Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

PPT - Dr Surya Darma METI- OECD Stakeholder Dialogue on Mobilising Clean Energy Finance and Investment, 8 November 2019

121 views

Published on

Presentation from Dr Surya Darma METI
OECD Stakeholder dialogue: Mobilising Clean Energy Finance and Investment
Joint OECD-Government of Indonesia (GoI) Workshop at the Indo EBTKE Conex 2019, 8 November, Jakarta

Published in: Government & Nonprofit
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

PPT - Dr Surya Darma METI- OECD Stakeholder Dialogue on Mobilising Clean Energy Finance and Investment, 8 November 2019

  1. 1. Dr. Surya Darma Chairman of METI Stakeholder Dialogue: Mobilising Clean Energy Finance and Investment Solution for the Development of Bankability Renewable ElectricityProject
  2. 2. RE Target by 2025 – 23%
  3. 3. Installed Capacity Sumber: ESDM
  4. 4. Signed in 2017-2018 75 NEW RENEWABLE ENERGY CONTRACTS Sampah [1] 5 MW 7 5 KONT RAK1581 MW [69.8%] [0.7% ] [2.7% ] [2.8% ] [5.4% ] [18.2% ] [0.3%] 3 2 75Kontrak 1251 MW 1829 MW 116 MW 1581 MW 8 3 5
  5. 5. Power Plant Type Power Plant Type Implementation of Electricity Purchases Implementation of Electricity Purchases Procurement Implementation Scheme Procurement Implementation Scheme Price ApprovalPrice Approval PPA StandardPPA Standard RENEWABLE ENERGY Geothermal PP, Hydro PP, Solar PV, Wind, Biomass, Biogas, Municipal Waste, Ocean Direct Selection Based on Direct Selection Capacity Quota Hydro PP, Biomass, Biogas Solar PV, Wind & Ocean According to the Laws & Regulations Geothermal & Municipal Waste Build, Own, Operate & Transfer (BOOT) purchases of electricity must obtain approval from the Minister PLN (Persero) must compile and publish procurement document standards, PPA standards and technical guidelines for the procurement of direct elections UTILIZATION OF RENEWABLE ENERGY SOURCES FOR ELECTRICITY SUPPLY IN ACCORDANCE WITH MINISTER OF ENERGY AND MINERAL RESOURCES NO. 50 OF 2017
  6. 6. Penyediaan energi di daerah terluar, pedalaman menjadi sangat menantang pada saat mengandalkan energi fosil (diesel genset) mengingat biaya transportasi yang mahal. Sementara daerah tersebut memiliki potensi untuk ET Isu strategis : Akses terhadap energi
  7. 7. 7 good track record Resources: HHP  EarlyintermittentPPAsawardedin 2016 –2018  sponsored by international developers  largehydro projects,windfarmand solarprojectshavebeen successfully financedbyinternationalbanks, ECAsandMLAs  Hasang42MW,Rajamandala47MW, Asahan180MW,Sidrap75MW, SulawesiandSolarprojects Indonesia’s bankable PPAs
  8. 8. Currently…  PLN has been trying to deal with regulatory impacts of Reg 10/2017  The limits of Sponsor and lender appetite are being tested 8
  9. 9. Key bankability issues Risk Allocation rules! BOOT Government Force Majeure Reliability of Source of Revenue Share transfer restrictions Assignment of rights under the PPA to Lenders
  10. 10.  No quick fixes  A bankable PPA can fix some issues: • lower equity risk • cheap source of debt financing 10 Conclusion
  11. 11.  Beberapa isu terkait dengan energi terbarukan:  Volatilitas harga energi global dan dampaknya terhadap APBN  Energi terbarukan banyak dibicarakan pada saat harga fossil tinggi;  Stigma bahwa ET mahal dan fossil murah;  Level playing field antara fossil dan ET, misalnya penyediaan subsidi;  Tantangan pencapaian target ET dalam RUPTL 2019 - 2028  Kualitas regulasi (tidak efektif, tidak konsisten, bersifat jangka pendek dan terlalu sering berganti, seperti penentuan tarif, BOOT, pemilihan langsung);  Business process dalam pengembangan ET yang tidak transparan dan jangka waktu yang kurang jelas;  Bankability kontrak antara pengembang dan PLN;  Pembiayaan investasi proyek ET;  Kelembagaan Tantangan pengembangan ET
  12. 12. Usulan untuk percepatan investasi ET  Komitmen pemerintah terhadap ET sebagai bagian dari peningkatan ketahanan energi, penurunan emisi GRK, peningkatan akses terhadap energi;  Penataan ulang regulasi, mulai dari UU terutama penyelesaian RUU ET yang sudahmasuk dalam Prolegnas 2019 hingga ke Permen, yang mengatur hal-hal sebagai berikut;  Mendahulukan pemanfaatan ET, sesuai UU 30/2007 (berdampak pada pola penyusunan RUPTL);  Kewajiban PLN untuk membeli listrik dari ET (berdampak pada KPI Management PLN, tidak lagi hanya berdasarkan profit, tapi juga pencapaian target ET);  Kewajiban pemanfaatan biofuel dan transisi ke kendaraan listrik untuk transportasi;  Penetapan harga energi berdasarkan nilai keekonomian, sesuai Pasal 7 UU 30/2007, berdasarkan teknologi, kapasitas dan lokasi;  Harga ditetapkan dalam Perpres;  FiT untuk kapasitas hingga 20 MW  B2B untuk kapasitas > 20 MW dengan floor price dan ceiling price  harga pembelian yang ditetapkan diluar biaya jaringan transmisi, dan biaya-biaya yang dikenakan oleh Kementerian lainnya, seperti untuk PJT dan Perhutani;  Harga pembelian ditetapkan dalam USD namun dibayarkan dalam Rupiah
  13. 13. Usulan untuk percepatan investasi ET  Penataan ulang regulasi (lanjutan);  Perbaikan business process, diantaranya:  penunjukan langsung;  Pemilihan langsung untuk teknologi tertentu, seperti PLTS  persamaan perlakuan/level playing field;  PJBL  bankable untuk project financing;  Template PJBL atas persetujuan pemerintah, tanpa membedakan skala kecil dan besar;  Harga dalam USD, tetapi dimungkinkan dalam IDR;  Dimungkinkan penyesuaian harga untuk proyek ET yang sudah ditandatangani sebelumnya;  Berlaku 30 tahun dan dapat diperpanjang;  Skema kerjasama BOO, tetapi dimungkinkan BOOT melalui pola akuisisi;  Pembentukan dana ET untuk membiayai investasi, risk sharing, kompensasi PLN/Pertamina, insentif, litbang, dll;  Penyediaan insentif ET hingga ET mencapai harga keekonomian, termasuk kompensasi untuk PLN apabila harga > BPP PLN;  Pembentukan institusi baru untuk menangani implementasi ET (Badan Pengelola Energi Terbarukan BPET);  Standar Portfolio Energi Terbarukan;
  14. 14. Terimakasih Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia Meti-ires@gmail.com

×