Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Panduan Pemetaan dan Perencanaan Tata Guna Lahan Secara Partisipatif Berbasis Mitigasi Bencana_JKPP

211 views

Published on

Panduan Pemetaan dan Perencanaan Tata Guna Lahan Secara Partisipatif Berbasis Mitigasi Bencana_JKPP

Published in: Environment
  • Be the first to comment

Panduan Pemetaan dan Perencanaan Tata Guna Lahan Secara Partisipatif Berbasis Mitigasi Bencana_JKPP

  1. 1. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 1 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA
  2. 2. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 2 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
  3. 3. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 3 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif DAFTAR ISI Materi I Membangun Kesepakatan Kerja.......................................................................................................................................5 Materi II Materi Pemetaan Partisipatif ..........................................................................................................................................9 Materi III Tahapan Perencanaan Penggunaan Lahan Partisipatif .................................................................................................. 17 Materi IV Diskusi Kelompok Penggambaran Peta Sketsa Tata Guna Lahan Desa dan Memindahkan Hasil Sketsa Ke CSRT ............41 Materi V Analisis Pengkajian Data dan Fakta Masing - Masing Desa ............................................................................................ 47 Materi VI Identifikasi Potensi dan Peta Masalah............................................................................................................................51 Materi VII Penyusunan Road-Map Kegiatan Terkait Mitigasi Bencana Berbasis Pengetahuan Masyarakat..................................... 63
  4. 4. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 4 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
  5. 5. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 5 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif MATERI I Membangun Kesepakatan Kerja
  6. 6. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 6 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Tujuan a. Peserta memahami tujuan dan manfaat dari proses pemetaan dan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif b. Peserta mengetahui dan memahami tahapan dan proses pemetaan dan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif yang akan dilaksanakan c. Peserta dapat terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan, pemetaan, perencanaan tata guna lahan dan penyusunan dokumen rencana tata guna lahan Output a. Kesepakatan bekerja bersama untuk melakukan proses pemetaan dan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif b. Agenda kerja bersama serta pembagian peran dan tugas peserta Jumlah Peserta Durasi Waktu Peralatan dan Bahan Kerta plano, Selotip kertas, Spidol, Karton/meta plan, Jepitan kertasBahan bacaan atau paparan presentasi Proses a. Perkenalan b. Pembukaan oleh pihak yang sudah ditentukan oleh panitia c. Paparan presentasi oleh pihak yang sudah ditentukan, yang berisi : - Gambaran umum proses pemetaan dan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif - Manfaat yang akan diperoleh oleh peserta - Kesepakatan informasi yang akan diinventarisir dan dituangkan ke dalam peta dan dokumen perencanaan tata guna lahan - Teknis pelaksanaan d. Tanya Jawab – Diskusi e. Membangun kesepakatan d. Menyusun agenda pelaksanaan Tabel 1. Membangun Kesepakatan Kerja
  7. 7. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 7 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Catatan/Tips Peserta biasanya belum memahami maksud, tujuan dan manfaat dari pelaksanaan kegiatan pemetaan dan perencanaan tata guna lahan secara partisipatif ini. Termasuk proses, keterlibatan peserta dan batasan- batasan proses yang akan dilakukan. Fasilitator dituntut untuk dapat memberikan penjelasan secara detil dan mudah difahami oleh peserta, mudah dicerna, bahasa yang sederhana. Memberikan contoh-contoh atau informasi yang berhubungan dengan situasi dan kondisi masyarakat desa saat ini. a. b. Aktivitas Siapa yang terlibat Penanggung Jawab aktivitas Waktu Biaya Peluang Sumber Biaya Pengumpulan data I. 1. Data Penduduk Sekdes, seluruh masyarakat Sekdes 1 minggu (tanggal) Tidak ada Tidak ada I. 2. Data Kondisi Masa lalu dan sekarang (Pemanfaatan lahan sekarang) Tim Pemetaan Partisipatif, seluruh masyarakat Tim Pemetaan Partisipatif 3 bulan Dana pemetaan partisipatif Diskusi Terfokus II. 1 Diskusi mengenai kondisi kependudukan II. 2 Diskusi mengenai penguasaan dan pemanfaatan lahan Tabel 2. Contoh Rencana Kerja Penyusunan Perencanaan Penataan Wilayah Partisipatif
  8. 8. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 8 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Dan lainya Pertemuan Perencanaan Partisipatif Seluruh Masyarakat, Aparat desa Tim Kerja Perencanaan partisipatif
  9. 9. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 9 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi II Materi Pemetaan Partisipatif
  10. 10. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 10 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi Pemetaan Partisipatif Tujuan a. Peserta mengetahui dan memahami arti peta, pemetaan dan unsur-unsur yang ada di dalamnya b. Peserta mengetahui dan memahami teknik penggunaan alat pemetaan (GPS, Citra Satelit, Peta RBI) c. Peserta belajar bersama untuk memahami wilayahnya, batas-batas desa, tata guna lahan yang ada di desa dan menuangkan ke dalam peta sketsa dan peta berskala d. Peserta dapat melakukan dan terlibat aktif dalam menggambarkan wilayah desanya Output a. Peta sketsa desa b. Peta administrasi desa dan peta tata guna lahan desa berskala menggunakan metode kartometrik Jumlah Peserta Durasi Peralatan dan Bahan a). Kertas plano, b). Spidol besar dan kecil berwarna, c). Seloti kertas, d). Karton meta plan, e). Jepitan kertas lebar, f). GPS, g). Baterai untuk GPS, h). Citra Satelit, i). Peta Dasar (RBI), j). Laptop untuk pengolah data spasial, k). Bahan Presentasi tentang Peta, l).Pemetaan, Pemetaan Partisipatif Proses a. Pemaparan/Presentasi tentang Peta, Pemetaan, Pemetaan Partisipatif b. Tanya Jawab dan Diskusi Pembuatan Peta Sketsa (a) Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan desa masing-masing (b) Sediakan kertas plano (c) Menggambarkan kondisi ruang desa, tata guna lahan yang ada di desa dengan memulai menggambar tanda yang akan menjadi panduan, jalan, sungai, gunung/bukit, garis pantai dan sebagainya (d) Menggambarkan tanda-tanda lain mengikuti panduan tersebut dengan perkiraan ukuran sesuai ukuran kertas dan kondisi lapangan (e) Peserta mempresentasikan hasil kerja pembuatan peta sketsa kepada peserta lain
  11. 11. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 11 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Penggunaan Alat Pemetaan (a) Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (GPS, Pencatat) (b)PesertadijelaskantatacarapenggunaanGPSyangbenar,pencatatanhasilinventarisasititik-titikkoordinat dalam format isian (c) Peserta diberikan waktu turun ke lapangan untuk menginventarisasi titik-titik koordinat dan pencatatan dalam format isian (d)Pesertakembaliutnukmengolahdatahasilinventarisasititik-titikkoordinatdanpencatatandalamformat isian (f) Peserta dijelaskan tata cara penggambaran peta Pembuatan Peta Berskala dengan Metode Kartometrik (a) Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan desa masing-masing (b) Setiap kelompok dibagi Citra Satelit, Peta RBI yang sudah dicetak (c) Fasilitator menjelaskan tata cara melakukan deliniasi (penarikan garis) pada citra satelit, meliputi : garis batas desa, tata guna lahan, tempat-tempat penting dan informasi yang sudah disepakati untuk dituangkan ke dalam peta (f) Peserta melakukan deliniasi (penarikan garis) pada citra satelit, meliputi : garis batas desa, tata guna lahan, tempat-tempat penting dan informasi yang sudah disepakati untuk dituangkan ke dalam peta (g) Fasilitator menjelaskan tata cara pemindahan peta dari hasil penarikan garis di kertas ke dalam peta digital dengan menggunakan alat pengolah data spasial Catatan/Tips a. Proses yang ideal adalah peserta dibiarkan untuk berdiskusi dan menggambar peta sendiri b. Fasilitator hanya memberikan beberapa contoh dan memberikan pertanyaan-pertanyaan kunci terlkait informasi yang belum dituangkan ke dalam peta dan mendampingi masing-masing kelompok diskusi c. Perlu dibuat rencana/route untuk praktek lapangan penggunaan alat GPS sebelum dimulai pelaksanaan
  12. 12. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 12 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Contoh ; Gambar Sketsa Desa Contoh ; Gambar Pengambilan Titik Koordinat Dengan GPS 1 2 3
  13. 13. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 13 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif NO X ( Timur - Barat ) Y ( Selatan - Utara) Ketingggian Zona UTM Keterangan 001 0435721 9254118 200 DPL 48 S Tugu perbatasan desa Tabel 3. Form Data Lapangan Dusun : Desa : Tema : Contoh ; Form Pencarian Data Lapangan ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  14. 14. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 14 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Contoh: Peta Batas Desa
  15. 15. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 15 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Contoh ; Peta Tata Guna Lahan
  16. 16. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 16 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif
  17. 17. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 17 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi III Tahapan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif
  18. 18. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 18 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Tahapan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif Contoh : Gambar Tahapan Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif
  19. 19. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 19 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari data yang ada di desa (benar atau tidak, kurang atau sudah lengkap), melakukan kajian-kajian secara bersama mengenai kondisi-kondisi sosial, kondisi fisik, ekonomi. Alat (tools) dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini sangat tergantung pada tema kajian. Tujuan a) Peserta mengetahui beberapa alat pengkajian data dan fakta untuk perencanaan tata guna lahan b) Peserta memahami cara membuat peta sketsa c) Peserta mengetahui cara membuat kalender musim d) Peserta memhami pemetaan stakeholder dan hubungan antar lembaga e) Peserta mengetahui penyusunan kesesuaian lahan dan ketergantungan terhadap SDA Output a) Peta sketsa perencanaan desa b) Data kalender musim c) Peta bagan kelembagaan di desa Tabel 4. Pengenalan Alat Pengkajian Data dan Fakta Untuk Perencanaan Tata Guna Lahan Pengertian Kalender musim merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengkaji kegiatan kehidupan masyarakat desa dan keadaan yang terjadi secara berulang dalam kurun waktu tertentu (musiman). Kalender musim sangat bermanfaat untuk menganalisis hubungan kegiatan masyarakat dengan alam dari waktu ke waktu selama satu tahun. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan informasi yang terfokus pada kegiatan tertentu. Adapun informasi yang dapat dikumpulkan antara lain: pola iklim, pola tanam, biaya usaha pertanian, tingkat produksi, masalah hama/penyakit tanaman, ketersediaan tenaga kerja, kegiatan sosial kerwanaan lahan terhadap kebakaran di wilayah tertentu, dan lain-lain. Tabel 5. Kalender Musim
  20. 20. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 20 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Tujuan a. Mengetahui pola kehidupan masyarakat dan kegiatannya serta hal-hal penting lainnya yang biasanya berulang salam satu tahun atau siklus tahunan. b. Mengetahui pola pemanfaatan waktu oleh masyarakat juga dapat mengetahui kapan terjadi rawan kebakaran lahan, kapan masyarakat sangat tergantung pada komoditi tertentu. c. Sebagai bahan acuan dalam penyusunan perencanaan desa yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat di desa. Output a. Data informasi musim atau aktifitas masyarakat di desa yang di buat sendiri oleh berdasarkan pengetahuan masyarakat lokal b. Data pendukung yang di jadikan acuan perencanaan desa versi masyarakat Jumlah Peserta 32 orang Durasi PeralatandanBahan a). Spidol, b). Kertas Plano, c). Pensil, d). Penggaris, e). Metaplan, f). Solatif , g). Penghapus Proses a. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kelompok dari masing-masing desa b. Setiap kelompok diberikan form isian kalender musim dan alat tulis (spidol, kertas plano, metaplan, pensil, penggaris, penghapus, solatif) yang akan di gunakan untuk menggambarkan informasi terkait musim di masing-masing desa c. Peserta mengidentifikasi aktifitas/kegiatan bersadarkan musim yang ada di masing-masing desa yang tertuag kedalam gambar atau form matrik yang sudah di sediakan d. Fasilitator menjelaskan form isian kalender musim kepada peserta sebagai bahan informasi bagi peserta sebelum menyusun kalender musim dari masing-masing desa Catatan/Tips a. Sebelum melakukan proses pembuatan kalender musim, idealnya peserta melakukan proses diskusi terlebih dahulu untuk mengdentifikasi terkait musim di kampung/desa dan di lakukan identifikasi awal agar informasi yang di dapat akan lebih detail dan valide b. Fasilitator memberikan contoh bagaimana cara membuat kalender musim yang sederhana dan dapat di ikti oleh peserta pelatihan
  21. 21. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 21 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Diagram Musim Uraian Jan Feb Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Potensi Masalah Musim Padi Ladang Rawat Panen Tanam Dijual dan Konsumsi Hama Wereng, Kukang, Gabjur Padi Sawah Rawat Panen Tanam Dijual dan Konsumsi Hama Wereng, Kukang Ganjur Manggis Panen Tanam Dijual dan Konsumsi Hama Monyet, Bajing Tupai Durian Panen Tanam Dijual dan Konsumsi Hama Monyet, Bajing Tupai Pete Panen Tanam Dijual dan Konsumsi Hama Monyet, Bajing Tupai Rambutan Panen Tanam Dijual dan Konsumsi Hama Monyet, Bajing Tupai Cengkeh Panen Tanam Dijual Pemasaran
  22. 22. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 22 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Hubungan kelembagaan merupakan informasi mengenai lembaga yang berhubungan dengan masyarakat desa baik yang berada maupun di luar desa tersebut. Misalnya, Puskesmas, BPD, MPA, Gapoktan, LKMD dan lain-lain. Biasanya masyarakat sungkan menilai lembaga yang ada di desa, bila lembaga tersebut ikut hadir dalam pertemuan. Sehingga alat/teknik ini cukup sensitif digunakan. Alat ini sebenarnya digunakan untuk melihat kondisi lembaga-lembaga yang ada di desa, kedekatannya dengan masyarakat sehingga akan ada upaya perbaikan ke depan jika diperlukan, melihat lembaga mana yang bisa digunakan sebagai pintu masuk suatu program tertentu. Upayakan agar kondisi yang sebenarnya muncul dalam diskusi ini. Tujuan a. Mengetahuilebihjauhtentangkeberadaandanperanberbagailembagaterhadapkehidupanmasyarakat di desa b. Memahami kegiatan-kegiatan berbagai lembaga tersebut, serta hubungan yang terjadi antar lembaga menurut masyarakat desa Output a. Bagan Kelembagaan dari masing-masing desa yang dibuat oleh masyarakat b. Sketsa kelembagaan desa Jumlah Peserta 32 orang Durasi 30 menit Peralatan dan Bahan a. Kerta Plano b. Metaplan c. Spidol warna warni d. Penggaris e. Pensil f. Pulpen g. Solatif h. Penghapus Tabel 6. Peta Hubungan Kelembagaan dan Aktor yang Ada di Desa
  23. 23. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 23 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Proses a. Mempersiapkan seluruh bahan-bahan yang akan digunakan, misalnya potongan kertas berbentuk lingkaran yang berbeda ukuran b. Menjelaskankepadapesertamusyawarahperencanaantentang tujuanpembuatanbagankelembagaan dan langkah-langkah pembuatannya c. Tanyakan kepada mereka tentang jenis-jenis lembaga yang berperan di desa. Jawa- bannya dituliskan pada kartu-kartu/kertas potongan 10cmx20cm dan ditempelkan di pa- pan tulis atau kertas dinding d. Membandingkan daftar lembaga dengan sketsa desa. Berikut contohnya : pada gambar sketsa desa terlihat potensi pertanian sangat banyak dan ada lembaganya (kelompok tani).Pada daftar kelembagaan tidaktercatatkelompoktani.Kesimpulannya:padabagankelembagaanyangtelahdibuat,perludimasukan kelompok tani pada daftar kelem bagaan e. Membandingkan daftar lembaga dengan sketsa desa Meminta peserta musyawarah untuk memilih dan menyepakati ukuran lingkaran yang menggambarkan besar kecilnya peranan (manfaat) lembaga. Jarak antara lingkaran lembaga dengan masyarakat menggambarkan sering tidaknya hubungan lembaga- lembaga di desa dengan masyarakat; f. Menuliskan nama lembaga pada bidang/lingkaran kertas yang telah disepakati sesuai besar kecilnya lingkaran g. Membahas ”manfaat” dari masing-masing lembaga yang telah ditulis pada lingkaran kertas untuk menentukan jarak dengan lingkaran/bidang yang menggambarkan masyarakat. h. Membahas sering tidaknya hubungan lembaga yang telah ditulis pada lingkaran kertas untuk menciptakan jarak jauh/dekat dengan lingkaran masyarakat Buatlah gambar bagan kelembagaan i. Pilihlah dahulu 5 lembaga terpenting dalam pembangunan. Buatlah garis batas desa (dapat sesuai dengan sketsa desa atau hanya segi em- pat). j. Menentukan perbandingan jumlah anggota lembaga, antara pria dan wanita pada masing-masing lingkaran lembaga dengan memberi simbol yang menggambarkan perbandingan jumlah pria dan wanita. Seperti contoh diatas
  24. 24. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 24 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif No Jenis Lembaga Peranan/Manfaat 1 KSM Kecil Sekali 2 Kelompok Tani Besar Sekali Tabel 7. Peran dan Manfaat Lembaga Nama lembaga ditulis pada lingkaran kertas yang telah disepakati sesuai dengan besar kecilnya lingkaran Contoh : LKMD/LKPD Keterangan: Artinya pengurus pria di LKMD lebih banyak dibandingkan wanita Kelompok Tani Keterangan: Anggota wanita di Kelompok tani lebih banyak daripada Pria h. Mewawancarai narasumber yang terlibat pada gambar bagan kelembagaan untuk meng- gali masalah- masalah dan potensinya i. Catatlah masalah-masalah dan potensi pada potongan kertas 10x20cm j. Tempelkan pada formulir daftar masalah dan potensi dari bagan kelembagaan k. Menempatkan gambar bagan kelembagaan dan formulir daftar masalah dan potensi dari bagan kelembagaan pada dinding/papan tulis Catatan/Tips a. Akan lebih maksimal apabila dalam setiap kelompok terdapat peserta yang memahami dan mengetahui jenis dan jumlah lembaga yang terdapat di desa b. Mengetahui fungsi dan peran lembaga yang terdapat di desa
  25. 25. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 25 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Kemudian pilih diantara 5 lembaga mana yang berada di dalam/di luar desa. Tempelkan ”lingkaran masyarakat” di dalam batas desa. Tempelkan pula lingkaran lembaga yang sudah dibandingkan. Jika 5 lembaga telah tertempel, tahap selanjutnya bahas 5 lembaga lain yang menjadi lembaga penting berikutnya dalam pembangunan (selain 5 lembaga pertama yang telah terpasang/tertempel) LKMD/ LPMD Pem Des KLPK Tani Krg Taruna PKK Keterangan : Lingkaran menandakan besar- kecil pengaruh lembaga terhadap masyarakat, jarak antara lingkaran menandakan jauh-dekat hubungan masyarakat dengan lembaga. Potensi, permasalahan, sebab- akibat, solusi/tanggapan dapat dilihat jelas dalam analisa potensi masalah.
  26. 26. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 26 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif No Nama Lembaga Kemasyarakatan Anggota Kegiatan/Program 1. BPD Anggota 5 Orang 2. KSM Anggota 20 Orang Tabel 8. Analisa Kelembagaan Pengertian Metode ini digunakan untuk menggambarkan posisi, kedudukan, pembagian kerja dalam pengelolaan sumber daya. Alat analisis gender yang akan dipakai untuk modul ini adalah model Harvard. Alat analisis ini cocok untuk melihat pembagian kerja gender, peran dalam pengambilan keputusan, serta akses dan kontrol atas sumberdaya yang kelihatan. Kerangka Harvard terdiri dari beberapa komponen antara lain Profil Aktifitas, Profil Akses dan Kontrol dan Analisis Faktor Pengaruh Aktifitas. Aspek-aspek yang akan disoroti antara lain : 1. Pembagian kerja laki-laki dan perempuan 2. Gambaran waktu dan tempat kerja produktif dan reproduktif 3. Akses, kontrol dan kepemilikan sumber daya oleh laki-laki atau perempuan 4. Gambaran partisipasi sipil dan politik pada perempuan maupun laki-laki 5. Pola pengambilan keputusan di dalam keluarga. Tujuan Praktis 1. Membedah alokasi sumberdaya ekonomis terhadap laki-laki dan perempuan 2. Mengidentifikasi adanya ketimpangan pada beban kerja maupun akses dan kontrol dalam pengelolaan sumber daya Tabel 9. Analisis Pembagian Peran, Kerja Antara Laki – Laki dan Perempuan
  27. 27. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 27 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Strategis Mengetahui perubahan keadaan masyarakat (perubahan sosial) melalui peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat, yang disertai dengan penguatan kelompok perempuan sehingga ketimpangan gender bisa dikurangi atau dihilangkan. Artinya, pemberdayaan masyarakat pada umumnya dengan memperhatikan pemberdayaan kelompok wanita secara khusus. Output Dokumen isian terkait gender (peran laki-laki dan perempuan ) di desa hasil diskusi kelompok Jumlah Peserta 32 orang Durasi 45 menit Peralatan dan Bahan a). Form isian analisis gender, b). Spidol, c). Plano, d). Metaplan, e). Solatif, f). Pinsil, g). Penggaris, h). Penghapus, i). Bolpoin Proses Langkah – langkah : a. Bagikan contoh-contoh alat bantu analisa jender dan jelaskan cara mengisinya. Alat-alat bantu tersebut antara lain: - Profil aktifitas - Profil akses dan kontrol terhadap sumber daya - Faktor saling pengaruh antara “profil aktifitas” dan “profil akses dan kontrol” b. Untuk menggali profil pembagian peran antara perempuan dan laki-laki, maka ajaklah peserta untuk mengunjungi beberapa keluarga dan mengadakan wawancara kepada perempuan maupun laki-laki c. Untuk membandingkan kebenaran data-data tersebut dapat juga dilengkapi dengan pengamatan dan wawancara kepada tokoh masyarakat. Dalam pengumpulan data ten- tang profil jender ini lebih baik bila digunakan teknik-teknik lain, seperti: diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion - FGD), PRA (Participatory Rural Appraisal) dan lain- lain d. Setelah data-data tentang profil pembagian peran diperoleh maka masukkan dalam tabel analisa seperti contoh dalam tabel aktifitas
  28. 28. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 28 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Catatan/Tips Semua teknik yang ada dicari analisa jendernya. Langkah-langkah pelaksanaannya seperti pada teknik yang digunakan, hanya saja analisa jender dicari pada setiap topik atau kriteria yang dibahas. Tabel 10. Profil Aktifitas Tabel ini berfungsi untuk melihat pembagian beban kerja berdasar gender, Profil Aktifitas memberi gambaran aktifitas ekonomi dari suatu populasi mulai dari umur dan gender lalu etnisitas, kelas sosial atau karakter yang dianggap penting lainnya Aktifitas Alokasi Waktu Tempat Aktifitas Berlangsung Ket.Perempuan Laki-laki Dewasa Anak-anak Dewasa Anak-anak Aktifitas produksi • Pertanian • Aktifitas (1)..... • Aktifitas (2)..... • Pekerjaan • Peternakan • Perikanan • Dsb Total waktu
  29. 29. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 29 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Aktifitas reproduksi • Mengambil air • Pemenuhan energi KK • Penyiapan makanan • Menjaga anak • Kesehatan • Membersihkan rumah • Memperbaiki rumah • Belanja/jual di/ke Pasar Total waktu Catatan: Parameter lainnya perlu juga dilihat namun bergantung dari konteks: • Gender dan dominasi umur: indetifikasi yang lebih jelas soal perempuan dewasa, laki-laki dewasa, anak-anak, dan/atau orang tua yang melakukan aktifitas tertentu • Alokasi waktu: perlu dihitung prosentasi alokasi waktu untuk tiap aktifitas dan apakah dilakukan secara harian atau kadang-kadang? • Lokus aktifitas: perlu dilihat secara jeli di mana suatu kegiatan dilakukan supaya bisa melihat peta mobilitas penduduk
  30. 30. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 30 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Profil akses dan kontrol mengidentifikasi sumber daya apa yang menjadi penentu aktifitas dan manfaat yang timbil dari sumber daya tersebut. Serta mengidentifikasi aktifitas gender yang spesifik dalam produksi, reproduksi dan pengolaan komunitas. Tujuan a. Mengetahui aktifitas gender yang spesifik dalam produksi dan reproduksi pengelolaan komunitas baik laki-laki maupun perempuan b. Mengetahui tingkat kesetaraan antara peran laki-laki dan perempuan dalam berbagai hal Output Tabel isian terkait pengelolaan sumber daya alam serta pembagia peran antara laki-laki dan perempuan dalam proses pengelolaan sumber daya alam Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a). Form atau tabel kolom isian pertanyaan b). Plano c). Spidol d). Penggaris e). Bolpoin f). Pensil g). Metaplan h). Penghapus Proses a. Jelaskan kepada peserta tentang cara mengisi profil akses dan kontrol. Pertama, tanyakan kepada narasumber tentang kekayaan yang dimiliki dan juga sumberdaya umum yang ada. Tanyakan siapa saja yang memiliki peluang untuk memanfaatkan kekayaan itu dan siapa yang mempunyai hak untuk pengontrol dan menguasainya. b. Selanjutnya tanyakan tentang seberapa besar peluang akses dan kontrol yang dimiliki laki-laki dan perempuan terhadap sumberdaya tersebut. Untuk mengisinya dapat menggunakan tanda 0 (bila tidak ada), T= tinggi (bila peluang/kontrol yang dimiliki tinggi), S (bila peluang/kontrol yang dimiliki sedang) dan R=rendah (bila peluang dan kontrol yang dimiliki rendah), sesuai jawaban narasumber. Tabel 11. Akses dan Kontrol Terhadap Sumber Daya Fisik dan Non-Fisik
  31. 31. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 31 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Uraian Akses Kontrol KeteranganPerempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Sumber daya fisik • Tanah • Hutan • Alat produksi • Tenaga kerja • Cash/uang • Tabungan • Dll Sumber daya non-fisik • Aset kepemilikan • Non pendapatan • Kebutuhan dasar • Pendidikan • Kesehatan • Kekuasaan politis • dll Tabel 12. Contoh Akses dan kontrol terhadap sumber daya fisik dan non-fisik Catatan/Tips Fasilitator memastikan semua peserta pelatihan memahami materi yang di sampaikan, dan memberikan contoh sederhana kepada peserta sebelum masing-masing kelompok melakukan diskusi
  32. 32. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 32 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Bagan kecenderungan merupakan teknik yang menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan, kejadian, serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut bisa berasal dari dalam desa itu sendiridandariluardesa.Perubahandariluardesasemakinbesarkarenasemakinlancarnyaaruskomunikasidan tranformasi. Teknik ini sering digunakan untuk menggali informasi mengenai perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan lingkungannya terutama yang menyangkut kegiatan-kegiatan pengelola sumber daya alam termasuk bencana. Teknik ini juga dipakai untuk bersama dengan masyarakat memahami kecenderungan yang terjadi dan memperkirakan hasil atau akibatnya dikemudian hari. Tujuan a. Memberikaan gambaran yang jelas mengenai kecenderungan dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dan kondisi sumberdaya alam dari waktu ke waktu. b. Memperkirakankeadaanyangmungkinterjadidimasa-masamendatangakibatadanyaperubahan-perubahan tersebut. c. Memberikan masukan kepada perencana/pelaksana program untuk menentukan kegiatan-kegiatan yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada dan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. d. Sangat membantu untuk menggugah kesadaran masyarakt terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling selama ini, dan menemukan cara-cara untuk mencegah akibat adanya perubahan yang buruk. Output Tabel / bagan kecenderungan perubahan di desa hasil diskusi kelompok dari masing-masing desa Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan Bahan a). Plano, b). Spidol, c). Penggarisd,d). Pinsil, e). Penghapus, f). Solatif, g). Bolpoin Proses Langkah-langkah a. Jelaskan kepada peserta diskusi mengenai tujuan, manfaat dan hasil yang diharapkan dari penerapan teknik ini b. Siapkan bahan dan alat-alat tulis, bahan-bahan lainnya yang tersedia di masyarakat yang dapat dijadikan simbol-simbol; c. Tentukan tugas setiap anggota tim selama pelaksanaan dan sepakati rentang waktu yang akan di bahas, tentukan awal waktunya; Tabel 13. Perubahan Sosial ekologi
  33. 33. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 33 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif d. Tentukan simbol kuantitas (banyak sekali, banyak, sedikit, sedikit sekali), selain topik dari waktu ke waktu; e. Kembangkan setiap topik masalah bersama masyarakat dalam suatudiskusi dan analisa; f.Catatseluruhprosesdanhasilnya,tampilkankembalikepadamasyarakatolehsalahseoranganggotamasyarakat untuk menjelaskan kembali; g. Penulisan hasil dapat menggunakan tabel atau gambar sederhana yang dapat di- mengerti bersama. Catatan/Tips a. Fasilitator memberikan contoh sederhana, dalam membuat tabel atau bagan kecenderungan perubahan desa dan memberikan contoh bagaimana cara mengisi form kepada peserta pelatihan b. Fasilitator harus mengawal proses secara penuh untuk memastikan peserta dapat membuat bagan secara benar Tabel 14. Bagan Kecenderungan Perubahan Desa
  34. 34. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 34 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Tabel 15. Kesesuaian Lahan Analisa ini dilakukan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan masyarakat mengenai kesesuaian lahan untuk komoditi tertentu Indikator Sesuai Tidak sesuai Sangat sesuai sesuai Kurang sesuai Sangat tidak sesui Jumlah bibit 1 liter ....................... Menghasilkan >10 karung Menghasilkan > 8 karung Menghasilkan < 6 karung Menghasilkan < 3 karung Warna tanah hitam hitam kuning Kuning tua Perbandingan Pasir – tanah - batu Sedikit pasir, tidak ada batu besar Pasir = tanah Tidak berbatu Lebih banyak pasir dp tanah Banyak batu Ketebalan tumpukan daun tebal sedang sedikit Tidak ada Tumbuhan asal sebelum dibuka Hutan, jurungan tuha Bekas huma Bekas huma Padang rumput Kondisi tumbuhan yang ada lebat Padinya subur Padinya kurang subur Jarang ada pohon besar Lamanya setelah dipakai untuk berladang Belum pernah dipakai, 1 kali pakai 2 th setelah berladang 2 th setelah berladang 3 – 5 tahun Letaknya (dilihat dari bentuk rupa bumi) Di tanjungan damparan Dilereng bukit Dipuncak Tanaman pendamping atau campurannya Tidak ada Tidak ada gudai Alang-alang Catatan penting lainnya Tanah yang baik dicirikan tidak ada kayu bukit, kayu masam Sangat baik kalau ditanam setelah bekas padi mulai membusuk Setelah tanam dua kali kacang tanah Dekat katuan sering ada hama
  35. 35. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 35 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Analisa ini untuk mendapatkan gambaran mengenai ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam berdasarkan jenis penggunaan lahan yang ada baik itu kepentingan pemenuhan ekonomi, kebutuhan sosial dan kebutuhan lainnya. Tujuan a. Mengetahui jenis-jenis pemanfaatan lahan serta dimanfaatkan untuk apa saja, apa yang dimanfaatkan, apa potensi yang terkandung di jenis penggunaan lahan dan permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan lahan b. Mengetahui tingkat ketergantungan masyarakat terhadap jenis penggunaan lahan. c. Mengetahui pola pengambilan keputusan di dalam pemenfaatan lahan Output a. Gambar/Bagan ketergantungan masyarakat terhadap lahan b. Tabel hasil identifikasi potensi, pemanfaatan lahan dan permsalahan versi masyarakat Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan Bahan a). Plano, b). Spidol. c). Penggaris, d). Solatif, f). Pinsil, g). Penghapus, h). Bolpoin,i). Metaplan Proses a. Buatlah sketsa wilayah secara umum, kemudian gambarkan jenis-jenis penggunaan lahan yang ada dengan warna yang berbeda-beda b. Kemudian buatlah lingkaran yang menggambarkan prosentasi penggunaan lahan masing-masing seperti gambar dibawah ini c. Tahapan selanjutnya melakukan identifkasi apa saja yang dimanfaatkan, apa saja yang belum di manfaatkan (potensi) dan permasalahan yang dihadapi Catatan/Tips Fasilitator memandu peserta dan mengajak seluruh peserta untuk berimajinasi di wilayah desanya masing- masing, agar dapat menggambarkan proses penggunaan dan pemanfataan lahan yang ada di masing-masing desa berdasarkan pengetahuan peserta pelatihan Tabel 16. Analisa Ketergantungan Terhadap Sumber Daya Alam
  36. 36. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 36 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Tahapan selanjutnya melakukan identifkasi apa saja yang dimanfaatkan, apa saja yang belum di manfaatkan (potensi) dan permasalahan yang dihadapi Jenis Pemanfaatan Lahan Yang dimanfaatkan Potensi yang belum dimanfaatkan Permasalahan yang dihadapi Kelompok Pemanfaatan Status Kepemilikan Sawah Lahan untuk menanam padi Galangan tidakditanami, pada musim kemarau tidak dimanfaatkan Tidak ada irigasi, kesuburan tanah semakin berkurang Kebutuhan pangan harian Pemenuhan kebutuhan ekonomi ; padi dijual Individu Hutan Kayu bakar, Damar Kayu Sigi Kebun Karet Karet disadap Tanah disela-sela kebun karet bisa dimanfaatkan untuk tanaman ekonomi lainnya Sering terendam, pertumbuhan lambat Ekonomi Individu Pemukiman Sebagai tempat tinggal, Sebagai tempat perdangangan, tempat Peternakan Ayam Pekarangan, kebanyakan masih luas, tanah bisa ditanami Jauh dari sumber mata air Tempat tinggal, Ekonomi, gotong royong, untuk kawinan tetangga Individu Perkebunan Sawit Tidak dimanfaatkan Jadi buruh di perkebunan Konflik lahan Individu Tabel 17. Pemanfaatan Lahan
  37. 37. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 37 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Setelah itu coba buat lingkaran peringkat ketegantungan lahan dengan menggunakan gambar ketergantungan, caranya tuliskan jenis-jenis penggunaan lahan kemudian tempelkan di lingkaran Gambar : Contoh Grafik Pemanfaatan Lahan Sawah Hutan Kebun Karet Pemukiman Perkebunan Sawit Tinggi Sedang Rendah
  38. 38. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 38 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Metode transek kebencanaan merupakan proses meniru atau memindahkan. Berbeda dengan peta yang akan tampak dari sisi atas, transek akan melihat bidang tanah dilihat dari sisi samping. Bidang dan kondisi yang sulit digambarkan kedalam peta dapat dilakukan dalam metode transek. salah satu contoh yang bisa dilakukan dengan metode transek antara lain kemiringan lahan, dan lokasi rawan bencana. Transekbiasanyadilakukandenganmenggunakangarislurus,garisinimerupakanobjekutamauntukmenggali informasi terkait bencana berdasarkan objek yang di lihat. Manfaat Metode Transek kebencanaan yaitu untuk mengidentifikasi jenis bahaya, daerah berbahaya, dan lokasi yang dianggap aman. Tujuan a. Memfasilitasi masyarakat untuk melihat kembali sumberdaya dan ancaman yang ada secara lebih detail b. Untuk menilai dan melihat kembali kapasitas serta kerentanan di suatu wilayah atau desa terkait bencana Output a. Informasi Sketsa wilayah desa rawan bencanaversi masyarakat b. Sketsa jalur evakuasi dalam penanggulangan bencana Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan Bahan a. Form data isian transek b. Plano c. Spidol d. Bolpoin e. Penggaris f. Tali g. Meteran h. GPS Tabel. 18 Metode Transek Kebencanaan
  39. 39. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 39 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif i. Solatif f. Pinsil g. Penghapus Proses a. Menjelaskan tujuan cara kerja dan hasil b. Peserta di berikan pemahaman terkait dengan metode yang akan di gunakan dalam proses transek dan di pandu langsung oleh fasilitator c. Peserta di minta untuk mengdentifikasi sejarah bencana dan jenis bencana yang pernah terjadi di masing- masing desa dan dapat diidentifikasi dalam kurun waktu 10 tahun ke belakang d. Peserta mulai mengambarkan visualisasi lapang dan mencatat informasi yang terdapat di areal yang menjadi jalur transek terkait informasi kebencanaan e. Dari hasil penggambaran yang sudah di lakukan, peserta dapat di arahkan untuk membuat jalur evakuasi apabila terjadi bencana berdasarkan informasi atau data hasil visualisasi yang di gambarkan kedalam peta sketsa sebelumnya f. Peserta dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil yang telah di buat, dan di tanggapi oleh kelompok lain sebagai salah satu cara agar setiap kelompokmendapatkan masukan dari kelompok yang lain. Catatan /tips a. Fasilitator memberikan contoh secara langsung terkait metode transek sederhana dan melakukan simulasi di areal yang tidak terlalu luas, agar peserta pelatihan dapat memahami maksud dan tujuan transek
  40. 40. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 40 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Gambar Transek Kebencanaan
  41. 41. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 41 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi IV Diskusi Kelompok Penggambaran Peta Sketsa Tata Guna Lahan Desa dan Memindahkan Hasil Sketsa Kedalam CSRT
  42. 42. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 42 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Peta Sketsa adalah gambaran kasar dan sederhana mengenai suatu wilayah, seperti kampung atau desa yang dibuat berdasarkan penegetahuan masyarakat lokal atau di sebut juga dengan peta mental dan tidak memiliki skala atau koordinat. Peta sketsa hanya akan menampilkan informasi kasar tanpa bisa menentukan secara tepat posisi, luas, panjang dan lebar suatu informasi di dalam peta. Dalam pembuatan peta sketsa, informasi wilayah ini sangat penting untuk menunjukan wilayah mana saja yang menjadi tempat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan a. Mengetahui gambaran kasar dan sederhana mengenai suatu wilayah, baik kampung atau desa yang dibuat berdasarkan pengetahuan lokal (tanpa skala dan koordinat). b. Mengidentifikasi informasi mengenai sawah, kebun, sungai, hutan, jalan, jembatan, balai desa/balai adat, makam/kuburan, batas desa / kampung. Output Peta sketsa desa ( administrasi, Penggunaan lahan desa ) berdasarkan informasi daan pengetahuan masyarakat kampung/desa Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan Bahan a. Plano b. Spidol Warna c. Pinsil d. Penggaris e. Penghapus f. Bolpoin g. Solatif h. Penghapus Proses Tahapan Pembuatan/Penyusunan Peta Sketsa a. Peserta akan dibagi beberapa kelompok sesuai dengan lokasi desa masing – masing Tabel 19. Pembuatan Peta Sketsa
  43. 43. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 43 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif b. Jelaskan kepada peserta diskusi mengenai tujuan, manfaat dan hasil yang di-harapkan dari pembuatan sketsa desa. Siapkan tempat yang cukup luas dan datar, misalnya ruang c. Sebelum membuat sketsa, diskusikan dulusumber daya apa saja yang dimiliki desa. Misalnya, sumber daya alam: sungai, mata air, bukit, hutan, semak, dan lain-lain. Tataguna lahan: sawah, ladang, kebun, tambang, dan lain-lain. Fasilitas umum: jalan, sekolah, pasar, tempat ibadah, irigasi, dan lain-lain. d. Setiap kelompok akan menggali Pengetahuan lokal masyarakat tentang wilayahnya ( Batas administrasi, tata guna lahan : sawah, kebun, kolam, jalan, sungai, titik fasum fasos dll) e. Setiap kelompok akan mempraktekan penggambaran peta sketsa sesuai dengan kondisi dan situasi di masing – masing desa f. Informasi diatas akan disusun dan digambar diatas kertas plano dengan menggunakan spidol warna warni g. Mintalahmasyarakatmelengkapisketsadenganberpatokanpadatandaekstrimyangtelahdibuatsebelumnya. h. Lengkapi sketsa dengan mencantumkan simbol/warna sumberdaya desa yang sudah teridentifikasi sebelumnya. i. Tetaplah mem-fasilitasi masyarakat sampai semua sumberdaya desa dan informasi yang diper- lukan terkumpul lengkap. j. Peserta dari setiap kelompok mempresentasikan hasil pembuatan sketsa yang telah di buat di di komentasi oleh kelompok lain. Catatan/Tips a. “Peta sketsa hanya akan menampilkan informasi kasar suatu wilayah tanpa bisa menentukan secara tepat posisi, luas, panjang dan lebar suatu informasi di dalam peta. b. “Peta sketsa ini dibuat berdsarakanpengetahuan masyarakat lokal atau disebut juga dengan Mental Map atau Peta Mental. c. Keterlibatan anggota masyarakat dalam proses pembuatanya sangat penting untuk dilakukan, karena masyarakat yang mengetahui secara persis tentang informasi di wilayahnya . d. Agar lebih mendekati unsur-unsur peta, peta sketsa yang di buat juga harus dilengkapi dengan legenda atau informasi dalam peta agar maksud dari sketsa tersebut dapat lebih mudah untuk di pahami.
  44. 44. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 44 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Gambar Peta Sketsa
  45. 45. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 45 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Metodologi pemetaan skala luas atau kartometrik memiliki beberapa hal yang menonjol. Metode ini bisa dipakai untuk memetakan wilayah yang luas di kawasan yang kompleks secara etnis. Metode ini memberi kerangka lugas yangbisa digunakanmasyarakat adat dalam memetakan wilayahmereka menurut kehendak mereka sendiri. Metode ini sederhana dalam konsep dan fleksibel; dalam hal ini, metode ini bisa disesuaikan dengan beraneka ragam keadaan budaya, politik dan geografis di kawasan-kawasan yang begitu beragam di dunia, dan dapat dipakai untuk memenuhi berbagai agenda. Sifatnya sangat partisipatif dan bergantung pada teknologi yang sederhana yang sesuai untuk pekerjaan pada tingkat masyarakat. Metode ini sangat mementingkan proses, dan pada akhirnya proses mengumpulkan peta sama pentingnya, bila tidak lebih penting daripada, membuat peta tersebut sendiri. Selain itu, dalam metodologi ini ada hubungan kerjasama yang erat di antara masyarakat dan para kartograf (pembuat peta), hubungan timbal balik yang mendorong pembelajaran ke dua arah. Peta yang dihasilkan menggabungkan kekayaan pengetahuan lokal dengan kartografi ilmiah Tujuan a. Memindahkan peta sketsa desa/kampung ke dalam peta bersekala melalui teknik deliniasi atau metode kartometrik b. Memasukan data koordinat kedalam peta CSRT yang dilakukan oleh masyarakat desa/kampung. Output Peta hasil deliniasi kedalam CSRT ( Administrasi dan penggunaan lahan dan tataguna lahan desa) Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a). Plano, b). Citra Satelit Resolusi Tinggi, c). Spidol Warna, d). Drawing Pen, e). Bolpoin, f). Solatif, g).Penggaris, h). Pinsil, i). Penghapus Proses a. Peserta di bagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan lokasi desa masing-masing b. Peserta melakukan proses identifikasi batas desa dan nama-nama tempat penting yang akan di jadikan batas indikatif sekaligus mengidentifikasi areal penggunaan lahan seperti sawah, kebun, empang, kawasan hutan, areal berburu dll, berdasarkan kondisi yang terdapat di desa c. Peserta melakukan proses deliniasi melalui teknik kartometrik berdasarkan lokasi yang sudah di identifikasi di awal Tabel 20. Interpretasi Visual/Manual Penginderaan Jarak Jauh (Pemetaan Partisipatif Skala Luas)
  46. 46. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 46 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Catatan/Tips Proses deliniasi idealnya dilakukan setelah tersedia peta sketsa yang hasil diskusi bersama masyarakat. Sehingga proses selanjutnya pasca dilakukan pembuatan peta sketsa adalah pemindahan informasi dari peta sketsa ke dalam peta CSRT dengan teknis deliniasi atau metode kartometrik ( Pemetaan Skala Luas). Prasyarat Sudah ada sketsa wilayah Identifikasi unsur yang akan di interpretasi berdasarkan kondisi yang ada di wilayah desa, misalnya penggunaan lahan seperti kebun karet, sawah, sungai, jalan, pemukiman dan lainya Tersedia citra dan memahami kemampuan citra • • • Gambar Interpretasi Visual/Manual Penginderaan Jarak Jauh (Pemetaan Partisipatif Skala Luas)
  47. 47. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 47 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi V Analisis dan Pengkajian Data dan Fakta Masing - Masing Desa
  48. 48. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 48 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Kajian Materi Yang dibahas Alat yang digunakan Orang yang terlibat Rujukan Penentuan tingkat kesejahteraan Menentukan kriteria tingkat kesejahteraan menurut cara pandang masyarakat setempat. Menghitung jumlah/ prosentasi pertingkatan kesejahteraan (20 thn, 10 thn, sekarang, perkiraan 10 thn kedepan). Penyebab turun-naik pertingkatan kesejahteraan Tabulasi dengan menggunakan alat bantu berupa batu/ kelereng warna- warni Data hasil kuisioner rumah tangga Dipilih masing 2-3 orang pertingkatan kriteria kesejahteraan Tabel Analisis Kemiskinan Analisis Kondisi Wilayah Letak desa dihubungkan dengan kondisi sekitar Luasan, Penggunaan lahan Menganalisis hubungan kegiatan masyarakat dengan alam dari waktu ke waktu selama satu tahun Aktivitas utama masyarakat dalam setahun (laki & perempuan), Dimana saja mereka beraktifitas, Waktu musim hujan/kemarau, Waktu penghasilan terkecil-terbesar, Waktu pengeluaran terbesar,terkecil Aktivitas sosial-budaya Kalender Musim data pendukung monografi, ekonomi rumah tangga Diskusi di bagi menjadi kelompok Perempuan, laki- laki, Contoh Kalender Musim Analisis Kecenderungan Masa Lalu Memahami kondisi atau kejadian-kejadian yang pernah terjadi masa lalu untuk menghidari pengulangan masa mendatang Form Sejarah/ kejadian Penting, Form Kecenderungan perubahan, Form Analisis Sebab Akibat Diskusi Terfokus Contoh Form Sejarah/kejadian Penting, Contoh Form Kecenderungan perubahan, Contoh Form Analisis Sebab Akibat Tabel 21. Analisis Pengkajian Data dan Fakta Desa
  49. 49. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 49 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Analisis Akses Dan Kontrol Terhadap Sumber Daya Untuk melihat siapa yang memiliki peluang dan kontrol terhadap sumber daya yang ada Analisa kesesuian lahan untuk komoditi tertentu Analisa ini dilakukan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan masyarakat mengenai kesesuaian lahan untuk komoditi tertentu. Analisa ketergantungan terhadap sumber daya alam Analisa ini untuk mendapatkan gambaran mengenai ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya alam berdasarkan jenis penggunaan lahan yang ada baik itu kepentingan pemenuhan ekonomi, kebutuhan sosial dan kebutuhan lainnya Pengertian Perencanaan tata guna lahan partisipatif yang baik membutuhkan data dan informasi yang akurat. Informasi soal kewilayahan, hubungan masyarakat dengan masyarakat dan dengan sumber daya nya menjadi syarat mutlak dalam proses perencanaan. Alat pengkajian hanya membantu untuk mempermudah dalam menggali pengetahuan masyarakat dan mengupas kondisi rill di desa Tujuan Mengetahui dan mempermudah menggali pengetahuan masyarakat lokal/desa terkait dengan kalender musim, kelembagaan, perubahan lahan existing di desa Output a. Data Kalender musim di masing-masing desa b. Data kelembagaan desa c. Data perubahan lahan desa yang existing Tabel 22. Perencanaan Tata Guna Lahan
  50. 50. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 50 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Plano b. Solatif c. Penggaris d. Form ( Kalendermusim, perubahan lahan dan kelembagaan ) e. Spidol warna warni f. Metaplan Proses a. Peserta di bagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan peserta dari masing-masing desa b. Peserta di berikan alat tulis yang akan digunakan untuk pengisian form dan penggambaran c. Pesertamelakukanprosesidentifikasiyangterkaitdenganmusim,jenis-jeniskelembagaandanperubahan lahan di desa d. Peserta mengisi form data dari mulai kalender musim, form kelembagaan dan form perubahan lahan f. Peserta diberikan waktu kurang lebih 60 menit untuk melengkapi dan mengisi form yang sudah tersedia g.Pesertadarimasing-masingkelompokmempresentasikanhasildiskusidankelompoklainmengomentasri dan memberikan masukan terkait presentasi yang di sampaikan. Catatan/Tips Pada sesi ini, fasilitator akan membantu menganalisis data dan kajian yang telah dihasilkan sesuai dengan diskusi kelompok desa. Peta tata guna lahan yang sudah ada beserta data yang dihasilkan menjadi dasar diskusi untuk analisi situasi dan kondisi desa. Selain itu, data tersebut untuk mendiskusikan perencanaan kedepan.
  51. 51. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 51 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi VI Identifikasi Potensi dan Peta Masalah
  52. 52. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 52 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Penyusunan permasalahan bisa menjadi beberapa bagian besar, kemudian rinci perbagian mengenai permasalahan yang dihadapi, potensi yang dihadapi serta alternatif penyelesaiannya. Tujuan a. Mengidentifikasi potensi sumberdaya alam dan kondisi fisik alam b. Menidentifikasi insfrastuktur dan sarana prasarana yang ada di desa c. Mengidentifikasi kelembagaan formal dan non formal yang ada di desa beserta sumberdaya manusianya Output a. Data potensi dan masalah hasil diskusi kelompok b. Adanya bagan kelembagaan dari masing-masing kelompok atau desa c. Data sarana prasarana dan infrastuktur yang ada di desa Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Peta-peta hasil pemetaan partisipatif atau sketsa wilayah jika belum dilakukan pemetaan partisipatif, b. Data-data yang sudah diolah, c. Hasil kajian data/fakta, d. Spidol warna warni, e. Penghapus, f. pensil Proses a. Peserta di bagi menjadi beberapa kelompok antara lain kelompok sumberdaya alam, infrastuktur, sarana dan prasarana, sosial ekonomi, mata pencaharian, kelembagaan dan sumberdaya manusia b. Proses kelompok diskusi dilakukan berdasarkan wilayah atau desanya masing-masing berdasarkan tema yang akan di diskusikan ( Potensi dan masalah) c. Tentukan zona utama dalam pemanfaatan lahan. Misalnya zona perlindungan, budidaya dan pusat-pusat aktivitas (pemukiman, sekolah, perkantoran, fasilitas umum dan lainnya) d. Masing-masing kelompok diberikan hasil kajian-kajian dan peta-peta hasil pemetaan partisipatif e. Rumuskan prinsip dasar dalam pemanfaatan lahan. Misalnya pemanfaatan lahan berke- lanjutan, berkeadilan dalam penguasaan lahan, mampu memberikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan dan lain sebagainya f. Peserta di berikan waktu kurang lebih 60 menit untuk melakukan proses identifikasi potensi dan masalah yang terbagi menjadi beberapa kelompok Tabel 23. Penyusunan Masalah
  53. 53. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 53 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif g. Peserta mengisi dan memindahkan informasi potensi dan masalah kedalam form isian yang sudah di sediakan h. Jika memungkinkan buat zona turunan dari masing-masing zona utama tersebut. Misalnya zona perlindungan terbagi atas zona perlindungan berdasarkan aturan adat, zona perlin- dungan pada daerah- daerah rawan longsor dan banjir, zona perlindungan mata air, dan lain sebagainya) i. Peserta mempresntasikan hasil diskusi kelompoknya dan kelompok lain diminta untuk mengomentastari dan memberikan masukan Catatan/Tips a. Fasilitator memandu proses diskusi kelompok peserta dan mengarahkan tema diskusi sesuai dengan form isian dan peta potensi masalah b. Peserta diajak untuk berdiskusi untuk merumuskan masing-masing hal tersebut diatas dengan bantuan table yang telah disiapkan seperti contoh berikut ini Tabel 24. Peta Masalah No Masalah Potensi Alternatif Penyesaian Masalah A Infrastruktur A.1 Jalan Rusak Gotong Royong, Pasir, Batu B Ekonomi A.1 Tidak Ada permodalan Ada KUD C Sosial Budaya Tenaga Medis Tidak Ada Polindes D Sumber Daya Alam/Penggunaan Lahan Hutan yang ada di wilayah desa merupakan kawasan hutan Potensi Sumber Daya Alam dan Lahan Usulan Hutan Desa
  54. 54. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 54 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Tabel 25. Penyusunan Daftar Peringkat Tindakan Dari tabulasi diatas kemudian coba buat satu kolom lagi untuk membuat peringkat peringkat permasalahan. Peringkat disusun berdasarkan permasalahan yang paling penting diselesaikan di wilayah desa tersebut sampai dengan permasalahan kurang penting diselesaikan secara bersama. No Masalah Potensi Alternatif Penyesaian Masalah Peringkat / Prioritas Tindakan A Infrastruktur A.1 Jalan Rusak Gotong Royong, Pasir, Batu Sharing dana dengan ADD B Ekonomi B.1 Tidak Ada permodalan Ada KUD Membentuk usaha simpan pinjam Jika sedang panen raya banyak panen buah terbuang Keterampilan Ibu – Ibu memasak Membuat olahan makanan untuk meningkatkan nilai tambah C Sosial Budaya Tenaga Medis Tidak Ada Polindes Melakukan permohonan ke kecamatan dan kabupaten D Sumber Daya Alam/ PenggunaanLahan Hutan yang ada di wilayah desa merupakan kawasan hutan Potensi Sumber Daya Alam dan lahan Usulan Hutan Desa
  55. 55. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 55 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Visi adalah kerangka pemikiran dari masyarakat desa /lokal terkait dengan harapan atau mimpi di masa depan yang ingin di capai, serta tertuang dalam sebuah ide dan gagasan yang tertulis menjadi suatu agenda dan cita-cita bersama di masa depan. Tujuan a. Menentukan tingkat kesehjateraan menurut cara pandang masyarakat setempat b. Menimplemtasikan ide dan gagasan dari masyarakat untuk cita-cita kedepan Output a. Tabel identifikasi visi, ide, gagasan, harapan dan cita-cita masyarakat kedepan b. Teridentifikasinya visi dan kata kunci utama yang bersumber dari harapan masyarakat Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Plano, b. Metaplan, c. Spidol Warna, d. Drawing Pen, e. Bolpoin, f. Solatif, g. Penggaris, h. Pinsil, i. Penghapus Proses a. Pemandu (Fasilitator) menjelaskan pengertian misi dan penentuan misi yang baik. b. Tampilkan plano/hand-out pengertian misi yang telah disiapkan. c. Ajak peserta untuk melihat kembali visi yang telah dibuat d. Ingatkan peserta, bahwa misi adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai cita - cita atau visi e. Bagikan beberapa metaplan kepada peserta untuk menuliskan kegiatan -kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita atau visi. Untuk sementara metaplan-metaplan ini dianggap sebagai misi individu. f. Tempelkan semua metaplan berisi misi-misi individu tersebut sehingga dapat dilihat oleh peserta g. Kemudian susun dan kelompokanlah misi-misi individu yang serupa sehingga menjadi beberapa kelompok misi bersama yang akan disepakati menjadi ” Misi Desa” h. Beri kesempatan kepada peserta untuk memberi tanggapan atas misi desa yang sudah tersusun Catatan/Tips a. Sebelum merumuskan Visi terlebih dulu kembali penting menjelaskan definisi visi, bisa dituliskan dalam plano. Tabel 26. Perumusan Visi
  56. 56. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 56 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif b.Jikamasihadayangbingungmakabisadilakukanpenjelasanyanglebihmendalam.Setelahsemuapaham, maka peserta pertemuan di bagi menjadi kelompok -kelompok, tujuannya agar lebih banyak orang yang terlibat aktif dalam perumusan visi misi. c. Visi haruslah hanya satu kalimat, jadi setiap kelompok diharuskan hanya menuliskan satu kalimat cita-cita bersama yang hendak dicapai dalam waktu tertentu d. Dari visi tiap-tiap kelompok adakah kata utama yang memiliki kesamaan. Jika YA, kelompokkan kata utama yang sama dan kata utama yang berbeda. Diskusikan kata utama tadi, manakah yang dirasakan mewakili visi kebanyakan warga, masuk akal dapat dicapai dalam waktu terten- tu dan perhatikan sejarah masa lalu. Jika sudah ketemu, buatlah kalimat yang sangat sederhana dan mudah dipahami bersama. e. Tulis besar besar visi tersebut di papan tulis atau kertas. f. Tandai kata-kata utama di visi. Beri waktu 15-20 menit kelompok tersebut berdiskusi. Jangan lupa tunjuk satu orang juru bicara yang akan menyampaikan hasil diskusi kelompok Pengertian Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh institusi/ organisasi agar visi atau tujuan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Misi merupakan penjabaran dari Visi yang telah ditetapkan dan disepakati. Tujuan a. Merumuskan kegiatan yang sudah tertuang di dalam visi yang sudah di buat oleh masyarakat b. Mengidentifikasi kegiatan prioritas yang sudah dibuat di dalam visi untuk di jadikan kegiatan atau agenda utama dalam menyusun rencana kerja ke depan yang sesuai dengan visi Output Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Plano , b. Metaplan, c. Spidol Warna, d. Drawing Pen, e. Bolpoin, f. Solatif, g. Penggaris, h. Pinsil i. Penghapus Tabel 27. Perumusan Misi
  57. 57. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 57 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Proses a. Pemandu (Fasilitator) menjelaskan pengertian misi dan penentuan misi yang baik. b. Tampilkan plano/hand-out pengertian misi yang telah disiapkan. c. Ajak peserta untuk melihat kembali visi yang telah dibuat d. Ingatkan peserta, bahwa misi adalah kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai cita – cita atau visi e. Bagikan beberapa metaplan kepada peserta untuk menuliskan kegiatan –kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai cita-cita atau visi. Untuk sementara metaplan-metaplan ini dianggap sebagai misi individu. f. Tempelkan semua metaplan berisi misi-misi individu tersebut sehingga dapat dilihat oleh peserta g. Kemudian susun dan kelompokanlah misi-misi individu yang serupa sehingga menjadi beberapa kelompok misi bersama yang akan disepakati menjadi ” Misi Desa” h. Beri kesempatan kepada peserta untuk memberi tanggapan atas misi desa yang sudah tersusun Catatan/Tips a. Sebelum sesi ini dilakukan sebaiknya sudah disiapkan plano berisi pengertian misi. Jika masih ada yang bingung maka bisa dilakukan penjelasan yang lebih mendalam. Setelah semua paham, maka peserta pertemuan di bagi menjadi kelompok-kelompok, tujuannya agar lebih banyak orang yang terlibat aktif dalam perumusan misi. b. Setidaknya dalam merumuskan misi ada 3 kelompok besar yaitu bapak-bapak, perempuan dan remaja. c. Jika pesertanya banyak maka setiap kelompok paling banyak terdiri dari 10 orang dengan tetap memperhatikanketerwakilankelompok.MisalnyagroupRTIterdiridarikelompokbapak-bapak,perempuan dan pemuda-pemudi, begitu pula dengan RT lainnya. d. Misi boleh lebih dari satu kalimat, maka tiap kelompok diharuskan menuliskan cara-cara untuk mencapai visi yang telah di- sepakati sebelumnya. Tandai kata-kata utama di misi. Beri waktu 15-20 menit kelompok terse- but berdiskusi. e. Jangan lupa tunjuk satu orang juru bicara yang akan menyampaikan hasil diskusi kelompok. Setelah itu masing-masing kelompok menyampaikannya. Kelompok lain boleh mengajukan pertanyaan “klarifikasi”, yaitu pertanyaan yang meminta kejelasan dari apa yang disampaikan.
  58. 58. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 58 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif f. Dari misi tiap-tiap kelompok, adakah kata utama yang memiliki kesamaan. Jika YA, kelompok- kan kata utama yang sama dan kata utama yang berbeda. Diskusikan kata utama tadi, manakah yang dirasakan cara yang paling tepat dan masuk akal dilakukan untuk mencapai misi bersama. Jika sudah ketemu, buatlah kalimat yang sangat sederhana dan mudah dipahami bersama. Tulis besar besar misi tersebut di papan tulis atau kertas. Pengertian Rumusan masalah dan potensi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyimpulkan hasil dari visi misi bersama, serta hasil kajian yang dirumuskan secara bersama-sama oleh masyarakat untuk mewujudkan visi misi kedepan. Dari hasil kajian yang sudah di buat, masyarakat mulai mengidentifikasi potensi dan masalah yan gkemungkinan terjadi Tujuan a. Merumuskan permasalahan dan potensi sumberdaya alam dan kondisi fisik alam di desa b. Mencari solusi dengan membangun proses kesepakatan bersama dengan cara musyawarah Output a. Teridentifikasinya pohon masalah dan potensi yang mungkin terjadi b. Terbangunya daftar solusi dan antisipasi hasil diskusi kelompok peserta pelatihan Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Peta-peta hasil pemetaan partisipatif atau sketsa wilayah jika belum dilakukan pemetaan partisipatif, b. Data-data yang sudah diolah, c. Hasil kajian data/fakta, d. Spidol warna warni, e. Penghapus, f. pensil Proses a. Peserta melakukan diskusi kelompok dari masing-masing desa b. Peserta mengisi form masalah dan potensi yang dimulai dengan tahap tahap identifikasi potensi masalah dengan di arahkan langsung oleh fasilitator c. Peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok dari masing-masing desa Tabel 28. Perumusan Masalah dan Potensi
  59. 59. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 59 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Catatan/Tips a. Dari visi, misi dan hasil kajian kemudian dirumuskan secara bersama Masalah dan Potensi dalam mewujudkan visi bersama. Untuk memudahkan pembahasan, bisa dibagi dalam bebera- pa kelompok berdasarkan kelompok masalah dan potensi. b. Setidaknya akan ada kelompok: - Sumber Daya alam dan kondisi fisik alam - Kelompok Ekonomi/Mata pencaharian - Kelompok Infrastruktur, sarana dan prasarana - Sosial, Kelembagaan Formal dan Non Formal serta Kebijakan atau aturan lokal - Sumber daya manusia c. Kemudian kelompok tersebut dapat mengisi tabel Masalah dan Potensi seperti contoh tabel dibawah d. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain di berikan kesempatan untuk mengomentari dan memberikan masukan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan zonasi antara lain : - Aturan adat/aturan lokal - Budaya dan kearifan lokal - Kondisi fisik - Daya dukung alam - Visi - Sumber-sumber penghidupan - Sumber daya manusia - Ekonomi - Dan lainnya
  60. 60. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 60 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Kelompok Bahasan Kelompok Sumber Daya Alam Anggota Kelompok Bondan, Andri, Yanu No Potensi Masalah Peringkat 1 Hutan Luas Tidak dapat dikelola karena masih hutan negara 2 3 4 5 6 7 Catatan : pengisian Potensi dan Masalah tidak harus berurutan, misalnya yang diisi potensi terlebih dulu atau masalah terlebih dulu. Tapi apa yang paling mudah diingat. Potensi dan masalah dalam satu baris harus memiliki hubungan. Jika tidak ada hubungan maka salah satu kolom bisa saja dikosongkan. Misalnya ada potensi namun belum ditemukan masalah maka kosongkan saja kolom masalah pada baris tersebut. Jika kolom potensi dan masalah sudah terisi maka coba buat peringkat peringkat masalah, dimulai dari angka 1 dan seterusnya. Permasalahan yang terpenting/utama/akar harus diselesaikan berurutan dari 1 dan seterusnya. Masing- masing kelompok mempresentasikan hasil masing-masing dan mendiskusikannya secara bersama. Tabel 29. Form Pengisian Potensi dan Masalah
  61. 61. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 61 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Tujuan program merupakan rumusan masalah yang disusun untuk tujuan dan program serta membuat dan mengidentifikasi potensi dan kekurangan dari kondisi di dalam dan melihat potensi dari luar yang berpeluang membrikan dukungan serta melihat dan memetakan sesuatu yang kemungkinan bisa menjadi penghambat dalam proses pencapaian tujuan Tujuan a. Komunitas/masyarakat desa memiliki tujuanprogram yangterarah dan terukur untuk di jalankansesuai dengan visi dan misi yang di sepakati bersama dan bertujuan untuk kesehjateraan masyarakat desa b. Masyarakatdesamemilikirencanakegiatanprioritasyangakandijalankanberdasarkanhasilidentifikasi dan perencanaan bersama Output a. Tersusunya dokumen rencana kerja yang di buat bersama masyarakat desa b. Adanya dokumen prioritas untuk perencanaan pembangunan desa kedepan Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Plano, b. Spidol, c. Penggaris, d. Pensil, e. Penghapus, f. Form penyusunan dokumen rencana kerja, g. Solatif, h. Bolpoin, i. Metaplan Proses a. Peserta di bagi menjadi beberapa kelompok yang setiap kelompok terdiri dari masing-masing desa b. Tema dalam diskusi kelompok yaitu untuk mendiskusikan Visi, Misi, Identifikasi masalah, tujuan program. c. Peserta dipandu untuk melakukan pengisian form atau tabel yang terdiri dari tujuan, program, kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang terdapat di masing-masing desa d. Peserta di berikan waktu 60 menit untuk merumuskan dan membuat rencana program desa e. Peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan rencana kerja dari masing-masing desa dan peserta kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan untuk melengkapi dokumen rencana program yang sudah disusun Tabel 30 Pembuatan Tujuan dan Program
  62. 62. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 62 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Kelompok Tujuan Program Kekuatan Kekeurangan/ Kelemahan Peluang / Dukungan Penghambat / Ancaman SDA/Kondisi Fisik Masyarakat desa Sejahtera dapat mengakses / mengelola hutan di daerah utara desa setidaknya seluas 10.000 Ha di tahun 2013 Hutan Adat / Hutan Desa Ada peta partisipatif kawasan hutan desa Tidak mengerti cara pengurusan dan penyiapan dokumen - Kebijakan menenai Hutan Adat / Hutan Desa - NGO pendamping Pemerintah telah memberikan ijin penyelidikan umum tambnag emas dan intan di wilayah tersebut Catatan/Tips a. Sebelum peserta melakukan proses di atas, fasilitator memberikan pemahaman tentang apa itu program dan membrikan contoh salah satu program kerja yang sudah di lakukan di wilayah lain sebagai bahan dasar peserta menyusun rencana kerja b. Fasilitator harus memastikan bahwa semua peserta sudah dapat menerima dan memahami cara menyusun program kerja Tabel. 31 Contoh Form Pengisian Tujuan dan Program
  63. 63. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 63 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Materi VII Penyusunan Road- Map Kegiatan Terkait Mitigasi Bencana Berbasis Pengetahuan Masyarakat
  64. 64. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 64 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Pengertian Penyusunan road map terkait mitigasi bencana, merupakan sebuah proses yang dibuat atau disusun berdasarkan pengetahuan masyarakat desa/lokal dalam mengidentifikasi dan mengurangi dampak dari ancaman bencana alam, lingkungan, maupun bencana teknologi. Hal ini meliputi segala kegiatan, termasuk ukuran-ukuran struktural/non-struktural dalam mengurangi ataupun membatasi (mitigasi dan kesiapsiagaan) dampak dari bencana yang mungkin timbul. Harapan dari proses ini sekurang-kurangnya masyarakat dapat mengidentifikasi kemungkinan bencana yang akan terjadi sebagai bentuk langkah antisiasi. Maksud dari konsep mitigasi berbasis pengetahuan adalah bahwa pekerjaan penanggulangan bencana dilaksanakan oleh dan bersama dengan komunitas di mana mereka berperan kunci sejak perencanaan, desain, penyelenggaraan, pengawasan, hingga evaluasi program. Disepakati bahwa dalam konsep ini komunitas adalah pelaku utama yang membuat dan melaksanakan keputusan-keputusan penting sehubungan dengan penyelenggaraan penanggulangan bencana Tujuan a. Peserta pelatihan dapat memahami cara penyunan roadmap kebencanaan berbasis pengetahuan lokal b. Teridentifikasinya informasi sejarah bencana berdasarkan pengetahuan masyarakat desa/lokal c. Peserta dari masing-masing desa dapat menyusun road map kebencanaan dan membuat jalur evakuasi dan memilki pengetahuan tentang mitigasi bencana Output a.Peta Sketsa sejarah bencana dari masing-masing desa b. Data sejarah kebencanaan berdasarkan pengetahuan lokal c. Peta sketsa jalur evakuasi Jumlah Peserta 32 orang Durasi Peralatan dan bahan a. Plano, b. Data skunder kebencanaan ( Desa, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan BNPB), c. Solatif, d. Metaplan, f. Bolpoin, g. Pinsil, h. Penggaris, i. Peta kerawanan bencana, j. Sketsa kerawanan bencanan versi masyarakat , k. Tabel kebencanaan ( Jumlah kejadian,titik rawan bencana) Tabel 32. Penyusunan Road-Map Mitigasi Bencana
  65. 65. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 65 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Proses a. Peserta di bagi menjadi beberapa kelompok diskusi b. Peserta diarahkan untuk mulai mengidentifikasi sejarah bencana dari masing-masing desa dan bisa menggali informasi kebencanaan dalam kurun waktu 10-20 tahun terakhir dengan mengisi matrik isian untuk tema kebencanaan c. Fasilitator memastikan peserta pelatihan dapat memahami pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam matrik yang harus di isi oleh peserta pelatihan d. Menyusun peta sketsa titik rawan bencana berbasis pengetahuan lokal dan memindahkan data hasil identifikasi dalam matrik kebencanaan kedalam peta sketsa e. Peserta melakukan proses klasifikasi bencana berdasarkan dampak dan jenis bencana yang terjadi kedalampetasketsa,misalnyabencanayangberdampak(Berat,sedang,danrendah)denganmemberikan warna yang berbeda dan diberikan penilaian tergantung dari tingkat bencana yang terjadi f. Setelah peserta selesai melakukan proses identifikasi sejarah bencana dan mengklasifikasikan dampak dari bencana tersebut, peserta di arahkan untuk menyusun road map dalam bentuk sketsa sebagai langkah antisipasi dan bentuk siaga bencana g. Peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok ( matrik dan sketsa) dan peserta lain memberikan komentar dan masukan terkait dengan presentasi yang di sampaikan. Catatan/Tips a. Fasilitator harus memastikan semua peserta memahami tentang konteks mitigasi bencana di masing- masing desa b. Fasilitator memberikan contoh sederhana tentang mitigasi dan sejarah bencana kepada peserta pelatihan c. Fasilitator memandu peserta pelatihan untuk mengisi form yang diberikan dengan memberikan salah contoh langsung cara mengisi form tersebut.
  66. 66. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 66 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Jenis Bencana Jumlah Kejadian Taksiran Kerugian (Rp) Tabel 33. Form Pengisian Jenis dan Jumlah Kejadian Bencana N0. Jenis Bencana Titik-Titik Rawan Koordinat Tabel 34. Form Pengisian Titik-Titik Rawan Kejadian Bencana Berdasarkan Sejarah Bencana
  67. 67. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 67 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif Contoh Penilaian Resiko bencana menggunakan matriks yang biasa digunakan pada saat melakukan Participatory Learning Action (PLA) bersama masyarakat. Angka hasil dari No. 1,2,3 diplotkan pada gambar di samping Penyusunan Evacuation Plan Peserta menggambarkan jalur evakuasi pada peta desa/peta sketsa dengan memerhatikan hasil dari No. 1, 2, 3, 4 diatas Contoh Peta Jalur Evakuasi
  68. 68. PANDUAN PEMETAAN DAN PERENCANAAN TATA GUNA LAHAN SECARA PARTISIPATIF BERBASIS MITIGASI BENCANA 68 Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif

×