Media Informasi Air Minum                                                Dari Redaksi                                     ...
D A R I R E DA K S I                                                                                                      ...
S U A R A A N DA                                                                                                          ...
L A P O R A N U TA M A             Isu GENDER         dalam Penyediaan       Air Minum dan Sanitasi       etiap manusia, t...
L A P O R A N U TA M A                                                                    FOTO:DOK/CWSH                   ...
L A P O R A N U TA M A      baik pada air akan memberi kaum                                                               ...
L A P O R A N U TA M Ayang direncanakan, termasuk legislasi,    rempuan dalam pengambilan keputus-           katan pengelo...
L A P O R A N U TA M A        Implementasi Gender  dalam Proyek AMPL di Indonesia                                         ...
L A P O R A N U TA M Apembayaran iuran operasional dan                                                        keterwakilan...
WAWA N C A R A                                   Dr. Surjadi Soeparman, MPH   (Deputi Pengarusutamaan Gender Kementerian N...
WAWA N C A R Amemperhatikan kebutuhan air maupun           Sejauh mana peran Kementeri-              bab ketimpangan ini?s...
P E R AT U R A N  Dana Alokasi Khusus Prasarana Air Bersih   dan Sanitasi dalam Peraturan Menteri     Keuangan No. 128/PMK...
P E R AT U R A Nyang hanya 0,18 persen dari tahun                                                        Kewajiban Daerah ...
WAWA S A N          MENGAPA CLTS BERHASIL?             (Tinjauan dari Perspektif Ilmu Sosial)        aya berpendapat, Kama...
WAWA S A Nsyarakat segera membangun jamban              anjing itulah yang berperan sebagai        mencapai 100 persen, ha...
WAWA S A Ndi selokan, dan karena setiap musim         bangunan sarana jamban. Fasilitasi be-       tungannya bila BAB di j...
WAWA S A Nakhirnya masuk ke perut manusia.              Di satu kubu berdiri kokoh ilmuwan       kesepakatan kolektif.    ...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi

887 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
887
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
13
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi April 2007 Tema Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi

  1. 1. Media Informasi Air Minum Dari Redaksi 1 dan Penyehatan Lingkungan Suara Anda 2 Diterbitkan oleh: Kelompok Kerja Air Minum Laporan Utama dan Penyehatan Lingkungan Isu Gender dalam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi 3 (Pokja AMPL) Implementasi Gender dalam Proyek AMPL di Indonesia 7 Penasihat/Pelindung: Wawancara Direktur Jenderal Cipta Karya DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Deputi Pengarusutamaan Gender Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan 9 Penanggung Jawab: Direktur Permukiman dan Perumahan, Peraturan BAPPENAS Direktur Penyehatan Lingkungan, Dana Alokasi Khusus Prasarana Air Bersih dan Sanitasi 11 DEPKES Wawasan Direktur Pengembangan Air Minum, Dep. Pekerjaan Umum Mengapa CLTS Berhasil? 13 Direktur Pengembangan Penyehatan Apapun Sumber Dananya, yang Penting Perencanaannya 18 Lingkungan Permukiman, Dep. Pekerjaan Umum Limbah Bukan Lawan tapi Kawan 20 Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna, DEPDAGRI Metode Balanced Scorecard 22 Direktur Penataan Ruang dan Inspirasi Lingkungan Hidup, DEPDAGRI Kerelaan Tatung-Azizah Mengelola Jaringan Air Warga 25 Pemimpin Redaksi: Tamu Kita Oswar Mungkasa Ananda: Prihatin terhadap Kelangkaan Air 26 Dewan Redaksi: Inovasi Supriyanto, Johan Susmono, Indar Parawansa, Bambang Purwanto Lubang Resapan Biopori 28 Redaktur Pelaksana: Opini Maraita Listyasari, Rewang Budiyana, Pendampingan Pascaproyek, Siapa Berminat? 30 Rheidda Pramudhy, Joko Wartono, Essy Asiah, Bowo Leksono Seputar Plan Indonesia Togo-togo Butuh Pionir Baru 31 Desain/Ilustrasi: Rudi Kosasih Seputar ISSDP Lokakarya Sanitasi di Blitar Hasilkan Deklarasi 32 Produksi: Machrudin Seputar WASPOLA 34 Sirkulasi/Distribusi: Seputar AMPL 39 Agus Syuhada Program 42 Alamat Redaksi: Air untuk Kesehatan Lingkungan dan Manusia 45Jl. Cianjur No. 4 Menteng, Jakarta Pusat. Abstraksi 47 Telp./Faks.: (021) 31904113 http://www.ampl.or.id Klinik IATPI 48 e-mail: redaksipercik@yahoo.com redaksi@ampl.or.id Info Buku 49 oswar@bappenas.go.id Info Situs 50 Redaksi menerima kiriman Info CD 51 tulisan/artikel dari luar. Isi berkaitan Pustaka AMPL 52dengan air minum dan penyehatan lingkungan dan belum pernah dipublikasikan. Panjang naskah tak dibatasi. Sertakan identitas diri. Redaksi berhak mengeditnya. Majalah Percik dapat diakses di situs AMPL: http://www.ampl.or.id Silahkan kirim ke alamat di atas. Majalah Percik edisi April 2007 ini diterbitkan atas kerja sama antara POKJA AMPL dan Plan Indonesia
  2. 2. D A R I R E DA K S I FOTO:DOK/KRUHA ak terasa kita sudah menapakiT bulan kelima di tahun 2007. Selama itu pula kita tak berse-muka. Kini kami kembali menyapapembaca setia Percik dengan tetapmengusung semangat "cinta air dan cin-ta lingkungan". Banyak hal yang harus kami benahi.Penyesuaian rubrik, pengumpulan data,hingga pembenahan intern. Dan diedisi17 ini, kami kembali menyampaikanberbagai informasi seputar air minumdan penyehatan lingkungan (AMPL). Dalam empat bulan terakhir, banyakperistiwa dan kegiatan berkaitan de-ngan air dan penyehatan lingkungan.Peristiwa dan kegiatan tersebut telahkami rangkum dan kami hadirkan dihadapan pembaca setia semua. Tepat 22 Maret 2007 lalu, Hari AirSedunia diperingati. Sudah lebih dari 10tahun sejak sidang umum PBB mene-tapkan pelaksanaan Hari Air Seduniasetiap 22 Maret mulai 1993. Bukan tan- Pemasangan spanduk oleh KRUHA (Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air)pa alasan ada penetapan hari air yang dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia.setiap tahun diperingati negara-negaraseluruh dunia. Bukankah air terus men- masyarakat miskin. Dan yang paling Promkes telah memberi porsi terhadapjadi persoalan kompleks yang melanda merasa menderita adalah kaum perem- peran perempuan. Tentunya gambaranbanyak negera, terutama negara-negara puan. tentang gender menjadi lengkap denganmiskin? Dan tak disangkal lagi, air me- Sudah saatnya perempuan berperan adanya wawancara eksklusif bersamamang menjadi kebutuhan dasar manu- aktif menjadi penentu kebijakan ber- Dr. Surjadi Soeparman, MPH, Deputisia. kaitan dengan pengadaan air minum Pengarusutamaan Gender, Kemente- Karena itu, edisi kali ini, membahas dan penyehatan lingkungan. Tak hanya rian Pemberdayaan Perempuan.seputar Hari Air Sedunia. Tentang itu, semua pihak juga sudah seharusnya Satu rubrik yang akan terus diha-sejarah dan berbagai kegiatan yang menyadari pentingnya keterlibatan pe- dirkan adalah "Tamu Kita". Mengang-digelar masyarakat Indonesia dalam ran perempuan. kat selebritis atau public figure yang te-menyambutnya. Mulai dari pemerintah, Bicara perempuan, sekedar meng- lah lama dan berkompeten seputar airpihak swasta, mahasiswa, hingga ma- ingatkan, bila di bulan April tepatnya 21 minum dan lingkungan hidup. Kita bisasyarakat biasa. Kegairahan ini menun- April, pernah lahir seorang pejuang pe- bersama belajar dari pengalaman mere-jukkan keinginan semua pihak agar ter- rempuan, Raden Ajeng Kartini. Tam- ka.hindar dari kelangkaan air. paknya di zaman ini, dibutuhkan pe- Masih banyak lagi bahasan dan in- Hari Air Sedunia tahun ini memetik juang-pejuang perempuan sebagai pe- formasi yang ditampilkan di majalahtema Menanggulangi Kelangkaan Air nyelamat keluarga dari kelangkaan air. yang diterbitkan Kelompok Kerja Air(Coping with Scarcity). Sangat tepat, Laporan utama kali ini tentang isu Minum dan Penyehatan Lingkungankarena semakin tahun kelangkaan air gender. Penjelasan sejarah, definisi, (Pokja AMPL) ini. Namun berbeda de-sebagai kebutuhan seluruh umat manu- dan pengarusutamaan gender, diharap- ngan edisi terdahulu, Percik Yuniorsia, semakin terasa. kan dapat memberi pencerahan bagi kali ini diterbitkan secara terpisah dan Di banyak daerah di Indonesia, baik kita semua. Untuk membumikan isu langsung didistribusikan ke sekolah.di perdesaan atau bahkan di perkotaan, gender, maka Kami mencoba mengorek Kritik dan saran tetap dinantikan demiakses terhadap air minum masih terus seberapa jauh proyek-proyek seperti kemajuan majalah kita bersama. Akhirmenjadi masalah utama, apalagi bagi ProAir, Sanimas, WSLIC-2, dan kata, selamat membaca. Percik April 2007 1
  3. 3. S U A R A A N DA KARIKATUR: RUDI KOZ Gagasan Tanggap Bencana PERCIKARTUN Memperhatikan bencana banjiryang terjadi di Jakarta pada awalFebruari 2007, kami ingin menyam-paikan gagasan preventif sebagai be-rikut :1. Latar Belakang a. Pembangunan perumahan sangat sulit dicegah apalagi kota yang menarik dari berbagai aspek seper- ti Jakarta maupun daerah ur- ban/sub urban Depok dan Bogor. b. Relokasi permukiman warga di pinggir kali juga sangat sulit de- ngan berbagai macam alasan dan pertimbangan. c. Regulasi sumur resapan sudah di- terapkan, namun dalam prak- tiknya warga membuat tapi kapa- sitas tidak mencukupi, tidak per- nah dipelihara, dan hanya ber- orientasi pada konservasi air tanah dangkal sehingga masih terjadi ing dan digunakan kembali. tiannya diucapkan terima kasih. banjir karena sumur resapan tidak d. Dengan mengacu pada penyedotan Bambang Widiyoko berfungsi optimal. air minum, dimana satu sumur bor Staf Dinas Kimpraswilhub d. Beban ekonomi masyarakat saat ini dapat mensuplai debit 20-40 Kabupaten Sleman khususnya yang bertempat tinggal liter/detik, maka sumur resapan di wilayah berpotensi banjir sangat dengan konstruksi yang sama akan berat. mampu menyerap air 20-40 Mohon Dikirim Percik liter/detik.2. Usulan e. Untuk memelihara dan mencegah Perkenalkan nama saya Joko a. Dengan pertimbangan anggaran penyumbatan yang cepat, sebelum Sutrisno, guru di SMA 1 Karangmojo yang cukup, baik dari APBN air dimasukkan ke dalam sumur re- Gunungkidul D.I. Yogyakarta 55891. maupun APBD DKI Jakarta, sapan air dari saluran drainase dile- Selanjutnya, suatu ketika saya pernah masalah sumur resapan sebaiknya watkan dulu pada bangunan pe- baca majalah Percik, saya tertarik isinya diambil alih Pemerintah/Peme- nangkap pasir/kerikil termasuk karena masalah lingkungan menjadi topik rintah Daerah. kotoran yang lain yang dapat yang perlu segera dipikirkan secara serius. b. Dalam pembuatan sumur resapan ditangkap. Untuk itu kiranya berkenan, saya mohon harus komunal, mempunyai kapa- f. Uji coba dapat dilaksanakan dengan untuk dikirimi majalah Percik setiap kali sitas yang besar, dapat dipelihara, memerintahkan kepada semua majalah Percik terbit. berkelanjutan, dan berorientasi hotel-hotel berbintang yang ada Pertama untuk menambah wawasan pada konservasi air tanah dalam. atau bangunan-bangunan komer- saya tentang lingkungan, kedua dan c. Sebagai pilot project Jakarta se- sial yang besar. seterusnya untuk dapat ikut mem- baiknya mengembangkan sumur g. Agar lebih aplikatif dapat diadakan berikan saran-saran kepada lingkungan resapan dengan menggunakan kon- uji akademik dan penelitian ter- saya berada atau cakupan yang lebih lu- struksi sumur dalam 80-100 lebih dahulu. as yaitu Pemkab kami Gunungkidul. meter, seperti sumur bor untuk h. Apabila Jakarta berhasil, maka da- Terima kasih atas perhatiannya. pengambilan air bawah tanah un- pat ditiru provinsi/kabupaten lain Joko Sutrisno, S.Pd., M.T. tuk air minum. Sehingga apabila di Indonesia. SMA 1 Karangmojo, Gunungkidul, terjadi penyumbatan dapat di flash- Demikian usulan kami, atas perha- Yogyakarta 55891 2 Percik April 2007
  4. 4. L A P O R A N U TA M A Isu GENDER dalam Penyediaan Air Minum dan Sanitasi etiap manusia, tidak terkecuali studinya tidak bias gender”. Jadi gender Subordinasi Perempuan di University ofS perempuan dan laki-laki, mem- butuhkan air setiap hari untukberbagai kebutuhan. Untuk memenuhi diterjemahkan hanya sebagai jenis kelamin perempuan. Sussex. Para ahli pada pertemuan tersebut menyatakan bahwa perempuan, seperti ju- ga pria, adalah perbedaan biologis, semen-kebutuhan air di setiap keluarga, Apa itu Gender? tara subordinasi perempuan adalah tercip-khususnya di perdesaan, perempuan Jika melacak ke belakang, kata gender ta secara sosial dan bukan ditentukanmempunyai peran dominan, mulai dari muncul terutama dalam khasanah akade- secara biologis. Mereka lebih lanjut mene-mengambil air, memasak, memandikan mik di akhir abad 20. Penggunaan perta- gaskan bahwa untuk membedakan secaraanak, mencuci, dan menyiram tanaman. makali kata gender terlacak pada tahun konseptual dari kenyataan ini maka diper-Namun laki-laki memegang kendali 1976 ketika dilaksanakan Lokakarya lukan untuk mengidentifikasi sex seba-dalam pengambilan keputusan terkaitpenyediaan air minum dan sanitasi. Kondisi ini kemudian menyebabkantimbulnya ketidakefisienan dan keti- Evolusi Pendekatan Gender ampai awal 1970-an, kebijakan pem- pendek, tetapi perempuan tidak mendapat Sdakefektifan dalam penyediaan airminum dan sanitasi. Fasilitas yang bangunan terfokus pada pemenuhan perlakukan yang setara, bahkan banyak ke-dibangun sebagian besar tidak sesuai kebutuhan perempuan miskin dalam giatan yang tidak berrkelanjutan. Kelemah-dengan kebutuhan terutama terkait de- konteks sebagai istri dan ibu. Sekarang ini an utama proyek WID adalah tidak memper-ngan kebutuhan perempuan yang nota dikenal sebagai pendekatan kesejahteraan, timbangkan peran perempuan yang bera- dengan pusat perhatiannya adalah kese- gam atau salah menghitung elastisitas ke-bene merupakan pengguna air domi- hatan ibu dan anak, dan nutrisi. Diasumsi- tersediaan waktu perempuan.nan, baik dari segi proporsi jumlah pen- kan bahwa keuntungan dari orientasi stra- Sejak akhir 1980-an, pendekatan Gen-duduk maupun peran penggunaan air. tegi ekonomi makro akan memercik ke pen- der dan Pembangunan (Gender and Deve- Beberapa dasawarsa terakhir, mulai duduk miskin dan perempuan miskin akan lopment/GAD) diperkenalkan dengan sasar-timbul kesadaran akan pentingnya mendapatkan manfaat dari perbaikan kon- an menghilangkan disparitas sosial, ekono-mempertimbangkan kepentingan pe- disi kesejahteraan suaminya. Perempuan mi dan keseimbangan politik antara perem-rempuan dalam penyediaan air minum adalah penerima manfaat secara pasif. puan dan laki-laki sebagai persyaratandan sanitasi. Isu ini kemudian banyak Layanan air dan sanitasi didefinisikan dalam untuk mencapai pembangunan yang berori-dikenal sebagai isu gender. konteks kesehatan dan higinitas, yang di- entasi pada masyarakat. Sebagian besar pandang sebagai tanggungjawab perempu- kegiatan di bidang air dan sanitasi saat iniSalah Kaprah Gender an. menggunakan pendekatan ini. Walaupun Dalam periode 1970-1980, pendekatan demikian, terdapat banyak cara pandang Pemahaman gender sebagai jenis perempuan dalam pembangunan (Women dalam pendekatan ini dan belum tersediakelamin perempuan banyak terjadi di- in Development/WID) ditujukan untuk satu cetak biru untuk memungkinkan kese-sekeliling kita. Bukan sesuatu yang aneh menyatukan perempuan kedalam proses taraan dalam penyediaan air.ketika kita mendengar seseorang dalam pembangunan dengan menjadikan mereka Baik pendekatan WID dan GAD masihsebuah pertemuan mengajukan pernya- sebagai target, bahkan dalam bentuk ke- dipergunakan sampai saat initaan seperti ”Kok laki-laki semua ya?. giatan khusus perempuan. Perempuan te- Beberapa tahun terakhir, pendekatanMana gendernya?.” Bahkan tidak jarang tap sebagai penerima manfaat secara pasif gender dan pemberdayaan (gender andkita menemukan studi tentang gender dalam pendekatan ini. Meskipun banyak empowerment) telah berusaha merubahyang semua tenaga ahlinya perempuan. proyek WID meningkatkan kesehatan, pen- hubungan gender saat ini melalui pene-Alasannya sederhana bahwa ”Biar hasil dapatan atau sumber daya dalam jangka kanan pada pemberdayaan perempuan. Percik April 2007 3
  5. 5. L A P O R A N U TA M A FOTO:DOK/CWSH Kemudian apa yang dimaksud de- ngan Analisis Gender? Analisis gender mengacu pada cara sistematis memandang perbedaan dam- pak pembangunan terhadap perempuan dan laki-laki. Analisis gender mensyarat- kan pemilahan data berdasar jenis ke- lamin. Analisis gender harus dilaksana- kan di tiap tingkatan proses pemba- ngunan, untuk kemudian mendapatkan gambaran bagaimana kegiatan, keputus- an, rencana tertentu mempengaruhi pe- rempuan dan laki-laki secara berbeda. Mengapa Gender Penting dalam Penyediaan Air Minum dan Sani- tasi Terdapat beberapa fakta penting yang menjadikan alasan pentingnya mengangkat isu gender diantaranya (i) kaum perempuan merupakan kolektor,gai perbedaan biologis antara perem- bukan tentang perempuan tetapi lebih pengangkut, pengguna dan pengelolapuan dan pria, dan gender pembedaan pada kesetaraan peran laki-laki dan utama air untuk keperluan rumah tang-antara maskulinitas dan feminitas yang perempuan dalam segala aspek kehi- ga dan sebagai promotor dalam kegiat-terbangun sebagian besar melalui pen- dupan. Pada satu kesempatan, mungkin an-kegiatan yang berkaitan dengan airdidikan dan sosialisasi. Faktor biologis masalahnya adalah peran perempuan dan sanitasi (ii) manfaat yang lebih be-tetap dan tak dapat dirubah, tetapi fak- tetapi tidak tertutup kemungkinan di- sar dari sekedar kemampuan proyektor sosial dapat dirubah. lain kesempatan peran laki-laki yang untuk menyediakan air dan sanitasi Sehingga gender kemudian menga- menjadi isu. yang baik antara lain berupacu pada perbedaan peran, hak, dan Manfaat ekonomi: Akses yang lebihtanggungjawab laki-laki dan perempu-an dan hubungan diantara keduanya.Gender tidak sekadar mengacu pada pe- Keterkaitan Genderrempuan atau laki-laki, tetapi terhadapbagaimana kualitas, perilaku dan iden- Gender dan pendidikan --- Lebih banyak anak perempuan bersekolah ketika ketersediaan air minum meningkat dan ketika tersedia fasilitas jamban yangtitas ditentukan melalui proses sosial- terpisah bagi anak laki dan perempuan.isasi. Gender umumnya dikaitkan de-ngan ketidaksetaraan kekuasaan dan Gender dan kesehatan --- peningkatan kesehatan menguntungkan perempuanakses terhadap pilihan dan sumber da- secara langsung (termasuk kesehatan melahirkan), dan akibatnya higinitasya. Perbedaan peran perempuan dan rumah tangga membaik.laki-laki dipengaruhi oleh kenyataan se-jarah, agama, ekonomi dan budaya. Ke- Gender dan pekerjaan rumah tangga --- peningkatan ketersediaan air me- ngurangi beban kerja rumah tangga dan memberikan perempuan lebih banyakseluruhan peran ini dan tanggung ja- waktu bersama anak-anak dan kegiatan ekonomi.wabnya dapat berubah seiring waktu. Pada penggunaan istilah gender ter- Gender dan pendapatan --- peningkatan ketersediaan air dan mengurangikini, gender telah digunakan layaknya beban penyakit mengakibatkan lebih banyak waktu bagi perempuan untukseperti kelas, etnis, suku, untuk menje- bekerja.laskan analisis kategori sosial dalaminteraksi antarfaktor sosial. Gender dan budaya --- peningkatan ketersediaan air dan fasilitas sanitasi memperbaiki kehormatan, status dan kesempatan perempuan. Sederhananya, seharusnya gender 4 Percik April 2007
  6. 6. L A P O R A N U TA M A baik pada air akan memberi kaum FOTO:PRO AIR perempuan waktu yang lebih ba- nyak untuk melakukan aktivitas mendatangkan pendapatan, men- jawab kebutuhan anggota keluar- ga, atau memberikan kesejahtera- an dan waktu luang untuk kese- nangan mereka sendiri. Perekono- mian, secara keseluruhan, dapat pula memberikan berbagai man- faat. Manfaat kepada anak-anak: Ter- bebas dari pekerjaan mengumpul- kan dan mengelola air yang me- makan waktu dapat membuat anak-anak, khususnya anak pe- rempuan untuk bersekolah. Oleh sebab itu, dampaknya diharapkan dapat mencapai antargenerasi. Pemberdayaan terhadap kaum pe- rempuan: Keterlibatan dalam pro- yek-proyek penyediaan air dan Tahukah Anda? sanitasi akan memberdayakan ka- Perempuan Afrika dan Asia berjalan rata-rata 6 km untuk meng- um perempuan, khususnya apabila ambil air. Sementara perempuan India menghabiskan rata-rata kegiatan proyek tersebut dihu- 2,2 jam per hari. bungkan dengan kegiatan yang Ketika fasilitas sanitasi memadai bagi anak perempuan, tingkat terkait dengan peningkatan penda- kehadiran meningkat. Di Pakistan, lebih dari 50 persen dari anak patan dan sumber daya produktif perempuan yang putus sekolah disebabkan tidak tersedianya fasi- seperti kredit. litas jamban di sekolah. Di Bangladesh, penyediaan air dan fasili- Salah satu bukti empiris pentingnya tas sanitasi meningkatkan kehadiran anak perempuan sebesar 15partisipasi perempuan dalam penyedia- persen.an air minum yang selalu dijadikan re- Di Tajikistan, anak perempuan memilih tidak hadir di sekolah keti-ferensi adalah hasil analisis terhadap ka sedang datang bulan, sebagai akibat tidak tersedianya fasilitas jamban.121 proyek air minum perdesaan BankDunia. Berdasar hasil analisis ternyatabahwa partisipasi wanita meningkatkankeefektifan proyek dalam bentuk de- Deklarasi Politik (Prinsip 18) yaitu "Ka- taraan dalam pengelolaan penggunaansain, implementasi, operasi dan peme- mi bersepakat untuk memastikan bah- air berkelanjutan dan dalam memper-liharaan, dan kehandalan sistem. wa pemberdayaan perempuan dan oleh manfaat. Peran perempuan perlu emansipasi dan kesetaraan gender dipa- ditingkatkan dan partisipasinya diper-Jejak Gender dalam Penyediaan dukan kedalam seluruh kegiatan yang luas". Pada Forum Air Dunia II (2ndAir Minum dan Sanitasi disepakati dalam Agenda 21, dan Millen- World Water Forum) di Hague tahun Pada pertemuan tingkat dunia ten- nium Development Goals (MDGs)". 2000, baik tujuan efisiensi dan keseta-tang Pembangunan Berkelanjutan (The Kesepakatan ini merupakan kelan- raan dipromosikan melalui penggunaanWorld Summit on Sustainable Develop- jutan dari pernyataan yang dibuat da- pendekatan gender.ment) September 2002, pemimpin du- lam Konferensi Tingkat Menteri 2001 dinia bersepakat untuk memadukan pen- Bonn, Jerman, bahwa "pengelolaan air Pengarusutamaan Genderdekatan gender kedalam kebijakan dan seharusnya didasarkan pada pende- Pengarusutamaan gender adalahpraktek pengelolaan air internasional. katan partisipatif. Baik laki-laki dan pe- proses mengukur implikasi bagi perem-Kesepakatan ini dituangkan dalam rempuan terlibat dan mempunyai kese- puan dan laki-laki dari setiap kegiatan Percik April 2007 5
  7. 7. L A P O R A N U TA M Ayang direncanakan, termasuk legislasi, rempuan dalam pengambilan keputus- katan pengelolaan air minum. Contohkebijakan dan program di semua ting- an, diantaranya dengan membuat jad- lainnya yang relatif lebih rinci seperti dikatan. Ini merupakan strategi untuk wal kegiatan yang membuat perempuan Lesotho dan Afrika Selatan yang meng-menjadikan kepedulian yang sama ter- dapat terlibat; (iii) mendorong kerjasa- atur proporsi tertentu staf perempuan.hadap perempuan dan laki-laki dalam ma strategis antara Organisasi Berbasis Di Republik Dominika, Otoritas Air Mi-melaksanakan penyusunan, imple- Masyarakat dan Lembaga Swadaya Ma- num mempersyaratkan setidaknya 40mentasi, pemantauan dan evaluasi dari syarakat dengan komunitas dan peme- persen dari komite air minum haruskebijakan dan program di segala aspek. rintah daerah dalam penyediaan AMPL perempuan.Singkatnya, pengarusutamaan gender dan mendukung pengembangan usaha Di Indonesia sendiri, isu genderdiartikan sebagai cara untuk memasti- kecil; (iv) meningkatkan kapasitas para telah diadopsi dalam salah satu prinsipkan bahwa kesetaraan perempuan dan profesional untuk mengarusutamakan dasar Kebijakan Nasional Pemba-laki-laki terwujud baik dalam perenca- gender; (v) keterlibatan swasta dalam ngunan Air Minum dan Penyehatannaan, operasi, pemeliharaan, dan pe- penyediaan AMPL perlu mempertim- Lingkungan Berbasis Masyarakat.ngelolaan program dan proyek. bangkan aspek gender. Dibahasakan sebagai peran perempuan Dalam penyediaan air minum dan dalam pengambilan keputusan. FOTO:PRO AIRsanitasi, pendekatan berbasis ma- Kemudian prinsip dasar ini di-syarakat sering mengalami kegagalan terjemahkan oleh masing-masing pe-dalam mencapai tujuan efisiensi dan ngelola proyek AMPL di Indonesiakeberlanjutan program dikarenakan (WSLIC 2, CWSH, Sanimas, Pro Airkomunitas dipandang sebagai se- dan lain-lain). Bentuk implementasikumpulan penduduk dengan kebu- dari prinsip ini akan berbeda di setiaptuhan yang sama tanpa membedakan proyek (selengkapnya lihat tulisanperempuan atau laki-laki. Implementasi Gender dalam Proyek Pada kenyataannya, komunitas AMPL di Indonesia). Ada yang secarabukan merupakan kumpulan pendu- jelas mensyaratkan proporsi keterli-duk dengan karakteristik dan ke- batan perempuan dalam berbagaiinginan yang seragam. Komunitas kegiatan, sementara lainnya hanyaterdiri dari beragam kelompok yang mensyaratkan memberi kesempatansaling bersaing. Ketika sumber daya yang sama bagi perempuan. Belumterbatas maka terjadi persaingan dan terlihat secara jelas bagaimana kon-sebagaimana biasa penduduk miskin sep gender ini akan diterapkan diterabaikan khususnya perempuan. dalam kegiatan penyediaan AMPL diPenerapan analisis gender akan Indonesia.membantu pengambil keputusanmengalokasikan sumber daya dengan Pekerjaan Rumah yang Tersisalebih baik tanpa merugikan kelom- Ketika pemahaman konsep gen-pok marjinal. der telah dipahami dengan benar, Ketika disepakati bahwa keterlibat- Bagaimana Isu Gender Diterje- ketika konsep gender telah dituangkanan perempuan merupakan faktor kritis mahkan dalam Kebijakan dalam kebijakan pemerintah, ketikadalam memastikan tercapainya efisiensi Pada banyak negara, kebijakan konsep gender telah dicoba diimple-dan keberlanjutan penyediaan air mi- nasional penyediaan air minum dan sa- mentasikan dalam kegiatan penyediaannum dan sanitasi, pengarusutamaan nitasi sebagian besar telah menyebut AMPL, dan banyak ketika yang lain,gender menjadi jalan keluarnya. Tentu pentingnya peran wanita dan lebih rinci maka pertanyaan yang menyeruaksaja pengarusutamaan gender dalam lagi pembagian tanggungjawab antara adalah apakah konsep gender dalampenyediaan air minum dan sanitasi perempuan dan laki-laki, walaupun ja- penyediaan AMPL di Indonesia sudahakan memerlukan langkah strategis, di- rang ditemukan fokus gender yang leng- dalam jalur yang benar?. Pekerjaanantaranya berupa (i) penyiapan data kap. Di Uganda, Strategi Gender Sektor rumahnya adalah bagaimana meng-yang mendukung analisis gender beru- Air Minum telah diperkenalkan sejak ukurnya? Ini menjadi tugas kita ber-pa pemisahan data perempuan dan laki- tahun 2003 yang menegaskan keterli- sama, baik perempuan maupun laki-laki; (ii) mendorong keterlibatan pe- batan perempuan pada seluruh ting- laki. (OM) 6 Percik April 2007
  8. 8. L A P O R A N U TA M A Implementasi Gender dalam Proyek AMPL di Indonesia FOTO:PRO AIR (Water and Sanitation for Low Income Communities) adalah gender dan kemis- kinan. Melalui proyek ini diperlukan upaya menggugah dan menggali peran perempuan dan masyarakat miskin untuk memperoleh hak dan kewajiban yang sama dalam menyampaikan pendapat dan dalam pengambilan keputusan. Tidak berbeda dengan CWSH (Com- munity Water Services and Health Pro- ject) yang menjadikan pendekatan gender sebagai salah satu karakter dari proyek. CWSH menempatkan kaum perempuan sebagai posisi kunci untuk fasilitator yang diharapkan keterlibatannya disetiap level. Sementara pada proyek Sanimas me- mang tidak secara khusus menerapkan pendekatan gender. Tapi pada kenyataan di lapangan, perempuan banyak terlibat dalam setiap tahapan proses pember- dayaan Sanimas seperti tenaga fasilitator dan pengambil keputusan. Bicara kesetaraan gender seperti Dra. Pimanih, M.Kes, Staf Perenca- tak ada habisnya. Di satu tempat ada kemajuan naan dan Keuangan Proyek CWSH, me- sementara di tempat lain masih ada ngatakan peran penting perempuan, karena mereka selalu berhubungan de- praktek pemarjinalan peran perempuan. ngan air mulai dari bangun tidur sampai mau tidur kembali dalam hal menyedia- kan air untuk minum, memasak, mandi ada hakekatnya baik secara puan memiliki peran sentral dalam dan mencuci. "Dalam keseharian perem-Pder. tersirat maupun dalam imple- mentasinya, proyek-proyek AMPL di Indonesia telah men-coba mengimplementasikan prinsip gen- penyediaan, pengelolaan dan perlin- dungan air. "Oleh sebab itu, perempuan harus dilibatkan dalam segala pembuatan keputusan yang mempengaruhi penggu- naan air," tegasnya. puan tidak terlepas dari air sebagai salah satu kebutuhan rumah tangga karena sudah dianggap kodratnya," jelasnya. Sementara menurut CPMU WSLIC-2 Imam Syahbandi, perempuan berperan Proair atau program air yang meru- Proyek Proair ini mengacu pada besar dalam kesinambungan kegiatanpakan proyek hibah Pemerintah Jerman Kebijakan Nasional Pembangunan Air sehingga mereka penting menentukantelah menekankan secara tersirat salah Minum dan Penyehatan Lingkungan pilihan teknis sarana yang dibangun agarsatu prinsip dasarnya adalah berorientasi Berbasis Masyarakat (AMPL-BM) bahwa sesuai kebutuhan perempuan dan laki-pada gender. perempuan mempunyai peran dalam laki. "Perempuan juga penting untuk ikut Sekretaris Eksekutif Proair Ir. Deni pengambilan keputusan. dalam penentukan aturan dan sanksiMulyana, M.Kes menekankan perem- Salah satu fokus dari proyek WSLIC-2 penggunaan dan pemeliharaan air serta Percik April 2007 7
  9. 9. L A P O R A N U TA M Apembayaran iuran operasional dan keterwakilan perempuan dalam setiappemeliharaan," tuturnya. langkah kegiatan dan kepengurusan ke- Keterlibatan perempuan lembagaan masyarakat (minimal 30 per-Kesetaraan Peran di CWSH bisa dilihat dalam sen perempuan), rekruitmen staf, dan Sebenarnya sudah adilkah peran an- musyawarah, workshop, mengadakan berbagai pelatihan gendertara perempuan dan laki-laki dalam diskusi kelompok. Perempuan dan advokasi gender kepada stakeholderpemenuhan kebutuhan air bersih dan sa- diminta pendapatnya untuk mensosialisasikan dan mendukungnitasi? Karena tak hanya di perdesaan saja dalam proses, mulai dari implementasi pendekatan gender.perempuan masih dianggap orang rumah- Keterlibatan perempuan di CWSH perencanaan, pembangunan,an. Di wilayah perkotaan pun pembedaan bisa dilihat dalam musyawarah, work-status sosial dan budaya masih terasa. pemanfaatan, dan perawatan. shop, diskusi kelompok. Perempuan di- Dalam penelitian Proair ditahun 2004 minta pendapatnya dalam proses, mulaitentang pengetahuan, sikap dan praktek selama ini peran itu ada pada kaum laki- dari perencanaan, pembangunan, peman-dalam pemakaian/pengolahan air khusus- laki. Dan pandangan ini yang menjadikan faatan, dan perawatan.nya terhadap kaum perempuan, hasilnya tetap adanya rasa ketidakadilan. Sudah sejak awal ada dukungan dankaum perempuan banyak terlibat dalam Menurut Emah, perempuan harus keterlibatan peran perempuan dalammengambil air khususnya bagi mereka berperan aktif disetiap tahap pemba- pembangunan air minum dan sanitasi dikalangan ekonomi lemah. Bagi kaum ngunan dimanapun berada sejauh dia proyek Proair sehingga tinggal mengikutiperempuan dengan tingkat ekonomi lebih mampu dan diberi kesempatan. "Tanpa aturan yang ada dari kegiatannya. "Semua-baik, yang mengambil air adalah anak- perlu memilih-milih peran karena pada nya kembali pada kaum perempuan. Apa-anak dan itu adalah anak perempuan. kenyataannya perempuan bisa dan mam- kah mau terlibat atau tidak, atau dapat me- Dari yang mengambil air, 27 persen pu melakukan dan berperan sebagai apa manfaatkan kesempatan ini," kata Deni.anak perempuan, 41 persen perempuan saja," ujar perempuan yang bekerja seba- Saat ini, pemberdayaan dan perandewasa dan sisanya kaum laki-laki. gai staf Subdit Air Limbah Direktorat perempuan dikegiatan Proair baru padaSedangkan dari status, baik kaum kaya, Pengembangan dan Penyehatan Ling- tahap keterlibatan atau partisipasi perem-sedang dan rendah tetap kaum perempuan kungan Permukiman, Ditjen Cipta Karya. puan dalam setiap langkah. Masih dibu-yang berperan mengambil air. Untuk pemenuhan kebutuhan air, lan- tuhkan peran yang lebih mendalam lagi. Menurut Pimanih atau yang akrab di- jut Emah, seharusnya perempuan menja- Imam memaparkan upaya WSLIC-2sapa Upi, memaparkan masih terjadi keti- di pihak petama yang diutamakan ma- dalam memberdayakan perempuan dandaksetaraan kaum seperti pada perte- sukan/pendapat maupun kebutuhannya, meningkatkan peran perempuan saat inimuan untuk mengambil keputusan ren- karena perempuan yang berfungsi sebagai pada konsep "partisipasi perempuan"cana pembangunan sarana air minum. ibu rumah tangga masih menjadi faktor yang berpegang pada prinsip "kese-Kaum laki-lakilah yang kerap diundang utama penentu keberhasilan sebuah kelu- taraan", karena memang belum dilakukankarena dianggap mereka lebih menge- arga. "Jika ingin generasi penerus yang upaya-upaya khusus penguatan untuktahui dan mampu mengerjakannya. berkualitas, yang pertama harus dila- perempuan. Masih pada keterlibatan dise- "Sementara perempuan dianggap kukan adalah mendidik perempuan- tiap kegiatan dan bergeser pada pengam-tidak mengetahui tentang pembangunan perempuan menjadi ibu yang pintar dan bilan keputusan.tepatnya hanya untuk mengurus anak dan cerdas," ujarnya. "Kedepan, pada proyek-proyek yangrumah tangga," ujar Upi. menggunakan pendekatan gender dalam Emah, staf Dep. PU yang sehari-hari Usaha dan Konsep Keterlibatan Pe- implementasinya selain mengeluarkanmenangani Sanimas, menganggap untuk rempuan kebijakan tentang quota, staffing, peranmemperoleh air tidak perlu diperde- Cara pelibatan perempuan dalam perempuan dalam setiap langkah kegiatanbatkan menjadi tanggung jawab dan pembangunan Sanimas adalah dengan juga perlu dirancang sejak persiapankewajiban siapa karena kebutuhan dasar melibatkan mereka dalam setiap kesem- proyek untuk penguatan perempuanadalah milik semua orang. Akan tetapi, patan tahapan proses pemberdayaan dalam peran pembangunan," paparnya.menurut Deni, peran yang disediakan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan Apapun jika pemberdayaan masya-untuk perempuan terkadang kurang banyaknya perempuan yang terlibat dise- rakat benar-benar diterapkan, makadimanfaatkan sehingga perempuan yang tiap pembangunan Sanimas di hampir perempuan akan terlibat dengan aktif danhendak terlibat masih ada perasaan semua tempat. suaranya akan didengar. Semua ini perlukhawatir bahwa ini bukan porsi perem- Dalam proyek WSLIC-2 proses peli- kesadaran dan kedewasaan bersama.puan atau khawatir berbuat salah karena batan dengan jalan penetapan quota Bowo Leksono 8 Percik April 2007
  10. 10. WAWA N C A R A Dr. Surjadi Soeparman, MPH (Deputi Pengarusutamaan Gender Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan) KAUM PEREMPUAN PALING PEDULI akses air minum. Sementara untuk sa- FOTO:BOWO LEKSONO Kaum perempuan kerap masih diang- nitasi, satu dari dua orang mengalami gap "orang rumahan" yang hanya berhak kesulitan mengakses sanitasi yang mengurus rumah tangga belaka. Semen- bersih dan sehat. Kelangkaan air dan tara kaum laki-laki bebas berpendapat sanitasi yang buruk menyebabkan tim- dan menentukan langkahnya. Tak jarang bulnya berbagai penyakit menular. keinginan perempuan yang sejatinya Jadi permasalahan pengadaan air menjadi kebutuhan penting keluarga tidak terealisasikan. Seperti kebutuhan minum dan sanitasi yang sehat meru- air minum dan sanitasi. Padahal perem- pakan masalah yang perlu kebijakan- puan adalah kaum yang paling peduli ter- kebijakan baik secara lokal maupun hadap ketersediaan air minum untuk nasional untuk menunjang pencapaian- keluarga. pencapaian standar HDI. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan berupaya mengangkat keter- Seberapa penting peran pe- tinggalan perempuan dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan dalam proses peng- rempuan dalam hal ini ? ambilan keputusan, termasuk kebutuhan air minum dan sanitasi. Bagaimana upaya Kalau kita perhatikan peran perem- dan langkah kementerian ini? Berikut petikan wawancara Percik dengan Deputi puan dan laki-laki dalam mengakses Pengarusutamaan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dr. Surjadi kebutuhan air minum dan sanitasi yang Soeparman, MPH. paling peduli terhadap masalah itu adalah kaum perempuan. Kaum laki- laki hanya tinggal terima bersih. Air agaimana Anda melihat pem- sanitasi memberikan dampak yang sa- sudah tersedia dalam bentuk apa saja.B bangunan air minum dan sa-nitasi dilihat dari perspektif gen- ngat signifikan terhadap pembangunan sumber daya manusia. Air minum, untuk mandi, mencuci dan sebagainya. Tapi yang paling pedulider? adalah perempuan karena mereka sadar Kita lihat fungsi air bersih dan sani- Siapa yang paling menderita hal ini akan meningkatkan kesehatantasi akan mempengaruhi standar dan bila kebutuhan akan air dan sani- keluarga terutama melindungi balitaindeks pembangunan manusia yang tasi tidak memadai ? dan keluarga dari bermacam penyakit.sudah disepakati di dunia internasional Dari setiap keluarga atau penduduk Padahal penduduk miskin untukyaitu Human Development Index (HDI) yang paling menderita karena tak mengakses air minum sangat mahal,dan bila dipilah menjadi Gender Deve- memiliki akses air minum dan sanitasi perlu perjuangan dengan jalan naik-lopment Index (GDI) untuk kemudian adalah penduduk miskin. Dan kalau turun bukit, dan memerlukan waktusecara khusus menjadi indeks pemba- kita lihat siapa sejatinya penduduk yang yang lama. Sudah harga mahal jumlahngunan perempuan di berbagai bidang paling miskin? Adalah perempuan. sedikit pula. Tenaga mereka habisseperti ekonomi dan pengambilan Karena kemiskinan di Indonesia adalah untuk mencari air.keputusan. berwajah perempuan. Sekitar 84 persen Bisa dibayangkan kaum perempuan Menilik Human Development Re- dari penduduk miskin adalah perem- hilang waktu produktifnya hanya untukport (HDR) 2006, memang topik uta- puan. mendapatkan akses air minum. Semakinmanya masalah air dan sanitasi. Karena Dalam laporan tercatat satu dari miskin keadaan, semakin sulit meng-ternyata kelangkaan air dan masalah lima orang mengalami kesulitan meng- akses air. Oleh karena itu, kita harus Percik April 2007 9
  11. 11. WAWA N C A R Amemperhatikan kebutuhan air maupun Sejauh mana peran Kementeri- bab ketimpangan ini?sanitasi sebagai wujud keutamaan pe- an Pemberdayaan Perempuan ? Ketimpangan peran antara laki-lakiranan perempuan. Salah satu program Kementerian dan perempuan tidak terlepas dari per- Pemberdayaan Perempuan meng- tama; faktor sosial budaya. Hal yang Berarti masih ada ketidakadil- upayakan pemberdayaan perempuan selama ini mengatakan perempuanan dalam hal ini ? dalam pengambilan keputusan hingga adalah orang rumahan atau orang Ya jelas. Satu contoh saya pernah akar rumput. Kerap aspirasi dan harap- kedua yang kerap terpinggirkan darimengikuti Musyawarah Perencanaan an perempuan jauh lebih mengarah peran-peran di berbagai bidang. KeduaPembangunan di tingkat desa atau pada kepentingan kesejahteraan keluar- faktor pendidikan. Ini penyebab perem-"Musrenbang", sebagai satu sistem pe- ga, seperti ketersediaan air minum, puan tertinggal dengan laki-laki. Danrencanaan pembangunan di tingkat jamban, dan sanitasi yang baik, diban- yang ketiga faktor kemiskinan yangbawah. Ada masyarakat yang mewakili ding aspirasi laki-laki yang terkadang semakin memarjinalkan kaum perem-laki-laki dan perempuan tapi kita lihat kurang relevan. Di sinilah arti penting puan.dari forum itu saja jumlah perempuan peran perempuan agar mampu me- Padahal bila perempuan dilibatkansedikit sekali. Jadi bagai- FOTO:BOWO LEKSONO dalam proses pengambi-mana kaum perempuan lan keputusan denganmenyampaikan aspirasi dan jalan ikut bersuara, ber-harapannya? aspirasi atau berpenda- Pada waktu itu pimpinan pat, dan bisa bernegosiasiingin mendapatkan satu di tingkat rembug desa,keputusan. Kaum laki-laki maka suara perempuancenderung menginginkan akan bisa menggolkanperbaikan jalan desa, semen- rencana pembangunantara ibu-ibunya ingin ada yang lebih penting sepertisumber air minum yang penyediaan air minumdekat dengan permukiman dan sanitasi sehat.supaya tidak repot mencari Peran perempuan ha-air. rus didengar suaranya Begitu pengambilan ke- karena yang paling pe-putusan, perempuan yang duli. Karena itulah kitajumlahnya sedikit ya kalah harus melibatkan perem-bersuara. Akhirnya kami berpendapat nyampaikan aspirasi dalam musyawa- puan dalam pembangunan air minumsupaya aspirasi, harapan, dan kebu- rah pembangunan desa. dan sanitasi melalui keputusan-tuhan kaum perempuan turut berperan keputusan perencanaan pembangunanmulai dari proses perencanaan, harus Caranya? di tingkat desa.ada pemberdayaan perempuan supaya Kelemahan kami memang tidakmereka mampu berbicara diforum. mempunyai kemampuan kegiatan hing- Jadi apa yang harus dilakukan? ga akar rumput. Unit kerja kami terda- Ya harus melihat sejauh mana kese- Kepedulian pengambil kebi- pat di tingkat provinsi seperti biro atau taraan antara kaum perempuan danjakan? badan dan bagian pemberdayaan kaum laki-laki. Apakah keberpihakan Kami melihat para pengambil kebi- perempuan di tingkat kabupaten. program kegiatan sampai penganggaranjakan baik di tingkat lokal, nasional, Caranya ya bekerjasama dengan sudah memberikan akses yang setara?maupun global, belumlah terasa organisasi perempuan, LSM, dan berba- Apakah sudah memberikan partisipasikepeduliannya. Air masih dianggap gai donor yang mempunyai struktur yang setara? Pengambilan keputusankomoditas yang tak punya nilai ekono- organisasi sampai tingkat akar rumput. yang setara? Dan apakah memberikanmi. Padahal kelangkaan air merupakan Pada tataran kebijakan bekerjasama manfaat yang setara pula?ancaman terhadap sumber daya manu- dengan departemen-departemen teknis Bila kesetaraan itu sudah terjadi,sia bahkan sampai menimbulkan kema- maupun satuan perangkat kerja di dae- maka kita bisa katakan bahwa kebijak-tian. Dan yang tanpa disadari, kematian rah pada tataran operasional. an program kegiatan sampai anggaranitu menimpa anak-anak balita yang jauh dari sektor pembangunan terkait, sudahlebih besar dari korban peperangan. Sebenarnya apa faktor penye- responsif gender. Bowo Leksono10 Percik April 2007
  12. 12. P E R AT U R A N Dana Alokasi Khusus Prasarana Air Bersih dan Sanitasi dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 128/PMK.07/2006 alam rangka pelaksanaan de- adaan, peningkatan, serta perbaikan Rp 1.062.370.000.000,- atau sebesar 6,21D sentralisasi dan terseleng- garanya otonomi daerah, pe-merintah telah menganggarkan dana sarana dan prasarana fisik pelayanan dasar masyarakat dengan umur ekono- mis yang panjang, termasuk sarana fisik persen dari keseluruhan anggaran untuk DAK Non Dana Reboisasi tahun ini yang mencapai Rp 17.094.100.000.000,-.yang bersumber dari APBN yang dialo- penunjang. Pelayanan dasar ini me- Dan yang dimaksud dana reboisasi tadikasikan kepada daerah untuk mendanai liputi bidang pendidikan, kesehatan, adalah dana yang dipungut darikebutuhan daerah yang kemudian dise- infrastruktur (jalan, irigasi, dan air pemegang izin usaha pemanfaatan hasilbut sebagai Dana Perimbangan. Dengan bersih), kelautan dan perikanan, per- hutan dari hutan alam yang berupademikian pemerintah mengharapkan tanian, prasarana pemerintahan dae- kayu yang kemudian dana tersebutadanya hubungan yang teratur secara rah, dan lingkungan hidup. digunakan dalam rangka reboisasi danadil dan selaras dalam hal keuangan, rehabilitasi hutan.pelayanan umum, pemanfaatan sumber Porsi yang didapat sektor air besih Untuk Dana Alokasi Khususdaya alam dan sumber daya lainnya dan sanitasi mungkin tidak terlalu besarbaik antara pemerintah pusat dan (DAK), dana tersebut jika dibandingkan total DAK Non DRpemerintah daerah maupun antar dialokasikan kepada daerah yang dianggarkan pemerintah. Hal inipemerintah daerah itu sendiri. tertentu dengan tujuan dikarenakan pendanaan sektor air Dana perimbangan tadi terdiri atas bersih dan sanitasi belum menjadi membantu mendanai kegiatanDana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, bidang tersendiri sehingga masih harusdan Dana Alokasi Khusus. Pada prinsip- khusus yang merupakan urusan berbagi dengan jalan dan irigasi sebagainya ketiga dana tadi sama-sama ditu- daerah dan sesuai bagian dari pembangunan bidang infra-jukan bagi pendanaan kegiatan-ke- prioritas nasional. struktur.giatan atau kebutuhan di daerah, se- Namun jumlah proporsi tadi seti-dangkan letak perbedaannya adalah daknya masih mengalami peningkatanlingkup kegiatan yang akan didukung Alokasi DAK untuk Air Bersih dan jika dibandingkan dua tahun sebelum-setiap dana tadi. Sanitasi nya dimana pada tahun 2005 air bersih Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Sebagai salah satu bentuk pelayanan dan sanitasi mendapat porsi sebesardana tersebut dialokasikan kepada dasar terhadap masyarakat tadi, pem- 5,07 persen dari DAK Non DR dan padadaerah tertentu dengan tujuan mem- bangunan infrastruktur di sektor air tahun 2006 sebesar 5,25 persen.bantu mendanai kegiatan khusus yang bersih dan sanitasi pun menjadi salah Bahkan sebelum tahun 2005 sektor airmerupakan urusan daerah dan sesuai satu kegiatan yang mendapat suntikan bersih dan sanitasi belum mendapatprioritas nasional. Daerah tertentu dana dari DAK. Hal ini tercantum alokasi dana dari DAK.tersebut merupakan daerah yang dapat dalam Peraturan Menteri Keuangan No. Dalam dua tahun terakhir sejakmemperoleh DAK setelah memenuhi 128/PMK.07/2006 tentang Penetapan 2005, setiap tahunnya sektor air bersihpersyaratan kriteria umum, kriteria Alokasi dan Pedoman Umum Penge- dan sanitasi terus mengalami pe-khusus, dan juga kriteria teknis. lolaan Dana Alokasi Khusus Tahun ningkatan proporsi dimana pada tahun Sedangkan yang termasuk dalam Anggaran 2007. ini meningkat 0,96 persen dari tahunkegiatan khusus adalah kegiatan yang Berdasarkan peraturan tersebut, pada sebelumnya dan peningkatan tersebutditetapkan pemerintah yang menguta- tahun 2007 ini sektor air bersih dan sani- cukup signifikan jika dibandingkan pe-makan kegiatan pembangunan, peng- tasi mendapat alokasi sebesar ningkatan yang terjadi pada tahun 2006 Percik April 2007 11
  13. 13. P E R AT U R A Nyang hanya 0,18 persen dari tahun Kewajiban Daerah Penerima DAK2005. Melihat kondisi tersebut seti- Setelah ditentukan sebagai daerah Kriteria teknis berbedadaknya dapat sedikit mengikis rasa pe- penerima DAK, daerah juga mempu-simis terhadap upaya pemerintah dalam untuk setiap bidangnya nyai kewajiban menyediakan Danamemenuhi pelayanan dasar masyarakat dimana untuk bidang Pendamping sekurang-kurangnya 10khususnya bidang air bersih dan sani- infrastruktur air bersih persen dari nilai DAK yang diterimanyatasi. dan sanitasi kriteria yang untuk mendanai kegiatan fisik. Yang Pengalokasian DAK untuk bidang harus dipenuhi daerah dimaksud kegiatan fisik adalah kegiataninfrastruktur khususnya air bersih dan diluar kegiatan administrasi proyek, penerima DAKsanitasi bertujuan meningkatkan ca- kegiatan penyiapan proyek fisik, kegiat-kupan dan kehandalan pelayanan air dirumuskan oleh Menteri an penelitian, kegiatan pelatihan, ke-bersih dan sanitasi. Lebih rinci lagi Pekerjaan Umum. giatan perjalanan pegawai daerah, danpengalokasian tersebut dilakukan untuk kegiatan umum lain yang sejenis.membiayai kegiatan-kegiatan yang Kewajiban penyediaan Dana Pendam-berkaitan dengan penanganan pra- tentu yang memiliki karakteristik ping tadi untuk menunjukkan sejauh manasarana dan sarana air bersih yang dan/atau berada di wilayah (a) Provinsi komitmen daerah terhadap kegiatan yangdiarahkan untuk kegiatan perbaikan, Papua yang merupakan Daerah didanai dari DAK. Namun terdapat daerahpeningkatan dan pembangunan baru Otonomi Khusus; (b) daerah pesisir dan tertentu yang terlepas dari kewajibansistem prasarana air bersih bagi kepulauan, daerah perbatasan dengan penyediaan Dana Pendamping yaitu dae-masyarakat pada daerah rawan air negara lain, daerah tertinggal/terpencil, rah yang selisih antara penerimaan umumbersih dan kekeringan di perdesaan dan dan daerah yang masuk kategori keta- APBD dan belanja pegawainya sama de-perkotaan serta penanganan prasarana hanan pangan, serta daerah pariwisata; ngan nol atau negatif.dan sarana sanitasi yang diarahkan (c) daerah rawan banjir/longsor, daerah Dalam pelaksanaan program DAK,untuk kegiatan perbaikan, peningkatan penampung transmigrasi, daerah yang melalui Menteri Perencanaan Pem-dan pembangunan prasarana dan memiliki pulau-pulau kecil terdepan, bangunan Nasional dan Menteri Teknissarana sanitasi untuk daerah-daerah daerah yang alokasi DAU-nya dalam pemerintah pusat melakukan peman-rawan sanitasi di perdesaan dan perko- tahun 2007 tidak mengalami kenaikan, tauan dan evaluasi terhadap peman-taan. daerah rawan pangan dan/atau ke- faatan dan teknis pelaksanaan kegiatan keringan, daerah pascakonflik, dan dae- yang didanai dari DAK. SedangkanDaerah Penerima DAK rah penerima pengungsi. untuk pengelolaan keuangan DAK, Untuk mendapatkan alokasi dana Kriteria teknis berbeda untuk setiap pemerintah menugaskan Menteridari DAK maka setiap daerah harus bidangnya dimana untuk bidang infra- Keuangan untuk melakukan peman-memenuhi kriteria-kriteria yang telah struktur air bersih dan sanitasi kriteria tauan dan evaluasinya. Selain kewajibanditentukan. Kriteria tersebut terdiri dari yang harus dipenuhi daerah penerima di atas, daerah pun mempunyai kewa-kriteria umum, khusus, dan teknis. Ber- DAK dirumuskan oleh Menteri Pe- jiban dalam menyampaikan laporan tri-dasarkan kriteria umum, pengalokasian kerjaan Umum. Kriteria teknis tersebut wulan yang memuat laporan pelak-DAK diprioritaskan untuk daerah-dae- mempertimbangkan (a) jumlah desa sanaan kegiatan dan penggunaan DAKrah yang memiliki kemampuan fiskal dan kelurahan (dinyatakan dalam satu- kepada Menteri Keuangan, Menterirendah atau di bawah rata-rata nasio- an desa/kelurahan); (b) jumlah desa Teknis, dan Menteri Dalam Negeri.nal. Kemampuan tersebut didasarkan dan kelurahan rawan air bersih Keterlambatan atau tidak dilaksanakan-pada selisih antara realisasi Penerimaan (desa/kelurahan); (c) jumlah penduduk nya penyampaian laporan tersebut akanUmum Daerah (Pendapatan Asli Dae- (jiwa); (d) tingkat/cakupan pelayanan merugikan daerah sendiri denganrah, Dana Alokasi Umum, dan Dana air limbah (persentase jiwa); (e) ditundanya penyaluran DAK. MelaluiBagi Hasil) dengan belanja Pegawai tingkat/cakupan pelayanan persampah- pengaturan-pengaturan yang telah dije-Negeri Sipil Daerah pada APBD Tahun an (persentase jiwa); (f) luas genangan laskan sebelumnya, diharapkan penga-Anggaran 2005. di kabupaten/kota (ha); (g) luas lokasian DAK dapat berjalan secara Sedangkan secara khusus, daerah kawasan kumuh di kabupaten/kota optimal dalam mendukung pemba-yang dapat menerima alokasi DAK (ha); dan (h) Indeks Kemahalan Kon- ngunan di daerah yang juga menjadiadalah daerah-daerah pada wilayah ter- struksi (IKK). prioritas nasional. Afif Numan12 Percik April 2007
  14. 14. WAWA S A N MENGAPA CLTS BERHASIL? (Tinjauan dari Perspektif Ilmu Sosial) aya berpendapat, Kamal Karr- masyarakat sasaran bahwa selamaS seorang asal Bangladesh yang melahirkan model pembangun-an jamban yang sepenuhnya dilaksa- Oleh: Alma Arief *) Bogor, Lombok Barat, dan sebagainya. ini mereka telah berperilaku dan berpandangan keliru . 3. Adanya komitmen pribadi untuknakan oleh masyarakat (Community Hampir semua daerah yang telah me- segera mengubah pandangan danLed Total Sanitation). Dia adalah seo- nerapkan model itu berhasil menak- perilakunya.rang pragmatis. Dia tidak mau terikat jubkan, bukan saja kecepatan serapan 4. Fasilitasi disampaikan denganpada salah satu kutub paradigma ilmu dan pertumbuhan cakupannya tetapi bahasa yang lugas, cenderung ka-sosial tetapi cenderung meleburkannya juga pengembangan sendiri model sa- sar, tidak mempertimbangkan belasmenjadi perangkat untuk membuat nitasi dasar oleh masyarakat dan kese- kasihan.rekayasa sosial (social engineering) gu- diaan masyarakat untuk secara bersa- 5. Asumsi dasarnya masyarakat mauna sebesar mungkin meningkatkan ma-sama mengubah perilaku dan me- dan mampu membebaskan dirinyakesejahteraan masyarakat. Dia tidak negakkan kontrol sosial dengan berba- dari masalah BAB di sembarangpeduli bahwa dikalangan ilmuwan gai cara. tempat.sosial terjadi polarisasi tajam, yang Penerapan prinsip-prinsip CLTS Konsistensi terhadap prinsip terse-masing-masing mengibarkan bendera juga sangat konsisten. Beberapa prinsip but, tampaknya yang justru menjadimahzabnya, berkelompok secara eks- utama tersebut antara lain bisa di- andalan untuk keberhasilan pemba-klusif dan jarang bertemu pendapat abstraksikan sebagai berikut. ngunan sanitasi dasar model CLTS. Be-dalam forum yang sama. 1. Tanpa adanya subsidi dan masukan berapa desa uji coba di Indonesia, ada Diakui atau tidak upayanya mema- dari luar, baik berupa pendanaan yang dinyatakan diskualifikasi dannipulasi kaidah-kaidah ilmu sosial un- stimulan, material maupun model dikeluarkan dari keikutsertaan dalamtuk rekayasa mempengaruhi dan meng- jamban uji coba karena adanya belas kasihubah perilaku, sangat berhasil. Pene- 2. Adanya proses pemicuan untuk pemerintah (desa) yang mencoba mem-rapan di beberapa daerah di Indonesia menggoncang (membuat shock) berikan masukan (dana) ke masyarakatmenunjukkan kinerja yang sangat baik. tingkat kesadaran dan perasaan agar sasarannya segera tercapai, ma-Bagaimana tidak? Dalam waktu relatif FOTO: DOK/POKJA AMPLsingkat, perilaku penduduk yang biasaBAB (buang air besar) di sembarangtempat, bisa berubah. Jamban rumahtangga dengan model yang dikem-bangkan sendiri oleh penduduk, dalamhitungan bulan bisa terbangun, dan ca-kupan pengguna jamban meningkat sa-ngat pesat, meroket mencapai 100 per-sen. Hal yang belum pernah terjadi sela-ma ini. Peristiwa yang sangat fenome-nal ini, tentu saja sangat menarik.Bagaimana menjelaskannya?Kinerja di beberapa daerah Di Indonesia, CLTS sudah diterap-kan di berbagai daerah, seperti bebera-pa desa di Kabupaten Sambas (Kali-mantan Barat), Muaro Jambi, (Jambi), Percik April 2007 13
  15. 15. WAWA S A Nsyarakat segera membangun jamban anjing itulah yang berperan sebagai mencapai 100 persen, hanya dalamdan cakupannya segera mencapai 100 latrine. Ada lagi sebutan "WC helikopter waktu beberapa tahun. Ada beberapapersen. Masukan dari luar seperti itu, jus- atau hanging latrine" untuk merujuk metode yang dikembangkan fasilitatortru yang dihindari karena tidak selaras tempat BAB berbentuk kotak dari kesehatan dari Puskesmas yang mem-dengan prinsip memandirikan masyara- papan yang berada di atas sungai. fasilitasi masyarakat desa ini, antarakat model CLTS dan bahkan akan Jumlah penduduk yang berperilaku lain:menumbuhkan rasa ketergantungan. seperti itu jutaan. Pembangunan sani- Memanipulasi kasih sayang orang tasi dengan sistem dana stimulan yang tua kepada anak-anaknya, denganCikal Bakal di Indonesia didorong pemerintah, tumbuh sangat cara menyalurkan bantuan stimu- Dengan segera, setelah uji coba lambat, atau bahkan jalan di tempat. lan melalui anak-anak sekolah. Dimenunjukkan keberhasilannya, berba- Hal itu karena lemahnya kemauan ma- sini pesan hidup bersih dan sehat,gai komunitas yang selama ini menun- syarakat untuk beradaptasi, mengubah dan penyampaian bantuan stimu-jukkan kepedulian pada upaya penang- perilaku mereka yang memang sudah lan disampaikan melalui guru yanggulangan masalah BAB di sembarang membudaya. Data penelitian menun- tahu persis siapa muridnya yangtempat dan peningkatkan kesehatan jukkan bahwa rentang waktu mulai saat tidak memiliki jamban.dan kesejahteraan, terguncang dan seseorang mengenal jamban sampai dia Di sekolah, setiap kelas memilikicukup takjub, layaknya sebuah capaian mau membangun jamban di rumahnya WC sendiri, di dalam kelas terdapatspektakuler yang belum pernah terwu- bergerak antara: 5-33 tahun, rentang washtafel, dan di halaman diba-jud. Benarkah? waktu yang sangat panjang. Itulah ki- ngun taman sekolah. Setiap tahun Apabila bicara dalam tataran angka nerja pembangunan yang menyedihkan dilaksanakan lomba kebersihan(statistik), capaian pembangunan bila dilihat dari aspek angka-angka. dan keindahan sarana kesehatansanitasi di Indonesia selama ini Disayangkan, bahwa pelaksana pemba- tersebut.memang lebih merupakan ungkapan ngunan kurang mau belajar dari penga- Di Desa Piyangang ini, pesan hidupkesedihan. Persentase penduduk yang laman (lesson learned) yang ada, dan bersih dan sehat juga dititipkanmemiliki jamban masih rendah atau cenderung memaksakan model yang kepada ustad (guru ngaji) yangdengan kata lain persentase yang BAB mereka rancang. Padahal, ada beberapa akan menyampaikan kepada jama-di sembarang tempat masih tinggi. pelaksanaan pembangunan sanitasi ahnya, dan juga melalui perkum- Di manakah mereka BAB selama dasar yang hasilnya cukup spektakuler, pulan PKK.ini? Di sungai, di kebun, di ladang, di yang seharusnya bisa memberi inspirasi Hasilnya menakjubkan. Dalam wak-selokan, di semak-semak, dan seba- untuk dikembangkan di tempat lainnya. tu relatif singkat semua rumah tanggagainya. Pendeknya di sembarang tem- Jangan-jangan Kamal Khar justru ter- telah memiliki jamban. Padahal padapat. Karena kondisi yang mempri- inspirasi dari beberapa kasus di In- waktu sebelumnya mereka yang tidakhatinkan itu, istilah WC bagi mereka donesia, menangkap substansinya, dan punya jamban, BAB di selokan. Jambankemudian menjadi suatu satire me- menyintesanya menjadi model CLTS yang mereka bangun biaya pembangun-nyedihkan. Ada di antaranya yang me- tersebut. annya jauh melampaui bantuan stimu-namainya "WC terbang" untuk menye- Benarkah di Indonesia tidak pernah lan yang diberikan, bahkan ada yangbut perilaku BAB di kantong plastik dan ada model yang bisa menghasilkan mencapai nilai jutaan rupiah. Di sinimembuangnya (melemparkan) ke tem- capaian seperti itu, dan benarkah peran guru dalam memberi wawasanpat sampah, "WC Putar" merujuk pe- masyarakat sasaran program lambat PHBS sangat kuat, dan juga metoderilaku BAB di semak-semak atau balik merespon gagasan yang bermaksud yang secara halus "mempermalukan"pohon, dan bergerak memutari semak meningkatkan kesejahteraannya? Di seorang murid dihadapan teman-atau pohon bila kebetulan dipergoki Desa Piyangang, Desa Syawal (Jawa temannya sangat efektif. Murid yangorang lewat, "WC bergerak/pindah" Tengah), Desa Margahayu, Neglasari, tidak punya jamban dan karenanyauntuk menyebut perilaku BAB di kebun Gunung Sari, Sumur Gintung, masih BAB di sembarang tempat, men-sambil membawa pentungan untuk Kabupaten Subang (Jawa Barat) dan jadi kekuatan penekan bagi para orangmengusir anjing ataupun babi yang juga di Lewoloba, Kab. Flores Timur, tua, yang karena rasa sayang kepadaakan memangsa feses,"WC plung lap" pembangunan sanitasi dasar pernah anaknya segera membangun jambanmengacu BAB di sungai, dan sebagai- membuahkan hasil yang cukup me- agar anaknya tidak merasa malu.nya. Ada plesetan yang mengganti na- nakjubkan juga. Di Desa Syawal, Banjarnegara,ma WC leher angsa menjadi WC leher Di Desa Piyangang, Kabupaten Se- Jawa Tengah, metodenya lebih simpel.babi atau leher anjing, karena babi dan marang, capaian pemilikan jamban Di desa yang semula penduduknya BAB 14 Percik April 2007
  16. 16. WAWA S A Ndi selokan, dan karena setiap musim bangunan sarana jamban. Fasilitasi be- tungannya bila BAB di jamban yangkemarau menebarkan aroma menge- nar-benar dilakukan secara intensif se- higienis. Dalam teori pengembanganrikan karena selokannya kering, dalam hingga penduduk memahami mengenai organisasi pada bagian yang membahaswaktu hanya beberapa tahun, sudah ter- apa kerugian/risiko-risikonya BAB di planned change, istilah pemicuan lebihbebas dari BAB di sembarang tempat sembarang tempat, apa keuntungannya bersesuaian dengan istilah unfreezing(selokan). Di sini metodenya lebih me- membangun dan menggunakan jam- dari model perubahan terencana yangnekankan pada peran guru agama, pen- ban, dan sebagainya. Dalam waktu sing- dibuat Lewin, ketimbang dua modeldidikan sekolah (Muhammadiyah) dan kat, karena fasilitasi intensif tersebut, lainnya yaitu: action research model,fasilitator desa. Identitas desa yang sa- hampir semua rumah tangga telah me- dan contemporary action researchngat memalukan karena menebarkan miliki jamban sendiri. model, yang secara luas dikenal dalambau kotoran manusia di musim kema- Pelajaran yang bisa dipetik dari teori pengembangan organisasi. Padarau, dijadikan isu untuk dibebaskan me- beberapa kasus tersebut adalah : fase unfreezing, terjadi proses transfor-lalui forum pengajian, pendidikan seko- Perlu adanya penyadaran melalui masi psikologis, di mana terjadi pem-lah, dan juga penerangan oleh fasilitator pendidikan formal maupun non bongkaran pengetahuan mengenai peri-desa. Karena prestasinya, fasilitator formal. Mentranformasikan penge- laku apa yang diinginkan dan perilakudesa sering dikirabkan dalam kegiatan tahuan untuk mengubah perilaku, apa yang tidak diinginkan. Dalam skalanasional untuk memberikan penjelasan melalui: guru ngaji, fasilitator desa, masa, proses ini kadang kala menim-keberhasilannya dan atau belajar dari fasilitator dari Puskesmas, guru bulkan ketegangan antara kelompokdesa lainnya. sekolah, dan sebagainya. yang menginginkan perubahan dengan Di Desa Lewoloba, Flores Timur, Memberikan sanksi ekstrinsik yang tidak.prestasi membangun jamban yang dalam bentuk barang atau uang. Dalam model CLTS, proses penya-spektakuler dicapai melalui metode pe- Memberikan sanksi sosial dengan daran didramitisasi sedemikian rupamaksaan dan pemberian sanksi yang mengumumkan kepada masyarakat. sehingga benar-benar mampu membuatmemberatkan secara ekonomi, dan Memberikan sanksi (intrinsik) se- shock dan membuka wawasan masya-memalukan secara sosial. Pada saat de- perti rasa malu, rasa terbelakang, rakat. Dengan peragaan membuat petasa ini dipimpin seorang mantan (pen- dsb. sosial untuk mengidentifikasi sebaransiunan) tentara, maka salah satu yang Memberikan penghargaan (ekstrin- permukiman dan siapa yang BAB di sem-diprioritaskan adalah mendorong pem- sik) bagi yang berprestasi (lomba barang tempat, peragaan dengan me-bangunan jamban. Di bawah kepemim- antarkelas) nawarkan siapa yang bersedia memi-pinannya masyarakat dipaksa mem- Memberikan penghargaan (intrin- num air yang terkontaminasi tinja de-bangun jamban sehingga dalam waktu sik) berupa penerimaan sosial, ngan menawarkan segelas air yang di-singkat 100 persen penduduk memiliki harga diri, dsb. bubuhi sedikit tinja, dan dengan meng-jamban. Pemaksaan dilakukan dengan Melakukan tekanan melalui kekuat- hitung kuantitas tinja yang merekabenar-benar menerapkan sanksi ekono- an kelompok yang berpengaruh buang sehari-hari yang mencemarimi dan sosial bagi yang tidak memi- (anak-anak mereka sendiri yang lingkungan sekitar, dan melakukanlikinya. Di upacara 17 Agustus, pen- masih sekolah dasar). transek ke tempat-tempat mereka biasaduduk yang tidak memiliki jamban diu- Melakukan tekanan dan penegakan BAB sembarangan, telah benar-benarmumkan, dan didenda membayar dua aturan melalui kekuatan yang mampu mengguncang kesadaran danekor ayam atau satu ekor anjing. Tidak mampu memaksa (kepala desa perasaan masyarakat (aspek affectiveada fasilitator desa, yang ada adalah yang juga mantan tentara). dan cocnitive). Di sinilah proses pe-pemaksaan dan penegakan sanksi nyadaran yang disebut pemicuan itu.secara tegas. Faktor Pemicuan Masyarakat tersadar bahwa selama ini Di Desa Neglasari, Gunung Sari, Suatu hal yang istimewa dari model mereka telah hidup secara tidak sehat,Margahayu, Sumur Gintung, Subang CLTS adalah dramatisasi proses pe- setelah mereka memperoleh penjelasanmetodenya sangat normatif mengikuti nyadaran masyarakat, yang mampu mengenai bagaimana polutan yang se-model fasilitasi partisipatori secara in- membuat masyarakat dalam sekejap cara kuantitatif sangat besar, bertebar-tensif. Beberapa fasilitator dari Yayasan memahami (memiliki pengetahuan) an di sekitar mereka dan melalui berba-Pradipta Paramitha, mengajak pendu- mengenai kerugian berperilaku BAB di gai proses polutan tersebut akan mence-duk untuk melakukan FGD sekitar pem- sembarang tempat dan juga keun- mari makanan dan minuman, yang Percik April 2007 15
  17. 17. WAWA S A Nakhirnya masuk ke perut manusia. Di satu kubu berdiri kokoh ilmuwan kesepakatan kolektif. Di saat masyarakat dalam kondisi yang dikonsepsikan sebagai kaum natu- 3. Penegakan aturan dengan sanksishock karena proses penyadaran yang ralis yang menelaah fenomena sosial yang keras/tegas: Proses ini merupakansingkat dan sedang dalam perasaan secara scientific dengan mengasumsi- kelanjutan dari kontrol sosial namunbersalah berat, mereka secara bersama- kan masyarakat sama dengan benda- sanksinya lebih konkret dan disepakatisama diminta komitmennya mengubah benda alam atau obyek ilmu lainnya bersama.perilaku dengan membuat jamban. yang bisa ditentukan keteraturan peri- 4. Pada dasarnya introduksi caraPeserta pertemuan diminta mem- lakunya, kaidah-kaidahnya, dan kare- hidup higienis mengandung aspek kon-berikan tepuk tangan setiap ada indi- nanya bisa terukur menggunakan flik, yaitu memperebutkan ruang hidupvidu yang memberikan nama dan metode statistik. Di kutub ini berdiri yang higienis. Di satu sisi berdiri kelom-komitmennya, dan kepada mereka sub-sub kubu seperti: kaum structure pok yang biasa BAB di sembarang tem-diberikan julukan pahlawan pelopor fungsionalis, sub-kubu kaum conflict pat yang menganggap ruang bisaperubahan perilaku BAB. structuralist yang terpecah lagi menjadi dipakai semaunya termasuk BAB di Pada sesi akhir tahap pemicuan, kaum structuralist Marxist dan non- sembarang tempat. Di sisi lain berdirimasyarakat telah memiliki rencana Marxist, dan sub kubu kaum beha- kelompok pembaharu yang meng-kerja membuat jamban. Dipandu fasili- viorist. inginkan hidup yang higienis, lingkung-tator, masing-masing yang hadir akan Sedangkan pada kubu yang lain an yang bersih dan sehat.memberikan informasi nama, dan berdiri kokoh kaum humanis, yang me- 5. Keutuhan sosial ditegakkan de-kapan akan menyelesaikan pembuatan mandang manusia sebagai fenomena ngan coersive power : Penegakan nilaijamban. Kelompok masyarakat yang unik yang tidak bisa digeneralisasikan, dan norma yang telah terbangun dantelah memberikan komitmen tersebut dibuat hukum-hukumnya. Kaum hu- disepakati bersama, dijaga bersamaakan menjadi pelopor perubahan peri- manis menolak keras pandangan kaum dengan memberikan sanksi yang padalaku, dan akan menjadi kelompok pe- naturalis yang mereduksi nilai manusia dasarnya bersifat memaksa/paksaan.ngontrol perubahan yang berjalan te- menjadi identik dengan benda-benda Setiap orang harus patuh, atau meneri-rus-menerus, sehingga bagaikan bola alam lainnya, termasuk binatang. ma konsekuensi dianggap tidak ber-salju yang semakin membesar, akhirnya Model CLTS menggunakan berba- adab, dikucilkan, disindir-sindir dalampeserta akan mencapai 100 persen. gai kaidah dalam masing-masing para- pertemuan, diumumkan dalam pe- Tahap yang juga menentukan dari digma ilmu sosial untuk menyiasati ringatan 17 Agustus, dan sebagainya. Inimodel CLTS adalah penegakan kontrol perubahan perilaku (memanipulasi kai- pada dasarnya kekerasan, paksaan,sosial. Variasinya sangat beragam. Ada dah ilmu sosial) tanpa mempedulikan meskipun tidak dalam bentuk keke-yang menggunakan anak-anak sebagai polarisasi mahzab, yang, sesungguhnya, rasan fisik,pasukan pengintai, yang secara lang- sangat tajam. Beberapa kaidah yang di- 6. Bila diuntungkan (mendapat im-sung akan menginformasikan kepada manipulasikan untuk rekayasa CLTS, balan) dalam melakukan kegiatan ter-penduduk bila melihat orang BAB di adalah: tentu, maka akan mempertahankansembarang tempat. Ada yang membuat Di manakah komponen-komponen untuk melakukan kegiatan tersebut.nyanyian untuk mempermalukan teoritis dari masing-masing mahzab ter- Peserta pemicuan akan memberikanorang-orang yang BAB di sembarang sebut dimanipulasikan untuk rekayasa? komitmennya mengubah perilaku,tempat, dan sebagainya. Inilah bentuk Penjelasannya begini: karena fasilitator mampu menjelaskanhukuman yang efektif dan membuat 1. Kontrol sosial : Modelnya berma- dengan segala cara bahwa mereka akanjera, lebih efektif dari hukuman denda cam-macam, ada yang menggunakan diuntungkan bila hidup secara higienis.materi. anak-anak untuk memata-matai orang Sebaliknya bila tidak berhasil, ma- yang BAB di sembarang tempat, ada syarakat tak akan mematuhinya.Perspektif Ilmu Sosial yang menggunakan lagu-lagu untuk 7. Manusia akan menghindari ber- Telah disampaikan, Kamal Karr mempermalukan orang BAB di sem- perilaku yang tidak mendapatkan im-tidak peduli pada polarisasi paradigma barang tempat, dsb. balan/keuntungan/(reward), atau de-ilmu sosial, dan cenderung meleburnya 2. Sosialisasi: Diskusi intensif, dra- ngan kata lain menghindari hukumanuntuk rekayasa sosial (social engineer- matisasi dan peragaan pada saat alih (punishment). Prinsip 6 dan 7, di dalaming) guna kemaslahatan masyarakat. pengetahuan ke masyarakat mengenai manajemen disebut kaidah carrot andPadahal di dalam ilmu sosial terdapat hidup yang higienis. Proses ini bila stick. Di sini manusia memang diasum-polarisasi yang masing-masing me- berhasil akan muncul "nilai dan norma sikan seperti binatang yaitu mencaringibarkan bendera mahzabnya. baru" yang merupakan perekat dan ganjaran (carrot), dan menghindari hu-16 Percik April 2007

×