Gaya kepemimpinan

15,851 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,851
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
211
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Gaya kepemimpinan

  1. 1. BAB. IPENDAHULUAN1. 1. Latar Belakang MasalahKecamatan Sukmajaya Kota Madya Depok Provinsi Jawa Barat adalah lembagapemerintahan yang mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana daerah bidangpemerintahan ditingkat kota Depok terutama yang berhubungan dengan usaha peningkatan pelayananmasyarakat. Kota Madya Depok mempunyai kedudukandan peranan yang strategis sebagaikota yang sangatdekat dengan beberapa kota besar di Jawa Barat dan termasuk DKI Jakarta,ibu kota negara.Didalam perjalananya, Kecamatan Sukmajaya telah menunjukkan kemandiriannyadengankemajuan dan peningkatan pembangunan seiring dengan agendapembangunan nasional, baikdalam pertumbuhan ekonomi, sosial kemasyarakatanmaupun dalam pelayanan kehidupanmasyarakat. Disisi lain penerapanpembangunan tersebut juga mengandung risiko yangmemerlukan perhatian,antara lain penurunan produktifitas pelayanan masyarakat, sebagaiakibat carakerja aparatur atau pegawai Pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok dalammelayani masyarakat.Dengan kata lain pelayanan masyarakat perlu ditingkatkan bukan saja melaluiperbaikan sistem prosedur yang digunakan, tetapi juga yang lebih penting lagiadalah dengan meningkatkan motivasi kerja pegawai instansi pemerintahkecamatan Sukmajaya kota Depok itu sendiri. Oleh sebab itu setiap pimpinanharus mampu memanfaatkan sumber daya manusia, dalam hal ini adalah parapegawai dalam meningkatkan pelayanan masyarakat. Agar supaya pegawai dapatlebih efektif dalam melakukan tugasnya, maka pimpinan harus memahami situasidalam organisasi atau instansi pemerintah kecamatan Sukmajaya kota Depokkhusunya. Dengan demikian setiap pimpinan perlu mengetahui faktor yangmempengaruhi motivasi kerja pegawai. Salah satu faktor yang yang mempengaruhimotivasi kerja pegawai adalah faktor pimpinan yang dalam hal ini menyangkutgaya kepemimpinan.
  2. 2. 1. 2. MASALAH 1. 2. 1. Identifikasi MasalahBerdasarkan latar belakang masalah diatas yaitu penurunan produktifitas pelayananmasyarakat sebagai akibat cara kerja aparatur atau pegawai pemerintah Ke camatanSukmajaya Kota Depok, maka pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitianini berkaitan dengan motivasi pegawai instansi pemerintah Kecamatan SukmajayaKota Depok yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Secara lebih rinci,pernyataan yang diajuka n dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah ada hubungan antara gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya kota Depok? 2. Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya? 1. 2. 2. Pembatasan MasalahTerdapat beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seorang pekerja/pegawai menurut A. Mintorogo dan Sedarmayanti ( 1992 ) faktor tersebut antaralain: pimpinan, rekan sekerja, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan organisasi,kompensasi/ imbalan jasa uang dan atau non uang serta jenis pekerjaan dantantangan. Dengan melihat banyaknya faktor yang mempengaruhi motivasi kerjapegawai sebagaimana tersebut diatas, maka dalam penelitian ini dibatasi hanyapada faktor pimpinan terutama mengenai gaya kepemimpinan . Untuk itupenelitian dilakukan di instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. 1. 2. 3. Perumusan MasalahGaya kepemimpinan merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhimotivasi kerja pegawai. Dengan demikian faktor gaya kepemimpinan berhubungan
  3. 3. dengan motivasi kerja pegawai instansi pemerintah Kecamayan Sukmajaya.Berdasarkan uraian diatas dapatlah dirumuskan masalahnya sebagai berikut: 1. Bagaimana hubungan antara faktor gaya kepemimpinan dengan motivasi pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya? 2. Bagaimana hubungan antara situasi kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukajaya? 1. 3. Tujuan dan Kegunaan PenelitianBerdasarkan pembatasan dan perumusan masalah yang dikemukakan, penelitian inisecara umum ingin melihat hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasikepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintahKecamatan Sukmajaya Kota Depok. Tujuannya bagi penulis adalah untukmemenuhi salah satu syarat meraih gelar sarjana strata 1 ( satu ) bidang ekonomi diSekolah Tinggi Ilmu manajemen Hidayatullah Kota Depok Jawa Barat. 1. 4. Manfaat PenelitianManfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain adalah: 1. Sebagai bahan masukan bagi pimpinan untuk dapat menyangkutkan motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya 2. Sebagai bahan masukan atau bahan bagi penelitian yang serupa atau penelitian yang lebih luas sifatnya 1. 5. HipotesisDalam penelitian ini, hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: 1. Motivasi kerja pegawai instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok lebih tinggi setelah diberlakukannya kebijakan -kebijakan oleh Kepala Pemerintah kecamatan dibandingkan dengan sebelumn ya.
  4. 4. 2. Ada pengaruh signifikan faktor Gaya kepeimipinan terhadap motivasi kerja pagawai pemerintah Kecamatan Sukmajaya 1. 6. Metodologi Penelitian 1. 6. 1. Variabel variabel Yang di TelitiAdapun variabel variabel yang diteliti dalam penulisan skripsi ini adalahsebagaiberikut: 1. Variabel Bebas ( Independent Variable )Dalam hal ini yang menjadi variabel bebas ( Independent Variable ) adalah gayakepemimpinan yang dalam hal ini dilambangkan dengan X 1 2. Variabel Terikat ( Dependent Variable )Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi kerja pegawaiyang dilambangkan dengan variabel Y 1. 6. 2. Populasi dan SampelPopulasi adalah keseluruhan semua karakter yang mungkin dari obyek yanglengkap dan jelas yang ingin diteliti. Sehingga sasaran yang ak an menjadi obyekpenelitian ini merupakan keseluruhan karakteristik yang ada dalam instansipemerintah Kecamatan Sukmajaya. Sampel adalah sebagian dari jumlah dankarakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono; 2005), sehingga sampelmerupakan bagian dari populasi yang terpilih dan dimaksudkan untuk dapatmewakili populasi penelitian. 1. 6. 3. Tekhnik Pengumpulan Data
  5. 5. Dalam penelitian ini yang menitikbertakan pada gaya serta situasi kepemipinanpengaruhnya terhadap motivasi kerja pegawai pada instansi pemerintah KecamatanSukmajaya, maka penulis mendapatkan data baik dari instansi terkait maupundiluar instansi tersebut.1.6.4.Pengumpulan Data Langsung 1. Observasi ( pengamatan/ questioner ), yaitu dengan cara pengumpulan data diperoleh langsung dari peru sahaan atau objek yang diteliti. 2. Wawancara/ interview, yaitu mengadakan wawancara secara langsung dengan pihak perusahaan.1. 6. 5. Pengumpulan Data Tidak Langsung Merupakan pengumpulan data pendukung yang diperoleh dari lapran -laporan dari instansi pemerintah Kecamatan Sukmajaya dan dengan mempelajariliteratur pelengkap berupa buku, jurnal atau dan edisi situs website yang berkaitandengan masalah yang akan dibahas.tersebut diatas. 1. 6. 4. Tekhnik Pengolahan Data1. 6. 4. 1 Analisis Kuantitatif Dengan analisa kuantitatif ini dapat dibuktikan ada atau tidaknya hubunganantara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja pegawai atau sejauh manapengaruh situasi kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai. Adapun analisakuantitatif yang digunakan terdiri atas: 1. 6. 4. 2. Regresi Linier Sederhana
  6. 6. Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kausalsatu variabel independen (gaya kepemimpinan) dengan satu variabel dependen(motivasi kerja pegawai). Persamaan umum regresi linier sederhana adalah: Y=a+bXDimana:Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikana = Harga Y bila X= 0 (harga konstan)b = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatanataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.Bila b(+) maka naik, dan jika (-) maka terjadi penurunan.Rumus yang digunakan untuk mencari a (nilai konstanta) dan nilai (koefisienkorelasi) adalah sebagai berikut (Supranto, 1987: 219): b= a=dimana:= (nilai rata rata variabel Y)= (nilai rata rata variabel X)
  7. 7. 1. 6. 4. 3. Analisis Koefisien KorelasiYaitu uji yang menentukan derajat atau kekuatan korelasi antara motivasi kerja (Y)dengan gaya kepemimpinan (X). Kegunaannya untuk menentukan apakah suatuhipotesa dapat diterima atau tidak. Adapun hasil nilai perhitungan itu cukup berartiatau dapat diperoleh dengan jalan mengadakan uji kebenaran dengan nol hipotesadan alternatif Hipotesa. 1. 6. 4. 4. Perhitungan Nilai Koefisien DeterminasiUntuk mengukur seberapa besar bvariabel variabel in dependen dapat menjelaskanvariabel dependen, maka digunakan koefisien determinasi (R 2). Koefisien inimenunjukkan proporsi variabilitas total pada variabel dependen yang dijelaskanoleh model regreso. Nilai R2 berada pada interval 0 R2 1.Secara logika dapat diketahui bahwa makin baik estimasi model dalammenggambarkan data, maka makin dekat nilai R ke nilai 1 (satu). Nilai R dapatdiperoleh dengan rumus: R2 = (r)2 X 100%Dimana:R2 = Koefisien determinasiR = Koefisien korelasi 1. 6. 4. 5. Uji Hipotesis Dengan t- testUji hipotesis dengan t-test digunakan untuk mengetahui apakah variabelindependen memiliki pengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependensecara untuk setiap variabel. Rumus yang digunakan untuk mengetahui nilai t -hitung adalah sebagai berikut:
  8. 8. Rumus Uji Signifikansi (Uji t) t=Keterangan:t = Signifikansi korelasi= Koefisien korelasin = Jumlah RespondenSetelah didapatkan nilai t-hitung melalui rumus diatas, maka untukmenginterpretasikan hasilnya berlaku ketentuan sebagai ber ikut: i. Jika t-hitung > t-tabel, maka Ho ditolak (ada hubungan yang signifikan) ii. Jika t-hitung < t-tabel, maka Ho diterima (tidak ada hubungan yang signifikan)Untuk mengetahui t-tabel digunakan ketentuan n-2 pada level of significance ()sebesar 5% (tingkat kesalahan 5% atau 0,05) atau taraf keyakinan 95% atau 0,95.Jadi apabila tingkat kesalahan suatu variabel lebih dari 5% berarti variabel tersebuttidak signifikan. 1. 6. 4. 6. Deskripsi KuantitatifAnalisa diskriptif kuantitatif yaitu teknis analisis yang pada dasarnya menggunkanpenjelasan-penjelasan serta gambaran umum penjelasan koefisien korelasi yangbersimbol r mempunyai batasan = - 1 < r =" 1,">Bila r = - 1 hubungan X dan Ysangat erat dan negetif. Bila r = 0 hubungan X dan Y tidak ada hubungan. 1. 6. 4. 7. Kerangka Analisis
  9. 9. Penerapan sistem gaya kepemimpinan adalah merupakan suatu kebijakan yangmempunyai pengaruh terhadap tingkat motivasi kerja pegawai pada instansipemerintah Kecamatan Sukmajaya Kota Depok sehingga kinerja dan produktivitaspegawai juga berpengaruh signifikan. 1. 7. Sistematika SkripsiUntuk memperhatikan memudahkan pemahaman keseluruhan tulisan, maka dalampenulisan ini penulis membagi dan menyusun sistematika skripsi sebagai berikut:BAB. I PENDAHULUANBerisikan latar belakang pemilihan judul pokok masalah, identifikasi masalah,batasan masalah, kegunaan penelitian dan metodologi penelitian. Inti pada bab iniadalah menguraikan permasalahan dan pokok-pokok pembahasan sehingga dapatdiketahui masalah yang ingin disampaikan dalam tulisan ini.BAB. II LANDASAN TEORIMenguraikan landasan teori yang akan mendukung dan berhubungan dengan teoriatau gaya kepemimpinan dan motivasi yang akan dijadikan dasar sertaperbandingan dalam pemecahan masalah.Bab ini berisikan tentang pengertian kepemimpinan, arti kepemimpinan bagiorganisasi/ instansi, pengertian manajemen sumber daya manusia, pengertianmotivasi, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja, analisa regresi dankorelasi.BAB III. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
  10. 10. Bab ini menguraikan tentang berbagai informasi mengenai gambaran umumorganisasi. Bab ini berisikan tentang profile singkat instansi, lokasi instansi,struktur organisasi, macam macam job deskripsi, jumlah pegawai, sistemoperasional dan prosedur yang digunakan dalam men jalankan roda organisasi.BAB IV. ANALISIS PEMBAHASAN DAN INTERPRETASIDalam bab ini diuraikan hasil penelitian dan sekaligus membahas tentangkepemimpinan atau gaya kepemimpinan, analisa tentang motivasi dan segala halyang terkait serta analisa regresi dan korelasi.BAB V. PENUTUPBab ini menyimpulkan hasil-hasil dari penelitian maupun pembahasan dari babsebelumnya serta saran-saran yang diberikan sehubungan dengan penelitianterhadap pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai padainstansi pemerintah Kecamatan sukmajaya.
  11. 11. BAB. II. LANDASAN TEORITIS DAN TINJAUAN PUSTAKA2. 1. Pengertian ManajemenManajemen merupakan suatu alat untuk mencapai suatu tujuan yang di inginkanoleh sebuah organisasi atau perusahaan. Dimana manajemen yang baik akanmemudahkan didalam mewujudkan tujuan yang akan dicapai.Manajemen merupakan instrumen yang penting, baik itu untuk perusahaan atauorganisasi besar, menengah maupun besar. Manajemen sangat dibutuhkan olehsetiap organisasi karena hanya dengan manajemen yang baik, organisasi akanberkembang dan mencapai tujuan.Adapun beberapa pengertian tentang manajemen menurut para ahli adalah sebagaiberikut:Manajemen adalah pengelolaan suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dalamrangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan cara menggerakkan orangorang lain untuk bekerja. (Yayat M. Herujito, 2004; 2)Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber dayamanusia dan sumber sumber daya lainnya secara efektif dan efesien unt ukmencapai suatu tujuan tertentu. (Malayu S. P. Hasibuan, 2000; 2)´management is proces undertaken by one more persons to coofidenate theactivities of other persons to actieve resulth not attemante by any one person activyalone´. (James H. Donelly. Jr dan James C. Gibson, 1998; 5)
  12. 12. Manajemen adalah suatu seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian,penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuanyang sudah ditetapkan. (Manullang, 1996; 15)´management is the proces of planning, organizing, leading and controlling thework of organization members and of using all available organization goal ´.(James A. F. Stoner, R. Erdward Freeman dan Daniel R. Gilbert Jr, 1995; 7)Dari definisi definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa man ajemen adalahsuatu proses untuk mengatur sumber daya manusia dan sumber daya organisasiatau perusahaan lainnya secara efektif dan efesien guna tercapainya tujuanorganisasi 2. 2. Manajemen Sumber Daya Manusia 2. 2. 1. Pengertian Manajemen Sumber Daya ManusiaManajemen sumber daya manusia adalah suatu bidang manajemen yang khususmempelajari hubungan peranan manusia dalam organisasi publik atau perusahaan.Dengan demikian, fokus yang dipelajari manajemen sumber daya manusiamengkaji karakterisitik dan segala seluk beluk tenaga kerja manusia.Pengertian manajemen sumber daya manusia terdiri atas dua kalimat; manajemendan sumber daya. Manajemen adalah the art of getting things done trough theeffort of other people. Sumber daya manusia atau personalia adalah tenaga kerja,buruh atau pegawai yang mengandung arti keseluruhan orang orang yang bekerjapada suatu organisasi tertentu. (Manullang, 1996; 14).
  13. 13. Sehingga manajemen personalia atau manajemen sumber daya manusia adalahmanajemen terhadap tenaga kerja atau pegawai, yaitu bagaimana mengaturpegawai didalam perusahaan atau pengaturan tenaga kerja dalam suatu organisasidan lembaga, dimana pengaturan ini dalam arti seluas luasnya.Manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai perencanaan,pengorganiasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan kegiatan pengadaan,pengembangan, pmberian kompensasi, pengintegrasian, pemiliharaan danpelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu organisasidan masyarakat. (Edwin B Flippo, 1995; 4)Sumber daya manusia merupakan faktor yang unik baik fisik ataupun psikis.Dalam keadaan biasa manusia hanya menggunakan sebagian kecil darikemampuannya karena sebenarnya kmampuan manusia itu sangat luas. Apabilasumber daya manusia itu di kembangkan kualitasny a, mereka akan mempunyaipengaruh pada perubahan pengatahuan, perubahan sikap, perubahan kemampuan,perubahan tingkah laku individu dan perubahan tingkah laku kelompok. Apabilahal ini terjadi maka akan sangant mendorong tercapai tujuan organisasi maupuntujuan individu secara optimal.Menurut T. Hani Handoko (1998; 4) sumber daya manusia adalah penarikan,seleksi, pengembang, pemelihara dan penggunaan sumber daya manusia untukmencapai baik tujuan tujuan individu maupun organisasi.Adapun menurut French manajemen sumber daya manusia adalah penarikan,seleksi, pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan sumber manusia olehorganisasi. (Wendell French, 1995; 3)Manajemen sumber daya manusia sangat diperlukan guna meningkatkanproduktivitas serta efektivitas dan efesiensi di dalam penggunaan sumber daya
  14. 14. manusia. Sehingga apa yang menjadi tujuan dari organisasi akan dapat tercapaisebagaimana mestinya.2. 2. 2. Fungsi Manajemen Sumber Daya manusiaTujuan manajemen sumber daya manusia pada prinsipnya ada dua j enis, yaitu: 1. Production Mainded Merupakan usaha usaha pihak organisasi atau perusahan agar para tenaga kerja atau pegawai bersedia memberikan prestasi yang sebesar besarnya (mencapai produktivitas maksimum). Ini dapat dicapai dengan melalui fungsi fungsi manajemen yang ada dalam organisasi atau perusahaan. 2. People Mainded Mempunyai pengertian hanya dengan perhatian yang sungguh sungguh dari pihak perusahaan atau organisasi kepada tenaga kerja atau pegawai antara lain dengan pelayanan sebaik mungkin, sistem b irokrasi yang pendek, kondisi pekerjaan dan lingkungan kerja yang layak, jaminan jaminan sosial yang layak dan sebagainya.2. 3. Pengertian KepemimpinanAda beberapa pendapat pakar tentang pengertian kepemimpinan, antara lain adalahsebagai berikut:Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasitertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu ataubeberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961; 24).Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untukmencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957; 7).Gibson, Ivancevich dan Donnelly (1996; 5) mengatakan pemimpin merupakanagen perubahan, orang yang perilakunya akan lebih mempengaruhi orang lain
  15. 15. daripada perilaku orang lain yang mempengaruhi mereka. Sedangkankepemimpinan menurut Gitosudarmo dan Mulyono (1990;12) dilakukan olehseorang pemimpin untuk dapat mengarahkan, mengkoordinasikan danmempengaruhi bawahan agar bekerja dengan penuh kesadaran untuk mencapaitujuan organisasi.Selanjutnya Gitosudarmo dan Mulyono (1990; 30) mengatakan bahwa seorangpemimpin yang profesional adalah pemimpin yang mampu menciptakan ataumembuat kedua belah pihak menjadi senang, bahagia dan bangga. Untukmerealisasikan hal tersebut, maka seorang pemimpin harus mempunyai gayakepemimpinan yang tepat, agar dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif.Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yangdiatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 198 4; 46).Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan)pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapaitujuan (Jacobs & Jacques, 1990; 281).Hasibuan mengatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang mempergunakanwewenang dan kepemimpinannya mengarahkan bawahan untuk mengerjakansebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkankepemimpinan adalah cara atau gaya seorang pemimpin mempengaruhi perilakubawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapaitujuan organisasi. (Hasibuan, 2000; 167)Kepemimpinan adalah merupakan seni kemampuan mempengaruhi seperti yang dikemukakan oleh Yayat M. Herujito:
  16. 16. Kepemimpinan adalah seni kemampuan mempengaruhi perilaku manusia d ankemampuan untuk mengendalikan orang orang dalam organisasi agar perilakumereka sesuai dengan perilaku yang di inginkan oleh pimpinan. (Yayat M.Herujito, 2004; 179 ). 2. 3. 1. Pola Dasar KepemimpinanModel kepemimpinan menurut George R. Terry didasarkan pada kenyataan bahwakepemimpinan muncul dari adanya suatu hubungan yang kompleks terdiri dari: (1)pimpinan, (2) pengikut, (3) struktur organisasi, (4) nilai sosial dan pertimbanganpolitik. (Yayat M. Herujito, 2004; 181)Dalam setiap kepemimpinan ada dua pola dasar kepemimpinan, yaitu pola dasarkepemimpinan formal dan pola dasar kepemimpinan informal. I. Pola Kepemimpinan FormalKepemimpinan formal ada secara resmi pada seseorang yang diangkat dalamjabatan kepemimpinan. Hal ini tampak pada berbagai ketentuan yang mengaturhierarki organisasi dan dalam bagan organisasi.Adapun penerimaan atas kepemimpinan formal masih harus diuji dalam praktekyang hasilnya tampak dalam kehidupan organisasi. Jadi tidak secara otomatismerupakan jaminan diterima oleh para anggota. Kepemimpinan formal dikenaljuga dengan istilah ´headship´.II. Pola Kepemimpinan InformalKepemimpinan informal tidak didasarkan pada pengangkatan, ia tidak terlihatdalam hieararki atau bagan organisasi. Efektifitas kepemimpinan informal terlihatpada pengakuan nyata dan penerimaan dalam praktek atas kepemimpinanseseorang.
  17. 17. Biasanya kepemimpinan informal didasarkan pada kriteria sebagai berikut: 1. Kemampuan memikat hati orang. 2. Kemampuan membina hubungan yang serasi dengan organisasi atau orang lain. 3. Penguasaan atas arti tujuan organisasi yang hendak dicapai. 4. Penguasaan tentang implikasi implikasi pencapaian tujuan dalam kegiatan operasional. 5. Pemikiran atas keahlian tertentu yang tidak dimiliki oleh orang lain. 2. 3. 2. Tipe Tipe PemimpinanTipe tipe pemimpin dan ciri cirinya menurut Sondang P. Siagian digolongkandalam lima tipe: 1. OtokratisSeorang pemimpin yang bersifat: 1. Menganggap organisasi adalah milik sendiri 2. Mengidentikan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi 3. Menganggap bawahan sebagai alat semata mata 4. Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat 5. Terlalu tergantung pada kekuasaan formalnya 6. Dalam tindakan penggerakannya sering menggunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat menghukum). Tipe pemimpin ini cenderung tidak menghormati hak hak azasi manusia yang menjadi bawahan. 2. MiliteristisSeorang pemimpin yang bersifat: 1. Dalam penggerakan bawahannya lebih sering menggunakan sistem perintah. 2. Dalam menggerakkan bawahannya senang bergantung pada pangkat dan jabatannya. 3. Senang pada formalitas yang berlebih lebihan. 4. Menuntut disiplin yang tnggi dan kaku pada bawahannya.
  18. 18. 5. Sukar menerima kritik dari bawahannya 6. Menggemari upacara upacara untuk berbagai keadaan. Tipe ini bukan seharusnya pemimpin organisasi dan bukan pula seorang pem impin yang ideal 3. PaternalistisSeorang pemimpin yang bersifat: 1. Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak dewasa. 2. Bersifat terlalu melindungi (overly protective). 3. Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. 4. Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil insiatif. 5. Jarang memberi kesempatan pada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan bakatnya. 6. Sering bersifat mau tau. Dalam keadaan tertentu, seorang pemimpin tipe ini kadang kadang diperlukan dengan menghilangkan sifat sifat yang negatif.(4) KarismatisSampai saat ini belum ditemukan sebab sebab mengapa seorang pemimpinmemiliki karisma, yang diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian memilikidaya tarik yang amat besar. Oleh karena itu, pada umumnya or ang yang memilikikarisma mempunyai pengikut yang sangat besar, meskipun para pengikut seringkali tidak dapat menjelaskan mengapa mereka jadi pengikut.Dikatakan pemimpinan yang karismatis itu diberkahi kekuatan ghaib ( supernaturalpower). Kekayaan, umur, kesehatan, dan profil tidak dapat digunakakan sebagaikriteria untuk karisma.(5) Demokratis
  19. 19. Tipe pemimpin seperti inilah yang cocok untuk organisasi modern. Pemimpin yangdemikian memiliki sifat sifat sebagai berikut: 1. Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak pada manusia sebagai makhluk termulia di dunia 2. Selalu berusaha mensinkronisasikan antara kepentingan tujuan organisasi dan kepentingan tujuan pribadi bawahannya. 3. Senang menerima saran dan pendapat, bahkan kritik dari bawahannya. 4. Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teman kerja dalam usaha mencapai tujuan 5. Selalu berusaha agar bawahannya lebih berhasil 6. Berusaha mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pemimpin 2. 4. Pengertian Gaya KepemimpinanGaya kepemimpinan menurut Yayat M. Herujito adalah leadershipstyles. Maksudnya, cara yang diambil seseorang dalam rangka mempraktekkankepemimpinanannya. Gaya kepemimpinan bukan bakat. Oleh karena itu, gayakepemimpinan dapat dipelajari dan dipraktekkan dan dalam penerapannya harusdisesuaikan dengan situasi yang dihadapi (Yayat M. Herujito, 2004; 188)Gaya kepemimpinan yang terdapat dalam setiap organisasi dipandang sebagaisuatu proses kunci bagi keberhasilan organisasi yang bersangkutan. Gayakepemimpinan merupakan perilaku pimpinan ter hadap pengikutnya, atau cara yangdipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi para pengikutnya. (Trimo, 1995;vii). Sedangkan Hersey mengatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola -polaperilaku konsisten yang diterapkan dalam bekerja. (Hersey, 1992; 150).Terdapat perbedaan pola perilaku yang diterapkan oleh seorang manajer denganmanajer lain dalam mempengaruhi perilaku anggotanya. Mintogoro mengatakanbahwa secara umum gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang manajer
  20. 20. adalah gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan otokratis dan, gayakepemimpinan laissez faire. Masing-masing gaya kepemimpinan tersebutmempunyai ciri tertentu.Ciri gaya kepemimpinan demokratis yaitu: (1) keputusan dibuat bersama antaramanajer dan kelompok; (2) terbuka terhadap kritik; (3) mempunyai rasa tanggungjawab terhadap perkembangan anggota kelompok; dan (4) menerima saran -saran,ide yang postitif dari anggota kelompok.Ciri gaya kepemimpinan otokratis yaitu: (1) memusatkan semua prosespengambilan keputusan pada manajer; (2) kurang mempercayai anggotanya; (3)memberikan perintah pada bawahan/anggota tanpa ada penjelasan dan tidakmemberikan kesempatan kepada anggota untuk bertanya.Ciri gaya kepemimpinan laissez faire yaitu: (1) menyerahkan proses pengambilankeputusan kepada setiap individu dalam organisasi; (2) tidak mempunyai rasapercaya diri sebagai seorang pemimpin; (3) tidak menetapkan tujuan untukkelompoknya. (Mintogoro 1997; 118)Menurut Suradinata, untuk mengetahui lebih dalam tentang gaya kepemimpinan,terlebih dahulu perlu diketahui perbedaan antara pemimpin dan kepemimpinan.Pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok dua orang atau lebih, baik padasuatu organisasi maupun keluarga. Sedangkan kepemimpinan adalah kemampuanseorang pemimpin untuk mengendalikan, memimpin, mempengaruhi pikiran,perasaan atau tingkah laku orang lain, untuk mencapai tujuan yang telah ditentukansebelumnya. (Suradinata, 1997; 11)Ada tiga penekanan gaya kepemimpinan dalam mengelola organisasi, yaitu : (1)kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang situasional dalammenerapkan berbagai macam gaya kepemimpinan seperti gaya otokratik,
  21. 21. paternalistik, laissez faire, demokratik dan kharismatik; (2) gaya kepemimpinanyang tepat ditentukan oleh tingkat kedewasaan atau kematangan para anggotaorganisasi; (3) peranan apa yang diharapkan dapat dimainkan oleh para pemimpindalam organisasi. (Siagian, 1995; 24)Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin dalam suatuorganisasi akan mempengaruhi kinerja anggotanya. Gaya kepemim pinan dansituasi yang berlaku mempengaruhi hasil yang akan dicapai oleh para anggotanya.Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh seorang pemimpin dalam suatuorganisasi dapat menciptakan integrasi yang serasi, mendorong gairah kerjaanggota untuk mencapai sasaran yang maksimal, menumbuhkan kepercayaan, danpartisipasi serta loyalitas.Senada dengan itu, Handoko mengatakan bahwa gaya kepemimpinan dapatmempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kualitas kehidupan kerja dantingkat prestasi suatu organisasi. (Handoko 1997:293).Secara rinci Siagian (1994; 27) membagi lima gaya kepemimpinan yang secaraluas dikenal dewasa ini, yaitu : 1. Gaya otokratik adalah gaya kepemimpinan dari pemimpin yang menonjolkan ³keakuannya´ antara lain dalam bentuk : 1. kecenderungan memperlakukan para bawahan sama dengan alat -alat lain dalam organisasi, 2. pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahan, 3. mengabaikan peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.
  22. 22. 2. Gaya paternalistik adalah gaya kepemimpinan dari pemimpin yang bersifat tradisional, umumnya di masyarakat yang agraris. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:1. kuatnya ikatan primordial,2. sistem kekeluargaan,3. kehidupan masyarakat yang komunalistik,4. peranan adat istiadat yang sangat kuat dalam kehidupan bermasyarakat,5. masih dimungkinkannya hubungan pribadi yang intim antara seorang anggota masyarakat dengan anggota masyarakat lainnya.3. Gaya kharismatik adalah gaya kepemimpinan dari pemimpin yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para pengikut tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi.4. Gaya laissez faire adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan o leh pemimpin yang melihat peranannya sebagai ³polisi lalu lintas´ dengan membiarkan organisasi berjalan menurut temponya sendiri tanpa banyak mencampuri bagaimana organisasi harus dijalankan dan digerakkan, sebab sudah menganggap para anggota organisasi mengetahui dan cukup dewasa untuk taat kepada peraturan permainan yang berlaku.5. Gaya demokratik adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin yang memandang peranannya selaku koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi sehingga bergerak sebagai suatu totalitas. Ada 10 karakteristik utama pemimpin yang menerapkan gaya demokratik, yaitu :1. Memperlakukan organisasi sebagai suatu totalitas dengan menempatkan semua satuan organisasi pada peranan dan proporsi yang tepat;2. Mempunyai persepsi yang holistik mengenai organisasi yang dipimpinnya;
  23. 23. 3. Menggunakan pendekatan yang integralistik; 4. Menempatkan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi atau golongan; 5. Menganut filsafat manajemen yang mengakui dan menjunjung tinggi harkat dan martabat para bawahan; 6. Memberikan kesempatan kepada para bawahan untuk berperan serta dalam proses pengambilan keputusan; 7. Terbuka terhadap ide, pandangan dan saran orang lain termasuk para bawahannya; 8. Memiliki perilaku keteladanan; 9. Bersifat rasional dan obyektif; 10. Selalu berusaha menumbuhkan dan memelihara iklim kerja yang kondusif bagi inovasi dan kreativitas bawahan. 2. 5. Pengertian MotivasiProduktivitas pegawai menjadi pusat perhatian dalam upayanya untukmeningkatkan kinerja yang mempengaruhi efesiensi sdan efektivitas organisasi.Analisis yang lebih mengkonsentrasikan pada kinerja akan lebih memberikanpenekanan pada dua factor utama yaitu: 1) motivasi dari pegawai, 2) kemampuandari pegawai untuk bekerja.Untuk menghindari kerancuan pengertian, maka terlebih dahulu diberikanbeberapa pengertian yang berkaitan dengan motivasi, yaitu (Manullang, 1996;146): 1. Motif Istilah motif sama artinya dengan kata motive, motip, dorongan, alasan dan driving force. Motif adalah tenaga pendorong yang mendoron g manusia untuk bertindak atau suatu tenaga di dalam diri manusia yang menyebabkan manusia bertindak. Menurut The Liang Gie (1993; 104) motif atau dorongan batin yaitu suatu dorongan yang menjadi pangkal seseorang melakukan sesuatu atau bekerja
  24. 24. 2. Motivasi Motivasi atau motivation berarti pemberian motif, penimbulan motif atau hal yang menimbulkan dorongan. Motivasi dapat juga diartikan sebagai faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Oleh The Liang Gie motivating atau pendorong kegi atan diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pimpinan dalam memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini pegawainya untuk mengambil tindakan tindakan. 3. Motivasi kerja Berawal dari pengertian motivasi, maka yang dimaksud motivasi kerja yaitu sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja atau dengan kata lain pendorong semangat kerja. Faktor faktor yang mempengaruhi motivasi kerja antara lain: atasan, rekan, sarana fisik, kebijaksanaan dan peraturan, imbalan jasa, uang dan non uang, jenis pekerjaan, tantangan, situasi dan gaya kepemimpinan. 4. Insentif Istilah insentif (incentive) dapat diganti dengan kata alat motivasi, sarana motivasi, sarana penimbulan motif atau sarana yang menmbulkan dorongan. 2. 5. 1. Teori Teori MotivasiPendapat dan teori tentang motivasi cukup banyak, namun yang menonjol adalateori motivasi yang dikemukakan pakar, antara lain: 1. Teori Abraham H. MaslowMaslow berpendapat bahwa tindakan atau tingkah laku suatu organisme pada suatusaat tertentu biasanya dipengaruhi oleh kebutuhannya yang paling mendesak.Setiap pemimpim perlu memiliki pemahaman mendalam tentang kebutuhan yangsangat penting bagi manusia.
  25. 25. Maslow menyatakan bahwa ada suatu hierarki kebutuhan pada setiap manusia.Setiap orang memberi prioritas pada suatu kebutuhan sampai kebutuhan tersebutterpenuhi. Jika kebutuhan pertama telah terpenuhi maka kebutuhan kedua akanmemegang peranan, demikian seterusnya.Hierarki kebutuhan manusia yang di maksud oleh Maslow adalah sebagai berik ut: 1. Kebutuhan badaniyah (physiological needs) yang meliputi: 1. kebutuhan sandang 2. kebutuhan pangan 3. pemuasan biologis 2. Kebutuhan keamanan (safety needs) yang meliputi: 1. kemananan jiwa 2. keamanan harta 3. Kebutuhan social (social needs) yang meliputi: 1. kebutuhan perasaan diterima oleh orang lain 2. kebutuhan pada perasaan dihormati 3. kebutuhan pada perasaan maju atau berprestasi 4. kebutuhan perasaan partisipasi 4. Kebutuhan penghargaan (esteem needs) yang meliputi: 1. kebutuhan harga diri 2. kebutuhan pandangan baik orang lain te rhadap dirinya 5. Kebutuhan kepuasan diri (self actualization needs) yang berupa kebutuhan untuk mewujudkan diri dalam arti kebutuhan mengenai nilai dan kepuasaan yang didapat dari pekerjaan. 2. Teori Douglas Mc Gregor
  26. 26. Mc Gregor menyatakan ada dua pendekatan atau filsafat mana manajemen yang mungkin diterapkan dalam perusahaan. Tiap tiap pendekatan mendasarkan diri pada serangkaian asumsi atau anggapan mengenai sifat manusia yang diberi nama teori X dan toeri Y. I. Asumsi Teori Xy pada umumya manusia tidak senang (malas) bekerjay pada umumnya manusia tidak berambisi, tidak senang tanggug jawab dan lebih suka diarahkan.y Pada umumnya manusia harus di awasi dengan ketat dan dipaksa untuk memperoleh tujuan tujuan organisasi.y Motivasi hanya berlaku sampai tingkat lower order needs yaitu kebutuhan badaniah dan kebutuhan keamanan. II. Asumsi Teori Yy bekerja merupakan kodrat manusia, jika kondisinya menyenangkan. Pengawasan diri sendiri tidak terpisahkan untuk mencapai tujuan organisasi.y Manusia dapat mengawasi diri sendiri dan memberi prestasi pada pekerjaan yang diberi motivasi dengan baik.y Motivasi tidak saja mengenai lower needs tapi sampai high order needs. Agar tujuan motivasi dapat tercapai, maka para manajer selayaknya menerapkan teori Y dalam perusahannya. Jika teori Y terlaksana dengan baik, maka orang orang di dalam organisasi akan di dorong untuk berkembang dan orang orang dapat menggunakan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan imajinasi mereka untuk membantu mencapai tujuan organisasi. 3. Teori Frederich Herzberg
  27. 27. Teori ini berhubungan dengan kepuasan kerja. Berdasarkan penelitiannya ada duarangkaian kondisi yang mempengaruhi seseorang dalam pekerjaannya. Rangkaiankondisi pertama disebut faktor motivator dan rangkaian kedua disebut faktorhygieni. Disebut juga dengan konsep faktor motivator hygieni dari Herzberg, danada juga yang mentebutnya teori dua faktor dari kepuasan kerja.Faktor faktor yang berperan sebagai motivator terhadap pegawai dalam faktorpertama yaitu faktor yang mampu memuaskan dan mendorong oran g untuk bekerjadengan baik, yang terdiri atas: 1. keberhasilan pelaksanaan (achievement) 2. pengakuan (recognition) 3. pekerjaan itu sendiri (the work it self) 4. tanggung jawab (responsibilities) 5. pengembangan (advancement)Rangkaian faktor motivator melukiskan hubungan seorang dengan apa yangdikerjakannya yaitu kandungan kerjanya, prestasi pada tugasnya, penghargaan atasprestasi yang dicapainya dan peningkatan dalam tugasnya.Faktor kedua yang dapat menimbulkan rasa tidak puas kepada pegawai (de-motivasi) ini terdiri atas: 1. kebijaksanaan dan administrasi organisasi atau perusahaan ( company policy and administration) 2. supervisi (technical supervisor) 3. hubungan antar pribadi (interpersonal supervision) 4. kondisi kerja (working condition) 5. gaji (wages)
  28. 28. 4. Teori David Mc ClellandMc Clelland mempelajari persoalan yang menyangkut keberhasilan dan berhasilmemformulasikan konsep kebutuhan untuk keberhasilan, maka teorinya disebutdengan Achievement Motivation Theory. Menurut Mc Clelland, orang yangmempunyai kebutuhan untuk keberhasilan yaitu orang yang mempunyai keinginanyang kuat untuk mencapai sesuatu, dengan ciri ciri sebagai berikut: 1. tujuan yang mereka tentukan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, tapi tujuan itu merupakan tantangan untuk dikerjakan dengan bai k. 2. Mereka menentukan tujuan seperti itu, karena mereka yakin bahwa hasilnya dapat dikuasai bila dikerjakan sendiri. 3. Mereka senang pada pekerjaannya dan sangat berkepentingan dengan keberhasilannya. 4. Mereka lebih suka bekerja di dalam pekerjaan yang dapat me mberikan gambaran bagaimana keadaan pekerjaannya.Motivasi semua aktivitas manusia seyogyanya adalah dalam rangka pengabdiankepada Allah SWT termasuk di dalam menegakkan kepemimpinan yang goodgovernance, ujung muaranya adalah mengharap ridha Allah SWT s ebagai RabbulµAlamin. (Abdul Mannan, 1998; 149)Motivasi kerja adalah suatu keadaan di mana usaha dan kemauan keras seseorangdiarahkan kepada pencapaian hasil-hasil tertentu. Motivasi kerja dalam penelitianini diukur dari pendapat/persepsi responden tentang hal-hal berikut: 1. Merasa berguna bekerja di instansi tersebut 2. Pemberian penghargaan bagi pegawai yang berprestasi akan memberi motivasi kerja pada pegawai 3. Situasi lingkungan kerja baik dan menyenangkan 4. Sarana pendukung dan peralatan kerja sangat memadai 5. Dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan menantang 6. Bekerja di instansi membuat pegawai berkembang kemampuannya
  29. 29. 7. Hubungan kerja dengan sesama rekan kerja berjalan dengan baik8. Prestasi pegawai selalu dinilai dengan teliti dan benar9. Pegawai mendapatkan kesempatan untuk belajar hal hal baru10. Pegawai merasa aman bekerja di instansi ini11. Berusaha sangat keras untuk memperbaiki kinerja masa lalu pada pekerjaan12. Menikmati persaingan dalam bekerja13. Menikmati kepuasan dalam menyelesaikan tugas pekerjaan yang sukar14. menikmati bekerjasama dengan orang lain dari pada bekerja sendirian15. Bila ada tugas kerja lembur, pegawai termotivasi melakukan pekerjaan tersebut dengan sebaik baiknya16. Ingin mencapai kesuksesan dalam bekerja17. Merasa nyaman terhadap pengawasan dari atasan18. Merasa puas dengan prestasi kerja yang telah dicapai selama ini19. Masalah keluarga yang dihadapi tidak berpengaruh terhadap pekerjaan20. Keluarga sangat mendukung pekerjaan yang dilakukan saat ini.21. Dorongan spiritualitas agama selalu memberi motivasi untuk bekerja keras dengan ikhlas.
  30. 30. AB. III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN3. 1. Sejarah Singkat Berdirinya Kecamatan Sukmajaya Kota DepokDahulu Depok merupakan sebuah dusun ditengah hutan belantara, yangkemudian pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC bernamaCornellis Chastelin membli tanah tersebut dan sedikit wailayah Batavia Selatan.Untuk mengurus tanah tanah tersebut, Cornellis Chastelin mendatangkankurang lebih 150 orang hamba hamba dari Bali dan Sulawesi Selatan, yangtahun 1871 pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentukpemerintahan sendiri meliputi daerah teritorial Gemeente Bestuur Depok tapitidak termasuk tanah Eigendom dan beberapa hak lain yang diakui hingga tahun1942. Pada tahun 1975 dimulai pembangunan per umahan oleh Perum PerumnasDepok I dan menyusul pembnagunan perumahan yang dikenal dengan kawasanDepok II, Tengan dan Timur.Pesatnya pertambahan penduduk dan pembangunan di wilayah Depok sebagaipenyangga DKI Jakarta, mendorong pemerintah pusat meningkatkan statuswilayah kepemerintahannya. Pesatnya pembangunan di wilayah Depok, padatanggal 18 Maret 1982 status pemerintahan yang semula adalah Kecamatanmenjadi Kota Administrtatif. Selama kurang lebih tujuh belas tahun wilayahDepok menjadi Kota Administratif. Berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 1999tepatnya tanggal 27 April 1999 Kota Administratif Depok resmi menjadi KotaMadya yang membawahi enam wilayah Kecamatan yaitu: Kecamatan Beji,Kecamatan Cimanggis, Kecamatan Limo, Kecamatan Pancoran Mas,Kecamatan Sukmajaya, dan Kecamatan Sawangan yang semua meliputi 63kelurahan.
  31. 31. Kecamatan Sukmajaya adalah salah satu wilayah yang berada dibawah pemerintahan Kota Madya Depok. Kecamatan Sukmajaya dihuni oleh 196. 446 jiwa meliputi sebelas kelurahan, 168 rukun warga, 7110 rukun tetangga dan memiliki luas wilayah 3. 127, 5 Ha yang berada di pusat kota pemerintahan. 3. 2. Struktur Organisasi dan Tingkatan manajemen Kecamatan Sukmajaya Kota Depok menyumpai strukur organisasi berdasrkan ketetapan pasal 98 Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2003 tentang pembentukan dan sasaran organisasi perangkat daerah dalam menjalankan kegiatannya. Struktur organisasi Kecamatan Sukmajaya dapat dilihat berikut ini: TABEL .1 STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAH KECAMATAN SUKMAJAYA 0100090000037400000002001c00000000000400000003010800050000000b0200000000050000000c02ef020f08040000002e0118001c000000fb02ceff0000000000009001000000000440001254696d6573204e657720526f6d616e0000000000000000000000000000000000040000002d0100000400000002010100050000000902000000020d000000320a2d00000001000400000000000f08ee0220a916001c000000fb021000070000000000bc02000000000102022253797374656d0000000000000000000018000000010000000811f80ae4040000040000002d010100030000000000 Sumber: Peraturan Pemerintah Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2003 Pada struktur organisasi diatas, Kecamatan Sukmajaya dipimpin oleh seorang Camat dibantu oleh Sekretaris Camat dan lima kepala seksi yaitu: Seksi pemerintahan, Seksi pembangunan, Seksi Perekonomian, seksi Kesejahteraan
  32. 32. sosial, dan Seksi Pendidikan dan Kebudayaan serta terdapat kelompok kerjafungsional3. 3. Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kecamatan SukmajayaKedudukan, tugas dan fungsi Kecamatan sebagaimana telah diatur dalam pasal95, pasal 96, dan pasal 97 Peraturan Daerah Koda Depok Nomor 16 Tahun2003 sebagai berikut:KedudukanKecamatan merupakan perangkat daerah yang mempunyai wilayah kerjatertentu, dipimpin oleh Camat yang berada dibawah dan bertanggung jawabkepada Walikota melalui sekretaris daerah.TugasKecamatan mempunyai tugas melaksanakan sebagai kewenangan pemerintahyang dilimpahkan dari Walikota.FungsiPenyelenggaraan pemerintah kecematan dan pemberian perizinan sertapelaksaan pelayanan umum dibidang kewenangan yang telah dilimpahkan.Pembinaan terhadap kelurahan yang ber ada di wilayah kerjanya.Unsur Organisasi
  33. 33. Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dalam pasal 96 dan 97 Peraturan daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2003, unsure organisasi Kecamatan terdiri atas:y Pemimpin adalah Camaty Pembantu pimpinan adalah Sekertaris Camaty pelaksanaan adalah Seksi dan Kelompok Kerja Fungsional Tugas Pokok dan Fungsi Unsur Organisasi 1. Pimpinan adalah Camat 1. Camat mempunyai tugas pokok membina, mengawasi, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi Kecamatan meliputi bidang ketatausahaan, pemerintahan, pembangunan, perekonomian, pendidikan dan kebudayaan, kesehateraan sosial serta mengendalikan penggunaan anggaran Kecamatan . 2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana yang disebut ayat sa tu (1), Camat mempunyai fungsi: 1. penyusunan rencana strategis Kecamatan mengacu kepada Rencana Strategis Kota 2. perumusan kebijakan organisasi Kecamatan 3. pembinaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan bidang tekhnis meliputi bidang ketatausahaan, pemerintahan, pembangunan, perekonomian, pendidikan dan kebudayaan serta kesejahteraan sosial. 4. Pemberian pengawasan dan pengendalian penggunaan anggaran Kecamatan 5. Pembinaan, pengawasan, dan pengendalian akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) 6. Pembinaan dan pengawasan pegawai 7. Pengevaluasian dan laporan kegiatan Kecamatan sesuai dengan rencana strategis Kecamatan 8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Walikota sesuai dengan bidang tugasnya
  34. 34. 2. Pembantu pimpinan adalah sekretaris Camat1. sekretaris camat mempunyai tugas pokok membantu camat dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintah dan memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat/ aparatur kecamatan2. untuk melaksanakan tugas pokok tersebut pada ayat (2) Sekretaris Camat mempunyai tugas:1. penyusunan program kerja sekretaris camat sesuai dengan rencana strategis kecamatan2. penyusunan rencana strategis kecamatan3. pelaksanaan administrasi ketatausahaan, keuangan, perlengkapan, kepegawaian, dan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh atau salah satu organisasi kecamatan dan kelurahan4. mengkoordinasikan kegiatan kepada seksi secara administrative5. penyiapan pelaporan dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana strategis kecamatan6. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang di delegasikan oleh camat3. Seksi Pemerintahan1. Seksi pemerintahan mempunyai tugas pokok membantu camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelayanan bidang pemerintahan umum.2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) seksi pemerintahan mempunyai fungsi:1. Penyusunan program kerja seksi pemerintahan sesuai dengan rencana strategis kecamatan2. Pelaksanaan administrasi pertanahan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.3. Pelaksanaan kegiatan administrasi kependudukan
  35. 35. 4. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan perlindungan masyarakat (LINMAS) Kecamatan5. Pembinaan ketentraman dan ketertiban6. Pembinaan satuan polisi pamong praja Kecamatan.7. Fasilitas pelaksanaan tugas Komisi pemilihan Umum Daerah (KPUD) Koda Depok8. Fasilitas pelaksanaan pemungutan pajak Bumi dan Bangunan (PBB)9. Fasilitas pelaksanaan pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.10. Pelaksanaan administrasi pelayanan penerbitan rekomendasi izin keramaian dan pelayanan sesuai batas kewenangan yang telah mendapat pendelegasian dari Walikota11. Pelaksanaan administrasi pelayanan penerbitan rekomendasi/ pengantar surat keterangan catatan kepolisian12. Fasilitas piñata kelurahan, penyelenggaraan evaluasi kinerja kelurahan tingkat kecamatan13. Penegakan dan pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Depok di Kecamatan14. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan tentang kegiatan seksi pemerintahan15. Pelaksannan tugas koordinasi lainnya yang diberikan oleh camat.4. Seksi Pembangunan1. Seksi Pembangunan mempunyai tugas pokok membantu camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan bidang pembangunan2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, seksi pembangunan mempunyai fungsi:1. Penyusunan program keja seksi pembangunan sesuai dengan rencana strategis kecamatan2. Fasilitas dan koordinasi penyelenggaraan pembangunan sarana dan prasarana pemukiman di Kecamatan
  36. 36. 3. Pelaksanaan administrasi pelayanan penerbitan rekomendasi izin dan pelayanan sesuai dengan batas kewenangan yang telah mendapat pendelegasian dari Walikota4. Pelaksanaan koordinasi dan pembinaan kebersihan dan keindahan di Kecamatan5. Pengkoordinasian, pembinaan dan pengawasan serta pelaporan langkah langkah penanggulangan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan6. Pengkoordinasian pelaksanaan pembangunan swadaya masyarakat7. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan tentang kegiatan seksi pembangunan8. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh camat5. Seksi Perekonomian1. Seksi Perekonomian mempunyai tugas pokok membantu camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan bidang perekonomian.2. Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Seksi Perekonomian mempunyai fungsi:1. Penyusunan program kerja seksi perekonomian sesuai dengan rencana strategis kecamatan2. Fasilitas pembangunan perekonomian kecamatan3. Pelaksanaan administrasi pelayanan penerbitan rekomendasi izin dan pelayanan sesuai dengan batas kewenangan yang telah mendapat pendelegasian dari Walikota.4. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UKM di Kecamatan5. Pembinaan dan pengembangan kegiatan pertanian.6. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan tentang kegiatan seksi perekonomian7. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya diberikan oleh Camat6. Seksi Pendidikan dan Kebudayaan
  37. 37. 1. Seksi Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas pokok membantu camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan bidang pendidikan pra sekolah, sekolah dasar, dan kebudayaan.2. Untuk melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Seksi Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai fungsi:1. Penyusunan program kerja seksi pendidikan dan kebudayaan sesuai dengan rencana strategis kecamatan2. Penyusunan pedoman pengolahan biaya operasion al pendidikan taman kanak kanak dan sekolah dasar.3. Pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan umum taman kanak kanak dan sekolah dasar.4. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan taman kanak kanak dan sekolah dasar5. Pelaksanaan usulan dan pengawasan bantuan langsung (Block Grand) penyelenggaraan pendidikan taman kanak kanak dan sekolah dasar6. Pelaksanaan administrasi pelayanan penerbitan izin dan pelayanan sesuai batas kewenangan yang telah mendapat pendelegasian dari Walikota.7. Penyusunan bahan usulan mutasi kepala sekolah, guru dan penjaga sekolah pad ataman kanak kanak dan sekolah dasar Negeri8. Perhimpunan dan pengolahan data guna penyusunan program pembinaan dan pengawasan pendidikan taman kanak kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)9. Pelaksanaan program pembinaan dan pengawasan pendidikan generasi muda, keolahragaan, kepramukaan, kebudayaan, serta penuntasan wajib belajar 9 tahun (semilan tahun)10. Pengendalian pelaksanaan pedoman pembiayaan peyelenggaraan lembaga pendidikan dasar taman kanak kanak dan sekolah dasar negeri11. Pengendalian pelaksanaan kalender pendidikan dasar12. Pengendalian pelaksanaan penerimaan siswa baru taman kakan kanak dan sekolah dasar13. Mengendalikan pelaksanaan evaluasi hasil pembelajaran14. Pengendalian penanggulangan dana masyarakat pada taman kanak kanak dan sekolah dasar
  38. 38. 15. Pengendalian pelaksanaan kurikulum pada taman kanak kanak dan sekolah dasar16. Fasilitas kegiatan akreditasi pada taman taman kanak kanak dan sekolah dasar17. Fasilitas pembinaan fungsional pada taman kanak kanak dan sekolah dasar oleh penagawas pada taman kanak kanak dan sekolah dasar Dinas Pendidikan Nasional Kota Depok18. Fasilitas pelaksanaan penigkatan profesionalisme tenaga kependidikan pada taman kanak kanak dan sekolah dasar19. Pelaksanaan peningkatan kualitas siswa pada taman kanak kanak dan sekolah dasar20. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan tentang kegiatan Seksi Pendidikan dan Kebudayaan21. Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh camat7. Seksi Kesejahteraan Sosial1. Seksi Kesejahteraan Sosial mempunyai tugas pokok membantu camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan bidang Kesejahteraan Sosial2. Untuk melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Seksi Kesejahteraan Sosial mempunyai fungsi:1. Penyusunan program kerja seksi kejahteraan social sesuai dengan rencana strategis kecamatan2. Fasilitas program kesehatan masyarakat3. Pelaksanaan monitoring penyelenggaraan sarana pelayanan kesehatan4. Pelaksanaan program keluarga berencana5. Fasilitas kegiatan pemberdayaan masyarakat6. Fasilitas kegiatan organisasi social/ kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat7. Fasilitas pelaksanaan kegiatan penanggulangan masalah social8. Fasilitas Pembina kegiatan keagamaan kecamatan
  39. 39. 9. Fasilitas pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan ketenagakerjaan dan perburuhan10. Pelaksanaan administrasi pengantar nikah, talak, cerai dan rujuk11. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan tentang kegiatan social dan kesejahteraan social12. Pelaksanaan tugas koordinasi lainnya yang diberikan oleh cam at8. Kelompok Jabatan Fungsional1. Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian kegiatan kecamatan secara professional sesuai dengan kebutuhan.2. Kelompok kerja fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab pada camat.3. Kelompok jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilan.4. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional samara yang ditunjuk diantara tenaga fungsional yang ada di lingkungan kecamatan.5. Jumlah jabatan fungsional tersebut ditentukan berdasarkan sifat jenis kebutuhan dan beban kerja.6. Jenis dan jenjang jabatan fungsional tersebut, diatur sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.3. 4. Tata Kerja Kecamatan Sukmajaya1. Ketentuan Pokok1. Hal hal yang menjadi tugas pokok camat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan2. Pelaksanaan tugas dan fungsi camat sebagai pelaksana pemerintah kota di bidang pemberdayaan masyarakat, kegiatan operasionalnya diselenggarakan oleh seksi dan kelompok jabatan fungsional menurut bidang tugasnya masing masing
  40. 40. 3. Camat baik teknis operasional maupun teknis administrative berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah dan dalam melaksanakan tugas pokoknya wajib menyelenggarakan hubungan fungsional dengan instansi yang berkaitan dengan fungsinya4. Setiap pimpinan satuan operasioanl di lingkungan kecamatan wajib memimpin dan memberi bimbingan sert a petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan.2. Pelaporan Kerja1. Camat wajib memberikan laporan yang akurat tentang pelaksanaan tugasnya secara teratur, jelas dan tepat waktu kepada walikota melalui Sekretaris Daerah2. Setiap pimpinan satuan organisasi dilingkngan kecamatan wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasanya masing masing dan memberikan laporan yang akurat tepat pada waktunya3. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan, wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut serta untuk memberi petunjuk kepada bawahan4. Pengaturan mengenai jenis laporan dan cara penyampaiannya berpedoman kepada paraturang peundang undangan yang berlaku.3. Perlimpahan Tugas Dalam Hal Mewakili Dalam hal ini camat berhalangan dapat mewakili oleh sekretaris kecamatan atau kepala seksi dengan memperhatikan senioritas kepangkatan bidang tugas4. Administrasi Kepegawaian Camat wajib dan bertanggung jawab dalam mempersiapkan bahan rancangan kebijakan Walikota di bidang kepegawaian.
  41. 41. 4. 4. Kondisi Umum Responden Pegawai Kecamatan Sukmajaya Untuk mengetahui lebih jauh nmengenai keadaan secara umum para pegawai yang dijadikan responden pada peneletian di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, penulis telah memilih 38 sampel dari sebanyak 54 populasi yang ada. Dari 38 sampel yang telah dipilih tersebut, hanya 35 lembar angket yang terisi sesuai dengan petunjuk dan dikatakan data yang ada dapat diolah selanjutnya. Dibawah ini berbaku tabulasi untuk criteria masing masing responden. TABEL. 2 Jenis Kelamin Responden No Jenis Kelamin Frekuensi (f) Prosentase 1 Laki Laki 24 68, 57 % 2 Perempuan 11 31, 43 % Jumlah 35 100 %Sumber: Data karakteristik responden Pada tabel (2) jenis kelamin diatas menunjukkan bahwa rata rata (68, 57 %) pegawai pada Kecamatan Sukmajaya Depok masuk golongan responden yang berjenis kelamin laki laki. Sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan siginifikansinya berada pada nilai rata rata (31, 43 %). Pada penelitian ini, jenis kelamin responden laki laki jumlahnya lebih signifikan dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan dengan frekuensi masing masing adalah (24 dan 11). TABEL. 3 Usia Responden
  42. 42. No Usia (Tahun) Frekuensi (f) Prosentase 1 ” 30 3 8, 57 % 2 31- 40 13 37, 14 % 3 41- 50 14 40, 00 % 4 • 50 5 14, 29 % Jumlah 35 100 %Sumber: Data karateristik responden Tabel 3 diatas menunjukkan bahwa usia rata rata responden adalah antara 41 ± 50 yakni dengan prosentase (40, 00%). Responden yang berusia antara 31 - 40 juga menempati posisi stabil dan hanya selisih 1 frekuensi dengan usia responden 41- 50. Sedangkan responden yang berusia ” 30 memiliki frekuensi sebanyak 3 dengan jumlah prosentase (8, 57 %). Adapaun frekuensi usia responden • 50 memiliki total prosentase (14, 29 %) Data diatas juga menunjukkan bahwa perbedaan prosentase responden yang berusia antara ” 30 dan • 50 memiliki sedikit perbedaan frekuensi yakni antara responden masing masing (” 30 = 3 frekuensi) dan (• 50 = 5 frekuensi). TABEL. 4 Pendidikan Terakhir Responden No Pendidikan Terakhir Frekuensi (f) Prosentase 1 SLTA 19 54, 29 %
  43. 43. 2 AKADEMI 2 5, 71 % 3 S1 12 34, 29 % 4 S2 2 5, 71 % 5 S3 0 0, 00 % Jumlah 35 100 %Sumber: Data karakeristik responden Tabel (4) diatas menunjukkan bahwa sebagian besar (54, 29 %) pegawai Kecamatan Sukmajaya Depok masuk pada golongan responden yang memiliki pendidikan terakhir SLTA dengan 19 frekuensi/ jumlah responden. Kemudian yang berpendidikan S1 rata rata (34, 29 %) dengan 12 frekuensi. Adapun responden yang berpendidikan terakhir tingkat S2 hanya (5, 71 %) begitupun dengan responden yang memiliki pendidikan terakhir AKADEMI. Tabel diatas juga menunjukkan bahwa responden yang berpendidikan terakhir tingkat S3 memiliki prosentase 0, 00 % atau dengan 0 frekeuensi. TABEL. 5 Lama Bekerja Responden No Masa (Tahun) Frekuensi (f) Prosentase 1 ”5 1 2, 86 % 2 6- 10 9 25, 71 % 3 11- 15 8 22, 86 % 4 16- 20 6 17, 14 % 5 • 20 11 31, 43 % Jumlah 35 100 %Sumber: Data karakteristik responden
  44. 44. Tabel (5) diatas menunjukkan bahwa lama bekerja rata rata (31, 43 %) pegawaiKecamatan Sukmajaya masuk pada golongan dengan lama bekerja • 20 (dalamtahun) dengan 11 frekuensi. Sedangkan prosentasi yang paling rendah (2, 86)pegawai Kecamatan Sukmajaya masuk pada golongan dengan lama bekerja ” 5(dalam tahun) dengan 1 frekuensi.Adapun pegawai yang telah bekerja antara 6- 10 (dalam tahun) pegawaiKecamatan Sukmajaya masuk pada total prosentasi (25, 71 %) dengan 9 frekuensidan pegawai yang telah bekerja antara 11-15 (dalam tahun) pegawai KecamatanSukmajaya masuk pada total prosentasi (22, 86 %) dengan 8 frekuensi. Sertapegawai yang telah bekerja antara 16- 20 (dalam tahun) pegawai KecamatanSukmajaya masuk pada total prosentasi (17, 14 %) dengan 6 frekuensi.

×