamenggunakan cara restricted feeding system makaeffisiensi penggunaan makanan bagi ternak babi akansangat tinggi karena mengurangi jumlah makanan yangtersisa dan terbuang, juga di beberapa peternakan babiyang modern dengan penggunaan high technology makasistim ini sangat efektif baik dari penggunaan tenagakerja maupun dalam meminimalisir hasil sisa buangan
  58. 58. baik makanan sisa maupun kotoran yang dihasilkan olehternak babi tersebut. Karena dengan kalkulasi yang tepatmaka masing-masing kebutuhan pakan periodepertumbuhan ternak babi akan diberikan pakan sesuaikebutuhan serta wasted atau pakan sisa sangat kecil jugakotoran babi berkurang. Dan juga dibeberapa hasilpenelitian mengungkapkan bahwa pembentukan karkasmenjadi lebih baik sementara perilaku makan ternak babiyang akan makan tanpa henti sepanjang makanan itutersedia juga menghasilkan bobot badan yang bertambahdengan cepat tetapi pembentukan lemak tubuh jugacukup tinggi.
  59. 59. Gambar 21. Model tempat makan (self feeder)tradisional dan modern.

×