8 pengertian batubara

18,695 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
18,695
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
241
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

8 pengertian batubara

  1. 1. Pengertian batubaraBatu bara adalah sisa tumbuhan dari jaman prasejarahyang berubah bentuk yang awalnya berakumulasi dirawa dan lahan gambut.Penimbunan lanau dan sedimen lainnya, bersamadengan pergeseran kerak bumi (dikenal sebagaipergeseran tektonik) mengubur rawa dan gambutyang seringkali sampai ke kedalaman yang sangatdalam. Dengan penimbunan tersebut, materialtumbuhan tersebut terkena suhu dan tekanan yangtinggi. Suhu dan tekanan yang tinggi tersebutmenyebabkan tumbuhan tersebut mengalami prosesperubahan fisika dan kimiawi dan mengubahtumbuhan tersebut menjadi gambut dan kemudianbatu bara.Pembentukan batubara dimulai sejak CarboniferousPeriod (Periode Pembentukan Karbon atau Batu Bara)– dikenal sebagai zaman batu bara pertama – yangberlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahunyang lalu.Mutu dari setiap endapan batu bara ditentukan olehsuhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan,yang disebut sebagai ‗maturitas organik‘. Prosesawalnya gambut berubah menjadi lignite (batu baramuda) atau ‗brown coal (batu bara coklat)‘ – Ini adalahbatu bara dengan jenis maturitas organik rendah.Dibandingkan dengan batu bara jenis lainnya, batubara muda agak lembut dan warnanya bervariasi darihitam pekat sampai kecoklat-coklatan.Mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terusmenerus selama jutaan tahun, batu bara mudamengalami perubahan yang secara bertahapmenambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara ‗sub-bitumen‘.Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsunghingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanyalebh hitam dan membentuk ‗bitumen‘ atau ‗antrasit‘.Dalam kondisi yang tepat, penigkatan maturitasorganik yang semakin tinggi terus berlangsung hinggamembentuk antrasit.Jenis-jenis Batu BaraTingkat perubahan yang dialami batu bara, dari
  2. 2. gambut sampai menjadi antrasit – disebut sebagaipengarangan – memiliki hubungan yang penting danhubungan tersebut disebut sebagai ‗tingkat mutu‘batu bara.Batu bara dengan mutu yang rendah, seperti batubara muda dan sub-bitumen biasanya lebih lembutdengan materi yang rapuh dan berwarna suramseperti tanah. Baru bara muda memilih tingkatkelembaban yang tinggi dan kandungan karbonyang rendah, dan dengan demikian kandunganenerginya rendah.Batu bara dengan mutu yang lebih tinggi umumnyalebih keras dan kuat dan seringkali berwarna hitamcemerlang seperti kaca. Batu bara dengan mutu yanglebih tinggi memiliki kandungan karbon yang lebihbanyak, tingkat kelembaban yang lebih rendah danmenghasilkan energi yang lebih banyak. Antrasitadalah batu bara dengan mutu yang paling baik dandengan demikian memiliki kandungan karbon danenergi yang lebih tinggi serta tingkat kelembabanyaBatu bara adalah sisa tumbuhan dari jaman prasejarahyang berubah bentuk yang awalnya berakumulasi dirawa dan lahan gambut.Penimbunan lanau dan sedimen lainnya, bersamadengan pergeseran kerak bumi (dikenal sebagaipergeseran tektonik) mengubur rawa dan gambutyang seringkali sampai ke kedalaman yang sangatdalam. Dengan penimbunan tersebut, materialtumbuhan tersebut terkena suhu dan tekanan yangtinggi. Suhu dan tekanan yang tinggi tersebutmenyebabkan tumbuhan tersebut mengalami prosesperubahan fisika dan kimiawi dan mengubahtumbuhan tersebut menjadi gambut dan kemudianbatu bara.Pembentukan batubara dimulai sejak CarboniferousPeriod (Periode Pembentukan Karbon atau Batu Bara)– dikenal sebagai zaman batu bara pertama – yangberlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahunyang lalu.Mutu dari setiap endapan batu bara ditentukan olehsuhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan,yang disebut sebagai ‗maturitas organik‘. Prosesawalnya gambut berubah menjadi lignite (batu bara
  3. 3. muda) atau ‗brown coal (batu bara coklat)‘ – Ini adalahbatu bara dengan jenis maturitas organik rendah.Dibandingkan dengan batu bara jenis lainnya, batubara muda agak lembut dan warnanya bervariasi darihitam pekat sampai kecoklat-coklatan.Mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terusmenerus selama jutaan tahun, batu bara mudamengalami perubahan yang secara bertahapmenambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara ‗sub-bitumen‘.Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsunghingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanyalebh hitam dan membentuk ‗bitumen‘ atau ‗antrasit‘.Dalam kondisi yang tepat, penigkatan maturitasorganik yang semakin tinggi terus berlangsung hinggamembentuk antrasit.Jenis-jenis Batu BaraTingkat perubahan yang dialami batu bara, darigambut sampai menjadi antrasit – disebut sebagaipengarangan – memiliki hubungan yang penting danhubungan tersebut disebut sebagai ‗tingkat mutu‘batu bara.Batu bara dengan mutu yang rendah, seperti batubara muda dan sub-bitumen biasanya lebih lembutdengan materi yang rapuh dan berwarna suramseperti tanah. Baru bara muda memilih tingkatkelembaban yang tinggi dan kandungan karbonyang rendah, dan dengan demikian kandunganenerginya rendah.Batu bara dengan mutu yang lebih tinggi umumnyalebih keras dan kuat dan seringkali berwarna hitamcemerlang seperti kaca. Batu bara dengan mutu yanglebih tinggi memiliki kandungan karbon yang lebihbanyak, tingkat kelembaban yang lebih rendah danmenghasilkan energi yang lebih banyak. Antrasitadalah batu bara dengan mutu yang paling baik dandengan demikian memiliki kandungan karbon danenergi yang lebih tinggi serta tingkat kelembabanyang lebih rendahUmur batu baraPembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-eratertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl),
  4. 4. adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batubara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yangekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga keZaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.[sunting] Materi pembentuk batu baraHampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. Jenis-jenis tumbuhan pembentukbatu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut: Alga, dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini. Silofita, dari Zaman Silur hingga Devon Tengah, merupakan turunan dari alga. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini. Pteridofita, umur Devon Atas hingga Karbon Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji, berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat. Gimnospermae, kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. Tumbuhan heteroseksual, biji terbungkus dalam buah, semisal pinus, mengandung kadar getah (resin) tinggi. Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia, India dan Afrika. Angiospermae, dari Zaman Kapur Atas hingga kini. Jenis tumbuhan modern, buah yang menutupi biji, jantan dan betina dalam satu bunga, kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga, secara umum, kurang dapat terawetkan.[sunting] PenambanganTambang batu bara di Bihar, India.Penambangan batu bara adalah penambangan batu bara dari bumi. Batu bara digunakansebagai bahan bakar. Batu bara juga dapat digunakan untuk membuat coke untuk pembuatanbaja.[1]Tambang batu bara tertua terletak di Tower Colliery di Inggris.
  5. 5. [sunting] Kelas dan jenis batu baraBerdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batubara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit, bituminus, sub-bituminus, lignit dan gambut. Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86% - 98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. Bituminus mengandung 68 - 86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia. Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus. Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35- 75% dari beratnya. Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.[sunting] Pembentukan batu baraProses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilahpembatu baraan (coalification). Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi, yakni: Tahap Diagenetik atau Biokimia, dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut. Tahap Malihan atau Geokimia, meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.[sunting] Batu bara di IndonesiaDi Indonesia, endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yangterletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), padaumumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumurEosen atau sekitar Tersier Bawah, kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitarTersier Atas, kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi.Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang miripdengan kondisi kini. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas mukaair tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun. Dengan kata lain, kubah gambut initerbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk kedalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah danmenebal secara lokal. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. Sebaliknya,endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis, berkadar abu dan sulfur tinggi. Kedua umurendapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin, dataran pantai atau delta, mirip
  6. 6. dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagianbesar Kalimantan.[2][sunting] Endapan batu bara EosenEndapan ini terbentuk pada tatanan tektonik ekstensional yang dimulai sekitar Tersier Bawahatau Paleogen pada cekungan-cekungan sedimen di Sumatera dan Kalimantan.Ekstensi berumur Eosen ini terjadi sepanjang tepian Paparan Sunda, dari sebelah barat Sulawesi,Kalimantan bagian timur, Laut Jawa hingga Sumatera. Dari batuan sedimen yang pernahditemukan dapat diketahui bahwa pengendapan berlangsung mulai terjadi pada Eosen Tengah.Pemekaran Tersier Bawah yang terjadi pada Paparan Sunda ini ditafsirkan berada pada tatananbusur dalam, yang disebabkan terutama oleh gerak penunjaman Lempeng Indo-Australia.[3]Lingkungan pengendapan mula-mula pada saat Paleogen itu non-marin, terutama fluviatil, kipasaluvial dan endapan danau yang dangkal.Di Kalimantan bagian tenggara, pengendapan batu bara terjadi sekitar Eosen Tengah - Atasnamun di Sumatera umurnya lebih muda, yakni Eosen Atas hingga Oligosen Bawah. DiSumatera bagian tengah, endapan fluvial yang terjadi pada fasa awal kemudian ditutupi olehendapan danau (non-marin).[3] Berbeda dengan yang terjadi di Kalimantan bagian tenggaradimana endapan fluvial kemudian ditutupi oleh lapisan batu bara yang terjadi pada dataran pantaiyang kemudian ditutupi di atasnya secara transgresif oleh sedimen marin berumur Eosen Atas.[4]Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir danAsam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur), Barito (Kalimantan Selatan), Kutai Atas(Kalimantan Tengah dan Timur), Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat), Tarakan(Kalimantan Timur), Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau).Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia. Kadar Kadar Kadar Zat air air Belerang Nilai energi Tambang Cekungan Perusahaan abu terbang total inheren (%ad) (kkal/kg)(ad) (%ad) (%ad) (%ar) (%ad) Asam- PT ArutminSatui 10.00 7.00 8.00 41.50 0.80 6800 asam Indonesia PT ArutminSenakin Pasir 9.00 4.00 15.00 39.50 0.70 6400 Indonesia PT BHPPetangis Pasir Kendilo 11.00 4.40 12.00 40.50 0.80 6700 Coal PT Bukit 0.50 -Ombilin Ombilin 12.00 6.50 <8.00 36.50 6900 Asam 0.60 PT Allied 10.00 37.30Parambahan Ombilin 4.00 - 0.50 (ar) 6900 (ar) Indo Coal (ar) (ar)
  7. 7. (ar) - as received, (ad) - air dried, Sumber: Indonesian Coal Mining Association, 1998[sunting] Endapan batu bara MiosenPada Miosen Awal, pemekaran regional Tersier Bawah - Tengah pada Paparan Sunda telahberakhir. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasanyang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuenbatugamping. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonikNeogen di Kalimantan maupun Sumatera. Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutamaterdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur), Cekungan Barito (KalimantanSelatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan. Batu bara Miosen juga secara ekonomisditambang di Cekungan Bengkulu.Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial, delta dan dataran pantai yang miripdengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur. Ciri utama lainnya adalahkadar abu dan belerang yang rendah. Namun kebanyakan sumberdaya batu bara Miosen initergolong sub-bituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika sangat tebal (PTAdaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan. Namun batu bara Miosen di beberapa lokasijuga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima (PT KPC), endapanbatu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam, Kalimantan Timur dan beberapa lokasi di dekatTanjungenim, Cekungan Sumatera bagian selatan.Tabel dibawah ini menunjukan kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen diIndonesia. Kadar Kadar Kadar Zat air air Belerang Nilai energiTambang Cekungan Perusahaan abu terbang total inheren (%ad) (kkal/kg)(ad) (%ad) (%ad) (%ar) (%ad) PT KaltimPrima Kutai 9.00 - 4.00 39.00 0.50 6800 (ar) Prima Coal PT KaltimPinang Kutai 13.00 - 7.00 37.50 0.40 6200 (ar) Prima CoalRoto PT Kideco Pasir 24.00 - 3.00 40.00 0.20 5200 (ar)South Jaya Agung PT BerauBinungan Tarakan 18.00 14.00 4.20 40.10 0.50 6100 (ad) Coal PT BerauLati Tarakan 24.60 16.00 4.30 37.80 0.90 5800 (ad) Coal Sumatera PT BukitAir Laya bagian 24.00 - 5.30 34.60 0.49 5300 (ad) Asam selatanParingin Barito PT Adaro 24.00 18.00 4.00 40.00 0.10 5950 (ad)
  8. 8. (ar) - as received, (ad) - air dried, Sumber: Indonesian Coal Mining Association, 1998[sunting] Sumberdaya batu baraPotensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan danPulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam jumlahkecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua,dan Sulawesi.Di Indonesia, batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umumdigunakan pada banyak industri, dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat dibandingkansolar, dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0,74/kilokalori sedangkan batu bara hanyaRp 0,09/kilokalori, (berdasarkan harga solar industri Rp. 6.200/liter).Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia.Jumlahnya sangat berlimpah, mencapai puluhan milyar ton. Jumlah ini sebenarnya cukup untukmemasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan. Sayangnya, Indonesia tidakmungkin membakar habis batu bara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU.Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2, SO2, NOx dan CxHy cara ini dinilai kurangefisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi.Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar, akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversimenjadi migas sintetis, atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi. Dua cara yangdipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batubara.Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secaracontinue, yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum, cara-carapembakaran langsung seperti: fixed grate, chain grate, fluidized bed, pulverized, dan lain-lain,masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.[sunting] Gasifikasi batu baraCoal gasification adalah sebuah proses untuk merubah batu bara padat menjadi gas batu barayang mudah terbakar (combustible gases), setelah proses pemurnian gas-gas ini karbonmonoksida (CO), karbon dioksida (CO2), hidrogen (H), metan (CH4), dan nitrogen (N2) – dapatdigunakan sebagai bahan bakar. hanya menggunakan udara dan uap air sebagai reacting-gaskemudian menghasilkan water gas atau coal gas, gasifikasi secara nyata mempunyai tingkatemisi udara, kotoran padat dan limbah terendah.Tetapi, batu bara bukanlah bahan bakar yang sempurna. Terikat didalamnya adalah sulfur dannitrogen, bila batu bara ini terbakar kotoran-kotoran ini akan dilepaskan ke udara, bilamengapung di udara zat kimia ini dapat menggabung dengan uap air (seperti contoh kabut) dantetesan yang jatuh ke tanah seburuk bentuk asam sulfurik dan nitrit, disebut sebagai "hujan
  9. 9. asam" ―acid rain‖. Disini juga ada noda mineral kecil, termasuk kotoran yang umum tercampurdengan batu bara, partikel kecil ini tidak terbakar dan membuat debu yang tertinggal di coalcombustor, beberapa partikel kecil ini juga tertangkap di putaran combustion gases bersamadengan uap air, dari asap yang keluar dari cerobong beberapa partikel kecil ini adalah sangatkecil setara dengan rambut manusia.[sunting] Bagaimana membuat batu bara bersihAda beberapa cara. Contoh sulfur, sulfur adalah zat kimia kekuningan yang ada sedikit di batubara, pada beberapa batu bara yang ditemukan di Ohio, Pennsylvania, West Virginia dan easternstates lainnya, sulfur terdiri dari 3 sampai 10 % dari berat batu bara, beberapa batu bara yangditemukan di Wyoming, Montana dan negara-negara bagian sebelah barat lainnya sulfur hanyasekitar 1/100ths (lebih kecil dari 1%) dari berat batu bara. Penting bahwa sebagian besar sulfurini dibuang sbelum mencapai cerobong asap.Satu cara untuk membersihkan batu bara adalah dengan cara mudah memecah batu bara kebongkahan yang lebih kecil dan mencucinya. Beberapa sulfur yang ada sebagai bintik kecil dibatu bara disebut sebagai "pyritic sulfur " karena ini dikombinasikan dengan besi menjadi bentukiron pyrite, selain itu dikenal sebagai "fools gold‖ dapat dipisahkan dari batu bara. Secarakhusus pada proses satu kali, bongkahan batu bara dimasukkan ke dalam tangki besar yang terisiair , batu bara mengambang ke permukaan ketika kotoran sulfur tenggelam. Fasilitas pencucianini dinamakan "coal preparation plants" yang membersihkan batu bara dari pengotor-pengotornya.Tidak semua sulfur bisa dibersihkan dengan cara ini, bagaimanapun sulfur pada batu bara adalahsecara kimia benar-benar terikat dengan molekul karbonnya, tipe sulfur ini disebut "organicsulfur," dan pencucian tak akan menghilangkannya. Beberapa proses telah dicoba untukmencampur batu bara dengan bahan kimia yang membebaskan sulfur pergi dari molekul batubara, tetapi kebanyakan proses ini sudah terbukti terlalu mahal, ilmuan masih bekerja untukmengurangi biaya dari prose pencucian kimia ini.Kebanyakan pembangkit tenaga listrik modern dan semua fasilitas yang dibangun setelah 1978— telah diwajibkan untuk mempunyai alat khusus yang dipasang untuk membuang sulfur darigas hasil pembakaran batu bara sebelum gas ini naik menuju cerobong asap. Alat ini sebenarnyaadalah "flue gas desulfurization units," tetapi banyak orang menyebutnya "scrubbers" — karenamereka men-scrub (menggosok) sulfur keluar dari asap yang dikeluarkan oleh tungku pembakarbatu bara.[sunting] Membuang NOx dari batu baraNitrogen secara umum adalah bagian yang besar dari pada udara yang dihirup, padakenyataannya 80% dari udara adalah nitrogen, secara normal atom-atom nitrogen mengambangterikat satu sama lainnya seperti pasangan kimia, tetapi ketika udara dipanaskan seperti padanyala api boiler (3000 F=1648 C), atom nitrogen ini terpecah dan terikat dengan oksigen, bentukini sebagai nitrogen oksida atau kadang kala itu disebut sebagai NOx. NOx juga dapat dibentukdari atom nitrogen yang terjebak didalam batu bara.
  10. 10. Di udara, NOx adalah polutan yang dapat menyebabkan kabut coklat yang kabur yang kadangkala terlihat di seputar kota besar, juga sebagai polusi yang membentuk ―acid rain‖ (hujan asam),dan dapat membantu terbentuknya sesuatu yang disebut ―ground level ozone‖, tipe lain dari padapolusi yang dapat membuat kotornya udara.Salah satu cara terbaik untuk mengurangi NOx adalah menghindari dari bentukan asalnya,beberapa cara telah ditemukan untuk membakar barubara di pemabakar dimana ada lebih banyakbahan bakar dari pada udara di ruang pembakaran yang terpanas. Di bawah kondisi inikebanyakan oksigen terkombinasikan dengan bahan bakar daripada dengan nitrogen. Campuranpembakaran kemudian dikirim ke ruang pembakaran yang kedua dimana terdapat proses yangmirip berulang-ulang sampai semua bahan bakar habis terbakar. Konsep ini disebut "stagedcombustion" karena batu bara dibakar secara bertahap. Kadang disebut juga sebagai "low-NOxburners" dan telah dikembangkan sehingga dapat mengurangi kangdungan Nox yang terlepas diuadara lebih dari separuh. Ada juga teknologi baru yang bekerja seperti "scubbers" yangmembersihkan NOX dari flue gases (asap) dari boiler batu bara. Beberapa dari alat inimenggunakan bahan kimia khusus yang disebut katalis yang mengurai bagian NOx menjadi gasyang tidak berpolusi, walaupun alat ini lebih mahal dari "low-NOx burners," namun dapatmenekan lebih dari 90% polusi Nox. Pembentukan BatubaraBatubara adalah mineral organik yang dapat terbakar, terbentuk dari sisa tumbuhan purba yangmengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsungselama jutaan tahun. Oleh karena itu, batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil.Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan(coalification).Faktor tumbuhan purba yang jenisnya berbeda-beda sesuai dengan jaman geologi dan lokasitempat tumbuh dan berkembangnya, ditambah dengan lokasi pengendapan (sedimentasi)tumbuhan, pengaruh tekanan batuan dan panas bumi serta perubahan geologi yang berlangsungkemudian, akan menyebabkan terbentuknya batubara yang jenisnya bermacam-macam. Olehkarena itu, karakteristik batubara berbeda-beda sesuai dengan lapangan batubara (coal field) danlapisannya (coal seam).Proses Terbentuknya Batubara :Kutipan:Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) –dikenal sebagai zaman batu bara pertama– yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 jutatahun yang lalu. Kualitas dari setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan sertalama waktu pembentukan, yang disebut sebagai ‗maturitas organik‘. Proses awalnya, endapantumbuhan berubah menjadi gambut (peat), yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda(lignite) atau disebut pula batu bara coklat (brown coal). Batubara muda adalah batu bara denganjenis maturitas organik rendah.
  11. 11. Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun, makabatu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitasorganiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara sub-bituminus (sub-bituminous).Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras danwarnanya lebih hitam sehingga membentuk bituminus (bituminous) atau antrasit (anthracite).Dalam kondisi yang tepat, peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsunghingga membentuk antrasit.Dalam proses pembatubaraan, maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahankonsentrasi dari setiap unsur utama pembentuk batubara. Berikut ini ditunjukkan contoh analisisdari masing –masing unsur yang terdapat dalam setiap tahapan pembatubaraan.Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semakin tinggi tingkat pembatubaraan,maka kadarkarbon akan meningkat, sedangkan hidrogen dan oksigen akan berkurang. Karena tingkatpembatubaraan secara umum dapat diasosiasikan dengan mutu atau kualitas batubara, makabatubara dengan tingkat pembatubaraan rendah –disebut pula batubara bermutu rendah– sepertilignite dan sub-bituminus biasanya lebih lembut dengan materi yang rapuh dan berwarna suramseperti tanah, memiliki tingkat kelembaban (moisture) yang tinggi dan kadar karbon yangrendah, sehingga kandungan energinya juga rendah. Semakin tinggi mutu batubara, umumnyaakan semakin keras dan kompak, serta warnanya akan semakin hitam mengkilat. Selain itu,kelembabannya pun akan berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat, sehinggakandungan energinya juga semakin besar.Metode penambangan batubaraMetode penambang batubara sangat tergantung pada :- Keadaan geologi daerah antara lain sifat lapisan batuan penutup, batuan lantai batubara danstruktur geologi.- Keadaan lapisan batubaradan bentuk deposit.Pada dasarnya dikenal dua cara penambangan batubara yaitu :Cara tambang dalam, dilakukan pertama-tama dengan jalan membuat lubang persiapan baikberupa lubang sumuran ataupun berupa lubang mendatar atau menurun menuju ke lapisanbatubara yang akan ditambang. Selanjutnya dibuat lubang bukaan pada lapisan batubaranyasendiri.Cara penambangnnya dapat dilakukan :a. Secara manual, yaitu menggunakan banyak alat yang memakai kekuatan tenagamanusia.b. Secara mekanis, yaitu mempergunakan alat sederhana sampai menggunakan sistemelektronis dengan pengendalian jarak jauh.Cara tambang terbuka, dilakukan pertama-tama dengan mengupas tanah penutup. Pada saat inimetode penambangan mana yang akan digunakan dipilih dan kemungkinan mendapatkanperalatan tidak mengalami masalah. Peralatan yang ada sekarang dapat dimodifikasikan sehinggaberfungsi ganda . Perlu diketahui pula bahwa berbagai jenis batubara memerlukan jenis danperalatan yang berbeda pula. Mesin-mesin tambang modern sudah dapat digunakan untukpekaerjaan kegiatan penambangan dengan jangkauan kerja yang lebih luas dan mampu
  12. 12. melaksanakan berbagai macam pekerjaan tanpa perlu dilakukan perubahan atau modifikasi yangbesar.Pemilihan metode penambangan batubara baik yang akan ditambang secara tambang dalamataupun tambang terbuka.1. METODE PENAMBANGAN SECARA TAMBANG DALAMPada penambangan batubara dengan metode penambangan dalam yang peting adalah bagaimanamempertahankan lubang buka seaman mungkin agar terhindar dari kemungkinan :- Keruntuhan atap batuan- Ambruknya dinding lubang (rib spalling)- Penggelembungan lantai lapisan batubara (floor heave)Kejadian tersebut diatas disebabkan oleh terlepasnya energi yang tersimpan secara alamiahdalam endapan batubara. Energi yang terpendam tersebut merupakan akibat terjadinyaperubahan atau deformasi bentuk endapan batubara selama berlangsungnya pembentukan deposittersebut. Pelepasan energi tersebut disebabkan oleh adanya perubahan keseimbangan teganganyang terdapat pada massa batuan akibat dilakukannya kegiatan pembuatan lubang-lubang bukaantambang. Disamping itu kegagalan yang disebabkan batuan dan batubara itu tidak mempunyaidaya penyanggaa di samping faktor-faktor alami dari keadaan geologi endapan batubara tersebut.Penambangan batubara secara tambang dalam kenyatannnya sangat ditentukan oleh caramengusahakan agar lubang bukaan dapat dipertahankan selama mungkin pada saatberlangsungnya penambangan batubara dengan biaya rendah atau seekonomis mungkin.Untuk mencapai keinginan tersebut maka pada pembuatan lubang bukaan selalu diusahankanagar :- Kemampuan penyangga dari atap lapisan- Kekuatan lantai lapisan batubara- Kemampuan daya dukung pilar penyangga.Namun apabila cara manfaat sifat alamiah tersebut sulit untuk dicapai, maka beberapa carapenyanggan buatan telah diciptakan oleh ahli tambang.Metode penambangan secara tambang dalam pada garis besarnya dapat dibedakan yaitu :a. Room and Pillar atau disebut Bord and Pillarb. LongwallKedua metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri terutama padakeadaan endapan batubara yang dihadapi di samping faktor lainnya yang perlu diperhatikandalam pemilihan metode penambangan tersebut.a. Metode Room and PillarCara penambangan ini mengandalkan endapan batubara yang tidak diambil sebagai penyanggadan endapan batubara yang diambil sebagai room. Pada metode ini penambangan batubara sudahdilakukan sejak pada saat pembuatan lubang maju. Selanjutnya lubang maju tersebut dibesarkanmenjadi ruangan–ruangan dengan meninggalkan batubara sebagai tiang penyagga. Besar bentukdan ruangan sebagai akibat pengambilan batubaranya harus diusahakan agar penyangga yangdipakai cukup memadai kuat mempertahankan ruangan tersebut tetap aman sampai saatnyadilakukan pengambilan penyangga yang sebenarnya yaitu tiang penyangga batubara (coal pillar).Metode ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan dalam besaran jumlah batubara yang dapatdiambil dari suatu cadangan batubara karena tidak semua tiang penyangga batubara dapatdiambil secara ekonomis maupun teknik.Dari seluruh total cadangan terukur batubara yang dapat diambil dengan cara penambangan
  13. 13. metode Room and Pillar ini paling besar lebih kurang 30-40% saja. Hal ini disebabkan banyakbatubara tertinggal sebagi tiang-tiang pengaman yang tidak dapat diambil. (Gambar…Sketsasistem penambangan dengan cara Room and Pillar.)b. Metode LongwallAda dua cara penambangan dengan menggunakan metode Longwall yaitu :- Cara maju (advancing)- Cara mundur (retreating)Pada penambangan dengan metode advancing Longwall terlebih dahulu dibuat lubang maju yangnantinya akan berfungsi sebagi lubang utama (main gate) dan lubang pengiring (tail gate), dibuatbersamaan pada pengambilan batubara dari lubang buka tersebut.Kedua lubang bukaan tersebut digunakan sebagai saluran udara yang diperlukan untukmenyediakan udara bersih pada lubang bukaannya di samping untuk keperluan transportasibatubaranya dan keperluan penyediaan material untuk lubang bukannya.Metode ini akan memberikan hasil lebih cepat karena tidak memerlukan waktu menunggulubang yang diperlukan yaitu lubang utama dan lubang pengiring.Pada metode retreating Longwall merupakan kebalikan dari metode advancing longwall karenapengambilan batubara belum dapat dilakukan sebelum selesai dibuat suatu panel yang akanmemberikan batasan lapisan batubara yang akan diekstraksi (diambil)Pemilihan salah satu metode tersebut harus memperhatikan keadaan dan kondisi alami yangdiremukan pada endapan batubara itu sendiri agar nantinya tidak menghadapi kesulitan-kesulitanselama dilakukan ekstraksi yang pada akhirnya tentu bertujuan mencari biaya serendah mungkin.(gambar ….Skema sistem penambangna Longwall)Selain kedua metode tersebut terdapat pula beberapa variasi metode penambangan yang dapatditerapkan. Hal ini tergantung pada macam dan jenis serta ketebalan lapisan disampingkemiringan lapisan batubara yang perlu juga diperhatikan.Peralatan yang digunakan pada penambangan tambang dalam dapat dibagi dalam dua kategoriyaitu :- Peralatan untuk pekerjaan persiapan- Peralatan untuk pengambilan batubara.Pada saat ini kemampuan peralatan tambang dalam sudah demikian maju sehingga seluruihkegiatan pekerjaan fisik yang dilakukan oleh manusia, praktis sudah dapat digantikan oleh mesinatau alat batu mekanis.2. METODE PENAMBANGAN SECARA TAMBANG TERBUKAKelebihan dari tambang terbuka dibandingkan dengan tambang dalam adalah :- Relatif lebih aman- Relatif lebih sederhana- Mudah pengawasannyaPada saat ini sebagian besar penambangan batubara dilakukan dengan metode tambang terbuka,lebih-lebih setelah digunakannya alat-alat besar yang mempunyai kapasitas muat dan angkutyang besar untuk membuang lapisan penutup batubara menjadi lebih murah dan menekan biayaekstraksi batubara.Selain itu prosentase batubara yang diambil jauh lebih besar dibandingkan dengan batubara yangdapat diekstraksi dengan cara tambang dalam. Penambangan batubara dengan metode tambangterbuka saat ini diperoleh 85% dari total mineable reserve, sedang dengan metode tambangdalam paling besar hanya 50% saja.
  14. 14. Walaupun demikian penambangan secara tambang terbuka mempunyai keterbatasan yaitu :- Dengan peralatan yang ada pada saat sekarang ini keterbatasan kedalaman lapisan batubarayang dapat ditambang.- Pertimbangan ekonomi antara biaya pembuangan batuan penutup dengan biaya pengambilanbatubara.Beberapa tipe tambang terbuka :Tipe penambangan batubara dengan metode tambang terbuka tergantung pada letak dankemiringan serta banyaknya lapisan batubara dalan satu cadangan. Disamping itu metodetambang terbuka dapat dibedakan juga dari cara pemakain alat dan mesin yang digunakan dalampenambangan.Beberapa tipe penambangan batubara dengan metode tambang terbuka adalah :a. Contour MiningTipe penambangan ini pada umumnya dilakukan pada endapan batubara yang terdapat dipegunungan atau perbukitan. Penambangan batubara dimulai pada suatu singkapan lapisanbatubara dipermukaan atau crop line dan selanjutnya mengikuti garis kontur sekeliling bukit ataupegunungan tersebut.Lapisan batuan penutup batubara dibuang kearah lereng bukit dan selanjutnya batuan yang telahtersingkap diambil dan diangkut. Kegiatan penambangan berikutnya dimulai lagi seperti tersebutdiatas pada lapisan batubara yang lain sampai pada suatu ketebalan lapisan penutup batubarayang menentukan batas limit ekonominya atau sampai batas maksimum ke dalaman dimanaperalatan tambang tersebut dapat bekerja. Batas ekonomi ini ditentukan oleh beberapa variabelantara lain :- Ketebalan lapisan batubara- Kualitas- Pemasaran- Sifat dan keadaan lapisan batuan penutup- Kemampuan peralatan yang digunakan- Persyaratan reklamasi(gambar tambang terbuka tipe Contour Mining ….)Peralatan yang digunakan untuk cara penambangan ini pada umumnya memakai peralatan yangmempunyai mobilitas tinggi atau dikenal sebagai mobil equipment.Alat-alat besar seperti :- Sebagai alat muat : Wheel LoaderTrack LoaderFace ShovelBackhoe- Sebagai alat angkut jarak jauh : Off Highway Dump Truck- Sebagai alat angkut jarak dekat : ScraperAlat-alat tersebut dipergunakan untuk pekerjaan pembuangan lapisan penutup batubarasedangkan untuk pengambilan batubaranya dapat digunakan alat yang sama atau yang lebih keciltergantung tingkat produksinya. Kapasitas alat angkut berupa Off Highway Dump Truck antara18 ton sampai 170 ton.Mengingat batuan penutupnya sangat keras maka digunakan sistem peledakan ( Blastingsystem), dengan menggunakan beberapa unit alat bor drill blasthole Machine yang mempunyaikemampuan bor berdiameter sampai 6 inches, sedangkan bahan peledaknya digunakanAmmonium Nitrate dan Solar ANFO.
  15. 15. b. Open Pit MiningOpen Pit Mining adalah penambangan secara terbuka dalam pengertian umum. Apabila hal iniditerapkan pada endapan batubara dilakukan dengan jalan membuang lapisan batuan penutupsehingga lapisan batubaranya tersingkap dan selanjutnya siap untuk diekstraksi. Peralatan yangdipakai pada penambangan secara open pit dapat bermacam-macam tergantung pada jenis dankeadaan batuan penutup yang akan dibuang. Dalam pemilihan peralatan perlu dipertimbangkan :- Kemiringan lapisan batubaraPada lapisan dengan kemiringan cukup tajam, pembuangan lapisan penutup dapat menggunakanalat muat baik berupa face shovel, front end loader atau alat muat yang lainnya.- Masa operasi tambangPenambangan tipe open pit biasanya dilakukan pada endapan batubara yang mempunyai lapisantebal atau dalam dan dilakukan dengan menggunakan beberapa bench. Peralatan yang digunakanuntuk pembuang lapisan penutup batubara dibedakan sebagai berikut:1. Peralatan yang bersifat mobil antara lain Truck Shovel, Front end loader, Bulldozer, Scrapper.2. Peralatan yang bersifat bekerja secara kontinu membuang lapisan penutup tanpa dibantu alatangkut antara lain :a. DraglineBaik yang dengan scrawler maupun walking dragline. Alat ini mengeruk dan langsungmembuang sendiri. Kapasitasnya bervariasi mulai dari yang kecil kurang dari 5 m dan jarakbuang lebih dari 75 m.b. Face ShovelAda dua tipe yaitu :1. Stripping ShovelMempunyai kapasitas mangkok (bucket) yang besar dan jangkauan yang panjang digunakansebagai alat pembuangan lapisan penutup batubara tanpa perlu bantuan alat angkut yang lain.Pada umumnya kapasitas mangkok berukuran lebih besar dari 20 m , dengan jangkauan buanglebih dari 25 m.2. Loading ShovelYang dipergunakan sebagai alat muat yang umunya kapasitas isi mangkok dan panjangjangkauan lebih pendek.c. Bucket Wheel ExcavatorAdalah alat penggali dan pengangkut sekaligus. Alat ini dapat bekerja sendiri atau dibantu alatlain berupa belt conveyor dan dapat dibantu dengan alat yang dinamakan belt transfer, danselanjutnya pada ujung belt conveyor dipasang alat yang dinamakan belt spreader yangdigunakan untuk menyebarkan hasil galian batuan penutup ketempat pembuangan dumpingdisposal area.c. Stripping MiningTipe penambangan terbuka yang diterapkan pada endapan batubara yang lapisannya datar dekatpermukaan tanah. Alat yang digunakan dapat berupa alat yang sifatnya mobil atau alatpenggalian yang dapat membuang sendiri. Penambangan batubara khususnya di Kalimantanakan dimulai dengan cara tambang terbuka yang memakai alat kerja bersifat mobil.
  16. 16. TEKNIK PENAMBANGAN LAPISAN BATUBARA TIPISPenyebaran batubara tidak selalu diiringi oleh kualitas dan ketebalan yang menggembirakan,karena sering dijumpai kualitas batubara di suatu daerah cukup tinggi sementara ketebalannyakurang dari 1 m atau sebaliknya.Ketebalan lapisan batubara berhubungan erat dengan teknik penggaliannya yang sudah barangtentu diarahkan pada efisiensi sistem penambangan yang secara ekonomi layak diterapkan.Sampai saat ini untuk menggali lapisan batubara dengan ketebalan kurang dari 1 m, baik padatambang bawah tanah maupun terbuka, terbentur pada masalah pemilihan sistem penambanganyang ekonomis. Misalnya pada sistem longwall, alat pemotong batubara (shearer) paling kecilyang diproduksi mempunyai ketinggian 0,81 m, tentu alat ini tidak dapat digunakan menambanglapisan batubara yang lebih tipis dari 0,81 m. pada penambangan terbuka, lapisan penutup yangtebal umumnya menjadi kendala untuk menambang lapisan batubara yang tipis, bila ditinjau dariaspek ekonomi. Tetapi kendala pemilihan alat penggali lapisan batubara tipis telah dapat diatasiberkat kemajuan teknologi untuk merancang suatu alat pembajak batubara (plow) yang dapatdigunakan untuk mengekstrak lapisan batubara dengan ketebalan 0,46 m. Masalah yang timbulkemudian adalah bagaimana memanfatkan alat bajak ini pada suatu sistem penambanganbatubara tipis.Cara penambangan batubara tipis yang sedang beroperasi saat ini secara ekonomi sulit dapatditerima, tetapi cara tersebut terus dilakukan karena setiap pemerintahan mempunyai kebijakanberbeda dalam mengelola sumberdaya alam yang strategis yang dimilikinya. Ada beberapasistem penambangan lapisan batubara tipis yaitu :a. Sistem Tarik Kabel-RantaiSistem penambangan ini telah diterapkan di Korea untuk mengekstrak lapisan batubara denganketebalan antara 0,3 – 0,5 m dengan kemiringan 45 . Tahap persiapan penambangannya , bagianyang penting yang harus dibuat disamping komponen lain adalah pilar-pilar berdimensi 15.2 x30,5 m diantara dua raise yaitu pilar-pilar batubara yang akan dipotong menggunakan gesekanrantau penggali.Pilar-pilar ini juga berfungsi sebagai penyangga sementara pada saat salah satu pilar sedangdipotong. Disamping itu harus dirancang pula dua corong di bagian bawah pilar untukmenampung serpihan batubara.Rantai pemotong batubara disambung dengan kabel yang dihubungkan ke mesin penggerak yangdapat menjalankan rantai pemotong tersebut maju mundur. Mesin penggerak diletakkan padalevel atas, sedangkan pada level bawah tersedia kendaraan penampung serpihan batubara hasilpemotongan. Penggalian dimulai dari bagian bawah pilar bergerak ke atas sehingga serpihanbatubara mengalir karena gravitasi menuju dua buah corongan yang dapat menampung serpihanbatubara tersebut dan siap dimuatkan secara periodik kedalam kendaraan penampung.Diameternominal rantai pemotong berkisar antara 100 sampai 200 mm yang sangat efektif digunakanuntuk menggali lapisan batubara dengan ketebalan 0,5 meter.b. Sistem BackfillingKonsep sistem backfilling dipersiapkan untuk lapisan batubara tipis yang relatif datar, untuk ituharus dipersiapkan suatu sistem pengangkutan yang sesuai dengan ketebalan lapisanbatubaranya.
  17. 17. Teknik penggalian dan penyanggaan yang akan diterapkan mengacu pada sistem longwall, yaitusuatu sistem dengan proses penambangan dan pengangkutan bergerak maju dan meninggalkanruntuhan lapisan atap diatap dibelakang penyangga. Dengan mempertimbangkan tipisnya lapisanbatubara dan penyangga yang harus dapat bergerak maju, maka sistem penyangga bertekan udaradiharapkan sebagai jawaban yang tepat. Dasar konsep ini menggunakan seoptimal muingkinteknik pengontrolan jarak jauh, baik terhadap mobilitas penyangga maupun penggalian, sehinggatidak diperlukan personil yang bekerja di dalam tambang.c. Sistem Roof-Fall TolerantSeperti halnya sistem backfilling, sistem roof-fall tolerant juga merupakan konsep yang sasaranutamanya tidak memerlukan adanya karyawan yang bekerja didalam tambang. Bahkan dalamsistem ini dirancang tidak memerlukan penyangga sama sekali. Konsep sistem Roof-fall tolerantdibuat atas dasar hipotesis sisipan tipis, yaitu akan terbentuknya rongga dibelakang alatpemotong secara bertahap dan runtuhan atap terjadi pada toleransi jarak yang cukup aman.Adanya toleransi jarak runtuhan tersebut merupakan keuntungan karena alat potong dan alatangkut tidak akan terjepit oleh runtuhan atap. Konsep sisipan tipis ini meliputi seluruh perangkatpenambangan yang diperlukan antara lain rantai pemotong yang panjang dan bergerak memutar(looping) serta sistem pengangkutnya. Penggalian batubara bergerak dari satu arah sampai jaraktertentu, kemudian berbalik ke arah yang berlawanan, begitu seterusnya sampai lapisanbatubaranya habis.Tambang Batu Bara & Lingkungan HidupTambang batu bara – terutama tambang terbuka –memerlukan lahan yang luas untuk diganggusementara. Hal tersebut menimbulkan permasalahan lingkungan hidup, termasuk erosi tanah,polusi debu, suara dan air, serta dampat terhadap keanekaragaman hayati setempat. Tindakan-tindakan dilakukan dalam poerasi tambang modern untuk menekan dampak-dampak tersebut.Perencanaan dan pengelolaan lingkungan yang baik akan menekan dampak pertambanganterhadap lingkungan hidup dan membantu melestarikan keanekaragaman hayati.Gangguan LahanDalam praktek yang terbaik, kajian-kajian lingkungan hidup sekitarnya dilaksanakan beberapatahun sebelum suatu tambang batu bara dibuka untuk menentukan kondisi yang ada dan untukmengidentifikasikan kepekaan dan masalahmasalah yang mungkin akan timbul. Kajian-kajiantersebut mempelajari dampak pertambangan terhadap air permukaan dan air tanah, tanah dan tataguna lahan setempat, tumbuhan alam serta populasi fauna (lihat kajian kasus koala pada halaman30). Simulasi komputer dapat dilakukan untuk melihat dampak-dampak terhadap lingkunganhidup setempat. Temuan-temuan tersebut kemudian dikaji sebagai bagian dari proses yangmengarah kepada pemberian izin pertambangan oleh pihak yang berwenang.Amblesan TambangMasalah yang terkait dengan tambang batu bara bawah tanah adalah amblesan, dimanapermukaan tanah ambles sebagai akibat dari ditambangnya batu bara di bawahnya. Setiapkegiatan tata guna lahan yang dapat menghadapkan harta benda pribadi atau harta milik sendiriatau bentang alam yang bernilai pada suatu risiko jelas merupakan suatu masalah.
  18. 18. Suatu pemahaman menyeluruh dari pola penghidupan di suatu daerah memungkinkan untukmengukur pengaruh dari tambang bawah tanah terhadap permukaan tanah. Hal ini memastikanpengambilan sumber daya batu bara sebanyak-banyaknya secara aman sementara melindungipenggunaan lahan lainnya.BATUBARA INDONESIA1. PENDAHULUANPada masa mendatang, produksi batubara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat; tidakhanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestik), tetapi juga untuk memenuhipermintaan luar negeri (ekspor). Hal ini mengingat sumber daya batubara Indonesia yang masihmelimpah, di lain pihak harga BBM yang tetap tinggi, menuntut industri yang selama ini berbahanbakar minyak untuk beralih menggunakan batubara.Adanya rencana pembangunan PLTU baru di dalam dan luar Pulau Jawa dengan total kapasitas10.000 MW, meningkatnya produksi semen setiap tahun, dan semakin berkembangnya industriindustrilain seperti industri kertas (pulp) dan industri tekstil merupakan indikasi permintaan dalamnegeri akan semakin meningkat. Demikian pula halnya dengan permintaan batubara darinegara-negara pengimpor mengakibatkan produksi akan semakin meningkat pula.Terkait dengan hal tersebut, pemerintah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional (KEN) melalui PPNo.5 Tahun 2006 sebagai pembaruan Kebijaksanaan Umum Bidang Energi (KUBE) tahun 1998. KENmempunyai tujuan utama untuk menciptakan keamanan pasokan energi nasional secaraberkelanjutan dan pemanfaatan energi secara efisien, serta terwujudnya bauran energi (energy mix)yang optimal pada tahun 2025. Untuk itu ketergantungan terhadap satu jenis sumber energi sepertiBBM harus dikurangi dengan memanfaatkan sumber energi alternatif di antaranya batubara.Untuk mendukung pencapaian sasaran bauran energi nasional yang dicanangkan pemerintah,salahsatunya adalah melakukan kajian batubara secara nasional untuk mengetahui kondisi sumberdaya,pengusahaan, dan pemanfaatan batubara, serta permasalahannya, yang dapat digunakan untukmembuat langkah-langkah yang diperlukan. Dan untuk mendukung kajian tersebut perlu melakukanterlebih dahulu membangun data base batubara nasional dari hasil pengumpulan data baiksekunder maupun primer.2. SUMBERDAYAJumlah sumber daya batubara Indonesia tahun 2005 berdasarkan perhitungan Pusat Sumber DayaGeologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral adalah sebesar 61,366 miliar ton. Sumberdaya batubara tersebut tersebar di 19 propinsi (Tabel 2.1).3. KEBIJAKANDalam kebijakan bauran energi nasional 2025, pemakaian batubara diharapkan mencapai 33%
  19. 19. (Gambar 3.1), Pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang digunakan sebagai landasan didalam kebijakan pengusahaan batubara, yaitu :1) Kepmen ESDM No.1128 Tahun 2004, tentang Kebijakan Batubara Nasional.2) Perpres No.5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional.3) Inpres No.2 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Batubara yang DicairkanSebagai Bahan Bakar Lain..Di dalam sasaran bauran energi nasional tersebut, batubara menempati urutan pertama di dalampenggunaan energi. Hal tersebut dikarenakan oleh :a) Sumber daya batubara cukup melimpah, yaitu 61,3 miliar ton, dengan cadangan 6,7 miliar ton(Pusat Sumber Daya Geologi, 2005).b) Dapat digunakan langsung dalam bentuk padat, atau dikonversi menjadi gas (gasifikasi) dancair (pencairan).c) Harga batubara kompetitif dibandingkan energi lain.d) Teknologi pemanfaatan batubara yang ramah lingkungan telah berkembang pesat, yangdikenal sebagai Teknologi Batubara Bersih (Clean Coal Technology).Gambar 3.1Sasaran Bauran Energi Nasional 2025Tabel 2.1 Kualitas, Sumberdaya dan Cadangan Batubara Indonesia Tiap Propinsi, 2005Kualitas Sumberdaya ( Juta Ton) CadanganNo. Provinsi KriteriaKelas(Kal/gr, adb)Hipotetik Tereka Tertunjuk Terukur Jumlah (Juta Ton)Kalori Sedang 5100 - 6100 5,47 2,78 0,00 0,00 10,34 0,001. BANTEN Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 2,97 0,00 0,00 2,97 0,005,47 5,75 0,00 0,00 13,31 0,00Kalori Rendah <5100 0,00 0,82 0,00 0,00 0,82 0,002 JAWA TENGAH0,00 0,82 0,00 0,00 0,82 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 0,08 0,00 0,00 0,08 0,003 JAWA TIMUR0,00 0,08 0,00 0,00 0,08 0,00Kalori Rendah <5100 0,00 20,92 6,70 64,14 91,76 0,004 NANGROE ACEH Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 325,43 6,70 26,26 351,69 0,00DARUSALAM0,00 346,35 13,40 90,40 443,45 0,00Kalori Rendah <5100 0,00 0,00 0,00 19,97 19,97 0,005 SUMATERA UTARA Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 7,00 0,00 0,00 7,00 0,000,00 7,00 0,00 19,97 26,97 0,00Kalori Rendah <5100 0,00 1.345,69 0,00 268,06 1.613,75 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 30,62 0,00 51,57 82,19 0,00Kalori Tinggi 6100 - 7100 12,79 359,60 0,00 16,99 389,38 16,546RIAU12,79 1.735,91 0,00 336,62 2.085,32 16,54Kalori Sedang 5100 - 6100 19,19 284,36 42,72 22,97 369,24 2,83Kalori Tinggi 6100 - 7100 5,76 164,58 0,00 144,27 314,61 19,24Kalori Sangat Tinggi > 7100 0,00 27,00 0,00 14,00 41,00 14,007 SUMATERA BARAT24,95 475,94 42,72 181,24 724,85 36,07Kalori Rendah <5100 0,00 51,13 0,00 0,00 51,13 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 190,84 1.200,09 36,32 90,24 1.517,49 18,00Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 210,81 0,00 82,96 293,77 0,00 8 J A M B I190,84 1.462,03 36,32 173,20 1.862,39 18,00Lanjutan Tabel 2.1Kualitas Sumberdaya ( Juta Ton) Cadangan
  20. 20. No. Provinsi KriteriaKelas(Kal/gr, adb)Hipotetik Tereka Tertunjuk Terukur Jumlah (Juta Ton)Kalori Rendah <5100 0,00 11,34 0,00 10,58 21,92 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 0,81 0,00 5,86 6,67 3,79Kalori Tinggi 6100 - 7100 15,15 100,62 8,11 45,49 169,37 17,33Kalori Sangat Tinggi > 7100 0,00 0,32 0,00 0,37 0,69 0,009 BENGKULU15,15 113,09 8,11 62,30 198,65 21,12Kalori Rendah <5100 326,55 7.400,27 2.300,07 1.358,00 11.384,89 2.426,00Kalori Sedang 5100 - 6100 198,93 1.629,28 9.139,87 366,01 11.334,10 186,00Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 31,00 433,89 14,00 478,89 67,0010 SUMATERA SELATAN525,48 9.060,55 11.873,83 1.738,01 23.197,88 2.679,00Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 14,00 0,00 0,00 14,00 0,0011 LAMPUNG Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 92,95 0,00 0,00 92,95 0,000,00 106,95 0,00 0,00 106,95 0,00Kalori Tinggi 6100 - 7100 42,12 378,60 0,00 0,00 420,72 0,0012 KALIMANTAN BARAT Kalori Sangat Tinggi > 7100 0,00 104,00 1,32 1,48 106,80 0,0042,12 482,60 1,32 1,48 527,52 0,00Kalori Rendah <5100 0,00 483,92 0,00 0,00 483,92 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 296,75 5,08 44,36 354,80 4,05Kalori Tinggi 6100 - 7100 114,11 262,72 0,00 72,64 449,47 0,00Kalori Sangat Tinggi > 7100 0,00 247,62 0,00 77,02 324,64 44,5413 KALIMANTAN TENGAH114,11 1.291,01 5,08 194,02 1.612,83 48,59Kalori Rendah <5100 0,00 370,87 0,00 600,99 971,86 536,33Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 4.793,13 301,36 2.526,46 7.620,95 1.287,01Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 336,19 33,12 109,64 478,95 44,36Kalori Sangat Tinggi > 7100 0,00 17,62 0,00 12,00 29,62 0,1414 KALIMANTAN SELATAN0,00 5.517,81 334,48 3.249,09 9.101,38 1.867,84Lanjutan Tabel 2.1Kualitas Sumberdaya ( Juta Ton) CadanganNo. Propinsi KriteriaKelas(Kal/gr, adb)Hipotetik Tereka Tertunjuk Terukur Jumlah (Juta Ton)Kalori Rendah <5100 0,00 201,93 13,76 89,83 305,52 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 2.285,84 10.630,35 121,61 2.609,46 15.682,72 941,62Kalori Tinggi 6100 - 7100 502,96 2.611,07 191,77 1.558,62 4.918,92 1.064,82Kalori Sangat Tinggi > 7100 90,11 60,84 4,48 14,40 169,82 65,2415 KALIMANTAN TIMUR2.878,90 13.504,19 331,62 4.272,31 21.076,98 2.071,68Kalori Sedang 5100 - 6100 0,00 131,03 32,31 53,10 216,44 0,0616 SULAWESI SELATAN Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 13,90 0,78 0,00 14,68 0,000,00 144,93 33,09 53,10 231,12 0,06Kalori Rendah <5100 0,00 1,98 0,00 0,00 1,98 0,0017 SULAWESI TENGAH0,00 1,98 0,00 0,00 1,98 0,00Kalori Rendah <5100 0,00 2,13 0,00 0,00 2,13 0,0018 MALUKU UTARA0,00 2,13 0,00 0,00 2,13 0,00Kalori Sedang 5100 - 6100 89,40 30,95 0,00 0,00 120,35 0,00
  21. 21. Kalori Tinggi 6100 - 7100 0,00 5,38 0,00 0,00 5,38 0,00Kalori Sangat Tinggi > 7100 0,00 25,53 0,00 0,00 25,53 0,00 19 P A P U A B A R A T89,40 61,86 0,00 0,00 151,26 0,00JUMLAH SUMBERDAYA BATUBARA TIAP PROPINSI 3.899,22 34.320,97 12.679,98 10.371,74 61.365,866.758,90Sumber : Pusat Sumber Daya Geologi, 20064. PRODUKSI, KONSUMSI, DAN EKSPOR4.1 Perkembangan ProduksiPerkembangan produksi batubara selama 13 tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan yangcukup pesat, dengan kenaikan produksi rata-rata 15,68% pertahun. Tampak pada tahun 1992,produksi batubara sudah mencapai 22,951 juta ton dan selanjutnya pada tahun 2005 produksibatubara nasional telah mencapai 151,594 juta ton.Perusahaan pemegang PKP2B merupakan produsen batubara terbesar, yaitu sekitar 87,79 % darijumlah produksi batubara Indonesia, diikuti oleh pemegang KP sebesar 6,52 % dan BUMN sebesar5,68 %.Perkembangan produksi batubara nasional tersebut tentunya tidak terlepas dari permintaandalam negeri (domestik) dan luar negeri (ekspor) yang terus meningkat setiap tahunnya.Sebagian besar produksi tersebut untuk memenuhi permintaan luar negeri, yaitu rata-rata 72,11%,dan sisanya 27,89% untuk memenuhi permintaan dalam negeri (Gambar 4.1).4.2 Perkembangan Konsumsi Dalam NegeriPemanfaatan batubara di dalam negeri meliputi penggunaan di PLTU, industri semen, industrikertas, industri tekstil, industri metalurgi, dan industri lainnya (Tabel 4.1).4.2.1 PLTUPLTU merupakan industri yang paling banyak menggunakan batubara. Tercatat dari seluruhkonsumsi batubara dalam negeri pada tahun 2005 sebesar 35,342 juta ton, 71,11% di antaranyadigunakan oleh PLTU. Hingga saat ini, PLTU berbahan bakar batubara, baik milk PLN maupun yangdikelola swasta, ada 9 PLTU, dengan total kapasitas saat ini sebesar 7.550 MW dan mengkonsumsibatubara sekitar 25,1 juta ton per tahun.Berdasarkan data dalam kurun waktu 1998-2005, Penggunaan batubara di PLTU untuk setiaptahunnya meningkat rata-rata 13,00%. Hal tersebut sejalan dengan penambahan PLTU barusebagai dampak permintaan listrik yang terus meningkat rata-rata 7,67% per tahun.Namun demikian, sejak tahun 2003 krisis energi listrik nasional sudah mulai terasa sebagai dampakdari ketidakseimbangan antara penyediaan dan permintaan. Dalam upaya mengantisipasikekurangan listrik dan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian BBM secara nasional, pemerintahmerencanakan percepatan pembangunan PLTU berbahan bakar listrik 10.000 MW hingga akhir2009.GAMBAR 4.1TREND PRODUKSI, PENJUALAN DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERITAHUN 1992 - 2005020,00040,00060,00080,000100,000120,000140,000160,0001992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005TahunJuta Ton ProduksiPenjualan DNPenjualan LNTABEL 4.1KONSUMSI BATUBARA MENURUT JENIS INDUSTRI DI INDONESIATAHUN 1998 - 2005(TON)JENISINDUSTRI 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005PLTU 10,911,341 13,047,717 13,943,613 19,165,256 21,902,161 23,810,054 23,492,328 25.132.174SEMEN 1,279,973 2,762,831 3,763,884 5,938,172 5,355,460 5,068,194 6,070,825 6.023.248IndustriTekstil - - - - - 274,160 381,440 1.307.610IndustriKertas 692,737 805,397 766,549 804,202 471,751 1,680,304 1,106,227 2,272,443METALURGI 144,907 123,226 134,393 220,666 236,802 225,907 122,827 160.490Briket 29,963 38,302 36,799 31,265 24,708 24,976 23,506 28,267
  22. 22. Lain - Lain 2,600,550 2,573,355 5,545,609 2,407,667 3,792,481 4,715,840 5,237,639 417,583Jumlah 15,659,471 19,350,828 24,190,847 28,567,228 31,783,364 35,799,436 36,434,791 35.341.816Sumber : - Hasil Survei Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA), 2006- Direktorat Pembinaan dan Pengusahaan Mineral dan Batubara (DPPMB), 20064.2.2 Industri SemenSelama delapan tahun terakhir ini, perkembangan pemakaian batubara pada industri semenberfluktuasi. Antara tahun 1998-2001, pemakaian batubara rata-rata naik sangat signifikan, yaitu64,03%, namun pada tahun 2002 dan 2003 sempat mengalami penurunan hingga 7,59%.Memasuki tahun 2004, kebutuhan batubara pada industri semen mengalami perubahan yangpositif, yaitu 19,78% seiring perkembangan ekonomi yang mulai membaik di dalam negeri. Tahun2005, tercatat sekitar 17,04% kebutuhan batubara dalam negeri digunakan oleh industri semenatau 5,77 juta ton.4.2.3 Industri TekstilIndustri tekstil memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar minyak (BBM),oleh karena itu dengan melambungnya harga BBM, banyak yang beralih ke bahan bakar kebatubara, walaupun harus melakukan modifikasi terhadap boiler atau mengganti boiler yangbaru berbahan bakar batubara.Pada tahun 2003 jumlah perusahaan tekstil yang menggunakan bahan bakar batubara hanya 18perusahaan saja, namun pada tahun 2006 sudah bertambah menjadi 224 perusahaan tersebar diPulau Jawa terutama di Propinsi Jawa Barat. Kebutuhan batubaranya pun meningkat sangatsignifikan, yaitu dari 274.150 ton pada tahun 2003 naik menjadi 3,07 juta ton pada tahun 2006.4.2.4 Industri KertasSeperti halnya pada perusahaan tekstil, batubara dalam industri kertas digunakan sebagai bahanbakar dimana energi panas yang dihasilkan digunakan untuk memasak air pada boiler sehinggamenghasilkan uap yang diperlukan untuk memasak pulp (bubur kertas).Perkembangan pemakaian batubara pada industri kertas selama kurun waktu 1998-2005 naiksangat signifikan, rata-rata 42,36%. Namun untuk waktu mendatang diperkirakanperkembangannya akan stabil pada kisaran 3,0 – 6,0 % per tahun. Pada tahun 2005, jumlahkebutuhan batubara untuk industri ini mencapai sekitar 2,207 juta ton.4.2.5 Industri Metalurgi dan Industri LainnyaPerkembangan kebutuhan batubara oleh industri metalurgi berfluktuasi, namun ada trendperkembangan yang meningkat sejalan dengan kondisi produksi perusahaan yang mengalamiturun naik. Tahun 1998 tercatat 144,907 ribu ton, meningkat hingga mencapai 236,802 ribu tonpada tahun 2002, namun kemudian menurun hingga 112,827 ribu ton tahun 2005.Di samping industri metalurgi, masih banyak industri lainnya yang menggunakan batubara sebagaibahan bakar dalam mendukung proses produksinya, antara lain industri makanan, kimia,pengecoran logam, karet ban, dan lainnya. Di Propinsi Banten dan Jawa Barat ada 21perusahaan yang telah menggunakan batubara dengan total kebutuhan diperkirakan mencapai416.708 ton untuk tahun 2005.4.2.6 Briket BatubaraDari data tahun 1998 – 2005, perkembangan briket batubara berfluktuatif, namun cenderung adapeningkatan. Konsumsi terendah sebesar 23.506 ton pada tahun 2004 dan tertinggi padamencapai 38.302 ton tahun 1999. Pada sisi lain potensi konsumsi BBM yang dapat disubstitusi briketbatubara untuk IKM dan rumahtangga sebesar 12,32 juta ton, dan jumlah optimisnya sebesar 1,3juta ton per tahun atau ekivalen dengan 936.000 kilo liter minyak tanah per tahun. Kondisi pasarakan menentukan bagaimana prospek perbriketan batubara di Indonesia sebagai bahanalternative substitusi minyak tanah khususnya, bersama-masa dengan energi alternative lainnyaseperti bahan bakar nabati (biofuel) dan LPG.4.2.7 Upgrading Brown Coal, Gasifikasi, dan Pencairan BatubaraTerkait dengan upaya ketahanan bauran energi nasional, adalah pengembangan teknologibatubara, dimana skala pilot plantnya dikembangkan oleh Puslitbang Teknologi Mineral danBatubara (tekMIRA) meliputi antara lain upgrading brown coal (UBC), gasifikasi, dan pencairanbatubara. Direncanakan tidak lama lagi akan dirintis ke arah demo plant sebelum skalakomersialisasi.4.3 Perkembangan EksporKebutuhan batubara dunia saat ini ternyata meningkat sangat cepat, antara lain dipicu olehbooming harga dan semakin banyaknya pembangunan PLTU di luar negeri yang menggunakan
  23. 23. bahan bakar batubara, serta kran ekspor China ditutup. Hal ini yang mengantarkan Indonesiasebagai pemasok (eksportir) terbesar pada tahun ini menyaingi Australia dan Afrika Selatan.Ekspor batubara Indonesia pada tahun 1992 hanya sebesar 16,288 juta ton, sedangkan padatahun 2005 tercatat sebesar 106,767 juta ton. Ini berarti volume ekspor rata-rata naik sebesar16,00%. Perusahaan pemegang PKP2B merupakan eksportir batubara terbesar, yaitu sekitar 95,36%dari jumlah ekspor batubara Indonesia, diikuti oleh pemegang BUMN sebesar 2,52% dan KP sebesar2,12%.5. MASA DEPANPada masa mendatang, produksi batubara Indonesia diperkirakan akan terus meningkat; tidakhanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (domestik), tetapi juga untuk memenuhipermintaan luar negeri (ekspor). Hal ini mengingat sumber daya batubara Indonesia yang masihmelimpah, di lain pihak harga BBM yang tetap tinggi, menuntut industri yang selama ini berbahanbakar minyak untuk beralih menggunakan batubara.5.1Proyeksi Penyediaan-Permintaan (Supply-Demand)Produksi batubara nasional terus mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Pada tahun1992 tercatat sebesar 22,951 juta ton, naik menjadi 151,594 juta ton pada tahun 2005, atau naikratarata15,68 % per tahun. Jika diasumsikan proyeksi untuk tahun-tahun mendatang mengikutikecenderungan (trend) tersebut di atas, maka kondisi pada tahun 2025, produksi akan meningkatmenjadi sekitar 628 juta ton.Dari sisi konsumsi, hingga saat ini segmen pasar batubara di dalam negeri meliputi PLTU, industrisemen, industri menengah hingga industri kecil dan rumahtangga. Dalam kurun waktu 1998-2005,konsumsi batubara di dalam negeri berkembang 13,29%. Kondisi saat ini (2005) konsumsi batubaratercatat 35,342 juta ton, di antaranya, 71,11% dikonsumsi PLTU, 16,84% dikonsumsi industri semen, dan6,43% dikonsimsi industri kertas. Dari karakteristik tersebut dan adanya rencana pemanfaatanbatubara melalui pengembangan teknologi UBC, gasifikasi, dan pencairan, maka diproyeksikanpada tahun 2025 kebutuhan batubara dalam negeri akan mencapai sekitar 191,130 juta ton.Sedangkan dari trend ekspor batubara yang peningkatannya sangat signifikan sekitar 16,00%pertahun, maka pada tahun 2025 diproyeksikan akan mencapai 438 juta ton.Kondisi tersebut tidak diharapkan, karena tidak sejalan dengan rencana pengembanganbatubara Indonesia. Untuk tahun 2025, jumlah rencana produksi sebesar 318 miliar ton untukmemenuhi kebutuhan dalam negeri sebesar 214 miliar ton dan untuk memenuhi permintaan luarnegeri sebesar 104 miliar ton.Kunci perbedaan dari kedua proyeksi tersebut terletak pada penjualan ke luar negeri. Sehinggaagarrencana pengembangan batubara Indonesia dapat terealisasi, maka perlu membuat kebijakanpengendalian produksi melalui pembatasan penjualan ke luar negeri dan jaminan pasokan untukkebutuhan dalam negeri yang tercantum di dalam kontrak harus dilaksanakan.GAMBAR 5.1POYEKSI PRODUKSI, PENJUALAN DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI BATUBARA INDONESIATAHUN 2006 - 202541 446597135181109 118168243333438150 16223334347462801002003004005006007002005 2006 2010 2015 2020 2025TahunMilyar Ton Penjualan DNPenjualan LNProduksiGAMBAR 5.1POYEKSI PRODUKSI, PENJUALAN DALAM NEGERI DAN LUAR NEGERI BATUBARA INDONESIATAHUN 2006 - 202541 44
  24. 24. 6597135181109 118168243333438150 16223334347462801002003004005006007002005 2006 2010 2015 2020 2025TahunMilyar Ton Penjualan DNPenjualan LNProduksi5.2 Langkah-Langkah Yang DiperlukanDari hasil gambaran trend suppy-demand batubara nasional hingga tahun 2025 termasukdidalamnya permasalahan yang mungkin muncul, maka untuk memberikan dukungan terkaitdengan pengembangan batubara dalam mencapai bauran energi pada tahun 2025 lebih besardari 33% (214 juta ton), diperlukan langkah-langkah strategis meliputi :a Sumber dayaMelakukan upaya pencarian (inventarisasi) sumber daya dan cadangan batubara yangrepresentatif dan secara berkelanjutan.b. PengusahaanPendataan kontrak (jangka panjang, menengah, pendek, spot) perusahaan dengankonsumen luar negeri. Kemudian pelaku eksportir ditata secara konprehensif danproporsional berdasarkan tingkat produksi dan kondisi kebutuhan di dalam negeri.Setiap pengajuan peningkatan tingkat produksi yang diajukan oleh perusahaan perludisesuaikan dengan kebijakan bauran energi nasional.c. Kebijakan/ InsentifMenetapkan batubara sebagai komoditi strategis.Mengubah komposisi penjualan dalam negeri dan ekspor yang saat ini 28 : 72, secarabertahap hingga tercapai komposisi yang ideal sampai tahun 2025.Mendorong pengusahaan batubara peringkat rendah di dalam negeri untuk memenuhikebutuhan energi melalui paket insentif, seperti penentuan tarif nilai bagi hasil (PKP2B)untuk batubara mutu rendah.Meningkatkan diversifikasi pemanfaatan batubara melalui program pembakaranlangsung, pengembangan briket batubara, pencairan batubara, gasifikasi, up gradingbatubara, dan pengembangan Coal Bed Methane, dengan memperhatikan faktorlingkungan.Memberikan insentif bagi investor (penambangan dan pengolahan) yangmengembangkan UBC, pencairan, dan gasifikasi batubara, antara lain jaminan hasilproduk dibeli oleh pihak pemerintah.Menetapkan nilai bagi hasil bagian pemerintah dari penambangan batubara muturendah dan tambang bawah tanah.d. Insfrastruktur Untuk menunjang kelancaran distribusi batubara dari hulu hingga hilir perlu membangundan mengembangkan prasarana transportasi seperti jaringan kereta api dan pelabuhanbongkar muatMengembangkan pelabuhan bongkar, sarana angkutan, dan jalur distribusi, serta stockyard batubara yang dekat dengan sentra industri (konsumen) di wilayah Pulau Jawa yangmerupakan konsumen terbesar di dalam negeri.Dikompilasi olehTim Kajian Batubara NasionalKelompok Kajian Kebijakan Mineral dan BatubaraPusat Litbang Teknologi Mineral dan Batubara2006
  25. 25. ndonesia adalah eksportir batubara terbesar kedua di dunia (setelah Australia, 2006). Batubarayang banyak diekspor adalah batubara jenis sub-bituminus yang dapat merepresentasikanproduksi batubara Indonesia. Produksi batubara Indonesia meningkat sebesar 11.1% pada tahun2003 dan jumlah ekspor meningkat sebesar 18.3% di tahun yang sama. Sebagian besar cadanganbatubara Indonesia terdapat di Sumatra bagian selatan. Kualitasnya beragam antara batubarakualitas rendah seperti lignit (59%) dan sub-bituminus (27%) serta batubara kualitas tinggiseperti bituminus dan antrasit (14%).Sekitar 74% dari batubara Indonesia merupakan hasil penambangan perusahaan swasta. Satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Tambang Bukit Asam, menghasilkan sekitar10 Mt (hanya 9% dari total produksi batubara Indonesia pada tahun 2003) dari penambanganterbuka. Bandingkan dengan perusahaan-perusahaan swasta seperti PT Adaro, PT Kaltim PrimaCoal, serta PT Arutmin yang dapat memproduksi batubara hingga di atas 10 Mt pada tahun yangsama. Terlihat ironis bukan? Perusahaan penambangan batubara milik negara kalah produksioleh perusahaan swasta.Operasi penambangan batubara seringkali dituduh menyebabkan kerusakan lingkungan.Penambangan batubara diperkirakan menyebabkan kerusakan pada kurang lebih 70 ribu hektartanah. Pada beberapa area, limbah cair dibuang pada sungai terdekat yang pada akhirnyamencemari sumber air warga sekitar. Dampak lingkungan serta permintaan akan kontribusiperusahaan pertambangan yang lebih besar kepada perkembangan masyarakat telahmenyebabkan munculnya permintaan akan ditutupnya operasi penambangan batubara. Salah satuhal yang dapat dilakukan untuk mengurangi pengrusakan lingkungan oleh operasi penambanganbatubara adalah dengan lebih memperketat regulasi yang berkaitan dengan penambanganbatubara, disinilah peran besar pemerintah. Pemerintah merespon permasalahan ini denganmemberikan komitmen bahwa operasi penambangan batubara akan merujuk pada peraturanpemerintah mengenai keselamatan lingkungan. Sebagai contoh, pada tahun 1999 diterbitkan PP
  26. 26. no 18 yang mengatur mengenai tata cara pemrosesan limbah berbahaya dan beracun. Peraturanini mengharuskan perusahaan pertambangan untuk memproses limbah yang dihasilkan hinggamencapai derajat kebersihan yang sangat tinggi dengan standar kemurnian air yang 5 kali lebihketat dibandingkan Amerika Serikat maupun Kanada. Akan tetapi, penerapan regulasi ini padaakhirnya ditunda karena pemerintah mengevaluasi ulang kemampuan teknologi yang dimilikioleh perusahaan pertambangan di Indonesia dan ternyata dibutuhkan penyesuaian. Belum lagiadanya penambangan batubara ilegal. Para penambang ilegal mengabaikan ketentuan yangberkaitan dengan lingkungan dan keselamatan serta menjual batubara dengan harga yang lebihrendah. Pemerintah diharapkan dapat mengambil sikap dan menuntut para penambang ilegal ini.Pemerintah sendiri memiliki ketertarikan yang besar dalam mengembangkan teknologipemanfaatan batubara untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh batubara.Usaha untuk mengembangkan Clean Coal Technology (CCT) telah memasukkan kerjasamadengan pihak asing untuk mempelajari efek-efek yang mungkin muncul dari penggunaanbatubara dan untuk mencari cara baru agar pembangkit listrik yang berbasis pembakaranbatubara dapat memenuhi ketentuan lingkungandari segi emisi. Ini suatu itikad baik yangditunjukkan oleh pemerintah mengingat permasalahan yang menyangkut emisi yang dihasilkanoleh batubara dapat mengurangi visibilitas digunakannya batubara sebagai sumber energi.Masalah sumber energi pun sedang menjadi fokus utama pemerintah berkaitan dengan naiknyaharga minyak bumi. Pada dasarnya, cadangan batubara Indonesia memang jauh lebih besardibandingkan dengan cadangan minyak bumi maupun gas alam sehingga pemerintah kini mulaimelihat batubara sebagai sumber energi alternatif yang murah. Batubara selama ini telahdigunakan sebagai bahan bakar pada pabrik semen dan pabrik baja, apa salahnya jika batubaradigunakan untuk membangkitkan listrik? Apabila hal ini dapat dilakukan, subsidi pemerintahuntuk BBM dapat berkurang (saat ini subsidi memang tidak mencukupi akibat kenaikan hargaminyak bumi dan peningkatan konsumsi BBM). Dalam 3 tahun mendatang diharapkan telahberdiri PLTU Batubara dengan kapasitas daya listrik yang dapat dihasilkan sebesar 10000 MW.Tampaknya untuk mewujudkan hal itu, pemerintah dan industri pertambangan batubara harusbekerja lebih keras. Dengan perkiraan heating value batubara Indonesia yang berada padakisaran 5000 sampai 7000 kal/kg, berapa banyak batubara yang harus diproduksi untukmenghasilkan listrik 10000 MW? Apakah perusahaan pertambangan di Indonesia dapatmenemukan cara untuk menambang batubara tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan?Tampaknya jawaban pertanyaan di atas adalah TIDAK. Atau mungkin BELUM. Tanah yangdikeruk, polusi yang disebabkannya, serta bekas yang ditinggalkannya masih akan menjadimasalah lingkungan di kemudian hari. Mungkin saat ini yang bisa dilakukan adalahmeningkatkan kinerja unit-unit penanganan limbah sekaligus melakukan transfer teknologiterkait dengan keterbatasan yang kita miliki dalam teknologi penambangan, mengurangipenambang-penambang ilegal, dan secara bertahap melakukan rehabilitasi lahan pertambanganyang telah ditinggalkan. MENGAPA? Karena lebih tidak mungkin menghentikan penambanganbatubara yang saat ini diharapkan bisa menjadi penyelamat bagi krisis energi yang melandaIndonesia.
  27. 27. Kekayaaan sumber daya alam di Indonesia sangatlah kaya. Baik yang ada di laut berupa ikan, terumbukarang, keindahan dasar lautnya. Kekayaan alam daratnya lebih banyak lagi, mulai dari flora, fauna,batu-batuan mulia, serta pertambangan. Secara objektif kekayaan alam tersebut dibagi 2: kekayaanalam yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan tidak dapat diperbaharui (unrenewableresources). Bila kita melihat Indonesia ini seperti zambrud di dunia. Saking suburnya apa saja yangditanam akan tumbuh dengan baik. Pola kegiatan ekonomi di Indonesia sangat beragam, wisata sosialbudaya, pertanian, perikanan, pertambangan. Sehingga kalau dilihat secara kekayaan yang ada diIndonesia seharusnya tidak ada orang miskin, karena semua yang ada di Indonesia dapat dimanfaatkan.Kebanyakan daerah di Indonesia saat ini, sebagian besar sumber ekonominya mengandalkan sektorpertambangan, mulai dari Aceh sampai ke Papua. Sangat disayangkan pengelolaan sumber daya alamtersebut diserahkan kepada pihak swasta/asing. Pemerintahan daerah hanya menarik pajak dari apayang diambil oleh pihak-pihak swasta/asing tersebut. Sadar apa tidak pengelolaan seperti itu harusdikelola oleh pemerintah daerah sendiri. Karena pajak yang diambil dari pertambangan tersebut tidakberarti apa-apa bila dibandingkan dengan yang didapat oleh pihak tersebut. Kalau dihitung secarapersentasi nilai uang pajak yang ditarik oleh pemerintah kecil sekali, bayangkan saja kalau pemerintahdapat uang pajak dari tambang Rp. 100 milyar pengelola tambang dapat membawa kekayaan hasiltambang senilai Rp. 1 triliyun, atau mungkin lebih besar lagi dari perkiraan saya. Saya lebih tertarikmembahas pertambangan yang ada di Kalimantan, soal dampak dan manfaatnya.Menurut saya pribadi, pertambangan pada wilayah Pulau Kalimantan khususnya Kal-Sel tidak sesuaidengan dampak yang ditimbulkan. Banyak jalan yang rusak, korban akibat kelalaian pengendara emashitam sudah sangat banyak, dan yang paling riskan adalah dampak kesehatan bagi masyarakat rute lalulintas tersebut. Secara ekonomi pertambangan emas hitam sangat menggiurkan masyarakat sekitar,karena dapat mengangkat ekonomi keluarganya. Orang-orang sekitar wilayah pertambangan bisa sugihmanggasut karena adanya kegiatan ini, tetapi mereka tidak menyadari dampak panjangnya. Inilahkebodohan masyarakat kita, mereka terbuai akan materi sesaat.
  28. 28. Adanya pertambangan hanya akan menguntungkan orang-orang yang mempunyai modal besar. Untukbeberapa puluh tahun akan datang masyarakat memang mendapatkan keuntungan yang besar.Keluarga mereka bisa bekerja, dan terbalik dari keadaan mereka sebelumnya yang dulunya bekerjasebagai petani, berkebun, dan sebagainya. Mereka bisa membeli motor bahkan mobil, dan paling hebatmereka dapat membangun rumah dari batu. Pertambangan yang mereka buka, biasa dengan membukalahan hutan lindung. Akibatnya hutan akan kehilangan fungsinya.Hutan merupakan paru-paru dunia yang dapat menyeimbangkan oksegen di udara yang dibutuhkanoleh manusia dan hewan. Selain itu, hutan merupakan tempat hidup dan sumber makanan bagi manusiadan hewan. Fungsi lain hutan adalah sebagai penadah air hujan sehingga dapat meresap ke dalamtanah. Secara rinci hutan dapat berfungsi sebagai berikut:· Memproduksi hasil hutan seperti kayu dan rotan· Mengatur keberadaan air di muka bumi ini· Mengatur kesuburan tanah· Mempengaruhi unsur-unsur klimatogis seperti hujan, suhu, panas matahari, angin dan kelembaban· Menampung hewan dan tumbuhan di bumiKarena hutan menjadi sumber utama kebutuhan manusia dan mudah didayagunakan oleh manusiamaka hutan telah banyak mengalami kerusakan. Bentuk kerusakan hutan ini yang di akibatkan olehkegiatan manusia, seperti pengalihan fungsi hutan untuk menjadi daerah pertambangan (legal meningmaupun ilegal mening), serta ilegal logging akibat terjadi penyempitan lahan. Menurut para ahlilingkungan saat ini setiap satu menit sekitar 22 hektar hutan tropis di dunia musnah di antaranyasebagian hutan di Sumatera dan Kalimantan. Setiap tahun, sekitar enam juta hektar hutan berubahmenjadi lahan kritis.Jadi, jangan heran kalau daerah-daerah yang dulunya tidak mendapat bencana kini mengalami bencana.Bukan tanpa sebab, ini akibat oleh kepentingan manusia itu sendiri. Ekosistem alam mereka ganggu,sehingga dahulunya hutan yang berfungsi menyimpan air di daerah aliran sungai (DAS), seperti kawasanpahuluan sudah mulai gundul. Sehingga hutan tidak berfungsi baik. Bahkan, kalau dibandingkan denganzaman sebelum kemerdekaan atau tepatnya masa Kolonial Belanda, lebih masa kolonial dalampengelolaan alam. Sekejam-kejamnya orang Belanda pada masa nenek moyang kita, lebih kejam orang-orang pribumi sekarang dalam pengelolaan alam.Orang Belanda dalam mengekpolisasi kekayaan tambang di daerah Banjar masih memperhatikan kondisilingkungan alam, dengan membuka lahan di daerah pegunungan di Pengaron. Sekarang pertambangandi Kal-Sel terutama batu bara sudah sangat memprihatinkan, hampir semua kabupaten sudah di kaplingtanah-tanahnya oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam hal tambang. Mereka tidakpeduli akan kelestarian lingkungan hidup, tambang batu bara yang sudah habis ditinggalkan begitu saja.Kata orang, yang melihat hutan kalimantan dari pesawat sudah tidak hijau lagi. Banyak daerah hutansudah gundul, baik karena akibat ilegal logging maupun bekas area pertambangan.Seperti kata sebuah artikel pada rubrik disebuah koran. Masyarakat kita tidak perlu kaya mendadaktetapi mengorbankan lingkungan dan membuat anak cucu kita menderita, apalagi yang kaya cumasebagian orang. Dalam era Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, untuk parapemimpin daerah janganlah terlalu menguras tambang batu bara yang ada di bumi kalimantan selatanini. Boleh saja memanfaatkan sumber daya alam yang ada, tetapi harus penyeimbangannya. Jangansampai daerah Kalimantan Selatan ini menjadi gurun pasir seperti di Afrika. Dan jangan hasil tambang
  29. 29. alam ini di manfaatkan untuk kepentingan sendiri. Lebih baik digunakan untuk keperluan dalam daerahmisalnya untuk bahan bakar listrik yang sering byar-pet.Masyarakat Kal-Sel jangan terbuai akan keuntungan yang diberikan para pengusaha, baik itupemerintahnya dan masyarakat sekitarnya. Kalau kita berpikir panjang pastilah kita tidak akanmengizinkan ekplolisasi kekayaan hasil tambang yang ada di daerah kita masing-masing. Secara ekonomijangka pendek masyarakat banyak mengalami untung dari para penambang tersebut. Denganpendekatan agama, para penambang tersebut membuat simpati warga masyarakat sekitar areapertambangan, mereka mendekati tokoh ulama dan tokoh masyarakat. Mereka membantu pembuatanmesjid, langgar, mushala, pesantren, dan lain-lain.Lalu dimana letak masalahnya akan merugikan masyarakat, sedangkan dengan adanya kegiatan tersebutakan meningkatkan aktifitas keagamaan. Sekarang masyarakat dan pemerintah setempat harus berpikir,berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan tempat ibadah tersebut yang keluar keluar daripara bos besar tambang. Kecil sekali dari keuntungan yang mereka dapat. Setelah masyarakat terbuaiakan kenikmatan materi sesaat, para bos semakin kaya dengan menguras habis sumber daya alam yangada di Kal-Sel ini. Mereka membeli apartemen, membangun rumah mewah pulau Jawa, dan berinvestasidibidang lain.Masyarakat tidak tahu berapa kekayaan daerah mereka telah dikeruk. Yang pasti mereka dapat hidupdengan nyaman dalam rumah batu mereka, bisa makan dengan enak, tidur ditempat tidur mewah(spring bed), bisa beli mobil. Setelah beberapa puluh tahun, alam mereka telah habis tambangnya,hutan mereka hancur, banyak lubang-lubang galian bekas area tambang. Lalu mereka pun kini telahberhenti sebagai pekerja tambang karena tidak ada lagi aktifitas pertambangan lagi. Uang pesangonmereka hanya cukup untuk 1 atau 2 tahun. Mobil yang dulu mereka beli dijual karena tidak sanggup lagiuntuk membiayai pajak serta perawatannya.Inilah kenyataan yang mereka hadapi, anak-cucu mereka menderita karena olah mereka sendiri. Merekamenikmati bencana yang dibuat sendiri, musim hujan kebanjiran musim kemarau kekeringan.Sedangkan para bos tambang dengan enaknya duduk-duduk, makan enak, jalan-jalan dengan hasilinvestasi mereka. Mereka hidup dengan nyaman di pulau Jawa, sedangkan kita hanya menikmatipenderitaan, karena tidak pindah lagi. Mari masyarakat Kal-Sel jangan biarkan orang-orang luarmengelola tambang kita, mereka hanya ingin menguras kekayaan saja

×