Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Gerakan Keluarga Sadar Obat

GKSO (Gerakan Keluarga Sadar Obat) adalah program yang dicanangkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang merupakan upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat melalui sosialisasi “DAGUSIBU” (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) obat dengan benar. Hal ini terkait fakta bahwa:
Obat merupakan sarana atau komoditi kesehatan yang dapat memberikan manfaat apabila cara mendapatkan, cara menggunakan, cara menyimpan dan cara membuangnya dilakukan dengan benar.
Masyarakat banyak yang belum memahami masalah terkait obat tersebut.
Semua komponen bangsa, baik organisasi masyarakat, organisasi sosial, organisasi profesi, dan juga masyarakat sendiri harus bersinergi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat.

“DAGUSIBU”

DA (Dapatkan Obat Dengan Benar)
Belilah obat di tempat yang paling terjamin, yaitu di Apotek. Penyimpanan obat di Apotek lebih terjamin sehingga obat sampai ke tangan pasien dalam kondisi baik (keadaan fisik dan kandungan kimianya belum berubah). Pastikan Apotek yang dikunjungi memiliki ijin dan memiliki Apoteker yang siap membantu pasien setiap saat.
GU (Gunakan Obat Dengan Benar)
Gunakan obat dengan benar. Penggunaan obat harus sesuai dengan aturan yang tertera pada wadah atau etiket. Obat jenis antibiotik harus dikonsumsi sampai habis. Pastikan Apoteker memberitahukan cara pemakaian obat yang diberikan dengan jelas, khususnya untuk obat dengan sediaan yang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat umum.
SI (Simpan Obat Dengan Benar)
Supaya obat yang kita pakai tidak rusak maka kita perlu menyimpan obat dengan benar, sesuai dengan petunjuk pemakaian yang ada di dalam kemasan. Kebanyakan obat tidak boleh terpapar oleh sinar matahari secara langsung untuk itu obat perlu disimpan di tempat yang tertutup dan kering. Selain itu jauhkan obat dari anak-anak dengan menyimpannya di tempat yang sulit dijangkau oleh anak-anak.
BU (Buang Obat Dengan Benar)
Bila obat telah kadaluarsa atau rusak maka obat tidak boleh diminum, untuk itu obat perlu dibuang. Obat jangan dibuang secara sembarangan, agar tidak disalahgunakan. Obat dapat dibuang dengan terlebih dahulu dibuka kemasannya, direndam dalam air, lalu dipendam didalam tanah.
Sumber: ikatanapotekerindonesia.net dan www.youtube.com/watch?v=2aXA4dWBagQ

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

Gerakan Keluarga Sadar Obat

  1. 1. DA GU SI BU Gerakan Keluarga Sadar Obat PP IAI - 2014
  2. 2. OBAT . . . . . . MADU atau RACUN ? ● Dalam pengobatan, obat dapat digunakan untuk pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan peningkatan kesehatan. ● Namun obat adalah senyawa kimia yang dapat bekerja sebagai racun, sehingga obat harus digunakan dalam dosis yang tepat dan dengan cara yang benar.
  3. 3. AGAR TERHINDAR DARI BAHAYA OBAT 1. Dapatkan Obat Dengan Benar 2. Gunakan Obat Dengan Benar 3. Simpan Obat Dengan Benar 4. Buang Obat Dengan Benar DA GU SI BU
  4. 4. Dapatkan Obat Dengan Benar ● Obat dapat diperoleh masyarakat dari sarana pelayanan kefarmasian yaitu:  Apotik  Toko obat berijin  Rumah Sakit  Puskesmas dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan . ● Pada waktu menerima obat perlu dilakukan:  Pemeriksaan penandaan kemasan obat.  Pemeriksaan kualitas kemasan DA
  5. 5. Penggolongan Obat Obat bebas: Dapat dibeli tanpa resep Di apotik & toko obat berijin Obat bebas terbatas: Dapat dibeli tanpa resep Di apotik & toko obat berijin Obat keras: Harus dengan resep Di apotik K Psikotropika: Harus dengan resep Di apotik Narkotika: Hanya dengan resep Di apotik
  6. 6. Penandaan Kemasan Obat ● Nama obat dan/atau merek dagang ● Nama produsen ● Komposisi obat ● Tata cara penggunaan ● Peringatan/ Efek samping ● Batas kadaluarsa ● Nomor batch ● Penandaan gologan obat ● Nomor registrasi obat
  7. 7. Pemeriksaan Kualitas Kemasan ● Segel obat: segel obat palsu biasanya tidak rapi. ● Keutuhan kemasan: kemasan obat palsu biasanya tidak utuh, rusak, atau bocor ● Desain kemasan: desain obat palsu biasanya berbeda dari produk asli dalam hal warna, gambar, ukuran huruf, dan logo. ● Kualitas printing: kualitas printing obat palsu biasanya lebih pudar ● Kerapian kemasan: kemasan obat palsu biasanya kurang rapi termasuk dalam memotong dan melipat brosur
  8. 8. Gunakan Obat Dengan Benar Sebelum menggunakan obat: 1. Pastikan obat yang akan digunakan sudah betul. 2. Pastikan obat masih baik. 3. Baca peringatan dalam kemasan. 4. Pastikan apakah obat bisa langsung digunakan atau ada hal tertentu yang harus dilakukan dulu a.l. dilarutkan dulu dalam air, 5. Gunakan obat sesuai ketentuan. GU
  9. 9. Tanda Peringatan Pada Obat Bebas Terbatas P. No. 1 Awas ! Obat Keras Bacalah aturan pemakaiannya P. No. 2 Awas ! Obat Keras Hanya untuk kumur, jangan ditelan P. No. 3 Awas ! Obat Keras Hanya untuk bagian luar dari badan P. No. 4 Awas ! Obat Keras Hanya untuk dibakar P. No. 5 Awas ! Obat Keras Tidak boleh ditelan P. No. 6 Awas ! Obat Keras Obat wasir, jangan ditelan
  10. 10. Informasi Umum ● Bacalah cara penggunaan obat sebelum minum obat dan periksalah tanggal kadaluarsanya. ● Gunakan obat sesuai aturan minum obat dalam etiket atau anjuran dalam brosur (obat bebas atau bebas terbatas). ● Waktu minum obat sesuai waktu yang dianjurkan. ● Pengunaan obat bebas atau bebas terbatas tidak dimaksudkan untuk penggunaan secara terus-menerus. ● Hentikan penggunaan obat bila tidak memberikan manfaat. Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat.
  11. 11. Informasi Umum (lanjutan) ● Sebaiknya tidak melepas etiket dari wadah obat karena pada etiket tercantum cara penggunaan obat dan informasi penting lainnya. ● Sebaiknya tidak mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah. ● Hindari menggunakan obat orang lain walaupun gejalanya tampak serupa. ● Tanyakan kepada apoteker atau petugas kesehatan di poskesdes untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap.
  12. 12. Informasi Khusus ● Obat oral dalam bentuk padat (tablet, kaplet, kapsul, tablet salut) umumnya dapat ditelan utuh dengan bantuan air minum. ● Beberapa obat oral padat perlu perlakuan khusus misalnya:  Tablet kunyah: harus dikunyah dulu sebelum ditelan  Tablet buih (effervescent): dilarutkan dalam segelas air  Tablet hisap : diletakkan di rongga mulut dan dihisap  Tablet sublingual: ditaruh di bawah lidah dan tidak untuk ditelan ● Obat oral dalam bentuk cair (sirup) dikocok dahulu sebelum diminum.
  13. 13. Informasi Khusus (lanjutan) ● Takaran obat minum (sirup):  1 (satu) sendok takar artinya obat dituang ke sendok takar sampai garis menunjukkan volume 5 ml  ½ (setengah sendok takar artinya obat dituang ke sendok takar sampai garis yang menunjukkan volume 2,5 ml ● Beberapa obat dalam bentuk cair hanya untuk penggunaan di luar tubuh (tidak untuk ditelan), seperti:  Cairan tetes hidung, tetes mata, tetes telinga  Cairan obat kumur  Cairan untuk kulit (lotion) ● Obat tetes digunakan dengan alat pipet yang tersedia dalam kemasan. Aturan pakai dinyatakan dalam tetes atau ml.
  14. 14. Informasi Khusus (lanjutan) ● Beberapa obat digunakan dengan pengaturan tertentu:  Sebelum makan, sesudah makan, atau bersama makan  Obat tidak boleh diminum bersama susu, antasida dll  Selisih waktu minum tertentu: setiap 6 jam atau 8 jam ● Beberapa obat perlu petunjuk khusus sesuai bentuk sediaan:  Sediaan untuk mata: tetes mata, salep mata  Sediaan untuk hidung: tetes hidung, obat semprot (inhalasi )  Sediaan tetes telinga  Sediaan untuk kulit: bedak, salep, krim, lotion  Sediaan suppositoria  Sediaan krim/salap rektal  Sediaan obat vagina
  15. 15. Setelah Menggunakan Obat ● Perhatikan: Apakah timbul gejala khusus misalnya mengantuk, gatal, perih lambung, pusing dll. Bila ya, segera hubungi tenaga kesehatan terdekat ● Kembalikan obat ke tempatnya semula.
  16. 16. Simpan Obat Dengan Benar ● Jauhkan obat dari jangkauan anak. ● Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat. Label jangan dilepas karena berisi aturan pemakaian. ● Simpan obat di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan. ● Jangan tinggalkan obat di mobil dalam jangka waktu panjang karena suhu tidak stabil. ● Jangan simpan obat yang telah kadaluarsa. SI
  17. 17. Simpan Obat Dengan Benar (lanjutan) ● Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin (freezer) agar tidak membeku, kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan. ● Sediaan suppositoria harus disimpan di lemari es supaya tidak meleleh. ● Sediaan aerosol/spray harus dijauhkan dari panas/suhu tinggi karena dapat meledak. ● Bila ragu/tidak mengerti, tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan terdekat.
  18. 18. Buang Obat Dengan Benar ● Obat yang harus dibuang adalah:  Obat yang kadaluarsa.  Obat yang rusak. ● Kerusakan obat dapat disebabkan oleh:  Udara yang lembab  Sinar matahari  Suhu  Goncangan fisik BU
  19. 19. Tanda-tanda Obat Rusak ● Terjadi perubahan:  Warna, bau, dan/atau rasa  Bentuk: pecah, retak, berlubang, menjadi bubuk  Kapsul/puyer/tablet: lembab, lembek, basah, lengket  Cairan/salep/krim menjadi keruh, mengental, mengendap, memisah, mengeras  Timbul noda, bintik-bintik, gas ● Wadah/kemasan rusak ● Etiket tidak terbaca/sobek
  20. 20. Cara Membuang Obat ● Untuk menghindari penyalahgunaan obat rusak/kadaluarsa/ bekas wadah obat:  Botol/ pot plastik: lepaskan etiket dan buka tutup botol/pot terlebih dahulu, baru dibuang ke tempat sampah.  Boks/ dos/ tube: gunting terlebih dahulu, baru dibuang ke tempat sampah. ● Obat juga dapat dibuang dengan cara:  Kemasan dibuka, lalu dipendam dalam-dalam.  Dibakar, pastikan pembakaran memusnahkan seluruh obat
  21. 21. KESIMPULAN ● Obat merupakan sarana atau komoditi kesehatan yang dapat memberikan manfaat apabila cara mendapatkan, cara menggunakan, cara menyimpan dan cara membuang dilakukan dengan benar. ● Masyarakat banyak yang belum memahami masalah terkait obat tersebut. ● Semua komponen bangsa, baik organisasi masyarakat, organisasi sosial, organisasi profesi, dan juga masyarakat sendiri harus bersinergi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat.
  22. 22. Gerakan Keluarga Sadar Obat merupakan upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat melalui sosialisasi DA GU SI BU PP IAI 2014

×