Arbitrasi internasional dan paritas suku bunga

21,138 views

Published on

  • Be the first to comment

Arbitrasi internasional dan paritas suku bunga

  1. 1. ARBRITASI INTERNASIONALDAN PARITAS SUKU BUNGA
  2. 2. ARBITRASI INTERNASIONAL Arbitrasi dapat didefinisikan secara luas sebagai upayamengambil untung dari ketidaksesuaian dalam harga-harga aktual. Arbitrasi adalah suatu tindakan yangdilakukan para pemain Valuta Asing (Arbitrageur),memanfaatkan adanya perbedaan kurs mata uang, dalamkenyataan tidak ada suatu investasi pun yangdimaksudkan untuk jangka panjang.
  3. 3.  Contoh : anggaplah 2 toko koin menjual dan membelikoin. Jika toko A mau menjual suatu koin dengan harga$120, sementara toko B mau membeli koin yang samadengan harga $130, seseorang dapat melaksanakanarbitrasi dengan membeli koin tersebut dari toko Aseharga $120 dan menjual ke toko B seharga $130.
  4. 4. TIGA BENTUK ARBITRASI1. Locational Arbitrage2. Triangular Arbitrage3. Covered Interest Arbitrage
  5. 5. 1. LOCATIONAL ARBITRAGE Locational Arbitrage adalah proses pembelian mata uangdi lokasi tertentu dimana harganya murah dan dengansegera menjual mata uang tersebut di lokasi lain denganharga yang lebih tinggi. Locational Arbitrage biasanya dilakukan oleh bank ataupialang valuta asing yang secara terus-menerusmemantau kurs pada bank lain. Jika suatu bankmengetahui perbedaan kurs di antara 2 bank lain, makabank tersebut akan melakukan locational arbitrageuntuk memperoleh keuntungan bebas risiko dengansegera.
  6. 6.  Keuntungan dari Locational Arbitrage tergantung darijumlah uang yang digunakan untuk memanfaatkanperbedaan kurs nilai tukar, serta nilai perbedaan tersebut. Kurs nilai tukar akan bereaksi terhadap strategiLocational Arbitrage yang diterapkan oleh partisipanpasar valuta asing.
  7. 7. 2. TRIANGULAR ARBITRAGE Kurs silang (Cross Exchange Rate) mencerminkanhubungan antara dua mata uang yang berbeda dengansatu mata uang dasar. Misalnya, di Amerika Serikat, kurssilang mengacu pada hubungan antara dua mata uangselain dolar. Nilai valuta X dalam unit valuta Y = nilai X dalam $ /nila Y dalam $
  8. 8.  Perhatikan bahwa nilai X dalam unit Y adalah kebalikandari nilai Y dalam unit X. Jika dalam kuotasi kurs silangaktual berbeda dengan kurs silang yang tepat, makaperbedaan ini dapat dimanfaatkan yakni denganmenggunakan triangular arbitrage. Dalam triangular arbitrage transaksi mata uangdilakukan pada pasar spot untuk memanfaatkanperbedaan kurs silang antara dua mata uang tertentu.
  9. 9.  Triangular arbitrage merupakan strategi yang hanyadapat dimanfaatkan oleh sedikit pihak karena teknologikomputer yang tersedia saat ini untuk para pialang valutaasing dengan segera mendeteksi ketidakseimbangan kurslintas nilai tukar. Perubahan kurs yang terjadi akibat triangular arbitrage(sebagai contoh hubungan antara mata uang US Dollar,Poundsterling dan Ringgit Malaysia).
  10. 10. DAMPAK DARI TRIANGULARARBITRAGEAktivitas DampakPartisipan menggunakandolar untuk membelipoundsterling.Bank meningkatkan kursjual poundsterling terhadapdolar.Partisipan menggunakanpoundsterling untukmembeli ringgit.Bank mengurangi kurs belipoundsterling terhadapringgit atau bankmengurangi jumlah ringgituntuk ditukar dengan setiappoundsterling yang diterima.Partisipan menggunakanringgit untuk membeli dolar.Bank mengurangi kurs beliringgit terhadap dolar.
  11. 11. 3. COVERED INTEREST ARBITRAGE Covered interest arbitrage merupakan investasi dalamsuatu sekuritas pasar uang luar negeri yang pada saatyang sama disertai dengan penjualan forward valutayang mendenominasi sekuritas yang dimaksud.
  12. 12. DAMPAK DARI COVERED INTERESTARBITRAGEAktivitas DampakPara arbitrageurmenggunakan dolar untukmembeli pound dalam pasarspot.Tekanan kenaikan atas kursspot poundPara arbitrageurmenandatangani kontrakforward untuk menjualpound.Tekanan penurunan ataskurs forward pound.Para arbitrageurmenginvestasikan dana dariAS di Inggris.Kemungkinan muncultekanan kenaikan sukubunga di AS dan tekananpenurunan suku bunga diInggris
  13. 13. PARITAS SUKU BUNGA(INTEREST RATE PARITY-IRP) Paritas Suku Bunga-IRP adalah kondisi ekuilibriumdimana selisih suku bunga antara dua valuta diimbangioleh selisih kurs forward dengan kurs spot.
  14. 14. DERIVASI PARITAS SUKU BUNGA Hubungan antara premium atau diskon forward dengansuku bunga menurut IRP dapat ditentukan sebagaiberikut. Asumsikan seorang investor AS yang inginmelakukan covered interest arbitrage. Pengembalian daricovered interest arbitrage ini bagi investor AS dapatditentukan jika diketahui: Jumlah valuta domestik (dolar AS dalam contoh kita)yang awalnya ingin diinvestasikan (A). Kurs spot (S) dalam dolar pada saat valuta asing dibeli. Suku bunga deposito luar negeri (if). Kurs forward (F) dalam dolar, untuk mengkonversikanvaluta asing kembali ke dalam dolar.
  15. 15. HUBUNGAN PARITAS SUKU BUNGADENGAN ARBITRASIINTERNASIONAL Untuk menentukan secara khusus apakah hukum paritassuku bunga berlaku, perlu untuk membandingkan kursforward (atau diskon) dengan kurs suku bunga yangterjadi pada waktu yang sama. Jika kurs forward dansuku bunga yang digunakan tidak terjadi pada waktuyang sama, maka hasilnya akan terdistorsi. Jika paritas suku bunga tidak berlaku, arbitraseperlindungan suku bunga harus dilakukan denganberbagai pertimbangan. Meskipun demikian, arbitraseperlindungan suku bunga mungkin tidak menguntungkankarena berbagai karakteristik investasi asing, termasukbiaya transaksi, risiko politik dan perbedaan hukumpajak.
  16. 16. APAKAH PARITAS SUKU BUNGAEKSIS? Untuk menentukan secara tepat apakah IRP eksis, perlumembandingkan kuotasi kurs forward dan kuotasi sukubunga pada suatu waktu tertentu. Jika kuotasi kursforward dan suku bunga berasal dari waktu yangberbeda, hasilnya bisa mengalami distorsi. Karenaterbatasnya data, sulit untuk mendapatkan kuotasi yangmencerminkan waktu yang sama. Konsekuensinya,pengujian IRP bisa mengandung sejumlah kesalahan.
  17. 17. PERTIMBANGAN-PERTIMBANGANPADA SAAT MENILAI PARITASSUKU BUNGA1. Biaya transaksi2. Kebijakan restriksi valuta3. Undang-undang pajak
  18. 18. 1. BIAYA TRANSAKSI Jika seorang investor ingin memperhitungkan biayatransaksi, titik aktual yang mencerminkan selisih sukubunga dan premium kurs forward harus jauh dari garisIRP agar covered interest arbitrage layak dilakukan.
  19. 19. 2. KEBIJAKAN RESTRIKSI VALUTA Suatu krisis di negara asing bisa membuatpemerintahnya membatasi pertukaran valutalokal dengan valuta-valuta lain. Dalam hal ini,investor tidak bisa menggunakan dana sampaipemerintah asing yang bersangkutanmenghilangkan restriksi atas arus modal.Investor-investor yang berinvestasi dalamobligasi pemerintah negara asing juga bisamemiliki risiko wanprestasi, karena merekatidak sepenuhnya yakin bahwa pemerintah asingakan menjamin pelunasan bunga dan pokokhutang pada saat jatuh tempo.
  20. 20. 3. UNDANG-UNDANG PAJAK Perusahaan-perusahaan dan para investormenyadari sepenuhnya dampak dari pajak ataspenghasilan. Karena undang-undang pajakbervariasi antarnegara, investor-investor danperusahaan-perusahaan yang membuka depositodi negara lain harus memahami undang-undangpajak di negara yang bersangkutan. Coveredinterest arbitrage bisa saja layak dilakukansebelum aspek pajak diperhitungkan dankemudian menjadi tidak layak setelah pajakdiperhitungkan. Skenario semacam ini munculkarena berbedanya undang-undang pajak (atautarif pajak) antara satu negara dengan negarayang lain.
  21. 21. KESIMPULAN Locational arbitrage bisa terjadi jika kuotasi kurs valasberbeda antarbank. Tindakan locational arbitrage akanmendorong kuotasi kurs valas antarbank mengalamipelurusan (penyesuaian), sampai locational arbitragetidak lagi menguntungkan. Triangular arbitrage berhubungan dengan kurs silang.Kurs silang antara dua valuta ditentukan oleh nilai darikedua valuta ini terhadap valuta ketiga. Jika kurs silangaktual dari dua valuta ini berbeda dengan kurs yangseharusnya, triangular arbitrage layak digunakan.Aktivitas triangular arbi­trage akan mendorong kurssilang mengalami pelurusan, sampai triangular arbitragetidak lagi mungkin dilakukan.
  22. 22.  Covered interest arbitrage didasarkan pada hubungan antarapremium (diskon) forward dengan selisih suku bunga.Besarnya premium atau diskon yang dikandung kurs forzuardkurang lebih harus sama dengan selisih suku bunga dari keduanegara yang terkait. Secara umum, kurs forzvard dari suatuvaluta asing tertentu akan mengandung diskon (premium) jikasuku bunga­nya lebih tinggi (lebih rendah) daripada sukubunga AS. Jika premium forward berbeda secara substansialdari selisih suku bunga, covered interest arbitrage layakdilakukan. Tipe arbitrasi ini melibatkan investasi jangkapendek dalam valuta asing yang dilindungi (di­cover) olehpenjualan forward valuta asing tersebut. Dengan begitu,investor tidak terekspos terhadap fluktuasi nilai valuta asing.
  23. 23.  Paritas Suku Bunga (IRP) adalah sebuah teori yangmenyatakan bahwa besarnya premium (diskon) forwardseyogyanya sama dengan selisih suku bunga antara duanegara yang terkait. Jika IRP eksis, covered interestarbitrage tidak dimungkinkan, karena keunggulan sukubunga di negara lain akan ditutupi oleh diskon forward.Jadi, aktivitas covered interest arbitrage akanmenghasilkan pengembalian yang tidak lebih baikdaripada pengembalian domestik (suku bunga domestik).

×