Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Teori Umum
Viskositas adalah ukuran resistensi dari suatu cairan untuk
mengalir, makin ting...
4
Rheologi dari suatu produk tertentu yang berkisar dalam
konsistensi dari bentuk cair ke semisolid sampai ke padatan, dap...
5
Biasanya ini sedikit meningkatkan viskositas ketika pada konsentrasi
rendah, tetapi bahan tersuspensi tinggi dapat menye...
6
(shearing stress) yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of
shear tertentu. Oleh karena iu, rate of shear harus b...
7
c. Aliran Dilatan : viskositas cairan ini akan naik dengan naiknya
Rate of shear karena volumenya akan naik bila ia berg...
8
Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang
dinamakan viskometer. Ada 2 jenis Viskometer : viskometer den...
9
Rumus struktur : :
Pemerian : Cairan tak berwarna, jernih, mudahmenguap
dan mudah bergerak, bau khas, rasa panas.
Mudah ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab ii perc viskositas

3,312 views

Published on

Teori umum, pengertian reologi, pengertian viskositas, jenis-jenis aliran, penjelasan kurva aliran dll

  • Be the first to comment

Bab ii perc viskositas

  1. 1. 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Teori Umum Viskositas adalah ukuran resistensi dari suatu cairan untuk mengalir, makin tinggi viskositas, akan makin besar resistensinya. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya yang dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu (1). Bila viskositas gas meningkat dengan naiknya temperatur, maka viskositas cairan justru akan menurun jika temeratur dinaikan. Fluiditas dari suatu cairan yang merupakan kebalikan dari viskositas akan meningkat dengan makin tingginya temperatur. Difusi seperti halnya fluiditas merupakan kebalikan viskositas. Meningkatnya laju difusi secara eksponenial akibat dari meningkatnya temperatur (1). Viskositas juga dipengaruhi oleh konsentrasi. Meningkatnya konsentrasi diikuti meningkatnya viskositas. Hal ini disebabkan oleh ukuran partikel rata-rata, dan luas permukaan tetesan tetap (3). Rheologi berasal dari bahasa Yunani mengalir (rheo) dan ilmu (logos), digunakan istilah ini untuk pertamakali oleh Bingham dan Crawford untuk menggambarkan aliran cairan dan deformas dari padatan (1). Rheologi adalah ilmu tentang aliran atau perubahan bentuk (deformasi) di bawah tekanan (2). Beberapa tahun terakhir ini, prinsip dasar rheologi telah digunakan daam penyelidikan cat, tinta, berbagai adonan, bahan-bahn untuk pembuat jalan, kosmetik, produk hasil peternakan serta bahan-bahan lain (1). Dalam penelitian dan teknologi farmasetik dan sejenisnya, pengukuran rheologi digunakan untuk mengkarakterisasi kemudahan penuangan dari botol, pnekanan atau pemencetn dari suatu tube atau wadah lain yang dapat berubah bentuk, pemeliharaan bentuk produk, penggosokan produk pada kulit dan lain-lain (2).
  2. 2. 4 Rheologi dari suatu produk tertentu yang berkisar dalam konsistensi dari bentuk cair ke semisolid sampai ke padatan, dapat mempengaruhi penerimaan bagi si pasien, stabilitas fisika, dan bahkan availabilitas biologis. Jadi viskositas telah terbukti mempengaruhi lju absorbsi obat dari saluran cerna (1). Viskositas dinyatakan dalam simbol η. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk sediaan farmasi (dosage form)sebagai penjaminan kualitas yang sama untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh [5]. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Viskositas [2] 1. Suhu Biasanya ada hubungan terbalik antara viskositas dan suhu . 2. Konsentrasi Solut Biasanya adalah hubungan non-linear secara langsung antara konsentrasi solut dan viskositas pada suhu tetap. 3. Berat molekul solut Biasanya ada hubungan non-linear antara berat molekul solut dan viskositas larutan pada konsentrasi setimbang. 4. Tekanan Viskositas kebanyakan cairan pada dasarnya konstan pada kisaran tekanan 0-100 atm Sehingga efek tekanan biasanya dapat diabaikan untuk pangan. 5. Bahan tersuspensi
  3. 3. 5 Biasanya ini sedikit meningkatkan viskositas ketika pada konsentrasi rendah, tetapi bahan tersuspensi tinggi dapat menyebabkan peningkatan berarti oleh karena akibar antar partikel. Bahan tersuspensi konsentrasi tinggi biasanya merubah produk non-Newtonian dan dapat menyebabkan aliran plastis atau dilatants. Konsentrasi bahan suspensi tidak larut memiliki efek nyata pada viskositas dan tipe aliran kental. Penggolongan bahan menurut tipe aliran dan deformasi ada 2 yaitu Sistem Newton dan Sistem Non-Newton. Tipe aliran yang mengikuti Sistem Newton, viskositasnya tetap pada suhu dan tekanan tertentu dan tidak tergantung pada kecepatan geser, sehingga viskositasnya cukup ditentukan pada satu kecepatan geser. Ada beberapa istilah dalam Sistem Newton ini : Rate of shear (D) dv/dr untuk menyatakan perbedaan kecepatan (dv) antara dua bidang cairan yang dipisahkan oleh jarak yang sangat kecil (dr). Shearing stress (τ atau F ) F’/A untuk menyatakan gaya per satuan luas yang diperlukan untuk menyebabkan aliran. F’/A = η dv/dr η = (F’/A) / (dv/dr)= F / G Viskositas η merupakan perbandingan antara Shearing stress F’/A dan Rate of shear dv/dr. Satuan viskositas adalah poise atau dyne detik cm -2 [3]. Penggolongan bahan menurut tipe aliran dan deformasi adalah sebagai berikut : Sistem Newton dan Sistem non Newton. 1. Sistem Newton : Perbedaan kecepatan (dv) antara dua bidang cairan dipisahkan oleh suatu jarak yang kecil sekali (dr) adalah “perbedaan kecepatan” atau rate of shear, dv/dr. Gaya persatuan luas F’/A diperlukan untuk menyebabkan aliran ini disebut shearing stress. Newton adalah orang pertama yang mempelajari sifat-sifat aliran dari cairan secara kuantitatif. Newton menemukan bahwa makin besar viskositas suatu cairan, akan makin besar pula gaya per satuan luas
  4. 4. 6 (shearing stress) yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of shear tertentu. Oleh karena iu, rate of shear harus berbanding langsung dengan shearing stress (1). 2. Sistem non Newton : terbagi atas 2, Aliran yang tidak dipengaruhi waktu dan yang dipengaruhi waktu. Aliran yang tidak dipengaruhi waktu antara lain : a. Aliran plastis : Tidak melalui titik (0,0) tapi memotong sumbu shearing stress (atau akan memotong, jika bagian lurus dari kurva tersebut diekstrapolasikan ke sumbu) pada suatu titik tertentu yang dikenal sebagai harga yield. Aliran plastis berhubungan dengan adanya partikel-partikel yang terflokulai dalam suspensi pekat. Makin banyak suspensi yang terflokulasi, makin tinggi yield valuenya (1). b. Aliran Pseudoplastis : viskositas cairan ini akan berkurang dengan naiknya Rate of shear (1)
  5. 5. 7 c. Aliran Dilatan : viskositas cairan ini akan naik dengan naiknya Rate of shear karena volumenya akan naik bila ia bergeser. Aliran yang dipengaruhi waktu antara lain : a. Aliran Thiksotropik : pada aliran thiksokroik kurva menuru berada disebelah kiri kurva menaik. Gejala ini umumya dijumpai pada zat yang mempunyai aliran plastik dan pseudoplastik. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan struktur yang tidak dapat kembali ke keadaan semula dengan segera apabila tekanan dikurangi (1). b. Aliran rheopeksi : pada aliran rheopeksi kurva menurun berada disebelah kanan kurva menaik. Hal ini terjadi karena pengocokan yang perlahan-lahan dan teratur akan mempercepat pemadatan suatu sistem dilatan. Aliran ini disebut anti thiksotropik (1). c. Aliran viskoelatis : pada aliran ini, jika cairan diberikan tekanan diatas yield value statik, maka akan mengalir sebagai cairan tetapi bila tekanan dihilangkan sistem tidak kembali dengan sempurna ke keadaan semula (1).
  6. 6. 8 Cara menentukan viskositas suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Ada 2 jenis Viskometer : viskometer dengan “titik-ganda” dan viskometer “satu-titik”. Penggunaan viskometer “titik- ganda” pengukurannya dilakukan pada beberapa kecepatan geser, mungkin dengan sistem ini diperoleh rheogram lengkap, sempurna dan akurat. Penggunaan viskometer “satu-titik” pengukurannya dilakukan pada satu titik kecepatan geser, jadi baik sebagai suatu kontrol kualitas dalam industri, sistem ini sangat keliru (1). Ada beberapa tipe viskometer yang biasa digunakan antara lain : 1. Viskometer kapiler / Ostwald Viskositas dari cairan newton bisa ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika ia mengalir karena gravitasi melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui (biasanya air) untuk lewat 2 tanda tersebut (1). 2. Viskometer bola jatuh / Hoeppler Prinsipnya adalah mengukur kecepatan bola jatuh melalui cairan dalam tabung pada temperatur tetap. Viskometer ini baik digunakan untuk mengukur cairan yang mempunyai viskositas tinggi dan sukar diukur dengan viskometer kapiler (1). 3. Viskometer Rotasi Viskometer ini dapat digunakan untuk menguku viskositas dan sifat aliran cairan. Terdiri dari dua bahan yakni mangkuk (wadah yang berisi cairan yang akan diukur dan spindel (2). II.2 Uraian Bahan 1. Alkohol (Dirjen POM, 1979) Nama resmi : Aethanolum Nama lain : Etanol, alkohol Rumus molekul : C2 H6 O Berat molekul : 46,07
  7. 7. 9 Rumus struktur : : Pemerian : Cairan tak berwarna, jernih, mudahmenguap dan mudah bergerak, bau khas, rasa panas. Mudah terbakar dengan memberikan nyala biru yang tidak berasap. Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam kloroform dan dalam eter. 2.Gliserin (Dirjen POM, 1979) Nama resmi : Glycerolum Nama lain : Gliserol Rumus molekul : C3H8O3 Berat molekul : 92.10 Rumus struktur : CH2OH – CHOH –CH2OH Pemerian : Jernih, tidak berwarna, tidak berbau, manis diikuti rasa hangat Kelarutan : Praktis tidak larut dalam kloroform

×