Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Upcoming SlideShare
Cara budidaya belut dalam tong
Next
Download to read offline and view in fullscreen.

2

Share

Download to read offline

Budidaya Belut dalam Drum

Download to read offline

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Budidaya Belut dalam Drum

  1. 1. Budidaya Belut dalam Tong • Nama Kelompok : – Hans – Niken Utari W – Randi Aurian – Yosafat Hutoto
  2. 2. • Perlengkapan • • • • • Hal yang paling utama dan pertama sekali yang harus dipersiapkan dalam budidaya belut didalam tong adalah peralatanperalatan sebagai berikut: Tong atau Drum, disarankan yang terbuat dari bahan plastik agar tidak berkarat. Paralon Kawat Kasa Tandon sebagai penampung air Ember, cangkul, baskom dan juga jerigen.
  3. 3. • . Persiapan dan Teknik Budidaya Belut Persiapan dan teknik budidaya belut perlu diketahui agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal. Disini hal yang perlu diperhatikan adalah media pemeliharaan sebagai tempat berkembang biak atau media tempat membesarkan belut. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: A. Drum atau Tong Drum yang digunakan untuk budidaya belut harus yang tidak bocor dan juga tidak berkarat. Bila drum yang digunakan terbuat dari besi atau kaleng, maka sebaliknya drum tersebut sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari karat dan lakukan pengecetan ulang dan diamkan sampai kering hingga tidak berbau cat lagi.
  4. 4. • B. Media Tanah • Media tanah yang digunakan adalah tanah yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlalu liat dan memiliki kandungan hara yang cukup. Dalam hal ini disarankan untuk menggunakan media tanah yang diambil dari sawah. Pematangan media tanah dapat dilakukan dengan tahapantahapan sebagai berikut: • Masukkan tanah kedalam tong hingga ketinggian 30-40 cm • Masukkan air hingga tanah becek namun tidak menggenang. • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol kedalam tong. • Aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur. • Perlu diketahui bahwa perlakuan diatas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah.
  5. 5. • C. Media Instan Bokashi Media ini dibuat diluar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran. Penggunaan 100 kilo bahan akan menghasilkan 90 kilo media instan bokashi. Untuk setiap tong ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Dalam pembuatan bokashi dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut: • Jerami padi (40 persen) • Pupuk Kandang (30 persen) • Bekatul (20 persen) • Potongan batang pisang (10 persen) • Bahan dan campurannya terdiri atas • EM4 • Air Sumur • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.
  6. 6. • D. Mencampur Media Tanah dan Media Bokashi • Untuk mencapur media tanah dan media bokashi dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: • Masukkan media Bokashi kedalam tong dan aduk hingga merata. • Masukkan air kedalam tong hingga ketinggian 5 cm dan diamkanlah hingga terdapat plankton atau cacing (sekitar 1 minggu) selama proses ini berlangsung tong tidak perlu ditutup. • Keluarkan air dari tong dan ganti dengan air baru dengan ketinggian yang sama. • Masukkan tumbuhan air yang tidak terlalu besar sebanyak 3/4 bagian dan ikan-ikan kecil. • Masukkan vetsin secukupnya sebagai perangsang nafsu makan belut dan diamkan selama 2 hari. • Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah ketinggian seluruh media, kecuali media tumbuhan air tidak lebih dari 50 cm.
  7. 7. • E. Masukkan bibit belut Setelah seluruh media budidaya diatas dipersiapkan, maka tahapan selanjutnya adalah menebarkan bibit belut. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sebanyak 160-200 ekor.
  8. 8. • Pemberian Pakan • Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan. Tetapi sebaiknya pakan diberikan 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan. Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan cacahan keong mas atau bekicot. Pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar didalam tong. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan dialam bebas, yaitu sore dan malah hari.
  9. 9. Contoh Gambar
  • 100003518633824

    Nov. 6, 2015
  • abimalik

    May. 30, 2014

Views

Total views

3,688

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

1

Actions

Downloads

131

Shares

0

Comments

0

Likes

2

×