SlideShare a Scribd company logo

TUGAS FRS KELOMPOK 1.pdf

Struktur organisasi di enam rumah sakit di Gorontalo dianalisis. Rumah sakit umum memiliki direktur, wakil direktur, dan berbagai bagian seperti administrasi, keuangan, dan pelayanan berdasarkan klasifikasinya. Struktur RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe dijelaskan dengan terdapat direktur, dua wakil direktur, dan berbagai kepala bagian dan instalasi sesuai fungsinya.

1 of 23
Download to read offline
1
FARMASI RUMAH SAKIT
“STRUKTUR ORGANISASI DI ENAM RUMAH SAKIT YANG ADA DI
PROVINSI GORONTALO”
CELVIN SAKO (821319028)
FADHILA MAGFIRA THALIB (821319011)
KHAIRUNNISA NUNU (821319017)
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
JURUSAN FARMASI
PROGRAM STUDI D-III FARMASI
2022
2
Study Kasus
STRUKTUR ORGANISASI DI ENAM RUMAH SAKIT YANG ADA
DI PROVINSI GORONTALO
Lokasi :
1. Rumah Sakit Umum Daerah Umum Daerah dr. H. Aloei Saboe
2. Rumah Sakit Umum Daerah dr. M.M Dunda Limboto
3. Rumah Sakit Umum Daerah Otanaha Gorontalo
4. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo
5. Rumah Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah
6. Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila
Pembahasan :
A. Definisi Rumah Sakit
Rumah Sakit menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 4 Tahun 2018 adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Mendefinisikan Rumah Sakit adalah suatu organisasi yang dilakukan oleh
tenaga medis professional yang terorganisir baik dari sarana prasarana kedokteran,
asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit
yang diderita oleh pasien. (Supartiningsih, 2017)
Bramantoro (2017), juga menjelaskan bahwa Rumah Sakit merupakan suatu
fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan upaya kesehatan secara
berdayaguna dan berhasil guna pada upaya penyembuhan dan pemulihan yang
terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya
rujukan
B. Klasifikasi Rumah Sakit
Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia nomor 56 tahun
2014 ada dua macam rumah sakit :
1. Rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan
kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.
3
2. Rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama
pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu,
golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainnya.
Rumah Sakit Umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan
yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya
pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan
terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan
(Listiyono, 2015).
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2019
berdasarkan kelasnya rumah sakit umum dikategorikan ke dalam 4 kelas mulai
dari A, B, C, D. Dimana untuk yang membedakan keempat kelas tersebut adalah
sebagai berikut:
a. Bangunan dan prasarana
b. Kemampuan pelayanan
c. Sumber daya manusia
d. Peralatan.
Keempat kelas rumah sakit umum tersebut mempunyai spesifikasi dan
kemampuan yang berbeda dalam kemampuan memberikan pelayanan kesehatan,
keempat rumah sakit tersebut diklasifikasikan menjadi:
a. Tipe A
Rumah sakit tipe A merupakan rumah sakit yang mampu memberikan
pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas. Rumah sakit umum
tipe A sekurang-kurangnya terdapat 4 pelayanan medik spesialis dasar yang terdiri
dari: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah dan obstetri dan
ginekologi. 5 spesialis penunjang medik yaitu pelayanan anestesiologi, radiologi,
rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi. 12 spesialis lain yaitu:
mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan
kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedic, urologi, bedah syaraf, bedah plastik
dan kedokteran forensik dan 13 subspesialis yaitu: bedah, penyakit dalam,
4
kesehatan anak, obstetrik dn ginekologi, mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf,
jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, jiwa, paru, onthopedi dan giggi
mulut.
b. Tipe B
Mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4
spesialis dasar yaitu: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetrik
dan ginekologi. 4 spesialis penunjang medik: pelayanan anastesiologi, radiologi,
rehabilitasi medik dan patologi klinik. Dan sekurang-kurangnya 8 dari 13
pelayanan spesialin lain yaitu: mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung
dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedik,
urologi, bedah syaraf, bedah plastik dan kedokteran forensik: mata, syaraf,
jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, urologi
dan kedokteran forensik. Pelayanan medik subspesialis 2 dari 4 subspesialis dasar
yang meliputi: bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, obstetrik dan ginekologi.
c. Type C
Rumah sakit tipe C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan
kedokteran spesialis terbatas, mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan
medik paling sedikit 4 spesialis dasar: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak,
bedah, obstetrik, dan ginekologi dan 4 spesialis penunjang medik: pelayanan
anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik dan patologi klinik.
d. Type D
Rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan
medik paling sedikit 2 dari 4 spesialis dasar yaitu: pelayanan penyakit dalam,
kesehatan anak, bedah, obstetrik dan ginekologi.
e. Type E
Fasilitas : Hanya memiliki fasilitas kesehatan di bidang tertentu.
C. Organisasi Rumah Sakit
Organisasi rumah sakit mempunyai bentuk yang unik dan berbeda dengan
organisasi lain, (Soedarmo, 2002). Pola organisasi rumah sakit pemerintah pada
umumnya terdiri atas badan pengurus, yayasan, dewan pembina, dewan
penyantun, badan penasehat, dan badan penyelenggaraan. Badan penyelenggaraan
5
terdiri atas direktur, wakil direktur, komite medik, satuan pengawas, dan berbagi
bagian dari instalasi. Tergantung pada besarnya rumah sakit, dapat terdiri atas satu
sampai empat wakil direktur pelayanan medik, wakil direktur penunjang medik
dan keperawatan, wakil direktur keuangan dan administrasi. Susunan organisasi
rumah sakit kelas C lebih sederhana jika dibandingkan dengan kelas A atau kelas
B. Dsini tidak ada wakil direktur, tetapi dilengkapi dengan staf khusus yang
mengurusi administrasi. Kondisi ini berpengaruh pada jenis pelayanan medis dan
jumlah staf profesional (medis dan paramedis) yang dipekerjakan pada tiap-tiap
rumah sakit ini. secara umum, jenis kebutuhan masyarakat akan pelayanan
kesehatan juga akan ikut menentukan peningkatan kelas sebuah RS disuatu
wilayah, terutama yang berlokasi ddi ibukota provinsi. Mengatur personal atau
staf yang dikenal dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada dalam rencana
dapat berjalan dengan baik. Pengaturan tugas masing-msing staf pelaksana
penting karena masing-masing orang yang terlibat dalam program sesuai dengan
tugas pokok dan fungsinya dalam organisasi. Struktur organisasi rumah sakit
harus efektif, mudah beroperasi dan tidak banyak birokrasi. Penetapan struktur
organisasi ini dimaksudkan untuk bisa membagi tugas pekerjaan, memberikan
wwenang, melakukan pengawasan dan meminta pertanggungjawaban. Mengingat
sifat rumah sakit yang berbeda dengan sifat umumnya suatu institusi.
1. Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe
Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang
kompleks dituntut untuk memberikan pelayanan dan informasi kesehatan yang
tepat. Tidak hanya mengunggulkan fasilitas kesehatan yang lengkap, namun sikap
dan layanan sumber daya manusia merupakan elemen yang berpengaruh terhadap
pelayanan yang dihasilkan dan persepsi pasien. Semakin meningkatnya kesadaran
dan pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan, menyebabkan tuntutan
dalam pelayanan kesehatan semakin meningkat sehingga perlu adanya upaya
untuk mengantisipasi keadaan tersebut dengan menjaga dan mengevaluasi kualitas
pelayanan secara terus menerus agar diketahui kelebihan maupun kelemahan dari
jasa pelayanan kesehatan yang diberikan. Kesinambungan pada semua kegiatan
layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien harus dikoordinasikan dengan
6
efektif bagi semua bentuk pelayanan yang tersedia, baik iturujukan,rekam medik,
obat maupun laboratorium.
Salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Gorontalo adalah RSUD Prof.
Dr. H. Aloei Saboe. Rumah Sakit ini sebagai pusat layanan medis yang
merupakan institusi vital dalam suatu masyarakat. kehadiran Rumah Sakit ini
merupakan tuntutan harapan bagi masyarakat yang terkena penyakit. Pada Rumah
Sakit, masyarakat berharap agar penyakit yang dideritanya dapat diobati. Rumah
Sakit Aloei Saboe memberikan pelayanan kesehatan pada unit rawat inap dan unit
rawat jalan.Pelayanan rawat jalan kini merupakan salah satu pelayanan yang
menjadi perhatian utama rumah sakit di seluruh dunia, karena jumlah pasien rawat
15 jalan yang jauh lebih besar dari pasien rawat inap, sehingga pasien rawat jalan
sumber pangsa pasar yang besar yang diprediksikan akan mengimbangi
pemasukan dari pasien rawat inap di masa mendatang yang dapat meningkatkan
finansial rumah sakit. Selain itu di dalam memilih rumah sakit untuk rawat inap,
pilihan pasien biasanya dimulai dari pelayanan rawat jalan. RSUD Prof. Dr. H.
Aloei Saboe Kota Gorontalo memiliki Instalasi Rawat Jalan merupakan salah satu
tempat pelayanan yang pertama, yang diharapkan pasien maupun keluarga pasien
adalah sebagai tempat pemberi informasi yang jelas sebelum pasien mendapatkan
tindakan / pelayanan berikutnya sampai memerlukan rawat inap. Sebagai bagian
dari Rumah Sakit, instalasi rawat jalan berupaya meningkatkan pelayanan
kesehatan dan berusaha memenuhi segala aspek mutu kesehatan, begitupun di
instalasi rawat jalan khususnya dipoliklinik penyakit dalam yang ada di RSUD
Prof. Dr. H. Aloei Saboe, yang selalu memberikan pelayanan sebaik mungkin dan
memberikan jaminan kesehatan berupa BPJS kesehatan.
Struktur Organisasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe

Recommended

More Related Content

Similar to TUGAS FRS KELOMPOK 1.pdf

manajemen rumah sakit
manajemen rumah sakitmanajemen rumah sakit
manajemen rumah sakitssuserb27576
 
Mpk (kurang di print)
Mpk (kurang di print)Mpk (kurang di print)
Mpk (kurang di print)Lu'lu Nafisah
 
Ikm smk bab 1 dan 2
Ikm smk bab 1 dan 2Ikm smk bab 1 dan 2
Ikm smk bab 1 dan 2Aprilia Lia
 
Bab i puskesmas uh1 edit
Bab i puskesmas uh1 editBab i puskesmas uh1 edit
Bab i puskesmas uh1 editfiqihnurkholis
 
3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx
3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx
3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptxAnggunAmandaSaveriia1
 
227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmasWarnet Raha
 
pedoman pengorganisasian ppi
pedoman pengorganisasian ppipedoman pengorganisasian ppi
pedoman pengorganisasian ppiEka Siam
 
Iis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep Elektronik
Iis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep ElektronikIis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep Elektronik
Iis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep Elektronikistifaiyatuddianah231564
 
Draft Pedoman RS Pendidikan Diknas
Draft Pedoman RS Pendidikan DiknasDraft Pedoman RS Pendidikan Diknas
Draft Pedoman RS Pendidikan DiknasSuprijanto Rijadi
 
2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx
2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx
2. KUIS SEMESTER GANJIL.docxEngGem
 
Tutorial 1 kelompok 6 blok 18
Tutorial 1 kelompok 6 blok 18Tutorial 1 kelompok 6 blok 18
Tutorial 1 kelompok 6 blok 18SiLvi Fata
 
Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...
Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...
Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...Diahwati Kustianingsih
 

Similar to TUGAS FRS KELOMPOK 1.pdf (20)

manajemen rumah sakit
manajemen rumah sakitmanajemen rumah sakit
manajemen rumah sakit
 
Mpk (kurang di print)
Mpk (kurang di print)Mpk (kurang di print)
Mpk (kurang di print)
 
Ikm smk bab 1 dan 2
Ikm smk bab 1 dan 2Ikm smk bab 1 dan 2
Ikm smk bab 1 dan 2
 
Bab i puskesmas uh1 edit
Bab i puskesmas uh1 editBab i puskesmas uh1 edit
Bab i puskesmas uh1 edit
 
Makalah permasalahan puskesmas
Makalah permasalahan puskesmasMakalah permasalahan puskesmas
Makalah permasalahan puskesmas
 
3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx
3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx
3. KP-ORGANISASI-and-KELEMBAGAAN-FASYANKES_82987c4a.pptx
 
227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas
 
227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas
 
227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas227377503 makalah-puskesmas
227377503 makalah-puskesmas
 
pedoman pengorganisasian ppi
pedoman pengorganisasian ppipedoman pengorganisasian ppi
pedoman pengorganisasian ppi
 
Iis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep Elektronik
Iis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep ElektronikIis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep Elektronik
Iis Istifaiyatuddianah Konsep Pemasaran Pelayanan Resep Elektronik
 
Draft Pedoman RS Pendidikan Diknas
Draft Pedoman RS Pendidikan DiknasDraft Pedoman RS Pendidikan Diknas
Draft Pedoman RS Pendidikan Diknas
 
praktek Puskesmas
praktek Puskesmaspraktek Puskesmas
praktek Puskesmas
 
2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx
2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx
2. KUIS SEMESTER GANJIL.docx
 
Tutorial 1 kelompok 6 blok 18
Tutorial 1 kelompok 6 blok 18Tutorial 1 kelompok 6 blok 18
Tutorial 1 kelompok 6 blok 18
 
Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...
Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...
Tugas Online 8, Manajemen Pemasaran RS, Diahwati Kustianingsih, Pasca Sarjana...
 
PELAYANAN KESEHATAN.ppt
PELAYANAN KESEHATAN.pptPELAYANAN KESEHATAN.ppt
PELAYANAN KESEHATAN.ppt
 
pedoman ukp krebet.pdf
pedoman ukp krebet.pdfpedoman ukp krebet.pdf
pedoman ukp krebet.pdf
 
Perumahsakitan di indonesia harimat
Perumahsakitan di indonesia   harimatPerumahsakitan di indonesia   harimat
Perumahsakitan di indonesia harimat
 
Laporan puskesmas buniwangi
Laporan puskesmas buniwangiLaporan puskesmas buniwangi
Laporan puskesmas buniwangi
 

TUGAS FRS KELOMPOK 1.pdf

  • 1. 1 FARMASI RUMAH SAKIT “STRUKTUR ORGANISASI DI ENAM RUMAH SAKIT YANG ADA DI PROVINSI GORONTALO” CELVIN SAKO (821319028) FADHILA MAGFIRA THALIB (821319011) KHAIRUNNISA NUNU (821319017) UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN JURUSAN FARMASI PROGRAM STUDI D-III FARMASI 2022
  • 2. 2 Study Kasus STRUKTUR ORGANISASI DI ENAM RUMAH SAKIT YANG ADA DI PROVINSI GORONTALO Lokasi : 1. Rumah Sakit Umum Daerah Umum Daerah dr. H. Aloei Saboe 2. Rumah Sakit Umum Daerah dr. M.M Dunda Limboto 3. Rumah Sakit Umum Daerah Otanaha Gorontalo 4. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hasri Ainun Habibie Gorontalo 5. Rumah Sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah 6. Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Pembahasan : A. Definisi Rumah Sakit Rumah Sakit menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Mendefinisikan Rumah Sakit adalah suatu organisasi yang dilakukan oleh tenaga medis professional yang terorganisir baik dari sarana prasarana kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. (Supartiningsih, 2017) Bramantoro (2017), juga menjelaskan bahwa Rumah Sakit merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasil guna pada upaya penyembuhan dan pemulihan yang terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan B. Klasifikasi Rumah Sakit Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia nomor 56 tahun 2014 ada dua macam rumah sakit : 1. Rumah sakit umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit.
  • 3. 3 2. Rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit atau kekhususan lainnya. Rumah Sakit Umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan (Listiyono, 2015). Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2019 berdasarkan kelasnya rumah sakit umum dikategorikan ke dalam 4 kelas mulai dari A, B, C, D. Dimana untuk yang membedakan keempat kelas tersebut adalah sebagai berikut: a. Bangunan dan prasarana b. Kemampuan pelayanan c. Sumber daya manusia d. Peralatan. Keempat kelas rumah sakit umum tersebut mempunyai spesifikasi dan kemampuan yang berbeda dalam kemampuan memberikan pelayanan kesehatan, keempat rumah sakit tersebut diklasifikasikan menjadi: a. Tipe A Rumah sakit tipe A merupakan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas. Rumah sakit umum tipe A sekurang-kurangnya terdapat 4 pelayanan medik spesialis dasar yang terdiri dari: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah dan obstetri dan ginekologi. 5 spesialis penunjang medik yaitu pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik, patologi klinik dan patologi anatomi. 12 spesialis lain yaitu: mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedic, urologi, bedah syaraf, bedah plastik dan kedokteran forensik dan 13 subspesialis yaitu: bedah, penyakit dalam,
  • 4. 4 kesehatan anak, obstetrik dn ginekologi, mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, jiwa, paru, onthopedi dan giggi mulut. b. Tipe B Mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 spesialis dasar yaitu: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetrik dan ginekologi. 4 spesialis penunjang medik: pelayanan anastesiologi, radiologi, rehabilitasi medik dan patologi klinik. Dan sekurang-kurangnya 8 dari 13 pelayanan spesialin lain yaitu: mata, telinga hidung tenggorokan, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, orthopedik, urologi, bedah syaraf, bedah plastik dan kedokteran forensik: mata, syaraf, jantung dan pembuluh darah, kulit dan kelamin, kedokteran jiwa, paru, urologi dan kedokteran forensik. Pelayanan medik subspesialis 2 dari 4 subspesialis dasar yang meliputi: bedah, penyakit dalam, kesehatan anak, obstetrik dan ginekologi. c. Type C Rumah sakit tipe C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas, mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 spesialis dasar: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetrik, dan ginekologi dan 4 spesialis penunjang medik: pelayanan anestesiologi, radiologi, rehabilitasi medik dan patologi klinik. d. Type D Rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 2 dari 4 spesialis dasar yaitu: pelayanan penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, obstetrik dan ginekologi. e. Type E Fasilitas : Hanya memiliki fasilitas kesehatan di bidang tertentu. C. Organisasi Rumah Sakit Organisasi rumah sakit mempunyai bentuk yang unik dan berbeda dengan organisasi lain, (Soedarmo, 2002). Pola organisasi rumah sakit pemerintah pada umumnya terdiri atas badan pengurus, yayasan, dewan pembina, dewan penyantun, badan penasehat, dan badan penyelenggaraan. Badan penyelenggaraan
  • 5. 5 terdiri atas direktur, wakil direktur, komite medik, satuan pengawas, dan berbagi bagian dari instalasi. Tergantung pada besarnya rumah sakit, dapat terdiri atas satu sampai empat wakil direktur pelayanan medik, wakil direktur penunjang medik dan keperawatan, wakil direktur keuangan dan administrasi. Susunan organisasi rumah sakit kelas C lebih sederhana jika dibandingkan dengan kelas A atau kelas B. Dsini tidak ada wakil direktur, tetapi dilengkapi dengan staf khusus yang mengurusi administrasi. Kondisi ini berpengaruh pada jenis pelayanan medis dan jumlah staf profesional (medis dan paramedis) yang dipekerjakan pada tiap-tiap rumah sakit ini. secara umum, jenis kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan juga akan ikut menentukan peningkatan kelas sebuah RS disuatu wilayah, terutama yang berlokasi ddi ibukota provinsi. Mengatur personal atau staf yang dikenal dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada dalam rencana dapat berjalan dengan baik. Pengaturan tugas masing-msing staf pelaksana penting karena masing-masing orang yang terlibat dalam program sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam organisasi. Struktur organisasi rumah sakit harus efektif, mudah beroperasi dan tidak banyak birokrasi. Penetapan struktur organisasi ini dimaksudkan untuk bisa membagi tugas pekerjaan, memberikan wwenang, melakukan pengawasan dan meminta pertanggungjawaban. Mengingat sifat rumah sakit yang berbeda dengan sifat umumnya suatu institusi. 1. Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang kompleks dituntut untuk memberikan pelayanan dan informasi kesehatan yang tepat. Tidak hanya mengunggulkan fasilitas kesehatan yang lengkap, namun sikap dan layanan sumber daya manusia merupakan elemen yang berpengaruh terhadap pelayanan yang dihasilkan dan persepsi pasien. Semakin meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya kesehatan, menyebabkan tuntutan dalam pelayanan kesehatan semakin meningkat sehingga perlu adanya upaya untuk mengantisipasi keadaan tersebut dengan menjaga dan mengevaluasi kualitas pelayanan secara terus menerus agar diketahui kelebihan maupun kelemahan dari jasa pelayanan kesehatan yang diberikan. Kesinambungan pada semua kegiatan layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien harus dikoordinasikan dengan
  • 6. 6 efektif bagi semua bentuk pelayanan yang tersedia, baik iturujukan,rekam medik, obat maupun laboratorium. Salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Gorontalo adalah RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Rumah Sakit ini sebagai pusat layanan medis yang merupakan institusi vital dalam suatu masyarakat. kehadiran Rumah Sakit ini merupakan tuntutan harapan bagi masyarakat yang terkena penyakit. Pada Rumah Sakit, masyarakat berharap agar penyakit yang dideritanya dapat diobati. Rumah Sakit Aloei Saboe memberikan pelayanan kesehatan pada unit rawat inap dan unit rawat jalan.Pelayanan rawat jalan kini merupakan salah satu pelayanan yang menjadi perhatian utama rumah sakit di seluruh dunia, karena jumlah pasien rawat 15 jalan yang jauh lebih besar dari pasien rawat inap, sehingga pasien rawat jalan sumber pangsa pasar yang besar yang diprediksikan akan mengimbangi pemasukan dari pasien rawat inap di masa mendatang yang dapat meningkatkan finansial rumah sakit. Selain itu di dalam memilih rumah sakit untuk rawat inap, pilihan pasien biasanya dimulai dari pelayanan rawat jalan. RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo memiliki Instalasi Rawat Jalan merupakan salah satu tempat pelayanan yang pertama, yang diharapkan pasien maupun keluarga pasien adalah sebagai tempat pemberi informasi yang jelas sebelum pasien mendapatkan tindakan / pelayanan berikutnya sampai memerlukan rawat inap. Sebagai bagian dari Rumah Sakit, instalasi rawat jalan berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan berusaha memenuhi segala aspek mutu kesehatan, begitupun di instalasi rawat jalan khususnya dipoliklinik penyakit dalam yang ada di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, yang selalu memberikan pelayanan sebaik mungkin dan memberikan jaminan kesehatan berupa BPJS kesehatan. Struktur Organisasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe
  • 7. 7 Rumah sakit umum daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe membentuk suatu struktur organisasi yang dapat mengatur dan membatasi wewenang sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas dan tangungg jawab masing- masing. Berikut struktur organisasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Berdasarkan data yang kami dapatkan adalah bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit tipe B pendidikan yang mempunya satu direktur dan dua orang wakil direktur yang sesuai dengan teori yang ada bahwa rumah sakit tipe B memiliki direktur dan dua orang wakil direktur yaitu wakil direktur wakil direktur pelayanan. serta wakil direktur umum dan keungan. Rumah sakit ini juga memiliki kepala bagian masing – masing yang berada dibawah tanggung jawab wakil direktur 1 bagian administrasi & keuangan diantaranya yaitu kepala bagian keungan, membawahi kasubag akuntansi, kasubag perbendaharaan dan kasubag verifikasi di anggran. Kemudian kepala bagian admin membawahi kasubag ketatausahaan, kasubag kepegawaian dan kasubag perlengkapan. Selanjutnya kepala bagian bina program dan publikasi membawahi kasubag perencanaan dan evaluasi, kasubag hukum dan humas, serta kasubag promkes rumah sakit. Selanjutnya kepala bagian yang berada dibawah tanggung jawab wakil
  • 8. 8 direktur 2 yaitu kepala bagian bidang pelayanan yang membawahi kasie pelayanan dan. Kemudian kepala bidang pelayanan yang membawahi kasie pelayanan dan asuhan keperawatan dan kasie etika dan pengembangan mutu keperawatan, Dan yang terakhir adalah kepala bidang pelayanan penunjang yang membawahi kasie penunjang medik dan kasie penunjang non medic. Serta Instalasi dan UPF yang berada dibawah wadir pelayanan. Fasilitas Pelayanan RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe 1. Pelayanan medic a) Instalasi gawat darurat b) Instalasi rawat inap c) Instalasi rawat jalan d) Instalasi bedah sentral e) Pelayanan rawat intensif f) Pelayanan rehabilitasi medic g) Pelayanan spesialistik 2 Penunjang medik dan Non medic a) Instalasi farmasi b) Instalasi radiologi c) Instalasi Laboratorium d) Instalasi Gizi e) Instalasi Pemeliharaan Rumah sakit 2. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M.M Dunda RSUD Dr. M.M Dunda Limboto yang semula bernama RSU Limboto adalah Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang berlokasi diwilayah administrasi kabupaten Gorontalo, didirikan pada tanggal 25 November 1963 dengan kapasitas awal tempat tidur adalah 29 buah. Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 171/Menkes/SK/III/1994 RSU Dr. M.M. Dunda ditetapkan menjadi RSU Kelas C yang peresmiannya pada tanggal 19 September 1994 bersamaan dengan penggunaan nama Dr. Mansyoer Mohamad Dunda yang diambil dari nama seorang putra daerah perintis kemerdekaan yang telah mengabdikan dirinya dibidang kesehatan sehingga diabadikan menjadi nama
  • 9. 9 Rumah Sakit Umum Daerah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo dengan berkedudukan sebagai unit pelaksana pemerintah Kabupaten Gorontalo dibidang pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam perkembangannya RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto menjadi Badan Pengelola berdasarkan SK. Bupati Gorontalo Nomor 171 Tahun 2002 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M.M. Dunda Kab. Gorontalo. Dengan ditetapkannya sebagai Badan Layanan Umum Daerah maka sejak Tahun Anggaran 2001 RSUD Dr. M.M Dunda Limboto mulai dikembangkan secara bertahap, dan hingga kini mempunyai kapasitas 235 tempat tidur dengan rata-rata penderita dirawat ± 166 pasien perhari. Seiring dengan tuntutan masyarakat yang semakin membutuhkan pelayanan kesehatan bermutu, lebih mudah, lebih cepat maka berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: HK.03.05/I/1077/2011, RSUD Dr. M.M Dunda Limboto berubah tipe menjadi Kelas B pendidkan. Struktur Organisasi RSUD Dr. M.M Dunda
  • 10. 10 Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Berdasarkan data yang kami dapatkan adalah bahwa rumah sakit dunda adalah rumah sakit tipe B pendidikan yang mempunya satu direktur dan dua orang wakil direktur yang sesuai dengan teori yang ada bahwa rumah sakit tipe B memiliki direktur dan dua orang wakil direktur yaitu wakil direktur administrasi dan keungan serta wakil direktur pelayanan & keperawatan. Rumah sakit Dunda juga memiliki kepala bagian masing – masing yang berada dibawah tanggung jawab wakil direktur 1 bagian administrasi & keuangan diantaranya yaitu kepala bagian keungan, membawahi kasubag akuntansi, kasubag perbendaharaan dan kasubag verifikasi di anggran. Kemudian kepala bagian admin membawahi kasubag ketatausahaan, kasubag kepegawaian dan kasubag perlengkapan. Selanjutnya kepala bagian bina program dan publikasi membawahi kasubag perencanaan dan
  • 11. 11 evaluasi, kasubag hukum dan humas, serta kasubag promkes rumah sakit. Selanjutnya kepala bagian yang berada dibawah tanggung jawab wakil direktur 2 yaitu kepala bagian bidang pelayanan medik yang membawahi kasie pelayanan medik dan kasie rekam medik dan sirs. Kemudian kepala bidang pelayanan keperawatan yang membawahi kasie pelayanan dan asuhan keperawatan dan kasie etika dan pengembangan mutu keperawatan, Dan yang terakhir adalah kepala bidang pelayanan penunjang yang membawahi kasie penunjang medik dan kasie penunjang non medik. 3. Rumah Sakit Umum Daerah Otanaha Gorontalo Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD Otanaha Berdasarkan data yang kami dapatkan adalah bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit tipe C yang mempunya satu direktur saja yang sesuai dengan teori yang ada bahwa rumah sakit tipe C tidak memiliki wakil direktur. Rumah sakit ini juga memiliki kepala bagian masing – masing yang berada dibawah tanggung jawab direktur yaitu kasie pelayanan dan kasie keperawatan serta instalasi. Instalasi farmasi rumah sakit berada dalam bidang pelayanan tepatnya di penunjang medic dan non medik. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah. DIREKTUR KASIE PELAYANAN INSTALASI KASIE PELAYANAN KELOMPOK KOMITE KTU
  • 12. 12 Tugas: Melaksanakan sebagian tugas Pemerintah Daerah dibidang Pengelolaan dan Pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Fungsi : a. Merencanakan pengelolaan dan pengembangan rumah sakit sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk kelancaran tugas unit. b. Merumuskan kebijakan teknis dibidang pengelolaan dan pengembangan rumah sakit sesuai rencana induk dan ketentuan untuk peningkatan kinerja. c. Menyusun prosedur kerja tetap rumah sakit sesuai ketentuan sebagai dasar pelaksanaan tugas unit. d. Mengorganisir kegiatan pengelolaan, pengembangan dan pelayanan kesehatan di rumah sakit berdasarkan sistem dan prosedur kerja untuk tertibnya pelaksanaan tugas unit. e. Mengendalikan pelaksanaan tugas dibidang pengelolaan dan pelayanan kesehatan dirumah sakit secara rutin untuk peningkatan pelayanan medis dan keperawatan. f. Mengarahkan pelaksanaan sistem pengelolaan dan pengembangan rumah sakit secara proaktif dan inovatif untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. g. Membina pelaksanaan kegiatan unit secara menyeluruh untuk tertib dan suksesnya tugas unit. h. Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai bidang masing-masing untuk kelancaran pelaksanaan tugas unit. i. Mengawasi pelaksanaan tugas baik interen dan eksteren secara berkala untuk efektivitas dan efisiensi kegiatan unit. j. Mengevaluasi seluruh kegiatan unit secara terpadu untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tugas. k. Mengkonsultasikan pelaksanaan tugas kepada atasan baik lisan maupun tertulis untuk beroleh petunjuk lebih lanjut. l. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan unit terkait melalui rapat koordinasi untuk penyatuan pendapat.
  • 13. 13 m. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas unit secara berkala sebagai bahan evaluasi. n. Melakukan tugas pembantuan dan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran tugas kedinasan. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Tugas : Melaksanakan tugas dibidang umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan pengelolaan keuangan sesuai juklak/juknis untuk peningkatan kinerja rumah sakit. Fungsi : a. Menghimpun kebijakan teknis dibagian umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan pengelolaan keuangan sesuai kebutuhan sebagai pedoman pelaksanaan tugas. b. Merumuskan kebijakan teknis bagian umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan pengelolaan keuangan sesuai juklak/juknis sebagai dasar pelaksanaan tugas c. Menghimpun data bagianumum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan keuangan sesuai kebutuhan sebagai dasar penyusunan rencana kerja d. Menyusun rencana kerja umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan keuangan sesuai kebutuhan untuk menjadi program unit. e. Menyusun standar dan prosedur kerja sesuai ketentuan untuk peningkatan kinerja unit. f. Melakukan pembinaan teknis kegiatan umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan pengelolaan keuangan rumah sakit secara rutin untuk peningkatan kinerja dan kualitas aparatur. g. Mengendalikan kegiatan umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan pengelolaan keuangan sesuai prosedur dan mekanisme untuk tertibnya pelaksanaan tugas unit. h. Mengawasi dan mengevaluasi kegiatan umum, kepegawaian, perencanaan, medical record dan pengelolaan keuangan secara rutin untuk kelancaran pelaksanaan tugas unit.
  • 14. 14 i. Mengkonsultasikan tugas dengan atasan secara lisan maupun tertulis untuk beroleh petunjuk. j. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Wakil Direktur Pelayanan melalui rapat pertemuan untuk penyatuan pendapat. k. Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai job untuk tertibnya pelaksanaan tugas. l. Menyusun laporan pelaksanaan tugas secara berkala sebagai bahan evaluasi. m. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran tugas kedinasan. Seksi Pelayanan Tugas : Melaksanakan tugas pada bagian pelayanan berdasarkan petunjuk pelaksanaan/petunjuk teknis untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Fungsi : a. Menghimpun kebijakan teknis dibidang pelayanan kesehatan rumah sakit sesuai kebutuhan sebagai pedoman pelaksanaan tugas. b. Menyusun rencana kerja pelayanan kesehatan rumah sakit sesuai kebutuhan untuk menjadi program unit. c. Merencanakan kebutuhan tenaga medis, penunjang medis, sarana prasarana medis dan logistik keperawatan sesuai ketentuan untuk kelancaran tugas unit. d. Melakukan koordinasi tugas pelayanan dengan Unit Pelayanan Fungsional (UPF) dan Instalasi untuk kelancaran pelayanan rumah sakit. e. Melakukan pembinaan, pengawasan dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit secara rutin untuk peningkatan kinerja unit. f. Melakukan pemantauan dan pengawasan penggunaan sarana, peralatan medis dan logistik keperawatan secara terpadu untuk tertibnya pelaksanaan tugas. g. Mengkonsultasikan tugas dengan atasan secara lisan maupun tertulis untuk beroleh petunjuk.
  • 15. 15 h. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Kepala seksi / unit terkait melalui rapat/pertemuan untuk penyatuan pendapat. i. Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai job untuk tertibnya pelaksanaan tugas. j. Menyusun laporan pelaksanaan tugas secara berkala sebagai bahan evaluasi. k. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran tugas kedinasan l. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran tugas kedinasan Seksi Keperawatan Tugas : Melaksanakan tugas bagian / seksi Keperawatan berdasarkan Juklak/Juknis untuk pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. Fungsi : a. Menghimpun kebijakan teknis yang berhubngan dengan keperawatan sesuai kebutuhan sebagai pedoman pelaksanaan tugas. b. Menghimpun data dibagian keperawatan sesuai jenis untuk mengetahui perkembangannya. c. Menyusun rencana kerja keperawatan sesuai kebutuhan untuk menjadi program unit. d. Melakukan pengendalian jalannya organisasi dan administrasi bidang keperawatan e. Menyusun dan menetapkan ketentuan-ketentuan pelayanan keperawatan sesuai dengan kebijaksanaan Direktur Rumah Sakit. f. Memberikan bimbingan, petunjuk dan penilaian kepada tenaga perawat untuk peningkatan dan terpeliharanya mutu pelayanan keperawatan secara paripurna. g. Melakukan kerjasama dan memelihara hubungan baik dengan semua komponen Rumah Sakit
  • 16. 16 h. Memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan tenaga keperawatan demi terciptanya semangat dan prestasi kerja yang baik i. Melakukan program orientasi bagi pegawai baru dan program rotasi tenaga perawatan diunit-unit pelayanan perawatan. j. Memfasilitasi program pendidikan dan kegiatan lain terutama pendidikan keperawatan yang membutuhkan Rumah Sakit sebagai lapangan belajar. k. Mengkonsultasikan tugas dengan atasan secara lisan maupun tertulis untuk beroleh petunjuk. l. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dengan Kepala bidang/unit terkait melalui rapat/pertemuan untuk penyatuan pendapat. m. Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai job untuk tertibnya pelaksanaan tugas. n. Menyusun laporan pelaksanaan tugas secara berkala sebagai bahan evaluasi. o. Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan untuk kelancaran tugas kedinasan Kelompok Jabatan Fungsional Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pemerintah daerah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari : a. Kelompok Komite Mempunyai tugas membantu Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dalam menyusun standar pelayanan dan memantau pelaksanaannya, melaksanakan pembinaan etika profesi, mengatur kewenangan profesi anggota staf medik fungsional dan mengembangkan program pelayanan, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan. b. Staf Medik Fungsional (SMF) Adalah kelompok dokter yang bekerja di Instalasi dalam jabatan fungsional. c. Instalasi
  • 17. 17 Adalah unit pendukung penyelenggaraan tugas Rumah Sakit sesuai dengan lingkup kewenangan berdasarkan standar pelayanan minimal rumah sakit dan standar operasional dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara efektif dan efesien. d. Unit Pelayanan Fungsional (UPF) Adalah staf fungsional medis yang menyelenggarakan penegakan diagnosis, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penelitian dan pengembangan sesuai keahlian. Kegiatan pelayanan langsung diselenggarakan oleh 4 instalasi dibidang pelayanan dan 4 penunjang. Kepala Instalasi adalah jabatan non struktural yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur.Instalasi tersebut terdiri dari: 1. Instalasi Rawat Jalan 2. Instalasi Rawat Inap 3. Instalasi Bedah Sentral 4. Instalasi Gawat Darurat 5. Instalasi Laboratorium/ Patologi Klinik dan Unit Transfusi Darah 6. Instalasi Farmasi 7. Instalasi Gizi 8. Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Untuk menjamin kualitas pelayanan dan antisipasi terhadap peningkatan pelayanan Direktur dibantu oleh Komite Medik dan Staf Medis Fungsional yang dibentuk, dibawah Komite Medik berada Sub-sub Komite atau Panitia, dibentuk sesuai dengan kebutuhan, yang sudah terbentuk adalah : Dalam menjamin mutu layanan Rumah Sakit di bentuk beberapa tim yang terdiri dari : 1. Pokja Akreditasi Rumah Sakit 2. Komite Medik dan Komite Keperawatan 3. Pokja instrument evaluasi standard pelayanan asuhan keperawatan 4. Panitia Akreditasi/ Naik Type, Panitia BLUD 5. Tim Pokja Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Asuhan Keperawatan (SAK)
  • 18. 18 6. Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). 4. RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Struktur Organisasi Rumah Sakit Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 983/Menkes/SK/XI/1992, pola organisasi rumah sakit pemerintah tergantung pada besarnya rumah sakit. Rumah Sakit dipimpin oleh seorang direktur dan membawahi satu sampai empat wakil direktur. Wakil direktur pada umumnya terdiri atas wakil direktur pelayanan medik, penunjang medik, keperawatan, keuangan dan administrasi. Staf medik fungsional (SMF) berada dibawah koordinasi komite medic. SMF terdiri atas dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis yang ada disuatu rumah sakit. Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Berdasarkan data yang kami dapatkan adalah bahwa rumah sakit ini adalah rumah
  • 19. 19 sakit tipe C yang mempunya satu direktur saja yang sesuai dengan teori yang ada bahwa rumah sakit tipe C tidak memiliki wakil direktur. Rumah sakit ini juga memiliki kepala bagian masing – masing yang berada dibawah tanggung jawab direktur yaitu kabag administrasi umum dan keuangan. Kemudian dibawahnya ada kabid pelayanan, kabid penunjang, dan kabid keperawatan. Instalasi farmasi rumah sakit termasuk pada bidang penunjang dimana didalamnya ada penunjang medik dan non medik. 5. Rumah sakit Ibu dan Anak Sitti Khadijah Struktur Organisasi RSUD dr. Ibu dan Anak Sitti Khadijah Berdasarkan data yang kami dapatkan adalah bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit tipe C yang mempunya satu direktur dan tetapi memiliki dua wakil direktur. Rumah sakit ini juga memiliki komite medic, komite keperawatan dan S.P.I. Selanjutnya ada wakil direktur 1 yaitu operasional didalamnya ada supervisor keuangan dan supervisor umum, sdm dan rumah tangga. Wadir 2 didalamnnya ada supervisor DIREKTUR WADIR OPERASIONAL UPF, SMF DAN SKF WADIR PELAYANAN KOMITE MEDIK S.P.I BPH KOMITE PERAWATAN SUPERVISOR KEUANGAN SUPERVISOR UMUM, SDM, DAN RUMAH TANGGA SUPERVISOR MEDIK DAN KEPERAWAT AN SUPERVISOR PENUNJANG
  • 20. 20 medic dan keperawatan, supervisor penunjang dimana instalasi farmassi terdapat pada supervisor penunjang. Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah suatu department atau unit atau bagian disuatu Rumah sakit dibawah pimpinan seorang apoteker dan dibantu oleh beberapa orang apoteker yang memenuhi persayaratan peraturanperundang- undangan yang berlaku dan kompeten secara professional, tempat atau fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh atas pekerjaan serta pelayanan kefarmasian, yang ditunjukan untuk keperluan rumah Sakit itu sendiri (Siregar, 2003). Instalasi farmasi rumah sakit adalah fasilitas pelayanan penunjang medis, di bawah pimpinan seorang Apoteker yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kompeten secara profesional, yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan serta pelayanan kefarmasian, yang terdiri atas pelayanan paripurna, mencakup perencanaan; pengadaan; produksi; penyimpanan perbekalan kesehatan/sediaan farmasi; dispensing obat berdasarkan resep bagi penderita rawat inap dan rawat jalan; pengendalian mutu dan pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh perbekalan kesehatan di rumah sakit; serta pelayanan farmasi klinis (Siregar dan Amalia, dalam Rusli, 2016). 6. RSUD Toto Kabila DIREKTUR dr. SERLY DAUD, M. Kes NIP. 19740818 200604 2 005
  • 21. 21 Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSUD Toto Kabila Berdasarkan data yang kami dapatkan adalah bahwa rumah sakit ini adalah rumah sakit tipe C yang PJ. DEPO UGD GADIMA UMAR, S.Si, Apt NIP. 19810521 201001 2 012 PJ. DEPO RAWAT INAP FEBI KENANDA, S.Si. NIP. 19860703 201101 2 004 PJ. DEPO OK FATRAWATI M, SANO, S. Farm, Apt NIP. 19820107 200604 2 002 STAF STAF KABID. PENUNJANG MEDIK YANTO AHMAD, SKM NIP. 19750707 199703 1 007 KASIE. LOGISTIK DIAGNOSTIK MANSUR AHMAD, A. Md. Kep. NIP. 19680708 198911 1 001 KEPALA INSTALASI FARMASI RAHMIYATI DAUD, M. Farm. NIP. 19930909 201903 2 009 STAF 1. Yurika Adam, S.Si, Apt. 2. Fandi Ahmad, S. Farm 3. Moh Nur Rizky Rauf, S. Farm 4. Nazli, S.Si 5. Nuryaningsih, S.Si ADMINISTRASI AISYAH HARSATI, S.K.M. NIP. 19850927 201407 2 001 RITA BETH HARUN, A. Md. NIP. 19761229 201407 2 003 PJ. GUDANG FARMASI DEWI MASYITHA, S. Farm, Apt NIP. 19840911 201001 2 023 STAF 1. Agustian Lapelo, S.Si, Apt 2. Astri Pramita Tuliabu, S.Si, Apt 3. Suleman Ali, A. Md. Farm Nining Anggriani, S. Farm, Apt Rustam Pakaya, A. Md. Farm
  • 22. 22 mempunya satu direktur saja yang sesuai dengan teori yang ada bahwa rumah sakit tipe C tidak memiliki wakil direktur. Rumah sakit ini juga memiliki kepala bagian masing – masing yang berada dibawah tanggung jawab direktur yaitu kabid penunjang medik. Kemudian dibawahnya ada kasie logistic dan diagnostik, Dan kepala instalasi farmasi dirumah sakit. Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 402/MENKES/SK/VI/2009 tanggal 2 Juni 2009 tentang kelas Rumah Sakit Umum Toto Kabila milik Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dengan klasifikasi Kelas C. Dalam perkembangannya RSUD Toto Kabila menjadi Badan Pengelola berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor : 130/KEP/BUP.BB/IV/2011 Tanggal 7 April 2011 tentang Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango, dan pada tanggal 29 Juni 2012 RSUD Toto Kabila mendapat pengakuan dari Komisi Akreditas Rumah Sakit (KARS) dengan Nomor Sertifikat : KARS-SERT/700/VI/2012. Pada tahun 2014 RSUD Toto Kabila telah berubah status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara penuh berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor 173.b/KEP/BUP.BB/130/2014 tentang Penetapan Status Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) pada Rumah Sakit Umum Daerah Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango.
  • 23. 23 DAFTAR PUSTAKA Bramantoro Taufan, 2017, Pengantar Klasifikasi dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Surabaya: UNAIR (AUP). Kementrian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tantang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2019 Listiyono, R. A. 2015. Studi Deskriptif Tentang Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Pasca Menjadi Rumah Sakit Tipe B. Pelayanan Kesehatan. 1(1):7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor 56 Tahun 2014. Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Permenkes., 2018, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, Departemen Kesehatan RI, Jakarta. Siregar, C.J.P, 2003. Farmasi Rumah Sakit Teori & Penerapan. Jakarta : EGC Siregar, C.J.P., dan Amalia, L., (2003), Farmasi Rumah Sakit, Teori dan Penerapan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC cit Qiyaam, N., Furqoni, N., & Hariati, H. (2016). Evaluasi Manajemen Penyimpanan Obat di Gudang Obat Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Soedjono Selong Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 1(1), 54-61. Soedarmo, S.S.P., Garna, H. & Hadinegoro, S.R., 2002, Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak : Infeksi &Penyakit Tropis, Edisi I, Hal 367-375, IDAI, Jakarta. Supartiningsih, S. 2017. Kualitas Pelayanan Kepuasan Pasien Rumah Sakit: Kasus Pada Pasien Rawat Jalan. Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit, 6(1), pp.9-15