15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air Minum                                                    Edisi II, 2010
Media Informasi Air Minum     dan Penyehatan Lingkungan                                                   Daftar          ...
Dari                                                                                                  Edis I 2010         ...
Suara          Anda                                 Sungguh senang membaca surat                                          ...
Laporan                                                                                             Edisi II, 2010      Ut...
Laporan Utamapproses pembangunan air minum         p        gmulti d    l desa b h l d              berhasil dipecahkan de...
Edisi II, 2010dengan bukti tabungan awal berupa         tuk tambahan dalam membayar iuran     untuk peningkatan keuangan k...
Laporan Utama                                                                                                             ...
Edisi II, 2010bahasan dan perundingan panjang           tanggal 31 Juni 2007.                       Rencana Rinci (Detaile...
Laporan Utamappendanaan yang berkelanjut untuk            y g berkelanjutan                         j               masyar...
Edisi II, 2010       Diagram Konsep Struktur Organisasi Penyedia Air Bersih Kodi Utara                                    ...
Bernd Ugner:Menitikkan Air Mataberkisah Perjuangan Bocah NTTMenghargai Air Minum                                          ...
Edisi II, 2010untuk bertahan dari serangan musuh lebih mudah.               Air minum terdapat jauh di dalam tanah yangIni...
PRO AIRKomitmen yang diharapkan dari masyarakat adalah         pemerintah kabupaten di Nusa Tenggara Timur.masyarakat sada...
Regulasi                                                                                                 Edis I 2010      ...
Regulasidesentralisasi, dan keterbuk              ,     keterbukaan dalam tatanan kehidupan            Perizinanbermasyara...
Agenda                                                                                             Edisi II, 2010         ...
Agendadan jjutaan spesies berbagi b             p           g bersama dalam satu planet     yang jatuh pada 5 Juni 2010 di...
Edisi II, 2010                                                                                                     FOTO-FO...
POKJA         P                 ada tahun 1994 Sidang Umum PBB telah                 mendeklarasikan tanggal 17 Juni sebag...
Edisi II, 2010                                         Degr                                         Degradasi lahan dan   ...
Wacana         15 Juta KK            di Indonesia Belum Peroleh                 Akses Air MinumOleh Lauren DamiarP        ...
Edis I 2010                                                                                                             Ed...
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa

2,722 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,722
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
104
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan PERCIK Edisi II Tahun 2010. Tema Air Minum Multidesa

  1. 1. 15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air Minum Edisi II, 2010
  2. 2. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Daftar Diterbitkan oleh Isi Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Dari Redaksi ............................................................................................................. 3 Suara Anda................................................................................................................ 4 Penanggung Jawab Laporan Utama Direktur Permukiman dan Perumahan Kisah Sistem Multi Desa di NTT................................................................... 5 Bappenas Bercermin dari Sistem Multi Desa di Kodi Utara NTT.................................. 8 Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Bernd Ugner, Menitikkan Air Mata Berkisah Perjuangan Bocah Direktur Pengembangan Air Minum NTT Menghargai Air minum..................................................................... 12 Kementerian Pekerjaan Umum Regulasi Direktur Bina Sumber Daya Alam dan Pengaturan Tata Kelola Air Perlu Payung Hukum Kuat............................... 15 Teknologi Tepat Guna Agenda Kementerian Dalam Negeri Hari Lingkungan Hidup Sedunia..................................................................17 Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia.................. 20Lingkungan Hidup Kementerian Dalam Negeri Wacana 15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air Minum ........................ 22 Pemimpin Redaksi Studi BPSAB di 5 Kabupaten Jawa Barat dan Jawa Timur.......................... 27 Oswar Mungkasa Wawancara Budi Yuwono, Direktur Jenderal Cipta Karya ............................................ 31 Dewan Redaksi Inovasi Maraita Listyasari Teknologi Sederhana Mengubah Air Hujan Siap Minum ......................... 34 Nugroho Tri Utomo Lewat Proses Ozon dan Filter Air Gambut Jadi Bersih ...............................36 Sisi Lain Redaktur Pelaksana Krisis Air dan Tingkat Ketahanan Air Indonesia......................................... 38 Eko Budi Harsono Testimoni Desain dan Produksi Teti Suryani, Agus Sumarno Sang Guru yang Jadi Komposer Sampah.................................................... 42 Sofyar Reportase Roadshow Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Grobogan...................... 44 Sirkulasi/Sekretariat Pertemuan Konsolidasi Pembangunan AMPL Tahun 2010.........................45 Agus Syuhada Forum Tingkat Tinggi Menteri Lingkungan Nur Aini Dampak Krisis Air Bagi Masyarakat Umum, Perempuan dan Anak-Anak.. 46 Pameran INDOWATER 2010...................................................................... 48 Alamat Redaksi Air Tanah di Jakarta Tidak Layak Konsumsi............................................... 49 Jl. RP Soeroso 50, Jakarta Pusat. Panduan Telp./Faks.: (021) 31904113 Kiat Mudah Buat Distalator Surya untuk Pemurnian Air............................ 52 Situs Web: http//www.ampl.or.id Info CD..................................................................................................................... 54 e-mail: redaksipercik@yahoo.com Info Buku................................................................................................................. 55 redaksi@ampl.or.id Info Situs ................................................................................................................. 56 Pustaka AMPL......................................................................................................... 57 Redaksi menerima kiriman Fakta tulisan/artikel dari luar. Fakta Terkait Kelangkaan Air.......................................................................58 Isi berkaitan dengan air minum dan penyehatan lingkungan.
  3. 3. Dari Edis I 2010 Edisii III,, 2010 Redaksi kemudian dalam edisi kali ini kami lebih menyoroti pada daerah Kodi (NTT) dengan mempertimbangkan kegiatan ini yang menjangkau jumlah penduduk terbesar sampai saat ini, yaitu sekitar 17.000 orang. Ini hal yang mencengangkan dengan mempertimbangkan masihP embangunan air minum dan penyehatan banyaknya PDAM yang pelanggannya hanya berkisar lingkungan dalam waktu sepuluh tahun pada angka 2.000-5.000 pelanggan. terakhir telah mengalami banyak perubahan Perlu kami informasikan juga bahwa sampai pada mendasar. Terutama dengan telah saat ini kami telah berhasil menerbitkan Percik dalam disepakatinya pada tahun 2003 Kebijakan dua versi yaitu edisi reguler dan edisi khusus. EdisiNasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan reguler adalah edisi yang diterbitkan sebanyak 4 (empat)Lingkungan Berbasis Masyarakat dan berperannya kali setiap tahun, dan direncanakan secara berkala tigaKelompok Kerja Air Minum dan bulan, walaupun pada kenyataannya buPenyehatan Lingkungan (Pokja ba dapat diterbitkan setelah baruAMPL) secara optimal dalam bu Juni. Sementara edisi khusus bulanpembangunan AMPL. Kondisi ini merupakan edisi hasil kerjasama mmendorong maraknya pembangunan dengan pemangku kepentingan deAMPL berbasis masyarakat di hampir untuk menyajikan topik tertentu, unseluruh Indonesia, yang melibatkan da waktu penerbitannya fleksibel. danhampir seluruh pemangku Sampai saat ini edisi khusus telah Sakepentingan mulai dari pemerintah diterbitkan sebanyak 3 (tiga) dipusat, pemerintah daerah, LSM, ed yaitu Pengelolaan Sampah edisi POKJAdan masyarakat. Bahkan kemudian Berbasis Masyarakat bekerjasama Bsemangat ini menghasilkan gerakan yang jauh melampaui dengan BORDA dan jaringannya, Satu Dekade Upayaperkiraan kita semua. Sebut saja proyek besar yang Pengarusutamaan Pembangunan AMPL Berbasissaat ini menerapkan pendekatan berbasis masyarakat Masyarakat kerjasama dengan WASPOLA, dan 7 Tahundiantaranya Waspola, Pro AIR, WSLIC-2, CWSH, Sanimas bekerjasama dengan BORDA. DirencanakanPamsimas, ISSDP yang dilanjutkan menjadi USDP, WES pada tahun 2010 akan terbit dua edisi yaitu ProgramUNICEF, Community-Led Total Sanitation (CLTS) yang Percepatan Pembangunan Sanitasi (PPSP) bekerjasamadisempurnakan menjadi Program Sanitasi Total Berbasis dengan Tim Teknis Pembangunan Sanitasi dan WaterMasyarakat (STBM) dan direplikasi menjadi Sanitasi and Environmental Sanitation (WES) UNICEFTotal dan Pemasaran Sanitasi (SToPS). Belum termasuk bekerjasama dengan UNICEF. Sampai saat ini jugakegiatan LSM yang bekerjasama dengan pemerintah sedang dalam penjajakan beberapa edisi khusus lainnya.diantaranya Plan Indonesia, dan SIMAVI. Tidak Keseluruhan edisi tersebut juga diterbitkan dalamterlupakan juga kegiatan dalam bentuk Corporate Social bahasa Inggris. Tentunya ini semua merupakan halResponsibility (CSR) oleh perusahaan. yang menggembirakan bagi perkembangan majalah kita Dari maraknya kegiatan berbasis mayarakat tersebut, tercinta ini.kemudian dikenali munculnya fenomena kegiatan Memasuki edisi ini, pembaca akan melihat di susunanberbasis masyarakat yang melibatkan lebih dari satu redaksi mengalami beberapa perubahan karena terjadinyakomunitas dan melintasi lebih dari satu desa, dan bahkan mutasi pada beberapa anggota Pokja AMPL yang selamamenjangkau penduduk dalam jumlah belasan ribu orang. ini terlibat dalam penerbitan Percik. Walaupun demikianSebagian orang bahkan menyebutnya PDAM Desa, kami berharap semoga saja hal ini tidak akan mengurangisaking besarnya. Menariknya adalah prosesnya berbasis kualitas atau bahkan meningkatkan kualitas dari majalahmasyarakat. Sepertinya ini melanggar kaidah yang selama kita tercinta ini.ini dipegang bahwa kegiatan berbasis masyarakat bersifat Akhir kata, tak lupa kami mengucapkan selamatsangat lokal (satu desa, satu komunitas), tidak melebih berpuasa bagi yang menjalankannya. Selamatjumlah tertentu (rata-rata 2000-3000 penduduk). menikmati, dan jangan lupa hal yang selalu kamiNamun kenyataannya banyak daerah sudah mempunyai tunggu adalah kritik dan saran dari pembaca.kegiatan pembangunan air minum multi desa. Namun (OM). 3
  4. 4. Suara Anda Sungguh senang membaca surat Sun a d T anda. Terimakasih atas perhatian dan Distribusi Air k keperca kepercayaan kepada majalah kami Kian Timpang Planet bumi kita kaya akan air. Para s sebagai media yang secara konsisten ahli memperkirakan dunia kita memiliki d dan terpercaya dalam menyajikan tidak kurang dari 1.360.000.000 km3Puskesmas informasi terkait persoalan Air Minum air. Dari total volume tersebut, sekitar dan Penyehatan Lingkungan. KamiPerlu Majalah Percik akan perhatikan permohonan anda 1.320.000.000 km3 atau sebesar Kami adalah salah satu pembaca 97,2 persennya merupakan lautan. untuk mendapat majalah ini secara Selebihnya, 25.000.000 km3 atauMajalah Percik, walaupun hingga saat regular. Salam Percik buat teman- sekitar 1,8 persennya merupakanini kami baru satu kali dikirimi Majalah teman di Puskesmas Batulampa, air tanah. Sedangkan 250.000 km3Percik edisi Maret dan Oktober 2008 selamat bertugas. merupakan air tawar di danau danyang lalu, inginnya sih berlangganandan mendapat kiriman edisi terbaru. sungai, dan sisanya 13.000 km km3Sebagai seorang sanitarian yang Selamatkan Air Kita atau sekitar 0,001 persen merupakanbekerja di Puskesmas, dengan masa Nobody needs no water. Ya, semua air yang terkandung dalam atmosferkerja lebih dari 10 tahun (2000-2010) orang memang butuh air. Setiap orang, dalam bentuk awan hujan.tentu sudah banyak pengalaman, paling tidak membutuhkan lima liter Akan tetapi, dari volume air yangnamun, bukan berarti semua masalah air setiap harinya. Tanpa air, memang begitu besar itu tidak seluruhnyasanitasi bisa dengan mudah ditangani. tak akan ada kehidupan. dapat digunakan oleh manusia untukSalah satu contoh, ketika kami diminta Tapi, disayangkan sekali ketika menunjang kelangsungan hidupnya.untuk memberi bimbingan teknis banyak orang kurang peduli terhadap Sebab hanya air tanah dan separuhpembuatan jamban, khusus untuk ketersediaan air. Menyia-nyiakan air dari volume air tawar yang dapatdaerah pantai (pasang-surut), banjir dengan memakai melebihi kebutuhan. digunakan untuk kebutuhan rumahdan rumah panggung. Terus terang Seolah-olah manusia tidak butuh air. tangga. Yang lebih parah lagi, volumekami agak kesulitan, mengingat Padahal, setiap manusia berkepen- air bersih itu mengalami kemerosotanbuku atau panduan teknisnya tidak tingan terhadap air. Memang, kita yang amat cepat akibat kerusakankami miliki. Disamping itu, tentunya membayar setiap tetes air yang sampai hutan, pencemaran lingkungan olehilmu atau teori yang diperoleh di bak mandi, tapi bukan berarti bisa limbah industri dan rumah tangga,diperkuliahan tidak mudah untuk sekenanya mengkonsumsi air tanpa penduduk dunia bertambah banyak,diingat lagi. batas. Memang pemerintahlah yang dan meningkatnya standar hidup Oleh karena itu, kami berharap mengelola air, agar bisa tersalurkan ke sehingga tingkat konsumsi air punmelalui redaki majalah Percik ini, su- masyarakat. Tapi bukan berarti tang- meningkat.dilah kiranya mengirimkan atau mem- gungjawab akan tersedianya air, hanya Kondisi kritis tersebut mendesakberi informasi kepada kami majalah, tugas pemerintah. Sebab, sesungguh- PBB untuk mencanangkan tahun 2005buku, cd, dan bahan lainnya tentang nya air mempunyai keterbatasan juga. hingga 2015 sebagai ’Dekade Air’.hal yang berhubungan dengan pem- karena itu, jika semua pihak tak bisa Pencanangan ‘Dekade Air’ oleh PBBbuatan jamban. Kalau bisa yang di- peduli, tetap saja berkemungkinan un- memang bukan suatu kebijakan yanglengkapi dengan gambar dan ukuran- tuk habis. mengada-ada. Melalui serangkaiannya. Mari bayangkan jika sumber air penelitian ilmiah diketahui bahwa Terimakasih atas perhatiannya dan habis. Apakah kita harus berharap pemakaian air telah melonjak enamdikabulkannya permohonan kami. pada air hujan? Atau harus menyuling kali lipat dalam era 100 tahun terakhir.Semoga majalah Percik senantiasa air laut? Malang sekali nasib kita jika Akibatnya, dalam periode tersebutmemercikkan ilmu dan informasinya hal itu sampai terjadi. sebanyak 20 persen dari total volumesetiap saat, khususnya yang berkom- Pantaslah sedini mungkin kita air bersih di bumi, ludes, sementarapeten dengan Air Minum dan Penye- melestarikan air. Karena pada hake- harga air bersih melonjak lebih dari duahatan Lingkungan. katnya air adalah titipan anak cucu kali lipat. Masalahnya tidak cuma itu. kita, berarti harus dipelihara. Sebuah Dari masa ke masa, ternyata distribusi Na’ Mal Saleh tanggungjawab moral bagi kita untuk air bersih menjadi kian timpang. Perumahan Puskesmas Batulampa menjaga warisan agar layak waris. Maximus Ali PerajakaKabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Lina Naibaho Pesanggrahan, Jakarta Medan, Sumatera Utara Distribusi Air Kian Timpang 4
  5. 5. Laporan Edisi II, 2010 UtamaKisah SistemMulti Desa di NTT PRO AIRK ecamatan Kodi, Ka- multi desa di kecamatan Kodi, kabu- rumah. Sarana air bersih multi desa di bupaten Sumba Barat paten Sumba Barat Daya difokuskan kecamatan Kodi ini selesai pada awal Daya, Nusa Teng- pada pembangunan sarana air bersih tahun lalu. Kini warga pun boleh gara Timur merupa- yang melayani lima desa yaitu desa bergembira dan bilang “ambil air so kan salah satu contoh Kori, desa Homba, desa Karipit, desa dekat”,” ujar Berndnyata keberhasilan pembangunan sa- Hohawungo, dan desa Wailabubur. Program pembangunan air mi-rana air bersih multi desa. Pasalnya, Jumlah warga yang membutuhkan num multi desa di Kodi diakui Berndprogram penyediaan air minum multi pelayanan ini mencapai 17.000 orang dilakukan warga dengan penuhdesa yang dilakukan di sejumlah desa pengguna dengan biaya 37 milyar ru- perjuangan. Sejumlah kendala sempatdi kecamatan Kodi tersebut dilakukan piah berupa sistim perlindungan mata terjadi. Target pembangunan perpi-dengan biaya besar dan mencakup pe- air. paan sempat tidak tercapai lantaranlayanan bagi penduduk dengan jum- “Sistem air minum multi desa dipengaruhi oleh hasil kerja yanglah populasi sangat banyak. Belum yang kami lakukan berupa perpipaan kurang baik dari kontraktor khusus-lagi kompleknya permasalahan baik dengan pengaliran secara gravitasi ke nya kontraktor utama yang menger-teknis maupun non teknis di lapang- 4 desa dengan kapasitas penampung jakan konstruksi pada lokasi sumberan ketika program air minum multi air 400 m3, panjang pipa transmisi mata air. “Kami bersyukur ham-desa ini dilakukan. sepanjang 6,8 km, pipa distribusi batan tersebut berhasil dengan Menurut Koordinator ProAir, sepanjang 60 km, serta membangun cepat diatasi. Kendala uta-Bernd Ugner pelayanan air minum 55 unit kios air dan 210 sambungan ma dalam 5
  6. 6. Laporan Utamapproses pembangunan air minum p gmulti d l desa b h l d berhasil dipecahkan de-ngan mengganti kontraktor utamadengan sub kontraktor yang memilikikinerja lebih baik,” tukasnya. Selain penyediaan air minummulti desa di Kodi, ProAir jugamembangun konstruksi multi desa dikabupaten Alor. Dari 6 sistim saranayang seluruhnya berupa perpipaan,berlokasi di kecamatan Pantar, PantarTimur, Alor Barat Daya, Alor Timur,Alor Timur Laut, diperkirakan akandimanfaatkan oleh ± 10.280 orangdari sejumlah desa. Sekarang ini pro-ses pembangunan perpipaan masihdilakukan. Diharapkan pada Desem-ber 2010 sudah selesai. Khusus desa Bouweli dan Kabir PRO AIRdi kecamatan Pantar, konstruksi per-pipaan multi desa sempat berjalan merupakan desa lokasi program hun-tahun, maka ketika masyarakatlambat dimana kemajuannya sempat ProAir di kabupaten Timor Tengah desa Pili dan tetangganya mendapattersendat namun sekarang sudah lan- Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. informasi bahwa ProAir menawarkancar. Hal ini disebabkan karena ada Pelajaran berharga sukses pengelolaan kerjasama untuk pembangunan saranaperubahan desain sistim air minum multi desa tersebut da- a air bersih, beberapa tokoh masyarakatjaringan air dan kon- pat terlihat dalam proses pengajuan p desa Pili berinisiatif mengumpulkanstruksi (detail engineer- usulan, perencanaan, pelaksanaan u masyarakat untuk berdiskusi gunaing design/DED) dari konstruksi sampai mempersiapkan kontribusi yang men-konsultan yang ber- pada kemandi- jadi persyaratan ProAir.dampak pada adanya Setiap ka terjadi rian pengelolaan, kali Dalam pertemuan tersebut,permintaan dana un- masalah, kami pemeliharaan dan masyarakat membahas beberapa haltuk pekerjaan tambah melibatkan warga perawatan sarana yang menjadi persyaratan untuktersebut. Setiap kali dan aparat desa air bersih oleh terlibat dalam program dukunganterjadi masalah, kami untuk mencari solusi masyarakat itu ProAir, termasuk didalamnya ada-melibatkan warga bersama sendiri. lah pengumpulan dana tunai yangdan aparat desa un- Alasan utama harus ditunjukkan melalui tabungantuk mencari solusi desa-desa di NTT awal pemeliharaan. Segera setelahbersama. Prinsipnya kepentingan mengajukan program me pertemuan itu masyarakat desa Pilimasyarakat agar percepatan pemba- pembangunan air mi- pem berhasil mengumpulkan dana tunaingunan sarana dan keberlanjutan pro- num multi desa tidak sesuai yang diharapkan dalam waktugram air minum multi desa berjalan lain k karena sulitnya memperoleh air. li yang relatif lebih cepat dibandingkanbaik. Untuk memenuhi kebutuhan air mi- dengan desa-desa lain yang juga men- num biasanya mereka harus berjalan jadi wilayah sasaran program ProAir. Kabupaten Lain tidak kurang dari 2 kilometer ke mata Faktanya masyarakat desa Pili dan Selain di kecamatan Kodi, kisah air atau pilihan lainnnya mengambil desa Kamura berhasil mengumpulkansukses ProAir melaksakan air minum air di sungai yang berjarak 1,5 km. dana pemeliharaan tidak lebih dari tigamulti desa juga dapat dipetik di desa Terdorong oleh kesulitan untuk minggu. Beberapa wakil masyarakat Pili dan desa Kamura memenuhi kebutuhan akan air bersih desa Pili kemudian mendatangi kan- y a n g yang mereka rasakan selama berta- tor ProAir membawa usulan, lengkap 6
  7. 7. Edisi II, 2010dengan bukti tabungan awal berupa tuk tambahan dalam membayar iuran untuk peningkatan keuangan kelom-foto copy buku rekening bank se- bulanan. Rupanya dengan menga- pok. Khusus untuk keuangan kelom-nilai Rp.7.000.000,- dan beberapa lami proses pendekatan yang me- pok Banum Aitum ini, hingga Bulandokumen kesepakatan masyarakat nempatkan masyarakat sebagai pelaku September 2009 tercatat pemasukansebagaimana yang disyaratkan oleh utama benar-benar membangun rasa sebesar Rp. 25.974.370.– yang berupaProAir. kemandirian, sekaligus mendorong kumpulan tabungan awal dan iuran. Menanggapi usulan tersebut, Pro- kesadaran agar masyarakat bertang- Sedangkan pengeluaran digunakanAir menindaklanjuti dengan beberapa gung-jawab terhadap keberlanjutan untuk biaya insentif pengurus, biayakegiatan ikutan, baik perencanaan hasil pembangunan itu sendiri. rapat, pengadaan inventaris, perawat-bersama masyarakat, pelatihan mau- Rasa kepemilikan dan kesadaran an sistim (penggantian mata kran),pun kegiatan konstruksi. Masyarakat untuk menjaga keberlanjutan hasil transport, ATK dan lain lain, sebesarsangat antusias dan proaktif didalam pembangunan inilah yang mendo- Rp.7.495.549,-.mengikuti proses tersebut karena rong masyarakat yang terwadah dida- Sehingga saldo kas Kelompok Ba-masyarakat benar-benar ingin keluar lam Badan Pengelola Sarana Air Ber- num Aitum ini sampai akhir Bulan Sep-dari kesulitan yang mereka alami se- sih (BP-SAB) “Banum Aitium” untuk tember 2009 sebesarRp.18.478.821,-.lama ini. secara serius membenahi kelom- Menariknya, tercatat bahwa iuran bu- Selanjutnya apa yang terjadi ? Ber- poknya. Terbukti dengan terbangun- lanan sudah dilunasi oleh masyarakatkat kerjasama dengan ProAir, partisi- nya sebuah gedung semi permanen (anggota cakupan) sampai denganpasi aktif, ketekunan dan kerja keras untuk kantor kelompok berukuran Desember 2010 yang secara adminis-mereka akhirnya membuahkan hasil 6 x 16 m, penyusunan aturan main tratif dibukukan dengan baik dan ter-dengan terbangunnya sarana air ber- (AD/ART) yang kemudian dilegalisir atur oleh Bendahara kelompok. De-sih sistim perpipaan gravitasi dengan dengan diterbitkannya Akte Notaris mikian pun dari sisi teknis, kelompokjalur pipa sepanjang 5.403 meter dan Kelompok, penyusunan Rencana sudah memiliki tenaga-tenaga teknis11 buah Tugu Kran (TK). Sistem Kerja dan Cashflow Tahunan kelom- yang trampil. Para tenaga ini telahtersebut dapat melayani 274 Kepala pok, pengumpulan iuran bulanan mengikuti magang pada saat peker-Keluarga atau populasi ber- jaan konstruksi berlangsung.jumlah 680 jiwa. Selain itu Disamping itu, mereka jugaterdapat juga 5 unit Sumur telah dibekali dengan peralat-Gali yang melayani 166 an dan pelatihan teknis olehKepala Keluarga atau sekitar tenaga-tenaga profesional501 Jiwa. Untuk sarana sani- dari ProAir sebelum sistemtasi, terdapat 14 unit Lantai diserah-terimakan kepadaCuci/Kamar Mandi dan 1 masyarakat.buah WC sehat sebagai per- Tentu saja semuanyacontohan. Kini masyarakat ini menjadi suatu kebang-cukup puas dan senang de- gaan bagi masyarakat karenangan hadirnya sarana-sarana ternyata hasil dari jerih payahyang ada. dan kerja keras mereka juga Karena air yang ada, mendapatkan apresiasi posi-ternyata tidak hanya un- tip dari pihak luar yang ter-tuk kebutuhan mandi, cuci, panggil untuk menempatkanmasak dan minum, tapi masyarakat sebagai pelakukelebihan penggunaan air utama dalam pembangunanyang ada, mereka dapat me- demi keberlanjutan hasilmanfaatkan juga untuk usa- pembangungan itu sendiri.ha pekarangan seperti mena- (eko/ProAir.org)nam sayur demi pemenuhankebutuhan gizi keluarga.Selain juga dapat dijual un- PRO AIR 7
  8. 8. Laporan Utama PRO AIRK odi Utara di Nusa Tenggara yang dibiayai oleh KfW dan GTZ, bantuan ProAir untuk membangun Timur adalah satu daerah memulai kegiatannya di Sumba pada sistem air. di Sumba Barat Daya, yang tahun 2002. Direncanakan akanmengalami kesulitan air hampir berakhir tahun 2010. Mata Air “Mataloko”sepanjang tahun. Meskipun selama Pada tahun 2005-2006, pada Sumber air yang cukup besar dimusim hujan, air melimpah, tanah saat survei, sistem perpipaan dari Kodi hanya satu yaitu “Mataloko”karang dan struktur batuan karst masyarakat sudah rusak sedangkan dengan debit antara 40 sampai 250mengakibatkan daya simpan air sumur dalam yang ada membutuhkan liter per detik. Sumber ini letaknya direndah. Pemerintah telah berupaya operasi dan pemeliharaan pompa sebuah gua di perbukitan Wailabuburmengatasi melalui beberapa proyek yang tidak sedikit biayanya. Harga di hutan Rokoraka. Survai tim ProAirpenyediaan air yang lalu berupa pe- air menjadi mahal karena air dari menunjukkan bahwa sumber air ininyediaan sumur dangkal maupun sumur atau sungai diangkut dengan dapat dimanfaatkan untuk memasokdalam, dan sistem perpipaan gravitasi, kendaraan yang biayanya dapat air bagi sekitar 50.000 orang yangnamun kelihatan hanya berfungsi mencapai Rp.150.000 untuk sekali bermukim di 10-12 desa. Akan tetapi,sebagian. angkut sebanyak 2-4 m3 yang hanya usaha membangun sistem sebesar ini Kemudian proyek terbaru adalah cukup untuk kebutuhan seminggu. sebenarnya melampaui kerangka kerjaProAir, yaitu proyek penyediaan air Di samping itu, air yang dibeli ProAir karena ternyata bukan lagibersih pedesaan di NTT (Rural Water tersebut maupun sumber air di daerah pembangunan sistem pedesaan yang Supply Project NTT), ini sudah tercemar berat. Masyarakat sederhana. beberapa desa di Kodi lalu meminta Meskipun demikian, setelah pem- 8
  9. 9. Edisi II, 2010bahasan dan perundingan panjang tanggal 31 Juni 2007. Rencana Rinci (Detailedantara Tim Pengarah (“Steering Pada tanggal 4 Juli Keberha Keberhasilan Engineering Design/Committee”) di Jakarta (lebih dikenal 2007 sumbangan uang i i atas usaha DED). ini Pada tanggalsekarang sebagai Pokja AMPL) dan dari masyarakat yang dan kerja sama 13 Agustus 2007, KfWpemerintah daerah kabupaten Sumba terkumpul berjumlah kelompok menyampaikan padaBarat Daya, akhirnya KfW (Kredit Rp.424.034.505, atau masyarakat Kementerian KesehatanAnstalt fuer Wiederaufbau) bersedia 94% dari jumlah yang bahwa semua prasyarat bamenyediakan dukungan teknis dan dibutuhkan sebesar Rp. untuk sistem di Kodi telah unkeuangan and GTZ (Gesellschaft 450 juta. Keberhasilan terpenuhi dan tidak ada terfuer Technische Zusammenarbeit) ini atas usaha dan kerja sama lagi keberatan pelaksanaan lagbersedia menyediakan dukungan kelompok masyarakat dan pemerintah pembangunan sistem Kodi. pemuntuk pemberdayaan masyarakat daerah dalam Maka dimulailah pembuatan DED mengembangkan M k di ldalam membangun sistem multi-desa di empat desa (Wailabubur,Hombakaripit, Hoha Wungo danKori). Adapun dukungan ini bersyaratbahwa masyarakat menyediakan sum-bangan uang tunai (in-cash) dantenaga kerja serta bahan/tenaga (in-kind) serta bersedia pula mengelolasistem tersebut. Sebagai langkah awal dilakukansurvai yang meliputi pengukuransumber air dan penyelidikan alter-natif mengingat geografi daerah Kodisangat datar. Selain itu, dilaksanakanpembahasan mendalam mengenaihasil yang diharapkan dari segi sosial,kelembagaan, keuangan dan teknissebelum ada keputusan akhir. Padasaat yang sama juga diputuskan untukmembangun organisasi pengelola PRO AIRkhusus yang berazaskan ‘kepemilikanoleh masyarakat’, ‘pengelolaan secara pendekatan inovatif, misalnya dengan dan persiapan tender berdasarkanprofesional’ dalam ‘kerangka hukum’ menghitung sumbangan uang dalam perhitungan besaran yang ‘aman’ dariyang jelas. satuan volume beras. Sumbangan sumber Mataloko yaitu 32 liter per Pada tahun 2006 dibuatlah uang yang dituntut untuk mendukung detik.Master Plan untuk Kodi Utara dan pembangunan sistem penyediaan Tetapi sistem kompleks seperti inipada tahun 2007 dana sumbangan air oleh ProAir dimaksudkan bukan bukanlah tanpa tantangan. Dalammasyarakat mulai dikumpulkan dan untuk membayar konstruksi tetapi kurun waktu antara bulan Oktoberpersiapan awal kelompok pengelola air sebagai simpanan untuk pembiayaan dan November 2007, konsultandilakukan. Pada tanggal 25 November awal operasi dan pemeliharaan sistem yang melaksanakan pemberdayaan2006 dan sekali lagi di awal 2007, para oleh kelompok masyarakat pengelola masyarakat berkesimpulan bahwapemangku kepentingan berkumpul di air (tabungan pemeliharaan). pembayaran dengan satu hargaKodi dan sepakat bahwa sekurang- Dengan terkumpulnya dana ter- (flat rate) seperti umumnya dalamkurangnya 75% dari sumbangan sebut, para pemangku kepentingan sistem berbasis masyarakatuang sebesar Rp 30,000 per anggota memutuskan persiapan pembangunan di daerah pedesaan tidakkeluarga bagi sekitar 15.000 pemakai sistem penyediaan air di Kodi dapat mencukupi kebutuhanair harus sudah terkumpul pada dilanjutkan, termasuk pembuatan 9
  10. 10. Laporan Utamappendanaan yang berkelanjut untuk y g berkelanjutan j masyarakat dan Camat Kodi Utara tardesa untuk pengelolaan menyelu-sistem ddengan k kran umum. Untuk dan difasilitasi ProAir dan Pemda ruh dengan mempertimbangkan ke-dapat mencapai tingkat pelayanan dan Sumba Barat Daya. Kelambatan terwakilan yang layak. Pada akhirnyapengumpulan dana yang dibutuhkan proses diperparah oleh masalah organisasi ini bahkan lebih besar daridalam pengelolaan profesional, diper- dengan kontraktor lokal dan hujan organisasi perusahaan daerah air mi-lukan sistem kombinasi dengan kios yang sepanjang tahun. Masalah num di Sumba Barat.air dan sambungan rumah. lain adalah sukarnya memperoleh Struktur organisasi untuk sistem DED terpaksa disesuaikan dan ijin Kementerian Kehutanan untuk multi desa Kodi yang dikembangkanbaru bulan April 2008 proses tender membangun jalur pipa transmisi dalam tahun 2007/2008 adalahuntuk pipa transmisi dapat dimulai. di hutan Rokoraka. Karena sistem berdasar konsep pada halaman berikut: (lihat diagram) Unit Profesional yang menun- tut adanya staf yang digaji sedang diseleksi dan dilatih. Anggota unit ini akan melakukan pengelolaan, operasi dan pemeliharaan rutin ha- rian sedangkan organisasi bersama antardesa akan mengawasi mereka. Konsep pengelolaan ini dikembang- kan tahun 2007 dan dalam pengem- bangannya akan disesuaikan dengan keadaan setempat. Akan tetapi pada saat air mulai mengalir nanti pada akhir 2010, semua sumberdaya sudah harus terbentuk dan siap berfungsi. Pada saat ini tarif air ditetapkan Rp.5 per liter atau Rp.100 untuk satu ember atau jeriken 20 liter. Untuk itu digunakan koin khusus yang diproduksi oleh proyek, sampai saat PRO AIR ini sudah ada 250.000 butir. Satu koin bernilai Rp.2.550 untuk membayarTender untuk pipa transmisi dan tata kelola dan status hukum 510 liter.sistem distribusi, maupun suplai,harus kawasan hutan yang kurang jelas, Pipa transmisi saat ini masihdilaksanakan secara terpisah. Selain proses perolehan ijin (sementara) sedang dibangun. Bila selesai makaproses persiapan dan penilaian yang membutuhkan hampir satu tahun. akan ada 6,8 km pipa transmisi danmembutuhkan waktu lama, sistem Selama waktu itu, pekerjaan kons- 46,4 km pipa distribusi. Masyarakatberbasis masyarakat seperti ini juga truksi transmisi terhenti. telah membangun 57 kios, satumenghadapi banyak masalah dalam diantaranya akan dimanfaatkan khu-pelaksanaan konstruksi. Misalnya, Organisasi Multi Desa sus bagi truk air. Dari target 210bergesernya jalur pipa karena renovasi Berbasis Masyarakat sambungan rumah sudah terpasangatau pelebaran jalan. Atau perlunya Meskipun demikian, pada tahun 170. Diharapkan pada akhir Tahunpembelian tanah di perbatasan desa 2009 pembangunan sistem ini cukup 2010 sistem ini akan rampung danNoha dan Wailabubur karena hanya maju, bukan saja dari segi konstruksi beroperasi. Investasi total KfWtempat ini, yang sedikit lebih tinggi, tetapi juga dengan terbentuknya or- adalah Rp.37 Milyar atau sekitar 3cocok untuk pembangunan reservoir ganisasi berbasis masyarakat. Tim juta Euro.umum sebesar 400 m3. Pembelian ProAir telah bekerja keras memba- Proses pengembangan dan pem- tanah ini diatur oleh ngun organisasi masyarakat ini, tidak bangunan sistem multi-desa yang saja di tingkat desa tetapi juga an- kompleks ini panjang dan sulit kare- 10
  11. 11. Edisi II, 2010 Diagram Konsep Struktur Organisasi Penyedia Air Bersih Kodi Utara Pimpinan Konsultasi dan Manajer Umum Komite Rekomendasi Keuangan Dewan Federasi Koordinasi Audit Harian Laporan Laporan Rutin Keuangan Rekomendasi 4 Anggota Terpilih Bagian Bagian Teknis Keuangan Staf Staf Federasi Pengelola Air --- --- 4 --- --- Kepala Komite Pelaksana Kepala Kepala Kepala Kepala Komite Komite Komite Komite Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Komunikasi dan Kerjasama Harian Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Harian Harian Harian Harian dikelola oleh Organisasi Berbasis Anggota Masyarakat (Community Based Orga- nization atau CBO), yang meman- faatkan keahlian profesional, yang diharapkan menjadi organisasi yang Asosiasi Asosiasi Asosiasi Asosiasi berkelanjutan dalam melayani kebu- Pengelola Pengelola Pengelola Pengelola tuhan air masyarakat, Kodi. Dengan liputan 10 desa dan 50.000 pemakai air, sistem ini seukuran dengan sistem bagi satu kota agak besar di NTT. Penguna memilih perwakilan untuk masing-masing Asosiasi Pengelola Untuk itu dibutuhkan dukungan bagi CBO, akses terhadap informasi Pengguna Pengguna Pengguna Pengguna dan “expertise” (keahlian pengetahuan khusus) dan ketersediaan bahan dan peralatan yang tepat, dana yang cu- kup dan terjamin, serta keahlian di bidang kelembagaan dan teknis. Dan pada akhirnya dibutuhkan prosesna selain melibatkan banyak pihak, struksi. Banyak masalah dihadapi. yang tepat untuk mengembangkanproses ini menghadapi berbagai per- Namun demikian, berkat kerja sama organisasi tersebut sebagai pemilikmasalahan. Banyak orang terlibat. antara masyarakat dan pemerintah dan pengelola yang sah.Tim motivator masyarakat memban- daerah, difasilitasi oleh tim proyektu mempersiapkan dan membimbing kebanyakan masalah dapat diatasi. Penulis adalahmasyarakat.Tenaga teknis (engineer Pemerintah daerah Sumba Barat Team Leader Financial Cooperationdan site inspectors) merancang, me- Daya sangat mendukung dan meren- ProAir (Depkes, KfW Component)ngelola dan mengawasi konstruksi canakan mengembangkan lebih lanjutdan para kontraktor pelaksana kon- tipe sistem baru ini yaitu sistem yang 11
  12. 12. Bernd Ugner:Menitikkan Air Mataberkisah Perjuangan Bocah NTTMenghargai Air Minum PRO AIRS ALAH satu tokoh di balik suksesnya program tahun 2003 terlibat dalam program Pro Air dalam Pro Air dalam memberikan layanan air menyediakan air minum berbasis masyarakat di NTT. minum bagi masyarakat Nusa Tenggara Saat pertama kali bersentuhan dengan masyarakat Timur (NTT) adalah Bernd Ugner. Pria NTT khususnya di pedesaan, kondisi saat itu belum jangkung berkebangsaan Jerman ini bertinggi ada kesadaran masyarakat tentang sanitasi danbadan 198 cm, boleh jadi dia merupakan salah satu hidup dengan lingkungan yang sehat. Pertama kali“champion” di balik sukses air minum multi desa di saya berada di Sumba Timur yang kondisinya lebihNusa Tenggara Timur. memprihatinkan lagi. Ketersediaan air sangat terbatas, “Saya sering terharu jika mengingat perjuangan warga harus berjalan kaki hingga puluhan kilo meterwarga desa terpencil di Nusa Tenggara Timur untuk untuk mendapatkan air minum di sumber mata airmendapat air minum. Salah satu cerita yang tidak Nabbo.pernah saya lupa, seorang anak berumur 10 tahun Menurut Bernd, salah satu kendala paling besaryang berjalan 3 km menenteng jerigen ke salah dalam penyediaan air multi desa di NTT adalahsatu mata air. Ketika sampai di mata air dan mengisi persoalan geografis dan juga persoalan budaya.jerigennya, dia tidak membuang sisa air yang dia dapat Persoalan geografis sangat jelas karena hampirtapi dimasukan kembali ke dalam sumur. Anak sekecil sebagian besar pedesaan di NTT berbukit-bukit,itu menyadari pentingnya air bagi saudaranya yang sedangkan persoalan budaya karena warga di NTTlain,” ujar Bernd terharu ketika mengisahkan cerita punya kebiasaan untuk tinggal di atas bukit, sedangkan tersebut kembali kepada Percik . mata air di bawah. Mereka tidak mau mendekati mata Bernd Ugner telah sejak air dan lebih suka berada diatas bukit karena alasan 12
  13. 13. Edisi II, 2010untuk bertahan dari serangan musuh lebih mudah. Air minum terdapat jauh di dalam tanah yangIni sangat kuat mereka pegang teguh. Padahal alasan gersang dan berbatu-batu di NTT. Masalahnyaini sangat tidak masuk akal, karena jika musuh sudah bagaimana mengangkat air tersebut ke permukaan,menguasai sumber air, tentunya mereka tidak akan yang dibutuhkan masyarakat terutama yang tinggal dipernah dapat air. Mereka juga tidak lagi bisa pindah dataran tinggi. Di NTT juga terdapat sungai-sungai yangke sumber air karena di bukit-bukit tersebut leluhur airnya berlimpah ruah.mereka dikubur. Posisi dan peran Pemda cukup positip sekalipun Ketika pertama kali membuat program Pemda sendiri sedang menghadapi masalahpemberdayaan masyarakat untuk memperoleh air desentralisasi. Spesialisasi merupakan salah satuminum di Sumba Timur, dari sejumlah kecamatan masalah, selain pengawasan, kerja sama antarintansihanya dua kecamatan mengusulkan perlu mendapat serta pelayanan masyarakat. Aktivitas PDAM lebihbantuan teknis dan prasarana. Sedikitnya 84 desa diarahkan pada penyediaan air minum di perkotaan,mengusulkan perlu mendapat kebutuhan air sementara dana rutin dari pemerintah pusat tidaksecepatnya, sayang sejumlah usulan banyak kelemahan mencukupi untuk penyediaan air minum di pedesaan.karena persoalan budaya dan sumber air berada di ProAir merupakan proyek air minum yang berbasisbawah desa dan perlu waktu untuk mengangkat ke masyarakat, dengan tujuan agar masyarakat dapatatas. Dari sejumlah usulan tersebut ( 84 desa) ternyata menjaga dan mengelola sarananya sendiri. Hal inihanya 8 desa yang cocok dengan sistem gravitasi, merupakan penjabaran kebijakan nasional yangini yang di bantu Pro Air saat itu. Banyak desa yang tercantum dalam Kebijakan Nasional Pembangunanterpisah-pisah, jarak rumah satu dengan lain agak Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasisberjauhan. Banyaknya usulan ini menunjukan bukti Masyarakat. Tentu tidak mudah untuk mengubahkebutuhan air sangat tinggi. perilaku masyarakat agar dapat bertanggung jawab “ Kami keliling ke setiap desa dan melihat sejauh dalam mengelola sarananya sendiri.mana kebutuhannya. Kami melihat hal ini sangat Proyek ini berbeda dengan proyek konvensionalserius. Saat itu memang sangat dilematis, jika mereka lainnya, dimana sistem sudah jadi dan digunakan.diberikan pompa air untuk mengangkat air ke atas Dalam ProAir, dibutuhkan perjuangan yang sangatbukit sangat sulit karena tidak ada listrik dan solar. sulit untuk dapat membuat masyarakat sadar akanDan kami juga ragu masyarakat mampu mengelolanya. kegunaan dari sistem tersebut, dan sasaran akhirAkhirnya, kami hanya membantu 8 desa. Investasi yang adalah masyarakat mampu menjaga, mengeloladiberikan Pro kami kepada tiap orang sekitar 100 Euro dan memelihara sendiri sarananya. “Jadi janganper kepala,” ujarnya. berburuk sangka dulu karena Pro Air, merupakan proyek dalam ProAir, konstruksiair minum pemerintah Jerman adalah suatu proses bukandi NTT yang bermula di 3 hanya bangun dan jadi. Tetapikabupaten yaitu Sumba Timur, juga penting bagaimanaSumba Barat dan Timor Tengah dengan keberlanjutannya.Selatan (TTS). Kemudian Hal ini yang mau dicapai olehmeluas ke kabupaten Alor dan ProAir. saya sendiri sudahEnde. ProAir adalah program mengalami bagaimana sulitnyapenyediaan air minum yang melaksanakan program ini,”berbasis masyarakat pedesaan katanya.yang menggunakan sistim Bagaimana sulitnyagravitasi dan sumur gali. memberi pengertian kepadaProAir melibatkan semua masyarakat pedesaan. Sampaipihak termasuk insinyur yang saat ini kami masih belajarmenyusun desain dan program dan mencari bentuksesuai dengan aturan main yang paling optimal agarstandar internasional, serta program ini berhasil.berkesinambungan. PRO AIR 13
  14. 14. PRO AIRKomitmen yang diharapkan dari masyarakat adalah pemerintah kabupaten di Nusa Tenggara Timur.masyarakat sadar untuk mengelola dan memelihara Dalam lingkup kerjasama ini, GTZ menyediakansarana umum khususnya air minum agar sistem bantuan teknis untuk pemberdayaan masyarakat,dapat bertahan selama mungkin dan tidak hanya jadi sementara KfW menyediakan bantuan dana untukmonumen. investasi. Mitra kerja ProAir di daerah adalah Badan Ini merupakan realita di desa-desa di hampir Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda),semua kabupaten di provinsi Nusa Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan BadanTenggara Timur. Curah hujan yang Pemberdayaan Masyarakat Desa (BMPD).kecil, kondisi lahan yang kering Tujuan dari ProAir adalah membentuk strukturdan kritis telah menjadikan air manajemen sederhana di tingkatsebagai suatu barang yang langka. desa yang memungkinkanHampir setiap rumah tangga di Harus Harus diakui, lanjut kemandirian didalam pengelolaanpedesaan harus mengirimkan salah Bernd antusiasme sistem penyediaan air minum dansatu anggotanya untuk berjalan warga NTT untuk sanitasi yang berkesinambungan.kaki mengambil air di tempat mendapatkan air dapat Program ini juga membantuyang cukup jauh setiap hari. Tidak dilihat dari kontribusi pemerintah daerah dalam rangkaterkecuali anak-anak. Banyak tenaga bagi kelancaran pembentukan dan pemberdayaanwaktu belajar yang terbuang akibat pembangunan sarana organisasi pengelola danharus “menarik” beban memenuhi air minum di desa infrastruktur, membangun sistemkebutuhan air di rumah. mereka.. pemantau struktur air, dan Harus diakui, lanjut Bernd menyusun peraturan perlindunganantusiasme warga NTT untuk mendapatkan air sum sumber air.dapat dilihat dari kontribusi tenaga bagi kelancaran Dampak yang diharapkan dalampembangunan sarana air minum di desa mereka. Tua, jan jangka panjang, penyediaan air minummuda, laki-laki, perempuan, semua hadir mewujudkan dan sanitasi yang berkesinambunganimpian bersama. Kerjasama ini bersifat mutlak bagi diharapkan dapat meningkatkan kondisi kesehatanpeningkatan rasa memiliki dari masyarakat terhadap masyarakat. Jarak yang semakin dekat ke sumber airsarana. minum akan mengurangi waktu yang dihabiskan para Dijelaskan oleh Bernd apa yang dilakukan ProAir ibu dan anak-anak untuk mengambil air. Hal ini akanmerupakan sinergi dari program Kementerian membuka peluang untuk melakukan aktivitas yangKesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), lebih produktif yang pada akhirnya akan mengurangiKfW Bankengruppe (Grup Perbankan KfW), dan tingkat kemiskinan. Dengan memindahkan tanggungGerman Technical Cooperation (GTZ) yang sepakat jawab atas pengelolaan air dan sanitasi kepada melaksanakan bersama program ProAir masyarakat akan menciptakan kesempatan kerja baru beserta Pemerintah- dan diversifikasi ekonomi. 14
  15. 15. Regulasi Edis I 2010 Edisii III,, 2010 Pengaturan Tata Kelola Air Perlu Payung Hukum KuatA ir merupakan karunia Tuhan untuk umatnya, ter- Kewenangan Pengelolaan masuk seluruh rakyat Indonesia, sedangkan dalam Sejak berlakunya Otda melalui UU No. 22 Tahun Pasal 33 ayat 3 UUD 1945 diamanatkan bahwa 1999 hingga direvisi menjadi UU No 32 Tahun 2004,penguasaan atas bumi, air, dan ruang angkasa, serta keka- undang-undang yang berhubungan pengelolaan air adalahyaan yang terkandung di dalamnya itu untuk diperguna- UU No.7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air. Dalamkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat. Pengua- UU Sumber Daya Air dua jenis kewenangan ini dinyata-saan yang dimaksud tidak menempatkan negara sebagai kan secara detail (pasal 16 sampai 18). UU Sumberdayapemilik (ownership), tetapi tetap pada fungsi-fungsi penye- Air memberikan kewenangan dan tanggung jawab daerahlenggaraan negara. atas pengelolaan sumberdaya air yakni dalam hal menetap- Air merupakan kebutuhan makhluk hidup yang paling kan kebijakan pengelolaan sumber daya air, menetapkanhakiki, termasuk manusia, tanaman dan hewan, oleh sebab pola pengelolaan sumber daya air, menetapkan rencana pe-itu air perlu ditata penggunaannya ngelolaan sumber daya air, menetapkanagar memberikan manfaat bagi rakyat- dan mengelola kawasan lindung sumbernya. Dalam jaringan distribusi air, air, melaksanakan pengelolaan sumberdiperlukan suatu sistem yang terkoor- daya air, mengatur, menetapkan dandinasi, baik antara para pelaku mau- memberi izin penyediaan, peruntukan,pun pembuat kebijakan, dan jaminan penggunaan, dan pengusahaan air,perolehan air yang cukup. membentuk dewan sumber daya air, Begitu pentingnya masalah air, memenuhi kebutuhan pokok minimalbaik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atas air dan menjaga efekti-hajat hidup rakyat banyak maupun vitas, efisiensi, kualitas, dan ketertibanuntuk kebutuhan pertanian (teruta- pelaksanaan pengelolaan sumber dayama tanaman pangan) dan keperluan air pada wilayah sungai dalam satupada sektor lainnya. Tidak dapat kabupaten/kota. Dengan cara sepertidipungkiri bahwa air menjadi suatu itu, UU Sumber Daya Air secara leng-komoditas yang memiliki posisi stra- kap menguraikan tentang kewenangantegis dari kepentingan-kepentingan baik yang sifatnya substantif maupununtuk pemenuhan kebutuhan hajat teknis. Kewenangan teknis terutamahidup, bisnis, industri, pertanian/iri- POKJA menyangkut pengaturan, penetapan,gasi, maupun ketahanan pangan yang menjadi bagian dari pemberian izin, penyediaan, peruntukan, penggunaan,sistem ketahanan nasional. Posisi air yang strategis dalam dan pengusahaan air serta pembentukan dewan sumber-menguasai hajat hidup orang banyak, maka tidak dapat di- daya air sedangkan kewenangan substantif adalah delapanelakkan bahwa air akan menjadi persoalan tarik menarik dari kewenangan lainnya yang secara singkat dapat dikatakanberbagai kepentingan. Oleh karena itu, persoalan air harus sebagai kewenangan otonomi pengelolaan SDA.ditata dengan baik melalui perangkat peraturan perundang- Di dalam UU Sumber Daya Air terlihat banyakundangan yang dapat melindungi dan mewujudkan keter- mengatur soal partisipasi masyarakat. Dalam bagiantiban umum yang mencerminkan keadilan masyarakat. menimbang huruf (d) dikatakan: ‘Sejalan de- ngan semangat demokratisasi, 15
  16. 16. Regulasidesentralisasi, dan keterbuk , keterbukaan dalam tatanan kehidupan Perizinanbermasyarakat, b bb k berbangsa, d bernegara, masyarakat perlu dan Dapat dipahami bahwa perizinan memang menem-diberi peran dalam pengelolaan sumber daya air’. Keten- patkan posisi dan peran negara sesuai dengan filosofi dasartuan ini selanjutnya diatur lebih komprehensif dan meluas konstitusi (UUD 1945), dalam UU SDA penting untukdalam BAB XI Tentang Hak, Kewajiban dan Peran Serta menempatkan rasa keadilan masyarakat. Perizinan mengacuMasyarakat. Dikatakan bahwa “masyarakat mempunyai pada pemikiran perlindungan terhadap kepentingan rakyatkesempatan yang sama untuk berperan dalam proses peren- banyak terhadap kebutuhan air baku dan konsep pelestariancanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan hidup dan kelestarian sumber daya air. Perizinansumber daya air”. Pelaksanaan partisipasi itu kemudian akan dalam UU SDA diberlakukan secara menyeluruh (pasaldiatur dalam Peraturan Pemerintah. UU ini juga menetap- 45), termasuk penggunaan air pada lokasi (4a), Pemanfaat-kan hak masyarakat yang harus dipenuhi sebagai prasyarat an wadah air (4b), pemanfaatan daya air (4c), alokasi airterlaksananya partisipasi yang sejati. Hak-hak tersebut ada- untuk pengusahaan dan rencana pengelolaan sumber dayalah hak informasi, mendapat manfaat, ganti rugi, keberatan, air (pasal 46).laporan dan pengaduan dan hak menggugat ke pengadilanatas pengelolaan sumber daya air. Air Baku Rumah Tangga Di dalam hal penyediaan air minum rumah tangga,Pengaturan Hak Atas Air maka pengembangan sistemnya menjadi tanggungjawab Hak Guna Air pemerintah dan pemerintah daerah, akan tetapi penye- Hak guna air yang disebutkan pada UU SDA pasal lenggaraannya dapat diberikan kepada BUMN/BUMD,6, 7, 8, dan 9 dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yaitu hak Koperasi, badan usaha swasta, dan masyarakat (UU SDAguna pakai air dan hak guna usaha air. Hak guna pakai pasal 40). Pengaturan terhadap pengembangan sistem pe-air adalah hak penggunaan air untuk kebutuhan pokok nyediaan air minum bertujuan untuk:sehari-hari atau nonkomersial, sementara hak guna usaha a. terciptanya pengelolaan dan pelayanan air minumair adalah hak untuk mengusahakan air bagi tujuan-tujuan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau;komersial. Hal ini secara eksplisit telah menempatkan air b. tercapainya kepentingan yang seimbang antara kon-sebagai barang komoditi yang dapat diperjualbelikan. Hak sumen dan penyedia jasa pelayanan; danguna air tidak dapat disewakan atau dipindahtangankan, c. meningkatnya efisiensi dan cakupan pelayanan airsebagian atau seluruhnya, sedangkan Hak guna pakai air minum.diperoleh tanpa izin untuk memenuhi kebutuhan pokoksehari-hari bagi perseorangan dan bagi pertanian rakyat Konservasiyang berada di dalam sistem irigasi. UU SDA menekankan konsep pelestarian (konservasi) Hak guna pakai air memerlukan izin oleh Pemerintah sumber daya dan distribusi untuk menjaga stabilitas sumberatau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya daya dan siklus air, serta pemikiran administratif (perizinanapabila: dan pemberian hak). Konservasi mendapat penekanan un- a. cara menggunakannya dilakukan dengan mengubah tuk kelangsungan sumberdaya air yang telah mengalami kondisi alami sumber air; pengrusakan pada hutan-hutan di daerah hulu (pegunung- b. ditujukan untuk keperluan kelompok yang memer- an) dengan usaha-usaha pencegahan secara konkrit. lukan air dalam jumlah besar; atau Pengrusakan hutan dan lingkungan yang dilakukan c. digunakan untuk pertanian rakyat di luar sistem iri- secara sistematis sebagaimana pada UU No. 23 tahun 1997 gasi yang sudah ada. tentang Lingkungan Hidup mendapatkan perhatian yang Hak guna pakai air meliputi hak untuk mengalirkan lebih serius, penghukuman dan penjeraan terhadap pelaku-air dari atau ke tanahnya melalui tanah orang lain yang pelaku pengrusakan dirumuskan dalam konsep pemidanaanberbatasan dengan tanahnya berdasarkan persetujuan dari yang begitu berat baik pemidanaan badan maupunpemegang hak atas tanah yang bersangkutan (dapat berupa pembebanan ganti rugi dan denda yang sebesar-besarnya.kesepakatan ganti kerugian atau kompensasi). Hak guna Konservasi harus menumbuhkan semangat kepada seluruhpakai ini dapat diberikan kepada perseorangan atau badan unsur masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber dayausaha dengan izin dari Pemerintah atau pemerintah daerah air, pertanian konservasi pada wilayah hulu untuk dirangsang sesuai dengan kewenangannya. menumbuhkan semangat konservasi.(eko/dewi) 16
  17. 17. Agenda Edisi II, 2010 ISTIMEWA Planet. One Future” (Banyak Spesies. Satu Planet. Satu Masa Depan). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, sebagaimana dilansir dari situs resmi UNEP akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur. UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Tema WED kali ini berhubungan denganH ari Lingkungan Hidup Sedunia (World pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Environment Day/WED) diperingati Keanekaragaman Hayati (International Year of pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya sejak Biodiversity) dengan COP 10 Convention on BiologicalPBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsungdi Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari pada 18-29 Oktober 2010.Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah Tema ini diharapkan mampu mengajak seluruh duniakordinasi United Nations Environment Programme untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi.(UNEP), yang dibentuk PBB sejak 1977. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia keanekaragaman hayati adalah prospek yangtahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One sangat suram. Jutaan orang 17
  18. 18. Agendadan jjutaan spesies berbagi b p g bersama dalam satu planet yang jatuh pada 5 Juni 2010 di Istana Negara. Indonesia,yang sama, d h dan hanya ddengan bersama-sama kita semua melalui Kementerian Lingkungan Hidup, mengadopsibisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih semangat seluruh bangsa di dunia, dengan mengusungmakmur. tema `Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, Kita`. United Nations Environment Programme (UNEP)adalah istilah yang dapat mencakup segala makhluk sendiri mengangkat tema `Many Species, One Planet, Onehidup dan tak hidup di alam yang ada di bumi atau Future.`bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa Pemilihan tema ini dianggap penting oleh Mentericampur tangan manusia yang berlebihan. Lawan dari LH Gusti Muhammad Hatta karena dapat mengingatkanlingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang bahwa Indonesia yang dikaruniai Tuhan kekayaanmencakup wilayah dan komponen-komponennya yang keanekaragaman hayati yang harus diwariskan kepadabanyak dipengaruhi oleh manusia. generasi yang akan datang. “Indonesia dikarunai Hari Lingkungan Hidup Sedunia keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengandirayakan dalam banyak hal di negara- dimilikinya sekitar 90 tipe ekosistem, 40 ribu spesiesnegara seperti Kenya, Selandia Baru, tumbuhan, dan 300 ribu spesies hewan. KeanekaragamanPolandia, Spanyol dan Amerika hayati yang melimpah merupakanSerikat. Kegiatan yang dilakukan potensi yang dapat dimanfaatkanmeliputi aksi unjuk rasa dan parade Indones Indonesia dikarunai bagi pembangunan ekonomi nasionaljalanan, serta konser, penanaman keanekar keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraanpohon, dan kampanye pembersihan. yang sangat tinggi masyarakat,” ujar Muhamad Hatta.Di banyak negara, acara tahunan dengan dimilikinya Presiden SBY sendiri dalamini digunakan untuk meningkatkan sekitar 90 tipe ekosistem, sambutanya mengatakan betapaperhatian politik dan tindakan untuk 40 ribu spesies pentingnya keanekaragaman hayatimeningkatkan kesadaran masyarakat tumbuhan, dan 300 ribu bagi Indonesia dan dunia. “Negaratentang pentingnya memperhatikan spesies hewan n kita memiliki geografi yang khas danmasalah lingkungan. unik. Kita kaya akan biodivertsity uni dan kita juga memiliki kekayaan alam pantai terpanjang di dunia, alam, hut terluas ketiga di dunia. Kaya hutan dengan flora fauna da plasmanufa. Kita memiliki flora, fauna, dan 500 jenis mamalia atau 12 persen yang dimiliki dunia. 500 jenis reptil atau 7 persen yang dimiliki dunia. 1500 jenis burung atau 17 persen yang dimiliki dunia. 38 ribu jenis tumbuhan, 1.260 jenis tumbuhan medis, 700 jenis rumput laut, 450 jenis karang batu, dan 2 ribu jenis ikan,” kata SBY. “Mari kita bayangkan betapa Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahi Indonesia dengan biodeversity seperti itu yang sulit dicarikan bandinganya di negara-negara lain. Oleh karena itu kewajiban moral kita, tugas kemanusiaan POKJA kita, adalah menjaga kelestariannya, dan manakala itu kita gunakan untuk kesejahteraan rakyat, maka Di Indonesia mestilah mempertahankan kaidah-kaidah kelestarian Di Indonesia acara peringatan Hari Lingkungan lingkungan yang baik, yaitu systemable developmentHidup Sedunia mendapat sambutan hangat dari atau pembangunan berkelanjutan. Bukan hanya untukpemerintah dan masyarakat Indonesia. Presiden generasi kita tapi untuk anak cucu kita di masa akanSusilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara datang. Green development, pembangunan yang ramah Ani Yudhoyono memperingati Hari lingkungan,” SBY menjelaskan. Lingkungan Hidup Sedunia Dalam kesempatan ini Presiden SBY memberikan 18
  19. 19. Edisi II, 2010 FOTO-FOTO: ISTIMEWApenghargaan Kalpataru kepada 12 orang/organisasi untuk Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo H. Toni Uloli, SE4 kategori, penghargaan Adipura yang pada tahun 2010 menghadiri upacara peringatan tersebut yang didampingiini meningkat menjadi 140 kota dari 126 kota pada Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Marten Taha ditahun 2009. Sedangkan untuk penghargaan Adiwiyata Bumi Perkemahan Bongohulawa Kecamatan LimbotoMandiri diberikan kepada 25 sekolah. Kabupaten Gorontalo. Upacara ini diawali dengan Sejumlah daerah juga menggelar acara peringatan penanaman pohon pelindung yang penanamannyaHari Lingkungan Hidup Sedunia. Pemerintah Provinsi diawali oleh Wakil Gubernur Gorontalo Toni Uloli,Kepulauan Riau, melakukan upacara bendera yang Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Marten Taha kemudiandipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Gubernur diikuti pejabat lainnyKepri HM Sani di Kantor Gubernur, Tanjungpinang. Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup DuniaRangkaian acara peringatan di Provinsi Riau Kepulauan 2010 tingkat Jawa Timur dilaksanakan di Bendunganadalah pembuatan buku tentang lingkungan hidup. Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang danBuku ini memperoleh penghargaan ditingkat nasional. di Kota batu pada 26 Juli. Kepala Badan LingkunganKegiatan lainnya adalah pengelolaan amdal, melakukan Hidup Prop Jatim, Indra Wiragana SH pada LJ,sosialisasi bahaya limbah B3 bagi lingkungan sekitar mengatakan, rangkaian kegiatan dimulai 23 hingga 26maupun juga pengelolaan serta pemanfaatan air bersih. Juli dengan beberapa kegiatan, diantaranya kemah hijauKegiatan lainnya adalah melakukan nota kesepakatan yang dilaksanakan pada 24 hingga 26 Juli di Bendunganantara Pemerintah Provinsi Kepri, Badan Pengawasan Selorejo-Malang.Kota Batam dan Pemerintah Kota Batam, mengenai Penyebaran angket “Peduli Daerah Aliran Sungaipengelolaan laut. (DAS) Brantas” dilaksanakan pada 23 Juli di Kota Batu. “Adapun puncak peringatan Hari Lingkungan “Dengan penyebaran angket ini dimaksudkan agarHidup adalah penanaman 500 pohon penghijauan di masyarakat tahu tentang kondisi DAS Brantas saat iniSungai Pulai serta pelepasan burung merpati di Kantor sehingga menimbulkan kepedulian untuk berperan sertaGubernur,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup dalam pelestarian dan peningkatan kualitas DAS ini,”Provinsi Kepri, Khairudin Ja’far. kata Indra. Selanjutnya, dengan mengadakan uji emisi Di Provinsi Gorontalo alam rangka memperingati kendaraan agar masyarakat mengetahui potensiHari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi beban pencemaran CO2 oleh kendaraan bermotor,Gorontalo ke-38 yang dirangkaikan dengan Apel Korpri yang akan dilaksanakan pada 23 Juli di Jalandan Hari Keluarga Nasional ke-17 Tingkat Kabupaten Raya Kota Batu. (eko) 19
  20. 20. POKJA P ada tahun 1994 Sidang Umum PBB telah mendeklarasikan tanggal 17 Juni sebagai Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia melalui resolusi Nomor A/Res/49/115 untuk meningkatkan kesadaran publik akan bahaya degradasi lahan. Hal ini menunjukkan bahwa degradasi lahan merupakan masalah global dan merupakan proses degradasi lingkungan yang paling berbahaya di dunia. Sidang Umum PBB tersebut mengajak seluruh negara dan kalangan organisasi masyarakat madani untuk memperingati, dan mendukung kegiatan berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanggulangan degradasi lahan setiap tanggal 17 Juni guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai salah satu wujud kepedulian negara kita dan solidaritas terhadap masalah degradasi lahan global, pada tahun 1998 Indonesia meratifikasi Konvensi PBB tentang Penanggulangan Degradasi Lahan dan kekeringan atau United Nations Convention to Combat Desertification, yang disingkat UNCCD, melalui Keputusan Presiden Nomor 135 Tahun 1998. UNCCD juga dikenal sebagai Konvensi Rio, yaitu konvensi hasil Pertemuan Bumi (Earth Summit) di Rio de Janeiro bersama dua konvensi lingkungan lainnya, yaitu Convention on Bio Diversity/CBD (konvensi keanekaragaman hayati) dan UNFCCC (konvensi 20
  21. 21. Edisi II, 2010 Degr Degradasi lahan dan k e ke kekeringan secara signifikan mempengaruhi ISTIMEWAkerangka kerja perubahan iklim). seluruh komponen terhadap kehidupan nasional Upaya Departemen Kehutanan keanekaragaman hayatiy sehingga diperoleh dukungan sehiuntuk mengajak masyarakat secara h. di dalam tanah. bul dari pemangku kepentingan bulatbersama-sama menanam pohon mengenai upaya perlindungan dan menmelalui kampanye Indonesia rehabilitasi hutan dan lahan seluruh rehmenanam, seperti Gerakan Nasional Rehabilitasi Lahan DA prioritas di Indonesia. DASdan Perhutanan Sosial (Gerhan), Aksi Penanaman Tema peringatan Ha Penanggulangan Degradasi HariSerentak Indonesia (APSI), Gerakan Perempuan Tanam Lahan Sedunia tahun 2010 ini disesuaikan dengan temadan Pelihara Pohon (GPTPP) adalah merupakan tahun 2010 sebagai Tahun Internasional Keanekaragamanimplementasi dari konvensi UNCCD tersebut di Hayati, yaitu: “Enhancing soils anywhere, enhances lifeIndonesia. everywhere” atau: “Memperbaiki tanah dimanapun, Demikian juga pengembangan Hutan memperbaiki kehidupan dimana-mana”.Kemasyarakatan, Hutan Rakyat, dan Hasil Hutan Bukan Tema tersebut menggambarkan bahwa degradasi lahanKayu (HHBK) yang dilakukan pada lahan-lahan yang dan kekeringan secara signifikan mempengaruhi seluruhharus dilindungi. Namun demikian akhir-akhir ini komponen keanekaragaman hayati di dalam tanah. Luaskegiatan dimaksud lebih banyak hanya dikaitkan dengan lahan kritis dan sangat kritis diseluruh Indonesia sudahpenyerapan karbon sebagai implementasi kerangka kerja melebihi 30 juta ha. Penanggulangan atau rehabilitasi lahankonvensi perubahan iklim (UNFCCC). terdegradasi tersebut harus diprogramkan secara cermat yang Maksud diselenggarakannya peringatan hari sejalan dengan pembangunan pertanian yang berkelanjutanpenanggulangan degradasi lahan ini adalah untuk agar berdampak positif pada kesejahteraan rakyat.mengingatkan kembali akan masalah degradasi lahan Terkait dengan pembangunan AMPL, tentunyadalam kaitannya dengan masalah daya dukung DAS berkurangnya lahan kritis akan meningkatkanuntuk masa depan bangsa. Dengan demikian, tujuan keberlanjutan sumber air, serta mengurangi banjiryang hendak dicapai adalah meningkatnya pemahaman di musim hujan dan kekeringan di musimakan degradasi lahan dan kesadaran akan bahayanya kemarau [Eko]. 21
  22. 22. Wacana 15 Juta KK di Indonesia Belum Peroleh Akses Air MinumOleh Lauren DamiarP ersediaan air minum di Indonesia, sebenarnya relatif cukup besar. Indonesia memiliki 6 persen dari persediaan air dunia. Sementara di Asia Pasifik, 21 persen persediaan air ada di Indonesia. Namun dibandingkan Malaysia dan beberapanegara tetangga lainnya di Asia Tenggara, pemenuhanpasokan air bagi penduduk Indonesia lebih rendah. Hingga kini jumlah penduduk Indonesia yangmemiliki akses terhadap air minum kurang dari 40persen. Cakupan air perpipaan secara nasional baru 17persen, jauh dibawah target yang ditetapkan sebelumnya.Jaringan tersebut hanya mencakup 32 persen kawasanperkotaan dan jauh lebih rendah di perdesaan. Cakupannyata di lapangan tentu lebih rendah, mengingat dibanyak tempat, jaringan yang sudah terpasang tidakberfungsi optimal. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum tengah beru-paya keras membangun fasilitas air minum bagi 15 jutaKK di 30.000 desa yang kesulitan air minum di seluruhIndonesia dan dibutuhkan anggaran Rp 15 triliun. Setiaptahun hingga 2010 dibutuhkan Rp 5 triliun. Asumsinyatiap desa membutuhkan Rp 500 juta Kondisi ketersediaan air di Indonesia tidak beda jauh dengan apa yang terjadi di tataran global. Indonesia berhadapan 22
  23. 23. Edis I 2010 Edisii III,, 2010dengan persoalan ketersediaan air minum yang terus r kesulitan mendapatkan air minum karena air tercampur pturun 15-35 persen setiap tahun akibat kerusakan alam k minyak. Di Palembang, selama musim kemarau, masyarakatdan pencemaran. Kondisinya akan bertambah parah jika di desa Sungai Rengit, kecamatan Talang Kelapa, dan desapersediaan air minum tersebut dibandingkan dengan Limbang Mulia, kecamatan Pangkalan Balai, kabupatenpertumbuhan penduduk. Pada tahun 2015, jumlah Banyuasin harus bersabar menunggu dalam antrianpenduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 245,7 ratusan orang, siang dan malam, untuk mendapatkan airjuta jiwa. Lebih dari setengah jumlah tersebut hidup di minum dari satu-satunya sumur di daerah tersebut. Yangperkotaan dengan penggunaan air minum per kapita lebih tidak tahan mengantri terpaksa membeli air dengan hargabesar dibandingkan penduduk pedesaan. Konsekuensinya, Rp.3.500 per jerigen berukuran 20 liter di Air Batu, 18pertumbuhan permintaan air minum jauh tidak sebanding kilometer dari desa mereka.dengan kondisi ketersediaan dan pertambahan suplainya. Karena itu, tidak terhindarkan mayoritas masyarakat Nusa Tenggara Timur: Daerah Krisis AirIndonesia berhadapan dengan keterbatasan pemenuhan Nusa Tenggara Timur termasuk daerah yang palingair minum sebagai persoalan sehari-harinya. Sekitar 6 sering dan paling parah mengalami krisis air. Krisisjuta rakyat miskin di beberapa tempat di Indonesia harus tersebut baik dalam aspek ketersediaan (kuantitas)membeli air minum dari penjual keliling dengan harga ataupun kualitas. Sepanjang 2007 lalu, hampir setiap hariyang jauh lebih mahal dari harga air PDAM. Setidaknya berita tentang krisis air di Nusa Tenggara Timur mengisiada 15 juta KK di 30.000 desa seluruh Indonesia yang halaman surat kabar lokal. Krisis air minum terjadi hampirtidak memiliki sarana air bersih. merata di seluruh Nusa Tenggara Timur. Dari 19 (kini 20) Sejumlah persoalan air minum terjadi hampir di setiap kabupaten/kota di NTT hanya 5 kabupaten yang relatiftempat. Di distrik Tembuni, Teluk Bintuni, masyarakat tercukupi kebutuhannya. POKJA Di musim kering, debit 29 sumber air dan sembilan sumur pompa yang menjadi sumber air masyarakat kota Kupang turun drastis, dari 10-75 liter per detik pada musim hujan menjadi 0,5-20 liter per detik. Hal ini menyulitkan distribusi air PDAM dengan prinsip gravitasi, sehingga distribusi air berkurang dari 3 hari sekali menjadi 5-7 hari sekali. Selain kekurangan pasokan, masyarakat kota Kupang juga menghadapi persoalan kualitas air bersih. Menurut hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kota Kupang, 12 sumur galian yang melayani tangki air milik PDAM dan pengusaha lokal untuk dijual ke warga kota berkedalaman kurang dari 80 meter. Berapa di antaranya bahkan berkedalaman kurang dari 10 meter. Karena itu, air yang ada berasal dari air permukaan yang tercemar bakteri. Pedesaan, persoalan ketersediaan air minum lebih berat. Hampir seluruh kecamatan di kabupaten Kupang, yang adalah daerah pedesaan, mengalami krisis air bersih. Warga desa Lefuleo, kecamatan Kupang Barat harus berjalan 4 km dari desanya untuk mendapatkan air bersih. Di desa Baumata Timur, Baumata Utara dan Kuaklalo di kecamatan Taebenu, masyarakat tidak sanggup lagi membiayai operasional pompa air yang membutuhkan Rp.600 ribu per empat jam. Sementara di beberapa desa di kecamatan Amarasi Barat, warga terpaksa membeli air seharga Rp 200 ribu per tangki. Krisis air bahkan dialami oleh warga Tilong, desa Oelnasi, tempat terdapatnya bendungan terbesar di NTT. Jaringan 23

×