Successfully reported this slideshow.
Your SlideShare is downloading. ×

Instrumen pengambilan data

Ad

MAKALAH
INSTRUMEN PENGAMBILAN DATA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Pada Mata Kuliah
Statistika Pendidikan
DISUSUN OL...

Ad

i
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmannirrahim
Puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan
Karunia-Nya...

Ad

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................... i
DAFTAR ISI .........

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Ad

Upcoming SlideShare
Tugas 5 metlit
Tugas 5 metlit
Loading in …3
×

Check these out next

1 of 13 Ad
1 of 13 Ad
Advertisement

More Related Content

Advertisement

Instrumen pengambilan data

  1. 1. MAKALAH INSTRUMEN PENGAMBILAN DATA Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Pada Mata Kuliah Statistika Pendidikan DISUSUN OLEH : KELOMPOK : VI MAULIA SARAH NURDIANA ANDRYANI NURFADILAH TANJUNG SEMESTER : V (LIMA) PROGRAM STUDI : PAI SM-A DOSEN : SUHARDI, S.Pd. i., MA FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM DAAR AL ULUUM ASAHAN – KISARAN 2021
  2. 2. i KATA PENGANTAR Bismillahirrahmannirrahim Puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah “Instrumen Pengambilan Data” ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Shalawat serta salam tidak lupa kita haturkan kepada junjungan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, atas bimbingan Beliau sehingga kita dapat membedakan mana yang Haq dan mana yang Batil. Ucapan terimakasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan kami kesempatan untuk membuat makalah ini sebagai pedoman, acuan untuk lebih giat lagi dalam belajar. Akhir kata, kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kesalahan baik dari segi bahasa, tulisan, maupun kalimat yang kurang tepat dalam makalah ini, dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah berikutnya. Kisaran, Desember 2021 ` Kelompok VI
  3. 3. ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ......................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... A. Latar Belakang ...........................................................................1 B. Rumusan Masalah .....................................................................1 C. Tujuan ........................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN .....................................................................2 A. Pengertian Instrumen .................................................................2 B. Bentuk- Bentuk Instrumen Pengumpulan Data .........................3 C. Penyusunan Instrumen .............................................................7 BAB III PENUTUP .............................................................................9 A. Kesimpulan ................................................................................9 B. Saran ..........................................................................................9 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................10
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam suatu penelitian ilmiah, agar data yang kita kumpulkan menjadi valid, maka kita harus mengetahui bagaimana cara-cara pengumpulan data dalam research itu, sehingga data yang kita peroleh dapat menjadi pendukung terhadap kebenaran suatu konsep tertentu. Instrumen itu alat, sehingga instrumen penelitian itu alat yang digunakan dalam penelusuran terhadap gejala-gejala yang ada dalam suatu research guna membuktikan kebenaran atau menyanggah suatu hipotesa- hipotesa tertentu. Menyusun instrumen merupakan suatu proses dalam penyusunan alat evaluasi karena dengan mengevaluasi kita akan memperoleh data tentang objek yang diteliti. Oleh karena itu, menyusun instrumen merupakan langkah penting dalam prosedur penelitian yang tak dapat dipisahkan antara yang satu terhadap yang lainnya. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Instrumen? 2. Apa saja bentuk Instrumen Pengumpulan Data ? 3. Bagaimana Penyusunan Instrumen Pengumpulan Data? C. Tujuan 1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Instrumen 2. Mengetahui apa saja bentuk Instrumen Pengumpulan Data 3. Mengetahui bagaimana Penyusunan Instrumen Pengumpulan Data
  5. 5. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Instrumen Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen adalah alat atau fasilitas yang digunakan penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, sehingga mudah diolah. Menyusun instrumen merupakan langkah penting dalam pola prosedur penelitian. Instrumen berfungsi sebagai alat bantu dalam mengumpulkan data yang diperlukan. Bentuk instrumen berkaitan dengan metode pengumpulan data, misal metode wawancara yang instrumennya pedoman wawancara. Metode angket atau kuesioner, instrumennya berupa angket atau kuesioner. Metode tes, instrumennya adalah soal tes, tetapi metode observasi, instrumennya bernama chek-list.1 Menurut Gulo, Instrumen penelitian adalah pedoman tertulis tentang wawancara, atau pengamatan, atau daftar prtanyaan, yang dipersiapkan untuk mendapatkan informasi. Instrumen itu disebut pedoman pengamatan atau pedoman wawancara atau kuesioner atau pedoman dokumenter, sesuai denganmetode yang dipergunakan. Instrumen Pengumpulan Data adalah merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variabel yang karakteristik dan objektif.2 Instrumen Pengumpulan Data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.3 Instrumen Pengumpulan data adalah alat bantu yang digunakan dalam sebuah research untuk mengumpulkan aneka ragam informasi yang diolah secara kuantitatif dan disusun secara sistematis. 1 Thalha Alhamid, Resume: Instrumen Pengumpulan Data, Sorong: STAIN, 2019, hlm. 16 2 Ibnu Hadjar, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, Jakarta : RajaGrafindo Persada, hlm.160 3 Suharsimi Arikunto, Manageman Pendidikan,Jakarta : Rineka Cipta, 2000, hlm.134
  6. 6. 3 Menyusun instrumen pada dasarnya adalah menyusun alat evaluasi, karena mengevaluasi adalah memperoleh data tentang sesuatu yang diteliti, dan hasil yang diperoleh dapat diukur dengan menggunakan standar yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Instrumen yang dipergunakan dalam upaya pengumpulan data suatu penelitian itu harus memperhatikan validitas dan reliabelitas, karena sesungguhnya data yang baik adalah data yang valid dan reliable. Instrumen Valid adalah instrumen yang mampu mengukur apa yang seharusnya diukur misalnya bahwa penggaris adalah alat yang valid untuk mengukur panjang, bukan untuk mengukur berat. Sedangkan instrumen reliable adalah instrumen yang konsisten (tepat/akurat) dalam mengukur yang seharusnya diukur.4 Menjadi instrumen yang valid itu memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. Pengukuran dengan alat pengukur yang lain sebagi prediktor, 2. Adanya standisasi group tertentu untuk mengadakan observasi sebagai sebuah kriterium, 3. Diselidiki ada atau tidaknya kecocokan antara hasil prediktor dengan hasil kriterium.5 Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat dikatakan bahwa di dalam penyusunan instrumen pengumpulan data suatu penelitian, data yang dihasilkan nanti harus mempunyai kebenaran yang dapat diukur serta mempunyai konsistensi kebenaran terhadap suatu objek sehingga adanya relevansi antara hipotesa dan kenyataan yang diperoleh melalui pengalaman secara optimal yang dengannya kesahihan penelitian dapat diterima secara logis oleh akal. B. Bentuk – Bentuk Instrumen Pengumpulan Data Instrumen merupakan alat pengumpulan data yang sangat penting untuk membantu perolehan data dilapangan. Sebelum menyusun instrument penelitian, 4 Sukidin, dkk., Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Insan Cendekia, cet.ke-4, hlm.100 5 Sutrisno Hadi, Meteologi Research, Yogyakarta : Andi Offset, cet. Ke-23, 1994, hlm.123
  7. 7. 4 penting untuk diketahui pula bentuk-bentuk instrumen yang digunakan dalam penelitiansebagai berikut: 1. Bentuk Instrumen Tes Tes dapat berupa serentetan pertanyaan, lembar kerja, atau sejenisnya yang dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, bakat, dan kemampuan dari subjek penelitian. Lembar instrumen berupa tes ini berisi soal-soal ter terdiri atas butir-butir soal. Setiap butir soal mewakili satu jenis variabel yang diukur. Berdasarkan sasaran dan objek yang diteliti, terdapatt beberapa macam tes, yaitu: a. Tes kepribadian atau personality test, digunakan untuk mengungkap kepribadian seseoranng yang menyangkut konsep pribadi, kreativitas, disiplin, kemampuan, bakat khusus, dan sebagainya b. Tes bakat atau aptitude test, tes ini digunkan untuk mengetahui bakat seseorang. c. Tes inteligensi atau intelligence test, dilakukan untuk memperkirakan tingkat intelektual seseorang. d. Tes sikap atau attitude test, digunakan untuk mengukur berbagai sikap oranng dalam menghadapi suatu kondisi, e. Tes minat atau measures of interest, ditunjukan untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu, f. Tes prestasi atau achievement test, digunakan untuk mengetahui pencapaian sesorang setelah dia mempelajari sesuatu. Bentuk instrumen ini dapat dipergunkan salah satunya dalam mengevaluasi kemampuan hasil belajar siswa disekolah dasar, tentu dengan memperhatikan aspek aspek mendasar seperti kemampuan dalam pengetahuan, sikap serta keterampilan yang dimiliki baik setelah mennyelesaikan salah satu materi tertentu atau seluruh materi yang telah disampaikan.6 6 Thalha Alhamid, Op.Cit, hlm. 6-7
  8. 8. 5 2. Bentuk Instrumen Interview/ Wawancara Suatu bentuk dialaog yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh informasi dari responden dinamakan interview. Instrumennya dinamakan pedoman wawancara atau interview guide. Wawancara ialah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung atau percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan. a. Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal- mengenal sebelumnya; b. Responden selalu menjawab pertanyaan; c. Pewawancara selalu bertanya; d. Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi harus selalu bersifat netral; e. Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebelumnya. Pertanyaan panduan ini dinamakan interview guide. Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian. 7 3. Bentuk Instrumen Observasi Observasi dalam sebuah penelitian diartikan sebagai pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan melibatkan seluruh indera untuk mendapatkan data. Jadi observasi merupakan pengamatan langsung dengan menggunakan penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan, atau kalau perlu dengan pengecapan. Instrumen yang digunakan dalam observasi dapat berupa pedoman pengamatan, tes, kuesioner, rekaman gambar, dan rekaman suara. 7 Hardani, dkk, Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yokyakarta: Pustaka Ilmu, 2020, hlm. 137-138
  9. 9. 6 Instrumen observasi yang berupa pedoman pengamatan, biasa digunakan dalam observasi sitematis dimana si pelaku observasi bekerja sesuai dengan pedoman yang telah dibuat. Pedoman tersebut berisi daftar jenis kegiatan yang kemungkinan terjadi atau kegiatan yang akan diamati. Ada lagi satu bentuk instrumen observasi yang dinamakan category system, yaitu sistem pengamatan yang membatasi pada sejumlah variabel. Hal yang diamati terbatas pada kejadian-kejadian yang termasuk dalam kategori variabel, di luar itu, setiap kejadian yang berlangsung tidak diamati atau diabaikan saja. Selain bentuk instrumen berupa pedoman pengamatan, terdapat juga instrumen observasi dalam bentuk tes yang digunakan untuk mengamati aspek kejiwaan. Kemudian bentuk kuesioner yang diberikan kepada responden untuk mengamati aspek-aspek yang ingin diselidiki, dan rekaman gambar serta rekaman suara yang digunakan sebagai penyimpan sumber data, dimana sumber data dapat diamati lebih lama bahkan berulang-ulang sesuai kebutuhan.8 4. Bentuk Instrumen Dokumentasi Bentuk instrumen dokumentasi terdiri atas dua macam yaitu pedoman dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau kategori yang akan dicari datanya, dan check-list yang memuat daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya. Perbedaan antara kedua bentuk instrumen ini terletak pada intensitas gejala yang diteliti. Pada pedoman dokumentasi, peneliti cukup menuliskan tanda centang dalam kolom gejala, sedangkan pada check-list, peneliti memberikan tally pada setiap pemunculan gejala. Instrumen dokumentasi dikembangkan untuk penelitian dengan menggunakan pendekatan analisis isi. Selain itu digunakan juga dalam penelitian untuk mencari bukti-bukti sejarah, landasan hukum, dan peraturan-peraturan yang pernah berlaku. Subjek penelitiannya dapat berupa 8 Sandu Siyoto, Dasar Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015, hlm. 81-82
  10. 10. 7 buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, bahkan benda-benda bersejarah seperti prasasti dan artefak. C. Penyusunan Instrumen Menyusun instrumen pada dasarnya adalah menyusun alat evaluasi, karena mengevaluasi adalah memperoleh data tentang suatu yang diteliti, dan hasil yan diperoleh dapat diukur dengan menggunakan standar yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Instrumen pada dasarnya harus mempertimbangkan perasaan responden, item perlu pendek dan ringkas, jumlah item perlu disedikitkan, dan mengumpulkan data yang konkret. Agar tidak menimbulkan rasa bosan dan agar mendorong responden menjawab dengan ikhlas dan jujur, instrumen mesti mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sesuai dengan keberadaan responden. Instrumen kajian yang disediakan perlu sesuai dengan latar belakang dan kesediaan responden kajian. Pertanyaan yang dibangun mesti dinyatakan dengan teliti dan tidak berat sebelah (bias). 2. Format instrumen yang sistematis. Pertanyaan perlu disusun secara sistematis dan teratur. Ruang yang memadai untuk jawaban bagi setiap pertanyaan perlu disediakan. 3. Instruksi yang jelas. Instruksi tentang bagaimana menjawab pertanyaan mesti jelas dan tidak menimbulkan perasaan ragu-ragu kepada responden. 4. Surat dan dokumen disertakan bersama instrumen kajian. Surat dan dokumen kepada subjek kajian haruslah ringkas dan menggunakan format yang profesional. Ia menentukan kadar pemulangan jawaban dan meningkatkan kepercayaan responden kajian terhadap pengkaji dan kajian yang dilakukan. 5. Tes rintisan perlu dijalankan sebelum instrumen digunakan. Langkah ini memastikan reliabilitas instrumen kajian. Ia bisa dilakakan pada
  11. 11. 8 kumpulan subjek lain (misalnya 30 orang) yang mempunyai ciri-ciri yang sama dengan subjek kajian. Langkah-langkah yang ditempuh dalam menyusun sebuah instrumen penelitian diantaranya: 1. Analisis variabel penelitian yakni mengkaji variabel menjadi subpenelitian sejelasjelasnya, sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. 2. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel atau subvariabel dan indikator-indikatornya. 3. Peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. Kisi-kisi ini berisi lingkup materi pertanyaan, abilitas yang diukur, jenis pertanyaan, banyak pertanyaan, waktu yang dibutuhkan. Abilitas dimaksudkan adalah kemampuan yang diharapkan dari subjek yang diteliti, misalnya kalau diukur prestasi belajar, maka abilitas prestasi tersebut dilihat dari kemampuan subjek dalam hal pengenalan, pemahaman, aplikasi analisis, sintesis, dan evaluasi. 4. Peneliti menyusun item atau pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkn dalam kisi-kisi. Jumlah pertanyaan bisa dibuat dari yang telah ditetapkan sebagai item cadangan. Setiap item yang dibuat peneliti harus sudah punya gambaran jawaban yang diharapkan. 5. Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi intrumen, misalnya membuang instrumen yang tidak perlu, menggantinya dengan item yang baru, atau perbaikan isi dan redaksi/bahasanya. 9 9 Thalha Alhamid, Op.Cit, hlm. 16-17
  12. 12. 9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Instrumen Pengumpulan data adalah alat bantu yang digunakan dalam sebuah research untuk mengumpulkan aneka ragam informasi yang diolah secara kuantitatif dan disusun secara sistematis. 2. Bentuk – bentuk pengumpulan data berupa Instrumen Tes, Instrumen Interview/ Wawancara, Instrumen Observasi dan Instrumen Dokumentasi 3. Penyusunan instrumen pengumpulan data suatu penelitian, data yang dihasilkan nanti harus mempunyai kebenaran yang dapat diukur serta mempunyai konsistensi kebenaran terhadap suatu objek sehingga adanya relevansi antara hipotesa dan kenyataan yang diperoleh melalui pengalaman secara optimal yang dengannya kesahihan penelitian dapat diterima secara logis oleh akal. B. Saran Jika ditinjau ulang, tentu didalam makalah ini tidak akan lepas dari koreksi para pembaca. Karena penulis menyadari apa yang penulis sajikan ini sangatlah jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar nantinya makalah ini akan menjadi lebih sempurna.
  13. 13. 10 DAFTAR PUSTAKA Alhamid , Thalha, 2019, Resume: Instrumen Pengumpulan Data, Sorong: STAIN Arikunto, Suharsimi, 2000, Manageman Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta Hadjar, Ibnu, 1996, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kuantitatif dalam Pendidikan, Jakarta : RajaGrafindo Persada Hardani, dkk, 2020, Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yokyakarta: Pustaka Ilmu Sukidin, dkk., 2010, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : Insan Cendekia, cet.ke-4 Sutrisno Hadi, 1994, Meteologi Research, Yogyakarta : Andi Offset, cet. Ke-23

×