Desertasi Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum    (Studi Kasus Pada RSUD Pandan Arang              Kabupaten Boyolali) ...
A. Latar Belakang•   Institusi birokrasi yang buruk dalam bidang    pelayanan dan infrastrukstur•   Penggunaan anggaran ya...
B. Solusi (dalam) TeoriRevitalisasi dan perombakan besarpada lembaga-lembaga pemerintah.>> Seperti yang dikatakan David   ...
Namun sebelum melakukan perombakanyang membuat publik terguncang,pemerintah sebaiknya melakukanpeninjauan kembali terhadap...
inti dalam pembaruan ini adalah penggantiansistem yang birokratis menjadi sistem yangbersifat wirausaha.Menciptakan organi...
Jean Baptiste Say, seorang ekonomPerancis (1800) mendefinisikanwirausaha sebagai pemindahan sumber-sumber ekonomi dan prod...
Berkaitan dengan uraian di atas penulistidak sedang menghubungkan efisiensibirokrasi dengan privatisasi.Privatisasi sendir...
RSUD Sebagai Badan Layanan            UmumRumah sakit yang selama ini kita kenalterbiasa dengan sistem gift artinya seluru...
Untuk mengatasi masalah ini pemerintahmengeluarkan kebijakan melalui pasal 5Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005tentan...
Hal yang sama berlaku pada Rumah SakitUmum Daerah Pandan Arang KabupatenBoyolali yang sudah menerapkan PolaPengelolaan Keu...
METODE PENELITIANTipe penelitian yang dilakukan adalahstudi deskriptif dimana hasil penelitianyang dilakukan bersifat non ...
Data dan Sumber DataPeneliti menggunakan data sekunderyang diperoleh dari laporan keuanganyang diterbitkan oleh RSUD Panda...
Metode Pengumpulan DataPenelitian ini menggunakan teknik pengumpulan datasebagai berikut:   Wawancara    Metode ini dilak...
Metode Analisis DataTeknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaankinerja laporan keuangan sebelum dan ses...
Efektifitas kinerja keuangan ini dihitung dalam bentukpersentase, dengan rumus sebagai berikut:                           ...
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANPenyusunan dan analisis laporan keuangan Rumah Sakit Umum DaerahBoyolali, terdiri dari: La...
Sesuai dengan aturan Permendagri No. 61Tahun 2007 tentang Pedoman TeknisPengelolaan Keuangan Badan LayananUmum Daerah, RSU...
Teknik analisis yang digunakanadalah sebagai berikut:   Analisis perbandingan antara laporan keuangan    lebih dari satu ...
Penyusunan laporan keuangan RSUDPandan Arang Kabupaten Boyolali adalahhasil proses pencatatan akuntansi yangterdiri atas k...
PENUTUPBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telahdiuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarikkesimpula...
   Dilihat dari posisi laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja    daerah RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali m...
Saran   Secara umum RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali    memiliki rasio peningkatan dan penurunan yang kurang    stabi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Skripsi

1,992 views

Published on

Finally I've DONE!!!

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,992
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Skripsi

  1. 1. Desertasi Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Studi Kasus Pada RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali) Oleh: Prof. Dr. dr. Nurul Fauziati Kartika, Ph.D
  2. 2. A. Latar Belakang• Institusi birokrasi yang buruk dalam bidang pelayanan dan infrastrukstur• Penggunaan anggaran yang tidak mampu diserap secara efektif• Regulasi dan sistem yang berbelit-belit• Pemerintah banyak menggelontorkan dana untuk menghidupi lembaga namun uang tersebut tidak berfungsi secara efektif karena terdapat penyalahgunaan anggaran• Para profesional birokrasi terjebak dalam sistem akibatnya beberapa kebijakan mengambang tak tereksekusi karena tersandung oleh dampak regulasi atas kinerjanya sendiri
  3. 3. B. Solusi (dalam) TeoriRevitalisasi dan perombakan besarpada lembaga-lembaga pemerintah.>> Seperti yang dikatakan David Osborne dan Peter Plastrik dalam bukunya “Memangkas Birokrasi”, bahwasanya merombak lembaga- lembaga pemerintah adalah pekerjaan besar. Agar berhasil, anda harus mendapatkan dongkrak yang mampu memindahkan gunung.
  4. 4. Namun sebelum melakukan perombakanyang membuat publik terguncang,pemerintah sebaiknya melakukanpeninjauan kembali terhadap apa yangdisebut dengan “pembaruan”Pembaruan berkaitan denganrestrukturisasi organisasi dan sistempemerintah dengan mengubah tujuan,insentif, akuntabilitas, distribusikekuasaan, dan budaya mereka.
  5. 5. inti dalam pembaruan ini adalah penggantiansistem yang birokratis menjadi sistem yangbersifat wirausaha.Menciptakan organisasi dan sistempemerintah yang terus menerus berinovasi,yang secara kontinyu memperbaiki kualitasmereka tanpa mendapat tekanan dari pihakluar.Menciptakan sektor pemerintah yangmempunyai dorongan dalam diri untukmelakukan perbaikan yang oleh sebagianorang disebut “sistem pembaruan diri
  6. 6. Jean Baptiste Say, seorang ekonomPerancis (1800) mendefinisikanwirausaha sebagai pemindahan sumber-sumber ekonomi dan produktivitasterendah menjadi produktivitas tertinggidan berlimpah ruah.Menurutnya wirausaha adalah seorangyang orang yang dapat melakukanperubahan dalam memaksimalkanproduktivitas dan efektivitas.
  7. 7. Berkaitan dengan uraian di atas penulistidak sedang menghubungkan efisiensibirokrasi dengan privatisasi.Privatisasi sendiri merupakan pemindahansebagian atau seluruh kepemilikanpemerintah kepada swasta.Sementara pokok pembahasan kali inibukanlah tentang swastanisasi namunpengelolaan mandiri yang disebut sebagaiBadan Layanan Umum (BLU).
  8. 8. RSUD Sebagai Badan Layanan UmumRumah sakit yang selama ini kita kenalterbiasa dengan sistem gift artinya seluruhasset mengandalkan kucuran dana daripemerintah.Dimana ketika anggaran tersebut habismaka saat itu pula terjadi pemotonganfasilitas pelayanan oleh pihak rumah sakityang pada ujungnya menuai kritik darimasyarakat bahwa pelayanan publik iniburuk dan tidak profesional.
  9. 9. Untuk mengatasi masalah ini pemerintahmengeluarkan kebijakan melalui pasal 5Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005tentang Pengelolaan Keuangan Badan LayananUmum.Setelah berbentuk BLUD, lembaga ini diberikebebasan untuk mengelola sistemnya sendiriterutama masalah keuangan.Walaupun RSUD pada kemudiannya diberikewenangan sendiri untuk mengurus rumahtangga keuangan, pemerintah masihmemegang peran sebagai regulator dan
  10. 10. Hal yang sama berlaku pada Rumah SakitUmum Daerah Pandan Arang KabupatenBoyolali yang sudah menerapkan PolaPengelolaan Keuangan Badan Layanan UmumDaerah (PPK-BLUD) dengan status BadanLayanan Umum daerah (BLUD) secara penuh.Berdasarkan status Badan Layanan UmumDaerah (BLUD) secara penuh maka lembagarumah sakit tersebut diberikan keleluasaandalam mengelola keuangan besertapelaksanaannya.
  11. 11. METODE PENELITIANTipe penelitian yang dilakukan adalahstudi deskriptif dimana hasil penelitianyang dilakukan bersifat non hipotesis yangberarti dalam langkah penelitiannya tidakperlu merumuskan hipotesis karena tidakbersifat menguji melainkan memaparkan(deskriptif) temuan dari penelitian danmencari jawaban (eksplorasi) terhadappermasalahan yang ingin diketahui(Suharsimi, 2002 dalam Joko Handoyo,2011).
  12. 12. Data dan Sumber DataPeneliti menggunakan data sekunderyang diperoleh dari laporan keuanganyang diterbitkan oleh RSUD PandanArang Kabupaten Boyolali dari tahun2006 hingga 2011. Laporan keuangantersebut mencakup evaluasi neracaperbandingan, laporan realisasianggaran pendapatan dan belanjadaerah, laporan arus kas, dan laporanoperasional.
  13. 13. Metode Pengumpulan DataPenelitian ini menggunakan teknik pengumpulan datasebagai berikut: Wawancara Metode ini dilakukan untuk memperoleh informasi dari pegawai bagian keuangan RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali yang secara langsung mengetahui permasalah tentang objek penelitian ini. Dokumentasi Teknik dokumentasi dilakukan dengan cara pengumpulan data dari laporan keuangan RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali, peraturan pemerintah tentang pengelolaan BLU, dan literatur- literatur yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.
  14. 14. Metode Analisis DataTeknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaankinerja laporan keuangan sebelum dan sesudah diberlakukannya BLUadalah sebagai berikut: Mendapatkan informasi tentang laporan keuangan RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali sebelum dan sesudah BLU Menganalisis peraturan pemerintah tentang BLU dan aktualisasinya di RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali. Mengevaluasi pelaksanaan BLU yang digambarkan dalam laporan keuangan dan potensi pengembangan RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali. Menganalisis kinerja keuangan dalam mengukur keberhasilan dan keefektifan keuangan sebelum dan sesudah BLU dengan membandingkan neraca, realisasi, arus kas, dan operasional.
  15. 15. Efektifitas kinerja keuangan ini dihitung dalam bentukpersentase, dengan rumus sebagai berikut: Realisasi Keuangan KegiatanEfektifitas Kinerja Keuangan = x100 % Target Keuangan KegiatanDepartemen Dalam Negeri dengan keputusan MenteriDalam Negeri Nomor 690.900-327 tahun 1996 tentangPedoman Penilaian dan Kinerja Keuangan,mengkategorikan kemampuan efektivitas keuangansebagai berikut:SE : Sangat Efektif bila nilai yang diperoleh di atas100%E : Efektif bila nilai yang diperoleh 90%-100%CE : Cukup Efektif bila nilai yang diperoleh 80%-90%KE : Kurang Efektif bila nilai yang deroleh 60%-80%TE : Tidak Efektif bila nilai yang diperoleh kurangdari 60%
  16. 16. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANPenyusunan dan analisis laporan keuangan Rumah Sakit Umum DaerahBoyolali, terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran Laporan realisasi anggaran merupakan laporan yang menunjukkan perbandingan antara pendapatan dan belanja dengan realisasinya dalam suatu periode. Neraca Neraca merupakan laporan yang menggambarkan posisi keuangan institusi, yaitu aset, hutang, dan ekuitas keuangan dalam kurun waktu tertentu. Laporan Arus Kas Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan aktivitas institusi publik dalam mengelola penerimaan dan pengeluaran keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan Menggambarkan informasi tentang penjelasan kebijakan fiskal, ekonomi, makro, pencapaian target APBD yang dianggap perlu atas laporan keuangan sehingga pengguna laporan dapat memahami data yang disajikan.
  17. 17. Sesuai dengan aturan Permendagri No. 61Tahun 2007 tentang Pedoman TeknisPengelolaan Keuangan Badan LayananUmum Daerah, RSUD Pandan ArangBoyolali menetapkan Pola PengelolaanKeuangan Badan Layanan Umum Daerah(PPK-BLUD) yang berlaku pada 2009.Dengan ini pencatatan keuangan RSUDPandan Arang Kabupaten Boyolalimenerapkan dua mekanisme, yaitupencatatan keuangan berdasarkan StandarAkuntansi Pemerintahan (SAP) dan StandarAkuntansi Keuangan (SAK).
  18. 18. Teknik analisis yang digunakanadalah sebagai berikut: Analisis perbandingan antara laporan keuangan lebih dari satu periode untuk mengetahui perubahan kenaikan atau penurunan masing- masing komponen. Analisis persentase untuk membandingkan persentase kenaikan atau penurunan masing- masing komponen dalam neraca. Analisis trend merupakan analisis yang dinyatakan dengan persentasi tertentu dan penghitungannya berdasarkan periode dasar dan periode berjalan. Analisis sumber dan penggunaan dana.
  19. 19. Penyusunan laporan keuangan RSUDPandan Arang Kabupaten Boyolali adalahhasil proses pencatatan akuntansi yangterdiri atas komponen Neraca, LaporanRealisasi Anggaran (LRA), dan catatanatas laporan keuangan.Sementara itu penyusunan laporankeuangan RSUD untuk Badan LayananUmum Daerah (BLUD) terdiri dari Neraca,Laporan Arus Kas, dan LaporanOpersional.
  20. 20. PENUTUPBerdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telahdiuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarikkesimpulan penelitian sebagai berikut: RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali menggunakan 2 sistem pencatatan akuntansi, diantaranya SAP dan SAK. Posisi neraca aktiva dengan menerapkan sistem SAP pada RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali untuk masa sebelum berstatus Badan Layanan Umum yaitu tahun anggaran 2006 sampai 2009 maupun untuk masa sesudah berstatus Badan Layanan Umum yaitu tahun anggaran 2009-2011 mengalami fluktuasi yang cukup terlihat. Diantaranya aktiva tahun 2007 mengalami peningkatan 23,28% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun turun cukup signifikan pada 2008 dengan 1,5%. Kemudian tahun 2009 melompat ke posisi 13,01%. Tahun 2010 menguat naik 49,7% dan tahun 2011 naik sangat tipis sebesar 0,8%. Sementara itu neraca pada posisi aktiva dengan menerapkan sistem SAK, yaitu tahun anggaran 2009-2011 untuk masa setelah menerapkan BLU mengalami kenaikan dan penurunan yang tajam. Tahun 2009 meningkat 17,28% dari tahun lalu, sementara tahun 2010 melompat tajam dengan 54,51%. Tahun 2011 anjlok sebesar 35,39%.
  21. 21.  Dilihat dari posisi laporan realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali menunjukkan bahwa selama tahun berjalan 2006-2011 target pendapatan selalu terpenuhi pada realisasi pendapatan. Sementara terhadap target belanja RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali selalu mampu untuk membiayai belanjanya. Pada laporan operasional RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali menunjukkan posisi laba tertinggi pada 2010 dengan capaian 411,36%. Tahun 2009 mencatat kenaikan 58,34%, dan tahun 2011 mencatat capaian terkecil dengan 17,04%. Untuk tingkat pendapatan dan biaya BLUD RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali menunjukkan bahwa target pendapatan tahun 2009 dan 2010 terpenuhi pada realisasinya meskipun berselisih sangat tipis. Sementara itu tahun 2011 target pendapatan tidak dapat mengejar realisasinya. Dilain sisi, terhadap target belanja RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali selama periode 2009 hingga 2011 selalu mampu untuk membiayai belanjanya. Secara keseluruhan, laporan keuangan RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali disajikan secara informatif dan lengkap meskipun belum terlalu akurat, hal inilah yang mempermudah penulis untuk menilai kinerja keuangan instansi sehingga hasil analisis yang didapat mampu menggambarkan dengan jelas situasi dari instansi tersebut.
  22. 22. Saran Secara umum RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali memiliki rasio peningkatan dan penurunan yang kurang stabil adakalanya naik tajam namun tahun berikutnya turun secara signifikan. Sehingga tidak ada salahnya jika melakukan perbandingan dan evaluasi trend perkembangan efektifitas dan efisiensi kinerja instansi. RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali mencatat kinerja keuangan terbaik pada 2010 karena memiliki capaian tertinggi terhadap tahun-tahun pembandingnya sehingga diharapkan hal tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Diharapkan RSUD Pandan Arang Kabupaten Boyolali lebih meningkatkan kinerja keuangannya secara keseluruhan agar tahun-tahun mendatang tidak terjadi penurunan capaian dan terus menerus menghasilkan peningkatan yang optimal.

×