XI IPA 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Boy Binsar Hamonangan. S
Govar Arianzas
M. Adzana moslem
Olivia Ananta Asri
Rifa Rahmah
Rizky ...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mimpi merupakan suatu hal yang sering kita alami ketika kita sedang tertidur, mimpi
j...
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Mimpi
Kata dream berasal dari Bahasa Inggris Abad Pertengahan dreme, yang berarti
k...
pada waktu terjaga, dan bersambung dalam tidur, dan biasanya mimpi jenis ini
bisa dikendalikan alurnya oleh si pemimpi, te...
7. Lucid Dreams
Lucid Dream berasal dari kata Lucid (Sadar) dan Dream (Mimpi). Kalau
diartikan secara langsung bisa saja d...
13. Teaching Dreams
Mimpi dapat berupa pengalaman yang membuka banyak sekali pengetahuan.
Melalui mimpi kita dapat diajark...
Pemimpin riset, Professor Robert Stickgold, Harvard Medical School berpendapat
riset yang dilakukan pihaknya benar-benar m...
2.4 Fakta menarik mengenai mimpi:
1.

Orang buta juga bermimpi
Orang yang terlahir buta dalam mimpinya memang tidak meliha...
kemudian seperti haus kembali dan terus berulang hingga akhirnya saat kita
bangun dan baru menyadari jika kita memang seda...
12.

Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi
sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendap...
Sedangkan REM adalah kondisi yang ditunjukan manusia ketika sedang bermimpi.
Hal ini ditunjukan dengan gerakan mata yang c...
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya mimpi adalah otak, melalui
beberapa...
DAFTAR PUSTAKA

Gunadi, Tateng. 2007. Pelajaran Bahasa Indonesia 2. Depok : ARYA DUTA.
http://ingenadya.wordpress.com/2012...
REM (Rapid Eye Movement) adalah
gerakan mata yang cepat.
Projections
(Proyeksi)
adalah
proyeksi dari segala sesuatu yang
t...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Mimpi

2,436 views

Published on

Karya Tulis Ilmiah Bahasa Indonesia tentang mimpi

Published in: Economy & Finance
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,436
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
60
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Mimpi

  1. 1. XI IPA 2 1. 2. 3. 4. 5. 6. Boy Binsar Hamonangan. S Govar Arianzas M. Adzana moslem Olivia Ananta Asri Rifa Rahmah Rizky Maulana
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mimpi merupakan suatu hal yang sering kita alami ketika kita sedang tertidur, mimpi juga sering diibaratkan sebagai bunga tidur. Dan terkadang, sebagian orang tidak terlalu memperdulikan mimpi mereka. Padahal jika kita medalami dan memperbanyak pengetahuan tentang mimpi, ternyata masih banyak hal yang belum kita ketahui sebelumnya. Mimpi memang merupakan hal yang unik, dan hal yang kita mimpikan terkadang terasa tidak logis jika terjadi pada kehidupan nyata. Tapi mimpi juga dapat menjadi sebuah pesan atau pertanda tentang apa yang akan terjadi pada diri seseorang yang bermimpi keesokan dalam waktu dekat. Di dalam mimpi, tidak jarang kita menemui orang yang sebelumnya tidak kita kenal, dengan tempat-tempat yang terasa asing bagi kita. Mimpi juga ternyata memiliki manfaat bagi tubuh dan fikiran kita. Tuhan merencanakan dan merancang tubuh manusia dengan sangat sempurna, sama hal-nya seperti mimpi yang tidak datang dengan sendirinya. Dibalik itu semua, ada proses – proses yang harus dilalui sebelum mimpi dapat muncul dan memberi warna baru ketika kita tertidur. Jika fase atau satu proses terlewat maka, mimpi tidak akan terjadi. Hal -hal yang sebelumnya telah dipaparkan kini masih menjadi pertanyaan, hal ini menjadikan ketertarikan tersendiri bagi kami untuk dapat mengulas lebih jauh tentang mimpi, pertanyaan – pertanyaan tersebut kami rangkum sedemikian rupa hingga menjadi sebuah Karya Tulis Ilmiah. 1.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, adapun pembatasan masalahnya sebagai berikut. 1. Bagaimana proses terjadinya mimpi ? 2. Bagaimana fenomena-fenomena mimpi seperti mengigau, sleep walking dan precognitive dream bisa terjadi ? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1. Memperluas pengetahuan tentang mimpi. 2. Mengulas peristiwa tentang fenomena mimpi seperti mengigau, dan precognitive dream. 3. Memenuhi tugas Bahasa Indonesia. 3
  3. 3. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Mimpi Kata dream berasal dari Bahasa Inggris Abad Pertengahan dreme, yang berarti kesenangan dan musik. Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (Rapid Eye Movement/REM sleep). Kehadiran mimpi dalam tidur adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia. Bahkan, bayi di dalam perut ibu pun mengalami mimpi. Setiap hari, manusia bisa bermimpi 4 sampai 5 kali dalam semalam. Siklus tidur seseorang itu bertahap dan naik-turun berulang kali. Hanya saja, terkadang Anda tidak ingat mimpi yang Anda alami. Dalam mimpi, seperti ada muatan emosional yang dirasakan secara nyata. 2.2 Menurut sumber pengendalinya, mimpi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : 1. Mimpi yang dikendalikan oleh aktivitas otak Mimpi yang dikendalikan oleh otak adalah mimpi yang disimpan di dalam alam bawah sadar manusia. Mimpi ini juga bermacam-macam, tergantung nyenyaknya tidur seseorang (REM atau non-REM). Tetapi mimpi yang dikendalikan oleh otak ini, biasanya akan diingat pada saat terjaga, mulai dari teringat samar, hingga teringat jelas (tergantung dari tidur REM atau nonREM). 2. Mimpi yang dikendalikan oleh aktivitas fisik Mimpi yang dikendalikan oleh aktivitas fisik, adalah sebuah mimpi yang menghasilkan gerakan atau suara yang tidak dikendalikan oleh otak. Mimpi ini seperti bangun dari tidur dan berjalan membuka pintu (masih dalam keadaan tidur), mengigau, memukul-mukul tempat tidur dan lain-lain. Mimpi yang dikendalikan oleh fisik lebih banyak dalam bentuk gerakan, dan mimpi tersebut kebanyakan tidak dingat bahwa kita melakukan aktivitas tersebut pada saat terjaga. Hanya orang lain yang bisa melihat kita, bahwa tadi malam kita sedang bermimpi. Tetapi terkadang ada sebuah mimpi yang menyatukan antara aktivitas otak dengan dengan fisik. Seperti bermimpi dikejar-kejar makhluk aneh, dan berusaha berlari sekerasnya, tetapi tidak bisa melangkah, dan ada saat terbangun badan terasa lelah dan masih mengingat mimpi tersebut. Terkadang pula, ada sebuah mimpi yang merupakan sambungan perisitiwa dari kejadian 4
  4. 4. pada waktu terjaga, dan bersambung dalam tidur, dan biasanya mimpi jenis ini bisa dikendalikan alurnya oleh si pemimpi, tergantung dari tidur keadaan tidurnya, apakah dalam kedaaan REM atau non-REM. 2.3 Jenis – jenis mimpi 1. Projections Mimpi adalah proyeksi dari segala sesuatu, seperti halnya kejadian di dunia nyata. Mimpi dapat berupa bayangan dari sesuatu / seseorang dimana kita bisa melihat wajah mereka dan berkomunikasi dengan mereka melalui telepati. Mimpi juga dapat berupa gambaran bergerak seperti halnya kita sedang menonton film. 2. Anxiety Dreams, Nightmares Mimpi jenis ini biasanya terjadi karena takut dan berakhir dengan terbangun dalam keadaan basah karena keringat dan jantung yang berdetak cukup kuat. Bisa saja hal ini merubah kehidupan nyata seseorang sebagai antisipasi dari mimpi dan mendorong diri untuk berubah. 3. Creative Dreams Dalam mimpi kita bisa melihat segala karya seni kita dan terkadang mempengaruhi kehidupan nyata. 4. Color vs (Black and White) Dreams Beberapa orang merasa bahwa mimpi merupakan manifestasi dan perpindahan dari dunia hitam putih menjadi dunia penuh warna. Namun demikian ada juga yang percaya bahwa dunia hitam putih tersebut adalah dunia mimpi sebenarnya, dan dunia mimpi yang penuh warna merupakan pengalaman yang lain lagi. Selanjutnya dipercaya juga perubahan dunia mimpi tersebut menandakan bahwa akan ada perubahan fisik. 5. Episodic or Sequence Dreams Di jenis mimpi ini, mimpi kita seperti sebuah film, namun kita terlibat di dalamnya, dan bahkan terasa berseri dan berlanjut dari hari demi hari. 6. Flying Dreams Mimpi jenis ini bisa saja berupa perasaan memiliki kemampuan terbang, melarikan diri, dan pindah ke masa lalu maupun masa depan (time travel ability). 5
  5. 5. 7. Lucid Dreams Lucid Dream berasal dari kata Lucid (Sadar) dan Dream (Mimpi). Kalau diartikan secara langsung bisa saja diartikan bahwa kita sadar bahwa kita sedang bermimpi. Oleh karena itulah kita memiliki kemampuan untuk mengendalikan alur mimpi dan bahkan menciptakan apapun yang kita inginkan di dunia tersebut. Namun demikian walaupun kita pernah mengalami Lucid Dream, belum tentu seluruh mimpi kita adalah Lucid Dream. Perbedaan Lucid Dream dengan mimpi lainnya adalah tingkat kesadaran kita bahwa dunia yang sedang kita masuki adalah dunia mimpi. Dan kita (dalam tingkatan tertentu) sadar bahwa kita sedang bermipi. 8. Precognitive or Prophetic Dreams Mimpi jenis ini memungkinkan kita untuk melihat masa depan atau setidaknya meramalkan sesuatu. Memang ini hanya mimpi, tetapi pengalaman melihat anak, istri, rumah maupun kehidupan kita di masa depan dapat menjadi bentuk mimpi yang menarik. 9. Repetitive or Recurring Dreams Terkadang kita mengalami mimpi yang sama lagi dan lagi yang seolah-olah kita diminta untuk memahami sesuatu. Hal ini bisa saja terjadi bila alam bawah sadar kita ingin memberikan peringatan akan sesuatu hal. 10. Sexual Dreams Juga dikenal sebagai mimpi basah bagi kaum pria. Mimpi basah merupakan salah satu jenis mimpi yang dialami oleh laki-laki ketika masuk dalam masa pubertas. Di mimpi ini tentu saja kita bisa melakukan apa saja terkait sex yang tidak bisa kita lakukan di dunia nyata. 11. Shared Dreams Walaupun sedikit, namun ada kasus dimana pada sebuah mimpi, kita bisa bertemu seseorang dan anehnya seseorang tersebut juga dapat mengingat mimpi yang sama dengan kita yaitu bertemu dengan kita. 12. Spirit Dreams Merupakan jenis mimpi yang biasanya muncul dari mereka yang sangat kita kagumi ataupun sayangi. Bisa saja jenis mimpi ini muncul untuk memberikan arahan kepada kita bagaimana hidup di dunia atau bahkan pesan dari mereka yang sudah tiada bahwa mereka baik-baik saja di dunia selanjutnya. 6
  6. 6. 13. Teaching Dreams Mimpi dapat berupa pengalaman yang membuka banyak sekali pengetahuan. Melalui mimpi kita dapat diajarkan berbagai hal dengan bantuan symbol, sinar, atau hal lain untuk meningkatkan tingkat kesadaran kita. 14. Tunnel Dreams Di mimpi ini kita bisa memiliki pengalaman berjalan di sebuah lorong menuju sinar putih yang menyilaukan atau kebalikannya. Pada perjalanan tersebut terkadang kita mendengar bunyi percikan air atau tiupan angin. Kita bisa bertemu seseorang atau bahkan diri sendiri di akhir lorong. Bisa saja kita berjalan sendirian atau bersama orang lain. Kita juga bisa terbang dengan cepat atau lambat dan bahkan kita bisa mengalami emosi tersendiri dalam perjalanan mimpi ini yang terkadang memang memberikan pesan tertentu kepada kita. 15. Universal Dreams Bentuk mimpi ini berhubungan dengan informasi-informasi yang kita terima oleh alam bawah sadar kita, pengalaman kita, pengalaman hidup kita serta realita kehidupan kita. Mimpi jenis ini bisa berbentuk symbol-simbol yang menggambarkan pengalaman religi yang bisa berubah di masa depan. 2.3 Manfaat Mimpi Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Universitas Havard, percaya tidur dan bermimpi usai belajar sesuatu akan membantu otak untuk beradaptasikan kemampuan berpikir sesuai dengan bidang yang dipelajari. Mereka mengungkapkan jika seseorang belajar atau bekerja keras lalu tidur mereka akan 10 kali lebih baik ketimbang mereka terjaga. Sebelumnya, peneliti melibatkan 99 relawan yang diminta duduk didepan komputer dan diwajibkan mempelajari aplikasi tiga dimensi. Adapun tujuan riset adalah untuk mengetahui cara manusia belajar dan beradaptasi dengan pengetahuan barunya. Mereka diizinkan untuk tidur siang dan kemudian bermimpi tentang tugas yang diberikan. Peneliti mencatat, mereka yang tidur memiliki kemampuan 10 kali lebih baik daripada yang tidak tidur atau mereka yang tidak mimpi. Hasil riset menduga tidur saat bekerja atau bermimpi merupakan jalan untuk memperoleh kemampuan yang lebih baik. 7
  7. 7. Pemimpin riset, Professor Robert Stickgold, Harvard Medical School berpendapat riset yang dilakukan pihaknya benar-benar menarik, setelah 100 tahun perdebatan tanpa henti tentang fungsi dari mimpi. Riset ini menunjukan kepada kita bahwa mimpi merupakan bagian dari aktivitas otak yang terintegrasi dan coba memahami informasi baru yang masuk. "Mimpi merupakan indikator bahwa ketika tidur otak terus bekerja dalam berbagai 1 level termasuk hal terkait meningkatkan kemampuan," ujarnya. Faktanya, kata dia, riset akan menjadi tujuan utama yang mengarahkan pada evolusi pengetahuan tentang mimpi. " Jika Anda terjaga saat melakukan hal lebih buruk pada tugas berikutnya. Memori Anda benar-benar meluruh, tidak peduli berapa banyak Anda mungkin berpikir tentang cara yang ada, " terangnya.2 Stigold berpendapat, bukan mimpi yang membuat pikiran menjadi lebih baik tetapi bagian dari otak yang bekerja keras untuk mengingat cara yang harus dilakukan kemudian dijabarkan pada mimpi yang lalu berujung pada perbaikan kemampuan. "Otak kita bekerja pada hal-hal yang dianggap paling penting. Setiap hari, kita mengumpulkan dan hadapi jumlah besar informasi dan pengalaman baru," tukas peneliti lain, Erin Warnsley.3 "Tampaknya dalam mimpi kita mengajukan pertanyaan, bagaimana cara menggunakan informasi ini untuk menginformasikan hidup saya?," tambahnya.4 Prof Stickgold menambahkan, masih ada cara untuk mengambil keuntungan dari fenomena ini untuk meningkatkan pembelajaran dan memori. Sebagai contoh, mungkin akan lebih baik untuk mempelajari dengan keras sebelum Anda pergi tidur dari pada sore hari, atau untuk tidur siang setelah masa studi secara riset. "Beberapa telah melihat mimpi sebagai hiburan, tetapi riset ini menunjukkan hal itu adalah produk sampingan dari pengolahan memori," pungkasnya.5 1 Robert Stickgold, Manfaat Mimpi, (http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/infosehat/10/04/24/112760-jangan-sepelekan-manfaat-mimpi, 24 April 2010) 2 Ibid Op.cit 4 Ibid 5 Ibid 3 8
  8. 8. 2.4 Fakta menarik mengenai mimpi: 1. Orang buta juga bermimpi Orang yang terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat “gambargambar” tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan dan emosi yg mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk bisa memahami, tapi “keinginan” tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisik manusia. 2. Kamu akan lupa 90% dari mimpimu Sekitar 5 menit setelah kamu terbangun kamu akan segera melupakan 50% dari mimpimu, 10 menit kemudian 90% “jalan cerita” mimpimu akan terlupakan. Penulis puisi terkenal Samuel Taylor Coleridge pada suatu waktu terbangun setelah mendapatkan mimpi yg indah, dia lalu segera menuliskannya di kertas untuk menggambarkan mimpinya tadi, setelah menulis 54 baris tiba-2 ada orang yg datang kerumahnya. Setelah urusan dg orang itu selesai Samuel bermaksud menyelesaikan puisinya tadi, tapi dia tdk berhasil mengingat lagi mimpinya. Puisinya itu tidak pernah selesai. Puisi yg tidak pernah terselesaikan itu berjudul “Kubla Khan” dan menjadi salah satu puisi paling terkenal di Inggris. Robert Louis Stevenson ( penulis buku Doctor Jeckyll and Mr. Hyde ) dan Mary Shelley’s Frankenstein mendapatkan ide dari mimpi yg mereka alami. 3. Semua orang bermimpi Semua orang bermimpi ( kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa parah ) tapi pria dan wanita mengalami mimpi yang berbeda dan berbeda pula reaksi fisiknya. Pria cenderung bermimpi tentang pria lain sedangkan wania bermimpi cenderung berimbang, yaitu bermimpi mengenai pria atau wanita lain. 4. Mimpi mencegah gangguan emosi Pada penelitian mengenai tidur baru-baru ini, percobaan pada orang yg dibangunkan pada awal mimpi tapi tetap diperbolehkan tidur 8 jam sehari, setelah 3 hari menjadi kehilangan konsentrasi, mudah marah, halusinasi dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya. 5. Rangsangan dari luar mempengaruhi mimpi kita Disebut “Dream Incorporation” dan mungkin kamu pernah mengalami mimpi seperti ini. Ketika dirasa kita sangat haus, lalu kita minum sebotol air tapi 9
  9. 9. kemudian seperti haus kembali dan terus berulang hingga akhirnya saat kita bangun dan baru menyadari jika kita memang sedang kehausan. Contoh yg lain adalah saat kita bermimpi ingin buang air kecil. 6. Saat bermimpi tubuhmu akan lumpuh Hal ini terjadi untuk mencegah supaya tubuh kita tidak bergerak-gerak mengikuti “alur cerita” mimpi. Ada hormon yg dihasilkan saat kita tidur yg membuat saraf mengirimkan pesan ke tulang belakang menyebabkan tubuh kita menjadi rileks dan lama-kelamaan menjadi lumpuh. 7. Kita hanya memimpikan apa yang kita ketahui Seringkali kita bermimpi berada di tempat yang asing dan ketemu dengan orang-orang yang tidak kita kenal. Tapi tentu saja otak kita tidak asal menciptakan itu, semua itu sudah pernah kita lihat tapi kita sendiri tidak mampu untuk mengingatnya lagi. Contohnya, mungkin kamu pernah mimpi dikejar-kejar orang asing dengan golok yang ingin membunuh kita tapi mungkin saja dalam kehidupan nyata orang itu adalah teman ayah kamu yang penah kamu temui di mall ketika kamu berumur 5 tahun. Sepanjang hidup kita sudah pernah melihat ratusan ribu wajah dan tempat, para ahli percaya bahwa memori otak kita punya kemampuan yang luar biasa untuk merekam itu semua. 8. Mimpi itu tidak seperti apa yang terlihat Apa yg kita lihat dalam mimpi sebenernya merupakan simbolisasi dari hal lain. Otak kita akan menggali database memori kita sedemikan dalamnya sampai terkadang kita dibuat takjub dengan mimpi aneh kita ( padahal sumbernya dari semua yang pernah kita alami sebelumnya). Bagaikan puisi mimpi itu merupakan penggambaran simbolisasi yg sangat dalam. Itulah sebab mengapa banyak orang yg tertarik dengan buku tafsir mimpi 9. Tidak semua orang mimpinya berwarna Menurut penelitian 12% orang normal mimpinya selalu hitam-putih lainnya mimpinya bisa full color. 10. Saat kamu mendengkur, kamu tidak sedang bermimpi. 11. Jika kamu terbangun pada saat fase tidur mencapai tahap REM (Randon Eye Movement), seringkali mimpi kita akan terasa lebih nyata daripada kalo kita bangun setelah tidur pulas semalaman. 10
  10. 10. 12. Bayi tidak bermimpi mengenai dirinya sampai sekitar umur 3 tahun. Tapi sejak umur 3 sampai 8 tahun mereka akan mendapatkan mimpi buruk yang jauh lebih sering daripada orang dewasa. Itu menjadi jawaban mengapa anak kecil sering menangis sesaat setelah terbangun dari tidurnya. BAB III METODE PENELITIAN Dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini, kami menggunakan dua metode penelitian. Pertama, kami menggunakan metode literatur, yaitu membaca dari berbagai sumber lalu disimpulkan dan dituangkan ke dalam karya tulis ilmiah ini. Metode yang kedua adalah metode angket, yaitu memberi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan karya tulis ini kepada siswa/i SMA Negeri 12 Bekasi. BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses terjadinya mimpi Yang menyebabkan kita mengalami mimpi adalah otak. Sebagai pusat dari aktivitas, otak selalu mendapat pesan dari panca indera dan mengatur kegiatan apa yang akan dilakukan pada waktu tidak tidur. Pada saat tertidur, panca indera dari tubuh Anda tidak bekerja, tetapi otak tetap bekerja, bahkan otak akan lebih aktif saat kita bermimpi daripada saat kita terbangun dan beraktivitas. Gelombang otak tetap dihasilkan oleh lalu lintas neuron-neuron dalam otak. Gelombang otak tersebut seseorang, apakah orang tersebut terjaga, waspada, Gelombang otak ini dapat diukur bernama elektroensefalograf ( EEG ). elektro yang melintas melalui dihasilkan berdasarkan keadaan mengantuk atau tertidur lelap. menggunakan alat yang Ada beberapa tahapan dalam tidur manusia, antara lain tahap setengah sadar, tahap terlelap, tahap NREM (Non Rapid Eye Movement) dan tahap REM (Rapid Eye Movement). Tahap NREM adalah tahap saat kita tidur tenang atau tidak ada gerakan mata yang cepat. Saat tidur tenang atau NREM tubuh kita akan mengalami kegiatan yang tenang, denyut nadi, pernapasan dan tekanan darah tubuh akan bergerak lebih tenang dan teratur. Ini adalah proses dimana tubuh memulihkan otot-otot, kelenjar tubuh dan susunan tubuh di perbaiki. 11
  11. 11. Sedangkan REM adalah kondisi yang ditunjukan manusia ketika sedang bermimpi. Hal ini ditunjukan dengan gerakan mata yang cepat dibawah kelopak mata. Kondisi ini terjadi sekitar 20% dari tidur orang dewasa, sedangkan pada bayi yang baru lahir menghabiskan lebih dari 80% waktu tidurnya dengan REM. Tahapan tidur terus terjadi berulang hingga 5 kali dengan selang waktu 90 menit. Periode REM terakhir berlangsung hingga 50 menit. Oleh karena itu, otak dapat menciptakan gambaran-gambaran berupa imajinasi tanpa ada peranan panca indera. Inilah mimpi. Uniknya, pada saat bermimpi, otot-otot dalam keadaan tidak aktif sehingga mencegah kita memerankan apa yang dialami dalam mimpi. Walaupun mimpi tampak sangat nyata tetapi dengan tidak berfungsinya otot membantu agar kita tidak menciderai diri sendiri atau orang lain. 4.2 Fenomena – fenomena Mimpi : 1. Mengigau Mengigau adalah suatu fenomena mimpi yang biasa terjadi pada kehidupan sehari hari, terkadang para pengigau ini berhalusinasi seperti menyebutkan nama atau berbicara sendirian, bedasarkan hasil angket yang kami laksanakan 32 dari 36 siswa menyadari bahwa dirinya pernah mengigau, biasanya mengigau ini disebabkan oleh faktor kelelahan maupun banyak pikiran. 2. Sleep Walking Sleep walking adalah suatu fenomena mimpi yang jarang terjadi dikalangan remaja maupun dewasa, terkadang para Sleep Walkers ini berjalan maupun melakukan kegiatan sehari hari seperti mematikan lampu dan berpindah ketempat yang lainnya. Bedasarkan hasil survey angket yang kita lakukan 7dari 36 siswa menyadari bahwa dirinya pernah mengalami fenomena yang satu ini. 3. Precognitive Dreams Precognitive dreams adalah suatu fenomena mimpi dimana seseorang dapat memprediksi masa depan dari dalam mimpinya, walaupun sebagian besar peristiwa didalam mimpi belum tentu terjadi. Ini merupakan suatu fenomena yang menarik dikarenakan seseorang dapat melihat masa depan dari peristiwa yang mengagumkan sampai menyedihkan. 12
  12. 12. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya mimpi adalah otak, melalui beberapa proses atau tahap tidur hingga mimpi dapat terjadi. Setelah dilakukan survei, sebagian besar fenomena – fenomena mimpi yang telah dipaparkan sebelumnya seperti mengigau, sleep walking dan precognitive dreams memang tidak jarang dialami oleh manusia khususnya siswa/i SMAN 12 Bekasi kelas XI IPA. 5.2 Saran 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut 2. Perlu diadakan survey dengan tingkat pertanyaan yang lebih mendalam 13
  13. 13. DAFTAR PUSTAKA Gunadi, Tateng. 2007. Pelajaran Bahasa Indonesia 2. Depok : ARYA DUTA. http://ingenadya.wordpress.com/2012/12/29/jenis-jenis mimpi/ http://situsaja.blogspot.com/2012/03/jenis-jenis-mimpi-berdasarakan.html http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/10/04/24/112760-jangan-sepelekanmanfaat-mimpi http://taufan-fhm.blogspot.com/2012/12/proses-terjadinya-mimpi.html#ixzz2HQN7k24J 14
  14. 14. REM (Rapid Eye Movement) adalah gerakan mata yang cepat. Projections (Proyeksi) adalah proyeksi dari segala sesuatu yang terjadi di dalam mimpi. Anxiety Dreams, Nightmares (Mimpi buruk) adalah Mimpi biasa terjadi karena takut . Shared Dreams adalah mimpi bertemu seseorang dan anehnya seseorang tersebut juga dapat mengingat mimpi yang sama dengan kita yaitu bertemu dengan kita. Spirit Dreams adalah jenis mimpi yang biasanya muncul dari mereka yang sangat kita kagumi ataupun sayangi. Creative Dreams adalah jenis mimpi yang bisa melihat segala karya seni. Teaching Dreams adalah mimpi yang berupa pengalaman yang membuka banyak sekali pengetahuan. Color vs (Black and White) Dreams adalah manifestasi dan perpindahan dari dunia hitam putih menjadi dunia penuh warna. Namun demikian ada juga Tunnel Dreams adalah mimpi dimana kita berjalan di sebuah lorong menuju sinar putih yang menyilaukan atau kebalikannya. Episodic or Sequence Dreams adalah jenis mimpi dimana mimpi kita seperti sebuah film. Universal Dreams adalah Mimpi yang berbentuk symbol-simbol yang menggambarkan pengalaman religi yang bisa berubah di masa depan. Flying Dreams adalah mimpi yang bisa saja berupa perasaan memiliki kemampuan terbang. Lucid Dreams (Sadar bermimpi) adalah perasaan sadar bahwa kita sedang bermimpi. Precognitive or Prophetic Dreams adalah mimpi yang memungkinkan kita untuk melihat masa depan atau setidaknya meramalkan sesuatu. Sexual Dreams (Mimpi Basah) adalah salah satu jenis mimpi yang dialami oleh laki-laki ketika masuk dalam masa pubertas. Repetitive or Recurring Dreams adalah mimpi yang sama lagi dan lagi yang seolah-olah kita diminta untuk memahami sesuatu.

×