Cara praktis membentuk kelompok di kelas

7,407 views

Published on

Banyak cara untuk membentuk kelompok atau tim di kelas sebagai bagian dari classroom menagement sehingga kelas dan pengajaran menjadi lebih hidup

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
7,407
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
56
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cara praktis membentuk kelompok di kelas

  1. 1. Cara Praktis Membentuk Kelompok di KelasOleh :Primma RussantiGuru SD di Sekolah CiputraCitraland, SurabayaUntuk siswa sekolah dasar, belajar dengan cara berkelompok merupakan salah satu cara bekerjasama dengan orang lain. Selain itu belajar secara berkelompok dapat pula meningkatkan tolerasidengan cara belajar menerima dan mengharagai kelebihan dan kekurangan orang lain. Bahkanmetode ini dapat pula meningkatkan rasa percaya diri karena sebagian siswa merasa lebih nyamanmenyampaikan ide-idenya dalam kelompok kecil.Namun sebagai guru dalam memilih anggota kelompok kadang-kadang hanya asal menunjuk denganhitungan 1,2,3 dan seterusnya. Sering pula sebagai guru, kita cenderung memperhatikan satu aspeksaja dalam menunjuk anggota kelompok, misalnya berdasarkan persamaan kompetensi akademik.Padahal keanekaragaman individu dalam kelompok sebenarnya justru memperkaya dinamikakelompok karena mereka akan melengkapi kekurangan orang lain dengan kelebihan dari masing-masing individu. Ketika keanekaragaman ini bertemu dalam satu tim, secara langsung maupun tidaklangsung semua anggota akan belajar hal baru dari orang lain. Misalnya, siswa pemalu akan belajardari anggota tim yang pandai mengungkapkan pendapat secara logis dan runtut atau siswa yangbiasa menjadi pengikut akan belajar bagaimana memimpin dan mengatur kelompok dari anggota timyang punya jiwa kepemimpinan.Banyak sekali cara membentuk kelompok heterogen yang dapat memperkaya dinamika tim, antaralain:Bulan kelahiranCara ini mudah sekali. Setiap siswa berbaris berdasarkan urutan bulan dalam satu tahun tanpabersuara. Artinya ketika mereka berbaris, mereka tidak boleh bertanya, berkomentar, atau mengaturorang lain dengna bersuara. Mereka harus berbaris dari siswa yang lahir bulan Januari dengantanggal yang paling awal sampai bulan Desember dengan tanggal paling akhir. Jangan lupa bahwaguru harus member batasan waktu, misalnya 5 menit saja. Setelah itu, guru harus mengecek benartidaknya urutan tanggal dan bulan. Kemudian guru baru menghitung berapa siswa yang dibutuhkandalam setiap kelompok. Supaya game ini bermakna bagi siswa, guru sebaiknya bertanya tentangstrategi apa yang digunakan agar pembentukan kelompok seperti ini sukses. Tujuan refleksi iniadalah mengajak siswa agar merenungkan manfaat apa yang dapat dipelajari dari kegiatan ini.Seandainya suatu saat melakukan kegiatan yang sama, mereka juga akan melakukannya secaraefektif. Cara ini dapat dimodifikasi dengan cara mengurutkan siswa berdasarkan ukuran sepatu,tinggi badan, atau lamanya tidur dalam sehari.Stik es krimJangan membuang stik es krim karena ada manfaatnya. Tulislah nama siswa pada stik es krim.Masukkan semua stik es krim yang sudah bernama ke dalam wadah, kocok-kocok. Setelah itu ambilsecara acak beberapa stik, jumlahnya tergantung berapa anggota dalam setiap kelompok.Puzzle kalenderGuru dapat memanfaatkan kalender bekas untuk puzzle. Caranya, tentukan terlebih dahulu berapakelompok yang dibutuhkan dalam suatu kegiatan. Kemudian tentukan pula berapa jumlah anggotadalam setiap kelompok. Jika setiap kelompok beranggotakan empat orang, maka guru menggambarkepingan puzzle sebanyak lima bagian dalam setiap lembar kalender karena yang sekepingpotongan akan diletakkan di meja sebagai acuan bagi siswa untuk menemukan pasangan kepingan
  2. 2. puzzle. Pelaksanaan di kelas jga mudah. Setiap siswa akan mendapatkan satu keeping puzzlekalender. Mereka akan bergerak untuk menenukan pasangan puzzle. Ingatkan kepada siswa untuktidak bersuara agar kelas terkendali.Angkamu angkamuIni adalah cara membentuk tim dengan menuliskan soal hitungan. Guru menuliskan soalpenjumlahan, perkalian, pembagian, pengurangan, atau hitung campur di dalam sebuah kertas kecil.Hasil dari soal hitungan tadi dalam setiap kelompok harus sama. Misalnya, jika guru menginginkansatu kelompok terdapat empat anggota, maka guru membuat soal hitungan sebanyak 4, yangapabila sudah selesai dihitung, hasilnya sama. Contoh, 3x4 +2=; 20-5=; 30:2=. Hasil dari setiap soaladalah 15. Jadi siswa yang mendapat soal dengan hasil 15, maka mereka akan membentuk satukelompok.Judul yang hilangGuru dapat memanfaatkan beberapa judul filem, buku cerita, tokoh kartun, tokoh wayang, tokohpahlawan, atau nama artis untuk membentuk tim. Caranya mirip dengang puzzle. Guru menuliskannama atau judul dalam selembar kertas kecil, misalnya Gatotkaca dan Arjuna. Potonglah kataGatotkaca menjadi 2 bagian dan kata Arjuna menjadi 2 bagian. Kemudian tentukan pula jenis namayang sama dalam kelompok lain, misalnya satu kelompok dengan nama pahlawan, sementarakelompok lain dengan nama gunung. Hasil potongan nama tadi dibagian kepada setiap siswa. Siswayang mendapat potongan nama-nama wayang akan menjadi satu tim, misalnya siswa A mendapatkata Gatot, siswa B mendapat kata Kaca, siswa C mendapat sukukata Arju, dan siswa D mendapatsukukata na maka mereka berkumpul menjadi satu kelompok.Sebagai guru di sekolah dasar, kita harus kreatif dan selektif memilih strategi mengajar agar suasanakelas lebih hidup. Dengan menggunakan cara-cara di atas, sebenarnya siswa tidak hanya bermainketika membentuk kelompok, tetapi juga bekerja sama dan belajar menerima satu dengan lainnya.Masih banyak cara lain untuk membentuk tim dalam kelas, yaitu dengan mencari ide di Internet.

×