Persentasi perairan air tawar (geografi)

1,501 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,501
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
69
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Persentasi perairan air tawar (geografi)

  1. 1. Kelompok 7Nama Kelompok Abdul Muis Christina WiyaniputriNurnaningsih Octavia Renanta
  2. 2. Penyebab terjadinya danau adalah sebagai berikut : a.Danau Tektonik adalah danau yang terjadi karena gerakan tektonik yang menimbulkan bentuk Slenk/graben (lembah patahan) atau patahan yang diapit oleh horst (puncak patahan) dan mendapat air dalam jumlah yang cukup (air hujan, sungai, mata air). Contoh: Danau Maninjau, Danau Tempe, Danau Poso dan Danau Tondano. b. Danau Vulkanik adalah danau bekas letusan gunung api menyebabkan cekungan. Apabila dasar cekungan tertutup material vulkan, maka air hujan yang tertampung di puncak gunung menjadi Danau. Contoh: Danau Maar, Danau Kaldera, Danau Kalimutu, Danau Batur. c. Danau Vulkan-Tektonik adalah danau yang terjadi karena gerakan tektonik dan letusan gunung api. Contoh : Danau Toba. d. Danau Gletser adalah danau yang daerah-daerah dahulunya dilalui gletser menjadi kerip dan diisi air. Danau-danau ini hanya terdapat di Amerika Utara, perbatasan Kanada dan A.S. Contohnya : Danau Superior, Danau Michigan.
  3. 3. e. Danau Dolina adalah danau yang terdapat di daerah icorst dan umumnyaberupa danau kecil yang bersifat temporer. Bila di dasar tebing dolina terdapatbahan geluh lempung yang merupakan bahan yang tak tembus air, maka airhujan yang jatuh tertampung di dolina tak dapat terus masuk ke tanah kapur,sehingga terjadilah danau dolina. Danau dolina dapat terjadi juga karenaadanya air di dalam tanah kapur tinggi. Contohnya danau di sekitar gunungkidul.f. Danau terbendung adalah danau yang berasal dari aliran lava yangmembendung lembah sungai sehingga alirannya tertahan dan akhirnyamembentuk danau. Disini termasuk pula danau hasil bendungan manusiayang disebut Waduk, atau dum. Contohnya : Waduk Jatiluhur.g. Danau yang terjadi dengan sendirinya adalah danau karena permukaanbuminya ada yang rendah. Contohnya danau-danau di Kalimantan Barat danKalimantan Timur terdapat di tengah-tengah daerah yang berawa-rawa.
  4. 4. A. Berdasarkan debit airnya (volume airnya), sungai dibedakan menjadi 4 macam yaitu a. Sungai Permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera. b. Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta di Jawa Timur. c. Sungai Episodik, adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba. d. Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
  5. 5. B. Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi tiga macam yaitu: a. Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa danNusa Tenggara. b. Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es. Contohsungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja(ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bagian hulu sungai Ganggadi India (yang berhulu di Peg. Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman(yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini. c. Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es(gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalahsungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya).
  6. 6. C. Berdasarkan genetiknya dibagi menjadi 5 yaitu : 1.Sungai Konsekwensi adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lerengawal.2. Sungai Subsekwensi atau strike valley adalah sungai yang alirannya airnya mengikuti strike batuan .3. Sungai Obsekwen adalah sungai yang aliranya berlawanan dengan sungaikonsekwensi atau berlawanan arah kemiringan lapisan batuan serta bermuara disungai subsekwensi.4. Sungai Resekwen adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arahkemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekwensi.5. Sungai Insekwen adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologimaupun struktur geologi
  7. 7. D. Berdasarkan struktur geologinya sungai dibedakanmenjadi dua yaitu sungai antesedena. Sungai Anteseden adalah sungai yang tetapmempertahankan arah aliran airnya walaupun adastruktur geologi (batuan) yang melintang. Hal ini terjadikarena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembusbatuan yang merintanginya.b. Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang,struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yangmenutupinya
  8. 8. .E. Berdasarkan pola alirannya sungai dibedakan menjadi 6 macam yaitu : a. Radial atau menjari, jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu: 1) Radial sentrifugal, adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya.2). Radial sentripetal, adalah pola aliran yang mengumpulmenuju ke pusat. Pola ini terdapat di daerah basin (cekungan). b. Dendritik, adalah pola aliran yang tidak teratur. Pola alirannya seperti pohon, di mana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya.c. Trellis, adalah pola aliran yang menyirip seperti daun. d. Rektangular, adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90°. e. Pinate, adalah pola aliran di mana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip. f. Anular, adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran
  9. 9. Bagian-bagian dari sungai bisa dikategorikan menjadi tiga, yaitua. Bagian Hulu Bagian hulu memiliki ciri-ciri: arusnya deras, daya erosinya besar, arah erosinya (terutama bagian dasar sungai) vertikal. Palung sungai berbentuk V dan lerengnya cembung (convecs), kadang-kadang terdapat air terjun atau jeram dan tidak terjadi pengendapan.B . Bagian Tengah Bagian tengah mempunyai ciri-ciri: arusnya tidak begitu deras, daya erosinya mulai berkurang, arah erosi ke bagian dasar dan samping (vertikal dan horizontal), palung sungai berbentuk U (konkaf), mulai terjadi pengendapan (sedimentasi) dan sering terjadi meander yaitu kelokan sungai yang mencapai 180° atau lebih.c. Bagian Hilir Bagian hilir memiliki ciri-ciri: arusnya tenang, daya erosi kecil dengan arah ke samping (horizontal), banyak terjadi pengendapan, di bagian muara kadang-kadang terjadi delta serta palungnya lebar.
  10. 10. e3
  11. 11. A. Dua jenis rawa yaitu:2)Rawa yang airnya tidak mengalami pergantian tidak memiliki pintu pelepasan air sehingga airnya selalutergenang.2) Rawa yang airnya selalu mengalami pergantian. memiliki pintu pelepasan air sehingga airnyabergantiRawa yang airnya tidak mengalami pergantian memiliki ciri-cirisebagai berikut:1) Airnya asam atau payau, berwarna merah, kurang bagus untukmengairi tanaman dan tidak dapat dijadikan air minum. Kadarkeasaman air (pH) mencapai 4,5.2) Karena airnya asam, maka tidak banyak organisme (hewanmaupun tumbuhtumbuhan yang hidup.3) Pada bagian dasar rawa umumnya tertutup gambut yang tebal. rawa yang airnya mengalami pergantian memiliki ciri-ciri yangsebaliknyayaitu:1) Airnya tidak terlalu asam.2) Banyak organisme yang hidup seperti cacing tanah, ikan sertatumbuh-tumbuhanrawa seperti eceng gondok, pohon rumbia dan lain-lain.3) Dapat diolah menjadi lahan pertanian.
  12. 12. B.Berdasarkan sifat airnya dibagimenjadi 3: a. Rawa Air Tawar Adalah rawa yang airnya tawar karena letaknya di pinggiran sepanjangsungai. b. Rawa Air Payau Adalah rawa yang airnya percampur antara tawar dan asin, biasanyaletaknya di muara sungaimenuju laut. c. Rawa Air Asin Adalah rawa yang airnya asin dan letaknya didaerah pasang surutlaut..
  13. 13. C.Berdasarkan keadaan airnya dibagi menjadi 2 :a. Rawa yang airnya terlalu tergenangAdalah rawa yang selalu tergenang airnya, tidak dapat dimanfaatkan sebagailahan pertanian, karena lahannya tertutup tanah gambut yang tebal. Di daerahrawa ini sulit terdapat bentuk kehidupan binatang karena airnya sangat asamdengan warna air kemerah-merahan.b. Rawa yang airnya tidak selalu tergenangAdalah rawa yang menampung air tawar dilimpahkan air sungai pada saat airlaut pasang dan airnya relatif mengering pada saat air laut surut.
  14. 14. D. Berdasarkan letaknya dibagi menjadi 3 : a. Rawa Pantai Adalah rawa yang berada di muara sungai. Air pada jenis rawa ini selalu mengalami pergantian karena dipengaruhi oleh pasang surut air laut. b. Rawa Pinggiran Adalah rawa sepanjang aliran sungai, terjadi akibat sering meletupnya sungai tersebut. c. Rawa Abadi Adalah rawa yang airnya terjebak dalam sebuah cekungan dan tidak memiliki pelepasan ke laut. Air hujan yang tertampung dalam rawa hanya dapat menguap tanpa ada aliran yang berarti.
  15. 15. Ahhhh..capekk yach ??? istirahatdulu bntr.....Cory yach bu ???
  16. 16. Ada bermacam-macam jenis air tanah.1) Menurut letaknya, air tanah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu air tanah permukaan (Freatik) dan air tanah dalam. a) Air tanah permukaan (Freatik) adalah air tanah yang terdapat di atas lapisan tanah/batuan yang tidak tembus air (impermeable). Air yang ada di sumursumur, sungai, danau dan rawa termasuk jenis ini. b) Air tanah dalam, adalah air tanah yang terdapat di bawah lapisan tanah/ batuan yang tidak tembus air (impermeable). Untuk memperoleh air tanah jenis ini harus dilakukan pengeboran. Sumur bor atau artesis merupakan salah satu contoh sumur yang airnya berasal dari air tanah dalam.2) Menurut asalnya air tanah dapat dibedakan menjadi air tanah yang berasal dari atmosfer (angkasa) dan air tanah yang berasal dari dalam perut bumi. a) Air tanah yang berasal dari atmosfer disebut meteoric water, yaitu air tanah berasal dari hujan dan pencairan salju. b) Air tanah yang berasal dari dalam bumi misalnya air tanah turbir (yaitu air tanah yang tersimpan di dalam batuan sedimen) dan air tanah juvenil yaitu air tanah yang naik dari magma bila gas-gasnya dibebaskan melalui mata air panas.
  17. 17. Daerah Aliran Sungai disingkat DAS ialah istilah geografi mengenai sebatang sungai,anak sungai dan area tanah yang dipengaruhinya ataupun wilayah daratan yangdibatasi oleh pemisah topografis berupa punggung bukit yang menerima air hujandan mengalirkannya ke hilir dan bermuara ke laut.DAS merupakan suatu wilayahdaratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya,yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal daricurah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakaNpemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masihterpengaruh aktivitas daratan
  18. 18. DAS dibedakan menjadi dua yaitu DAS gemuk dan DAS kurus1. DAS gemuk, yaitu suatu DAS yang luas sehingga memiliki daya tampung air yang besar. Sungai dengan DAS seperti ini, airnya cenderung meluap bila di bagian hulu terjadi hujan deras. 2. DAS kurus, yaitu DAS yang relatif tidak luas sehinggadaya tampung airnya kecil. Sungai dengan DAS semacam iniluapan airnya tidak begitu hebat ketika bagian hulunyaterjadi hujan lebat.
  19. 19. DAS dapat berfungsi sebagai:1. DAS bagian hulu didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelolauntuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidakterdegradasi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupanvegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit),dan curah hujan.2.DAS bagian tengah didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungaiyang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosialdan ekonomi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kuantitas air,kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka airtanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaansungai, waduk, dan danau.3.DAS bagian hilir didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yangdikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial danekonomi, yang diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air,kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait untukkebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah.
  20. 20. menunjukkan bahwa Kali Kawung dan Kali Tajum Hulu (dua cabang sungai dari SubDAS Tajum – DAS Serayu) menghasilkan sedimen terangkut yang berbeda sangatnyata (keruh dan jernih) diantara keduanya. Bagian anak sungai yang airnya jernih (KaliKawung) hulunya berasal dari daerah vulkanik (G. Slamet) dengan tekstur tanahberpasir, sedang bagian anak sungai yang airnya keruh (Kali Tajum Hulu) hulunyaberasal dari perbukitan yang terbentuk dari batuan sedimen dengan tekstur tanahberlempung.
  21. 21. Masalah-masalah DAS di Indonesia:2.Banjir3. Produktivitas tanah menurun4. Pengendapan lumpur pada waduk5. Saluran irigasi6. Proyek tenaga air7. Penggunaan tanah yang tidak tepat (perladangan berpindah, pertanian lahankering dan konservasi yang tidak tepat)Faktor-faktor yang mempengaruhi DAS di Indonesia:10.Iklim11. Jenis batuan yang dilalui DAS12. Banyak sedikitnya air hujan yang jatuh ke alur DAS13. Lereng DAS14. Bentukan alam (mender,dataran banjir dan delta)DAERAH-DAERAH DAS17.Hulu sungai, berbukit-bukit dan lerengnya curam sehingga banyak jeram.18. Tengah sungai, relatif landai. Banyak aktifitas penduduk.19. Hilir sungai, landai dan subur.x
  22. 22. Thankz semua >.<Ada yang kurang jelas ?? Silakan bertanya

×