Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

2 a d3 kep kelompok 6 puskesmas lembursitu

2 views

Published on

Tugas Man IT kelompok 6

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

2 a d3 kep kelompok 6 puskesmas lembursitu

  1. 1. LAPORAN ANALISA PUSKESMAS LEMBURSITU KECAMATAN LEMBURSITU (Makalah Untuk Memenuhi Tugas Manajemen Ilmu Teknologi) Disusun Oleh : Anggraini Wulandari Ira Nopitasari Nia Rohimat Siti Pira Nureka PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KOTA SUKABUMI TAHUN AJARAN 2019/2020
  2. 2. i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Puskesmas Lembursitu dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu/Bapak Dosen mata kuliah Manajemen Ilmu Teknologi yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Puskesmas Lembursitu. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata – kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan. Sukabumi, 04 Oktober 2019 Penulis, Kelompok 6
  3. 3. ii DAFTAR ISI Kata Pengantar ........................................................................................................i Daftar Isi ...................................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 1.1. Latar belakang .................................................................................................1 1.2. Rumusan Masalah.............................................................................................2 1.3. Tujuan...............................................................................................................2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................3 2.1. Pengertian Puskesmas.......................................................................................3 2.2. Tugas dan Fungsi Puskesmas ...........................................................................4 2.3. Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu.............................................................5 2.4. Visi dan Misi Puskesmas Lembursitu...............................................................6 2.5. Faktor Penghambat dan Pendukung Pelayanan Kesehatan ..............................7 BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................12 3.1. Jumlah Kujungan Pasien...................................................................................12 3.2. Penyakit yang Sering Muncul...........................................................................13 3.3. Jumlah Tenaga Medis.......................................................................................14 BAB IV ANALISA DATA.......................................................................................15 4.1. Jumlah Kunjungan Pasien.................................................................................15 4.2. Penyakit yang Sering Muncul...........................................................................16 4.3. Jumlah Tenaga Medis.......................................................................................16 BAB V PENUTUP....................................................................................................18 5.1. Kesimpulan.......................................................................................................18 5.2. Saran .................................................................................................................19 Daftar Pustaka
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) I di Jakarta, di mana dibicarakan upaya pengorganisasian sistem pelayanan kesehatan di tanah air, karena pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dari kegiatan – kegiatan seperti BKIA, BP, dan P4M (Pencegahan, Pemberantasan, Pembasmian Penyakit Menular ) dan sebagainya masih berjalan sendiri – sendiri dan tidak saling berhubungan. Melalui Rakerkesnas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat pertama ke dalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pembangunan kesehatan mempunyai visi “Indonesia sehat” diantaranya dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan oleh puskesmas dan rumah sakit. Selama ini pemerintah telah membangun puskesmas dan jaringannya di seluruh Indonesia rata – rata setiap kecamatan mempunyai 2 puskesmas, setiap 3 desa mempunyai 1 puskesmas pembantu. Puskesmas telah melaksanakan kegiatan dengan hasil yang nyata, status kesehatan masyarakat makin meningkat, ditandai dengan makin menurunnya angka kematian bayi, ibu, makin meningkatnya status gizi masyarakat dan umur harapan hidup (Kepmenkes, 2004). Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disatu atau sebagian wilayah kecamatan. Puskesmas sebagai upaya pelayanan kesehatan strata pertama meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat dan kegiatan yang dilakukan puskesmas, selain dari intern sendiri tetapi juga perlu peran serta masyarakat dalam
  5. 5. 2 pengembangan kesehatan terutama dilingkungan masyarakat yang sangat mendasar, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih berkembang. 1.2. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Puskesmas? 2. Apa tugas dan fungsi dari Puskesmas? 3. Bagaimana Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu? 4. Bagaimana Visi dan Misi dari Puskesmas Lembursitu? 5. Sebutkan faktor penghambat dan pendukung pelayanan Puskesmas? 1.3. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari Puskesmas, 2. Untuk mengetahui apa tugas dan fungsi dari Puskesmas, 3. Untuk mengetahui bagaimana Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu, 4. Untuk mengetahui bagaimana Visi dan Misi dari Puskesmas Lembursitu, 5. Untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dan pendukung pelayanan Puskesmas.
  6. 6. 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja (DEPKES RI : 2006). “Satu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek pembiayaan”. Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang letaknya berada paling dekat di tengah – tengah masyarakat dan mudah dijangkau dibandingkan dengan unit pelayanan kesehatan lainnya (Rumah Sakit Swasta maupun Negeri). Fungsi Puskesmas adalah mengembangkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh seiring dengan misinya. Pelayanan kesehatan tersebut harus bersifat menyeluruh atau yang disebut dengan Comprehensive Health Care Service yang meliputi aspek promotive, preventif, curative dan rehabilitatif. Prioritas yang harus dikembangkan oleh Puskesmas harus diarahkan ke bentuk pelayanan kesehatan dasar (basic health care services) yang lebih mengedepankan upaya promosi dan pencegahan (public health service). Seiring dengan semangat otonomi daerah, maka Puskesmas dituntut untuk mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan yang akan dilaksanakan. Tetapi pembayarannya tetap didukung oleh pemerintah sebagian organisasi pelayanan mandiri, kewenangan yang dimiliki Puskesmas juga meliputi : kewenangan merencanakan kegiatan sesuai masalah kesehatan
  7. 7. 4 di wilayahnya, kewenangan menentukan kegiatan yang termasuk public goods atau private goods serta kewenangan menentukan target kegiatan sesuai kondisi geografi Puskesmas. Jumlah kegiatan pokok Puskesmas diserahkan pada tiap Puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan sumber daya yang dimiliki, namun Puskesmas tetap melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan nasional. Jadi, yang harus diketahui adalah bahwa peran Puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kesehatan nasional secara komprehensif, tidak sebatas aspek kuratif dan rehabilitatif saja seperti di Rumah Sakit. 2.2. Tugas dan Fungsi Puskesmas A. Tugas Puskesmas 1. Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat. B. Fungsi Puskesmas Ada 3 fungsi pokok Puskesmas, yaitu : 1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya, 2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat, 3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Proses dalam melaksanakan fungsinya, dilakukan dengan cara : 1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri, 2. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien,
  8. 8. 5 3. Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan, 4. Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, 5. Bekerja sama dengan sektor – sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan program puskesmas. 2.3. Wilayah Kerja Puskesmas Lembursitu Puskesmas Lembursitu berdiri sejak tahun 1974 dengan nama Pos Obat Desa dan termasuk wilayah kerja Kabupaten Sukabumi, dengan adanya perluasan wilayah pada tahun 1997 masuk wilayah kerja Kota Sukabumi. Puskesmas Lembursitu sebagai Unit Pelayanan Tehnis berperan menyelenggarakan sebagian dari tehnis operasional Dinas Kesehatan Kota Sukabumi serta merupakan unit pelaksana tingkat pertama pembangun kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan secara menyeluruh terpadu dan berkesinambungan meliputi perorangan dan pelayanan masyarakat. Melalui peraturan Walikota nomor 66 tahun 2007 Puskesmas Lembursitu ditunjuk sebagai Puskesmas dengan tempat perawatan (DTP) baik perawatan Poned maupun Perawatan Umum. Seiring adanya perubahan manajemen dan perubahan struktur organisasi pada tahun 2015. Puskesmas Lembursitu tidak dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Puskesmas Lembursitu merupakan salah satu puskesmas di wilayah kerja kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi yang beralamat di Jalan Pelabuhan II Km.6 Kelurahan Lembursitu Kecamatan Lembursitu dan sejak bulan Agustus 2016 lokasi Pusesmas Lembursitu pindah ke rumah kontrakan ±100 meter dari lokasi yang lama, dikarenakan adanya perluasan lokasi RSUD Al – Mulk.
  9. 9. 6 Posisi Puskesmas Lembursitu yang berjarak kurang lebih 6 KM dari pusat kota. Mempunyai 2 wilayah kerja yaitu kelurahan Lembursitu dan Kelurahan Situ Mekar, dengan batas – batas wilayah sebagai berikut : 1. Sebelah utara : Kali Cipelang kecamatan Cisaat 2. Sebelah timur : Wilayah kerja Puskesmas Cikundul 3. Sebelah barat : Kecamatan Gunung Puyuh, Kabupaten Sukabumi 4. Sebelah selatan : Kecamatan Nyalindung kabupaten Sukabumi Dengan luas wilayah 5.66 Km2 . Koordinat (Lintang) -6.897968. Koordinat (Bujur) 107.606895 dengan kondisi tifologi daerah rata – rata datar. Kondisi ini tentunya membuat jarak yang harus ditempuh masyarakat menuju sarana pelayanan kesehatan dengan jarak terjauh sekitar ± 3 – 5 Km relatif mudah dijangkau, baik dengan menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2. Jarak dan lama tempuh dari wilayah ke Puskesmas 10 – 15 menit. Puskesmas Lembursitu mempunyai 3 poli. Jenis pelayanan yang disediakan terdiri dari Kesehatan Dasar (KIA, KB, Immunisasi), Pelayanan Kesehatan Khusus (Gigi dan Mulut, Kes. Jiwa, Kes. Mata, Lansia, Kes. Tradisional, Kes. Kerja, Kes. Indra), Pelayanan Labolatorium dan Pelayanan Farmasi/Obat. Jadwal pelayanan yang disediakan setiap hari Senin – Sabtu dimulai dari pukul 07.30 s/d 14.00 WIB. Di puskesmas Lembursitu terdapat 1 Dokter dan 19 petugas Puskesmas, terdiri dari 1 dokter gigi, 1 kepala puskesmas, 3 perawat, 1 ahli gizi, 1 kesling, 3 promkes, 3 administrasi, 1 petugas lab, 4 bidan, 1 farmasi dan 1 bagian tata usaha. 2.4. Visi dan Misi Puskesmas Lembursitu  VISI : “Menjadi Puskesmas dengan layanan kesehatan yang berkualitas menuju masyarakat Lembursitu yang sehat dan mandiri”  MISI : 1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan inovatif, 2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, 3. Mengebangkan pelayanan Puskesmas di dalam dan luar gedung,
  10. 10. 7 4. Mendorong serta masyarakat di lintas sektor dalam pengendalian penyakit menular berbasis lingkungan, 2.5. Faktor Penghambat dan Fasilitas Penunjang Pelayanan Puskesmas A. Faktor Penghambat Pelayanan Kesehatan 1. Pelaksanaan Manajemen Pelaksanaan manajemen merupakan hal penting yang menentukan dalam mencapai tujuan yang efisien dan efektif dari tujuan Puskesmas. Dimana fungsi manajemen itu untuk planning, organaizing, leading dan controling. Pada kegiatan perencanaan setiap tahunnya sering kali tidak berjalan sehingga kigiatan berjalan apa adanya sesuai kebiasaan yang dianggap ‘baik/sudah biasa’. Bahkan terasa sekali bahwa tidak pernah adanya upaya pengembangan. Serta tidak pernah terpikir untuk mempersoalkan kendali mutu pelayanan yang disebabkan kurangnya pengetahuan, peralatan, dan perhatian tersita pada upaya pengobatan. Dapat dikatakan bahwa kepala Puskesmas lebih sibuk pada masalah – masalah manajerial dariipada kasus – kasus klinik. Dapat dikatakan juga bahwa kurangnya pengetahuan pasa Kepala Puskesmas dan rendahnya disiplin atau etos kerja staff, menjadikan unsur manajemen ini tidak berjalan. Tentu hal ini menghambat kinerja Puskesmas untuk melayani masyarakat dalam bidang kesehatan. 2. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana merupakan suatu aspek terpenting dalam mencapai target dari program – program Puskesmas. Tetapi apa yang terjadi pada Puskesmas di Indonesia terkesan tidak diperhatikan oleh pemerintah dengan alasan wilayah geografis yang sulit untuk dijangkau, sehingga sarana dan prasarana yang di dalam Puskesmas sangat terbatas, baik berupa alat medis maupun obat – obatan. Hal ini terjadi akibat dari sumber keuangan yang dimiliki
  11. 11. 8 Puskesmas terbatas sehingga mutu pelayanan Puskesmas pun menjadi rendah karena tidak sesuai dengan standart kesehatan. 3. Tenaga Medis Jumlah tenaga medis yang sangat sedikit mengakibatkan ketidakmampuannya melaksanakan program dari Dinas Kesehatan. Misalnya program Posyandu yang tidak tepat sasaran. Jumlah tenaga medis sedikit karena insentif dari pemerintah daerah. Faktor kesejahteraan pegawai memang hal penting karena berkaitan dengan satu – satunya pendapatan resmi mereka adalah gaji. Untuk mencapai penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Puskesmas di perlukan pimpinan yang mau memotivasi pegawainya dengan cara mengambil kebutuhan hidupnya. 4. Sumber Keuangan Puskesmas Sumber keuangan dari pemerintah pusat maupun daerah yang didapat tidak sebanding dengan pengeluaran operasional Puskesmas sehingga biaya pelayanan Puskesmas pun mahal padahal sarana yang terdapat di sana tidak sebanding dengan apa yang harus dibayar sehingga hal ini berdampak kepada masyarakat untuk beralih ke Rumah Sakit saja yang fasilitas lebih baik daripada Puskesmas. Adapun sumber – sumber keuangan Puskesmas sebagai berikut :  Pemerintah Sumber biaya berasal dari Pemerintah Kabupaten yang dibedakan atas dana pembangunan dan dana anggaran rutin. Dana ini diturunkan secara bertahap ke Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten.  Retribusi Retribusi merupakan salah satu sumber pendapatan Puskesmas yang membiayai upaya kesehatan perorangan yang pemanfaatanya dan besarnya ditentukan oleh Pemerintah Daerah.
  12. 12. 9  PT. ASKES Puskesmas menerima dana dari PT. ASKES yang peruntukanya sebagai imbal jasa kepada peserta ASKES yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS).  PT. JAMSOSTEK Puskesmas menerima dana dari PT. JAMSOSTEK yang peruntukanya sebagai imbal jasa kepada peserta JAMSOSTEK yaitu pegawai atau karyawan yang berada dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja.  BPP (Badan Penyantun Puskesmas) Dengan memberdayakan potensi yang dimiliki masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sumber – sumber keuangan Puskesmas ini ternyata tidak dapat membiayai operasional dari program – program Puskesmas. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu, birokratisasi penyaluran keuangan dari pemerintah sampai ke Puskesmasnya dan rendahnya responbilitas pengelola manajemen Puskesmas.  Psiko – Sosial antara tenaga medis dengan penduduk Perbedaan psiko – sosial antara tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dengan penduduk menimbulkan hambatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan Puskesmas. Tenaga – tenaga yang diperbantukan di Puskesmas biasanya terdiri dari orang – orang terpelajar dan bukan berasal dari daerah tersebut, sehingga penduduk menganggapnya sebagai orang asing. Apalagi jika bahasa yang digunakan adalah bahasa yang tidak dimengerti oleh penduduk, maka akibatnya penduduk segan untuk datang ke Puskesmas.
  13. 13. 10 Analisis Swot Program Pelayanan Kesehatan : 1. Strengths (Kekuatan) a) Adanya dukungan dari PKK Desa/Kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan guru sekolah serta seluruh stakeholders yang berkepentingan. b) Ketersediaan dana yang cukup dari pemerintah untuk penanggulangan penyakit malaria. c) Sumber Daya Manusia yang sudah mampu untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat setempat mengenai malaria. 2. Weakness (Kelemahan) a) Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, serta kondisi lingkungan dengan sanitasinya buruk. b) Fasilitas kesehatan kurang dan anggaran dana sedikit. c) Kewaspadaan dini dari Sumber Daya Manusia yang kurang terhadap sumber penyakit. 3. Opportunities (Peluang) a) Meningkatkan kinerja petugas kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. b) Meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat terhadap penyakit khususnya malaria. c) Melakukan pelatihan kepada petugas kesehatan terhadap penanganan penyakit dengan cepat tanggap secara dini, yang diharapkan dapat menemukan dan mengobati penderita dengan cepat dan mengadakan pengamatan secara dini terhadap keadaan yang potensial terjadinya kejadian luar biasa. 4. Threats (Ancaman) a) Dapat meningkatnya angka kematian dan kesakitan akibat adanya penyakit.
  14. 14. 11 b) Kurangnya pengetahuan petugas kesehatan terhadap alat – alat yang digunakan dalam pemberantasan penyakit. B. Fasilitas Penunjang Pelayanan Kesehatan Dalam rangka memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang diberikan, Puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana, antara lain sebagai berikut (Mubarak, 2014) : 1. Puskesmas Pembantu Puskesmas Pembantu yang lebih sering disebut Pustu atau PusBan adalah unit pelayanan kesehatan sederhana yang berfungsi menunjang dan membantu pelaksana kegiatan – kegiatan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. 2. Puskesmas Keliling Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor roda empat atau perahu motor, peralatan kesehatan, peralatan komunikasi, serta sejumlah tenaga yang berasal dari Puskesmas. 3. Bidan Desa Disetiap desa yang belum memiliki pelayanan kesehatan, bidan desa ditetapkan untuk tinggal didesa tersebut untuk memberikan pelayanan kesehatan. Bidan desa bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas wilayah kerja bidan desa adalah suatu desa dengan jumlah penduduk rata – rata 3.000 jiwa.
  15. 15. 12 BAB III PEMBAHASAN 3.1. Jumlah Kunjungan Pasien REKAPITULASI 5 HARI KUNJUNGAN PUSKESMAS NO. Hari/Tanggal Jumlah Kunjungan 1 Kamis, 08 Agustus 2019 63 Orang 2 Jum'at, 09 Agustus 2019 59 Orang 3 Sabtu, 10 Agustus 2019 27 Orang 4 Senin, 12 Agustus 2019 63 Orang 5 Selasa, 13 Agustus 2019 71 Orang Total 283 Orang Kamis, 08 Agustus 2019 Jum'at, 09 Agustus 2019 Sabtu, 10 Agustus 2019 Senin, 12 Agustus 2019 Selasa, 13 Agustus 2019 63 59 27 63 71 Rekapitulasi Kunjungan Puskesmas
  16. 16. 13 3.2. Penyakit yang Sering Muncul REKAPITULASI PENYAKIT SELAMA 5 HARI KUNJUNGAN NO. Penyakit Jumlah Penyakit 1 Gastritis 86 Orang 2 Demam, Flu 35 Orang 3 Sakit Kepala 25 Orang 4 Hipertensi 20 Orang 5 Sakit Pinggang 13 Orang 6 Penyakit Lain – lain 104 Orang 30% 12% 9%7% 5% 37% Rekapitulasi Penyakit Gastritis Demam, Flu Sakit Kepala Hipertensi Sakit Pinggang Penyakit Lain - lain
  17. 17. 14 3.3. Jumlah Tenaga Medis JUMLAH PETUGAS PUSKESMAS No. Petugas Jumlah 1 Kepala Puskesmas 1 Orang 2 Dokter Gigi 1 Orang 3 Ahli Gizi 1 Orang 4 Perawat 3 Orang 5 KesLing 1 Orang 6 PromKes 3 Orang 7 Administrasi 3 Orang 8 Bidan 4 Orang 9 Farmasi 1 Orang 10 Petugas Lab 1 Orang 11 Bagian Tata Usaha 1 Orang
  18. 18. 15 BAB IV ANALISA DATA Kami kelompok 6 melakukan analisa data di Puskesmas Lembursitu, yang berada di wilaya kerja kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, untuk memenuhi tugas Manajemen Ilmu Teknologi. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui data keseluruhan dari Puskesmas tersebut. Berikut ini adalah data – data yang kami peroleh dari hasil penelitian yang kami lakukan yang terdiri dari jumlah kunjungan pasien, penyakit yang sering muncul dan jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Lembursitu. 4.1. Data Jumlah Kunjungan Pasien Dari data yang kami peroleh selama 5 hari berturut – turut, dimulai dari hari Kamis 08 Agustus 2019 sampai hari Selasa 13 Agustus 2019 dengan hasil sebagai berikut : 1. Kamis, 08 Agustus 2019 : 63 pasien 2. Jum’at, 09 Agustus 2019 : 59 pasien 3. Sabtu, 10 Agustus 2019 : 27 pasien 4. Senin, 12 Agustus 2019 : 63 pasien 5. Selasa, 13 Agustus 2019 : 71 pasien Total dari jumlah kunjungan selama 5 hari, dimulai dari hari Kamis sampai Selasa yaitu sekitar 283 pasien. Pasien yang berkunjung rata – rata dari usia dewasa hingga lansia. Dari data kunjungan diatas dapat disimpulkan jumlah kunjungan pasien setiap harinya tidak stabil atau mengalami penurunan dan peningkatan, karena dari hari Kamis sampai Sabtu mengalami penurunan dan dari hari Senin sampai Selasa mengalami peningkatan kembali.
  19. 19. 16 4.2. Penyakit yang Sering Muncul Dari data yang kami peroleh ada beberapa penyakit yang sering dikeluhkan oleh pasien. Tetapi disini kita hanya mengambil 5 penyakit terbanyak dari setiap kunjungan pasien, di antaranya ialah : 1. Gastritis : 86 orang 2. Demam dan Flu : 35 orang 3. Sakit Kepala : 25 orang 4. Hipertensi : 20 orang 5. Sakit Pinggang : 13 orang 6. Penyakit lain – lain : 104 orang Dari data yang kita peroleh, jika penyakit tersebut di persenkan maka hasil dari penyakit gastritis 30%, demam dan flu 12%, sakit kepala 9%, hipertensi 7%, dan sakit pinggang 5% dan penyakit lain – lain 37%. Dari data penyakit yang dikeluhkan sebagian diatas rata – rata usia dewasa hingga lansia. 4.3. Jumlah Tenaga Medis Puskesmas Lembursitu mempunyai 3 poli. Jenis pelayanan yang disediakan terdiri dari Kesehatan Dasar (KIA, KB, Immunisasi), Pelayanan Kesehatan Khusus (Gigi dan Mulut, Kes. Jiwa, Kes. Mata, Lansia, Kes. Tradisional, Kes. Kerja, Kes. Indra), Pelayanan Labolatorium dan Pelayanan Farmasi/Obat. Di Puskesmas Lembursitu terdapat 1 Dokter dan 19 petugas Puskesmas, terdiri dari 1 dokter gigi, 1 kepala puskesmas, 3 perawat, 1 ahli gizi, 1 kesling, 3 promkes, 3 administrasi, 1 petugas lab, 4 bidan, 1 farmasi dan 1 bagian tata usaha. Standar Tenaga Minimal Puskesmas  Puskesmas Kawasan Perkotaan Jenis Tenaga Medis Non Rawat Inap Rawat Inap Dokter/Dokter Pelayanan Primer 1 2
  20. 20. 17 Dokter Gigi 1 1 Perawat 5 8 Bidan 4 7 Tenaga Kesehatan Masyarakat 2 1 Tenaga Kesehatan Lingkungan 1 1 Ahli Teknologi Laboratorium Medik 1 1 Tenaga Gizi 1 2 Tenaga Kefarmasian 1 2 Tenaga Administrasi 3 3 Pekarya 2 2 Jumlah 22 31 Menurut standar tenaga minimal Puskesmas, tenaga medis di Puskesmas Lembursitu kurang memadai, karena ada beberapa petugas yang tidak sesuai dengan standar tenaga minimal Puskesmas diatas. Seperti seharusnya ada dokter atau dokter pelayanan primer, jumlah perawat seharusnya 5, tenaga kesehatan masyarakat seharusnya ada 2 dan pekarya. Kondisi yang diharapkan agar Puskesmas dapat terselenggara dengan baik.
  21. 21. 18 BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat ternyata masih menyimpan berbagai permasalahan yang kini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Tidak hanya dilihat dari segi sarana dan prasarana yang kurang memadai, tetapi juga dari segi tenaga medis yang demikian pula adanya. Oleh karena itu, diperlukan perhatian khusus dari pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta komitmen untuk merubah sistem pelayanan Puskesmas. Selain itu, Puskesmas juga harus memiliki standar pelayanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Dan dari data yang kita peroleh dari Puskesmas Lembursitu kita mendapatkan data kunjungan pasien selama 5 hari, 5 penyakit yang sering dikeluhkan pasien dan jumlah tenaga medis yang ada di Puskesmas Lembursitu. Dari data kunjungan pasien selama 5 hari tersebut mengalami naik turunnya kunjungan pasien, rata – rata pasien yang berkunjung ke Puskesmas dimulai dari usia remaja hingga lansia. Penyakit yang sering dikeluhkan pasien yaitu, gastritis, demam dan flu, sakit kepala, hipertensi , sakit pinggang dan penyakit lain – lain. Di Puskesmas Lembursitu terdapat 1 Dokter dan 19 petugas Puskesmas, terdiri dari 1 dokter gigi, 1 kepala puskesmas, 3 perawat, 1 ahli gizi, 1 kesling, 3 promkes, 3 administrasi, 1 petugas lab, 4 bidan, 1 farmasi dan 1 bagian tata usaha.
  22. 22. 19 5.2. Saran 1. Puskesmas harus lebih memfokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan dan pengelolaan sistem kesehatan yang menyeluruh. 2. Melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana Puskesmas demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat. 3. Merestrukturisasikan peran Puskesmas.
  23. 23. DAFTAR PUSTAKA  https://www/slideshare.net/mobile/septianraha/makalah-puskesmas-60097822  https://agil-asshofie.blogspot.com/2016/12/fungsi-dan-tugas-pokok- puskesmas.html?m=1  https://www.academia.edu/16473318/makalah_tentang_puskesmas

×